Ganesha Civic Education Journal Volume 8. Number 1. April 2026, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index IMPLEMENTASI PROGRAM ONE MAN ONE RESEARCH SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI BALI MANDARA Ni Nyoman Rita Tresnayani 1 *. I Nengah Suastika2. Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami3. 1,2,3 Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 28 Januari 2026 Accepted 8 April 2026 Available online 16 April 2026 Rendahnya motivasi belajar siswa, khususnya dalam kegiatan penelitian ilmiah, menjadi salah satu permasalahan yang masih ditemukan dalam dunia Pendidikan. Kondisi ini menuntut adanya program sekolah yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta menumbuhkan budaya Kata Kunci: akademik yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar One Man One Research. Motivasi filosofis dan sosiologis Program One Man One Research, mendeskripsikan Belajar. Penelitian Ilmiah. Program penerapannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, serta Sekolah. SMA Negeri Bali Mandara menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMA Keywords: Negeri Bali Mandara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif One Man Research. Learning kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara. Motivation. Scientific Research. dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis School Program. SMA Negeri Bali Mandara interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, dokumentasi, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program One Man One Research telah diterapkan secra sistematis dan berkelanjutan sebagai program unggulan sekolah. Program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui keterlibatan aktif dalam proses penelitian, penguatan tanggung jawab akademik, serta peningkatan kemandirian dan kepercayaan diri siswa. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi komitmen sekolah, peran guru pembimbing, dan fasilitas yang memadai, sedangkan faktor penghambat mencangkup keterbatasan pemahaman awal siswa, kecenderungan menunda pekerjaan, serta kondisi psikologis siswa berasrama. Dengan demikian. Program One Man One Research berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri Bali Mandara. ABSTRACT Low student learning motivation, particularly in scientific research activities, remains a significant challenge in secondary education. This condition highlights the need for school programs that actively engage students and foster a strong academic research culture. This study aims to examine the philosophical and sociological foundations of the One Man One Research program, describe its implementation in improving studentsAo learning motivation, and analyze the supporting and inhibiting factors in its implementation at SMA Negeri Bali Mandara. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive analysis model consisting of data collection, data reduction, documentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the One Man One Research program has been implemented systematically and sustainably as a flagship school program. The program contributes positively to enhancing studentsAo learning motivation by promoting active involvement in research activities, strengthening academic responsibility, and developing studentsAo independence and self-confidence. Supporting factors include strong school commitment, the role of research supervisors, and adequate facilities, while inhibiting factors involve students limited initial understanding of scientific research, tendencies to procrastinate, and psychological challenges related to the boarding school Therefore, the One Man One Research program plays a significant role in improving studentsAo learning motivation at SMA Negeri Bali Mandara. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2026 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: rita@student. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2026, pp. Pendahuluan Pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berperan penting dalam membentuk manusia yang mampu berpikir kritis, mandiri, serta bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi. Proses pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan menjadi sarana utama dalam menyiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terus berkembang (Suastika, 2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh signifikan terhadap sistem pendidikan, sehingga menuntut pembaruan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna (Miasari, 2. Sejalan dengan hal tersebut. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab sebagai warga negara. Dalam konteks pendidikan menengah, kualitas pendidikan menjadi perhatian utama karena sangat menentukan mutu lulusan yang dihasilkan. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari proses pembelajaran, sumber daya manusia, serta lingkungan belajar yang mendukung (Goetsch & Davis dalam Raharjo, 2. Kualitas pendidikan bersifat dinamis dan mencakup kepuasan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Ishikawa . alam Raharjo, 2. menegaskan bahwa kualitas tidak hanya terbatas pada produk, tetapi juga mencakup kualitas manusia, proses, dan sistem organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus diarahkan pada pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif dan mendorong pengembangan potensi secara optimal. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, kurikulum, dan tata kelola pendidikan. Namun demikian, tantangan seperti ketimpangan sumber daya, variasi kompetensi guru, serta lemahnya motivasi belajar peserta didik masih menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Salah satu permasalahan yang masih banyak ditemukan dalam dunia pendidikan adalah rendahnya motivasi belajar peserta didik. Motivasi belajar memiliki peran penting sebagai pendorong utama dalam menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Setiap peserta didik memiliki tingkat motivasi yang berbeda, sehingga berdampak pada variasi hasil belajar yang dicapai (Rohman, 2. Motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal yang menggerakkan siswa untuk melakukan aktivitas belajar secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan (Sunarti, 2. Menurunnya motivasi belajar dapat berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kecenderungan menunda tugas, hingga munculnya perilaku mencari jalan pintas seperti penggunaan jasa joki tugas. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang belum sepenuhnya melibatkan siswa secara aktif dapat melemahkan motivasi belajar mereka (Said, 2. SMA Negeri Bali Mandara sebagai sekolah menengah atas berasrama yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi Bali memiliki komitmen kuat dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan ekonomi. Sekolah ini menerapkan berbagai program unggulan untuk membentuk karakter, kemandirian, dan prestasi akademik siswa. Salah satu program unggulan tersebut adalah Program One Man One Research, yaitu program yang mewajibkan setiap peserta didik memiliki minimal satu penelitian sebagai syarat kelulusan. Program ini dirancang untuk menumbuhkan budaya meneliti, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta mendorong kemandirian dan tanggung jawab akademik peserta didik (Miftah, 2. Melalui program ini, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima materi, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam proses pencarian dan pengembangan pengetahuan. Akan tetapi, berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri Bali Mandara, masih ditemukan sebagian peserta didik yang menunjukkan motivasi belajar yang rendah dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Beberapa siswa kelas XI menunjukkan kebingungan dalam memahami konsep penelitian dan cenderung menunda penyelesaian tugas penelitian. Faktor lain yang memengaruhi kondisi tersebut adalah lingkungan sekolah berasrama yang menuntut adaptasi psikologis, seperti rasa rindu terhadap keluarga . serta keterbatasan interaksi dengan orang tua. Kondisi ini berpotensi menghambat kesiapan siswa dalam memenuhi tuntutan akademik dan persyaratan kelulusan. Selain itu, penggunaan teknologi yang tidak tepat juga dapat memengaruhi penurunan motivasi belajar serta kreativitas peserta didik (Asna, 2025. Abidin et , 2020 dalam Febriyanthi, 2. Berdasarkan kesenjangan antara kondisi ideal dan kenyataan di lapangan, diperlukan suatu program yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta meningkatkan motivasi belajar, khususnya dalam bidang penelitian ilmiah. Program One Man One Research dipandang sebagai solusi strategis karena menempatkan siswa sebagai subjek utama pembelajaran melalui kegiatan penelitian yang berkelanjutan. Program ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya, menumbuhkan rasa GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2026, pp. percaya diri, serta membangun budaya akademik yang kuat. Keberhasilan program ini juga tercermin dari prestasi siswa SMA Negeri Bali Mandara dalam berbagai kompetisi penelitian nasional seperti OPSI dan FIKSI yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional . Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian implementasi Program One Man One Research dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah menengah atas berasrama negeri. Penelitian tentang motivasi belajar telah banyak dilakukan, namun kajian yang secara khusus menelaah kewajiban penelitian individual sebagai strategi peningkatan motivasi belajar di sekolah berasrama negeri masih terbatas. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas motivasi belajar secara umum, penelitian ini secara khusus menelaah peran program penelitian wajib sebagai strategi penguatan motivasi belajar dan budaya akademik siswa. Penelitian ini juga mengkaji faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program dalam konteks sekolah berasrama, sehingga memberikan gambaran empiris yang lebih kontekstual. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara, menganalisis peran program tersebut dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya sebagai dasar perumusan rekomendasi pengembangan program penelitian di sekolah menengah atas. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam makna, proses, serta dinamika sosial yang terjadi dalam pelaksanaan Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara. Creswell . menyatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang diberikan individu atau kelompok terhadap suatu permasalahan sosial melalui penyajian data yang rinci, sistematis, dan kontekstual. Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara objektif fenomena, peristiwa, atau kejadian yang sedang berlangsung tanpa memberikan perlakuan atau manipulasi terhadap subjek penelitian (Rukajat, 2. Dengan demikian, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan Program One Man One Research, perannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Data dalam penelitian kualitatif berupa kata-kata, tindakan, serta dokumen yang relevan dengan fokus penelitian. Sugiyono . menjelaskan bahwa penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap fakta, karakteristik, dan hubungan antargejala yang diteliti secara Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan meliputi: . dasar filosofis dan sosiologis Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara, . penerapan Program One Man One Research dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, serta . faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara. Subjek penelitian merupakan pihak-pihak yang terlibat langsung dan memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Program One Man One Research. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak didasarkan pada peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Jenis non probability sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Dengan teknik ini, subjek penelitian dipilih secara selektif karena dianggap memiliki informasi yang relevan dan mendalam terkait permasalahan yang diteliti. Subjek penelitian terdiri atas: . Ketua Dewan Riset Sekolah sebagai informan utama yang memberikan informasi awal mengenai perencanaan dan pelaksanaan Program One Man One Research, . Kepala Sekolah sebagai informan yang memberikan data terkait dasar filosofis dan sosiologis penerapan program, . Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum yang memberikan informasi mengenai keterkaitan program dengan kurikulum sekolah, serta . siswa kelas XI SMA Negeri Bali Mandara sebagai subjek penelitian yang telah melaksanakan Program One Man One Research dan mengalami secara langsung dampaknya terhadap motivasi belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan Program One Man One Research serta keterlibatan siswa dalam kegiatan penelitian ilmiah. Melalui observasi. Ni Nyoman Rita Tresnayani / Penerapan Program One Man One Research Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMAN Bali Mandara Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2026, pp. peneliti memperoleh gambaran nyata mengenai proses pelaksanaan program dan perilaku belajar siswa. Teknik wawancara digunakan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai pandangan, pengalaman, serta persepsi informan terhadap pelaksanaan Program One Man One Research. Wawancara yang dilakukan bersifat semiterstruktur, sehingga peneliti memiliki pedoman pertanyaan namun tetap memberikan ruang untuk pengembangan pertanyaan sesuai dengan respons informan. Selanjutnya, teknik dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penelitian melalui pengumpulan dokumen berupa program sekolah, panduan penelitian, arsip kegiatan, serta dokumentasi prestasi siswa yang berkaitan dengan Program One Man One Research. Ketiga teknik pengumpulan data tersebut digunakan secara terpadu untuk memperoleh data yang komprehensif dan mendalam. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman, yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis data dilakukan secara berkelanjutan sejak pengumpulan data berlangsung. Tahap reduksi data dilakukan dengan menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan data yang relevan dengan fokus penelitian. Data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk uraian naratif yang sistematis dan terstruktur agar memudahkan peneliti dalam memahami pola dan hubungan antar data. Tahap akhir adalah penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan merangkum temuan penelitian berdasarkan hasil analisis data secara menyeluruh. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai informan, sedangkan triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Apabila data yang diperoleh menunjukkan konsistensi dan kesesuaian, maka temuan penelitian dinyatakan valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil dan Pembahasan Dasar Filosofis Dan Sosiologis Adanya Program One Man One Research (Satu Orang Satu Penelitia. Di SMA Negeri Bali Mandara Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program One Man One Research (Satu Orang Satu Penelitia. di SMA Negeri Bali Mandara berlandaskan pada filosofi pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Program ini berangkat dari pandangan bahwa setiap siswa memiliki potensi intelektual dan daya pikir kritis yang perlu dikembangkan melalui pengalaman belajar yang autentik, salah satunya melalui kegiatan penelitian ilmiah. Filosofi ini sejalan dengan paradigma student-centered learning yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui proses eksplorasi, inkuiri, dan refleksi. Secara filosofis. Program One Man One Research merepresentasikan upaya sekolah dalam membentuk insan pembelajar sepanjang hayat . ifelong learne. Penelitian dipandang tidak hanya sebagai aktivitas akademik, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter ilmiah, seperti kejujuran, tanggung jawab, ketekunan, dan kemandirian. Temuan ini sejalan dengan pandangan Dewey yang menegaskan bahwa belajar akan lebih bermakna apabila peserta didik terlibat langsung dalam proses pemecahan masalah nyata melalui pengalaman belajar yang Dengan demikian, penelitian menjadi medium pedagogis yang memungkinkan siswa mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara utuh. Dari sisi sosiologis. Program One Man One Research dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan dunia pendidikan modern yang menuntut lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif. SMA Negeri Bali Mandara sebagai sekolah berasrama dengan latar belakang siswa yang beragam memandang penelitian sebagai wahana untuk membangun budaya akademik yang inklusif dan produktif. Program ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kolaboratif antara siswa dan guru, sekaligus membentuk ekosistem sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dasar filosofis dan sosiologis Program One Man One Research dipahami secara konsisten oleh pimpinan sekolah dan pengelola program sebagai bagian dari visi sekolah dalam mencetak lulusan yang berdaya saing dan berkarakter. Hal ini memperkuat pandangan GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2026, pp. bahwa program tersebut bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan manifestasi nilai-nilai pendidikan yang diinternalisasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Penerapan Program One Man One Research (Satu Orang Satu Penelitia. Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SMA Negeri Bali Mandara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari pengenalan konsep penelitian, penentuan topik, penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga penyusunan laporan dan presentasi hasil. Setiap siswa diwajibkan menghasilkan satu karya penelitian sebagai syarat kelulusan, sehingga penelitian menjadi bagian integral dari proses pendidikan, bukan aktivitas tambahan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penerapan program ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Siswa menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam proses pembelajaran, terutama ketika mereka diberikan kebebasan untuk memilih topik penelitian sesuai dengan minat dan ketertarikan pribadi. Kebebasan ini mendorong munculnya motivasi intrinsik, di mana siswa belajar bukan semata-mata karena tuntutan akademik, tetapi karena dorongan untuk memahami dan memecahkan permasalahan yang mereka anggap relevan. Selain itu, proses pendampingan oleh guru pembimbing berperan penting dalam menjaga keberlanjutan motivasi belajar siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai evaluator, tetapi sebagai fasilitator dan mitra diskusi akademik. Interaksi yang intensif antara siswa dan guru menciptakan suasana belajar yang suportif, sehingga siswa merasa dihargai dan percaya diri dalam mengemukakan Temuan ini sejalan dengan teori motivasi belajar yang menyatakan bahwa dukungan sosial dan umpan balik positif merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri peserta didik. Penerapan Program One Man One Research juga mendorong berkembangnya kemandirian belajar siswa. Siswa dituntut untuk mengelola waktu, mencari sumber belajar, serta menyelesaikan permasalahan penelitian secara mandiri. Proses ini melatih tanggung jawab akademik dan ketekunan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap sikap belajar siswa secara umum. Dengan demikian, peningkatan motivasi belajar yang terjadi tidak bersifat sementara, melainkan terinternalisasi dalam kebiasaan belajar siswa Faktor Pendukung Dan Penghambat Pelaksanaan Program One Man One Research (Satu Orang Satu Penelitia. Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SMA Negeri Bali Mandara. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya sejumlah faktor pendukung yang berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara. Faktor utama yang mendukung adalah komitmen kuat dari pihak sekolah, khususnya pimpinan dan guru, dalam menjadikan penelitian sebagai budaya akademik sekolah. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan sekolah, pengalokasian waktu khusus untuk kegiatan penelitian, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti perpustakaan, akses sumber belajar, dan pendampingan intensif oleh guru pembimbing. Peran guru pembimbing menjadi faktor pendukung yang krusial. Guru tidak hanya membimbing secara teknis, tetapi juga memberikan motivasi dan penguatan psikologis kepada siswa. Hubungan yang terbangun antara guru dan siswa menciptakan rasa aman dan kepercayaan, sehingga siswa lebih berani menghadapi tantangan dalam proses penelitian. Selain itu, sistem sekolah berasrama turut mendukung keberlanjutan program karena memungkinkan pengawasan dan pendampingan dilakukan secara lebih intensif. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan Program One Man One Research. Hambatan utama berasal dari keterbatasan pemahaman awal siswa terhadap konsep dan metodologi penelitian ilmiah. Sebagian siswa mengalami kesulitan pada tahap awal, terutama dalam merumuskan masalah dan menentukan metode penelitian. Selain itu, kecenderungan menunda pekerjaan . rokrastinasi akademi. menjadi kendala yang cukup dominan, terutama ketika siswa dihadapkan pada beban tugas akademik lainnya. Faktor psikologis siswa berasrama juga menjadi tantangan tersendiri. Tekanan akademik, kelelahan, serta adaptasi terhadap kehidupan asrama dapat memengaruhi kestabilan motivasi belajar siswa. Kondisi ini menuntut strategi pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis siswa. Meskipun Ni Nyoman Rita Tresnayani / Penerapan Program One Man One Research Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMAN Bali Mandara Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2026, pp. demikian, hambatan-hambatan tersebut cenderung bersifat situasional dan dapat diminimalkan melalui pendampingan yang konsisten serta penguatan motivasi secara berkelanjutan. Simpulan dan saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Program ini berangkat dari filosofi pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif pembelajaran dan menekankan pentingnya pengalaman belajar autentik melalui kegiatan Secara filosofis dan sosiologis, program ini merefleksikan upaya sekolah dalam membangun budaya akademik yang kuat serta membentuk peserta didik sebagai pembelajar mandiri yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab. Implementasi Program One Man One Research terbukti memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Kewajiban setiap siswa untuk menghasilkan satu karya penelitian sebagai syarat kelulusan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Kebebasan dalam menentukan topik penelitian sesuai minat dan ketertarikan siswa mampu menumbuhkan motivasi intrinsik, rasa ingin tahu, serta semangat belajar yang berkelanjutan. Proses pendampingan yang dilakukan oleh guru pembimbing turut memperkuat motivasi belajar siswa, karena guru berperan tidak hanya sebagai evaluator, tetapi juga sebagai fasilitator dan mitra akademik dalam proses penelitian. Selain meningkatkan motivasi belajar. Program One Man One Research juga berkontribusi dalam membentuk kemandirian belajar, tanggung jawab akademik, serta sikap ilmiah siswa. Melalui tahapan penelitian yang harus dilalui secara mandiri dan bertahap, siswa dilatih untuk mengelola waktu, mencari sumber belajar, memecahkan masalah, serta mempertanggungjawabkan hasil karyanya secara akademik. Meskipun dalam pelaksanaannya masih ditemukan hambatan, seperti keterbatasan pemahaman awal siswa terhadap metodologi penelitian dan kecenderungan prokrastinasi akademik, hambatan tersebut bersifat situasional dan dapat diminimalkan melalui pendampingan yang konsisten dan penguatan motivasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Program One Man One Research di SMA Negeri Bali Mandara merupakan strategi pembelajaran berbasis penelitian yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan membangun karakter akademik siswa. Program ini relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk peserta didik yang mandiri, kritis, dan berdaya saing. Berdasarkan simpulan tersebut, beberapa saran dapat disampaikan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini. Bagi peserta didik, disarankan agar mengikuti seluruh rangkaian Program One Man One Research dengan komitmen dan kesadaran penuh, serta menjadikan kegiatan penelitian sebagai sarana pengembangan diri, bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan. Peserta didik diharapkan mampu menginternalisasikan sikap ilmiah, kemandirian belajar, dan tanggung jawab akademik yang diperoleh selama proses penelitian ke dalam kegiatan belajar sehari-hari. Bagi guru pembimbing, disarankan untuk terus mengoptimalkan peran sebagai fasilitator dan pendamping akademik dengan memberikan bimbingan yang terstruktur, umpan balik yang konstruktif, serta penguatan motivasi belajar siswa. Guru juga diharapkan mampu menyesuaikan strategi pendampingan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, khususnya bagi siswa yang masih mengalami kesulitan pada tahap awal penelitian. Bagi pihak sekolah, disarankan untuk mempertahankan dan mengembangkan Program One Man One Research sebagai bagian dari budaya akademik sekolah. Dukungan sekolah perlu diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten, pengelolaan waktu yang fleksibel, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan penelitian. Sekolah juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara guru, pengelola program, dan lingkungan asrama guna menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis penelitian yang kondusif dan berkelanjutan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas subjek dan lokasi penelitian agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan secara lebih luas. Penelitian lanjutan juga dapat mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur secara lebih komprehensif dampak Program One Man One Research terhadap motivasi belajar, prestasi akademik, serta pembentukan karakter siswa. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2026, pp. Daftar Rujukan Asna. Amaliah. Lestari. , & Annadzira. Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Siswa. Reflection: Islamic Education Journal, 2. , 103-111 Goetsch. Davis D L. Davis. Stanley B. Quality Management. Instroduction Total Quality Management for Production. Processing, and Service. Fift Edition. Pearson. Prentice Hall. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Penerbit Alfabeta. Miasari. Indar. Purwoto. Salsabila. Amalia. , & Romli. Teknologi pendidikan sebagai jembatan reformasi pembelajaran di Indonesia lebih maju. Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi, 2. , 53-61. Suastika. Implementasi Kurikulum 2013 (Idealisme dan Tantangan Membangun Kualitas Pendidika. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10. , 291Ae300. Retrieved https://ejournal. id/index. php/JJPP/article/view/46959 Miftah Arief. Dina Hermina. Nuril Huda. Teori Habit Perspektif Psikologi dan Pendidikan Islam. RiAoayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan 7. , 63-69. Rohman. , & Karimah. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI. Jurnal At-Taqaddum, 10. , 95-108. Said. Kurangnya motivasi belajar matematika selama pembelajaran daring di MAN 2 Kebumen. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik, 2. , 7-11 Smanbara Editor . Oktober . Alat Pendeteksi Sapi Birahi dan Paving dari Limbah Ampas The Raih Medali pada OPSI 2017. Ay smanbalimandara. Diakses dari Alat Pendeteksi Sapi Birahi dan Paving dari Limbah Ampas Teh Raih Medali pada OPSI 2017 Ae SMAN Bali Mandara Ni Nyoman Rita Tresnayani / Penerapan Program One Man One Research Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMAN Bali Mandara