MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA DALAM KEPUTUSAN MAHASISWA PIAUD DAN PGMI MENGIKUTI REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU Nia Lailin Nisfa1. Irma Nur AfAoidah2 1,2Institut Pesantren Mathaliul Falah e-mail: *1irmanurafidah@ipmafa. id, 2nialailin@ipmafa. Abstrak. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan kebijakan pendidikan yang memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja dan capaian pembelajaran nonformal untuk disetarakan dengan capaian akademik di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan pengalaman kerja terhadap keputusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dalam mengikuti program RPL. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 74 mahasiswa peserta RPL di Institut Pesantren MathaliAoul Falah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan Selanjutnya dilakukan uji validitas konstruk yakni Exploratory Factor Analysis, uji reliabilitas menggunakan cronbach alpha, dan dianalisis menggunakan statistik non-parameterik spearman rho dikarenakan data yang diperoleh tidak Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi spearman rho sebesar 0,00 dimana < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, maka motivasi dan pengalaman kerja mempengaruhi mahasiswa memilih jalur kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga penyelenggara RPL untuk memperkuat sosialisasi, validasi pengalaman kerja, serta pendampingan akademik yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa dewasa. Keywords: motivasi, pengalaman kerja, keputusan mahasiswa. Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Abstrak. Recognition of Prior Learning (RPL) is an educational policy that grants formal academic recognition for individualsAo work experience and non-formal learning achievements by equating them with higher education learning outcomes. This study aims to analyze the influence of motivation and work experience on the decision of students in the Early Childhood Islamic Education (PIAUD) and Islamic Elementary Teacher Education (PGMI) study programs to enroll in the RPL scheme. This research employed a quantitative approach involving 74 RPL participants at the Institute Pesantren MathaliAoul Falah. Data were collected through direct observation and questionnaires. Construct validity was tested using Exploratory Factor Analysis (EFA), and instrument reliability was measured using CronbachAos Alpha. Since the data were not normally distributed, nonparametric statistical analysis using SpearmanAos Rho was applied. The results show a Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah SpearmanAos Rho significance value of 0. 00 (< 0. , indicating that HCA is rejected and H Ca is accepted. Therefore, motivation and work experience significantly influence studentsAo decisions to pursue higher education through the Recognition of Prior Learning pathway. These findings provide practical implications for RPL organizers to enhance program effectiveness through strengthened outreach, improved validation of work experience, and academic support tailored to the needs of adult learners. Keywords: Motivation, work experiece, student decision. Recognition of Prior Learning (RPL) Pendahuluan Pendidikan Tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengakomodasi keberagaman latar belakang, pengalaman, dan kebutuhan belajar masyarakat. Dalam konteks tersebut. Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi salah satu kebijakan strategis yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 41 Tahun 2021 (Indonesia, 2. tentang RPL. Kebijakan ini bertujuan memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, non-formal, informal, maupun pengalaman kerja. RPL membuka akses pendidikan yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan bagi individu untuk melanjutkan studi tanpa harus mengulang capaian kompetensi yang telah dimiliki. Program RPL, dalam praktinya banyak diminati oleh kalangan pendidik, terutama guru-guru yang telah lama bekerja namun belum memiliki kualifikasi akademik S1. Di lingkungan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), mahasiswa yang mengikuti program RPL umumnya merupakan praktisi pendidikan di lembaga PAUD. RA, maupun madrasah. Mereka memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi, namun keputusan untuk mengikuti RPL tidak selalu Ada mahasiswa yang sangat antusias, sementara sebagian lainnya masih ragu atau kurang termotivasi untuk mengikuti program tersebut. Fenomena tersebut menunjukkan adanya faktor-faktor psikologis dan profesional yang memengaruhi keputusan mahasiswa untuk mengikuti RPL. Dua di antaranya yang dianggap dominan adalah motivasi dan pengalaman kerja. Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah Motivasi merupakan dorongan internal dan eksternal yang menimbulkan semangat untuk bertindak mencapai tujuan tertentu (Prasetya et al. , 2. Dalam motivasi belajar dapat bersumber dari keinginan meningkatkan kompetensi, memperoleh pengakuan formal, efisiensi waktu, maupun peningkatan karier (Adawiyah & Samiyah, 2. Menurut Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dalam artikel Bari & Hidayat . , motivasi manusia bertingkat mulai dari kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, hingga aktualisasi diri. Bagi mahasiswa yang mengikuti RPL, motivasi tersebut dapat muncul dalam bentuk kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan profesional . steem need. atau aktualisasi diri dalam bidang akademik dan pekerjaan (Nisfa et al. , 2. Teori Ekspektansi lain dari Vroom dari artikel Nitbani (Nitbani, 2. menjelaskan bahwa seseorang akan termotivasi untuk bertindak jika ia yakin bahwa tindakannya akan menghasilkan hasil yang diinginkan. Dalam konteks Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), teori Vroom dapat menjelaskan bagaimana mahasiswa memutuskan untuk mengikuti program RPL memiliki keyakinan bahwa usaha mereka dalam menyiapkan dokumen portofolio, bukti pengalaman kerja, dan capaian pembelajaran akan diakui oleh perguruan tinggi. Semakin besar keyakinan ini, semakin tinggi pula motivasi mereka untuk mengikuti program RPL. Misalnya, mahasiswa yang telah memiliki pengalaman mengajar bertahun-tahun di PAUD atau madrasah meyakini bahwa pengalaman tersebut cukup kuat untuk diakui setara dengan beberapa mata kuliah di program Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa keputusan mahasiswa PIAUD dan PGMI dalam mengikuti RPL tidak terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan hasil interaksi antara motivasi internal yakni dorongan, kebutuhan, dan harapan pribadi dan pengalaman eksternal yaitu pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan dukungan lembaga. Penelitian mengenai hubungan motivasi dan pengalaman kerja dengan keputusan mengikuti RPL Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah menjadi penting untuk dilakukan karena dapat memberikan gambaran empiris mengenai faktor dominan yang memengaruhi partisipasi mahasiswa dalam program RPL, menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam merancang strategi sosialisasi dan layanan RPL yang lebih tepat sasaran, dan memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan kajian psikologi pendidikan dan kebijakan pendidikan tinggi berbasis pengakuan capaian pembelajaran non-formal. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data yakni angket dan observasi lapangan. Teknik sampling yang digunakan berupa sampel populasi dimana seluruh populasi menjadi sampel yaitu seluruh mahasiswa RPL Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pesantren MathaliAoul Falah Pati yang berjumlah 74 mahasiswa. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan validitas konstruk yakni Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan bantuan IBM SPSS yang mengukur Kaiser Mayor Oikin (KMO) and BartlettAos Test. Anti-image Matric, dan Component Matric guna mengukur kevalidan data (Hair. Black. W C. Babin, 2. Adapun uji reliabilitas yang digunakan yaitu cronbach alpha untuk mengukur angket dengan skala likert yakni 1-4 dengan hasil data yang dikatakan reliabel yakni lebih dari 0,7 berdasarkan teori Cronbach (AfAoidah & Yuanto, 2. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan yakni uji regresi moderasi dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu yang berupa menguji normalitas dan uji multikolinearitas. Apabila data tidak normal, maka menggunakan uji statistik non-paramtrik Spearman rho (Sihotang et al. , 2. Instrumen untuk mengukur motivasi mahasiswa mengikuti program RPL dikembangkan berdasarkan teori motivasi belajar dan motivasi berprestasi. Beberapa penelitian sebelumnya yang menjadi rujukan antara lain teori Abraham Maslow yaitu teori Hierarchy of Needs, yang menjelaskan bahwa individu terdorong untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri, termasuk memperoleh pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki. Dalam konteks penelitian ini. Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah mahasiswa mengikuti RPL sebagai bentuk pengakuan atas pengalaman dan kompetensi sebelumnya. Selanjutnya, teori Edward L. Deci melalui SelfDetermination Theory, yang menjelaskan bahwa motivasi dipengaruhi oleh kebutuhan akan autonomi, kompetensi, dan keterhubungan sosial. Hasil Penelitian dan Pembahasan HASIL Penelitian ini dilakukan guna mengetahui seberapa besar motivasi dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan Rekognisi Pembelajaran Lampau di program studi PIAUD dan PGMI Institut Pesantren MathaliAoul Falah. Hasil uji validitas konstruk dari butir 1 - 6 terkait motivasi intrinsik dan ekstrinsik dilihat adalah sebagai berikut. Tabel 1. KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Bartlett's Test of Approx. Chi-Square Sphericity Sig. Berdasarkan hasil KMO tersebut, diperoleh bahwa Kaiser Meyer Oikin dari angket motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang berjumlah 6 butir pernyataan adalah 0,770 dimana >0,05, maka secara keseluruhan data dinyatakan valid (Hair. Black. W C. Babin, 2. Selanjutnya dalam uji analisis faktor Exploratory Factor Analysis dilihat dari bagian anti- image correlation berikut ini. Tabel 2. Anti-image Matrices Anti-image Covariance Anti-image Correlation BUTIR1 BUTIR2 BUTIR3 BUTIR4 BUTIR5 BUTIR6 BUTIR1 BUTIR2 BUTIR1 BUTIR2 BUTIR3 BUTIR4 BUTIR BUTIR5 000 -. 098 -. 094 -. 202 -. 688 -. 000 -. 137 -. Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah BUTIR3 146 -. BUTIR4 277 -. BUTIR5 772a -. BUTIR6 Measures of Sampling Adequacy(MSA) Hasil dari tabel anti-image matrices pada bagian anti-image correlation menunjukkan bahwa butir 1 mengenai keinginan kuat untuk berhasil dalam studi melalui jalur RPL mendapatkan nilai 0,709 dimana lebih dari 0,5 maka butir 1 dinyatakan valid. Butir 2 menyatakan terdorong untuk belajar karena merasa membutuhkannya mendapatkan hasil 0,837 sehingga dinyatakan valid. Butir 3 mengenai harapan dan cita-cita yang mendorong mengikuti RPL memperoleh hasil 0,726 dinyatakan valid. Selanjutnya butir ke- 4 yaitu alasan mengikuti RPL karena adanya dorongan dari keluarga mendapatkan nilai 0,814 yang berarti memiliki kevalidan yang cukup tinggi. Butir 5 berarti dukungan dari atasan atau rekan kerja memengaruhi keputusan mengikuti RPL memiliki skor kevalidan anti image-correlation 0,802 sehingga dinyatakan valid. Tabel 3. Component Matrixa Component BUTIR1 BUTIR2 BUTIR3 BUTIR4 BUTIR5 BUTIR6 Extraction Method: Principal Component Analysis. 1 components Pada bagian component matrix butir 1 Ae 6 mendapatkan nilai 0,621 di butir 1, 0,692 dibutir 2, di butir 3 mendapatkan nilai 0,746, butir 4 mendapatkan nilai Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah 0,627, butir 5 mendapatkan nilai 0,701, dan butir 6 mendapatkan nilai 0,583 yang mana >0,5 sehingga semua butir dinyatakan valid dalam component matrix. Selanjutnya hasil uji validitas konstruk terkait pengalaman kerja yakni: Tabel 4. KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Bartlett's Test of Approx. Chi-Square Sphericity Sig. Tabel 4, menunjukkan Kaiser-Meyer Oikin yakni 0,680 dimana >0,5 sehingga butir 7,8,dan 9 dinyatakan valid. Pada bagian ini menyatakan bahwa pengalaman kerja mendukung mahasiswa mengikuti perkuliahan RPL. Selanjutnya anti image matrices dan component matrix yang disajikan dalam tabel berikut. Tabel 5. Anti-image Matrices BUTIR7 BUTIR8 BUTIR9 Anti-image BUTIR7 Covariance BUTIR8 BUTIR9 Anti-image BUTIR7 Correlation BUTIR8 BUTIR9 Measures of Sampling Adequacy(MSA) Tabel 6. Component Matrixa Component BUTIR7 BUTIR8 BUTIR9 Extraction Method: Principal Component Analysis. 