Ni Komang Sayang Sucihati E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 IMPLEMENTASI PENERAPAN PERCOBAAN TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NO 2 MENGWI SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Ni Komang Sayang Sucihati Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia sayangsucihati560@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar, dalam hal ini dimana kualitas profesi mengajar seorang guru ditentukan oleh dua hal yaitu komitmen dan kemampuan. Yang dilakukan guru sangat ditekankan pada kemampuan seorang guru menyajikan pembelajaran, tentang komitmen guru hampir tak pernah dilakukan, apalagi melalui program professional guru. Dalam Penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah Implementasi Penerapan Percobaan Terstruktur Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD No 2 Mengwi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024, jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatit dan kuantitatif. Peneliatian ini dilaksanakan selama satu semester yang meliputi beberapa siklus. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa i Implementasi Penerapan Percobaan Terstruktur Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD No 2 Mengwi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024, dapat meningkat secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari skor rerata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 43,70% dan pada siklus II sebesar 84,27%, jadi rerata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 40,57%. Disarankan bagi guru atau kalangan yang terlibat dalam dunia pendidkan diharapkan dalam memberikan pembelajaran khususnya di kelasv SD agar metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur diefektifkan karena metode tersebut telah memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pelajaran IPS. Kata kunci: Percobaan terstruktur. Hasil belajar. IPS. Abstract This research aims to improve learning outcomes, in this case the quality of a teacher's teaching profession is determined by two things, namely commitment and ability. What teachers do places great emphasis on a teacher's ability to present learning, teacher commitment is almost never done, especially through professional teacher programs. In the classroom action research used is the Implementation of Structured Experiments to Improve Social Studies Learning Outcomes in Class V Students of SD No. 2 Mengwi Odd Semester 2023/2024 Academic Year, the type of data collected is qualitative and quantitative data. This research was carried out for one semester covering several cycles. The research results show that the implementation of structured trials to improve social studies learning outcomes for fifth grade students at SD No. 2 Mengwi, odd semester for the 2023/2024 academic year, can increase significantly. This can be seen from the average score of student learning outcomes in cycle I 70% and in cycle II of 84. 27%, so the average student learning outcomes from cycle I to cycle II increased by 40. It is recommended that teachers or groups involved in the world of education are expected to provide learning, especially in elementary school classes, so that the learning method of giving structured assignments is made effective because this method has provided significant results in improving student learning outcomes, especially in social studies lessons. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Komang Sayang Sucihati E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 Keywords: Structured experiments, learning outcomes, social studies PENDAHULUAN Pembelajaran terstruktur, adalah bentuk pembelajaran sistematis. Dalam pelaksanaan pembelajaran terstruktur, guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses itu. Dapat juga pembelajaran terstruktur ini disebutkan sebagai pembelajaran yang berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai. Setiap proses kegiatan pasti ada arah tujuan yang hendak dicapai, demikian halnya belajar mengajar yang dilakukan guru. Guru diharapkan memiliki strategi tertentu dalam melaksanakan pembelajaran, agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Tugas terstruktur dapat diberikan kepada siswa di luar proses pembelajaran. Tujuan pemberian tugas terstruktur adalah untuk menunjang pelaksanaan program intrakurikuler. Tujuan tersebut juga agar siswa dapat lebih menghayati bahan-bahan pelajaran yang telah dipelajarinya serta melatih siswa untuk melaksanakan tugas secara bertanggung jawab. Kegiatan terstruktur dapat dilaksanakan di rumah, di perpustakaan atau di tempat lain. Bentuknya juga dapat disesuaikan dengan materi pokok bahasan yang sedang dipelajari. Misalnya dapat berupa membuat laporan, mengarang, mengerjakan soal-soal, membaca buku, dan sebagainya. Kegiatan tugas terstruktur dapat dilaksanakan secara perorangan maupun Kerja kelompok mempunyai arti yang sangat penting untuk mengembangkan sikap bergotong-royong, tenggang rasa, persaingan sehat, kerjasama dalam kelompok dan kemampuan memimpin. Penilaian kegiatan terstruktur dilakukan terutama terhadap hasil kegiatan terstruktur. Penilaian kegiatan terstruktur dilakukan setelah siswa selesai mengerjakan tugas terstruktur, dan hasil penilaian tersebut dipertimbangkan dalam menentukan nilai rapor. Pada hakikatnya manusia menjalani proses kehidupan dengan terus belajar. Manusia belajar untuk membentuk kesadarannya, kesadaran