Vol. No. July-December, pp. DOI : 10. 22515/ajdc. Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online dan Kompas. Muhammad Afifullah1*. Syafawi Ahmad Qadzafi2. Fathan3 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, ndonesia Keywords: Framing Analysis. Naturalization Player. Indonesian National Team Kata kunci: Analisis Framing. Pemain Naturalisasi. Timnas Indonesia Abstract This research examines how Republika Online and Kompas. com frame the naturalized players of the Indonesian national team through text The phenomenon of player naturalization has become a controversial issue in Indonesian society along with PSSI's policy of massively recruiting players of Indonesian descent to strengthen the national team. This research employs a qualitative approach using the Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki framing analysis model. The study reveals that both Republika Online and Kompas. com frame the coverage of Indonesian national team's naturalized players positively. However, the difference lies in Republika Online's use of assertive editorial content, while Kompas. com reports the momentum comprehensively and straightforwardly, without using the editorial term "naturalized players. Abstrak Penelitian ini mengkaji bagaimana media Republika Online dan Kompas. com dalam membingkai pemain naturalisasi timnas Indonesia melalui analisis teks. Fenomena naturalisasi pemain sepak bola menjadi isu kontroversial di masyarakat Indonesia seiring dengan kebijakan PSSI yang secara masif merekrut pemain keturunan untuk memperkuat tim nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Penelitian ini mengemukakan bahwasannya. Republika Online dan Kompas. com sama-sama membingkai pemberitaan naturalisasi pemain timnas Indonesia dengan positif. Namun yang menjadi pembeda adalah terdapat redaksi penegasan dalam pemberitaan Republika Online, sedang Kompas. com memberitakan momentum tersebut secara keseluruhan dan lugas, tanpa menggunakan redaksi pemain *E-mail Korespondensi : muhammadafifullah02@gmail. ISSN 2722-1431 (P) ISSN 2722-144X (E) Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan PENDAHULUAN Kebijakan tim nasional . Indonesia memunculkan perdebatan di masyarakat. Salah satu pengamat sepak bola tanah air. Tommy Welly, seringkali mengomentari kebijakan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait banyaknya pemain naturalisasi yang mengisi timnas Indonesia, tanpa memperhatikan kualitas liga dalam negeri (Jinan, 2. Bertentangan dengan hal tersebut, gelombang dukungan terhadap program naturalisasi juga mengalir dari sebagian lain masyarakat. Salah satunya yakni dari pengamat sepak bola. Mohamad Kusnaeni yang mengapresiasi komitmen Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI dalam membangun timnas Indonesia. Peningkatan performa timnas mendorong antusiasme pesepak bolaan Indonesia lebih meningkat (Fitriyanto, 2024. Lembaga survei Indikator telah merilis survei yang bertajuk Sikap Publik Terhadap Kebijakan Naturalisasi Pemain Timnas pada pertengahan Oktober 2024. Indikator mengambil sampel sebanyak 1200 orang yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Dalam survey tersebut, mayoritas masyarakat mendukung program naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI, yakni sekitar 80,3% menilai bagus dan mengapresiasi yang tinggi terhadap kualitas permainan timnas Indonesia. Meskipun 80,3% sampel masyarakat menilai kualitas permainan timnas semakin membaik, dalam indikator jumlah pemain naturalisasi, sebanyak 31,5% sampel menilai jumlah pemain naturalisasi saat ini sudah terlalu banyak, walaupun mayoritas sampel sebesar 53,5% tidak mempedulikan hal tersebut selagi prestasi timnas Indonesia meningkat (Indicator, 2. Peningkatan kualitas permainan timnas Indonesia telah diperlihatkan melalui kemenangan timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Vietnam pada ajang Kualifikasi Piala Dunia putaran kedua di stadion My Dinh. Hanoi, setelah terakhir kali timnas memenangkan pertandingan di stadion tersebut pada 11 Desember 2004 (Bagaskara, 2. Shin Tae-Yong mengungkapkan bahwasannya pemain naturalisasi berperan penting untuk kemajuan timnas Indonesia, dengan memperkuat skuat timnas Indonesia untuk dapat bersaing di level yang lebih tinggi (Aditra, 2. Tercatat ada dua pemain naturalisasi yang mencetak gol dari tiga gol dalam pertandingan tersebut, yakni Jay Idzes dan juga Ragnar Oratmangoen (Bagaskara, 2. Jay Idzes sendiri merupakan pesepakbola kelahiran Mierlo. Belanda pada 2 Juni 2000, dan telah melakukan sumpah WNI pada 28 Desember 2023. Dia mendapatkan darah Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. Indonesia dari kakek dan neneknya (PSSI, 2. Jay melakoni penampilan perdana di timnas Indonesia pada pertandingan melawan Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia putaran kedua Zona Asia (PSSI, 2. Ragnar Oratmangoen juga merupakan seorang pesepakbola kelahiran Belanda, tepatnya di kota Oss, pada 21 Januari 1998, yang mendapatkan darah Indonesia dari kakeknya yang merupakan orang Maluku. Kakek Ragnar sendiri merupakan seorang Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL), yang merupakan tentara dari Hindia Belanda (Faizi, 2. Sama seperti Jay Idzes. Ragnar juga melakoni laga perdana bersama timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia putaran kedua Zona Asia (PSSI, 2. Naturalisasi bukanlah istilah khusus dalam sepak bola, melainkan istilah populer peralihan status dari Warga Negara Asing (WNA) menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dilansir dari situs resmi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumha. WNA dapat mengajukan diri menjadi WNI kepada Kemenkumham dengan kriteria, permohonan diri, perkawinan silang, orang asing yang berjasa atau untuk kepentingan negara, dan anak yang memilih menjadi WNI saat belum memiliki kewarganegaraan . emenkumham, 2. Pemain asing yang ingin bergabung dengan timnas Indonesia harus melalui syarat yang berdasarkan aturan Undang-Undang sebuah Negara dan regulasi yang ditetapkan oleh FIFA. Permohonan status kewarganegaraan Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Syarat-syarat naturalisasi tercantum dalam pasal 9 yang berisi antara lain, menginjak usia 18 tahun atau sudah kawin, sudah bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) paling singkat lima tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut, dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan sejumlah persyaratan lainnya. Dalam kasus naturalisasi pemain timnas, para pemain memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan melalui jalur naturalisasi istimewa. Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 pasal 20, yang menyatakan bahwa orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara, dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Annisa, 2. Dalam FIFA Legal Handbook 2023 Pasal 7 yang dirilis dalam laman resminya. FIFA Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. Desember 2024 Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan mengatur tentang Akuisisi Warga Negara Baru, pemain yang belum pernah tampil di laga internasional berhak bermain di timnas asosiasi yang baru, dengan minimal salah satu syarat harus terpenuhi. Syarat tersebut adalah jika pemain lahir di wilayah asosiasi sepak bola terkait, orang tua atau kakek-neneknya lahir di sana. Syarat lainnya adalah pernah tinggal di wilayah tersebut minimal 3 tahun sebelum usia 10 tahun, atau 5 tahun antara usia 10-18 tahun, dan setelah usia 18 tahun. Jika tidak mampu memenuhi salah satu syarat saja, terutama terkait garis keturunan, maka proses untuk mendapatkan status kewarganegaraan akan gagal (FIFA, 2. Dalam penelitian analisis framing media terkait pemain naturalisasi dalam kemenangan timnas Indonesia melawan Vietnam di Hanoi, peneliti menggunakan dua media sebagai objek penelitian, yakni Republika Online dan Kompas. Peneliti melihat ada asas kepentingan terkait framing berita. Selain sebagai Ketua Umum PSSI. Erick Thohir merupakan pendiri dari PT Mahaka Media yang menerbitkan Harian Republika. Pada perkembangannya. Republika Online hadir pertama kali di internet pada awal tahun 1995. PT Mahaka Media merombak brandingnya menjadi Mahaka X, menggeser fokus dari konvergensi media ke teknologi media, dan jajaran dewan komisaris menunjuk Mahendra Agakhan Thohir, yakni putra sulung Erick Thohir sebagai Presiden Komisaris (Wulandari, 2. Digitalisasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern dan kini tidak mungkin lagi dihindari (Permadi, 2. Karena pada dasarnya guna menghadapi digitalisasi, mediamedia menunjangkeberlangsungan industri medianya (Hasan & Fathan, 2. Republika online juga turut memberitakan seputar timnas Indonesia, termasuk pemberitaan mengenai perkembangan timnas Indonesia. Walaupun Harian Republika cetak sudah berhenti beroperasi, tim redaksi Republika bersedia untuk mengerahkan semua sumber daya untuk memaksimalkan kualitas Republika dalam bentuk digital (Halim, 2. Beberapa paparan judul terkait pemain naturalisasi saat timnas Indonesia mengalahkan Vietnam oleh media Republika Online antara lain. AuLegenda Timnas Puji Buah Komitmen Erick Thohir Jalankan Naturalisasi Pemain KeturunanAy, dan AuBung Kus Nilai Performa Mengilap Timnas Keberhasilan Program