1 components Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah Anti-image matrices berguna untuk mengevaluasi kelayakan setiap item/variabel sebelum melanjutkan analisis faktor utama yaitu extraction yang ada pada component matrix dan rotation yang ada pada rotated component matrix. Hasil anti-image matrices menunjukkan bahwa butir 7 terkait dengan Pengalaman kerja mahasiswa RPL relevan dengan bidang PAUD/MI menunjukkan hasil sebesar 0,784 yang mana lebih dari 0,5 sehingga dinyatakan valid. Selanjutnya pada butir 8 mengenai lama pengalaman kerja membuat mahasiswa percaya diri mengikuti RPL mendapatkan hasil 0. 890 juga dinyatakan valid. Pada butir 9 menghasilkan nilai 0,881 terkait dengan pelatihan/sertifikasi yang diikuti mendukung kelayakan mahasiswa mengikuti RPL dinyatakan valid. Hasil component matrix 6 menunjukkan hasil extraction pada butir 7 yakni 0,784 butir 8 memperoleh hasil 0,890, dan butir 9 memperoleh hasil 0,881 yang berarti ketiga butir tersebut dinyatakan valid. Component matrix menunjukkan bahwa hasil adanya korelasi antar-aitem sehingga memiliki kesinambungan dalam mengukur suatu variabel (Joseph F. Hair et al. , 2. Dalam hasil analisis ini rotated component matrix tidak terlihat karena hanya ada 1 indikator saja sehingga hanya membentuk 1 konstruk yang sama. Selanjutnya Berikut merupakan hasil uji validitas konstruk berkaitan dengan keputusan mahasiswa dalam mengikuti RPL. Tabel 7. KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Bartlett's Test of Approx. Chi-Square Sphericity Sig. Hasil Kaiser-mayer-Olkin pada tabel 7 mengenai keputusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan RPL PGMI dan PIAUD di Institut Pesantren MathaliAoul Falah yakni 0,784 yang menunjukkan ukuran kelayakan sampel dan kecukupan Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah korelasi antar item untuk dilakukan analisis faktor (Ghozali, 2. sesuai dengan uji validitas dalam penelitian ini. Tabel 8. Anti-image Matrices BUTIR10 BUTIR11 BUTIR12 BUTIR13 Anti-image BUTIR10 Covariance BUTIR11 BUTIR12 BUTIR13 Anti-image BUTIR10 Correlation BUTIR11 BUTIR12 BUTIR13 Measures of Sampling Adequacy(MSA) Tabel 9. Component Matrixa Component BUTIR10 BUTIR11 BUTIR12 BUTIR13 Extraction Method: Principal Component Analysis. 1 components Tabel 8 menunjukkan anti image correlation pada butir 10, 11 12, 13 dimana menghasilkan nilai valid. Butir 10 mengukur posisi/kedudukan mahasiswa mendorong untuk mengikuti RPL menunjukkan hasil 0,763, pada butir 11 berkaitan dengan masalah yang dihadapi dalam karier membuat mahasiswa memilih jalur RPL menunjukkan hasil 0,774. Kemudian pada butir 12 terkait situasi/kondisi pekerjaan membuat RPL menjadi pilihan yang tepat menunjukkan hasil yang tinggi yakni 0,802. Pada butir 13 RPL dipilih untuk mencapai tujuan peningkatan karier menunjukkan hasil signifikan yakni 0,804. Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keputusan memilih jalur kuliah RPL didorong oleh faktor posisi kerja, tantangan karier, kondisi pekerjaan, dan orientasi peningkatan karier yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki pertimbangan yang rasional dan strategis dalam memilih jalur RPL, yakni untuk memperoleh pengakuan akademik atas pengalaman kerja serta memperkuat pengembangan karier di masa depan. Berdasarkan hasil dalam tabel 9 yakni extraction yang menunjukkan component matrix memiliki hasil yang baik. Butir 10 mendapatkan nilai 0,847, butir 11 mendapatkan nilai 0,830, butir 12 mendapatkan hasil 0,790 dan butir 13 mendapatkan hasil 0,762 yang mana >0,5 sehingga semua aitem untuk mengukur keputusan mahasiswa memilih jalur RPL dinyatakan valid dan saling terkait. Selanjutnya hasil uji reliabilitas motivasi intrinsik dan ekstrinsik, pengalaman kerja, dan keputusan mahasiswa dalam mengikuti RPL ada pada