ini adalah kualitas untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Setiap kesadaran akan membuka wawasannya, lalu itu akan mengubah perilakunya, dan akhirnya mengasah keahliannya. Untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, jalannya adalah dengan pendidikan, karena pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia. Sejalan dengan pendapat Sujana . pendidikan adalah upaya untuk membantu jiwa peserta didik secara lahir dan batin menjadi manusia yang lebih baik. Menurut Ardiansyah dan Nana . pendidikan merupakan hal penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Melalui pendidikan, akan terbentuk generasi penerus bangsa yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter diri yang mengarah pada pribadi yang lebih baik (Hanifah, et al. Melyandina . mengartikan pendidikan sebagai kegiatan seseorang dalam memimpin dan membimbing anak menuju ke perkembangan secara optimal agar dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 . menyatakan bahwa: pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Proses pembelajaran dipandang sangat penting, karena proses pembelajaran adalah kunci berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Menurut Pane dan Dasopang Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Komang Sayang Sucihati E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 . keberhasilan proses belajar dan pembelajaran dilihat melalui tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan, guru dapat dikatakan telah berhasil dalam mengajar jika tujuan pembelajaran tercapai. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, pasal 1 . Seorang pendidik memiliki peran penting dalam mewujudkan situasi pembelajaran bagi peserta didiknya. Dalam situasi dan kondisi dunia yang secara global selalu berubah, dunia pendidikan pun mendapat imbasnya. Sistem pengajaran dari guru dan keseluruhan proses pembelajaran terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman yang dialami. Dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di zaman sekarang, proses pembelajaran menuntut adanya pembaharuan sistem mengajar dari pendidik. Peranan teknologi pada era digital dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang proses pembelajaran (Dwiqi, et al, 2. Para pendidik dituntut selalu berinovasi. Perlu adanya usaha dari pendidik untuk menciptakan inovasi dengan pendekatan yang mampu membuat pembelajaran lebih bermakna. Sejalan dengan pendapat Yasa, et al . bahwa dalam mengemas pembelajaran guru harus kreatif dan inovatif agar dapat membuat siswa termotivasi untuk belajar. Keterampilan mengajar yang dipadukan dengan teknologi akan memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran agar nantinya tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dapat terwujud. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan di segala bidang adalah sumber daya manusia (SDM). Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah pembentukan sumber daya manusia yang diinginkan dewasa ini. Dengan begitu strategisnya peranan pendidikan dalam pembentukan sumber daya manusia,maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang sangat wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan jaman. Syarat untuk mencapai keberhasilan proses pembelajaran di kelas adalah terjadinya interaksi komunikatif antara siswa dan guru dalam suatu proses pembelajaran dengan didasari pengelolaan kelas yang efektif. Menyangkut pengelolaan kelas Rofiq . 9: . mengutip apa yang disampaikan oleh Usman, bahwa pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Sanjaya . menyatakan bahwa pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran. Rofiq . melanjutkan bahwa efektivitas pengelolaan kelas adalah tingkat tercapainya tujuan dari pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan guru dalam upaya menciptakan kondisi kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan guru dalam menciptakan kondisi kelas adalah melakukan komunikasi dan hubungan interpersonal antara guru dan peserta didik secara timbal balik dan efektif, selain melakukan perencanaan atau persiapan mengajar (Rofiq, 2009: . Proses pembelajaran merupakan kegiatan timbal balik antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, serta antara siswa dan lingkungan sekitarnya. Keberhasilan proses pembelajaran salah satunya dipengaruhi oleh keberadaan guru yang memiliki peran sebagai mediator, fasilitator, pembimbing dan pemberi motivasi dan penguatan dalam proses Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Komang Sayang Sucihati E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 Semakin berkualitas proses pembelajaran maka kualitas mutu pendidikan semakin baik. Proses pembelajaran yang baik adalah bila terdapat keterlibatan siswa secara intelektualemosional baik melalui kegiatan menganalisa, berbuat dan pembentukan sikap. Sehingga terdapat pula keikutsertaan siswa secara kreatif dalam menciptakan situasi yang cocok untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Sebagai seorang guru dituntut untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk itu guru harus giat melakukan kegiatan seperti mengajar dengan bimbingan teori yang ada, melakukan pembelajaran yang lebih konstruktivis. Melaksanakan pembelajaran di kelas mesti diupayakan agar dalam pelaksanaannya guru memahami peran, fungsi, dan kegunaan mata pelajaran yang diajarnya. Disamping pemahaman akan hal-hal tersebut,pembelajaran akan efektif banyak ditentukan oleh kemampuan guru untuk merubah model pengajaran menjadi pembelajaran sesuai yang diharapkan oleh Permen No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa teori pembelajaran telah diakui oleh setiap bangsa untuk dijadikan sebagai bahasa internasional. Dengan demikian, masyarakat dunia telah memiliki suatu media yang disepakati untuk dipakai sebagai alat komunikasi satu sama lainnya adalah media pembelajaran. Itu berarti bahwa media pembelajaran memberi ruang gerak yang seluas-luasnya kepada kita untuk turut menjadi bagian dari komunitas global masyarakat dunia. Guru yang profesional akan selalu berupaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dimana mendidik merupakan usaha sadar untuk meningkatkan dan menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi perannya dimasa yang akan datang. Oleh karenanya seorang guru harus dapat mengupayakan tercapainya penguasaan materi pelajaran bagi peserta didik secara bermakna sehingga bermanfaat bagi kehidupan peserta didik secara langsung melalui berbagai mata pelajaran yang dipelajarinya dalam proses pembelajaran di sekolah, bukan sebatas hapalan dan pengetahuan yang tidak diketahui maknanya. Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, dan merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan. Melalui mata pelajaran IPS siswa diajak untuk mengetahu gejala-gejala alam yang nyata yang ada di lingkungan sekitar baik hayati maupun non hayati. Siswa diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuannya dalam memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi pembelajaran IPS baik secara multidisipliner, intradisipliner dan interdisipliner dengan mata pelajaran lainnya dapat memberikan keterkaitan yang utuh antara setiap mata pelajaran yang diikat dalam sebuah tema yang terpadu sehingga dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. IPS menjadi penyeimbang dan sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan sekitar secara kontekstual. Pada kelas rendah . elas I. II dan . KD Mata Pelajaran IPS diintegrasikan ke Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia, ke Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan ke Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika. Sedangkan untuk kelas tinggi . elas IV. V, dan VI) KD Mata Pelajaran IPS berdiri sendiri, sehingga pendekatan integrasinya adalah multidisipliner, walaupun pembelajarannya tetap menggunakan tematik terpadu. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Komang Sayang Sucihati E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 Pada kelas rendah nama mata pelajaran IPS ditiadakan, namun diintegrasikan IPS diintegrasikan ke dalam KD mata pelajaran lainnya seperti Bahasa Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan, dan Matematika. Jadi secara ruh pembelajaran IPS masih ada namun diintegrasikan pada KD mata pelajaran lainyang dikaitkan melalui keterdekatan makna. Pada kelas tinggi. IPS memiliki kedudukan yang sama dengan mata pelajaran lain. Meskipun pembelajaran dilakukan secara tematik, namun KD untuk IPS tetap berdiri sendiri. Integrasi Kompetensi Dasar IPA dan IPS di kelas rendah, didasarkan pada keterdekatan makna dan konten Kompetensi Dasar IPA dan IPS dengan konten Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. PPKn. Bahasa Indonesia. Matematika, serta Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan yang berlaku untuk kelas I. II, dan i. sedangkan untuk kelas IV. V dan VI. Kompetensi Dasar IPA dan IPS berdiri sendiri dan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-tema yang ada untuk kelas IV. V dan VI. Integrasi pembelajaran IPS pada Kurikulum 2013 di sekolah dasar menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam mencapai tujuan kurikulum pendidikan. IPS memiliki posisi yang samadengan mata pelajaran lain dan memiliki keterkaitan satu sama lain serta diajarkan secara integratif. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan setelah melaksanakan pembelajaran IPS, diketahui bahwa hasil hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Mengwi tidak memuaskan, nilai rata-rata yang dapat dicapai oleh siswa adalah 5,34 dari KKM 77. Hal ini disebabkan sebagian besar siswa hanya menghafal materi yang disampaikan. Siswa beranggapan guru sebagai sumber pengetahuan sehingga dalam proses pembelajaran guru cenderung mendominasi kelas. Hal ini berdampak pada kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kurang ada kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang mengakibatkan siswa pasif sehingga berpengaruh pada hasil belajar yang tidak memuaskan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dipandang perlu dilakukan upaya untuk memeperbaiki kualitas pembelajaran dengan metode belajar yang menarik dan lebih dapat melibatkan siswa guna meningkatkan hasil belajar siswa, dalam hal ini dilakukan inplementasi penerapan percobaan terstruktur dalam pembelajaran IPS sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPS di kelas V SDN 2 Mengwi. METODE Metode penelitian adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapat pengetahuan ilmiah atau ilmu. Jadi metode penelitian adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu Sedangkan teknik penelitian adalah cara untuk melaksanakan metode penelitian. Metode penelitian biasanya mengacu pada bentuk-bentuk penelitian. Menurut Subyantoro . 