Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Indeks Kondisi dan Stress On Stress Kerang Hijau (Perna viridi. sebagai Biomarker Sederhana Pencemaran Logam Cd di Pesisir Kabupaten Pangkep (Condition Index and Stress On Stress of Green Mussels (Perna viridi. as Simple Biomarkers for Cd Metal Pollution on the Coast of Pangkep Regenc. Arnold Kabangnga1*. Nursyahran2. Andi Ugi Asminingrum3. Ika Eviyanti Ugraha3 Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perairan. Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Program Studi Budidaya Perairan. Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Program Studi Ilmu Kelautan. Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa *Corresponding author: arnold@itbm. ABSTRACT Environmental biomonitoring serves as an early detection system for the presence of hazardous pollutant exposure, based on the biological responses of organisms, and provides an overview of environmental impacts on these organisms. The aim of this study was to assess the condition index in relation to the bioavailability index of metal content in green mussels (Perna viridi. and their stress on stress (SoS) This research was conducted from July to August 2023. Green mussels were collected from two different locations: Maccini Baji waters, with a total of 100 specimens, and Mandalle waters, also with 100 specimens, with an average shell length of 4. 9Ae6. 1 cm. The mussels were then exposed under nonsubmersed conditions at room temperature. For the determination of the Condition Index (CI) and the bioavailability index of the mussels, morphometric measurements were conducted, including shell length, height, width, internal shell volume, and dry weight. The cadmium (C. content in the muscle tissue was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results indicated that the SOS response of mussels from Maccini Baji waters was higher, with a Cd content of 0. 16 AAg/g, compared to the SOS response of mussels from Mandalle waters, which was lower with a Cd content of 0. 15 AAg/g. The correlation between the Condition Index (CI) and the Bioavailability Index of Metal Content in Mussels (BIMCM) from both locations showed a positive and strong correlation, indicating that the waters of Maccini Baji and Mandalle could be categorized as within tolerance limits or mildly polluted. Keywords: Biomarker. Condition index. Green mussel. Stress on stress ABSTRAK Biomonitoring lingkungan sebagai bentuk deteksi dini adanya paparan polutan berbahaya yang didasarkan pada respons biologis organisme dan menjadi gambaran tentang dampak lingkungan terhadap organisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks kondisi terhadap bioavailability index . ndeks ketersediaan hayat. kandungan logam kerang dan stress on stress (SoS) kerang hijau (Perna viridi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Kerang hijau dikumpulkan dari dua lokasi berbeda yaitu: Perairan Maccini Baji sebanyak 100 ekor dan Perairan Mandalle sebanyak 100 ekor dengan rata-rata ukuran panjang 4,9 Ae 6,1 cm. Selanjutnya dilakukan pemaparan kerang tanpa media air pada kondisi suhu ruang. Untuk keperluan penentuan Indeks Kondisi (IK) dan indeks ketersediaan hayati kerang dilakukan pengukuran morfometri yaitu panjang, tinggi, lebar, volume internal cangkang dan bobot Analisis kandungan logam kadmium di dalam daging kerang menggunakan Atomic Absortion Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan SOS kerang yang berasal dari perairan Maccini Baji lebih tinggi dengan kandungan