Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3. Nomor 5. December 2025. E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi. org/10. 5281/zenodo. Pengaruh Terpaan Konten Going Seventeen Terhadap Pola Komunikasi Digital Remaja The Influence of Exposure to Going Seventeen Content on TeenagersAo Digital Communication Patterns Karenina Jasmine. Mulyono. David Rizar Nugroho. Enden Darjatul Ulya 1234 Komunikasi Digital dan Media. Sekolah Vokasi. Institut Pertanian Bogor ABSTRACT This study aims to analyze the influence of exposure to Going Seventeen content on teenagersAo digital communication patterns. The research employed a quantitative method with a descriptive quantitative Data were collected through questionnaires and processed using SPSS and Microsoft Excel. The findings indicate a positive relationship between the level of exposure to Going Seventeen content Keywords Pengaruh. Konten Going Seventeen, and teenagersAo digital communication patterns. The higher the exposure. Komunikasi Digital. Remaja the stronger its influence on how teenagers interact in digital spaces. Going Seventeen functions not only as entertainment but also as a Keywords: Influence. Going medium that shapes communication styles, self-expression, and social Seventeen Content. Digital Communication. Teenagers identity within online fan communities. The study also reveals that the level of exposure to Going Seventeen content falls into the very high category, with an average score of 4. This suggests that teenagers have a high level of engagement with the show in terms of frequency, duration, and attention. Overall. Going Seventeen has become a highly favored form of digital consumption and an integral part of teenagersAo This is an open access article under the CC BY-SA online routines. ABSTRAK Copyright A 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh terpaan konten Going Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pengaruh terpaan konten Going Seventeen pada akun Youtube Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengukuran data numerik yang diperoleh melalui kuesioner, kemudian diolah secara statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara terpaan konten Going Seventeen dengan pola komunikasi digital remaja. Semakin tinggi tingkat keterpaparan remaja terhadap konten tersebut, semakin kuat pula pengaruhnya terhadap cara mereka berkomunikasi di ruang digital. Tayangan Going Seventeen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media yang mampu membentuk gaya interaksi, ekspresi diri, serta identitas sosial dalam komunitas penggemar di platform daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan konten Going Seventeen berada pada kategori sangat tinggi, dengan rata-rata keseluruhan 4,29. Hal ini menggambarkan bahwa remaja memiliki intensitas tinggi dalam menonton tayangan ini, baik dari aspek frekuensi, durasi, maupun atensi. Mereka tidak hanya menonton secara rutin, tetapi juga memperhatikan isi tayangan, interaksi antaranggota SEVENTEEN, serta memahami alur cerita yang disajikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa Going Seventeen menjadi salah satu bentuk konsumsi digital yang sangat digemari oleh remaja dan telah menjadi bagian dari rutinitas mereka di media online. ARTICLE INFO Article history: Received November 05, 2025 Revised 10 November 2025 Accepted 25 November 2025 Available online 06 December 2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam cara remaja berkomunikasi, berinteraksi, dan membentuk identitas diri di era modern. Media digital, terutama platform berbagi video seperti YouTube, menjadi ruang yang sangat penting bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri, memperoleh hiburan, serta membangun hubungan Sebagai bagian dari budaya digital. YouTube tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai arena pembelajaran sosial dan pembentukan gaya komunikasi yang baru. *Corresponding Author Email: kareninakarenina@apps. id, davidrizarnugroho@unpak. id, endenulya@gmail. com, mulyonomul@apps. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Penggunaan YouTube di kalangan remaja Indonesia sangat tinggi, di mana mayoritas menjadikannya sebagai sarana utama untuk menonton konten hiburan, mengikuti idola, hingga mengekspresikan opini secara daring (Balqis et al. Salah satu fenomena yang berkembang di kalangan remaja adalah meningkatnya minat terhadap budaya populer Korea, khususnya dari industri hiburan K-Pop. Melalui platform YouTube, kelompok musik seperti Seventeen menayangkan berbagai konten hiburan digital yang dikemas secara menarik. Salah satu yang paling dikenal adalah Going Seventeen, sebuah variety show yang menampilkan interaksi santai antaranggota, humor, serta nilai-nilai kebersamaan. Tayangan ini dikonsumsi secara luas oleh penggemar di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan secara tidak langsung membentuk cara remaja berinteraksi di dunia maya. Nilai-nilai seperti solidaritas, keakraban, dan semangat kerja sama yang ditampilkan dalam konten tersebut menjadi acuan komunikasi yang diadaptasi oleh penontonnya dalam komunitas digital (Latuni. Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana terpaan konten audiovisual dapat memengaruhi pola komunikasi digital remaja. Terpaan yang terjadi secara berulang dari konten yang disukai menumbuhkan proses imitasi terhadap gaya berbicara, penggunaan istilah tertentu, hingga cara berinteraksi dengan orang lain di media sosial. Paparan media hiburan seperti Going Seventeen berperan sebagai stimulus komunikasi yang mampu memengaruhi perilaku komunikasi remaja secara sadar maupun tidak sadar (Rizkiyah & Safitri, 2. Melalui tayangan ini, remaja belajar mengekspresikan emosi, menggunakan bahasa yang santai namun sopan, dan membangun rasa kebersamaan dengan sesama penggemar. Budaya partisipatif di kalangan penggemar K-Pop juga menunjukkan munculnya pola komunikasi digital baru yang lebih interaktif. Komunitas penggemar Seventeen, atau yang dikenal dengan sebutan Carat, memanfaatkan media sosial untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan menciptakan konten turunan seperti meme, fan edit, atau video reaksi. Aktivitas ini memperlihatkan adanya bentuk komunikasi dua arah yang bersifat dinamis antara penggemar dan idola, serta antaranggota komunitas itu sendiri (Yasmara & Huda, 2. Dalam ruang digital ini, komunikasi bukan lagi sebatas penyampaian pesan, melainkan juga bagian dari pembentukan identitas sosial dan solidaritas kelompok. Paparan konten Going Seventeen juga menciptakan fenomena parasocial relationship, yaitu hubungan semu antara penonton dan tokoh media. Remaja merasa memiliki kedekatan emosional dengan idola mereka meskipun hubungan tersebut bersifat satu arah. Kedekatan ini berdampak pada cara mereka berkomunikasi di dunia digital, di mana gaya bicara, ekspresi, dan humor para anggota Seventeen sering kali ditiru dalam interaksi daring. Fenomena ini menunjukkan bahwa media digital memiliki kekuatan simbolik yang besar dalam membentuk gaya komunikasi generasi muda (Utomo & Baskoro, 2. Di sisi lain, muncul pula bentuk komunikasi lintas budaya yang unik akibat percampuran antara bahasa lokal dan istilah khas Korea dalam percakapan daring. Remaja mengadopsi gaya berbicara yang terinspirasi dari tayangan K-Pop, termasuk dalam penggunaan istilah sapaan, ekspresi emosional, serta bentuk humor yang khas. Pola komunikasi semacam ini memperlihatkan adanya adaptasi budaya dan pembentukan identitas digital yang berakar pada konsumsi media global (Kartika & Rahastine. Melihat fenomena tersebut, dapat dipahami bahwa konten hiburan digital seperti Going Seventeen memiliki pengaruh signifikan terhadap cara remaja Indonesia berkomunikasi di dunia Terpaan konten yang bersifat intens tidak hanya menciptakan ketertarikan emosional, tetapi juga menumbuhkan perubahan dalam gaya komunikasi, cara berinteraksi, dan bentuk ekspresi diri. Dalam konteks ini, media digital berfungsi ganda, sebagai sarana hiburan sekaligus Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, sebagai agen sosialisasi baru yang membentuk norma dan perilaku komunikasi remaja di era globalisasi media. Paparan konten Going Seventeen memperlihatkan bagaimana media hiburan digital dapat menjadi faktor yang membentuk pola komunikasi generasi muda di ruang virtual. Tayangan yang dikonsumsi secara rutin tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berperan dalam membangun cara remaja mengekspresikan diri, menggunakan bahasa, dan berinteraksi dalam komunitas daring. Pola komunikasi yang terbentuk mencerminkan adaptasi terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang ditampilkan dalam konten tersebut, seperti kerja sama, keakraban, dan penghargaan terhadap perbedaan. Oleh karena itu, kajian mengenai pengaruh terpaan konten Going Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja menjadi penting untuk dipelajari lebih dalam, agar dapat memahami bagaimana media digital berkontribusi terhadap pembentukan perilaku komunikasi dan identitas budaya generasi muda di Indonesia. Rumusan Masalah Bagaimana tingkat terpaan remaja terhadap konten Going Seventeen di kalangan remaja penggemar Seventeen (Cara. di Indonesia? Bagaimana bentuk pola komunikasi digital yang muncul pada remaja setelah mengonsumsi konten Going Seventeen? Bagaimana pengaruh terpaan konten going seventeen pada akun youtube METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pengaruh terpaan konten Going Seventeen pada akun Youtube Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengukuran data numerik yang diperoleh melalui kuesioner, kemudian diolah secara statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS dan Microsoft Excel. Dalam penelitian ini, variabel independen (X) adalah terpaan konten Going Seventeen, sedangkan variabel dependen (Y) adalah pola komunikasi digital remaja yang dianalisis berdasarkan indikator intensitas komunikasi, gaya bahasa digital, partisipasi interaksi, dan ekspresi diri di media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling, yaitu dengan kriteria responden remaja berusia 18Ae25 tahun. Penentuan rentang usia ini mengacu pada teori Emerging Adulthood yang dikemukakan oleh Arnett, . dalam Prijonggo, et al. di mana fase usia 18Ae25 tahun dianggap sebagai masa transisi menuju kedewasaan, saat individu mulai membentuk identitas sosial dan pola komunikasi digital yang lebih matang dan aktif di media daring. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dengan lima pilihan jawaban . = sangat tidak setuju hingga 5 = sangat setuj. Instrumen kuesioner dirancang untuk mengukur tingkat terpaan konten Going Seventeen serta pengaruhnya terhadap pola komunikasi digital remaja. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh antara kedua variabel tersebut. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di ranah digital . , dengan fokus pada media sosial tempat remaja berinteraksi dan membicarakan konten Going Seventeen. Lokasi penelitian meliputi berbagai platform media sosial seperti Youtube. Instagram. Telegram, dan Tiktok. Populasi dan Sampel Penelitian Karenina Jasmine, et. , al/ Pengaruh Terpaan Konten Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja penggemar SEVENTEEN (Cara. di Indonesia yang aktif mengonsumsi konten Going Seventeen melalui berbagai platform media sosial, terutama YouTube, serta terlibat dalam interaksi digital di platform lain seperti X (Twitte. Instagram. TikTok, dan Telegram. Populasi ini dipilih karena kelompok tersebut merupakan pengguna aktif media sosial dengan kecenderungan tinggi dalam mengonsumsi, mendiskusikan, dan menyebarkan konten yang berkaitan dengan grup SEVENTEEN. Dalam penelitian ini adalah seluruh remaja berusia 18Ae25 tahun dijadikan populasi yang merupakan penggemar SEVENTEEN dan aktif menonton serta berinteraksi dengan konten Going Seventeen di media Sampel penelitian diambil menggunakan Non-Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Teknik ini dipilih karena peneliti menetapkan kriteria tertentu yang dianggap paling relevan dengan tujuan penelitian. Adapun kriteria responden . nclusion criteri. yang ditetapkan adalah sebagai berikut: Remaja berusia 18Ae25 tahun. Merupakan penggemar SEVENTEEN (Cara. yang aktif mengikuti akun resmi YouTube SEVENTEEN. Pernah menonton konten Going Seventeen minimal tiga episode. Aktif di media sosial (X. Instagram. TikTok, atau Telegra. dan terlibat dalam komunikasi digital terkait SEVENTEEN . isalnya: komentar, membagikan konten, atau diskusi fando. Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan langkah penting dalam penelitian karena berfungsi untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Menurut Millah et al. analisis data adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis untuk meningkatkan pemahaman peneliti terhadap fenomena yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan yang Dalam penelitian ini, digunakan tiga tahapan utama dalam analisis data, yaitu analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis inferensial . orelasi dan regresi linier HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Objek Penelitian Objek penelitian ini berfokus pada remaja yang menjadi penonton konten Going Seventeen, yaitu program variety show digital milik grup K-pop SEVENTEEN yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi. Konten ini menjadi bagian dari budaya hiburan digital yang banyak dikonsumsi oleh remaja Indonesia, terutama mereka yang aktif di media sosial dan komunitas penggemar K-pop. Melalui tayangan yang menampilkan interaksi, permainan, dan dinamika antaranggota SEVENTEEN. Going Seventeen berpotensi memengaruhi cara remaja berkomunikasi di ruang digital, baik dalam gaya bahasa, ekspresi, maupun intensitas interaksi dengan sesama penggemar. Terpaan terhadap konten ini mencakup frekuensi, durasi, serta tingkat keterlibatan dalam menonton, yang dapat berpengaruh terhadap pembentukan pola komunikasi digital remaja di media sosial. Dengan demikian, remaja penonton Going Seventeen menjadi objek yang tepat untuk mengkaji bagaimana paparan media hiburan digital berperan dalam membentuk karakteristik komunikasi mereka di era budaya populer dan konektivitas daring saat ini. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini berjumlah 105 orang dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun. Seluruh responden merupakan individu yang memiliki ketertarikan terhadap konten hiburan Korea, khususnya program Going Seventeen, sehingga mereka termasuk dalam kelompok yang aktif menonton dan mengikuti perkembangan tayangan tersebut. Kelompok usia ini mencerminkan karakteristik remaja akhir hingga dewasa muda yang umumnya sangat dekat dengan media digital, aktif mengakses platform streaming, dan memiliki pola konsumsi konten yang dinamis. Dengan latar belakang usia dan minat yang relatif homogen, responden ini memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana kelompok muda yang gemar menonton Going Seventeen berinteraksi dan merespons konten hiburan digital pada saat ini. Table 1 Karakteristik usia responden Usia Jumlah Persentase 10,48% 7,62% 29,52% 18,10% 12,38% 12,38% 8,57% 0,95% Total Analisis Statistik Deskriptif Analisis deskriptif dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai distribusi data yang diperoleh dari 100 responden terkait variabel Terpaan Konten Going Seventeen (X) dan Pola Komunikasi Digital Remaja (Y). Penilaian responden dilakukan menggunakan Skala Likert 5 poin, dengan kategori penilaian mulai dari 1 = Sangat Tidak Setuju hingga 5 = Sangat Setuju. Analisis ini berfungsi untuk menunjukkan kecenderungan persepsi responden terhadap masing-masing indikator sebelum dilakukan analisis inferensial lebih lanjut. Nilai rata-rata . dari setiap indikator digunakan untuk melihat sejauh mana tingkat terpaan konten Going Seventeen dialami oleh remaja serta bagaimana hal tersebut tercermin dalam pola komunikasi digital mereka. Semakin tinggi nilai rata-rata yang diperoleh, maka semakin besar pula intensitas terpaan dan pengaruhnya terhadap perubahan gaya, frekuensi, serta bentuk komunikasi digital yang dilakukan oleh remaja di berbagai platform media sosial. Terpaan Konten Going Seventeen Table 2 Hasil Analisis Deskriptif variabel Terpaan Konten Going Seventeen Indikator Mean Keterangan X1. Frekuensi 4,17 Tinggi X2. Durasi 4,37 Sangat Tinggi X3. Atensi 4,34 Sangat Tinggi Mean 4,29 Sangat Tinggi Keterangan Nilai Rata-Rata Keterangan 00 Ae 1. : Sangat Rendah Karenina Jasmine, et. , al/ Pengaruh Terpaan Konten Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, 81 Ae 2. 61 Ae 3. 41 Ae 4. 21 Ae 5. Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Analisis deskriptif terhadap data yang dikumpulkan dari 100 responden menunjukkan bahwa persepsi terhadap variabel Terpaan Konten Going Seventeen (X) berada pada kategori Sangat Tinggi, dengan nilai mean komposit sebesar 4,29. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki tingkat keterpaparan yang tinggi terhadap konten Going Seventeen. Dari ketiga indikator yang diukur. Durasi menonton (X. memperoleh skor tertinggi dengan mean 4,37 dan termasuk dalam kategori Sangat Tinggi, yang mengindikasikan bahwa responden menghabiskan waktu cukup lama dalam menonton setiap episode Going Seventeen. Selanjutnya, indikator Atensi (X. memperoleh mean 4,34 (Sangat Tingg. , menandakan bahwa remaja memberikan perhatian penuh dan keterlibatan emosional saat menikmati tayangan tersebut. Sementara itu, indikator Frekuensi (X. memperoleh mean 4,17 dengan kategori Tinggi, menunjukkan bahwa responden menonton konten tersebut secara rutin meskipun tidak setiap hari. Secara keseluruhan, hasil ini menggambarkan bahwa remaja memiliki tingkat terpaan yang intens terhadap Going Seventeen, baik dari segi durasi, perhatian, maupun frekuensi konsumsi konten. Table 3 Hasil skor rataan indikator Frekuensi Item Frekuensi Rata - Keterangan STS X1. 4,04 Tinggi X1. 4,45 Sangat Tinggi X1. 4,02 Tinggi Rata -rata 4,17 Tinggi Rata-rata tertinggi pada item X1. menunjukkan bahwa sebagian besar responden sering menonton konten Going Seventeen secara rutin dalam jangka waktu tertentu, misalnya setiap minggu atau setiap kali episode baru dirilis. Hal ini menggambarkan bahwa frekuensi keterpaparan remaja terhadap program tersebut cukup konsisten dan menjadi bagian dari aktivitas hiburan digital yang mereka lakukan secara berulang. Dengan kata lain, remaja tidak hanya menonton secara acak, tetapi telah menjadikan Going Seventeen sebagai salah satu tayangan yang secara aktif mereka ikuti di platform digital. Table 4 Hasil skor rataan indikator Durasi Item Frekuensi Rata Keterangan STS X2. 4,33 Sangat Tinggi X2. 4,31 Sangat Tinggi X2. 4,48 Sangat Tinggi Rata -rata 4,37 Sangat Tinggi Hasil analisis indikator Durasi (X. menunjukkan rata-rata sebesar 4,37 yang termasuk dalam kategori Sangat Tinggi, menandakan bahwa remaja cenderung menonton Going Seventeen dalam waktu yang cukup lama setiap kali menonton. Nilai tertinggi terdapat pada item X2. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, . yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat ketertarikan dan kenyamanan yang tinggi dalam menghabiskan waktu luang untuk menonton tayangan tersebut. Secara keseluruhan, hal ini mencerminkan bahwa Going Seventeen menjadi salah satu bentuk hiburan digital yang mampu menarik perhatian remaja secara berkelanjutan. Table 5 Hasil skor rataan indikator Atensi Item Frekuensi Rata Keterangan STS X3. 4,11 Tinggi X3. 4,44 Sangat Tinggi X3. 4,58 Sangat Tinggi Rata -rata 4,37 Sangat Tinggi Hasil analisis indikator Atensi (X. menunjukkan rata-rata sebesar 4,37 dengan kategori Sangat Tinggi, menandakan bahwa remaja memberikan perhatian besar saat menonton Going Seventeen. Nilai tertinggi terdapat pada item X3. yang menunjukkan keterlibatan emosional dan fokus tinggi terhadap tayangan. Selanjutnya, item X3. juga berada pada kategori Sangat Tinggi, menandakan bahwa responden berusaha memahami isi dan alur cerita. Sedangkan item X3. menunjukkan bahwa remaja cukup memperhatikan detail isi video yang mereka tonton. Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan bahwa Going Seventeen mampu menarik perhatian remaja secara mendalam saat menonton. Pola Komunikasi Digital Remaja Table 6 Hasil Analisis Deskriptif variabel Pola komunikasi Digital Remaja Indikator Mean Keterangan Y1. Gaya bahasa yang digunakan 3,75 Tinggi 2 Intensitas interaksi daring 3,91 Tinggi 3 Penggunaan simbol dan istilah khas fandom 4,09 Tinggi Mean 3,91 Tinggi Hasil analisis terhadap variabel Pola Komunikasi Digital Remaja (Y) menunjukkan nilai mean keseluruhan sebesar 3,91, yang termasuk dalam kategori Tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja memiliki pola komunikasi digital yang aktif dan terpengaruh oleh terpaan konten Going Seventeen. Indikator dengan skor tertinggi adalah penggunaan simbol dan istilah khas fandom (Y. dengan mean 4,09, yang mengindikasikan bahwa remaja sering mengadaptasi gaya komunikasi khas penggemar SEVENTEEN dalam interaksi digital mereka, baik di media sosial maupun komunitas daring. Keterangan Nilai Rata-Rata Keterangan 00 Ae 1. : Sangat Rendah 81 Ae 2. : Rendah 61 Ae 3. : Cukup 41 Ae 4. : Tinggi 21 Ae 5. : Sangat Tinggi Karenina Jasmine, et. , al/ Pengaruh Terpaan Konten Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Item Y1. Y1. Y1. Table 1 Hasil skor rataan indikator Gaya bahasa yang digunakan Frekuensi Rata Keterangan STS 3,80 Tinggi 3,71 Tinggi 3,75 Tinggi Rata -rata 3,75 Tinggi Hasil analisis indikator Gaya Bahasa yang Digunakan (Y. menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,75 dengan kategori Tinggi, yang berarti remaja cenderung meniru atau menggunakan gaya bahasa yang muncul dalam konten Going Seventeen saat berkomunikasi di media digital. Nilai tertinggi terdapat pada item Y1. , yang menunjukkan bahwa responden paling banyak memperhatikan dan meniru cara berbicara atau ekspresi khas yang digunakan oleh anggota SEVENTEEN dalam tayangan tersebut. Table 2 Hasil skor rataan indikator Intensitas interaksi daring Item Frekuensi Rata Keterangan STS Y2. 3,74 Tinggi Y2. 3,74 Tinggi Y2. 4,25 Sangat Tinggi Rata -rata 3,91 Tinggi Hasil analisis indikator Intensitas Interaksi Daring (Y. menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,91 dengan kategori Tinggi, yang mengindikasikan bahwa remaja aktif berinteraksi di media sosial setelah menonton Going Seventeen. Nilai tertinggi terdapat pada item Y2. , yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat sering berpartisipasi dalam diskusi atau interaksi daring yang berkaitan dengan konten Going Seventeen, menandakan tingginya keterlibatan mereka dalam komunitas digital fandom. Table 3 Hasil skor rataan indikator Penggunaan simbol dan istilah khas fandom Item Frekuensi Rata Keterangan STS Y3. 4,14 Tinggi Y3. 3,83 Tinggi Y3. 4,29 Sangat Tinggi Rata -rata 4,08 Tinggi Hasil analisis indikator Penggunaan Simbol dan Istilah Khas Fandom (Y. menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,08 dengan kategori Tinggi, yang menandakan bahwa remaja cukup sering menggunakan atau mengenali simbol serta istilah khas fandom SEVENTEEN dalam aktivitas komunikasi digital mereka. Nilai tertinggi terdapat pada item Y3. yang menunjukkan bahwa paparan konten tersebut berperan besar dalam membentuk pemahaman dan kebiasaan remaja menggunakan elemen khas fandom dalam interaksi daring mereka. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Analisis Inferensial (Uji Statisti. Uji Korelasi Spearman Tabel 11. Figure 1 Hasil Uji Spearman Correlations Spearman's rho X Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa variabel X dan variabel Y memiliki hubungan yang positif dan kuat, dengan koefisien korelasi sebesar 0,624. Nilai ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi skor pada variabel X, maka kecenderungan nilai pada variabel Y juga meningkat. Uji signifikansi menghasilkan nilai Sig. = 0,000, yang berada jauh di bawah batas = 0,01. Hal ini menegaskan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan secara statistik dan tidak terjadi secara kebetulan. Dengan jumlah responden 105 orang, temuan ini cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang nyata dan konsisten antara variabel X dan Y. Regresi linear sederhana Table 4 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana X Terpaan Y Pola Komunikasi Digital Remaja Konten Going Y1 Gaya bahasa 2 Intensitas 3 Penggunaan Seventeen yang digunakan interaksi daring simbol dan istilah khas fandom X1 Durasi <0,001 <0,001 <0,001 X2 Frekuensi >0,001 >0,001 <0,001 X3 Atensi <0,001 <0,001 <0,001 Tabel tersebut menunjukkan hasil pengujian pengaruh masing-masing indikator Terpaan Konten Going Seventeen (X1 Durasi. X2 Frekuensi. X3 Atens. terhadap tiga indikator Pola Komunikasi Digital Remaja (Y1 Gaya bahasa. Y2 Intensitas interaksi daring. Y3 Penggunaan simbol dan istilah khas fando. Seluruh nilai signifikansi pada tabel tercatat < 0,001, yang berarti lebih kecil dari batas = 0,05. Dengan demikian, setiap kombinasi variabel X dan Y yang memiliki nilai < 0,001 dapat disimpulkan berpengaruh signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Durasi menonton (X. secara signifikan memengaruhi gaya bahasa, intensitas interaksi daring, dan penggunaan simbol fandom yang dilakukan remaja. Begitu pula Atensi (X. yang juga memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh aspek komunikasi digital remaja. Sementara itu. Frekuensi menonton (X. juga tercatat signifikan terhadap ketiga indikator Y, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin sering remaja menonton Going Seventeen, semakin kuat pula perubahan pada gaya bahasa, interaksi online. Karenina Jasmine, et. , al/ Pengaruh Terpaan Konten Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, dan penggunaan istilah fandom. Secara keseluruhan, ketiga variabel X terbukti memiliki kontribusi nyata dalam membentuk pola komunikasi digital remaja. PEMBAHASAN Terpaan Konten Going Seventeen Hasil analisis terhadap variabel Terpaan Konten Going Seventeen menunjukkan bahwa tingkat keterpaparan remaja terhadap tayangan ini berada pada kategori sangat tinggi, dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,29. Temuan ini memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki minat yang besar terhadap tayangan Going Seventeen dan secara rutin menontonnya melalui berbagai platform digital. Indikator Durasi (X. memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,37, menunjukkan bahwa remaja mampu menonton tayangan ini dalam waktu yang cukup lama, terutama saat memiliki waktu luang. Indikator Atensi (X. juga menunjukkan nilai rata-rata 4,37, menandakan bahwa responden memperhatikan isi tayangan dengan saksama, termasuk interaksi dan ekspresi para anggota SEVENTEEN. Sementara itu, indikator Frekuensi (X. memperoleh nilai 4,17 . ategori tingg. , yang mengindikasikan bahwa remaja cukup sering menonton tayangan ini secara rutin. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa Going Seventeen memiliki daya tarik tinggi bagi kalangan remaja, baik dari aspek hiburan maupun keterlibatan emosional. Tingginya terpaan terhadap konten ini menggambarkan bahwa tayangan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan digital remaja dan dapat berpotensi memengaruhi cara mereka berinteraksi serta berkomunikasi di lingkungan daring. Pola Komunikasi Digital Remaja Hasil analisis terhadap variabel Pola Komunikasi Digital Remaja menunjukkan nilai ratarata keseluruhan sebesar 3,91 dengan kategori tinggi. Hal ini menggambarkan bahwa remaja memiliki tingkat aktivitas komunikasi digital yang cukup tinggi setelah terpapar konten Going Seventeen. Indikator dengan skor tertinggi adalah Penggunaan Simbol dan Istilah Khas Fandom (Y. dengan nilai 4,08, yang berarti remaja sering menggunakan simbol, istilah, atau ekspresi khas fandom SEVENTEEN dalam komunikasi digital mereka. Nilai tertinggi terdapat pada item AuSaya mengenali simbol atau istilah fandom SEVENTEEN karena sering melihatnya digunakan dalam tayangan Going SeventeenAy . ean 4,. , yang menandakan bahwa tayangan ini berperan besar dalam membentuk kebiasaan berkomunikasi dan identitas fandom di kalangan remaja. Selain itu, indikator Intensitas Interaksi Daring (Y. memiliki nilai 3,91, menggambarkan bahwa remaja aktif berdiskusi, berkomentar, dan berpartisipasi dalam komunitas online yang berkaitan dengan SEVENTEEN. Indikator Gaya Bahasa yang Digunakan (Y. memperoleh nilai 3,75, menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mengadopsi gaya bahasa atau ekspresi yang sering muncul dalam tayangan tersebut. Secara umum, hasil ini memperlihatkan bahwa tayangan Going Seventeen turut memengaruhi pola komunikasi digital remaja. Tayangan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana yang memperkuat identitas, ekspresi diri, dan gaya komunikasi khas di dunia digital. Hubungan antara Terpaan Konten Going Seventeen dan Pola Komunikasi Digital Remaja Untuk mengetahui hubungan antara variabel Terpaan Konten Going Seventeen dan Pola Komunikasi Digital Remaja, dilakukan uji korelasi Spearman. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (A) bernilai positif dan signifikan, yang berarti terdapat hubungan searah antara kedua variabel. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat terpaan konten Going Seventeen. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, maka semakin tinggi pula tingkat perubahan atau pengaruh terhadap pola komunikasi digital Hubungan positif ini menunjukkan bahwa paparan terhadap konten Going Seventeen berkontribusi pada pembentukan perilaku komunikasi remaja di media sosial. Tayangan ini memengaruhi cara mereka menggunakan bahasa, berinteraksi dengan sesama penggemar, serta mengekspresikan diri melalui simbol atau istilah khas fandom. Hal ini memperlihatkan bahwa media hiburan digital seperti Going Seventeen tidak hanya berdampak pada aspek hiburan semata, tetapi juga memiliki pengaruh sosial terhadap pola komunikasi dan identitas digital remaja masa kini. Secara keseluruhan, hasil korelasi ini mendukung temuan deskriptif sebelumnya, di mana terpaan konten yang tinggi sejalan dengan peningkatan aktivitas komunikasi digital remaja, baik dalam bentuk interaksi daring, penggunaan gaya bahasa fandom, maupun keterlibatan dalam komunitas virtual yang berfokus pada SEVENTEEN. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara terpaan konten Going Seventeen dengan pola komunikasi digital remaja. Semakin tinggi tingkat keterpaparan remaja terhadap konten tersebut, semakin kuat pula pengaruhnya terhadap cara mereka berkomunikasi di ruang digital. Tayangan Going Seventeen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media yang mampu membentuk gaya interaksi, ekspresi diri, serta identitas sosial dalam komunitas penggemar di platform daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan konten Going Seventeen berada pada kategori sangat tinggi, dengan rata-rata keseluruhan 4,29. Hal ini menggambarkan bahwa remaja memiliki intensitas tinggi dalam menonton tayangan ini, baik dari aspek frekuensi, durasi, maupun atensi. Mereka tidak hanya menonton secara rutin, tetapi juga memperhatikan isi tayangan, interaksi antaranggota SEVENTEEN, serta memahami alur cerita yang disajikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa Going Seventeen menjadi salah satu bentuk konsumsi digital yang sangat digemari oleh remaja dan telah menjadi bagian dari rutinitas mereka di media online. Sementara itu, pola komunikasi digital remaja juga menunjukkan hasil dengan kategori tinggi . ata-rata 3,. Hal ini berarti remaja aktif berinteraksi, berdiskusi, dan mengekspresikan diri melalui media sosial dengan cara yang terinspirasi dari konten Going Seventeen. Gaya bahasa yang digunakan, intensitas interaksi daring, serta penggunaan simbol dan istilah khas fandom SEVENTEEN menjadi bukti bahwa tayangan ini berpengaruh dalam membentuk pola komunikasi digital remaja. Mereka mengadaptasi ekspresi khas idola, menggunakan istilah fandom secara rutin, dan berpartisipasi aktif dalam komunitas online yang berhubungan dengan SEVENTEEN. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Artinya, semakin sering dan intens remaja menonton Going Seventeen, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk berkomunikasi menggunakan gaya bahasa dan simbol khas fandom di media sosial. Hal ini membuktikan bahwa media hiburan digital memiliki pengaruh nyata terhadap perilaku komunikasi remaja, baik secara kognitif, afektif, maupun Dengan kata lain, paparan terhadap konten hiburan bukan hanya membentuk preferensi hiburan, tetapi juga turut membentuk pola komunikasi dan interaksi sosial di dunia digital. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan untuk pihak-pihak terkait. Karenina Jasmine, et. , al/ Pengaruh Terpaan Konten Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Bagi remaja, diharapkan agar mereka dapat lebih selektif dan bijak dalam mengonsumsi konten digital. Meskipun Going Seventeen memberikan hiburan positif dan mempererat hubungan antaranggota fandom, penting bagi remaja untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan sosial di dunia nyata, agar komunikasi yang terbentuk tidak bersifat imitasi semata, melainkan mencerminkan kepribadian dan nilai diri sendiri. Bagi orang tua dan pendidik, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk memahami bagaimana media digital, khususnya konten hiburan dari idola, dapat memengaruhi gaya komunikasi dan perilaku sosial remaja. Diperlukan pendampingan dan arahan agar konsumsi konten digital dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Bagi pengelola media dan pembuat konten, penelitian ini memberikan gambaran bahwa tayangan seperti Going Seventeen memiliki kekuatan besar dalam membentuk pola komunikasi dan budaya digital di kalangan remaja. Oleh karena itu, penting untuk terus menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, inspiratif, dan mendorong interaksi yang positif antarpenonton. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan memperluas cakupan variabel, misalnya dengan meneliti pengaruh faktor demografis, karakteristik fandom, atau bentuk keterlibatan digital lainnya. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan dengan metode kualitatif agar diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika psikologis dan sosial di balik fenomena komunikasi digital Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena terpaan konten digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku komunikasi remaja masa kini. Going Seventeen menjadi contoh nyata bagaimana tayangan hiburan dapat membentuk kebiasaan, gaya interaksi, dan identitas dalam lingkungan digital. Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat lebih sadar akan pentingnya literasi media, agar komunikasi digital remaja tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah ekspresi positif dan pengembangan diri di era teknologi informasi yang terus berkembang. REFERENSI