Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS GANGGUAN ANSIETAS PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA (CEPHALO PELVIC DISPROPOTION) MATERNITY NURSING CARE ANXIETY DISORDERS IN PREGNANT WOMEN WITH PRIMIGRAVIDA (CEPHALOC PELVIC DISPROPOTION) Achmad Sairul Mardliyaini1. Novela Eka Candra Dewi2 1,2, Prodi Profesi Ners Keperawatan. Fakultas Kesehatan. Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. email: ahmadsairul62@gmail. ABSTRAK Pendahuluan : Chepalo Pelvic Disproportion (CPD) atau disproporsi fotopelvik adalah menggambarkan ketidaksesuaian antara ukuran janin dan ukuran pelvis, ukuran pelvis tertentu tidak cukup besar untuk mengakomodasi keluarnya janin melalui pelvis sampai terjadi kelahiran pervagina. Awal pasien akan mengalami CPD yaitu kurang luasnya panggul ibu dalam mengeluarkan bayi ataupun bayi tersebut berukuran terlalu besar sehingga menyulitkan pengeluaran janin. Terapi relaksasi sangat penting untuk menurunkan ansietas, karena ansietas pada kasus ini berhubungan dengan kekhawatiran ibu hamil pertama yang akan dilakukan operasi. Terapi relaksasi non farmakologi yang efektif sesuai hasil penelitian adalah terapi relaksasi Slow Deep Breathing . elaksasi nafas dala. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui terapi relaskasi Slow Deep Breathing dalam menurunkan ansietas / kecemasan. Metode Penelitian : Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah dua pasien ibu hamil primigrvida dengan kasus Cephalo Pelvic Dispropotion yang mengalami Hasil Penelitian : studi kasus ini menunjukan setelah dilakukan terapi relaksasi Slow Deep Breathing ansietas mengalami penurunan dengan didapatkan verbalisasi khawatir menurun, perilaku gelisah menurun, perilaku tegang menurun, tekanan darah membaik, tremor menurun, pola tidur membaik. Didapatkan hasil terapi relaksasi Slow Deep Breathing dapat menurunkan ansietas pada pasien ibu hamil primigravida yang mengalami Kesimpulan : Melihat dari hasil studi kasus ini, maka penerapan asuhan keperawatan yang tepat dalam menangani masalah Ansietas pada ibu hamil primigravida kasus Cephalo Pelvic Disporopotion salah satunya dengan terapi relaksasi Slow Deep Breathing. Kata Kunci : ibu hamil primigravida, ansietas. Cephalo Pelvic Disporopotion, terapi relaksasi Slow Deep Breathing. ABSTRACT Introduction : Cepalo Pelvic Disproportion (CPD) or photopelvic disproportion is describing a discrepancy between the size of the fetus and the size of the pelvis, a certain pelvic size is not large enough to accommodate the expulsion of the fetus through the pelvis until vaginal delivery occurs. Initially, the patient will experience CPD, which is the lack of width of the mother's pelvis in removing the baby or the baby is too large, making it difficult to expel the fetus. Relaxation therapy is very important to reduce anxiety, because anxiety in this case is related to the concern of the first pregnant woman who will have surgery. The effective non-pharmacological relaxation therapy according to the research results is Slow Deep Breathing relaxation therapy . eep breathing relaxatio. This case study aims to determine Slow Deep Breathing relaxation therapy in reducing anxiety / anxiety. Research Methods : This case study uses a descriptive design with a nursing care approach. The subjects of the case study were two primigravid pregnant women with cases of Cephalo 123 Copyright A 2022. JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW Pelvic Disproportion who experienced anxiety. Results : This case study shows that after Slow Deep Breathing relaxation therapy, anxiety has decreased with decreased worry verbalization, decreased anxiety behavior, decreased tense behavior, improved blood pressure, decreased tremor, improved sleep patterns. The results of Slow Deep Breathing relaxation therapy can reduce anxiety in primigravida pregnant women who experience Conclusion : Looking at the results of this case study, the application of appropriate nursing care in