9:8-. jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kela. atau CAR (Classroom Action Researc. PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan. Sesuatu yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi praktek pembelajaran tersebut dilakukan. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan bagian dari penelitian tindakan . ction researc. yang dilakukan oleh guru dan dosen dikelas Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Komang Sayang Sucihati E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 . ekolah dan perguruan tingg. tempat ia mengajar yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas proses pembelajaran dikelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 37 siswa yang terdiri dari siswa laki-laki 13 orang dan siswa perempuan sebanyak 24 orang. Objek sasaran kegiatan dalam penelitian ini adalah penggunaan implementasi penerapan percobaan terstruktur sebagai upaya meningkatkan hasil belajar IPS Siswa kelas V SDN 2 Mengwi pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar siswa yang diobservasi selama siklus I, dengan kriteria klasifikasi hasil belajar siswa dalam pembelajan IPS melalui metode percobaan terstruktur yang telah ditetapkan selama pembelajaran pada siklus I tergolong tidak tuntas, dengan 35 orang tidak tuntas hasil rerata 43. 70% masih dibawah nilai ketuntasan sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan secara signifikan dari hasil analisis data hasil belajar siswa yang diobservasi selama siklus II, dengan kriteria klasifikasi hasil belajar siswa dalam percobaan terstruktur selama pembelajaran pada siklus II tergolong tuntas, hal ini dapat dibuktikan dengan skor keberhasilan sebanyak 34 orang dinyatakan tuntas dengan hasil rerata 27% yang termasuk katagori sangat baik . Dengan demikian penelitian ini sudah dapat dikatakan berhasil pada siklus II hal ini dapat dibuktikan dari hasil yang diperoleh dengan meningkat sebesar dari 43. 70% menjadi 84. 27% dengan hasil tersebut maka penelitian tindakan kelas dapat dihentikan karena hasil telah menunjukan lebih besar dari nilai ketuntasan secara klasikl walaupun masih ada secara individu masih ada 3 orang siswa yang belum mencapai hasil di atas nilai ketuntasan sesuai dengan hipotesis kriteria keberhasilan tindakan. Hal ini juga sejalan dengan beberapa penelitian yang dilakukan oleh: Lasapa . dengan judul penelitian Upaya Pembelajaran Terstruktur Dengan Pemberian Tugas Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 02 Pongian Kecamatan Bunta. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa upaya pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas dalam meningkatkan prestasi belajara IPS pada siswa kelas IV SD Inpres 02 Pongian Kecamatan Bunta telah meningkat. Hasrul . dengan judul penelitian Penerapan Pembelajaran Terstruktur dengan Pemberian Tugas terhadap Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas VI UPT SD Negeri 054 Kanandede Kecamatan Limbong Kabupaten Luwu Utara. Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa proses pembelajaran dengan pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VI UPT SD Negeri 054 Kanandede Kecamatan Limbong Kabupaten Luwu Utara, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Baidah . dengan judul penelitian Pembelajaran Terstruktur dengan Pemberian Tugas dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelas IX B SMP Swasta Muhammadiyah Kuala Kapuas Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa metode pembelajaran terstruktrur dengan pemberian tugas dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa SMP Swasta Muhammadiyah Kuala Kapuas, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPS. Dwiyanti . dengan judul penelitian Keefektifan Model Pembelajaran Kepala Bernomor Terstruktur Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Gugus Kartini Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa model pembelajaran Kepala Bernomor Terstruktur efektif digunakan pada pembelajaran IPS materi Peristiwa-Peristiwa Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Komang Sayang Sucihati E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 Pada Masa Kolonial Belanda dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Gugus Kartini Kabupaten Banjarnegara. Amini . dengan judul penelitian Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIIB MTsN 02 Kepahiang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan psikomotorik peserta didik kelas VIIB MTsN 02 Kepahiang. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode percobaan terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS di kelas V SDN 2 Mengwi pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi yang menunjukkan adanya hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I yang diperoleh nilai sebesar 43,70% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 84,27,%, dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian melalui penggunaan metode percobaan terstruktur dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS di kelas V SDN 2 Mengwi pada semester genap dapat meningkat secara signifikan hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang diperoleh dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 40,57%. Sehinga dapat dikatakan guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator yang memberi kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berekspresi sehingga siswa tidak merasa tertekan dalam mengikuti proses belajar. DAFTAR PUSTAKA