Naturaliasasi Satset PSSIAy. Sedangkan Kompas. com dipilih sebagai media pembanding, yang juga merupakan salah satu media populer di Indonesia, yang tidak memiliki kepentingan Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. apapun terhadap kebijakan naturalisasi pemain timnas Indonesia. Judul berita yang menjadi subjek penelitian adalah AuLIVE Vietnam Vs Indonesia 0-2. Gol Solo Ragnar Gandakan Skor di Hanoi!Ay dan AuHasil Vietnam Vs Indonesia: Garuda Menang 3Ai0. Putus Dahaga 20 TahunAy. Tentunya baik Republika Online maupun Kompas. memiliki ideologinya masing-masing. Ideologi media pada dasarnya merupakan gagasan pokok yang diusung oleh media massa melalui pesan yang disampaikan kepada khalayak (Pawito, 2. Republika Online memiliki hubungan dengan Erick Thohir dan Kompas. com merupakan media popular nasional yang tidak memiliki kepentingan apapun dengan PSSI, selaku pemangku kebijakan naturalisasi pemain Berita yang diambil sebagai subjek penelitian adalah berita yang terbaru saat timnas Indonesia berhasil mengalakan Vietnam di stadion My Dinh. Hanoi pada 26 Maret 2024. Penulis menggunakan berita online sebagai objek penelitian, yang dinilai berita yang dipublikasikan kepada pembaca lebih cepat tersampaikan kepada khalayak daripada berita yang dipublikasian secara konvensional. Diarenakan pada zaman modern seperti sekarang ini, generasi milenial membutuhkan informasi yang cepat dan akurat, dan tentunya tak bisa lepas dari gawai (Wahyuningsih & Zulhazmi, 2. Karena pada dasarnya, pembaca berita memiliki kekuatan untuk memilih berita yang disajikan dan dipublikasikan oleh media (Maulana, 2. Pada riset ini, penulis mengunakan teori analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki untuk meneliti bagaimana Republika Online dan Kompas. membingkai pemain naturalisasi timnas Indonesia secara tekstual, dan menilik keberpihakan dari media terhadap program naturalisasi. Independensi menjelaskan bahwasannya jurnalis haruslah objektif dan tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Independensi menjadi prinsp yang begitu penting, karena informasi yang disajikan kepada masyarakat haruslah akurat, terverifikasi, dan berpihak kepada publik (Arismunandar, 2. Dalam teori analisis framing Zhongdang Pan & Gerald M Kosicki menggunakan pemakaian kata, idiom, bentuk kalimat yang mengarah kepada pembingkaian berita oleh media. Secara garis besar, perangkat framing yang digunakan terbagi menjadi Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. Desember 2024 Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan empat struktur besar, yakni meliputi: struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris (Eriyanto, 2. Struktur sintaksis dalam framing berita merujuk pada cara wartawan atau media menyusun kata dan kalimat untuk menggambarkan sebuah peristiwa. Pemilihan susunan kata dan kalimat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek tata bahasa, tetapi juga dengan bagaimana informasi diorganisir dan diprioritaskan dalam sebuah berita. Salah satu contoh struktur yang populer adalah piramida terbalik, di mana informasi yang paling penting disampaikan terlebih dahulu di bagian atas, seperti pada headline dan lead, sementara informasi yang lebih rinci ditempatkan di bagian bawah. Pendekatan ini memungkinkan pembaca untuk langsung mendapatkan inti dari berita tanpa harus membaca seluruh teks (Eriyanto, 2. Struktur skrip berkaitan dengan cara wartawan mengisahkan atau menceritakan peristiwa dalam bentuk berita. Pola yang paling umum digunakan dalam struktur ini adalah 5W 1H . ho, what, when, where, why, ho. , yang membantu wartawan untuk menyampaikan semua informasi penting secara lengkap dan jelas. Setiap elemen dalam pola ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan dasar yang penting bagi pembaca dalam memahami sebuah peristiwa. Dengan demikian, struktur skrip ini menjadi indikator utama kelengkapan dalam penyusunan berita (Eriyanto, 2. Struktur tematik, di sisi lain, berhubungan dengan posisi dan sikap wartawan dalam mengungkapkan pandangan mengenai peristiwa yang dilaporkan. Struktur ini menyentuh bagaimana wartawan menempatkan dan menulis sumber, mengatur proposisi dan kalimat, serta bagaimana hubungan antar kalimat dibangun untuk menjaga koherensi teks secara keseluruhan. Dalam struktur tematik, elemen yang diamati meliputi detail, koherensi antar kalimat, dan penggunaan kata ganti yang tepat, yang berkontribusi pada pembentukan narasi yang terstruktur dengan baik (Eriyanto. Terakhir, struktur retoris mengacu pada gaya bahasa dan pilihan kata yang digunakan oleh wartawan untuk menekankan arti tertentu dalam berita. Melalui penggunaan