dealing with anxiety problems in primigravida pregnant women in the case of Cephalo Pelvic Disporopotion is one of them with Slow Deep Breathing relaxation therapy. Keywords : primigravida pregnant women, anxiety. Cephalo Pelvic Disporopotion. Slow Deep Breathing relaxation therapy. PENDAHULUAN Kehamilan didefenisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum serta dilanjutkan dengan midasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga bayi lahir, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional . ntan, 2. Kelancaran persalinan tergantung pada 3 faktor AuPAy utama yaitu kekuatan ibu . , keadaan jalan lahir . dan keadaan janin . Dengan adanya keseimbangan antara faktorfaktor AuPAy tersebut, persalinan normal diharapkan dapat berlangsung. Bila ada gangguan pada satu atau lebih faktor AuPAy ini dapat terjadi kesulitan atau gangguan pada jalannya persalinan yang disebut dengan distosia (Mochtar R. , 2. Secara global, data di negara-negara berkembang menunjukkan bahwa penyebab utama kematian ibu hamil karena partus macet adalah cephalopelvic disproportion. Komplikasi yang ditemukan berupa trauma jalan lahir, perdarahan postpartum, dan infeksi (Dr. Evani, 2. Banyak pasien yang mengalami distosia terlambat memutuskan untuk ke fasilitas kesehatan atau terlambat mencapai fasilitas kesehatan yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Deteksi awal CPD pada ibu hamil penting dilakukan terutama di daerah perifer agar pasien tersebut dapat mencapai fasilitas kesehatan sebelum proses persalinan dimulai (Dr. Evani, 2. CPD mengakibatkan ibu melakukan persalinan saectio caesarea di karenakan pinggul dan bayi tidak ada kecocokan dan bayi tidak mampu melewati panggul karena panggul yang sempit tersebut, sedangkan akibat saectio caesarea itu sendiri bisa terjadi pada ibu dan bayi, efek samping pada ibu Antara lain beberapa hari pertama pasca persalinan akan menimbulkan rasa nyari yang hebat pada daerah insisi, disebabkan oleh robeknya jaringan pada dinding perut dan dinding uterus yang kadarnya berbeda-beda pada setiap ibu (Salawati, 2. Sedangkan pada bayi dapat terjadi depresi 124 Copyright A 2022. JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW pernafasan akibat obat anastesi dan hipoksia akibat sindrom hipotensi terlentang (Mochtar. Cephalopelvic disproportion dapat ditemukan pada 1-3% ibu primigravida. Pada ibu hamil multigravida. CPD dapat terjadi jika ukuran janin lebih besar, terjadi malpresentasi janin, atau spondilolistesis yang dapat mengurangi diameter anteroposterior panggul (Dr. Evani, 2. Penelitian di Rumah Sakit Universitas Jimma Ethiopia tahun 2010, melaporkan bahwa penyebab partus macet yang paling banyak adalah CPD yakni 121 kasus . ,6%). Sebuah penelitian di Nigeria menunjukkan bahwa CPD merupakan penyebab partus macet tertinggi . ,37%). Angka prevalensi CPD yang tinggi ditemukan pada populasi nulipara dan usia remaja. CPD merupakan indikasi yang paling sering ditemukan pada persalinan sectio caesarea (SC) terutama pada nulipara (Dr. Evani, 2. Belum dapat ditemukan data prevalensi CPD di Indonesia. Penelitian di RSUD Liun Kandage Tahuna Sulawesi Utara tahun 2013 dengan sampel 330 ibu hamil ditemukan bahwa telah dilakukan SC pada 167 ibu, dan 28 ibu . ,76%) di antaranya adalah dengan indikasi CPD. Penelitian lain di RS Islam YAKKSI Sragen melaporkan peningkatan jumlah pasien yang dilakukan SC dengan indikasi CPD memiliki persentase 36,7% (Dr. Evani, 2. Menurut Riskesdas Ansietas dapat dilakukan dengan terapi farmakologis antara lain adalah benzodiazepin, buspiron. SSRI (Selective serotonin re uptake Ae inhibito. dan menggunakan non farmakologi. Terapi relaksasi secara non farmakologi salah satunya yaitu dengan Slow deep Breathing. Ada beberapa teknik terapi relaksasi yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan kecemasan yaitu terapi Deep slow breathig . elaksasi nafas dala. , terapi musik, terapi relaksasi otot progresif, terapi aromaterapi. kali ini menggunakan Slow Deep Breathing (Riskesdas, 2. Slow Deep Breathing adalah relaksasi yang dilakukan untuk mengatur pernapasan secara dalam dengan lambat. Slow Deep Breathing merupakan metode bernapas yang frekuensi napasnya kurang atau sama dengan 10 kali per menit dengan fase ekshalasi yang panjang. Slow Deep Breathing berpengaruh terhadap modulasi sistem kardiovaskular yang akan meningkatkan fluktuasi dari intervensi frekuensi napas yang berdampak pada peningkatan efektifitas barorefleks serta dapat berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah (NIPA, 2. Slow Deep Breathing merupakan teknik pernapasan yang berfungsi meningkatkan relaksasi, yang dapat menurunkan tingkat kecemasan. Terapi relaksasi Slow Deep Breathing adalah suatu bentuk asuhan keperawatan berupa teknik bernapas secara dalam, lambat, dan rileks,yang memberikan relaksasi. (Nusantoro, 2. 125 Copyright A 2022. JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW Berdasarkan data yang telah diuraikan diatas, maka dapat dibuat suatu Rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimanakah asuhan keperawatan maternitas gangguan ansietas pada ibu hamil primigravida . ephaloc pelvic dispropotio. TINJAUAN PUSTAKA Kehamilan merupakan suatu proses alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, jika telah mengalami menstruasi dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang organ reproduksinya sehat, sangat besar kemungkinannya terjadi kehamilan. Apabila kehamilan direncanakan, akan memberi rasa bahagia dan penuh harapan, tetapi disisi lain diperlukan kemampuan bagi wanita untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama kehamilan, baik perubahan yang bersifat fisiologis maupun (Nusantoro, 2. Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender Jadi, dapat disimpulkan bahwa kehamilan adalah bertemunya sel telur dan sperma di dalam atau diluar rahim dan berakhir dengan keluarnya bayi dan plasenta melalui jalan lahir (Nusantoro, 2. Menurut (Varney, 2. Chepalo Pelvic Disproportion (CPD) atau disproporsi fotopelvik adalah menggambarkan ketidaksesuaian antara ukuran janin dan ukuran pelvis, ukuran pelvis tertentu tidak cukup besar untuk mengakomodasi keluarnya janin melalui pelvis sampai terjadi kelahiran pervagina. akiya, 2. Chepalo Pelvic Disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin yang dapat melahirkan secara Sebab-sebab cephalo pelvic dispropotion menurut . akiya, 2. yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi 2 faktor sebagai berikut :1. Faktor Ibu : A. Kelainan karena gangguan pertumbuhan contoh : Panggul sempit seluruh. Panggul picak . Panggul sempit picak . Panggul corong. Panggul belah. Kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya : Panggul rachitis. Panggul osteomalacci. Radang articulatio Kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang : Kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong. Sciliose didaerah tulang panggung 126 Copyright A 2022. JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW menyebabkan panggul sempit miring. Kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah : Coxitis, luxatio, atrofia. Faktor Janin : A. Janin yang lebih besar. Hidrocephalus Kelainan letak janin. Diagnosa CPD Menurut (PPNI, 2. : a. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik b. Defisiensi volume cairan berhubungan dengan komplikasi perdarahan c. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan tindakan pembedahan (SC) d. Resiko infeksi berhubungan dengan luka insisi pembedahan e. Ansietas berhubungan dengan kekhawatiran mengalami kegagalan. Ansietas adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respons otonom . umber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individ. , ansietas merupakan perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang memperingatkan individu akan adanya bahaya dan memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman (Herdman T. , 2. GAMBARAN KASUS Berdasarkan data pengkajian menunjukkan bahwa pada partisipan 1 Ny N, beralamat di jawet kenongo 4/2 porong sidoarjo, berusia 28 tahun, mengalami kehamilan anak pertama dengan keluhan keluar lendir darah di kemaluan sejak jam 06. 