Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 KREATIVITAS GURU AGAMA KATOLIK DALAM MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG FLEKSIBEL DAN INOVATIF DI SMP NEGERI 1 SEKOLAQ DARAT Kesin*). Donatus Dole. Yohanes Yuda STKPK Bina Insan Samarinda Penulis korepondensi, klokk7791@gmail. donatusdon0106@gmail. yuda88@gamil. Abstract This study aims to describe the creativity of Catholic Religion teachers in realizing flexible and innovative learning at SMP Negeri 1 Sekolaq Darat. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that teachers apply flexibility through language adjustments, simplifying teaching materials, and selecting methods that are appropriate to student characteristics, such as discussions, questions and answers, and reflections. Innovation is shown through the use of simple media such as images, religious videos, and student worksheets that are contextual and thought-provoking. Despite facing various limitations such as minimal technological facilities and a small number of Catholic students, teachers continue to show of a strong commitment and initiative in creating meaningful and valuable learning. These findings confirm that teacher creativity is an important factor in building a religious learning process that is relevant, reflective, and touches students' lives in real terms. Keywords: Catholic religious education. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk manusia seutuhnya, mencakup pengembangan intelektual, emosional, moral, dan spiritual. Dalam konteks pendidikan agama, khususnya Pendidikan Agama Katolik (PAK), proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan teologis, tetapi juga berfungsi sebagai wahana pembentukan karakter dan penanaman nilainilai Kristiani dalam kehidupan siswa. Seiring perkembangan zaman dan tuntutan Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, serta responsif terhadap kebutuhan peserta didik. sinilah peran kreativitas guru menjadi sangat krusial. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Kreativitas guru merupakan kemampuan dalam merancang, mengembangkan, serta menerapkan pendekatan dan strategi pembelajaran yang inovatif serta fleksibel, sesuai dengan karakteristik siswa dan dinamika lingkungan belajar. Fleksibilitas mengacu pada kemampuan guru dalam menyesuaikan proses pembelajaran berdasarkan kesiapan dan kebutuhan siswa, sementara inovasi berkaitan dengan penciptaan cara-cara baru yang efektif dalam mengajar, termasuk pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran. Kedua aspek ini menjadi indikator penting dalam menentukan mutu pembelajaran, terlebih dalam pendidikan agama yang menuntut pendekatan afektif dan reflektif. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran PAK di sekolah negeri masih banyak yang bersifat konvensional dan belum sepenuhnya menampakkan karakter fleksibel dan inovatif. Salah satu contohnya terdapat di SMP Negeri 1 Sekolaq Darat, tempat penelitian ini dilakukan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan bahwa guru PAK berusaha menerapkan kreativitas dalam pembelajaran, baik melalui penyesuaian metode, penyederhanaan materi, hingga penggunaan media visual sederhana. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan teknologi dan jumlah siswa Katolik yang sedikit, guru tetap berupaya untuk menyajikan pembelajaran yang Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan secara lebih mendalam bagaimana kreativitas guru Agama Katolik diwujudkan dalam pembelajaran yang fleksibel dan inovatif di SMP Negeri 1 Sekolaq Darat. Fokus utama dari studi ini mencakup strategi, media, dan pendekatan pembelajaran yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi dalam proses implementasinya. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran PAK yang lebih kontekstual, reflektif, dan inspiratif di masa kini dan masa depan. II. PEMBAHASAN Kajian Teoritis Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Agama Katolik Kreativitas guru memiliki peranan sentral dalam keberhasilan proses Supriadi . menyatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang orisinal dan berguna, baik dalam bentuk gagasan maupun produk nyata. Guru Agama Katolik di SMP Negeri 1 Sekolaq Darat menunjukkan kreativitas melalui penyederhanaan bahasa ajar, adaptasi metode pembelajaran, dan penciptaan suasana kelas yang mendukung keterlibatan siswa. Menurut Munandar . , kreativitas juga merupakan proses penggabungan pengalaman dan informasi yang telah dimiliki menjadi sesuatu Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 yang baru dan bermakna. Dalam praktiknya, guru tidak sekadar mengajar dogma agama, tetapi juga merancang pembelajaran yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Hal ini menjadi penting dalam Pendidikan Agama Katolik karena tujuan pembelajarannya tidak hanya terletak pada pemahaman materi ajaran, tetapi juga pada penghayatan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari (Masinambow & Nasrani, 2. Fleksibilitas dalam Proses Pembelajaran Fleksibilitas dalam pembelajaran merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan proses mengajar dengan situasi dan kondisi siswa. Guru PAK di sekolah ini melakukan fleksibilitas dengan berbagai cara, seperti menyederhanakan materi pelajaran dari buku teks, memberikan penjelasan ulang, serta menuliskan pokok materi di papan tulis agar mudah diingat siswa. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, fleksibilitas bukan hanya pilihan, melainkan tanggung jawab profesional guru (Rahayu dkk. , 2. Hal ini bertujuan agar pembelajaran bersifat diferensiatif dan berpusat pada kebutuhan siswa dapat terwujud. Guru di sekolah ini telah menunjukkan kemampuan untuk mengakomodasi perbedaan karakter, jumlah siswa yang sedikit, serta tingkat pemahaman yang bervariasi, dengan mengubah strategi pengajaran yang semula ceramah menjadi lebih dialogis dan interaktif. Menurut Kurniawan . fleksibilitas dalam pembelajaran juga mencerminkan pendekatan mindful dan humanis. Guru tidak hanya menyampaikan isi pelajaran, tetapi juga memperhatikan kesiapan emosional dan latar belakang peserta didik, termasuk dalam konteks pluralisme keyakinan di sekolah negeri. Inovasi dalam Penggunaan Media dan Metode Inovasi adalah pembaruan dalam praktik pembelajaran yang mencakup metode, strategi, maupun media. Guru PAK di sekolah ini telah mencoba berbagai bentuk inovasi, seperti menggunakan media visual, video rohani, serta metode bermain peran. Meski sarana teknologi terbatas, guru tetap berupaya menciptakan variasi dalam penyampaian materi. Menurut Kristiawan, dkk. , . inovasi pendidikan adalah kemampuan menciptakan atau memperbarui pendekatan pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Sementara itu. Asmani . menekankan bahwa pembelajaran inovatif harus melibatkan siswa secara aktif dan mendorong mereka berpikir kritis. Dalam konteks PAK, inovasi dapat memperdalam pemaknaan iman karena siswa dilibatkan secara emosional dan intelektual dalam memahami nilai-nilai Injil. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Inovasi yang dilakukan guru bukan hanya soal alat, melainkan soal pendekatan yang menyentuh dan relevan. Misalnya, penggunaan lembar kerja peserta didik yang berisi pertanyaan reflektif dan gambar kontekstual memungkinkan siswa mengaitkan pelajaran agama dengan pengalaman pribadi. Hal ini sesuai dengan pandangan Razilu . bahwa media pembelajaran harus mampu menstimulus daya pikir dan empati siswa, terutama dalam mata pelajaran bernilai moral dan spiritual. Tantangan dalam Implementasi Kreativitas Penerapan kreativitas dalam pembelajaran tidak lepas dari berbagai Beberapa tantangan utama yang dihadapi guru antara lain keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya budaya belajar aktif siswa, serta jumlah peserta didik Katolik yang minim di tiap kelas. Kondisi ini membatasi ruang gerak guru untuk mengembangkan pendekatan kolaboratif atau pemanfaatan media digital secara maksimal. Menurut Hertina, dkk. , . keterbatasan infrastruktur dan sumber daya sering kali menjadi kendala utama dalam penerapan pembelajaran inovatif, terutama di wilayah pinggiran. Namun demikian, guru yang memiliki komitmen dan daya cipta tetap mampu berinovasi dengan sumber yang tersedia. Dalam hal ini, guru PAK berusaha menyesuaikan strategi meski dalam keterbatasan, seperti mengandalkan komunikasi verbal, diskusi kelompok kecil, dan tugas tertulis Dari sudut pandang Asmani . guru yang kreatif adalah mereka yang mampu melihat tantangan sebagai peluang untuk menyesuaikan pembelajaran dengan realitas kelas. Ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan dari sekolah maupun Gereja agar kreativitas guru dapat dikembangkan secara optimal. Implikasi Kreativitas terhadap Pembelajaran Agama Katolik Kreativitas guru memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran PAK. Guru yang mampu mengajar secara fleksibel dan inovatif cenderung menciptakan kelas yang menyenangkan, mendorong siswa berpikir kritis, serta membantu mereka menginternalisasi nilai-nilai iman secara personal. Suasana belajar yang hangat dan interaktif membuat siswa merasa dihargai, sehingga mendorong keterlibatan mereka secara lebih mendalam. Dalam konteks pendidikan karakter, guru berfungsi bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai role model yang mempraktikkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari (Mulyasa, 2. Oleh sebab itu, pengembangan kreativitas guru menjadi kebutuhan strategis dalam menyukseskan visi pendidikan agama yang transformatif dan bermakna. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kreativitas guru Agama Katolik dalam mewujudkan pembelajaran yang fleksibel dan inovatif di SMP Negeri 1 Sekolaq Darat. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi makna, pemahaman, dan praktik guru secara mendalam melalui proses yang alamiah dan kontekstual. Penelitian ini dilakukan selama lima bulan, yaitu dari bulan Desember 2024 sampai dengan bulan April 2025, bertempat di SMP Negeri 1 Sekolaq Darat yang terletak di Kecamatan Sekolaq Darat. Kabupaten Kutai Barat. Kalimantan Timur. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru Agama Katolik sebagai informan utama dan enam orang siswa Katolik dari kelas VII sampai dengan IX sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara semi terstruktur untuk mengeksplorasi pengalaman dan perspektif guru dan siswa, observasi langsung di kelas untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran secara faktual, dan studi dokumentasi modul ajar, media pembelajaran, dan data pendukung lainnya. Seluruh data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi empat tahap, yaitu: . pengumpulan data dari proses wawancara, bservasi, dam dokumentasi. reduksi data, dengan memilah dan menyederhanakan data relevan sesuai fokus penelitian. penyajian data, di buat dalam bentu narasi deskriptif. penarikan kesimpulan, ditulis berdasarkan pola dan makna yang muncul dari data yang dianalisis. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, yaitu dengan membandingkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memastikan konsistensi informasi dan memperkuat keabsahan temuan, sehingga hasil penelitian menjadi lebih akurat dan reliabel. Hasil Penelitian dan Diskusi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru Agama Katolik di SMP Negeri 1 Sekolaq Darat tampak dalam dua dimensi utama, yaitu penerapan fleksibilitas dalam pembelajaran dan pengembangan inovasi dalam media serta metode mengajar. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dikaitkan dengan teori-teori pendidikan dan pembelajaran inovatif. Kreativitas guru PAK terlihat dalam dua dimensi utama yakni fleksibilitas dan inovasi. Guru menyederhanakan bahasa dalam buku ajar, menjelaskan ulang dengan bahasa komunikatif, serta menuliskan materi di papan tulis agar mudah dipahami siswa. Ketika siswa tampak bingung, guru mengulang penjelasan tanpa menunjukkan ketidaksabaran. Dalam wawancara dengan guru Pendidikan Agama Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Katolik, menyatakan. Ausaya menyederhanakan materi karena siswa sulit memahami istilah-istilah dalam buku pelajaranAy. Metode yang digunakan meliputi diskusi, tanya jawab, dan refleksi. Observasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan antusias saat diterapkan metode diskusi dan bermain peran. Fleksibilitas guru juga tampak dalam pendekatan personal pada kelas dengan jumlah siswa Katolik yang sedikit. Inovasi dilakukan dengan memanfaatkan gambar, menonton video rohani, dan mengerjakan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan reflektif. Guru tetap berusaha menciptakan pembelajaran bermakna meski fasilitas terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan teknologi canggih, tetapi ketulusan dan strategi yang membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa. Namun, hasil penelitian juga mengungkap adanya tantangan dalam penerapan kreativitas secara maksimal. Guru menghadapi hambatan seperti minimnya sarana teknologi . isalnya proyektor atau koneksi interne. , serta jumlah siswa Katolik yang terbatas sehingga pendekatan berbasis kelompok sulit Selain itu, beberapa siswa memiliki kecenderungan belajar yang pasif, sehingga guru perlu melakukan upaya ekstra untuk membangkitkan partisipasi Observasi menunjukkan bahwa dalam beberapa sesi, guru tetap harus memandu diskusi secara intensif karena siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran aktif. Secara teoritis, tantangan-tantangan ini menggambarkan realitas pendidikan di wilayah dengan keterbatasan fasilitas. Menurut Hertina, dkk. keterbatasan infrastruktur menjadi faktor penghambat utama dalam implementasi pembelajaran inovatif, terutama di daerah pinggiran. Namun, kreativitas guru tetap dapat muncul sebagai kekuatan transformasional yang mengatasi hambatan tersebut. Dalam konteks ini, peneliti melihat bahwa guru PAK tetap memiliki inisiatif tinggi dan semangat untuk memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa. Melalui dokumentasi yang dianalisis, seperti modul ajar dan bahan Lembar Kerja Peserta Didik yang digunakan guru, tampak bahwa guru berusaha menyusun materi pembelajaran yang komunikatif, mengandung pertanyaan reflektif, dan mendorong pemahaman iman yang kontekstual. Hal ini sangat penting dalam pembelajaran agama, karena seperti yang dijelaskan oleh (Masinambow & Nasrani, 2. , pembelajaran PAK harus mampu menghubungkan ajaran iman dengan realitas kehidupan siswa. Pandangan peneliti terhadap temuan ini adalah kreativitas guru memang sangat berperan dalam menjembatani kesenjangan antara idealitas kurikulum dan realitas di kelas. Guru yang kreatif tidak hanya bergantung pada instruksi kurikulum, tetapi juga membangun pembelajaran yang manusiawi, relevan, dan adaptif terhadap dinamika siswa. Dalam konteks SMP Negeri 1 Sekolaq Darat. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 guru PAK telah berusaha membangun proses belajar yang berpusat pada siswa meskipun berada dalam berbagai keterbatasan. Namun, peneliti juga melihat perlunya penguatan dukungan kelembagaan, baik dari pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun lembaga gereja. Pelatihan bagi guru, penyediaan sarana teknologi sederhana, serta pengembangan komunitas belajar antarguru PAK dapat menjadi langkah konkrit untuk mendukung peningkatan kreativitas secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan orang tua dan komunitas gereja dalam proses pembelajaran agama dapat memperkuat nilai-nilai keimanan yang ditanamkan di dalam kelas. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya menggambarkan praktik pembelajaran yang sedang berlangsung, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. Dalam pembelajaran PAK, kreativitas bukan hanya sebagai keterampilan tambahan, tetapi merupakan landasan untuk membentuk generasi yang beriman, berpikir kritis, dan mampu menghayati nilai-nilai Kristiani dalam kehidupannya. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan di SMP Negeri 1 Sekolaq Darat dapat disimpulkan bahwa kreativitas guru Agama Katolik dalam mewujudkan pembelajaran yang fleksibel dan inovatif tercermin dari upaya penyesuaian metode, bahasa, dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa serta penggunaan media pembelajaran yang relevan namun Guru berperan aktif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif, adaptif, dan berbasis iman Kristiani, meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana teknologi dan jumlah siswa Katolik yang sedikit, tetapi guru tetap berusaha untuk bertumbuh dan berkembang. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa kreativitas guru tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk menghidupkan nilai-nilai iman dalam kehidupan siswa secara nyata dan Dengan demikian, kreativitas guru menjadi faktor kunci dalam menciptakan pendidikan agama yang bermakna dan transformatif. Saran Secara teoritis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman bahwa kreativitas guru ditentukan oleh sikap reflektif dan kemampuan adaptif dalam mengelola keterbatasan. Penelitian ini memperkaya teori pembelajaran agama yang transformatif. Secara praktis, guru dapat menggunakan media sederhana, pendekatan personal, dan lembar kerja peserta didik reflektif. Sekolah dan lembaga Gereja perlu menyediakan pelatihan Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 pedagogi dan sarana penunjang pembelajaran yang relevan. Hasil penelitian ini juga dapat mendorong kolaborasi dengan orang tua dan komunitas Gereja dalam mendukung pendidikan iman. DAFTAR PUSTAKA