ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Dampak Gempa Bumi bagi Kehidupan Masyarakat Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Muhammad Idul Launuru Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam. Institut Agama Islam Negeri Ambon Email : idullaunuru88@gmail. Abstrak Dampak Gempa Bumi Bagi Kehidupan Masyarakat Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku TenganAy Gempa bumi dengan berkekuatan 6. 8 scala richter (SR) yang telah menghancurkan dan meluluhkan sebagian besar perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat desa Liang yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat dikarenakan terjadinya pengangguran, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Adapun rumusa masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana adalah untuk mengetahui dampak gempa bumi bagi kehidupan masyarakat desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengan dan untuk mengetahui stategi masyarakat desa Liang bangkit dari keterpurukan akibat gempa bumi. Mengetahui upaya-upaya yang dilakukan masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. , guna bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat gempa bumi di pulau Ambon dan sekitarnya, kamis 26 September 2019. Kegunaan secara teoritik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran positif kepada masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. dalam membangun kembali kehidupan ekonomi pasca gempa bumi kamis 26 September 2019 dan kegunaan secara praktis penelitian ini diharapkan bisa menambah khasanah pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian yang penulis dapatkan adalah Kerusakan fisik dan dampak psikis akibat Gempa Bumi, bagi warga masyarakat desa Liang telah meninggalkan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan mereka. Peristiwa Gempa Bumi, kamis 26 September 2019 memiliki dampak yang cukup serius, terutama dengan lumpuhnya kegiatan ekonomi yang mengakibatkan setiap warga mengidap hidup dalam situasi Auinvalid capitalAy atau hidup tanpa penghasilan sama sekali. Itu berlaku paling tidak bagi tiga kelompok masyarakat yang antara lain berprofesi wirausaha, petani, serta buruh. Ada tiga strategi yang dilakukan masyarakat desa Liang dalam upaya bangkit dari keterpurukan ekonomi, antara lain: Pertama, upaya psikologi. Kedua, upaya keagamaan. Dan Ketiga, upaya Ekonomi. Kata Kunci. Dampak Gempa Bumi. Kehidupan Masyarakat Abstract The Impact of the Earthquake on the Life of the People of Liang Village. Salahutu District. Maluku Tengan RegencyAy An earthquake with a magnitude of 6. 8 on the Richter scale (SR) which destroyed and destroyed a large part of the economy and social life of the Liang village community which affected the daily life of the community due to unemployment, poverty, stupidity and backwardness. The formula of the problem in this study is how to find out the impact of the earthquake on the life of the people of Liang Village. Salahutu District. Tengan Maluku Regency and to find out the strategy for the people of Liang Village to recover from the downturn caused by the earthquake. Knowing the efforts made by the people of Liang Village, in Salahutu District. Central Maluku Regency (Malten. , to recover from the economic downturn caused by the earthquake on Ambon Island and its surroundings. Thursday 26 Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 September 2019. The theoretical use of this research is as a contribution to positive thinking for the people of Liang village, in Salahutu District. Central Maluku Regency (Malten. in rebuilding economic life after the earthquak Thursday 26 September 2019 and the practical use of this research is expected to add to the repertoire of scientific development. The results of the research that the authors got were the physical damage and psychological impact due to the earthquake, for the people of Liang village it had left a tremendous impact on their lives. The Earthquake incident on Thursday 26 September 2019 had quite a serious impact, especially with the paralysis of economic activity which resulted in every citizen living in a situation of "invalid capital" or living without any income at all. This applies to at least three groups of people, including entrepreneurs, farmers and laborers. There are three strategies carried out by the Liang village community in an effort to rise from the economic downturn, including: First, psychological efforts. Second, religious efforts. And Third. Economic efforts. Keywords. Earthquake Impact. Community Life PENDAHULAUN Pasca gempa bumi dengan kekuatan 6. 8 scala richter (SR) yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya. Kamis 26 September 2019, yang disusul ratusan gempa dalam skala sedang dan kecil, membuat ribuan warga pada beberapa desa, memilih mengungsi ke hutan yang kawasannya berada pada dataran lebih tinggi. Selain banyak rumah di desa Liang dalam kondisi yang hancur, situasi masih terjadinya gempa susulan berulang kali menyebabkan seluruh masyarakat desa ini naik mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, seluruh masyarakat desa Liang masih mengalami trauma dan resah sebab masih adanya goncangan. ( Gatra. Com. Bupati Malteng: 27 Sep 2019 21:. Kamis 26 September 2019, adalah titik balik kehidupan masyarakat Pulau Ambon. Terjadi gempa bumi berkekuatan 6. 8 skala richter telah meluluh lantakan seluruh lini kehidupan masyarakat desa Liang. desa Liang, daerah yang pada mulanya begitu aman tentram dan dinamis, dalam sekejap seakan tidak lagi tersisa. Seluruh lini dan sektor kehidupan macet dan mengalami kelumpuhan total, mulai dari sektor pendidikan, sosial, agama atau pun budaya. Hanya saja di antara berbagai sektor yang ada jika ditelisik, maka kehidupan ekonomi bisa jadi adalah sektor terparah yang menerima imbas dari terjadi gempa yang ada. Kenyataan tersebut seakan tak terbantahkan dengan berhentinya seluruh kegiatan ekonomi masyarakat desa Liang. Sementara itu, desa Liang adalah salah desa yang juga tidak mampu mengelak dari hebatnya peristiwa gempa bumi. Kamis 26 September 2019. daerah ini seluruh segmen kehidupan, khususnya bidang ekonomi mengalami kehancuran yang sama dengan berbagai daerah lain di Ambon. Kondisi tersebut tentu saja sangat berpengaruh pada kehidupan sehari- hari masyarakat desa Liang. Karena secara otomatis, pengangguran dan kemiskinan mengalami peningkatan cukup tajam. Minus dan rendahnya kualitas SDM masyarakat desa Liang, makin pula memperkeruh dan memperburuk situasi keterpurukan tersebut. Desa Liang. Kamis 26 September 2019 seakan hidup tanpa daya sama sekali. Pada saat yang sama, masyarakat desa Liang, bahkan alami kegagalan di dalam memenuhi kebutuhan atau biaya hidup yang paling primer: makan dan minum. Di desa Liang kondisi tersebut menggejala cukup nyata, di mana problem ekonomi, memiliki bias pada makin rendahnya kualitas sumber daya insani, dan minusnya kemampuan beangkit dari keterpurukan kondisi ekonomi pasa gempah. Kondisi ini makin diperparah dengan situasi umum masyarakat desa Liang, yang hampir seluruhnya hidup dalam situasi tanpa modal sama sekali. Situasi ini yang secara artifisial, kerap anakroniskan sebagai situasi hidup di mana gila dan waras menjadi dua gejala hampir tak terbatasi oleh apapun. Pola-pola strategi tersebut dilakukan bisa dengan berbagai macam cara upaya. Mulai dari pengembangan ketrampilan hidup pengolahan sumber daya alam baru, serta upaya strategi lainnya, mulai pemaksimalan wilayah marketing, atau upaya membangun komunitas usaha Berbagai strategi upaya tersebut, apabila bisa dilakukan, maka besar Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kemungkinan akan mampu mengeluarkan masyarakat dari berbagai keterpurukan ekonomi. Nanih Machendrawati Dan Agus Ahmad Safei. Meski dua upaya di depan yakni pengembangan ketrampilan hidup sebagai pembangunan sumber daya manusia, serta pengolahan sumber daya alam baru, menjadi dua hal yang paling vital untuk diprioritaskan. Tanpa memprioritaskan pada dua aspek tersebut, pengembangan ekonomi model apapun, sulit diandaikan keberhasilannya. Sejauh amatan, kondisi kritis seperti di atas memang belum terlihat menggejala di desa Liang. Namun demikian jika diabaikan keterpurukan situasi kehidupan ekonomi masyarakat desa Liang, besar kemungkinan akan mengarah pada situasi-situasi fatal. Kekhawatiran ini dirasa cukup logis, karena di desa Liang, gempa Kamis 26 September 2019, menimbulkan dampak fisik yang cukup parah. Di mana hampir tak satu pun tersisa rumah-rumah pemukiman dan rumah-rumah yang masih berdiri. Karena itu hingga sejak gempa terjadi, situasi keterpurukan dan kondisi psikis terombang-ombang terus mengiringi masyarakat desa Liang. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Metode ini pada dasarnya bertujuan untuk memahami keadaan yang saling berhubungan antara berbagai gejala eksternal maupun internal yang terdapat dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya di desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengan Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat, yang bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat suatu keadaan yang sedang berjalan pada saat penelitian dan meneliti sebab-sebab dari gejala tertentu. (Imam Suprayogo Dan Tobroni. Pendekatan kualitatif dicirikan dengan upaya memahami gejalagejala, proses, dan makna-makna tertentu yang tak mungkin di ukur secara ketat dari segi kualitatif, intensitas, ataupun frekuensi. ( Dedi Mulyana. Selain itu Lexi J. Moleong juga menjelaskan bahwa salah satu ciri utama penelitian kualitatif ialah orang sebagai alat yang mengumpulkan data. Hal itu dilakukan dalam pengamatan, berperan serta, wawancara mendalam, pengumpulan dokumen, foto dan sebagainya. ( Lexi J. Moleong. HASIL DAN PEMBAHASAN Dampak Sosial Ekonomi Bagi Masyarakat Desa Liang Pasca Gempa Bencana gempa bumi yang terjadi di Ambon Desa Liang pada hari Kamis 26 September 2019 menyebabkan banyak kerusakan, seperti tempat ibadah, bangunan perumahan dan jalan, kemudian menelan korban jiwa. Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa bumi. Bisa di katakan kerusakan yang terjadi di Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah sebesar. Seperti apa yang disampaikan oleh Ibu Neni Saipala. Saat Terjadinya Gempa Bumi. Saat terjadinya gempa bumi hancurnya bangunanbangunan karena goncangan tanah. Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan. Jika sumber gempa bumi berada di dasar lautan maka bisa membangkitkan gelombang tsunami yang tidak saja menghantam pesisir pantai di sekitar sumber gempa tetapi juga mencapai beberapa km ke daratan. ( Neni Saipala. 17 Maret 2. Dampak langsung akibat bencana gempa bumi yang terjadi di Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah memberikan dampak kerugian secara langsung, salah satunya adalah kerugian ekonomi. Kerugian ekonomi yang secara langsung teramati adalah kerugian rusak dan hancurnya perumahan dan sektor usaha tidak hanya berakibat pada kerugian output yang tidak bisa dihasilkan, tetapi juga munculnya kemiskinan sebagai akibat dari penyesuaian kondisi struktural masyarakat yang berubah. ( Abdul Muttalib. Mashur. Sebuah sistem harus mampu mengatur dan menjaga antar hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya, selain itu mengatur dan mengelola ketiga fungsi (AGIL). Dalam Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 bertahan hidup pasca bencana gempa masyarakat harus mampu menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan keadaan lingkungan yang baru sehingga terciptanya integrasi sosial dalam Dengan beragamnya matapencaharian masyarakat tentunya akan terbentuk kelompok-kelompok baru dalam masyarakat berdasarkan hubungan kepentingan seperti adanya kelompok buruh bangunan, kelompok ojek, kelompok peternak ayam dan kelompok masyarakat ekonomi kelas menengah. laten bearti sistem harus mampu berfungsi sebagai pemelihara pola, sebuah sistem harus memelihara dan memperbaiki motivasi pola-pola individu dan kultural. ( Ritzer & Goodman. Seperti apa yang disampaikan responden dari hasil wawancara oleh bapak A. Munir Wael. Gempah Bumi pada hari kamis 26 September 2019, menimbulkan dampak fisik yang cukup parah. Di mana hampir tak satupun tersisa rumah-rumah pemukiman dan rumah-rumah produksi yang layak digunakan. Karena itu hingga menginjak hampir dua bulan pertama sejak gempa terjadi, situasi keterpurukan dan kondisi psikis terombang-ombang terus mengiringi masyarakat Desa Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. , apalagi gempa terjadi tidak hanya sekali, gempa susulan terus menghantui sampai sekarang. ( A. Munir Wael. 9 Maret 2. Kondisi sosial-ekonomi masyarakat Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah mengalami perubahan yang cukup signifikan, artinya ketika sebelum gempa bumi terjadi kondisi sosial ekonomi-masyarakat berjalan seimbang, seperti, kegiatan kemasyarakatan dan sosial masyarakat lainnya saling mengisi satu sama lain, akan tetapi hal tersebut berubah drastis semenjak terjadinya gempa bumi tersebut, dimana kehidupan sosial masyarakat kebanyakan menghabiskan waktu untuk membersihkan dan membangun kembali puing-puing bangunan rumahnya yang hancur, sehingga waktu berkumpul dan melaksanakan kegiatan yang sifatnya sosial tidak bisa sama sekali. Dampak gempah bumi bagi kehidupan sosial ekonomi bagi masyarakat, wawancara Ibu Pejabat Negeri Liang Ia memaparkan bahwa. Selain kerugian fisik, bencana alam tersebut juga telah meninggalkan kerugian nonfisik, seperti rasa trauma yang dialami masyarakat. Bukan saja itu, lanjut Kepala Desa, gempa bumi juga menyebabkan adanya transisi ekonomi dan berbagai faktor lainnya termasuk ekonomi ( Neni Saipala. 21 Maret 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Pejabat Negeri Liang beliau sampaikan masyarakat Negeri Liang bukan saja mengalami kerugian ekonomi finansial, kerugian harga, rumah, tetapi juga berdampak pada psikis masyarakat setempat yang mengalami trauma yang sangat mengganggu psikologi masyarakat, sebab ekonomi sosial mereka juga mengalami kerugian yang bisa menyebabkan anak-anak mereka bisa putus sekolah akibat tidak bisa memenuhi kebutuhan pendidikan anak Strategi Pemulihan Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa di Desa Liang Untuk memperbaiki kondisi pasca terjadinya bencana gempa bumi, diperlukan sumber daya. Tepat setelah berakhirnya fase darurat. Pemerintah Kabupaten dan provinsi melalui BPBD dan bekerja sama dengan Dinas terkait lainnya langsung memberikan bantuan kepada korban barupa, makanan, pakaian dan uang meskipun bantuan tersebut dalam jumlah yang sangat terbatas dan itu bersifat membantu bukan mengganti pembiayaan bangunan yang rusak. Alhasil, sebagian dana yang diterima dari bantuan keuangan ini digunakan oleh mereka sebagai pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sehari di lokasi hunian sementara dan tabungan yang dapat menjadi modal finansial untuk mengeksplorasi atau mengembalikan mata pencaharian di kemudian hari. Walaupun secara praktis bantuan ini dapat membantu korban bencana untuk bertahan hidup di masa krisis. Pemberdayaan masyarakat grass root merupakan pengganti program pembinaan masyarakat yang kurang berhasil. Pemberdayaan masyarakat menjadi new mainstream dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi desa melalui kelompok masyarakat. ( Abdul Muttalib. Mashur. Adapun upaya yang dilakukan masyarakat di Negeri Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi pasca gempa Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 bumi Maluku Tahun 2019 dapat kita gambarkan dengan apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa bumi dalam Penguatan kapasitas yang dimaksud meliputi : Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Merupakan pembinaan manusia atau kelompok masyarakat desa sehingga terwujud SDM yang berkualitas melalui peningkatan kesadaran dan percaya diri, peningkatan pendapatan, peningkatan kesejahteraan, peningkatan sosial, politik, dan budaya agar mampu dan dapat menjangkau akses sumber daya alam, permodalan, teknologi, dan pasar sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, hukum, lingkungan, dan sosial politik. Pengembangan kemampuan dalam permodalan Pemberdayaan diharapkan masyarakat mampu menghilangkan ketergantungan dan tumbuh kewaspadaan dalam mendapatkan dan pengelolaan modal yang salah, serta berusaha dalam sistem pasar untuk mendapat dan mengelola modal. Penguatan modal usaha dapat diberikan dalam bentuk hibah atau pinjaman dari berbagai sumber, misalnya: Dinas Koperasi dan UMKM yang setiap tahun memberikan dana hibah dalam bentuk kegiatan pemberian pinjaman ringan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pengembangan dari bantuan permodalan tersebut bisa diperluas kembali dan lebih merata. Dana ini diharapkan mampu dikelola kelompok masyarakat untuk digunakan secara bersama dengan tujuan membauat lahan usaha sehingga menjadi penopang untuk ekonomi rumah tangga yang terkenak banjir. Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Rakyat Pengembangan kelembagaan ekonomi rakyat tumbuh dari oleh dan untuk kepentingan rakyat berdasarkan asas kekeluargaan yang dapat dilakukan melalui pembinaan kepada masyarakat desa di bidang ekonomi secara berkelompok. Kegiatan ini diharapkan masyarakat saling mengenal, percaya, dan mempunyai kepentingan yang sama melalui pembentukan kelompok, maka akan tumbuh kerjasama yang baik dan serasi sehingga mampu meningkatkan kewaspadaan dan kemandirian. ( Abdul Muttalib. Mashur. Kondisi Sosial Ekonomi Akibat Gempah Bumi Dampak langsung akibat bencana gempa bumi yang terjadi di Desa Liang memmberikan dampak kerugian secara langsung, salah satunya adalah kerugian ekonomi. Kerugian ekonomi yang secara langsung teramati adalah kerugian rusak dan hancurnya perumahan dan sektor usaha tidak hanya berakibat pada kerugian output yang tidak bisa dihasilkan, tetapi juga munculnya kemiskinan sebagai akibat dari penyesuaian kondisi struktural masyarakat yang berubah. (Http://Adelnriripunya. Blogspot. Com/2018/09/Klasifikasi-Gempa. Html. Diakse. Lebih lanjut, kegiatan sosail yang dilakukan selama ini seperti gotong royong, bakti sosial sempat terhenti pasca gempa bumi karena tidak adanya ruang untuk melaksanakan kegiatan Kegiatan sosail mulai dilaksanakan kembali setelah proses rekontruksi selesai Masyarakat menganggap bahwa kegiatan sosail harus tetap dilaksanakan karena kegiatan tersebut dapat mempertahankan kerukunan antar warga. Dampak Gempa Bumi di Ambon Maluku Tahun 2019 Terhadap kondisi sosial ekonomi desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. Kehidupan sosial ekonomi merupakan kegiatan seseorang yang berhubungan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan Kehidupan sosial dan ekonomi termasuk dalam sebuah sistem yang disebut Masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. ( Mahendrawati Dan Safei. Hal tersebut dapat dilihat dari kehidupan masyarakat yang lebih memilih tidur ditenda darurat di bandingkan menempati rumah yang telah retak-retak tersebut. Seperti yang diungkapkan Bapak Jafar Lessy. Keadaan di desa Liang, di Kecamatan Salahutu setelah gempa bumi sangatlah membingungkan warga setempat, terutama dalam hal tempat tinggal dan juga tempat mencari mata pencaharian. Dampak dalam kejadian tersebut sangatlah banyak yang dialami oleh masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu, mulai dari Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kerusakan rumah dan juga bangunan tempat untuk bekerja banyak yang roboh. Setelah gempa juga terlihat perbedaannya terhadap masyarakat yaitu merasakan rasa trauma atau stress yang berkepanjangan karena melihat kondisi rumah untuk berteduh hancur dalam beberapa detik saja. Ditambah lagi apabila ada dari keluarga yang meninggal dan juga sakit sampai sekarang, hal ini membuat trauma masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu sehingga tidak berani lagi untuk menempati rumah, kemudian masih ada dari masyarakat yang menempati tenda. ( Jafar Lessy. 11 April 2. Sekarang, kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. mengalami perubahan semenjak gempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter (SR) melanda Ambon, desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. pada Minggu . /11/2. Gempa bumi tersebut ikut dirasakan oleh desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. , sehingga Desa Kekait, daerah yang pada mulanya begitu aman, tentram, dan dinamis, dalam Seluruh lini dan sektor kehidupan macet dan mengalami kelumpuhan, mulai dari sektor pendidikan, sosial, agama, maupun ekonomi. Hanya saja diantara berbagai sektor yang ada jika ditelisik, maka kehidipan social ekonomi bisa jadi adalah sektor terparah yang menerima imbas dari terjadi gempa yang ada. Kenyataan tersebut seakan tak akan terbantahkan dengan berhentinya seluruh kegiatan ekonomi masyarakat desa Liang khususnya masyarakat desa Kekait, mulai dari kegiatan produksi, distribusi hingga konsumsi. Hal ini sesuai dengan pernyataan imam tokoh agama Negeri Liang, yaitu Bapak Imam Ali Rehalat: AuGempa 26 November 2019, menimbulkan dampak fisik yang cukup parah. Di mana hampir tak satupun tersisa rumah-rumah pemukiman dan rumah-rumah produksi yang layak Karena itu hingga menginjak hampir dua bulan pertama sejak gempa terjadi, situasi keterpurukan dan kondisi psikis terombang-ombang terus mengiringi masyarakat Desa Kekait, apalagi gempa terjadi tidak hanya sekali, gempa susulan terus menghantui sampai ( Ali Rehalat. 27 Maret 2. Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Ambon terutama di Desa Liang sangat memberikan dampak bagi masyarakat maupun keadaan alam yang ada. Hal utama yang bisa terjadi saat gempa bumi adalah banyaknya bangunan yang roboh, ini membuat kebanyakan orang menjadi panik bahkan ada yang harus kehilangan anggota keluarganya yang tertimbun runtuhan bangunan. Dalam hal ini akan mempengaruhi psikologis seseorang yang harus kehilangan keluarganya. Pada sektor ekonomi, hampir semua aktifitas perekonomian terutama di perkantoran dan tempat perbelanjaan terhenti apabila terjadi gempa bumi karena orang lebih mengutamakan keselamatan jiwanya, ini akan mengurangi pendapatan di bidang Bahkan di rumah sakit banyak pasien yang harus dikeluarkan dari rumah sakit untuk keselamatannya dan hal ini secara tidak langsung akan mengurangi layanan kesehatan bagi para pasien. Selain itu banyak bangunan bersejarah misalnya masjid yang rusak karena gempa bumi, padahal situs-situs ini sangat berharga bagi kelestarian budaya kita. Berdasarkan hasil wawancara dari responden. 29 rumah rusak berat, 29 rumah rusak sedang, dan 25 rumah rusak ringan. Menyatakan bahwa pasca gempa bumi masyarakat mulai ber adaptasi dengan lingkungan berusaha menerima keadaan tersebut karena itu tentunya sudah menjadi kehendak dari sang pencipta. Mau tidak mau masyarakat harus menerima keadaan tersebut. Lebih lanjut gempah bumi akibat guncangan tersebut. Tanah longor lebih berdampak pada rusaknya daerah gempa yang bisa mengancam keberadaan manusia maupun flora dan fauna yang ada di sekitarnya. Dengan adanya longsor banyak korban yang meninggal tertimbun tanah longsoran tersebut, pohon tumbang dan banyak hewan yang mati. Ini dapat membuat keadaan sosial di tempat tersebut akan berubah, yang dulunya keluarganya masih utuh kini harus ada yang hilang. Yang dulunya hewan ternak banyak kini tinggal sedikit dan yang dulunya masih banyak pepohonan kini tinggal sedikit karena yang tersisa hanya hamparan tanah saja. Hal ini dipertegas dengan pernyataan Kepala Pemuda Negeri Liang, yaitu Bapak Alfiris Tuny sebagai berikut. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 AuDampak gempa bumi Negeri Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. tersebut banyak yang menjadi korban. Ini dapat membuat keadaan sosial di Negeri Liang tersebut akan berubah, yang dulunya keluarganya masih utuh kini harus ada yang ( Alfiris Tuny. 04 April 2. Upaya yang dilakukan masyarakat Negeri Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi pasca gempa bumi Kamis 26 September 2019. Adapun upaya yang dilakukan masyarakat di Negeri Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi pasca gempa bumi Tahun kamis 26 September 2019 dapat kita gambarkan dengan apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa bumi. Maka dapat dilakukan sebagai Sebelum Terjadinya Gempa Bumi Gempa yang terjadi mengakibatkan trauma yang sangat mendalam bagi masyarakat yang berada di Negeri Liang saat itu. Harta benda ludes dalam sekejap. Orang-orang banyak yang pergi ke bukit yang lebh tinggi untuk menghindari dari gelombangan air laut dengan hanya membawa keperluan seadanya. Untuk itu masyarakat melakukan berbagai macam upaya dan strategi dalam menangani gempa bumi, salah satu upaya yang dilakukan yaitu upaya sebelum terjadinya gempa bumi. Hal ini dapat dilihat dengan pernyataan masyarakat Negeri Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. , yaitu Bapak Lutfi Naya sebagai berikut. AuMengenali apa yang disebut dengan gempa bumi, memastikan bahwa struktur letak rumah dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempa bumi, mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan masyarakat agar terhindar dari bahaya gempa bumi, dan kenali lingkungan tempat ( Lutfi Naya. 06 April 2. Sedangkan menurut pendapat Bapak Wasal Tuny salah satu masyarakat Negeri Liang bahwa. AuMengamati adanya tanda-tanda alam akan terjadi gempa, seperti naiknya permukaan air sumur dan berubah menjadi keruh, serta perilaku satwa atau binatang yang menunjukkan rasa takut. ( Wasal Tuny. 08 April 2. Itulah upaya-upaya pemulihan awal sebelum terjadinya gempa bumi guna membantu masyarakat khususnya masyarakat Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. untuk mendukung kelangsungan hidup dan pemulihan mereka sendiri. Saat Terjadinya Gempa Bumi Saat terjadinya gempa bumi hancurnya bangunan-bangunan karena goncangan tanah. Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan. Jika sumber gempa bumi berada di dasar lautan maka bisa membangkitkan gelombang tsunami yang tidak saja menghantam pesisir pantai di sekitar sumber gempa tetapi juga mencapai beberapa km ke daratan. Hal ini dapat dilihat dengan pernyataan masyarakat Negeri Liang Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah (Malten. , yaitu Bapak Zaidum Lessy sebagai berikut. AuLindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan, misalnya bersembunyi dibawah meja, mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan, dan berlari keluar apabila masih dapat keluar. ( Zaidum Lessy. 10 April 2. Dampak bencana alam dari gempa bumi yang melanda masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu dilihat dari keadaan masyarakat mengalami perubahan akibat kerusakan dari gempa, yang berdampak parah diantaranya mengalami kerusakan tempat tinggal, toko, dan tempat kois jualan, serta ada masyarakat yang yang cedera sehingga membuat mereka tidak dapat bekerja seperti biasanya. Kemudian masyarakat hanya tinggal di tenda pengungsian yang terbuat dari terpal, serta juga membuat tenda untuk waspada ketika terjadinya gempa susulan. Bapak Ali Rehalat mengemukakan tentang dampak gempa, ia mengatakan bahwa: Banyak masyarakat yang mengalami trauma sehingga menjadi tidak bekerja di karenakan warga ada yang masih tinggal di tenda dan Bapak Mustafa juga yang mengalami Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 cedera serta belum ada rumah bantuan yang di berikan oleh pemerintah untuk di tempati, tetapi sebagian sudah mendapatkan tempat tinggal sementara. ( Ali Rehalat. 12April 2. Sesudah Terjadinya Gempa Bumi Dampak bumi terhadap kehidupan masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu yang terjadi adalah berupa kerusakan fisik dan berdampak terhadap psikis akibat gempa bumi Dampak gempah bumi meranggut 6 jiwa yang meninggal dunia dan warga mengalami cedera seperti patah tulang atau cacat akibat terkena reruntuhan bangunan akibat gempa Rusaknya rumah masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu Rusaknya fasilitas umum seperti tempat-tempat ibadah Masjid. Sekolah, dan pusat kegiatan masyarakat. Kehilangan pekerjaan masyarakat seperti rusak atau robohnya tempat tempat Tokoh berjualan, kios berjualan yang ada di desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Sedangkan dampak psikis yaitu rasa trauma yang berkepanjangan bagi masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu. Perubahan ekonomi yang sangat drastis menurun, sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu secara umum Kemudian seperti apa yang disampaikan oleh Bapak Alfiris Tuny juga mengatakan Bantuan yang diterima oleh masyarakat banyak dari organisasi luar, misalnya dari mahasiswa, dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), adapun bantuan yang di terima oleh masyarakat berupa sembakau dan juga uang tunai. Akan tetapi bantuan yang diterima itu belum memadai buat keluarga Bapak Mustafa dibandingkan sebelum terjadinya gempa, sehingga Bapak Mustafa hanya bisa tinggal di tenda dan berharap ada bantuan dari ( Alfiris Tuny. 13 April 2. Kemudian Ibu Neni Saipala menjelaskan bahwa tentang peristiwa gempa yang terjadi Bantuan rumah hunian sementara (Huntar. juga didapatkan oleh semua masyarakat. Sehingga ada dari masyarakat yang tidak merasa kecemburuan terhadap masyarakat yang telah memiliki rumah hunian sementara tersebut. Dilihat dari kemampuan ekonomi pun masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu tidak mudah untuk bisa kembali membangun rumah-rumah mereka, hal ini di sebabkan faktor ekonomi akibat hilangnya mata pencaharian masyarakat desa Liang, di Kecamatan Salahutu, masyarakat masih sangat-sangat mengharapkan bantuan rumah dan sebagainya untuk tahap kelangsungan hidup. ( Neni Saipala. 13 Maret 2. Keterlibatan Lembaga Suadaya Masyarakat dalam penanganan gempah bumi di desa Liang. Koordinator Lapangan LSM Betapuang-Orantata. Hamdani Idris, katakan. Bantuan yang berikan berupa bantuan bahan makanan seperti mie instan, susu, popok, obat-obatan hingga terpal. Bantuan-bantuan ini diberikan kepada pengungsi sejak hari kedua pasca gempa berkekuatan 6,8 magnitudo yang menghantam Maluku Tengah. Untuk bantuan terpal kata Hamdani. LSM Betapuang-Orantata tidak hanya sekedar menyerahkan bantuan tersebut, tetapi juga langsung membangun tenda pengungsian untuk bisa ditempati para pengungsi. ( Hamdani Idris. 14 April 2. Pengamatan peneliti selain LSM memberikan bantuan, kata dia menambahkan, personil LSM Betapuang-Orangtata juga memberikan Trauma Hili . emulihan traum. serta pemeriksaan bagi korban gempa di lokasi pengungsian yang dikunjungi. Kondisi Desa Liang yang rentan terhadap gempah bumi sehingga berdampak kepada sosial ekonomi masyarakat maka penangan dampak sosial bencana harus di lakukan dalam 3 tahapan. Memeberi bantuan semetara speerti penyediaan, makanan, pakaian, obatobatan dan tempat pengunggsian yang amana bagi penduduk terdampak. Mendorong korban gempah bumi untuk dikenalkan kepada sector ekonomi kewirausahaan, sperti Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kerajinan tangan,pembuatan tas, baju. Loundri, pembuatan Kue, abon, bakso ikan dll. Mewujudka ekonomi berbasis Suistinable . , disamping pengenalan kewirausahaan sebagai devirifikasi pekerjaan untuk menutupi beban ekonomi dan hilangnya mata pecharian maka perlu diberikan bantuan untuk keberlangsungan ekonomi masyarkat seperti memberi bantuan Bibit Pertanian, cangkul. Pupuk untuk petani, sematara untuk nelayan Perahu, jaring dan pancing, dan bantuan BBM serta adanya akses modal yang mudah kepada masyarkat nelayan serta adanya koeperasi untuk para nelayan yang berfungsi untuk akses pinjaman modal dan aspek pemeasaran. Upaya penanganan dampak sosial pasca gempah bumi dilakukan berdasarkan kepada modal sosial baik hal itu menyangkut penguatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Secara kelembagaan Kordinasi dijajaran instansi pemerintah baik daerah, perovinsi ataupun pusat harus . sematara secara horisontal kordinasi instansi pemerintah di daerah harus dilakukan demi optimasliasi penaganan dampak sosial ekonomi dan tidak terjadinya tumpang tindih kewenangan, serta terjainya benturan program di Desa saat ini dengan diberikan ruang anggaran dan pengolaan keuagan yang besar maka untuk mewujudkan penanganan terhadap dampak sosial ekonomi masyarakat akan lebih efektif karena desa meupkan lemabaga terdekat secara emosional bagi masyarakat. Qaiyim Asy'ari. Sebuah sistem harus mampu mengatur dan menjaga antar hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya, selain itu mengatur dan mengelola ketiga fungsi. Dalam bertahan hidup pasca bencana gempa masyarakat harus mampu menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan keadaan lingkungan yang baru sehingga terciptanya integrasi sosial dalam masyarakat. Dengan beragamnya matapencaharian masyarakat tentunya akan terbentuk kelompokkelompok baru dalam masyarakat berdasarkan hubungan kepentingan seperti adanya kelompok buruh bangunan, kelompok ojek, kelompok peternak ayam dan kelompok masyarakat ekonomi kelas menengah. laten bearti sistem harus mampu berfungsi sebagai pemelihara pola, sebuah sistem harus memelihara dan memperbaiki motivasi pola-pola individu dan kultural. ( Ritzer & Goodman. Terjadinya perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pasca gempa bumi dengan kekuatan 6. 8 scala richter (SR) yang mengguncang desa Liang dan sekitarnya. Kamis 26 September 2019 tentunya tidak terlepas dengan nilai-nilai yang dianut bersama. Nilai sosial hanya berlaku untuk untuk suatu kelompoktertentu, ia akan berbeda dengan nilai sosial yang berlaku dalam kelompok masyarakat lain. Tolak ukur nilai sosial ditentukan dari kemanfaatan nilai itu bagi masyarakat. Bila masyarakat masih menganggap suatu nilai itu baik, maka nilai sosial itu akan tetap suatu nilai itu baik, maka nilai sosial itu akan tetap dipertahankan, seperti saat ini perempuan bekerja di luar rumah dalam mencari nafkah pemenuhan kebutuhan ekonomi ini sudah dianggap sesuatu yang wajar dan lumrah SIMPULAN Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya, akhirnya penulis memberikan kesimpulan bahwa. Dampak langsung akibat bencana gempa bumi yang terjadi di desa Liang memberikan dampak kerugian secara langsung, salah satunya adalah kerugian ekonomi. Kerugian ekonomi yang secara langsung teramati adalah kerugian rusak dan hancurnya perumahan dan sektor usaha tidak hanya berakibat pada kerugian output yang tidak bisa dihasilkan, tetapi juga munculnya kemiskinan sebagai akibat dari penyesuaian kondisi struktural masyarakat yang berubah. Selain kerugian fisik, bencana alam tersebut juga telah meninggalkan kerugian nonfisik, seperti rasa trauma yang dialami masyarakat. Bukan saja itu, lanjut Kepala Desa, gempa bumi juga menyebabkan adanya transisi ekonomi dan berbagai faktor lainnya termasuk ekonomi sosial Strategi yang dilakukan masyarakat desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah dalam upaya bangkit dari keterpurukan ekonomi, antara lain: Pertama, upaya Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14165-14174 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Kedua, upaya keagamaan. Ketiga, upaya Ekonomi. Dengan tiga upaya tersebut setahun sejak terjadinya Gempa Bumi, masyarakat desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah mampu bangkit dari keterpurukan yang ada. Terkait dengan strategi pemulihan pasca bencana gempa bumi di desa Liang Kabupaten Maluku Tengah bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut: . Pemberian Bantuan Pasca terjadinya gempah bumi, . Pengembangan Sumber Daya Manusia. Pengembangan kemampuan dalam permodalan. Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Rakyat DAFTAR PUSTAKA