00 30/07/2022 pasien terdiagnosa G1P0000 38/39 minggu JTH PE LHCPD. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bahwa keadaan umum cukup. GCS 4-5-6, partisipan merintih, mengeluh keluar lendir darah di kemaluan. Tanda-tanda vital : TD 147/87 mmhg. Nadi 76 x/menit. S 36,7oC. RR 19x/menit. Berat Badan 66 kg. Tinggi Badan 145 cm . TFU 29cm. DJJ: 155x/menit. HIS 2x/menit. VT 1cm, eff 25%, presentasi kepala dan memiliki riwayat hipertensi sebelum Partisipan 2 Ny R, desa porong kulon rt 03/04 porong sidoarjo, berusia 27 tahun mengalami kehamilan anak pertama dengan keluhan keluar lendir dari kemaluan sejak jam 30 01/08/2022 paien terdiagnosa G1P0000 34/35Miggu JTH PE KPP LHCPD Obesitas Grd i. pada pemeriksaan fisik didapatkan bahwa keadaan umum cukup. GCS 45-6, partisipan merintih, mengeluh keluar lendir dari kemaluan. Tanda-tanda vital TD 152/89. Nadi 87x/menit. Suhu 36,8oC. RR 19x/menit, berat badan 80 kg, tinggi badan 140 cm. TFU 32cm. DJJ 148x/menit. HIS jarang. VT 1cm, eff 25%, presentasi kepala dan memiliki riwayat penyakit hipertensi dan obesitas. PELAKSANAAN INTERVENSI KEPERAWATAN 127 Copyright A 2022. JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW Jumlah pasien yang diambil pasien berjumlah 2 orang yaitu pada Ny. N dan Ny. dengan ibu hamil primigravida kasus cephalovic dispropotion dengan masalah keperawatan proses pelaksanaan intervensi menggunakan terapi relaksasi Slow Deep Breathing terhadap penurunan ansietas pada kasus cephalovic dispropotion dengan operasi sc. Proses pelaksanaan intervensi ada dibagian implementasi. Waktu pelaksanaan intervensi yaitu pada bulan agustus - juli 2022 dalam kurun waktu 3 hari setiap partisipan. Hasil pelaksanaan intervensi ada dibagian evaluasi. Menurut (NIPA, 2. Slow Deep Breathing adalah relaksasi yang dilakukan untuk mengatur pernapasan secara dalam dengan lambat. Slow Deep Breathing merupakan metode bernapas yang frekuensi napasnya kurang atau sama dengan 10 kali per menit dengan fase ekshalasi yang panjang. Slow Deep Breathing berpengaruh terhadap modulasi sistem kardiovaskular yang akan meningkatkan fluktuasi dari intervensi frekuensi napas yang berdampak pada peningkatan efektifitas barorefleks serta dapat berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah. PEMBAHASAN Menurut opini peneliti, menyimpulkan bahwa hasil pengkajian pada partisipan 1 dan 2 menunjukkan bahwa kedua partisipan mengalami masalah keperawatan ansietas dikarenakan kekhawatiran mengalami kegagalan operasi ditandai dengan merasa khawatir akibat kondisi yang dihadapi, tampak gelisah. Perbedaan hasil pengkajian yaitu faktor usia, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit yang dialami, dan pemeriksaan fisik pada daerah genetalia, dimana partisipan 1 berusia 28 tahun yang mengeluhkan keluar dari kemaluan. DJJ 155x/menit pasien kontraksi atau his sering dengan diagnosa G1P0000 38/39 mgg JTH PE LHCPD, memiliki riwayat penyakit dahulu hipertensi. Partisipan 2 berusia 27 tahun yang mengeluhkan keluar lendir pada daerah kemaluan. DJJ 148x/menit pasien kontraksi atau his jarang dengan diagnosa G1P0000 34/35 mgg JTH KPP PE LHCPD Obesitas Gi, memiliki riwayat penyakit hipertensi dan obesitas. Menurut (PPNI, 2. Ansietas merupakan Kondisi emosi dan pengalaman subjektif terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yg memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman. Terdapat 4 tanda dan gejala mayor yaitu merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, tampak tegang, tampak gelisah, sulit tidur. dan terdapat 2 tanda dan gejala minor yaitu tekanan darah meningkat, tremor. 