retoris, wartawan berusaha menciptakan citra atau menggambarkan suatu peristiwa dengan cara yang lebih menonjolkan sisi tertentu, baik melalui pemilihan kata, idiom, gambar, foto, atau grafik. Struktur retoris ini bertujuan untuk meningkatkan penekanan pada aspek tertentu dari berita dan memberikan gambaran yang diinginkan Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. oleh wartawan, dengan mengarahkan perhatian pembaca pada elemen-elemen tertentu dari peristiwa yang dilaporkan (Eriyanto, 2. Adapun penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini antara lain adalah penelitian dari Fedora Reyvi Apta Nayottama dan Yutta Sihing Gusti yang berjudul Analisis Framing Erick Thohir Sebagai Ketua Umum PSSI Dalam Pemberitaan Media Republika Online Dan Kompas. com, dengan media yang menjadi objek penelitian adalah Republika Online dan Kompas. Dari hasil penelitian tersebut didapat bahwasannya Republika Online memiliki kecenderungan mendukung, memberitakan hal-hal positif, dan juga optimis terhadap kepemimpinan Erick Thohir dalam PSSI. Sedang Kompas. com lebih netral, dengan memberikan berbagai sudut pandang, dan mengangkat isu rangkap jabatan dengan berbagai pandangan, baik secara hukum maupun Erick Thohir pribadi (Nayottama, 2. Selanjutnya, penelitian dari Rr. Pramesthi Ratnaningtyas dan Yusuf Alawy Muhammad yang berjudul Analisis Pemberitaan Timnas Indonesia pada Media Daring. Adapun media yang menjadi objek penelitian tersebut adalah Goal. com dan bola. Hasil dari penelitian tersebut adalah baik dari Goal. com maupun bola. com memaparkan perspektif yang sama, yakni sama-sama memberikan dukungan terhadap timnas saat melawan China Taipei, walaupun Goal bukanlah media asli dari Indonesia (Ratnaningtyas, 2. Kemudian, penelitian dari Rana Aqila W dan Fairuz Hasna Nadhifah yang berjudul Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Pelatih Timnas Indonesia. Merujuk pada penelitian tersebut, media yang menjadi objek penelitian ini adalah Kompasiana dan CNN. Adapun hasil penelitian yang didapat dari penelitian tersebut adalah Kompasiana membingkai isu tersebut dengan baik, dan sesuai dengan fakta yang ada, jelas, dan juga Sedang CNN mem-framing berita tersebut dengan menggiring opini dan tidak sesuai fakta yang ada (Aqila, 2. Selanjutnya ada penelitian dari Muhamad Irfan Marheinis dan Herpindo dengan judul Analisis Framing Pemberitaan Media Daring Perbedaan Pemberitaan Indosport Dan Bolasport. Com Tentang Kekalahan Timnas Indonesia. Adapun media yang diambil sebagai objek penelitian adalah Indosport. com dan bolasport. Hasil yang didapat adalah Indosport mem-framing kekalahan timnas secara objektif, dari faktor internal timnas sendiri, yakni dari kurang kreatif, hilangnya fokus, dan juga tidak adanya sosok defensive Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. Desember 2024 Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan Namun dari bolasport justru lebih fokus terhadap respon dari Shin Tae-Yong yang menyalahkan wasit atas keputusannya yang merugikan timnas (Marheinis, 2. Terakhir ada penelitian dari Fadli Muhammad Athalarik dan Fina Zahra yang berjudul Analisis Framing Pemberitaan Media Online Mengenai Mundurnya Ratu Tisha Dari Jabatan Sekretaris Jenderal PSSI. Media yang menjadi objek penelitian ini adalah Kompas. com dan Detik. Hasil yang didapat yakni Kompas memberikan headline sesuai dengan isi berita, yang di mana berita tersebut cenderung lebih deskriptif dan bermain di jalur aman. Sedangkan Detik memaparkan pertanyaan sebagai headline yang bertujuan untuk menarik minat dari pembaca, memberikan pernyataan yang tidak pasti, dan tendensius (Athalarik, 2. Penelitian terkait pemain naturalisasi yang berkontribusi dalam kemenangan timnas Indonesia atas Vietnam yang di mana naturalisasi pemain timnas Indonesia merupakan kebijakan dari Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI yang akan peneliti jabarkan memiliki keunikan dan urgensi tersendiri. Peneliti ingin melihat bagaimana Republika Online dan Kompas. com mem-framing pemain naturalisasi. Mengingat, bagi peneliti. Republika Online dinilai sebagai media yang menarik, untuk melihat bagaimana keberpihakan media terhadap Ketua Umum PSSI. Erick Thohir selaku pendiri media itu sendiri. Sebagai media pembanding. Kompas. com tidak memiliki kepentingan apapun terkait kebijakan naturalisasi pemain timnas Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Metode Kualitatif bertujuan memperoleh data mendalam yang kaya akan makna. Fokusnya bukan pada generalisasi, melainkan pada pemahaman mendalam tentang makna fenomena yang diteliti (Abdussamad. Penelitian ini adalah kajian