Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 PEMANFAATAN SOLAR DARI HASIL SANTAN KELAPA UNTUK BAHAN BAKAR MESIN DIESEL Dwi Arnoldi. Ivan Davala . Kms. Fadhli Al Makky . Teknik Mesin. Politeknik Negeri Sriwijaya Email : darnoldipolsri@gmail. com, mivandavala131@gmail. fadhli14@gmail. ABSTRACT The use of cooking oil in Indonesia is increasing day by day and the production of palm oil raw materials is decreasing which causes the price of palm oil to rise. The manufacture of cooking oil and diesel from coconut milk is expected to be a solution in overcoming the decline in palm oil. The purpose of this study was to determine the manufacturing process and quality of cooking oil and diesel from coconut milk. This research uses quantitative methods, while the materials used are coconut milk, catalyst, methanol and caustic soda. The research process, where coconut milk is put into a furnace, then heated from 30oC to 100oC for about 45 minutes, then the coconut milk turns into cooking oil and galendo. The cooking oil is put into the furnace, then heated and alternately input the catalyst, methanol and caustic soda until it runs out, from a temperature of 30oC to 100oC for about 50 minutes. After that let stand for 24 hours, then the cooking oil was turned into diesel and residue. The diesel was tested for its characteristics, burned, and started the 1 cylinder diesel engine. As a result, the diesel passed the testing stage. Keywords : coconut milk, cooking oil, diesel PENDAHULUAN Semakin hari pemakaian minyak goreng di Indonesia semakin meningkat. Di sisi lain, produksi bahan baku berupa kelapa sawit semakin hari semakin menurun yang menyebabkan harga dari kelapa sawit itu sendiri naik begitu pesat. Pada 19 Januari 2022, pemerintah menetapkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng, yaitu Rp14. 000 per Berlaku di pasar modern dan pasar tradisional, diatur dalam Permendag No. 3/2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan untuk Kebutuhan Masyarakat dalam kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Indonesia memproduksi 17,13 juta ton kelapa pada 2019. Berdasarkan laporan World Atlas, produksi kelapa di Indonesia tersebut menjadi yang terbesar di dunia. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kelapa dari Indonesia mencapai 1,53 juta ton atau US$ 819,26 juta hingga kuartal i-2020. Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor kelapa Indonesia, antara lain Amerika Serikat. Belanda. Korea Selatan. Tiongkok. Jepang. Singapura. Filipina, dan Malaysia. Sebagian besar kelapa Indonesia diproduksi dalam bentuk kopra dan produk turunan lainnya. Adapun daerah penghasil utama kelapa di tanah air antara lain Riau. Jambi. Sulawesi Utara. Jawa Barat. Jawa Timur, dan Maluku Utara. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Data hasil penelitian ini nantinya akan dibandingkan dengan minyak kelapa sawit maupun penelitian minyak goreng dari bahan baku berbeda lainnya guna mengetahui mana kualitas minyak goreng yang lebih baik dan cocok untuk diproduksi di masa Pembuatan minyak goreng dan solar dari santan kelapa ini sendiri diharapkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng kelapa sawit serta menjadi produk yang memiliki kualitas lebih baik dari minyak goreng pada penelitian yang pernah dilakukan orang lain sebelumnya. IDENTIFIKASI MASALAH Adapun identifikasi masalah dapat ditinjau sebagai berikut. Bagaimana proses pembuatan minyak goreng dan solar dari santan kelapa? Bagaimana kualitas antara minyak goreng dan solar dari santan kelapa? Bagaimana kandungan zat yang terdapat dalam minyak goreng dan solar dari santan kelapa? METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan peralatan peralatan seperti kompor gas, tabung gas, regulator, panci presto, batang pengaduk, gelas kimia, toples kaca, timbangan, saringan stainless steel, temperatur digital, hidrometer, pressure gauge, corong, dan sarung tangan, sedangkan bahan yang digunakan santan kelapa