http://ejournal. Analisis Menurunnya Kinerja Lubricating Oil Purifier Guna Menunjang Kelancaran Pengoperasian Mesin Penggerak Utama Kapal LPG/C Clipper Pande I S Siregar. Hasan Habli. Gun Gun Gunawan Prodi Teknika Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jl. Marunda Makmur No. 1 Cilincing. Jakarta Utara. Jakarta 14150 Abstrak Di dalam dunia pelayaran, kapal laut merupakan sarana utama yang digunakan sebagai alat transportasi untuk memindahkan barang atau muatan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Mengikuti perkembangan jaman yang semakin maju dan modern serta canggih, pelayarannya mengarungi lautan selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Untuk menunjang kelancaran pengoperasian kapal tersebut baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang, segala cara dilakukan oleh pemilik kapal maupun perusahaan pencharter, agar armadanya dapat beroperasi secara baik dan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab dan cara untuk menanggulangi dari getaran yang tidak normal pada L. O Purifier serta untuk mengetahui penyebab dan cara menanggulangi dari overflow pada L. O Purifier. Metode pendekatan yang digunakan yaitu studi kasus, problem solving, dan deskriptif kualitatif, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi sehingga dapat ditemukan penyebab masalah menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya getaran yang tidak normal pada L. O Purifier disebabkan oleh rusaknya komponen friction block dan cara untuk menanggulanginya dilakukan perawatan serta penggantian friction block yang rusak dengan yang baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overflow atau Lubernya L. O Purifier disebabkan oleh rusaknya komponen main seal ring dan cara untuk mengatasinya dengan mengganti komponen main seal ring yang rusak dengan yang Kata Kunci: L. O Purifier. Overflow. Getaran Tidak Normal. Mesin Penggerak Utama Permalink DOI : https://doi. org/10. 36101/pcsa. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Pelayaran adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan di perairan kepelabuhan, keamanan serta keselamatannya. Di dalam dunia pelayaran, kapal laut merupakan sarana utama yang digunakan sebagai alat transportasi untuk memindahkan barang atau muatan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Kapal mempunyai daya angkut yang jauh lebih besar dibandingkan moda transportasi lain dengan biaya yang relatif murah. Hampir semua barang impor, ekspor dan muatan lain dalam jumlah yang sangat besar di angkut dengan menggunakan kapal laut. Kapal adalah sarana transportasi yang sangat Mengikuti perkembangan jaman yang semakin maju dan modern serta canggih, pelayarannya mengarungi lautan selama berhari-hari, berminggu-minggu berbulan-bulan. Untuk menunjang kelancaran pengoperasian kapal tersebut baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang, segala cara dilakukan oleh pemilik kapal maupun perusahaan pencharter, agar armadanya dapat beroperasi secara baik dan maksimal. Dalam praktek yang dilakukan penulis di kapal LPG/C CLIPPER pada 20 Agustus 2019 sampai dengan 20 Agustus 2020, penulis menemui beberapa masalah yang sering terjadi pada lubricating oil purifier yang membuat kinerja purifier tidak maksimal seperti getaran yang tidak normal, lubernya lubricating oil purifier, putaran yang rendah pada purifier dan terdapat endapan pada bowl lubricating oil Lubernya pada lubricating oil purifier dimana minyak lumas tidak keluar melalui pipa outlet melainkan keluar melalui sludge port . Sehingga menyebabkan kerugian dari segi materi. Perusahaan harus mensuplai lebih banyak minyak lumas untuk kebutuhan di atas kapal dan melakukan pembelian spare part guna perawatan purifier tersebut. Kendala ini sering terjadi sebagai gejala yang lubricating oil purifier, keadaan ini bila tidak segera ditanggulangi akan menyebabkan pemakaian minyak lumas lebih boros, kurang baiknya kualitas pelumasan serta akan berpengaruh pada kinerja mesin penggerak utama kapal. Mutu minyak lumas pada proses pelumasan mesin penggerak utama yang rendah dan kerugian panas yang ditimbulkan akibat gesekan yang semakin besar, sehingga dikhawatirkan akan terjadi kerusakan yang serius bahkan bisa fatal, pengaruhnya yang dapat menyebabkan terganggunya kelancaran pengoperasian mesin penggerak utama kapal. Getaran atau vibration merupakan pergerakan pada suatu komponen mesin dari keadaan diam atau netral. Suatu metode getaran yang merupakan salah satu metode untuk mengetahui apakah suatu alat layak berfungsi secara ideal tanpa mengalami perubahan yang cukup signifikan. TandaAetanda lubricating oil purifier dianggap berjalan normal salah satunya yaitu putarannya tercapai sampai pada frequency 50 Hz dengan getaran dan suara yang halus. Masalah