tentang bagaimana media membingkai pemberitaan mengenai pemain naturalisasi timnas Indonesia. Menggunakan analisis framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki sebagai metode analisis isi, dan menggunakan teori independensi dari Sembilan elemen jurnalisme yang dirumuskan oleh Bill Kovach. Statement dari redaktur juga menjadi data pendukung dalam penelitian ini. Media memiliki peran yang signifikan dalam membentuk dan mengubah cara pandang Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. Media menyebarkan representasi realitas yang sering kali bersifat subjektif, interpretatif, dan ideologis (Syayekti, 2. Media yang menjadi objek penelitian ini adalah Republika Online dan Kompas. Subjek berita yang diambil pasca timnas Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam di Hanoi pada 26 Maret 2024. Adapun berita yang diambil sebagai subjek penelitian antara lain, dari Republika Online AuLegenda Timnas Puji Buah Komitmen Erick Thohir Jalankan Naturalisasi Pemain Keturunan,Ay yang terbit pada 27 Maret 2024 (Fitriyanto, 2024. , dan AuBung Kus Nilai Performa Mengilap Timnas Keberhasilan Program Naturaliasasi Satset PSSI,Ay yang diterbitkan pada 27 Maret 2024 (Fitriyanto. Sedangkan dari Kompas. com antara lain. AuLIVE Vietnam Vs Indonesia 0-2. Gol Solo Ragnar Gandakan Skor di Hanoi!Ay yang diterbitkan pada Selasa, 26 Maret 2024 (Idris, 2. , dan AuHasil Vietnam Vs Indonesia: Garuda Menang 3-0. Putus Dahaga 20 TahunAy yang diterbitkan pada Selasa, 26 Maret 2024 (Bagaskara, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Semenjak satu tahun Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Umum PSSI yang diadakan oleh Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (KLB PSSI) pada 16 Februari 2023, telah mendatangkan banyak pemain keturunan yang memiliki darah Indonesia, dan kemudian dinaturalisasi untuk membela timnas Indonesia. Kebijakan naturalisasi pemain ini cukup kontras dengan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan tak sedikit skuat timnas Indonesia diisi oleh pemain naturalisasi. Hal inilah yang memunculkan kontroversi di masyarakat. Dilansir dari survei Indikator 2024 terkait Sikap Publik Terhadap Kebijakan Naturalisasi Pemain Timnas, yakni sebagian besar menerima kebijakan tersebut dengan meningkatnya prestasi timnas Indonesia dari tahun sebelumnya, dan tak sedikit juga masyarakat yang menolak kebijakan naturalisasi dengan dalih membunuh talenta anak bangsa yang menekuni sepak bola, adapula sebagian masyarakat yang tidak peduli dengan perdebatan antara pro dan kontra naturalisasi, selama prestasi timnas Indonesia semakin membaik (Indicator, 2. Hal ini sangat memengaruhi media dalam membingkai realitas naturalisasi pemain timnas Indonesia, yang di mana media tetap mempublikasikan berita yang bernada positif untuk timnas Indonesia, namun juga tidak bias terhadap kebijakan Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. Desember 2024 Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan naturalisasi pemain timnas Indonesia, terlebih Republika Online memiliki hubungan dengan Erick Thohir selaku pendiri PT Mahaka Media. Berbeda dengan Republika Online. Kompas. com tidak memiliki hubungan apapun dengan pemilik kebijakan naturalisasi pemain timnas Indonesia, yang dimana peneliti merasa Kompas. com adalah media ideal yang dapat dianalisis sebagai media pembanding dari Republika Online. Dengan hal tersebut, analisis pembingkaian yang digunakan adalah analisis framing dengan metode analisis Zhongdang Pan & Gerald M Kosicki, yang terbagi menjadi empat struktur besar, yakni. Sintaksis, skrip, tematik, dan retoris yang membangun pembingkaian media terhadap suatu realitas. Berikut merupakan hasil dari analisis framing pemain naturalisasi dalam media Republika Online. Berita pertama yang berjudul AuLegenda Timnas Puji Buah Komitmen Erick Thohir Jalankan Naturalisasi Pemain KeturunanAy yang diterbitkan pada Rabu, 27 Maret 2024. Dalam analisis sintaksis, keselarasan antara headline yang bertuliskan AuLegenda Timnas Puji Buah Komitmen Erick Thohir Jalankan Naturalisasi Pemain Keturunan. Ay dengan lead memberi kesan positif untuk Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI atas program naturalisasi yang telah dia jalankan. Lead tersebut bertuliskan AuLegenda sepak bola Indonesia Rully Nere memuji program naturalisasi pemain keturunan yang dijalankan PSSI di bawah ketua umum Erick Thohir. Rully memberikan apresiasi kepada Erick Thohir yang mampu meyakinkan pemain-pemain berkelas berdarah Indonesia di luar negeri untuk membela timnas Indonesia. Ay Latar Informasi berita tersebut dari pernyataan legenda timnas yang pernah memperkuat timnas Indonesia pada tahun 1979-1989, pasca timnas Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam di Hanoi pada Kuaifikasi Piala Dunia putaran kedua. Sumber pernyataan berita ini sepenuhnya diambil dari kutipan pernyataan dari Rully Nere, dan berita ditutup dengan kemungkinan timnas Indonesia lolos Kualifikasi Piala Dunia babak ketiga. Kemudian pada analisis skrip berita ini memenuhi semua unsur kelengkapan berita 5W 1H, untuk mengkonstruksi berita ini dengan baik. Dalam aspek what terdapat informasi bahwasannya Rully Nere puji Erick Thohir sebagai Ketua PSSI atas kebijakan program naturalisasinya yang memberikan hasil yang signifikan. Dalam aspek when dan where terdapat bahwasannya momentum tersebut terjadi di Hanoi pada 26 Maret 2024. Aspek who tertulis nama Rully Nere yang menjadi latar informasi berita. Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. Dalam aspek why terdapat bahwasannya program naturalisasi tersebut berhasil, dengan indikator permainan timnas Indonesia yang semakin membaik, dengan menunjukkan hasil positif melawan Vietnam. Aspek how menjadi penjelasan lengkap bahwasannya Erick Thohir mengambil para pemain seperti Thom Haye. Ragnar Oratmangoen, dan Jay Idzes yang memiliki peran penting pada pertandingan semalam. Kemudian dalam analisis tematik, berita ini terdapat 8 paragraf, yang sebagian berisi kutipan pernyataan Rully Nere. Terakhir dalam analisis retoris, berita ini menampilkan foto Ragnar Oratmangoen yang sedang menggiring bola melewati lima pemain Vietnam, yang menandakan bahwa pemain naturalisasi timnas Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik. Selain itu, penulis menemukan kata atau kalimat pujian terhadap Erick Thohir sebanyak lima kali dalam satu berita dengan rincian: yang pertama pada paragraf pertama peneliti menemukan 2 kata, yakni memuji dan memberikan apresiasi. Kedua, pada paragraf keempat dengan kalimat saya puji pak Erick Thohir. Ketiga Paragraf kelima terdapat kalimat langkah serius dan jitu Erick Thohir. Dan yang terakhir, peneliti menemukan kalimat Saya dukung terus langkah brilian Pak Erick. Gambar 1. Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen berebut bola dengan pemain Vietnam pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di Hanoi. Vietnam. Selasa . /3/2. Berita kedua yang berjudul AuBung Kus Nilai Performa Mengilap Timnas Keberhasilan Program Naturaliasasi Satset PSSIAy yang diterbitkan pada Rabu, 27 Maret Dalam analisis sintaksis, headline yang bertuliskan AuBung Kus Nilai Performa Mengilap Timnas Keberhasilan Program Naturalisasi Satset PSSI. Ay tidak terlalu terjelaskan dalam lead berita, lead hanya bertuliskan AuTimnas Indonesia tampil luar biasa di kandang Vietnam dalam laga keempat Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. Desember 2024 Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan Asia. Selasa . /3/2. Tim asuhan Shin Tae-yong menang telak 3-0 di Stadion My Dinh. Hanoi. Ay Bung Kus mengatakan hal tersebut karena permainan timnas Indonesia membaik, dengan berhasil mengalahkan Vietnam di kandang sendiri setelah 20 tahun lamanya Indonesia selalu mengalami kekalahan di Hanoi, yang terakhir kali Indonesia memenangkan pertandingan di Hanoi pada tahun 2004. Berita ini bersumber dari pernyataan Bung Kus yang berisi kutipan langsung dan tidak langsung. Kemudian diakhiri dengan kutipan Bung Kus yang mengatakan ini adalah momentum yang baik kepada PSSI untuk menata pembinaan pemain secara menyeluruh, dikarenakan naiknya semangat pecinta sepakbola tanah air. Selanjutnya analisis skrip, berita ini memenuhi semua unsur kelengkapan berita 5W 1H, untuk mengkonstruksi berita ini dengan sangat baik. Dalam aspek what terdapat informasi bahwasannya Bung Kus memuji atas keberhasilan program Dalam aspek when dan where terdapat bahwasannya momentum tersebut terjadi di Hanoi pada 26 Maret 2024. Aspek who tertulis nama Mohamad Kusnaeni yang menjadi latar informasi berita. Dalam aspek why terdapat bahwasannya kebijakan program naturalisasi membawa kemenangan atas Vietnam, setelah 20 tahun timnas Indonesia tak pernah menang atas Vietnam di Hanoi. Aspek how menjadi penjelasan lengkap bahwasannya timnas Indonesia meraih kemenangan atas Vietnam di Hanoi dengan notabene 20 tahun tak pernah memenangkan sekalipun ketika bertandang ke Vietnam, dengan sebagian kekuatan dari pemain naturalisasi. Kemudian dalam analisis tematik, berita ini terdiri dari 11 paragraf, yang sebagian besar hanya menuliskan pernyataan dari Bung Kus baik kutipan langsung maupun kutipan tak langsung. Disini peneliti menemukan penekanan dalam kalimat AuDari tiga gol yang tercipta, dua di antaranya dicetak pemain naturalisasi,Ay yang dapat diartikan bahwasannya pemain naturalisasi memiliki peran penting dalam terciptanya kemenangan telak dalam pertandingan melawan Vietnam. Terakhir dalam analisis retoris, berita ini menggunakan foto timnas Indonesia yang merayakan golnya ke gawang Vietnam, dengan komposisi tiga pemain naturalisasi, dan dua pemain lokal kelahiran tanah air. Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. Gambar 2. Pemain Timnas Indonesia melakukan selebrasi seusai mengalahkan Vietnam pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di Hanoi. Vietnam. Selasa . /3/2. Berikut merupakan hasil dari analisis framing pemain naturalisasi dalam media Kompas. Berita pertama yang berjudul AuLIVE Vietnam Vs Indonesia 0-2. Gol Solo Ragnar Gandakan Skor di Hanoi!Ay yang diterbitkan pada Selasa, 26 Maret 2024. Dalam analisis sintaksis, headline yang bertuliskan AuLIVE Vietnam Vs Indonesia 0-2. Gol Solo Ragnar Gandakan Skor di Hanoi!Ay tidak terlalu terjelaskan dalam lead berita, lead hanya menambahkan informasi tentang menit keberapa Ragnar mencetak gol ke gawang Vietnam, yakni di menit ke-23. Dalam berita tersebut tidak ada kutipan dari tokoh, pemain maupun ofisial timnas Indonesia, berita hanya berisi tentang jalannya pertandingan, dan diakhiri dengan susunan pemain dari timnas Indonesia saat bertandang ke Hanoi. Selanjutnya analisis skrip, berita ini memenuhi semua unsur kelengkapan berita 5W 1H, untuk mengkonstruksi berita ini dengan baik. Dalam aspek what terdapat informasi utama timnas Indonesia meraih kemenangan atas Vietnam di Hanoi. Dalam aspek when dan where terdapat bahwasannya momentum tersebut terjadi di Hanoi pada 26 Maret 2024. Aspek who tertulis nama Ragnar Oratmangoen dan Jay Idzes yang menjadi tokoh karena mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Dalam aspek why terdapat bahwasannya Ragnar Oratmangoen dan Jay Idzes berhasil mencetak gol pertama kali untuk timnas Indonesia. Aspek how menjadi penjelasan, bahwasannya menginjak 30 menit pertandingan, timnas Indonesia unggul atas Vitnam di Hanoi dengan kedua gol timnas dicetak oleh Ragnar Oeratmangoen dan Jay Idzes. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. Desember 2024 Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan Kemudian dalam analisis tematik, berita ini terdiri dari 7 paragraf singkat, yang sebagian besar hanya mengisahkan jalannya gol pemain timnas Indonesia ke gawang Vietnam. Terakhir dalam analisis retoris berita ini menggunakan foto Ragnar Oratmangoen yang mencium bendera kebangsaan Indonesia, bendera merah putih. Gambar 3. Ragnar Oratmangoen kala menjalani sumpah sebagai WNI di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumha. DKI Jakarta. Senin . /3/2. (PSSI) Berita kedua yang berjudul AuHasil Vietnam Vs Indonesia: Garuda Menang 3Ai0. Putus Dahaga 20 TahunAy yang diterbitkan pada Selasa, 26 Maret 2024. Dalam analisis sintaksis, headline yang bertuliskan AuHasil Vietnam Vs Indonesia: Garuda Menang 3Ai0. Putus Dahaga 20 TahunAy cukup terjelaskan dalam lead berita, lead memberikan informasi tentang skor akhir Indonesia dan Vietnam, dan juga menyebutkan nama para pencetak Lead berita tersebut bertuliskan AuTimnas Indonesia menang 3-0 di kandang Vietnam dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Gol Jay Idzes. Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta pastikan kemenangan Garuda. Ay Berita ini bersumber dari jalannya pertandingan antara timnas Indonesia yang bertandang ke stadion Vietnam di Hanoi. Kemudian berita diakhiri susunan pemain dari timnas Indonesia dan juga Vietnam. Selanjutnya analisis skrip, berita ini memenuhi semua unsur kelengkapan berita 5W 1H, untuk mengkonstruksi berita ini dengan baik. Dalam aspek what terdapat informasi utama timnas Indonesia mengalahkan Vietnam di Hanoi setelah 20 tahun. Dalam aspek when dan where terdapat bahwasannya momentum tersebut terjadi di Hanoi pada 26 Maret 2024. Aspek who tertulis nama para pemain timnas Indonesia. Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. Dalam aspek why terdapat bahwasannya karena timnas Indonesia memenangkan pertandingan perdana di Hanoi, setelah terakhir kali memenangkannya pada tahun Aspek how menjadi penjelasan, bahwasannya timnas Indonesia menang atas Vitnam di Hanoi dengan notabene 20 tahun tak pernah memenangkan sekalipun ketika bertandang ke Vietnam, dengan sebagian kekuatan dari pemain naturalisasi. Kemudian dalam analisis tematik, berita ini terdiri dari 16 paragraf singkat, yang hanya berisikan keseluruhan pertandingan antara timnas Indonesia dan juga Vietnam di Hanoi. Terakhir dalam analisis retoris berita ini menggunakan foto timnas Indonesia yang merayakan gol dari Ragnar ke gawang Vietnam, dengan komposisi tiga pemain naturalisasi, dan dua pemain lokal kelahiran tanah air. Gambar 4. Penyerang Ragnar Oratmangoen merayakan gol bagi Timnas Indonesia saat menghadapi Vietnam pada lanjutan laga Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Laga Vietnam vs Indonesia bergulir di Stadion Nasional My Dinh. Hanoi, pada Selasa . /3/2. Republika Online membingkai berita pemain naturalisasi timnas Indonesia dengan positif, dengan mencantumkan narasumber untuk mengomentari kemenangan timnas Indonesia. Walaupun hanya dengan satu narasumber dari tiap berita. Republika Online berhasil memenuhi unsur 5w 1H yang menjadi bagian pokok berita. Walaupun begitu, peneliti menemukan adanya redaksi yang kembali menegaskan bahwasannya pemain naturalisasi memiliki peran penting dalam kemenangan timnas Indonesia atas Vietnam, yakni terdapat di awal paragraf kedua dalam berita yang berjudul Bung Kus Nilai Performa Mengilap Timnas Keberhasilan Program Naturaliasasi Satset PSSI. Israr Itah selaku redaktur bidang olahraga Republika Online juga mengatakan bahwasannya Republika Online mengemas pemberitaan timnas dengan positif, dan sangat Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. Desember 2024 Muhammad Afifullah. Syafawi Ahmad Qadzafi. Fathan mendukung dengan pemberitaan timnas Indonesia. Republika Online memilah narasumber yang berkompeten untuk hal-hal tersebut, dan tidak ada ketentuan redaksi yang harus digunakan oleh wartawan untuk menulis berita. Kemudian yang kedua, walaupun tidak memiliki kepentingan apapun dengan kebijakan naturalisasi. Kompas. com juga memberitakan kemenangan timnas Indonesia dengan positif, sebagai pemberitaan straight news. Menjelaskan jalannya pertandingan tersebut dari awal hingga akhir lengkap dengan unsur 5w 1H. Namun yang menjadi pembeda dengan media Republika Online adalah peneliti tidak menemukan kata Aupemain naturalisasiAy dalam pemberitaan yang dipublikasikan oleh Kompas. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Firzie A. Idris selaku wartawan bidang olahraga dari Kompas. com, bahwasannya Kompas. com tidak menggunakan redaksi pemain naturalisasi, karena Kompas. com menilai bahwasannya para pemain timnas bukanlah orang asing, namun mereka anak-anak bangsa yang lahir di luar negeri, dan kembali pulang untuk membela tanah air Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Media Republika Online dan Kompas. com memberitakan pemain naturalisasi timnas Indonesia dengan positif. Kedua media bersama-sama memberikan informasi dukungan untuk timnas Indonesia, hal tersebut juga dikonfirmasi oleh pihak media, untuk terus mendukung kemajuan timnas Indonesia. Namun, peneliti menemukan adanya redaksi di salah satu berita Republika Online yang menegaskan kembali bahwasannya gol dari Indonesia dicetak oleh pemain naturalisasi, yang terletak dalam paragraf kedua dalam berita yang berjudul Bung Kus Nilai Performa Mengilap Timnas Keberhasilan Program Naturaliasasi Satset PSSI, yang bertuliskan AuDari tiga gol yang tercipta, dua di antaranya dicetak pemain naturalisasi,Ay Kompas. com memberitakan hal tersebut lebih objektif, menjelaskan ulang, dan memberikan proses runtutan kemenangan timnas Indonesia yang terjadi dalam pertandingan tersebut dengan mengemas pemberitaan sebagai straight news. Dalam pemberitaan Kompas. com, peneliti tidak menemukan kata naturalisasi dalam pemberitaan tersebut. Kompas. com menggunakan nama pemain untuk menuliskan Analisis Framing Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Indonesia pada Media Republika Online& Kompas. Media Republika Online dan Kompas. com sama-sama mengkonstruksi realitas pemain naturalisasi timnas Indoneisa dengan pemberitaan yang positif, dapat dilihat dari penggunaan gambar, serta pemilihan diksi untuk headline dan isi berita yang positif. Perbedaan isi berita tersebut terdapat pada ideologi masing-masing media, sehingga memengaruhi redaksi dari berita yang dipublikasikan. Selain itu, hubungan Erick Thohir dan Republika Online juga memengaruhi isi berita yang beberapa kali disebut dalam redaksi sebagai pemangku kebijakan naturalisasi pemain timnas Indonesia. Saran Penelitian selanjutnya bisa melakukan pembaruan dalam penelitian, terhadap topik terkait. Karena sangat terbuka program naturalisasi dari PSSI untuk mendatangkan pemain keturunan lagi setelah artikel ini diterbitkan, hingga jabatan Ketua Umum PSSI usai. Kedua. Topik ini terbuka untuk riset dengan analisis wacana kritis, analisis semiotik, ataupun teori lain yang relevan dengan topik naturalisasi pemain timnas Indonesia. DAFTAR PUSTAKA