murni, katalis berupa metanol dan soda api. Tahapan Penelitian Tahap ini meliputi studi literatur, persiapan alat, dan bahan yang diperlukan. Pada tahap pelaksanaan penelitian terdiri dari 2 tahap mulai dari pembuatan minyak goreng kemudian diikuti dengan pembuatan solar. Adapun tahapan dalam pembuatannya sebagai Minyak Goreng A Masukkan santan kelapa ke dalam panci presto. A Santan kelapa dipanaskan pada suhu 100oC menggunakan kompor gas selama kurang lebih 1 jam. A Selama proses pemanasan, santan kelapa diaduk secara terus menerus. A Diamkan selama beberapa menit dan akan terjadi pemisahan fase zat antara minyak goreng dengan glondo. mpas kelap. yang berwarna kecoklatan. A Pisahkan glondo dan minyak goreng dengan menggunakan saringan. A Minyak goreng yang dihasilkan kemudian dilakukan analisa kandungan. Solar A Siapkan 300 ml minyak goreng, 90 ml metanol, 2 gr NaOH. A Panaskan minyak goreng pada suhu 55oC dan masukkan setetes demi setetes katalis . kedalam minyak goreng tersebut sambil diaduk hingga merata selama kurang lebih 60 menit. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Setelah proses pemanasan, masukkan campuran kedalam toples kaca dan diamkan selama 24 jam dan campuran akan terbagi menjadi 2 fase yaitu metilester . dan residu. Kemudian pisahkan kedua larutan tersebut menggunakan corong pisah sampai dihasilkan solar. Solar yang dihasilkan kemudian dilakukan analisa kandungan. Analisa Kandungan Minyak Goreng dan Solar Pengujian kadar air minyak goreng : % Kadar Air = . co1 ycu yc. co2 ycu yc. co0 ycu yc. Keterangan : m1 = massa sampel massa cawan sebelum dikeringkan m2 = massa sampel massa cawan setelah dikeringkan m0 = massa sampel Pengujian asam lemak bebas (FFA) minyak goreng : % FFA = ycO yaycEaycaycuycuyco ycu ycA yaycEaycaycuycuyco ycu yaAycA ycAycnycuycycayco ycAycaycycyca ycycaycoycyyceyco ycu 1000 ycu 100% Keterangan : V KOH = volume larutan KOH yang dibutuhkan dalam titrasi . L) Berat sampel = massa sampel minyak . BM minyak = berat molekul minyak . Pengujian asam lemak bebas (FFA) solar : ycA ycu ycO ycu 32 Kadar FFA (%) = ycO ycu 1000 ycu 100% Keterangan : N = konsentrasi NaOH (N) V = volume NaOH terpakai . W = massa sampel minyak goreng 32 = masa relatif metanol Luaran dan Indikator Capaian Luaran dan indikator capaian dari penelitian ini adalah mendapatkan presentase FFA (%) minyak goreng dan solar serta kadar air dari minyak goreng yang dihasilkan. Kemudian data tersebut akan dibandingkan dengan data penelitian yang sudah ada Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Penafsiran Data Data yang diperoleh dari penelitian ini kemudian dianalisis dengan analisa perbandingan data dengan penelitian yang sudah ada lainnya untuk mendapatkan hasil terbaik dari beberapa perlakuan yang telah dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengambilan data merupakan tahap yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil dari pengujian yang telah dibuat. Berikut hasil pengujian yang penulis catat sekaligus data-data yang telah di buat. Hasil Pengujian Santan Kelapa Menjadi Minyak Goreng. Santan kelapa : 20 Liter Temperatur awal : 30oC Temperatur akhir : 100oC Waktu yang dibutuhkan : 45 menit No. Tabel 1. Data Pada Pengujian Minyak Goreng Waktu Suhu (AC) Keterangan (Meni. Start 40 o C Diaduk 60 o C 65 o C 75 o C Mulai adanya uap panas 80 o C Diaduk terus 85 o C 90 o C Sudah mulai terlihat galendo dan minyak goreng Diaduk Terus 100 o C Minyak Goreng Hasil Matikan api untuk pengecilan suhu dan pengambilan minyak goreng 5 Liter Galendo 6,6 Kg Hilang Akibat Penguapan 8,4 Kg Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Gambar 1. Grafik Kenaikan Suhu Minyak Goreng Santan kelapa sebanyak 20 liter di masukan semua ke dalam tungku, kemudian nyalakan api untuk memanaskannya. Pada suhu 30oC Proses start awal mulai pemanasan dan terus di aduk menggunakan pengaduk kayu. Saat suhu naik mencapai 75 oC mulai adanya penguapan di dalam tungku dan pada saat suhu mencapai 85 oC sudah