lain yang ditemukan pada lubricating oil purifier yaitu terjadinya getaran yang tidak normal pada purifier sehingga purifikasi tidak berjalan normal dan permisahan tidak sempurna. Purifier pada dasarnya adalah sebuah bowl atau wadah silinder untuk berputar dengan kecepatan tinggi. Namun dalam kenyataannya kadang terjadi gangguan dan penyimpangan pada L. O Purifier yang ditemukan yaitu terjadi putaran yang rendah sehingga daya atau tenaga untuk melempar gaya sentrifugal tidak tercapai akibatnya campuran minyak dan air serta sendimen lainnya akan tercampur dan endapan yang harusnya terlempar ke lapisan luar malah mengendap pada bowl purifier. Dari permasalahan di atas dan permasalahan yang sering dialami penulis, maka penulis mengambil judul : AuANALISIS MENURUNNYA KINERJA LUBRICATING OIL PURIFIER GUNA MENUNJANG KELANCARAN PENGOPERASIAN MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL LPG/C CLIPPERAy 2 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan . Untuk mengetahui penyebab dan cara untuk menanggulangi dari getaran yang tidak normal pada L. O Purifier. Untuk mengetahui penyebab dan cara untuk menanggulangi dari overflow pada L. O Purifier. Manfaat . Secara teoritis yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah agar penelitian ini dapat berguna untuk pembaca guna melancarkan kinerja Purifier sehingga bisa menunjang pengoperasian mesin penggerak utama yang akhirnya tercapai kelancaran beroperasinya suatu kapal dalam perjalanan pelayaran, serta dapat memperkaya pengetahuan dan dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca secara umum. Secara praktis diharapkan agar penelitian ini dapat berguna untuk perusahaan dan untuk para masinis, khususnya masinis IV di atas kapal guna mengoptimalkan kinerja L. Purifier sehingga dapat menunjang pengoperasian mesin penggerak utama dan dapat mengurangi semua hambatan yang timbul terhadap L. O Purifier yang akhirnya pada penelitian ini akan terpecahkan dan menghasilkan suatu jawaban lalu tercapailah kelancaran operasinya suatu kapal selama pelayaran, serta dapat memperkaya pengetahuan penulis dan pembaca. LANDASAN TEORI 1 Tinjauan Pustaka O Purifier Pengertian L. O Purifier Purifier berasal dari kata kerja purify, yang berarti menjernihkan. Denny Prumanto . menjelaskan bahwa dalam hal ini purifier memiliki arti sebagai alat untuk menjernihkan kontaminasi baik dari kontaminasi air, partikel kotoran, maupun gas. Purifier banyak digunakan pada sistem hidrolik dan lubrikasi untuk menjaga oli atau minyak dari kontaminasi. Selanjutnya Jusak Johan Handoyo . 5: 228-. menjelaskan bahwa L. O Purifier memurnikan kembali . minyak pelumas mesin, yang bekerja . arbon, lumpur padat, logam, dll. ) yang terkandung di dalam minyak pelumas . yang terdapat di dalam Aycrank caseAy mesin penggerak utama atau motor bantu generator. Purifikasi ini penting dilakukan pada minyak pelumas dengan jumlah yang cukup besar sekitar puluhan-ribu liter, agar dipergunakan lagi didalam AusystemAy pelumasan mesin dengan baik, bersih dan masih memenuhi kekentalannya . Cara kerja Pemisahan terjadi di mangkuk pemisah . yang digerakkan oleh motor listrik (A) melalui transmisi roda gigi cacing (D) . Mangkuk pemisah berputar dengan setiap kecepatan tinggi menghasilkan gaya sentrifugal yang Lumpur dan air secara efisien dipisahkan dari minyak. Minyak yang tidak dipisahkan diumpankan ke mangkuk melalui saluran masuk minyak . dan daun minyak yang dipisahkan adalah mangkuk di bagian luar minyak bersih . Air dan lumpur yang terpisah dikumpulkan di dalam pinggiran bowl dan dikeluarkan secara berkala melalui outlet pembuangan lumpur . Pembuangan air juga dapat terjadi melalui saluran keluar . Perpindahan dan air pendingin ke mangkuk diumpankan melalui saluran masuk air perpindahan/pengkondisian . Air operasi mangkuk diumpankan melalui saluran masuk air pembuka . dan air penutup mangkuk diumpankan melalui saluran masuk air penutup . Faktor-faktor yang menurunkan Kinerja O Purifier Getaran yang Tidak Normal pada Purifier Getaran adalah suatu gerak bolak balik disekitar titik keseimbangan dimana kuat lemahnya dipengaruhi besar kecilnya energi yang diberikan. Suatu metode getaran yang merupakan salah satu metode untuk mengetahui apakah suatu alat layak berfungsi perubahan yang cukup signifikan. Getaran yang ditimbulkan oleh L. Purifier dalam hal ini akan memberikan petunjuk tentang kondisi mesin TandaAetanda L. O Purifier dianggap berjalan normal salah satunya, yaitu putarannya tercapai sampai pada frequency 50 Hz dengan getaran dan suara yang halus. Masalah lain yang ditemukan pada L. O Purifier yaitu terjadinya getaran yang tidak normal atau berlebih pada purifier sehingga purifikasi tidak berjalan Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan selama pengoperasian O Purifier : Suara . Getaran . Waktu Start Overflow pada Purifier Overflow . pada purifier adalah suatu kondisi dimana terjadinya terbuangnya tumpahan minyak ke tangki pembuangan kotoran . ludge tan. , sehingga terjadi pembuangan minyak secara berlebih. Singkatnya minyak lumas tidak keluar melalui pipa outlet melainkan keluar melalui sludge port . menuju got. Walaupun terlihat sederhana, apabila diacuhkan dapat menyebabkan kerusakan dalam jangka waktu panjang jika tidak dicari solusinya (Dwi Prasetyo, 2. METODE 1 Metode Pendekatan Studi Kasus Metode pendekatan studi kasus adalah salah satu strategi dan metode analisis data kualitatif yang menekankan pada kasuskasus khusus yang terjadi pada objek Studi kasus ini memungkinkan penulis mempelajari masalah-masalah yang muncul pada L. O Purifier secara spesifik dengan batasan yang pasti. Dalam studi kasus, masalah-masalah yang ada dipelajari terlebih dahulu dengan mengacu kepada buku petunjuk manual (Instruction Manual Boo. dan dokumen lainnya yang dapat membantu dalam memecahkan masalah penelitian. Selain itu, studi kasus juga memungkinkan penulis mengamati objek penelitian secara langsung sehingga diperoleh data yang lebih akurat. Problem Solving Metode pendekatan dengan cara problem solving adalah lanjutan dari pendekatan studi kasus yang telah dilakukan terlebih dahulu oleh penulis yang mana telah dijelaskan di atas, sehingga problem solving adalah suatu proses menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat. Deskriptif Kualitatif Metode deskriptif kualitatif adalah teknik analisis yang akan digunakan dalam menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi di atas kapal berdasarkan pengamatan dan pandangan dengan melihat data-data yang ada. Dengan metode ini, penulis membuat suatu gambaran kompleks melalui kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang Prosedur menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dengan kualitatif diharapkan pula penelitian skripsi ini dapat menghasilkan suatu solusi ataupun pemecahan masalah yang tepat dan akurat, baik dalam mengamati dan menangani tentang permasalahan yang 2 Teknik Pengumpulan Data Observasi Observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Teknik observasi mendapatkan atau mengumpulkan data secara langsung selama melaksanakan praktek laut . di atas kapal LPG/C CLIPPER mengenai masalah-masalah L. Purifier. Selama menjalani praktek laut . di atas kapal, penulis mengamati beberapa masalah pada pesawat bantu L. Purifier yaitu getaran yang tidak normal pada L. O Purifier dan lubernya L. Purifier. Wawancara Metode wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab lisan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain yang saling berhadapan dan saling menerima serta memberikan Dalam metode wawancara, data yang diperoleh adalah bersumber dari seorang ahli atau yang berkompeten dalam suatu masalah atau pihak-pihak yang berkepentingan dengan materi yang disusun oleh penulis. Adapun dalam teknik wawancara pada penelitian ini yang menjadi koresponden adalah masinis 4 yang bertanggung jawab terhadap L. O Purifier dan khususnya pada kinerja dari L. O Purifier. Di bawah ini pertanyaan-pertanyaan penulis ajukan kepada masinis 4 : Mengapa terjadi getaran yang tidak normal pada L. O Purifier ? Apa penyebab terjadinya luber pada O Purifier ? Studi Pustaka Studi pustaka yaitu teknik pengumpulan data dengan cara membaca buku dari sumber yang dapat dijadikan referensi ataupun acuan pendukung sebagai tambahan dan perbandingan dalam penelitian dan pembahasan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Dalam menyusun skripsi ini penyusun menggunakan buku-buku referensi dari berdasarkan dengan masalah yang akan dibahas dalam penyusunan skripsi ini. Selain itu juga harus dipadukan dengan ilmu pengetahuan yang penulis dapat selama mengikuti bangku perkuliahan pada program pendidikan Diploma IV Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, serta pengalaman penulis selama praktek di atas kapal LPG/C CLIPPER, sehingga lebih mudah untuk dipahami. Dokumentasi Dokumentasi pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dengan mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan L. O Purifier. Dalam teknik ini, arsip serta dokumendokumen melengkapi data yang diperoleh sehingga data tersebut bisa lebih akurat dan dapat Dokumendokumen di atas kapal yang dijadikan referensi adalah buku petunjuk manual (Instruction Manual Boo. menerangkan tentang L. O Purifier mengenai tata cara pengoperasian serta perawatan dan perbaikan sesuai dengan spesifikasi dari pesawat bantu tersebut yang diterbitkan oleh pabrik pembuat. 3 Teknik Analisis Data Dalam penyusunan skripsi ini, teknik analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah metode untuk menyelidiki obyek yang tidak dapat diukur dengan angka-angka ataupun ukuran lain yang menggunakan analisis dengan pendekatan Data-data yang dikumpulkan dan didapat selama penelitian dipaparkan dan digambarkan sesuai dengan kondisi waktu Data-data dalam hal ini dapat dikatakan sebagai masalah yang timbul dikapal berkaitan dengan permasalahan pada L. Purifier. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Deskripsi Data Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa lancarnya kinerja mesin penggerak utama kapal tidak lepas dari peran serta lubricating oil purifier, karena kinerja dari memisahkan air dan kotoran yang telah tercampur di dalam minyak lumas. Beberapa masalah sering terjadi pada lubricating oil purifier yang membuat kinerja purifier tidak maksimal seperti getaran yang tidak normal, lubernya lubricating oil purifier, putaran yang rendah pada purifier dan terdapat endapan pada bowl lubricating oil purifier. Selama melaksanakan Praktek Laut (Pral. di atas kapal LPG/C CLIPPER selama satu tahun, penulis mengalami beberapa permasalahan yang terjadi pada saat menurunnya kinerja dari L. O Purifier. Adapun L. O Purifier yang dibahas dalam skripsi ini memiliki data sebagai berikut: O Purifier : ALFA-LAVAL Type : WHPX 407TGD-20 Serial No/Year : 881062-01-03/ 1991 Max. Bowl Speed : 5175 RPM Speed Motor Shaft: 1800 RPM Berikut ini adalah fakta-fakta yang ditemukan pada saat melaksanakan penelitian di atas kapal, sebagai berikut: Terjadinya Getaran yang Tidak Normal pada L. O Purifier Pada tanggal 24 Juni 2020 pada saat kapal berlayar dari Teluk Semangka. Lampung menuju pelabuhan Tanjung Sekong. Merak. Seperti biasa oiler yang berjaga dengan masinis 2 sedang melakukan pengecekan pada semua permesinan yang ada di dalam kamar mesin kapal. Semua mesin berjalan dengan baik, namun pada saat mendekati L. O Purifier, oiler mendengar suara aneh di area sekitar Oiler langsung memberitahukan hal ini kepada masinis 2 yang sedang berjaga pada saat itu. Masinis 2 pun langsung bertindak mendatangi purifier untuk mengecek dari mana asal suara aneh tersebut dan mendapati berasal dari getaran yang tidak normal pada L. O Purifier itu Pada saat kejadian kebetulan jam jaga masinis 2 akan berakhir sehingga diberitahukan kepada masinis 4 yang akan bertugas pada jam jaga masinis berikutnya untuk menindaklanjuti hal tersebut. Masinis pengecekan dan analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab L. O Purifier mengalami getaran yang tidak normal. Pengecekan dan analisis dilakukan pada komponen L. O Purifier dengan dugaan bahwa penyebab terjadinya getaran tidak normal pada L. O Purifier adalah karena beberapa kemungkinan masalah, yaitu putaran vertical shaft yang tidak center, upper bearing rusak dan friction block Terjadinya Overflow atau Lubernya L. Purifier Hal ini dialami penulis pada tanggal 25 Februari 2020 saat kapal berlayar dari Teluk Semangka. Lampung menuju Tanjung Sekong. Merak. Pada saat L. Purifier berjalan dengan normal masinis 4 bersama cadet mendengar suara alarm. Masinis 4 dan cadet pada saat itu langsung bertindak mengecek ke ruang atau kamar mesin dan mengidentifikasi high level pada O sludge tank. Kemudian masinis 4 mendapati L. O Purifier mengalami banyak peluberan . minyak menuju sludge tank yang mengakibatkan alarm pada L. O Purifier. Masinis 4 kemudian menghentikan sementara pengoperasian mesin L. O Purifier dan memberitahukan kejadian tersebut kepada Kepala Kamar Mesin (KKM) atau Chief Engineer untuk memberikan laporan dan meminta izin untuk melakukan pengecekan lebih lanjut Purifier. Setelah mendapatkan izin dari KKM. Masinis 4 dan cadet mempersiapkan peralatan guna membongkar L. O Purifier dengan special tools yang ada dan dibongkar sesuai dengan prosedur pada manual book guna mengetahui penyebab lubernya . O Purifier. Sementara itu, lubernya L. Purifier diduga disebabkan oleh beberapa kemungkinan, antara lain pemilihan gravity disc yang tidak sesuai, bowl disc yang kotor dan main seal ring aus atau 2 Analisis Data Adapun analisis data dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut : Terdapat Kerusakan pada Komponen L. Purifier Putaran Vertical Shaft Tidak Center Fungsi dari vertical shaft adalah komponen-komponen bagian dalam Vertical shaft menggerakkan bowl yang berat pada saat berputar dengan kecepatan tinggi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gesekan pada shaft bila bekerja dalam jangka waktu yang lama, agar shaft tetap dapat bekerja dengan baik maka dibutuhkan pemilihan dan pemeliharaan karena keseimbangan bowl. Gagalnya purifier di start kembali setelah terjadi automatic stop disebabkan putarannya imbal atau tidak center sehingga tidak mampu melampaui batas kritis. Purifier saat dioperasikan akan mengalami putaran yang awalnya pelan kemudian semakin cepat. Untuk menuju putaran normal biasanya melalui putaran yang diiringi dengan getaran, getaran inilah yang dinamakan putaran kritis. Namun, setelah dilakukan pengecekan dan analisis pada vertical shaft oleh masinis menggunakan dial gauge didapati bahwa tidak ada masalah pada vertical shaft dan masih dalam keadaan baik. Upper Bearing Rusak Upper bearing merupakan suatu bantalan yang berfungsi untuk menjaga vertical shaft agar tidak langsung bergesekkan dengan dudukannya. Upper bearing dapat rusak karena putaran poros yang tidak rata yang disebabkan oleh faktor dari kotoran yang masih menempel pada bowl sehingga membuat putaran menjadi berat dan membuat putaran poros menjadi tidak stabil. Gesekan yang terjadi pada upper bearing dengan perubahan bentuk yang terjadi pada upper bearing dan mengakibatkan perputaran pada purifier menjadi tidak Selain itu kerusakan pada upper bearing ini dapat disebabkan pula oleh pemanasan minyak pelumas yang masuk ke separator sudah melebihi panas yang ditentukan. Pada saat pemeriksaan dan analisis terhadap upper bearing dan didapati bahwa upper bearing masih dalam kondisi baik dan ball bearing pun masih dalam keadaan utuh. Friction Block Rusak Friction block adalah kopling gesek yang berfungsi mengurangi getaran pada elektro motor purifier pada saat Penggunaan L. O Purifier secara terus menerus dapat mengakibatkan pengikisan pada friction block. Selain itu, kurangnya perhatian masinis yang perawatan terhadap komponen friction block yang kurang optimal pun berpengaruh pada kerusakan friction Akibat dari pengikisan dan kerusakan tersebut adalah terjadinya getaran yang tidak normal pada elektro motor L. O Purifier pada saat bekerja. Kelayakan penggunaan friction block tergantung pada frekuensi dan running Jika kelonggaran dari friction pad kurang dari 3mm maka friction block ini harus diganti. Namun lain halnya dengan yang penulis temui di atas kapal. Masinis 4 yang bertanggung jawab atas L. O Purifier kurang memperhatikan ketebalan dari friction block sehingga didapati friction block yang sudah rusak dan terjadilah getaran yang tidak normal pada elektro motor Apabila hal ini terjadi secara terus-menerus mengakibatkan rusaknya lapisan dari friction pulley. Bila elektro motor purifier mengalami getaran yang tidak normal atau terlalu tinggi, otomatis akan berpengaruh terhadap getaran pada L. O Purifier. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan dan analisis oleh masinis terhadap friction block, ditemukan bahwa friction pad juga mengalami keausan dan kelonggaran menyebabkan getaran yang tidak normal pada elektro motor dan berdampak pada L. O Purifier. Dari faktor-faktor penyebab yang telah diuraikan, hasil analisisnya menunjukkan bahwa menurunnya kinerja L. O Purifier karena getaran yang tidak normal yang disebabkan oleh rusaknya friction block. Kerusakan tersebut disebabkan oleh pengikisan pada friction block sehingga kelonggaran serta kurangnya perawatan dan pemeriksaan secara berkala terhadap kelayakan penggunaan dari friction block. Banyaknya Tumpahan Minyak Berlebih ke Sludge Tank Banyaknya tumpahan minyak yang terbuang ke sludge tank dapat menjadi indikasi bahwa kinerja L. O Purifier telah Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab terjadinya peluberan . pada L. O Purifier, penulis akan memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan sebab menurunnya kinerja L. Purifier dengan lubernya L. O Purifier, antara lain sebagai berikut : Pemilihan Gravity Disc Tidak Sesuai Pada pesawat bantu L. O Purifier terdapat salah satu komponen yang disebut dengan gravity disc yang sangat berpengaruh besar terhadap pembersihan minyak lumas. Fungsi dari gravity disc adalah sebagai pemisah antara minyak lumas dari kotoran dan air yang berdasarkan berat Gravity disc juga akan menentukan bisa tidaknya minyak lumas naik dan masuk ke dalam service Penyebab seringnya terjadi tumpahan minyak karena pemilihan gravity disc yang kurang tepat. Oleh karena itu pemilihan gravity disc yang digunakan pada L. O Purifier haruslah tepat agar dapat mengurangi risiko terjadinya overflow atau peluberan. Hal ini penting untuk dilakukan karena perbedaan berat jenis dari minyak lumas yang tidak sama. Namun, sering kali masinis yang bertanggung jawab terhadap L. Purifier terhadap pemilihan dan penggantian gravity disc yang biasanya dilakukan. Pada penggantian gravity disc disebabkan oleh penerimaan minyak lumas di atas kapal . terkadang didapati berat jenis dan kekentalannya dari minyak lumas yang baru berbeda dengan berat jenis sebelumnya. Jadi, bila terdapat perbedaan berat jenis maka seharusnya berbeda pula penggunaan gravity discnya. Untuk itu, perlu penggantian gravity disc pada bunker berikutnya bila berat jenis berbeda agar pesawat bantu purifier tidak akan mengalami tumpahan minyak . Hal yang harus diperhatikan adalah perbedaan specific grafity minyak lumas karena specific gravity tersebut digunakan untuk melihat berat jenis minyak lumas yang berlainan agar dapat melakukan penyeleksian pada gravity disc yang sesuai dengan minyak lumas yang akan digunakan pada L. O Purifier. Jika ukuran dari gravity disc tidak sesuai dengan spesific gravity dari minyak lumas, maka minyak lumas akan masuk ke dalam saluran sludge tank dan menyebabkan purifier menjadi luber. Oleh karena itu, agar pemisahan minyak lumas di dalam purifier dapat bekerja dengan baik maka perlu adanya pemilihan gravity disc yang sesuai dengan specific gravity minyak lumas yang digunakan. Pemilihan gravity disc yang sesuai dengan baik dan benar dapat meningkatkan mutu dan kualitas minyak lumas yang baik sehingga dalam pengoperasian kapal dapat berjalan lancar terutama pada mesin penggerak utama. Bila pada purifier sering terjadi tumpahan minyak . secara berlebihan, maka dapat diartikan bahwa gravity disc dari purifier tersebut tidak sesuai dengan berat jenis minyak lumas. Namun, setelah dilakukan pengecekan pada gravity disc, tidak ditemukan masalah karena diameter gravity disc yang dipasang sesuai dengan kebutuhan specific gravity minyak lumas mesin penggerak Bowl Disc Kotor Bowl disc kotor adalah hal sewajarnya yang akan terjadi pada purifier. Cepat kotornya bowl disc dapat dikarenakan ketika melakukan overhaul pada L. Purifer saat pembersihan dengan DO tidak dilakukan dengan benar, sehingga masih terdapat sisa-sisa kotoran yang terjebak di antara disc dalam bowl yang akan mengendap dan menyebabkan bowl menjadi kotor. Selain itu, kandungan kotoran yang cukup banyak terdapat pada minyak pelumas pun menyebabkan bowl disc cepat kotor. Apabila lumpur di dalam bowl disc sudah semakin banyak dan menumpuk, maka proses pemisahan minyak lumas yang akan dilakukan menjadi terganggu. Akibat endapan kotoran yang terlalu banyak juga akan mengganggu kerja dari shaft yang berakibat rotasi per menit yang didapatkan tidaklah Rotasi per menit (RPM) yang dibutuhkan agar proses purifikasi dapat berjalan dengan baik adalah 1500-1900, sedangkan apabila RPM ini tidak tercapai maka gaya setrifugal yang terjadi pada purifier tidak dapat melempar kotoran ke sludge. Jika hal ini terus dibiarkan, maka purifier akan luber sehingga banyak tumpahan minyak lumas yang berlebih akan masuk ke dalam sludge tank. Selain itu, jika hal ini tidak diperhatikan dan tidak segera dilakukan perawatan maka akan menimbulkan masalah pada beberapa komponen lainnya. Agar bowl disc tidak kotor maka pembersihan setiap 3000 jam dengan mencuci bowl . , bowl hood . ap mangku. , bowl body . adan mangku. , bowl disc . iringan mangku. juga dapat dilakukan pemeriksaan pada bagian-bagian lainnya seperti o-ring packing atau seal ring seperti yang dianjurkan oleh buku petunjuk . anual boo. Bila pada bagian-bagian tersebut rusak maka harus diganti dengan yang baru untuk mencegah kebocoran pada Namun berdasarkan pada data lapangan, diketahui bahwa setelah dilakukan pengecekan oleh kru pada bowl disc tidak terlalu banyak kotoran yang mengendap karena kondisi bowl disc masih dalam keadan baik. Main Seal Ring Sudah Aus Di dalam bowl disc, terdapat sebuah seal ring yang berukuran sama dengan bowl disc yang berfungsi untuk memastikan bahwa kotoran yang sudah terpisah dari minyak lumas tidak tercampur kembali. Main seal ring bekerja sebagai pelapis atau penyekat antara main silinder dan bowl hood agar minyak lumas, air, dan kotoran tidak ada yang bocor dan terbuang ke sludge tank pada saat purifier sedang Jika main seal ring mengalami kerusakan, seperti keras atau tidak elastis dan mengalami keausan atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka minyak lumas akan keluar di antara bowl hood dengan main silinder sehingga proses purifikasi tidak akan berjalan dengan baik, bahkan dapat menyebabkan overflow. Minyak lumas yang sudah terpisah dari kotoran oleh proses pemisahan menjadi tercampur kembali dan ikut terbuang dengan kotoran ke dalam sludge tank. Adapun faktor yang menyebabkan rusaknya main seal ring diakibatkan . Faktor Pemasangan . Faktor Usia Pada saat masinis 4 dan penulis melakukan pengecekan main seal ring, ditemukan bahwa main seal ring yang digunakan sudah aus atau rusak. Adapun akibat dari rusaknya main seal ring pada purifier ini, adalah keluarnya minyak, air, dan lumpur yang melalui discharge port . menuju tangki lumpur sehingga tangki lumpur menjadi high level. Selain itu akibat lain yang dapat ditimbulkan adalah mengurangi jumlah minyak lumas untuk pengoperasian mesin penggerak utama karena L. O Purifier tidak mampu membersihkan minyak lumas dengan Dari faktor-faktor tersebut didapati bahwa main seal ring yang aus atau rusak membuat kinerja L. O Purifier menurun yang mengakibatkan minyak lumas akan keluar di antara bowl hood dengan main silinder sehingga proses purifikasi tidak akan berjalan dengan baik serta menyebabkan terjadinya luber . 3 Alternatif Pemecahan Masalah Melakukan Pemeriksaan dan Perawatan terhadap Komponen L. O Purifier a. Melakukan Pemeriksaan pada Friction Block Masinis perlu melakukan pemeriksaan pada kondisi friction block secara berkala untuk menjaga kelayakan penggunaan dari friction block agar kinerja L. O Purifier dapat berjalan dengan normal dan maksimal. Pemeriksaan komponen friction pad pada friction block dari keausan dan kelonggaran, pada saat pemasangan motor ke friction pulley dengan posisi yang tepat harus di cek friction pad-nya, serta pada saat penggantian friction pad. Melakukan Perawatan pada Friction Block Perawatan permesinan di atas kapal harus dilakukan secara berkala sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dalam PMS (Plan Maintenance Syste. dan sesuai dengan instruction manual book dari permasalahan yang sering terjadi pada permesinan di atas kapal dapat mengganggu kinerja sistem-sistem yang menunjang pengoperasian kapal. Perawatan yang terencana dan berkesinambungan merupakan suatu perawatan secara bertahap dan pada tahap terakhir dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah ada bagian atau komponen-komponen yang perlu untuk diganti, serta penyetelan sesuai dengan jangka waktu pemeriksaan yang didasarkan jam kerja dan Adapun perawatan yang dilakukan sebagai alternatif pemecahan masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah dengan mengganti friction block yang terkikis atau aus dengan yang Dengan cara ini masinis yang bertanggung jawab harus melakukan penggantian friction block dengan yang baru secara keseluruhan walaupun hanya satu komponen saja yang mengalami kerusakan atau keausan. Setelah komponen friction block dengan yang baru, maka sebaiknya diperiksa kembali untuk memastikan dalam proses penggantian dan pemasangan semua komponen friction block telah terpasang dengan baik serta untuk memastikan friction block telah bersih dari kotoran yang tertinggal sehingga kinerja L. O Purifier dapat beroperasi dengan baik. Melakukan Pengawasan dan Penggantian terhadap Komponen L. O Purifier Pengawasan terhadap L. O Purifier pada saat beroperasi penting dilakukan untuk mengetahui seberapa sering terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Dengan pengoperasian L. O Purifier sampai kondisinya berjalan normal dan tetap terjaga dengan stabil bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin dari adanya gangguan dan kerusakan pada L. O Purifier serta untuk menghindari dari kejadian yang tidak diinginkan agar dapat lebih awal diatasi dan diperbaiki. Selain itu, pengawasan terhadap kinerja O Purifier sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi komponen L. O Purifier tersebut masih baik atau sudah mengalami kerusakan. Kinerja L. O Purifier akan menurun apabila Rusaknya main seal ring membuat minyak lumas, air dan kotoran keluar melalui celah-celah di antara bowl hood dengan main silinder. Adapun alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan agar terhindar dari adanya diakibatkan oleh rusaknya main seal ring adalah sebagai berikut : Mengganti main seal ring dengan yang baru sesuai dengan tipe dari lubricating oil purifier secara berkala. Hal ini dapat menghindari ketidakcocokan komponen dalam pemasangan main Mengganti main seal ring dengan yang recondition yang sesuai dengan tipe dari lubricating oil purifier. Pada saat pemasangan main seal ring harus dibersihkan terlebih dahulu pada bagian tempat pemasangan seal ring dari kerak atau kotoran lainnya. Pemasangan main seal ring harus dipasang dengan teliti, kemudian berikan silikon ke masingmasing bagian seal ring dengan rata agar kerapatan dapat terjaga serta kebocoran pada L. O Purifier dapat terhindar. Evaluasi Terhadap Alternatif Pemecahan Masalah Perawatan terhadap Komponen L. Purifier Pemeriksaan Kondisi Komponen Friction Block . Kelebihan . Mencegah kerusakan yang lebih parah dan . Kondisi terjaga dengan baik. O Purifier dapat bekerja . Kekurangan . Membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih untuk memeriksa setiap komponen. Mengganti Friction Block dengan yang Baru . Kelebihan . Menghasilkan putaran motor yang stabil. Mencegah kerusakan komponen yang lebih parah. Memperpanjang usia elektro motor L. O Purifier. Kekurangan . Membutuhkan biaya lebih untuk penggantian friction block baru. Ketersediaan spare part di atas kapal yang harus selalu ada. Menjaga Kualitas Komponen L. O Purifier Mengganti Main Seal Ring dengan yang Baru Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan mengganti main seal ring yang rusak dengan yang baru : Kelebihan . Membuat pengoperasian mesin jadi lebih optimal. Menambah kerapatan antara celah bowl body dengan main . Meningkatkan proses pembersihan minyak . Kekurangan . Memakan biaya yang cukup . Tidak penggunaan spare part. Harus selalu diganti walaupun belum mencapai jam kerja Mengganti Main Seal Ring dengan Recondition Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan mengganti main seal ring yang rusak dengan yang telah di . Kelebihan . Menghemat biaya. Efisien dalam penggunaan spare part. Kekurangan . Kinerja main seal ring tidak semaksimal yang baru. Umur dan ketahanan main seal ring tidak tahan lama. 5 Pemecahan Masalah Berdasarkan penjelasanAepenjelasan yang telah penulis ungkapkan, mulai dari permasalahan yang muncul hingga pemecahan masalahnya yang didasarkan pada teoriAeteori yang digunakan, maka pemecahan masalah yang paling efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Memaksimalkan Perawatan Komponen L. O Purifier Untuk menjaga agar kinerja L. O Purifier tetap berjalan normal dan maksimal salah satunya adalah dengan memaksimalkan perawatan pada komponen purifier Salah satu cara merawat komponen L. O Purifier adalah dengan mengganti komponen yang sudah rusak Adapun pemecahan masalah yang didapatkan dalam penelitian ini untuk mengatasi terjadinya getaran yang tidak normal pada purifier adalah dengan melakukan penggantian friction block yang rusak dengan yang baru. Hal ini dilakukan karena dengan melakukan penggantian friction block dengan yang baru dapat menghindari kerusakan yang lebih parah. Penggantian friction block dengan yang baru harus secara keseluruhan diganti walaupun hanya satu komponen saja yang mengalami Setelah melakukan penggantian, maka sebaiknya friction block dicek kembali untuk memastikan friction block telah bersih dari kotoran yang tertinggal serta harus dilakukan pemeriksaan kondisi secara berkala untuk menjaga kelayakan penggunaan friction block. Terjadinya Getaran Tidak Normal pada O Purifier Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya getaran yang tidak normal pada O Purifier di kapal LPG C/CLIPPER adalah dikarenakan oleh rusaknya komponen friction block sehingga berakibat pada penurunan kinerja L. Purifier. Maka untuk mengatasi terjadinya hal tersebut perlu dilakukan perawatan dan penggantian friction block yang rusak dengan yang baru dan kemudian setelahnya dilakukan pengecekan ulang untuk menghindari kerusakan yang lebih Menjaga L. O Purifier Bekerja pada Nilai Kinerja yang Maksimal Melakukan penggantian main seal ring dengan yang baru adalah salah satu cara untuk menjaga L. O Purifier agar tetap dapat bekerja pada nilai kinerja yang Penggatian main seal ring harus disesuaikan dengan tipe dari lubricating oil purifier ALFA LAVAL serta pada saat pemasangan harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati. Hal ini dilakukan, karena main seal ring yang digunakan sudah rusak akibat pemasangan yang tidak tepat, dan juga sudah terlalu lama digunakan serta untuk mengurangi kerusakan yang lebih 2 Saran Setelah ditarik beberapa kesimpulan penelitian, penulis akan memaparkan saran-saran yang dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk pelaksanaan tugas kerja diatas kapal maupun sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya yang memiliki permasalahan penelitian yang Adapun saran-saran tersebut adalah sebagai berikut : Disarankan bertanggung jawab terhadap L. O Purifier untuk memaksimalkan perawatan dan lebih memperhatikan setiap komponen mesin termasuk ketebalan dari friction block agar komponen tersebut terhindar dari kerusakan dan dapat bekerja secara Adapun bila terjadi kerusakan disarankan untuk segera melakukan penggantian pada komponen yang rusak KESIMPULAN 1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai permasalahan menurunnya kinerja L. O Purifier ini adalah sebagai berikut : Terjadinya Overflow atau Lubernya L. Purifier Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya overflow atau luber pada L. Purifier disebabkan oleh rusaknya yangmengakibatkan terjadinya tumpahan minyak berlebih ke sludge tank. Adapun tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengganti komponen main seal ring yang rusak dengan yang baru. Untuk tetap menjaga kualitas kinerja L. Purifier, disarankan kepada masinis yang bertanggung jawab untuk memperhatikan komponen main seal ring tersebut dan apabila terjadi kerusakan segera dilakukan penggantian komponen. Selain itu perlu diperhatikan jam kerja dari komponen ini. Apabila telah melampaui batas jam kerja dari yang ditentukan oleh manual book maka harus diadakan penggantian serta melakukan ketelitian saat pemasangan guna menghindari terjadinya luber pada O Purifier. DAFTAR PUSTAKA