logam Cd 0,16 AAg/g dibandingkan SOS kerang dari perairan Mandalle yang lebih rendah dengan logam Cd 0,15 AAg/g. Korelasi antara indeks kondisi (IK) dan Indeks Bioavailabilitas Logam Kerang (IBLK) dari dua lokasi menunjukkan korelasi positif dan kuat sehingga perairan Maccini Baji dan Mandalle dapat dikategorikan dalam batas toleransi atau tercemar ringan. Kata Kunci: Biomarker. Indeks kondisi. Kerang hijau. Stress on stress AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Kabangnga et al. | Seminar Nasional PKP I . : 198 Ae 205 Pendahuluan berkelanjutan akan menghasilkan data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memvalidasi data biomarker sederhana. Selanjutnya data biomarker sederhana dapat digabungkan dengan data lingkungan yang lain untuk menghasilkan suatu kebijakan dalam menata suatu ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi indeks kondisi terhadap bioavailability index . ndeks ketersediaan hayat. kandungan logam kerang dan stress on stress kerang hijau (Perna viridi. Aktivitas antropogenik manusia dalam upaya pemenuhan segala kebutuhan senantiasa menghadirkan dua sisi yang berbeda yaitu pemenuhan kebutuhan ekonomi dan degradasi Sejatinya aktivitas tersebut berada dalam koridor beriringan yang disebut sebagai Degradasi khususnya lingkungan perairan akibat kualitas air dan keanekaragaman hayati, yang pada akhirnya berdampak pada keseimbangan ekosistem dan kesehatan manusia pada tingkatan akhir . , . Dampak lingkungan akibat kegiatan antropogenik memerlukan perhatian dan perlindungan ekosistem dalam koridor pembangunan berkelanjutan. Pemantauan lingkungan selama ini masih didominasi teknik yang mengandalkan pendekatan klasik berbasis pada informasi konsentrasi bahanbahan kimia yang ada di lingkungan hal ini tidak memberikan informasi efek yang ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia atau stresor lingkungan secara langsung. Biomonitoring mengevaluasi kesehatan lingkungan dan memantau dampak bahan pencemar atau perubahan ekosistem melalui pengukuran respons biologis pada organisme. Salah satu metode yang populer dalam biomonitoring adalah penggunaan biomarker sederhana. Biomarker sederhana adalah alat yang efektif untuk mengukur dampak polutan atau perubahan kondisi lingkungan pada organisme . Beberapa penelitian telah menunjukkan bagaimana biomarker sederhana digunakan untuk memantau kesehatan ekosistem. Penggunaan biomarker dalam ikan telah terbukti efektif untuk mendeteksi stres akibat polusi logam berat di perairan . , . Selain itu, studi tentang kerang juga menunjukkan bagaimana indeks kondisi (IK) dapat digunakan untuk menilai dampak pencemaran pada kesehatan organisme akuatik . , . Penggunaan biomarker sederhana baik di laboratorium maupun di lapangan secara Metode Penelitian Materi Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: digital caliper untuk pengukuran morfometri kerang hijau. Pisau bedah untuk Timbangan Ohaus ,0. penimbangan kerang, cool box untuk wadah sampel kerang. Bahan yang digunakan yaitu kerang hijau (Perna viridi. sebagai sampel, alumnium foil, dan plastik sampel. Prosedur Penelitian Pengambilan Sampel Kerang (Perna dikumpulkan dari perairan Desa Maccini Baji dan Desa Mandalle Kabupaten Pangkep. Sampel Kerang yang telah dikumpulkan, kemudian dimasukkan ke dalam dengan cool Sampel dibawa ke laboratorium tanpa diberikan air sebagai media hidup . erang hijau dapat hidup di udara lebih dari 24 ja. Penyiapan Sampel Sampel diseleksi sebanyak 100 ekor dari tiap lokasi sesuai ukuran yang dibutuhkan dan dibersihkan dari organisme pengotor. Parameter morfometri seperti bobot, panjang, tinggi dan lebar cangkang diukur. Bobot ditimbang dengan timbangan dengan tingkat ketelitian 0,01 g. Panjang, tinggi dan lebar diukur dengan kaliper digital dengan standar terkecil 1 mm. Daging dan cangkang ditimbang bobot basahnya secara terpisah sebelum dibungkus dengan foil aluminium. Setelah itu daging dan cangkang dikeringkan Kabangnga et al. | Seminar Nasional PKP I . : 198 Ae 205 dengan menggunakan oven dengan suhu 80oC selama 24 jam. Setelah kering, daging dan cangkang ditimbang. Selanjutnya analisis logam kadmium (CD) di dalam daging kerang dilakukan dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotomete. IK 5 = Stress on Stress dilakukan uji perbandingan survival (LT. antara kerang yang berasal dari perairan Mandalle dan perairan Maccini Baji. LT50 diukur dengan menggunakan uji Kaplan-Meier yaitu mengukur 50 % populasi yang mati pada periode waktu yang ditentukan. Kurva KaplanMeier ditampilkan dengan perangkat lunak Graphpad Prism. Korelasi antara IBLK dan IK dianalisis dengan menggunakan korelasi Pearson . ne Kekuatan koefisien korelasi dianalisis berdasarkan kisaran Tabel 1. IBLK dihitung dengan formula yaitu konsentrasi logam daging . g/k. dikalikan Bobot daging kering . dibagi dengan Bobot cangkang kering. Variabel yang Diamati Stress on Stress (SoS) Pengujian Stress on Stress (SoS), kerang hijau akan ditempatkan pada kondisi suhu ruangan selama 2 y 24 jam untuk melihat tingkat kematian kerang . Kerang diletakkan secara terpisah di atas aluminium foil yang telah diberi tanda berupa nomor. Kerang kemudian diamati tiap 30 menit sekali untuk melihat tingkat kematian kerang. Kerang yang telah mati dicatat, lalu posisi kerang diubah berurutan sesuai dengan waktu kematian kerang. Kerang yang telah mati ditandai dengan cangkang kerang yang terbuka kemudian tidak merespons saat cangkangnya Tabel 1. Kekuatan koefisien korelasi antara IBLK dan IK berdasarkan kisaran . Nilai koefisien R ositif atau negati. 0,00 Ae 0,19 0,20 Ae 0,39 0,40 Ae 0,69 0,70 Ae 0,89 0,90 Ae 1,00 IK 2 = Bobot daging kering . Kapasitas internal cangkang Bobot daging kering . (Panjang y Leba. / Tinggi cangkang IK 3 = IK 4 = Bobot daging kering . 0 / Panjang cangkan. Sangat lemah Lemah Sedang Kuat Sangat kuat Hasil dan Pembahasan Stress on Stress (SoS) Gambar 1 menunjukkan bahwa kerang hijau dari perairan Desa Maccini Baji memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih lama dari waktu 48 jam yang ditelah ditentukan. Sementara kerang hijau pada perairan Desa Mandalle yang awalnya sebagai daerah perairan yang dinilai minim sumber polutan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah. Indeks kondisi (IK) pada kerrang hijau (Perna viridi. dihitung menggunakan formula 1 sampai 4 berdasarkan Lundebye et al. dan Freeman . Makna korelasi Sumber: Fowler et al. Indeks Kondisi (IK) Bobot daging kering . Volume internal cangkang Analisis Data Indeks Bioavailabilitas Logam dalam Kerang (IBLK) IK 1 = Bobot daging kering . Bobot kering cangkang Gambar 1. Kurva survival kerang (LT50 KaplanMeier tes. berdasarkan pengujian Stress on Stress kerang hijau (Perna Kabangnga et al. | Seminar Nasional PKP I . : 198 Ae 205 Hal ini diduga bahwa kerang yang bersumber dari perairan Maccini baji berada dalam kondisi hemostasis adaptif akibat tekanan untuk bertahan hidup. Stres pada kerang juga dapat menginduksi perubahan metabolik adaptif, seperti peningkatan metabolisme energi dalam menghadapi stres fisik atau lingkungan . Kerang dalam kondisi stres yang berulang atau kronis, seperti stress on stress, dapat meningkatkan aktivitas metallothionein secara signifikan sebagai respons adaptif. Namun, jika paparan stres terus berlanjut, kemampuan metallothionein untuk mempertahankan hemostasis dapat berkurang . , 4, 8, . Indeks Kondisi 2 SNI* g/k. Selanjutnya untuk melihat hubungan antara IK kerang dan IBLK di perairan Maccini Baji dilihat pada Gambar 2, sampai dengan Gambar 6. Indeks kondisi 3 Kadar kadmium (AAg/. 0,15 0,16 y = 3. RA = 0. Keterangan: *Acuan baku mutu logam . IBLK Gambar 4. Korelasi antara IK 3 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Maccini Baji y = 518. RA = 0. Indeks kondisi 4 Indeks kondisi 1 Gambar 3. Korelasi antara IK 2 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Maccini Baji Tabel 2. Kandungan logam kadmium dengan AAS IBLK Hasil analisis kandungan logam kadmium dengan AAS dapat dilihat pada Tabel 2. Mandalle Maccini Baji Indeks Kondisi Sumber sampel y = 1290. RA = 0. y = 1. 9677x - 0. RA = 0. IBLK Gambar 2. Korelasi antara IK 1 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Maccini Baji IBLK Gambar 5. Korelasi antara IK 4 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Maccini Baji Indeks kondisi 2 Indeks kondisi 5 Kabangnga et al. | Seminar Nasional PKP I . : 198 Ae 205 y = 602. 48x - 4. RA = 0. Gambar 6. Korelasi antara IK 5 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Maccini Baji 0,8111 0,2011 0,8549 0,8675 0,9967 Kekuatan Korelasi dan IBLK Kuat Lemah Kuat Kuat Sangat kuat y = 1. RA = 0. Ketrangan: r = koefisien korelasi. IBLK = Indeks Bioavailabilitas Logam Kerang Tabel 3. Menunjukkan bahwa korelasi IK 1, 3, dan 4 kerang hijau (Perna viridi. IBLK di perairan Maccini Baji tergolong kuat. Indeks kondisi 2 tergolong lemah. IK 5 berkorelasi sangat kuat yaitu di antara dua variabel IK dan IBLK menunjukkan korelasi Hubungan antara IK kerang dan IBLK di perairan Mandalle dilihat pada Gambar 7 sampai dengan Gambar 11. IBLK Gambar 9. Korelasi antara IK 3 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Mandalle. y = 0. 001x 3E-05 RA = 0. Indeks Kondisi 4 y = 87. RA = 0. Gambar 8. Korelasi antara IK 2 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Mandalle. Indeks kondisi 3 IBLK Tabel 3. Korelasi antara IK dan IBLK Perna viridis dari perairan Maccini Baji. Indeks kondisi 1 y = 41072x - 761. RA = 0. IBLK Indeks Kondisi IBLK IBLK Gambar 7. Korelasi antara IK 1 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Mandalle. Gambar 10. Korelasi antara IK 4 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Mandalle. Kabangnga et al. | Seminar Nasional PKP I . : 198 Ae 205 Meskipun korelasi negatif lebih umum, dalam beberapa kasus dengan paparan logam. IK dan IBLK dapat juga menunjukkan korelasi Namun, hubungan ini bersifat terbatas dan hanya berlaku pada paparan logam yang menyebabkan toksisitas . Penggunaan lima formula indeks kondisi dalam penelitian ini menunjukkan korelasi yang positif dan cenderung kuat sampai sangat kuat untuk kedua lokasi yaitu perairan Maccini Baji dan perairan Mandalle. Hasil analisis AAS terhadap logam kadmium (C. juga menunjukkan bahwa konsentrasi logam dalam kerang masih di bawah ambang batas. Namun demikian hubungan korelasi tidak meniscayakan hubungan sebab akibat, walaupun hubungan korelasi itu dapat digunakan sebagai indikasi adanya keterkaitan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Aktivitas biomonitoring lingkungan di mana korelasi antara IK dan IBLK memberikan pemahaman penting tentang