mulai terlihat galendo dan minyak goreng. Setelah suhu mencapai 100oC sekitar 45 menit, santan kelapa tadi sudah berubah total menjadi minyak goreng dan galendo. Kemudian matikan api nya untuk pengecilan suhu dan pengambilan minyak goreng dan galendo. Gambar 2. Minyak Goreng Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Gambar 3. Galendo Hasil Pengujian Santan Kelapa Menjadi Minyak Goreng. Minyak Goreng : 5 Liter Katalis : 1 Liter Metanol : 5 Liter Soda Api : 1 Kg Temperatur awal : 30oC Temperatur akhir : 100oC Waktu yang dibutuhkan :50 menit No. Waktu (Meni. Tabel 2. Data Pada Pengujian Solar Suhu (AC) Keterangan Start 40 o C Diaduk 55 o C 65 o C Masukan sedikit demi sedikit katalis, metanol dan soda api secara bergantian sampai habis Diaduk Terus 75 o C Mulai adanya uap panas 80 o C Sudah mulai terlihat perubahan menjadi solar 85 o C 90 o C 100 o C Hasil Solar Matikan api untuk pengecilan suhu dan pengambilan solar 3 Liter Residu 0,8 Kg Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Gambar 4. Grafik Kenaikan Suhu Solar Minyak Goreng sebanyak 5 liter di masukan semua ke dalam tungku, kemudian nyalakan api untuk memanaskannya. Pada suhu 30oC Proses start awal mulai pemanasan dan terus di aduk menggunakan pengaduk kayu. Saat suhu naik mencapai 55oC Masukan sedikit demi sedikit katalis, metanol dan soda api secara bergantian sampai habis. Pada saat suhu mencapai 75oC mulai adanya penguapan di dalam tungku dan pada saat suhu mencapai 80oC sudah mulai terlihat solar. Setelah suhu mencapai 100 oC sekitar 50 menit, minyak goreng serta campuran katalis, metanol, dan soda api tadi sudah berubah total menjadi solar. Kemudian matikan api nya untuk pengecilan suhu dan pengambilan solar. Setelah solar di ambil, diam kan selama 24 jam untuk memisahkan solar dan residu. Setelah 24 jam, nanti akan terlihat solar dan residunya. Gambar 5. Solar Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Gambar 6. Residu 1 Pembahasan Hasil Pengujian Karakteristik Bahan Bakar Solar Pengujian karakteristik yang terdapat pada bahan bakar Solar dilaksanakan di laboratorium Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya. Pembahasan Hasil data pengujian karakteristik bahan bakar Solar hasil dari santan kelapa dengan Dexlite dan Biosolar dari pertamina, dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. 3 Karaktersitik Bahan Bakar Nilai Jenis Bahan Bakar Densitas Viscositas . g/m. Titik Nyala (AC) Solar Pertamina Dex 6,059 2,0-4,5 Biosolar 2,0-5,0 Dari tabel tersebut diperoleh bahwa nilai densitas dari solar hasil dari santan kelapa sebesar 890 Kg/m3, memenuhi standar dan melebihi dari Dexlite dan Biosolar. viscositas solar dari hasil santan kelapa mencapai 6,059 cSt, memenuhi standar dan melebihi viscositas dari Dexlite dan biosolar, untuk titik nyala solar hasil dari santan kelapa memiliki titik nyala sebesar 57oC, memenuhi standar dan melebihi Dexlite dan Dari hasil berikut dapat disimpulkan bahwa solar dari hasil santan kelapa tersebut dapat di kategorikan mendekati Dexlite dan biosolar dari pertamina. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 190-199 Solar dari hasil santan kelapa ini juga di uji coba dengan cara di bakar dan di uji coba dalam menghidupkan mesin diesel 1 silinder yang berdaya 7,5 HP. Setelah di uji coba, solar dari hasil santan kelapa tersebut bisa terbakar dan juga bisa menghidupkan mesin diesel 1 silinder yang berdaya 7,5 HP tersebut. Dari hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan solar tersebut bisa digunakan dan lolos uji coba Gambar 7. Uji Coba Pembakaran Gambar 8. Uji Coba Mesin Diesel 1 Silinder KESIMPULAN Santan Kelapa bisa dimanfaatkan menjadi minyak goreng dan bisa menjadi bahan bakar solar yang sangat bermanfaat Pengujian mencapai suhu 100AC untuk mengkonversi santan kelapa menjadi minyak goreng, serta minyak goreng menjadi bahan bakar solar. Solar dari hasil santan kelapa tersebut dapat di kategorikan mendekati Dexlite dan biosolar dari pertamina. DAFTAR PUSTAKA