tabel berikut Tabel 10. Reliability Statistics - Motivasi Cronbach's Alpha N of Items Tabel 11. Reliability Statistics Ae Pengalaman Kerja Cronbach's Alpha N of Items Tabel 12. Reliability Statistics - Keputusan mahasiswa mengikuti kelas RPL Cronbach's Alpha N of Items Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah Berdasarkan hasil uji reliabilitas cronbach alpha pada instrumen motivasi menunjukkan hasil 0,740, hasil uji reliabitas terkait pengalaman kerja menunjukkan nilai 0,808, dan hasil uji reliabilitas sebesar 0,818 dimana ketiga uji reliabitas ini lebih besar dari 0,7 sehingga dinyatakan reliabel dan dapat dilanjutkan pada tahap selanjutnya yakni pengambilan data penelitian. Setelah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas, peniliti melakukan pengambilan data terkait motivasi dan pengalaman kerja dalam keputusan mahasiswa PIAUD dan MI mengikuti rekognisi pembelajaran lampau untuk dianalisis. Adapun langkah pertama yang dilakukan yaitu melakukan uji prasyarat dengan menguji normalitas dan uji multikolineartitas. Hasil uji normalitas tersaji dalam tabel 13 Tabel 13. Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Total_motivasi Total_Pengalamankerj Total_Keputusan Lilliefors Significance Correction Uji normalitas yang digunakan adalah kolmogorov-smirnov di mana sampel yang digunakan lebih dari 50 (Ghozali, 2. dengan hasil motivasi pada nilai signifikansi 0,005 nilai signifikansi pengalaman kerja 0,000 dan nilai signifikansi pengalaman kerja yakni 0,000 sehingga kurang dari 0,05 maka data tersebut dinyatakan tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini tidak bisa menggunakan regresi linier berganda, tetapi menggunakan korelasi spearmanAos rho (Ghozali, 2. dengan hasil analisis data spearmanAos rho yakni: Hipotesis dalam penelitian ini yaitu H0 : Motivasi dan pengalaman kerja tidak mempengaruhi mahasiswa memilih jalur kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau. Ha : Motivasi dan pengalaman kerja mempengaruhi mahasiswa memilih jalur kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau. Adapun hasil yang diperoleh dari tabel Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah Tabel 14. Correlations Total_Pengala Total_Kepu Total_motivasi Spear Total_motiv Correlation man's asi Coefficient Sig. -taile. Total_Peng Correlation alamankerja Coefficient Sig. -taile. Total_Kepu Correlation Coefficient Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. tersebut yakni Ha diterima karena nilai signifikansi dari total motivasi 0,00, nilai signifikansi pengalaman kerja 0,00 dan nilai signifikansi keputusan memilih kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau 0,00 dimana kurang dari 0,05 yang berarti motivasi dan pengalaman kerja mempengaruhi mahasiswa memilih jalur kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau. PEMBAHASAN Pengaruh Motivasi terhadap Keputusan Mahasiswa PIAUD dan PGMI Mengikuti RPL Berdasarkan hasil analisis faktor, seluruh butir instrumen motivasi intrinsik dan ekstrinsik dinyatakan valid dengan nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0,770 (>0,. dan Measure of Sampling Adequacy (MSA) setiap item di atas 0,5. Hal ini menunjukkan bahwa indikator motivasi yang digunakan, meliputi keinginan untuk berhasil, kebutuhan belajar, cita-cita pribadi, dorongan keluarga, serta dukungan dari atasan atau rekan kerja, relevan dalam menjelaskan motivasi mahasiswa PIAUD dan PGMI dalam mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Instrumen motivasi juga dinyatakan reliabel dengan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,740, menunjukkan konsistensi internal yang baik. Hasil uji korelasi SpearmanAos rho menunjukkan nilai 0,596 dengan signifikansi 0,000 Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah (<0,. , yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara motivasi dan keputusan mahasiswa untuk mengikuti RPL. Temuan ini mendukung Teori Ekspektansi (Expectancy Theor. yang dikemukakan oleh Victor Vroom tahun 1964 dalam Nitbani . Teori ini menjelaskan bahwa seseorang akan terdorong untuk bertindak apabila ia