128 Copyright A 2022. JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW Menurut (Riskesdas, 2. Ansietas dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan menggunakan non farmakologi. Secara non farmakologi ada beberapa teknik terapi relaksasi yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan kecemasan yaitu terapi Slow Deep Breathing . elaksasi nafas dala. , terapi musik, terapi relaksasi otot progresif, terapi aromaterapi. Terapi relaksasi secara non farmakologi salah satunya yaitu dengan Slow Deep Breathing. Sebelum melakukan terapi Slow Deep Breathing . elaksasi nafas dala. , responden diciptakan lingkungan yang tenang terlebih dahulu, setelah itu responden usahakan tetap rileks dan tenang, melalui hitungan 1,2,3. menarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara, perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merilekskan pikiran, anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali, menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut secara perlahan-lahan, pada saat menarik nafas usahakan untuk tenang berpikir positif bayi dan ibu akan selamat. prosedur hingga cemas terasa berkurang, ulangi sampai 5 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 1 kali, kemudian dilakukan evaluasi dengan menanyakan kecemasan pasien. menurut opini peneliti intervensi keperawatan dengan kondisi pasien ansietas yang sudah diberikan ke 2 partisipan sudah tepat dan diharapkan dapat mencapai kriteria hasil yaitu kecemasan menurun. Disamping itu kolaborasi dengan tim medis lainnya juga dapat menunjang proses kecemasan menurun. Implementasi keperawatan pada partisipan 1 & 2 sudah diberikan sesuai dengan intervensi yang ada. yang membedakan hanya pemberian terapi medis partisipan 1 : infus Wida RD, cefotaxime, nifedipine, metildopa. Mgso4 20%. Mgso4 40%, ketorolac, asam mefanamat dan terapi relaksasi slow deep breathing. pada partisipan 2 : infus Wida RD, cefotaxime, ketorolac, petidin, vit c, asam mefanamat. SF, amlodipine dan terapi relaksasi slow deep breathing. Menurut opini peneliti, resep dokter yang diberikan untuk partisipan 1& 2 sudah tepat yang dapat mengganti cairan yang hilang dalam tubuh, menurunkan tekanan darah, mencegah kejang, mengobati nyeri, mencegah infkesi, penambah darah, mengobati luka, vitamin dan menurunkan kecemasan. Dari evaluasi keperawatan selama 3 hari, dapat disimpulkan partisipan 1 dan 2 masalah keperawatan Ansietas sudah teratasi ditandai dengan kecemasan menurun dikarenakan ibu dan bayi lahir selamat. Menurut opini peneliti, evaluasi keperawatan partisipan 1 dan 2 mengalami kemajuan yang signifikan, serta menunjukkan hasil sesuai dengan kriteria hasil. 129 Copyright A 2022. JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 Jurnal Keperawatan Malang Volume 7. No 2, 2022 Availabel Online at https://jurnal. id/index. php/JPW KESIMPULAN Pengkajian dari dua partisipan diadapatkan dalam pengkajian pasien mengeluhkan kekhawatiran dikarenakan dia pada hamil yang pertama ini dilakukannya operasi sectio caessarea dikarena pasien menderita cephalo pelvic dispropotion. Diagnosa dari dua partispan tersebut sama sama terdapat diagnosa ansietas (D. d kekhawatiran mengalami kegagalan dengan 4 tanda mayor : merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, tampak gelisah, tampak tegang, sulit tidur dan didapatkan 2 tanda minor : tekanan darah meningkat, tremor. Perencanaan keperawatan dengan mengatasi ansietas (D. menggunakan terapi non farmakologi terapi relaksasi Slow Deep Breathing . elaksasi nafas dala. Implementasi keperawatan dari dua partisipan didapatkan intervensi untuk ansietas dapat diatasi dengan terapi relaksasi Slow Deep Breathing dilakukan selama masing masing 3 hari. Evaluasi keperawatan pada hasil didapatkan ansietas menurun dibuktikan dengan kecemasan menurun, gelisah menurun, tegang menurun, tekanan darah membaik, sulit tidur membaik. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor Bidang Akademik Universitas Nurul jadid. Ketua Prodi Profesi Keperawatan Universitas Nurul Jadid dan RSUD Sidoarjo sebagai tempat penelitian. Serta pembimbing, penguji dan teman sejawat yang telah memberikan motivasi dan doa hingga terselesainya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA