Cakrawala Jurnal Pendidikan Volume 19 No 2 . http://cakrawala. id/index. php/Cakrawala email: cakrawala. upstegal@gmail. Peran Guru Penggerak terhadap Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang 1 Sugeng Aliy Shahid nC2Munthoha Nasuha,3Suriswo. Info Artikel ______________________________________________ 1,2,3 Universitas Pancasakti Tegal . Indonesia Diterima Januari Disetujui Januari Direvisi Dipublikasikan Maret Email: sugengaliyshahid@gmail. DOI: _____________________________________ DOI: . Abstract This study aims to analyze and describe the role of Motivational Teachers (GP) in terms of adequate educator knowledge, utilization of facilities and infrastructure, and creation of a learning environment that supports the implementation of elementary school education in the Petarukan subdistrict of Pemalang district. The subjects of this study were several elementary schools, namely SDN 01, 05 Kendalsari. SDN 03 Serang. SDN 01 Panjunan. SDN 10 Petarukan, and SDN 01 Panjunan, which had GP who were divided into two categories, namely graduates of 2023 and 2024. The selection of these subjects was based on considerations of graduation year and the geographical location of Petarukan subdistrict, which stretches from north to south, so that the six elementary schools were selected to represent the two criteria above. The research method used was descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation methods. Analysis of the qualitative data produced the conclusion that GP plays a role in the implementation of elementary school education, particularly in: . adequate knowledge . 50%), . utilization of school facilities and infrastructure . 75%), and a supportive environment . 00%). Keywords: Motivational Teacher, improvement in the quality of education implementation Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan peran Guru Penggerak (GP) terhadap pengetahuan pendidik yang memadai, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung penyelenggaraan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang. Subyek penelitian ini adalah beberapa SD yaitu SDN 01, 05 Kendalsari. SDN 03 Serang. SDN 01 Panjunan. SDN 10 Petarukan, dan SDN 01 Panjunan yang didalmnya terdapat GP yang dibedakan menjadi dua kategori yaitu lulusan tahun 2023 dan 2024. Pemilihan subyek tersebut didasarkan pada pertimbangan tahun lulus dan letak geografis kecamatan Petarukan yang membentang dari arah utara ke selatan sehingga dipilih enam SD tersebut yang dapat merepresentasikan kedua kriteria di atas. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap data kualitatiif menghasilkan simpulan bahwa GP berperan dalam penyelenggaraan pendidikan SD khususnya pada: . pengetahuan yang memadai . ,50%), . pemanfaatan sarana prasarana sekolah . ,75%) dan lingkungan yang mendukung . ,00%). Kata Kunci: Guru Penggerak. Penyelenggaraan Pendidikan PENDAHULUAN Usaha percepatan pemenuhan mutu atau kualitas pendidikan yang dilakukan Kemendikbudristek yaitu dengan diluncurkannya program pendidikan guru penggerak Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 48 | Sugeng Aliy Shahid. Munthoha Nasuha. Suriswo. / Cakrawala 19. (PPGP). Melalui program ini diharapkan terjadinya peningkatan kompetensi guru secara bertahap terhadap guru-guru yang terseleksi dalam PPGP. Hasil PPGP di diharapkan dapat menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan cara: . Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, . Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, . Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, . Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan didalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan . Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah. Hal tersebut diatas sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Lubis, dkk yang menyatakan bahwa peran aktif guru penggerak dalam pemerataan kinerja guru telah aktif dilaksanakan pada sekolah ini dan telah dilaksanakan dalam proses pembelajaran daring maupun luring. Dalam pelaksanaan ini guru harus berperan aktif dan wajib memiliki keahlian dalam ilmu teknologi (IT) (Lubis et al. , 2. dan pada gilirannya dapar mengimbas pada rekan guru lain di sekolah. Peran aktif dari guru penggerak di sekolah mutlak diperlukan sebagai motor penggerak dalam ekosistem Selain itu, dikelas guru penggerak juga berperan menjadi pembimbing dan pelatih bagi guru-guru yang lain. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi, dkk menggambarkan bahwa bahwa kemampuan profesional guru berpengaruh positif terhadap kinerja mengajar guru sebesar 39,9% dan motivasi kerja guru berpengaruh positif terhadap kinerja mengajar guru sebesar 61,7% serta secara bersama-sama kemampuan profesional dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru sebesar 63,7%. Rekomendasi yang diajukan adalah kinerja mengajar guru hendaknya meningkatkan perencanaan pembelajaran dengan baik. Pada sisi profesional guru disarankan mengikuti seminar, pelatihan maupun workshop yang diadakan oleh sekolah. Dalam motivasi kerja, hendaknya guru berusaha untuk selalu menumbuhkan semangat kerjanya di sekolah (Dewi, 2. Terjadinya kesenjangan kompetensi antara guru penggerak dan guru bukan penggerak pada jenjang SD di kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang dikarenakan sebagian kecil guru SD telah mengikuti program pendidikan guru penggerak, sementara sebagian besar guru SD belum mengikuti program pendidikan guru penggerak. Hal ini memicu terjadinya perbedaan dalam kegiatan pembelajaran terhadap peserta didik. Penelitian worldbank terbaru menunjukkan bahwa guru di negara dengan pendapatan rendah-menengah memiliki permasalahan dengan kerampilan pedagogis guru di kelas. Harapan pemerintah melalui program pendidikan guru penggerak yaitu terjadinya penularan budaya positif dalam pembelajaran paradigma baru dari guru penggerak terhadap guru yang bukan penggerak pada jenjang SD. Paradigma baru pembelajaran tersebut telah diajarkan dalam program pendidikan guru penggerak, sementara guru yang belum mengikuti program pendidikan guru penggerak belum memahami secara utuh paradigma baru pembelajaran tersebut. Penularan paradigma baru pembelajaran berupa pembelajaran yang berpusat pada murid, mengakomodasi perbedaan karakteristik individual murid, kompetensi sosial emosional, dan lain sebagainya diharapkan dapat terjadi transformasi dan transfer keterampilan dalam Judul Artikel . iringkas 1 bari. | 49 | pengelolan pembelajaran yang telah didapatkan guru penggerak pada pendidikan guru penggerak kepada guru bukan penggerak pada jenjang SD di kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang. Diharapkan peran guru penggerak dapat memberikan pengaruh positif terhadap rekan guru bukan penggerak di satuan pendidikan masing-masing. Penularan dampak positif dari program guru penggerak tersebut perlu diteliti untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan program guru penggerak dalam tataran praktis pada satuan Melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui seberapa besar peran guru penggerak terhadap peningkatan kualitas penyelenggaran pendidikan SD di wilayah kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Dalam penelitian ini penyelenggaran pendidikan SD yang dimaksud dibatasi pada pengetahuan pendidik yang memadai, pemanfaatan sarana prasarana sekolah, dan lingkungan belajar yang METODE Penelitian ini termasuk dalam kategori jenis penelitian kualitatif. Fenomena yang ada diteliti secara mendalam yang merupakan studi kasus terhadap peran guru penggerak dalam penyelenggaraan pendidikan SD di kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang. Subyek penelitian ini adalah SD yang memiliki Guru Penggerak (GP). yang ada terdiri dari angatan ke-5, 7, 8 yang lulus PPGP pada tahun 2023 dan angkatan ke-9, 10, 11 yang lulus pada tahun 2024. Teknik purposive digunakan untuk tujuan Penetuan subyek penelitian ini didasarkan pada keterwakilan SD di wilayah kecamatan Petarukan yang membentang dari utara ke selatan dan tahun lulus PPGP. Keterwakilan SD meliputi wilayah selatan, tengah, dan timur, sedangkan tahun lulus PPGP yaitu tahun 2023 dan tahun 2024. Berdasar data GP yang ada dianalisis dan kemudian mendapatkan enam SD sebagaimana tabel berikut: Tabel 1. Daftar Subyek Penelitian No. Nama SD Wilayah Tahun Lulus Petarukan SDN 05 Selatan Kendalsari SDN 01 Selatan Kendalsari SDN 03 Serang Tengah SDN 10 Tengah Petarukan SDN 03 Klareyan Utara SDN 01 Panjunan Utara Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode triangulasi pengumpulan data dilakukan untuk kelengkapan dan akurasi data penelitian. Lembar bantu instrumen observasi. Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 50 | Sugeng Aliy Shahid. Munthoha Nasuha. Suriswo. / Cakrawala 19. wawancara, dan dokumentasi yang telah dibuat divalidasi oleh ahli sebelum digunakan. Data yang diperoleh kemudian diambil simpulan dari reduksi dan penampilan data. Teknik analisis deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang menggunakan data kualitatif untuk menjelaskan secara deskriptif suatu kejadian, fenomena, atau keadaan sosial. Teknik ini merupakan gabungan antar teknik analisis data deskriptif dan kualitatif yang memiliki karakteristik bersifat induktif, memiliki obyektivitas tinggi, mengembangkan pola hubungan tertentu, dan berdasar teori tertentu. Data penelitian kualitatif deskriptif dapat disajikan dalam beberapa jenis, antara lain penyajian data dalam bentuk tabel atau distribusi frekuensi dan tabulasi silang . ross ta. , dan visual seperti histogram, poligon, ogive, diagram batang, diagram lingkaran, diagram pastel . ie char. , dan diagram lambang. Terdapat tiga indikator kualitas penyelenggaraan SD dalam penelitian ini, sehingga data yang dikumpulkan juga terbatas pada ketiga hal tersebut di atas. Ketiga indikattor tersebut yaitu: Pengetahuan pendidik yang memadai Pemanfaatan sarana rasarana sekolah Penciptaan lingkungan belajar yang baik Kegiatan wawancara dan dokumentasi dilakukan terhadap kepala SD subyek, sedangkan observasi dilakukan terhadap guru dan peserta didik. Dalam hal ini masing-masing sekolah diambil tiga guru kelas tinggi (IV. VI) dan tiga murid kelas IV. V, dan VI. Berdasar Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan nomor 2626 tentang model kompetensi guru terdapat empat kompetensi guru yaitu kompetensi profesional, pedagogi, sosial, dan kepribadian. Implementasi kompetensi tersbut di atas dijabarkan dalam kegiatan guru pada lembar bantu instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis terhadap data hasil penelitian digunakan untuk mengetahui kecenderungan hasil temuan penelitian, apakah masuk dalam kategori rendah, sedang atau tinggi. Dalam bentuk chart dapat digambarkan alur penelitian pada gambar 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian ini meliputi data hasil observasi, wawancara dan Deskripsi data tersebut disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Observasi Penyelenggaraan Pendidikan di SD yang terdapat GP lulusan tahun 2023 Kategori Keterlaksanaan Indikator Indikator Penyelenggaraan Pendidikan Belum pernah Jarang Sering Selalu Pengetahuan Pendidik yang Memadai Pemanfaatan Sarana Prasarana Penciptaan Lingkungan Belajar yang Mendukung Judul Artikel . iringkas 1 bari. | 51 | Guru Penggerak (GP) jenjang SD Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan SD Peran GP Penyelenggaraan Pengetahuan yang memadai Pemanfaatan Sarpras Lingkungan yang mendukung Observasi. Wawancara. Dokumentasi Gambar 1. Alur Penelitian/Kerangka Berpikir Tabel 3. Hasil Observasi Penyelenggaraan Pendidikan di SD yang terdapat GP lulusan tahun 2024 Kategori Keterlaksanaan Indikator Indikator Penyelenggaraan Pendidikan Belum pernah Jarang Sering Selalu Pengetahuan Pendidik yang Memadai Pemanfaatan Sarana Prasarana Penciptaan Lingkungan Belajar yang Mendukung Dari deskripsi data diatas diperoleh gambaran bahwa guru penggerak berperan dalam penyelenggaraan pendidikan SD di kecamatan Petarukan. Perbedan persentase dalam pengetahuan pendidik yang memadai dan pemanfaatan sarana prasarana di SD yang memiliki GP lulusan tahun 2023 dan 2024 terkait dengan kurun waktu yang berbeda dalam implementasinya. Berdasar data GP yang ada di SD kecamatan Petarukan, sebagian besar GP lulusan tahun 2023 telah diangkat menjadi kepala Hal tersebut dapat berakibat terjadinya penurunan motivasi dalam mengimbaskan kompetensinya kepada guru llain di sekolah tempat bekerja. Namun secara umum penyelenggaraan pendidikan SD yang didalamnya terdapat guru penggerak telah berlangsung sangat baik. Persentase implementasi indikator telah mencapai lebih dari 83% dalam kategori selalu melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pendidikan. Data hasil wawancara yang dilakukan terhadap kepala SD yang di dalamnya terdapat GP sebagaimana dideskripsikan dalam tabel berikut ini. Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 52 | Sugeng Aliy Shahid. Munthoha Nasuha. Suriswo. / Cakrawala 19. Tabel 4. Hasil Wawancara mengenai Penyelenggaraan Pendidikan di SD yang terdapat GP lulusan tahun 2023 Kategori Keterlaksanaan Indikator Indikator Penyelenggaraan Pendidikan Belum pernah Jarang Sering Selalu Pengetahuan Pendidik yang Memadai Pemanfaatan Sarana Prasarana Penciptaan Lingkungan Belajar yang Mendukung Tabel 5. Hasil Wawancara mengenai Penyelenggaraan Pendidikan di SD yang terdapat GP lulusan tahun 2024 Kategori Keterlaksanaan Indikator Indikator Penyelenggaraan Pendidikan Belum pernah Jarang Sering Selalu Pengetahuan Pendidik yang Memadai Pemanfaatan Sarana Prasarana Penciptaan Lingkungan Belajar yang Mendukung Deskripsi data diatas memberi gambaran bahwa guru penggerak berperan dalam penyelenggaraan pendidikan SD di kecamatan Petarukan. Perbedan persentase dalam hal pemanfaatan sarana prasarana di SD yang memiliki GP lulusan tahun 2024 mencapai 100% berarti terjadi pemanfaatan maksimal terhadap sarana dan prasarana Hal tersebut terkait dengan jumlah personal GP di sekolah. GP lulusan tahun 2024 sebagian besar belum menjadi kepala sekolah. Kolaborasi yang baik dari beberapa GP dalam satu sekolah berakibat terjadinya iklim penyelenggraan pendidikan yang sangat baik. Namun secara umum penyelenggaraan pendidikan SD yang didalamnya terdapat guru penggerak telah berlangsung sangat baik. Persentase implementasi indikator penyelenggaraan pendidikan telah mencapai lebih dari 92% dan dalam kategori selalu melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pendidikan. Data dokumentasi SD subyek penelitian ini secara umum memiliki kesamaan, hanya beberapa hal yang mencolok perbedaan antara SD yang satu dengan yang Berikut merupakan deskripsi data dokumentasi tersebut. Tabel 6. Data Dokumentasi SD Subyek Penelitian No. Nama SD Jumlah GP Jumlah Non GP Kepala Sekolah SDN 10 Petarukan 2 orang 12 orang Bukan GP SDN 03 Klareyan 1 orang 7 orang Bukan GP SDN 03 Serang 2 orang 6 orang Bukan GP SDN 01 Panjunan 1 orang 7 orang SDN 01 Kendalsari 1 orang 7 orang SDN 05 Kendalsari 1 orang 7 orang Berdasar deskripsi data di atas dikomparasikan dengan data hasil wawancara dan observasi, sekolah yang memiliki jumlah GP lebih banyak berperan dalam Judul Artikel . iringkas 1 bari. | 53 | penyelenggaraan pendidikan SD lebih besar daripada sekolah yang memiliki jumlah GP Namun sebaliknya SD yang memiliki kepala sekolah bukan GP tidak memberi pengatruh signifikan terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD tersebut. KESIMPULAN Berdasar hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa peran GP dalam penyelenggaraan pendidikan SD di kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang pada subyek penelitian sangat signifikan. Indikator penyelenggaraan pendidikan SD dalam penelitian ini adalah pengetahuan pendidik yang memadai mencapai 85,50%, pemanfaatan sarana prasarana mencapai 91,75%, dan penciptaan lingkungan belajar yang mendukung mencapai 92,00%. Saran untuk peneliti berikutnya yaitu perlu dipersempit bidang kajian dalam indikator penyelengaraan pendidikan sehingga hasil penelitian menjadi lebih spesifik dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA