DEWAN REDAKSI Yunita Astikawati. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Indonesia (Editor in Chie. Aditya Halim Perdana Kusuma. Universitas Muslim Indonesia. Indonesia. Aniek Hindrayani. Universitas Sebelas Maret. Indonesia. Anna Marganingsih. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Indonesia. Dessy Triana Relita. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Indonesia. Diyah Santi Hariyani. Universitas PGRI Madiun. Indonesia. Emilia Dewiwati Pelipa. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Indonesia. Fitria Fitria. Universitas Bina Insan Lubuklinggau. Indonesia. Husni Syahrudin. Universitas Tanjungpura Pontianak. Indonesia. Inda Fresti Puspitasari. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia. Maria Ulfah. FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak. Indonesia. Nikmatul Masruroh. FEBI UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Indonesia. Nuraini Asriati. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura. Indonesia. Rio Nardo. Universitas Binawan. Indonesia. Sri Mulyati. Program Studi Pendidikan Ekonomi Fkip Universitas Kuningan. Indonesia Suwinto Johan. President University. Indonesia. Yulia Suriyanti. Pendidikan Ekonomi. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Indonesia. TIM REVIEWER Abdul Mujib. Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung. Indonesia Abdul Samad. Universitas Fajar. Indonesia. Abdul Wahab. Universitas Muslim Indonesia. Indonesia. Bambang Ismanto. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indonesia Dadang Lesmana. Badan Riset dan Inovasi Daerah Kab. Kutai Timur. Indonesia . Dewi Kusuma Wardani. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Indonesia Dicki Hartanto. UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Indonesia. Dudung Ma'ruf Nuris. Universitas Negeri Malang. Indonesia. Eko Eddya Supriyanto. STKIP Nahdlatul Ulama Tegal. Indonesia. Febrianty Febrianty. Politeknik PalComTech. Indonesia. Muhammad Syaiful. Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Indonesia. Mohammad Hamim Sultoni. Institut Agama Islam Negeri Madura. Indonesia . M Dana Prihadi. Poltekkes YBA Bandung. Indonesia. Rudi Irwansyah. Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia. Muh. Fahrurrozi. Universitas Hamzanwadi. Indonesia. Muhammad Hasan. Universitas Negeri Makassar. Indonesia. Muhammad Ihsan Said Ahmad. Universitas Negeri Makassar. Indonesia. Muhammad Rahmattullah. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia. Reni Yuliviona. Universitas Bung Hatta. Indonesia. Rhini Fatmasari. Universitas Terbuka. Indonesia. Sodik Dwi Purnomo. Universitas Wijaya kusuma Purwokerto. Indonesia . Sugiharsono . Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia. Suratno Suratno. Universitas Jambi. Indonesia. Tutut Suryaningsih. Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung. Indonesia Umi Kalsum. Universitas Sriwijaya. Indonesia. Yapiter Marpi. Universitas Jakarta. Indonesia. Zulfia Hanum Alfi Syahr. Badan Riset dan Inovasi Nasional. Indonesia. Alamat Redaksi: Jln. Pertamina Sengkuang Km. Kotak Pos 126. Kecamatan Sintang. Kabupaten Sintang. Kalimantan Barat. Indonesia. Email: jurnaljurkami@gmail. Penerbit: LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author . Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA Grace Evelina BujiA. Fendy Hariatama H 2. Sri Rohaetin3. Merisa Oktaria4. Windy Utami Putri5. Goran Gidion Lubis6. Jesika Widiasari Sitepu7 Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas Palangka Raya. Indonesia 1234567 Corresponding Author Email: graceevelina@fkip. Author Email: graceevelina@fkip. Abstract: Entrepreneurship plays a crucial role in strengthening the regional economy, particularly through the development of small and medium industries (SMI. One sector that contributes significantly is the getah nyatu handicraft industry and have high potential in fostering a sustainable economy. This study aims to analyze the interest of students from the Economics Education program at FKIP UPR in entrepreneurship, specifically in the getah nyatu handicraft sector within SMI Pandji Palangka Raya. This research employs a qualitative approach using observation, interviews, and documentation methods. The findings indicate that Keywords: students' interest in entrepreneurship is influenced by several key factors. Entrepreneurship, including education, social environment, institutional support, skills, and Small and Medium personal motivation. It was found that although students possess a good Industries. Getah theoretical understanding of entrepreneurship, they still face challenges such as Nyatu, lack of practical experience, limited access to training, and a gap between the Students, theory learned and market needs. Effective strategies for fostering students' Entrepreneurial entrepreneurial interest include entrepreneurship education and training. Interest, integration between educational institutions and local industries, as well as more Entrepreneurship optimal policy support from the government and academics. By implementing Strategies. these strategies, students are expected to be better prepared to develop creative businesses based on local resources, thereby contributing to sustainable regional economic growth. Article History: Received: October 2024 Revision: April 2025 Accepted: May 2025 Published: August Abstrak: Wirausaha memainkan peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan adalah industri kerajinan getah nyatu dan memiliki potensi tinggi dalam mendorong perekonomian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi FKIP UPR dalam berwirausaha, khususnya di sektor kerajinan getah nyatu dalam IKM Pandji Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan Kata kunci: Temuan penelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa dalam Wirausaha, berwirausaha dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk pendidikan. Industri Kecil dan lingkungan sosial, dukungan institusi, keterampilan, dan motivasi pribadi. Menengah. Getah Ditemukan bahwa meskipun mahasiswa memiliki pemahaman teoretis yang baik Nyatu, tentang wirausaha, mereka masih menghadapi tantangan seperti kurangnya Mahasiswa, pengalaman praktis, keterbatasan akses terhadap pelatihan, dan kesenjangan Minat Wirausaha, antara teori yang dipelajari dengan kebutuhan pasar. Strategi efektif untuk Strategi Wirausaha. meningkatkan minat wirausaha mahasiswa meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, integrasi antara institusi pendidikan dan industri lokal, serta dukungan kebijakan yang lebih optimal dari pemerintah dan akademisi. Dengan menerapkan strategi ini, mahasiswa diharapkan lebih siap dalam mengembangkan Sejarah Artikel: Diterima: Oktober Direvisi: April 2025 Disetujui: Mei 2025 Diterbitkan: Agustus This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 323 | Grace Evelina Buji. Fendy Hariatama H . Sri Rohaetin. Merisa Oktaria. Windy Utami Putri. Goran Gidion Lubis. Jesika Widiasari Sitepu. STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA. usaha kreatif berbasis sumber daya lokal, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. How to Cite: Grace Evelina Buji. Fendy Hariatama H. Sri Rohaetin. Merisa Oktaria. Windy Utami Putri. Goran Gidion Lubis. Jesika Widiasari Sitepu. STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI: 10. 31932/jpe. PENDAHULUAN Wirausaha memiliki peran yang tak terbantahkan dalam menggerakkan roda ekonomi suatu daerah. Di tengah dinamika globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, pengembangan industri kecil menengah (IKM) menjadi krusial dalam memperkuat perekonomian lokal. IKM produk-produk berkualitas dan bernilai jual tinggi sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat lokal maupun internasional. IKM kerajinan yang bernilai jual tinggi mempunyai ciri khas dalam proses produksinya. Palangka Raya, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah, memiliki beragam potensi industri kecil menengah, termasuk Industri Kerajinan Getah Nyatu (IKM Pandj. Salah satu IKM yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya di Jalan Kerandang. Kota Palangka Raya yaitu pembuatan produk kerrajinan berbahan Getah Nyatu. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara iklim tropis, khususnya Kalimantan Tengah dengan hutan yang begitu luas, mendukung untuk kemajuan IKM. Terdapat beragam pepohonan yang tersimpan di hutan tropis Kalimantan, salah satunya adalah pohon Nyatu. Nama Latin Tanaman Getah Nyatu adalah Palaquium Spp. Tumbuh di pulau Kalimantan dan Sumatera, namun hanya orang Kalimantan Tengah yang memproses dan mengambil getahnya. Dari pohon ini lahirlah beragam kerajinan getah nyatu yang dikembangkan masyarakat Dayak. Kerajinan tersebut awalnya banyak Kabupaten Kapuas. Kalimantan. Pohon nyatu itu sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan berbagai kerajinan. Namun jika biasanya kerajinan itu dibuat dari batang atau daun, berbeda dengan pohon ini yang banyak dimanfaatkan getahnya. Menurut ahli Budi Santoso . Kerajinan yang berbasis pada sumber daya alam yang terbarukan seperti getah nyatu dapat Dan salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan IKM adalah melalui partisipasi aktif mahasiswa, yang merupakan agen perubahan yang potensial dalam mewujudkan inovasi dan kreativitas. Keterlibatan pengembangan IKM ini menjadi penting karena mereka tidak hanya membawa energi segar dan ide-ide inovatif, tetapi juga membentuk landasan bagi generasi penerus dalam menjaga keberlanjutan industri lokal. Menurut Hasan . dalam Dyah Perwita . Pendidikan yang kewirausahaan bertumbuh kembang dalam lima decade terakhir, antara lain melalui akademi perkoperasian, sekolah-sekolah bisnis dan fakultas-fakultas di perguruan tinggi umum. Dalam This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 324 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE ekonomi, terdapat beberapa fenomena permasalahan yang perlu diidentifikasi. Diperlukan strategi yang tepat untuk mengembangkan minat wirausaha. Strategi sistematis yang digunakan oleh pengusaha untuk meraih kesuksesan dalam bisnis. Strategi ini mencakup analisis pasar, pengembangan produk, pemilihan model bisnis, serta pengelolaan sumber daya yang Menurut Teori Peter Drucker, seorang pakar manajemen, strategi kewirausahaan melibatkan inovasi yang berkelanjutan dan pemanfaatan peluang yang ada di pasar. Berikut adalah fenomena-fenomena yang terjadi dalam perkembangan minat wirausaha mahasiswa. Pertama, meskipun mahasiswa memiliki pemahaman teoritis tentang kewirausahaan, banyak yang masih ragu untuk menerapkannya dalam praktik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman langsung dalam mengelola ketidakpercayaan diri dan ketidakmampuan untuk mengambil risiko. Dalam penelitian Suharti & Sirine . pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa dipandang sebagai cara lain untuk mengurangi tingkat eksposur, karena akademisi diharapkan menjadi wirausahawan muda terdidik yang mampu meluncurkan usaha mereka sendiri. Tetapi sebagian besar mahasiswa lebih memilih untuk menunggu kesempatan kerja yang sudah ada daripada menciptakan peluang baru melalui wirausaha. Kedua, kurangnya akses mahasiswa terhadap sumber daya dan pelatihan praktis menjadi praktisi atau pengrajin profesional menjadi hambatan signifikan dalam Menurut hasil riset Purnomo et al. rendahnya keterampilan dan pengetahuan dalam bidang pengrajin tangan dapat disebabkan oleh kurangnya pendidikan formal, akses terbatas terhadap pelatihan keterampilan, atau kurangnya dukungan untuk pengembangan tersebut di masyarakat. Banyak mahasiswa tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang memadai dalam bidang produksi dan pemasaran, terutama terkait dengan produk lokal seperti kerajinan getah nyatu. Tanpa bimbingan yang tepat, mereka kesulitan untuk mengembangkan produk yang inovatif dan memiliki nilai jual. Ketiga, terdapat kesenjangan antara teori yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan dan realitas pasar. Penelitian Darmawan. Sjafii. , & Sugiarti. mengidentifikasi bahwa sistem pendidikan yang terlalu berorientasi akademis menyebabkan lulusan lebih menerapkan logika dan nalar dalam dunia nyata, sehingga menciptakan kesenjangan Banyak kurikulum pendidikan tinggi yang masih berfokus pada teori ekonomi klasik, menunjukkan bahwa keterampilan praktis Akibatnya, mahasiswa sering kali merasa kurang siap untuk memasuki dunia usaha. Keterbatasan ini menciptakan jurang antara pengetahuan yang dimiliki mahasiswa dengan apa yang diperlukan oleh industri. Terakhir, dukungan dari pihak luar, seperti pemerintah dan masyarakat, juga sering kali kurang optimal. Programprogram pemerintah yang mendukung wirausaha belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan mahasiswa. Kurangnya jaringan dan kolaborasi antara institusi pendidikan dengan industri lokal mengakibatkan This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 325 | Grace Evelina Buji. Fendy Hariatama H. Sri Rohaetin. Merisa Oktaria. Windy Utami Putri. Goran Gidion Lubis. Jesika Widiasari Sitepu. STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA. mahasiswa kehilangan peluang untuk beqaZSXlajar dari praktik langsung. Menurut Diana . strategi kolaborasi pendidikan tinggi dan industri saat ini kolaborasi dapat diciptakan solusi-solusi atas permasalahan yang terjadi dalam bidang ilmu pengetahuan dan agendaagenda sosial, ekonomi, maupun politik seperti demokrasi, pembangunan yang berkelanjutan, dan pemahaman budaya serta integrasi. Oleh karena adanya fenomenafenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat mahasiswa khususnya mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UPR dalam berwirausaha, khususnya dalam usaha pembuatan kerajinan getah nyatu di IKM Pandji Palangka Raya. Minat ketertarikan individu untuk menjalankan usaha atau bisnis dengan tujuan menciptakan nilai tambah dan meraih Minat ini sering kali muncul dari keinginan untuk mandiri, berinovasi, dan memenuhi kebutuhan pasar. Menurut David McClelland . dalam Robbins . seorang psikolog terkenal, individu dengan motivasi berprestasi yang tinggi cenderung memiliki minat wirausaha yang kuat. Mereka berusaha untuk mencapai tujuan dan bersedia mengambil risiko dalam mencapai kesuksesan. Hal ini menunjukkan bahwa minat wirausaha tidak hanya berkaitan dengan potensi finansial, tetapi juga dengan pencapaian personal. Faktor-faktor yang memengaruhi minat wirausaha dapat bervariasi, termasuk latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan lingkungan sosial. Menurut Hisrich dan Peters . , lingkungan yang mendukung, seperti adanya akses terhadap modal dan jaringan, sangat penting dalam membangun minat wirausaha. Individu yang dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki jiwa wirausaha lebih cenderung untuk mengembangkan minat yang sama. Melalui pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa dalam berwirausaha, diharapkan dapat ditemukan strategi yang efektif untuk menggalakkan partisipasi mereka dalam pengembangan industri kreatif lokal. METODE PENELITIAN Penelitian dikarenakan peneliti ingin meneliti lebih dalam Strategi Pengembangan Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Dalam Pembuatan Kerajinan Getah Nyatu Di IKM Pandji Palangka Raya. Menurut Lexy J. Moleong . AuPenelitian kualitatif adalah tampilan yang berupa kata-kata lisan atau tertulis yang dicermati oleh peneliti, dan benda-benda yang diamati sampai detailnya agar dapat ditangkap makna yang tersirat dalam dokumen atau bendanyaAy. Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pos positivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dalam penelitian kualitatif yang Peneliti sebagai instrumen 326 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE utama dibantu oleh pemilik IKM Pandji sebagai instrumen pendukung merupakan alat utama untuk mengumpulkan data Kedudukan peneliti sendiri menjadi sangat penting dikarenakan dalam hal ini peneliti sekaligus merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, penganalisis, penafsir data dan sebagai Penelitian dilaksanakan di IKM Pandji Kerajinan Getah Nyatu di Jl. Kerandang kota Palangka Raya. Dimana peneliti telah menganalisis dan memperhatikan beberapa aspek yang akan membantu peneliti dalam melaksanakan penelitian. Sumber data didapatkan dari observasi dan wawancara kepada pemilik sekaligus pengelola IKM Pandji Kerajinan Getah Nyatu yang Bernama Ibu Surti. Kemudian observasi dan wawancara pada 10 orang mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UPR. Sedangkan untuk data pendukung peneliti mengutip referensi artikel maupun bahan bacaan lainnya sebagai pelengkap data Berikut adalah 3 metode yang dipakai oleh tim peneliti. Yang pertama, metode observasi menurut Suharsimi Arikunto . adalah sebagai berikut: AuMenggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangkon pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan Ay Berdasarkan pernyataan itu, pencatatan secara langsung sistematik terhadap mahasiswa Pendidikan Ekonomi dan pengelola IKM Pandji Kerajinan Getah Nyatu. Yang kedua, metode Interview merupakan metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara atau tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara . untuk memperoleh informasi dari objek penelitian. Interview digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam mendapatkan informasi terkait hal yang akan diteliti. Melalui metode interview peneliti dapat memperoleh data secara jelas dan fakta karena dilakukan secara lisan. Yang ketiga, metode Dokumentasi menjadi bagian dari metode yang penting dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Karena melalui metode ini peneliti berupaya mengumpulkan data dari pemilik usaha untuk melengkapi data interview. Sehingga data yang dikumpulkan sesuai dengan data dan fakta yang terjadi di lapangan. Metode analisis data merupakan langkah yang selanjutnya diambil setelah seluruh data dan informasi yang diperlukan sudah terkumpul. Tujuan analisis ini adalah untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan interpretasi, sehingga dapat membantu dalam dipakai dalam penelitian ini pemecahan masalah penelitian. Pada dipergunakan adalah analisa kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian Analisis yang digunakan penulis adalah analisis model interaktif Miles dan Huberman dimana aktivitas analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh. Analisis ini terdiri dari 3 hal utama: Reduksi Data. Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. Dimana ketiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang saling terkait pada saat This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 327 | Grace Evelina Buji. Fendy Hariatama H. Sri Rohaetin. Merisa Oktaria. Windy Utami Putri. Goran Gidion Lubis. Jesika Widiasari Sitepu. STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA. sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar untuk membangun wawasan umum yang disebut HASIL DAN PEMBAHASAN Kewirausahaan proses melakukan sesuatu yangbaru dan berbeda dengan tujuan menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi Entrepreneur adalah orang yang berjiwa berani menghadapi tantangan untuk kesempatan, artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi Kewirausahaan entrepreneurship adalah suatu sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, yang bernilai dan berguna baik bagi dirinya sendiri ataupun orang lain. Kewirausahawan merupakan sikap mental dan jiwa, yang selalu aktif dan kreatif, berdaya, bercipta, berkarya, bersahaja serta berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan atas kegiatan Didapat 3 pokok hasil dari penelitian serta pembahasan dari observasi serta wawancara dengan pemilik IKM Pandji serta mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UPR. Pokok yang pertama faktor-faktor yang yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi dalam pembuatan kerajinan getah Observasi dan wawancara yang dilakukan di IKM Pandji. Palangka Raya, mengungkapkan bahwa minat berwirausaha Pendidikan Ekonomi Pertama, aspek pendidikan formal menjadi dasar penting. Mahasiswa yang memiliki pemahaman ekonomi yang baik cenderung lebih percaya diri untuk memulai usaha. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian oleh Rian Faturahman . menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dan lingkungan keluarga secara signifikan mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki pemahaman ekonomi yang baik cenderung lebih percaya diri untuk memulai usaha. Selain itu, dukungan dari mendorong mahasiswa untuk terjun ke dunia wirausaha. Selain itu, pengetahuan tentang manajemen bisnis dan strategi pemasaran sangat mempengaruhi cara mereka melihat peluang dalam pembuatan kerajinan getah nyatu. Hal ini menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan memiliki Kedua, lingkungan sosial di sekitar mahasiswa juga memainkan peran kunci. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa dukungan dari keluarga dan teman sangat memotivasi mahasiswa untuk terjun ke dunia wirausaha. Hasil analisis ini sejalan dengan hasil analisis data penelitian Mila Aristuti & Widiyanto tahun 2019 menunjukkan bahwa ada kepribadian, lingkungan keluarga, dan minat berwirausaha. Mahasiswa yang memiliki jaringan sosial yang kuat merasa lebih didorong untuk mencoba ide-ide baru. Dalam konteks ini. IKM Pandji sebagai pusat produksi kerajinan memberikan lingkungan yang kondusif. Mereka merasa terinspirasi dengan keberhasilan para pengrajin yang sudah ada. 328 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Selanjutnya, mendapati bahwa faktor ekonomi juga sangat mempengaruhi. Mahasiswa yang finansial cenderung lebih tertarik untuk berwirausaha ini sejalan dengan artikel penelitian oleh Nike Forestriyani. Sumarno, dan Hendripides di Universitas Riau tahun 2017 menemukan bahwa latar belakang sosial dan kondisi ekonomi orang tua secara simultan mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa. Secara khusus, tingkat pendidikan orang tua memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan tingkat pendapatan dalam mendorong minat berwirausaha mahasiswa. Wawancara juga menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang ingin membantu keluarga secara ekonomi, sehingga usaha kerajinan menjadi pilihan yang menarik. Keberadaan pasar yang menjanjikan untuk produk kerajinan getah nyatu juga menjadi pertimbangan. Hal ini mendorong mereka untuk belajar Faktor pengalaman pada saat observasi yang dilaksanakan saat pelatihan juga muncul sebagai elemen penting dalam minat berwirausaha, didukung oleh hasil riset Purnamasari. , & Rahmania. hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa: . Pemahaman Kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat Dengan demikian dapat dimaknai bahwa semakin baik pemahaman kewirausahaan maka minat berwirausaha Praktik kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Dengan demikian dapat dimaknai bahwa semakin baik praktik kewirausahaan maka minat berwirausaha cenderung meningkat. Observasi menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki keterampilan praktis dalam pembuatan kerajinan lebih antusias untuk memulai usaha. Mereka yang pernah mengikuti pelatihan atau workshop merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan di lapangan. Pengalaman langsung di IKM Pandji memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan berinovasi. Keterampilan ini menciptakan produk yang menarik. Faktor dukungan institusi juga teridentifikasi sebagai elemen penting. Dukungan universitas sangat berperan penting untuk meningkatkan minat Dukungan seperti memberikan dukungan kurikuler, kokurikuler dan dukungan kebijakan (Kraaijenbrink et ,2010. Lee et al. ,2. Observasi menunjukkan bahwa adanya program-program kewirausahaan yang diselenggarakan oleh program studi Mahasiswa merasa lebih percaya diri untuk memulai usaha ketika didukung oleh Program mentoring dan akses ke sumber daya seperti modal usaha juga menjadi nilai tambah. Dukungan ini menciptakan ekosistem yang mendukung minat berwirausaha. Dari hasil wawancara, peran mentor dalam proses berwirausaha juga sangat Mahasiswa yang memiliki akses ke mentor berpengalaman merasa lebih terbantu dalam mengembangkan ide Mereka mendapatkan masukan berharga yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan usaha. Selain itu, mentor This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 329 | Grace Evelina Buji. Fendy Hariatama H. Sri Rohaetin. Merisa Oktaria. Windy Utami Putri. Goran Gidion Lubis. Jesika Widiasari Sitepu. STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA. sering kali memberikan motivasi dan Dengan bimbingan yang tepat, mahasiswa dapat menghindari kesalahan umum dalam Adanya Mahasiswa mengakui bahwa risiko kegagalan sering menjadi ketakutan Namun, mereka juga menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari proses Kesediaan untuk belajar dari kesalahan menjadi faktor pendorong yang Dengan sikap positif, mereka dapat terus berinovasi dan memperbaiki usaha Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa minat berwirausaha Pendidikan Ekonomi Pendidikan, lingkungan sosial, dukungan institusi, keterampilan, dan motivasi pribadi semua berkontribusi pada keputusan mereka untuk berwirausaha. Kerajinan getah nyatu di IKM Pandji menawarkan peluang yang menjanjikan bagi mahasiswa. Hasil penelitian sejalan hasil riset Listyaningsih. Indriani. , & Sukawati. yang menunjukkan bahwa pendidikan dan pengetahuan kewirausahaan, lingkungan keluarga, dan motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap minat berwirausaha, sedangkan lingkungan kampus dan kepribadian berpengaruh negatif signifikan. Pokok hasil yang kedua adalah Strategi mahasiswa dalam konteks pembuatan kerajinan getah nyatu di IKM Pandji Palangka Raya. Teori Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian oleh Buji et al. menyoroti peran UMKM industri kerajinan dalam berkelanjutan di Palangka Raya melalui pemanfaatan bahan baku alami dan pelestarian budaya lokal. Hasil observasi di IKM Pandji Palangka Raya menunjukkan bahwa produksi kerajinan getah nyatu memiliki potensi yang sangat baik. Dengan adanya sumber daya alam yang melimpah, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan. Selama observasi, tradisional dalam pengolahan getah nyatu masi dominan. Namun, terdapat peluang untuk menerapkan inovasi dalam desain produk agar lebih menarik bagi pasar Keberadaan komunitas lokal yang mendukung juga menjadi faktor positif dalam pengembangan usaha ini. Wawancara dengan pengelola IKM mengungkapkan pentingnya edukasi dan pelatihan bagi mahasiswa. Pelatihan mengenai teknik produksi, pemasaran, dan manajemen usaha menjadi kunci untuk meningkatkan keterampilan. Pengelola mencatat bahwa banyak mahasiswa yang tertarik berwirausaha tetapi kurang percaya diri dalam memulai usaha. Oleh karena itu, berpengalaman di bidang kerajinan sangat Hal ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang lebih efektif. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan IKM sangat penting. Melalui kolaborasi, mahasiswa dapat belajar langsung dari proses produksi dan memahami tantangan yang dihadapi. Kerja sama ini juga 330 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinovasi dalam produk yang Misalnya, mahasiswa dapat mengusulkan desain baru yang lebih sesuai dengan selera pasar. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan minat berwirausaha tetapi juga memperkuat jaringan sosial Hasil mahasiswa menunjukkan adanya minat yang tinggi terhadap kerajinan getah nyatu. Banyak dari mereka yang sudah memiliki ide produk tetapi belum mengetahui cara Mereka menyampaikan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang teknik pemasaran dan strategi Oleh karena itu, diperlukan workshop yang fokus pada aspek-aspek ini. Dengan pemahaman yang lebih baik, mahasiswa dapat lebih percaya diri untuk memulai usaha mereka sendiri. Dari segi pemasaran, strategi yang diterapkan oleh IKM Pandji Palangka Raya perlu diperkuat. Saat ini, sebagian besar produk dipasarkan secara lokal dan belum memanfaatkan platform digital. Strategi pemasaran digital, seperti penggunaan media sosial, social chatting, dan marketplace, memudahkan pelaku UMKM dalam mempromosikan produk mereka. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi ini dapat meningkatkan penjualan dan profitabilitas bisnis UMKM dalam Basuki, et al. Melalui wawancara, terungkap bahwa mahasiswa memiliki keahlian dalam teknologi informasi yang dapat digunakan untuk memasarkan produk secara lebih luas. Penggunaan media sosial dan e-commerce dapat menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kerajinan getah nyatu ke pasar yang lebih besar. Hal ini juga dapat meningkatkan daya saing produk di pasar global. Selain itu, pengembangan produk yang berkelanjutan juga menjadi fokus Dalam riset Zhan. , & Walker. CRAFTS (CoDesigning Reflective Approaches for the Teaching Sustainabilit. prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pendidikan desain dan kerajinan melalui pendekatan reflektif dan mengembangkan pemahaman mendalam tentang praktik berkelanjutan dalam produksi kerajinan. Mahasiswa perlu diajarkan tentang pentingnya keberlanjutan dalam produksi kerajinan. Misalnya, mereka dapat diajarkan cara mengelola bahan baku secara efisien dan ramah Melalui pendidikan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi wirausaha tetapi juga dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Ini menjadi nilai jual tambahan yang dapat menarik konsumen yang peduli lingkungan. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa dukungan pemerintah lokal sangat Program-program pemerintah yang mendukung usaha kecil dan menengah dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. Misalnya, bantuan modal dan pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas terkait. Dengan dukungan ini, mahasiswa dapat lebih mudah memulai usaha dan meningkatkan daya saing produk. Oleh karena itu, kerja sama antara IKM, mahasiswa, dan pemerintah harus terus Pentingnya menciptakan komunitas wirausaha juga terlihat dalam hasil penelitian ini. Penelitian Saputri. menunjukkan bahwa komunitas wirausaha, seperti Wirausaha Muda Surakarta (WMS), berperan sebagai wahana komunikasi bisnis yang efektif. Melalui komunitas ini. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 331 | Grace Evelina Buji. Fendy Hariatama H. Sri Rohaetin. Merisa Oktaria. Windy Utami Putri. Goran Gidion Lubis. Jesika Widiasari Sitepu. STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA. anggota dapat saling bertukar informasi bisnis, strategi pemasaran, dan solusi meningkatkan motivasi dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Mahasiswa perlu membangun jaringan dengan sesama wirausaha untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman. Dengan adanya komunitas, mereka dapat bertukar ide dan memecahkan masalah yang dihadapi Hal ini dapat menciptakan mendorong keberanian untuk mengambil risiko dalam berwirausaha. Komunitas yang solid dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa. Akhirnya, pengalaman langsung dalam produksi kerajinan sangat berharga. Observasi menunjukkan bahwa mahasiswa yang tantangan dan proses yang terjadi. Ini membantu mereka untuk lebih siap ketika memulai usaha mereka sendiri. Selain itu, pengalaman ini memberikan kepercayaan diri yang lebih besar. Oleh karena itu, kegiatan praktik langsung harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan wirausaha di kampus. Dengan demikian, pengembangan minat berwirausaha mahasiswa di IKM Pandji Palangka Raya memerlukan pendekatan multifaset. Melalui pelatihan, kolaborasi, dukungan pemerintah, dan pembentukan komunitas, mahasiswa dapat lebih siap untuk menghadapi dunia usaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merancang programprogram yang lebih efektif untuk mendukung wirausaha muda. Pokok hasil yang ketiga adalah dampak yang didapat dari pengembangan minat berwirausaha terhadap keterampilan dan pengetahuan mahasiswa dalam pembuatan kerajinan getah nyatu. Studi oleh Fithria et al. menunjukkan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Menurut Kasmir dalam Fithria et al. , . juga kewirausahaan adalah dasar dari sumber daya kewirausahaan individu. Pengetahuan kemauan untuk berwirausaha, yang pada dalam bidang kerajinan Observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan minat berwirausaha melalui pembuatan kerajinan getah nyatu menunjukkan dampak positif yang Dari hasil observasi, terlihat mahasiswa dalam proses pembuatan kerajinan ini. Mahasiswa tidak hanya belajar teknik dasar, tetapi juga cara inovatif dalam menciptakan produk yang bernilai jual. Selain itu, mereka mulai memahami pentingnya kualitas produk untuk menarik minat konsumen. Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif dan berani bereksperimen dengan Wawancara dengan mahasiswa mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam kemampuan berwirausaha setelah mengikuti program Banyak dari mereka yang sebelumnya ragu untuk memulai usaha, kini menunjukkan semangat untuk berinovasi. Sebagian mahasiswa menyatakan bahwa mereka belajar tentang manajemen waktu dan sumber daya dengan lebih baik. 332 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Pengalaman ini juga memberikan mereka pemahaman tentang pentingnya penelitian pasar sebelum memproduksi barang. Dengan demikian, pengembangan minat berwirausaha telah membuka wawasan baru bagi mahasiswa mengenai dunia Selain wawancara juga menunjukkan bahwa mahasiswa mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam mengenai bahan baku, khususnya getah nyatu. Mereka belajar tentang cara pengolahan yang benar untuk memaksimalkan kualitas produk. Ini menciptakan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya lokal. Beberapa mahasiswa juga melakukan riset mengenai tren pasar untuk menyesuaikan produk yang mereka buat. Dengan pengetahuan ini, mahasiswa merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan di pasar. Dari hasil observasi, terlihat bahwa mempromosikan produk kerajinan mereka. Mereka memanfaatkan media sosial dan platform online untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Keterampilan pemasaran ini menjadi bagian penting dari pendidikan wirausaha yang mereka terima. Melalui promosi yang efektif, mahasiswa belajar bagaimana menarik perhatian konsumen dan menjelaskan keunggulan Ini meningkatkan kemampuan komunikasi mereka, yang esensial dalam dunia bisnis. Dalam konteks sosial, program ini juga berkontribusi pada pengembangan Mahasiswa yang terlibat seringkali berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan mereka, menciptakan budaya saling belajar. Mereka juga terlibat dalam kegiatan sosial, seperti pelatihan bagi masyarakat sekitar tentang pembuatan Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan mereka, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan demikian, pengembangan minat berwirausaha tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas. Namun, tidak semua mahasiswa merasakan manfaat yang sama. Beberapa dari mereka mengeluhkan kurangnya bimbingan dalam tahap awal proses pembuatan kerajinan. Mereka merasa perlu adanya pendampingan lebih lanjut dari Beberapa mahasiswa juga menghadapi kesulitan dalam pengelolaan modal awal untuk memulai usaha. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk komprehensif agar semua mahasiswa dapat merasakan manfaat yang maksimal. Dari hasil wawancara, sebagian keinginan untuk melanjutkan usaha mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka melihat potensi pasar yang besar untuk produk kerajinan getah nyatu dan percaya diri dalam memulai usaha. Namun, mereka juga menyadari perlunya pengetahuan yang lebih dalam mengenai aspek bisnis lainnya, seperti akuntansi dan hukum. Oleh karena itu, penambahan kurikulum yang mencakup topik-topik ini sangat disarankan. Ini akan mempersiapkan mereka lebih baik untuk menghadapi tantangan di dunia wirausaha. Secara keseluruhan, pengembangan minat berwirausaha melalui pembuatan kerajinan getah nyatu memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Peningkatan keterampilan praktis, pengetahuan tentang bahan baku, dan kemampuan pemasaran This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 333 | Grace Evelina Buji. Fendy Hariatama H. Sri Rohaetin. Merisa Oktaria. Windy Utami Putri. Goran Gidion Lubis. Jesika Widiasari Sitepu. STRATEGY FOR DEVELOPING ENTREPRENEURIAL INTEREST OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS IN MAKING GETAH NYATU CRAFTS IN IKM PANDJI PALANGKA RAYA. adalah beberapa manfaat yang mereka PENUTUP Dapat disimpulkan bahwa minat Pendidikan Ekonomi dalam pembuatan kerajinan getah nyatu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Aspek pendidikan formal menjadi dasar penting, di mana pemahaman yang baik tentang ekonomi dan manajemen bisnis meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Lingkungan sosial juga memainkan peran dukungan dari keluarga dan teman Selain itu, kesadaran akan mahasiswa untuk terlibat dalam usaha kerajinan ini. Kesempatan belajar langsung di IKM Pandji memperkuat keyakinan mereka dalam memulai usaha. Lebih jauh, keterampilan praktis yang diperoleh melalui pelatihan menjadi modal berharga bagi mahasiswa. Observasi menunjukkan bahwa mahasiswa yang berpengalaman dalam pembuatan kerajinan lebih antusias dan siap menghadapi tantangan. Selain manajemen waktu dan sumber daya. Keberhasilan dalam pelatihan ini mengarah pada peningkatan kreatifitas dan inovasi dalam desain produk. Oleh karena itu, mempengaruhi keputusan mereka untuk Motivasi pribadi mahasiswa juga berperan signifikan dalam mendorong minat berwirausaha. Mereka yang memiliki tujuan hidup yang jelas cenderung lebih termotivasi untuk mengejar kesuksesan Wawancara mengungkapkan bahwa keinginan untuk mencapai kemandirian dan pengakuan menjadi pendorong utama. Sikap positif dalam menghadapi risiko kegagalan juga menunjukkan kematangan mental yang penting bagi calon wirausaha. Hal ini menciptakan landasan yang kuat untuk mengejar peluang di pasar. Akhirnya, penting bagi pihak terkait untuk terus mendukung dan memfasilitasi potensi Pembentukan komunitas wirausaha yang solid dapat menciptakan suasana saling mendukung dan berbagi pengalaman. Selain itu, integrasi praktik langsung dalam kurikulum pendidikan wirausaha sangat dianjurkan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kerajinan getah nyatu dapat berkembang menjadi sektor yang menjanjikan dan Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan generasi wirausaha yang inovatif dan berdaya saing tinggi. DAFTAR PUSTAKA