meyakini bahwa usahanya akan menghasilkan hasil yang diinginkan . dan bahwa hasil tersebut bernilai bagi dirinya . Berdasarkan teori diatas dalam konteks ini adalah mahasiswa PIAUD dan PGMI yang mengikuti RPL memiliki keyakinan bahwa dengan melalui jalur tersebut, pengalaman kerjanya akan diakui secara akademik, waktu kuliah menjadi lebih efisien, serta peluang karier di masa depan meningkat. Selain itu, temuan ini juga selaras dengan Teori Dua Faktor Herzberg dalam Aurellia . yang membedakan antara faktor motivator . dan faktor higiene . Faktor motivator seperti pencapaian . , pengakuan . , dan pengembangan diri . mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program RPL. Sementara itu, faktor higiene, seperti dukungan keluarga dan dorongan dari atasan, turut memperkuat keputusan mereka dalam mengikuti program tersebut. Melalui dukungan dan keterampilan yang mereka peroleh, mahasiswa juga mampu meningkatkan kemampuan dalam mengatur pembagian waktu antara belajar dan bekerja, sekaligus mengelola keuangan mereka secara lebih efektif (Nisfa et al. , 2. Berdasarkan hasil analisis, motivasi intrinsik dan ekstrinsik terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan mahasiswa PIAUD dan PGMI dalam mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan mahasiswa tidak muncul secara spontan, melainkan dilandasi oleh dorongan internal berupa kebutuhan untuk berkembang, keinginan untuk meningkatkan kompetensi akademik, serta orientasi pencapaian diri yang tinggi. Program RPL dipandang sebagai sarana strategis untuk memperoleh pengakuan akademik secara lebih efisien, sekaligus Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah sebagai jalur percepatan karier bagi mahasiswa yang telah memiliki pengalaman kerja relevan. Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Keputusan Mahasiswa PIAUD dan PGMI Mengikuti RPL Instrumen pengalaman kerja yang terdiri dari tiga butir pernyataan juga dinyatakan valid dengan nilai KMO sebesar 0,680 (>0,. dan reliabel dengan CronbachAos Alpha sebesar 0,808. Hasil uji korelasi SpearmanAos rho menunjukkan nilai 0,641 dengan signifikansi 0,000, yang menandakan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengalaman kerja dan keputusan mahasiswa untuk mengikuti RPL. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin relevan dan lama pengalaman kerja yang dimiliki mahasiswa baik di lembaga PAUD maupun MI semakin besar kecenderungan mereka untuk memilih jalur RPL. Hal ini sejalan dengan Teori Modal Manusia (Human Capital Theor. yang dikemukakan oleh Becker tahun 1964 dalam (Yanti et al. , 2. , yang menyatakan bahwa pengalaman kerja merupakan bentuk investasi pengetahuan dan keterampilan yang meningkatkan produktivitas serta nilai ekonomi individu. Mahasiswa yang telah bekerja di lembaga pendidikan melihat RPL sebagai peluang untuk mengonversi pengalaman kerja menjadi pengakuan akademik yang sah. Selain itu, sesuai dengan Teori Pembelajaran Pengalaman (Experiential Learning Theor. dari Kolb dalam (Barida, 2. , pengalaman kerja yang telah dimiliki mahasiswa berperan sebagai dasar bagi pembelajaran baru. Mahasiswa yang telah terbiasa mengajar atau bekerja di lingkungan pendidikan merasa lebih percaya diri dan siap untuk mengikuti RPL, karena mereka telah memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan bidang studinya. Dengan memengaruhi keputusan mahasiswa PIAUD dan PGMI untuk mengikuti program RPL. Pengalaman kerja yang mereka miliki tidak hanya berfungsi sebagai modal keterampilan praktis, tetapi juga menjadi sumber pembentukan identitas profesional serta keyakinan diri dalam mengelola tugas-tugas akademik maupun Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah pedagogis. Melalui pengalaman lapangan seperti mengajar, mengelola kelas, berkomunikasi dengan orang tua, serta berpartisipasi dalam kegiatan institusional mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai kompetensi yang sudah mereka kuasai (Nasir, 2. Hal ini mendorong munculnya kebutuhan untuk memperoleh legitimasi formal dan pengakuan akademik atas kemampuan RPL dipandang sebagai jalur strategis untuk mempercepat studi tanpa mengurangi kualitas, sekaligus memberikan validasi institusional terhadap pengalaman profesional yang sebelumnya hanya dihargai secara praktis. Hubungan Motivasi dan Pengalaman Kerja terhadap Keputusan Mahasiswa PIAUD dan PGMI Mengikuti RPL Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa baik motivasi maupun pengalaman kerja sama-sama memiliki nilai signifikansi 0,000 (<0,. terhadap keputusan mahasiswa mengikuti RPL. Artinya, hipotesis alternatif (H. diterima, dan motivasi serta pengalaman kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa untuk mengikuti program RPL. Keterpaduan kedua variabel ini memperlihatkan bahwa mahasiswa yang memiliki motivasi kuat untuk berkembang dan pengalaman kerja yang relevan cenderung memiliki keputusan yang lebih rasional dan terarah dalam memilih jalur RPL. Mahasiswa tersebut memandang RPL sebagai strategi untuk mempercepat proses akademik, meningkatkan kualifikasi profesional, serta memperoleh pengakuan formal atas pengalaman kerjanya. Temuan ini sejalan dengan Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavio. dari Ajzen Tahun 1991 dalam (Purnama, 2. , yang menjelaskan bahwa niat seseorang untuk melakukan suatu tindakan dipengaruhi oleh tiga faktor utama: sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol Dalam konteks ini motivasi mencerminkan sikap positif mahasiswa terhadap manfaat RPL. Pengalaman kerja memperkuat persepsi kontrol diri . erceived behavioral contro. , yaitu keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah untuk sukses melalui RPL. Sehingga keputusan untuk mengikuti RPL muncul sebagai hasil dari niat yang kuat dan perhitungan rasional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi dan pengalaman kerja memiliki hubungan yang saling memperkuat dalam memengaruhi keputusan mahasiswa PIAUD dan PGMI untuk mengikuti program RPL. Motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik menjadi faktor pendorong utama yang membentuk persepsi positif mahasiswa terhadap manfaat RPL sebagai jalur percepatan akademik dan pengakuan kompetensi. Pada saat yang sama, pengalaman kerja yang telah dimiliki mahasiswa memperkuat keyakinan bahwa kemampuan yang mereka kuasai layak diakui secara formal melalui mekanisme asesmen RPL. Kedua faktor ini berinteraksi secara sinergis yaitu motivasi mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan pengalaman kerjanya sebagai bukti kompetensi, sedangkan pengalaman kerja memberikan dasar konkret bagi motivasi tersebut untuk diwujudkan dalam keputusan mengikuti RPL. Integrasi kedua aspek tersebut tidak hanya memengaruhi kesiapan mahasiswa dalam menghadapi proses RPL, tetapi juga membentuk orientasi jangka panjang mereka terhadap pengembangan karier dan peningkatan kualifikasi akademik. Dengan kata lain, motivasi dan pengalaman kerja tidak bekerja secara terpisah, tetapi menjadi dua pilar yang saling melengkapi dalam menentukan keputusan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program RPL sebagai strategi peningkatan profesionalisme di bidang pendidikan. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Motivasi dan Pengalaman Kerja dalam Keputusan Mahasiswa PIAUD dan PGMI Mengikuti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Institut Pesantren MathaliAoul Falah, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menegaskan bahwa motivasi dan pengalaman kerja merupakan faktor penentu utama dalam pengambilan keputusan mahasiswa PIAUD dan PGMI untuk mengikuti Rekognisi Pembelajaran Lampau. Keputusan tersebut tidak muncul secara spontan, melainkan merupakan hasil Nia Lailin Nisfa dan Irma Nur AfAoidah pertimbangan rasional yang dilandasi oleh kebutuhan profesional, dorongan pengembangan diri, dan keinginan memperoleh pengakuan akademik atas pengalaman kerja. Dengan demikian, keberhasilan implementasi program RPL sangat dipengaruhi oleh sejauh mana lembaga pendidikan mampu memahami karakteristik motivasi dan pengalaman kerja mahasiswa, serta mengembangkan sistem pembelajaran yang menghargai pengalaman profesional sebagai bagian integral dari proses akademik. Daftar Pustaka