kondisi kesehatan kerang di bawah paparan logam berat. Penurunan IK seiring dengan peningkatan IBLK dapat menunjukkan bahwa logam-logam tersebut sangat bioavailable dan berpotensi toksik di lingkungan tersebut. Korelasi ini memudahkan deteksi cepat efek lingkungan yang merugikan terhadap populasi kerang . Ketika IBLK meningkat, terutama dengan akumulasi logam berat seperti kadmium dan tembaga, kerang harus mengalokasikan energi untuk detoksifikasi dan mengatasi stres, pemeliharaan jaringan. Hal ini menyebabkan penurunan simpanan energi yang secara negatif mempengaruhi IK. Hubungan ini menjadikan IK sebagai indikator yang berguna untuk memahami dampak bioavailabilitas logam terhadap kesehatan kerang secara keseluruhan . , 22, . Sebagaimana yang dijelaskan di latar belakang penelitian ini biomarker sederhana baik di laboratorium maupun di lapangan secara berkelanjutan untuk bisa menghasilkan data yang dapat memvalidasi data biomarker sederhana biomarker sederhana dan sensitif terhadap berbagai jenis tekanan lingkungan yang ada. Indeks kondisi 5 y = 579. 7x - 3. RA = 0. IBLK Gambar 11. Korelasi antara IK 5 dan IBLK kerang hijau (Perna viridi. di perairan Mandalle. Tabel 4. Korelasi antara IK dan IBLK Perna viridis yang bersumber dari perairan Mandalle. Indeks Kondisi 0,1242 0,4888 0,6155 0,6080 0,9826 Kekuatan Korelasi dan IBLK Sangat lemah Sedang Sedang Sedang Sangat kuat Ketrangan: r = koefisien korelasi. IBLK = Indeks Bioavailabilitas Logam Kerang Tabel 4. menunjukkan bahwa korelasi IK 1 kerang hijau (Perna viridi. IBLK di perairan Mandalle sangat lemah. Indeks kondisi 2, 3, dan 4 memiliki hubungan sedang. IK 5 berkorelasi sangat kuat yaitu di antara dua variabel di atas indeks kondisi dan bioavailabilitas menunjukkan korelasi positif. Hubungan IK dan IBLK menggambarkan tingkat kondisi perairan di mana kerang hidup . , . Yaqin et al. menghipotesiskan bahwa jika hubungan indeks kondisi kerang dan logam tergolong kuat dan berbanding lurus, maka perairan di mana kerang hidup tidak tercemar. Penurunan IK dalam populasi kerang di lokasi yang berbeda dapat menunjukkan tingkat pencemaran lingkungan yang bervariasi, yang sangat membantu dalam pengelolaan lingkungan dan perlindungan ekosistem . Kabangnga et al. | Seminar Nasional PKP I . : 198 Ae 205 Kesimpulan indicator of aquaculture intensity: a meta-analysis. Ecological indicators. 25, . , 215Ae229. Kerang hijau (Perna viridi. yang dianalisis melalui Stress on Stress dan IK dengan klasifikasi tidak tercemar. Kandungan kadmium daging kerang berkonsentrasi rendah dan tergolong aman di bawah ambang batas Badan Standar Nasional Indonesia. Fowler. Cohen. dan Jarvis. Practical Statistics for Field Biology. John Wiley & Sons. Freeman. Growth, mortality and seasonal cycle of Mytilus edulis in two Nova Scotian embayments. Departament of the Environment. Fisheries and Marine Service. Canada. Technical Report N. Dalhousie University Halifax. NS. Canada. Ge. Zhang. Long. Chi. Liu. A novel biomarker for marine environmental pollution: A metallothionein from Mytilus coruscus. Aquaculture Reports. July . DOI: https://doi. org/10. Georgieva. Velcheva. Yancheva, . Stoyanova. Vasileva. Bivolarski. Todorova. dan Iliev. A review on multi-biomarkers in fish for the assessment of aquatic ecosystem contamination with organic Ecologia Balkanica. 13, 2 , 321Ae330. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada masyarakat Mandalle dan Maccini Baji yang membantu dalam pengumpulan kerang sesuai perlakuan penelitian yang diperlukan. Daftar Pustaka