Volume 6 No. JURNAL ABADIMAS ADI BUANA http://jurnal. id/index. php/abadimas PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT TERPADU (PPMT) PENINGKATAN POTENSI DESA GONDANG DENGAN PEMBENTUKAN KOPERASI Lilik Andriyani1*. Fani Riski Arbani1. Faridatul Kudsiyah1. Angke Diasi Iswarianti1. Nur Lailia Ulinnuha1. Ilma Filiana1 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Magelang email: lilik. andriyani@unimma. Informasi Artikel Abstrak Kata kunci: Potensi desa Gondang yang memiliki sumber daya alam cukup baik dan sebagian besar penduduknya sebagai petani. Petani yang sebagian besar lansia mengalami kesulitan dalam hal akses jarak yang cukup jauh dan akses pengadaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi, obat-obatan pertanian dan lain-lain, serta keterbatasan pengetahuan petani menjadi kendala. Meskipun sebagian kecil kelompok pemuda tani yang tergabung dalam AuTaruna TaniAy belum berjalan dengan optimal sehingga belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Pembentukan koperasi diharapkan mampu memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan pokok petani seperti pupuk, obat-obatan dan lain-lain. Manfaat lain dari terbentuknya koperasi juga dipergunakan untuk penyimpanan uang. Penyimpanan uang selain dimanfaatkan untuk menyediakan kebutuhan konsumsi rumah tangga juga dipergunakan untuk menyediakan uang untuk memenuhi kebutuhan saat harus membeli pupuk, obat-obatan pertanian dan sebagainya. Dengan terbentuknya koperasi diharapkan mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa. Pembentukan koperasi ini dilakukan dengan membentuk kelembagaan koperasi dengan penyusunan AD_ART termasuk struktur organisasi koperasi petani desa Gondang. Kegiatan awal yang dilakukan dengan cara mengaftifkan kembali kartu tani dan BRI link. Kartu tani dan BRI link ini sangat berguna untuk memperoleh pupuk bersubsidi dan memudahkan secara keuangan untuk pengadaannya. Taruna Tani, koperasi Tani, kartu tani Diterima : 11-05-2022 Disetujui : 06-06-2022 Dipublikasikan : 15-072022 Abstract Keywords: Taruna tani, farmer cooperatives, farmer The potential of Gondang Village, which has natural resources, is quite good, and most of its inhabitants are farmers. Most of the farmers in Gondang village are elderly. They experience difficulties in terms of access to long distances and access to the procurement of fertilizers, mostly subsidized fertilizers, agricultural medicines, and others, and limited knowledge of farmers. Although a small number of youth farmer groups who are members of "Taruna Tani" have not run optimally, they have not solved the problem. Another benefit of forming a cooperative is for saving Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Besides being useful for providing household consumption needs, saving money is also helpful for providing capital to meet the needs of buying fertilizers, agricultural medicines, etc. The existence of cooperatives can improve the standard of life of rural communities. The activity of forming this cooperative is to create a cooperative institution with the preparation of AD_ART, including the organizational structure of the farmer cooperative in Gondang village. The initial activity was to reactivate the farming card and BRI link. This farmer card and BRI link are handy for obtaining subsidized fertilizer and providing financial convenience. PENDAHULUAN Desa Gondang Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang merupakan desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Lahan pertanian dalam bentuk sawah adalah sebesar 126. 6 ha. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian petani dan sebagian pemudanya merantau sehingga desa tersebut kurang berkembang. Angka kemiskinan cukup tinggi di Desa ini sebesar 142 KK. Sementara hasil pertanian terutama beras, merupakan sumber konsumsi utama masyarakat Indonesia, hal ini penting menjadi perhatian karena memiliki kedudukan strategis dalam memelihara stabilitas nasional (Pujiyono & Nugraha, 2. khususnya ketahanan pangan. Permasalahan pokok yang dihadapi di Desa Gondang adalah masih banyaknya prasarana dasar yang belum memadai, seperti jalan poros utama desa yang kurang lebar, jalan-jalan dusun yang belum tertata. Demikian juga di sector perekonomian masyarakat. Sebagai desa yang berbasis pertanian, tidak ada industry yang menyerap banyak tenaga kerja, minimnya ketrampilan warga, serta kurangnya modal, belum adanya alat transportasi umum, menjadikan usaha rumahan dan mobilitas warga sulit berkembang. Di sector pendidikan, memang desa Gondang sudah dinyatakan bebas buta aksara, tapi masih banyak warga yang hanya mengenyam pendidikan sampai Sekolah Dasar saja. Hal-hal yang seperti inilah yang menjadi permasalahan mendasar di Desa Gondang, sehingga masih dibutuhkan banyak usaha, dana dan gagasan serta tindakan untuk memperbaiki sarana prasarana dasar sehingga bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memajukan desanya sendiri. Potensi pertanian yang cukup besar jika dikelola dengan cukup baik, maka dapat membantu terhadap peningkatan pembangunan Desa. Dengan potensi yang ada di Desa ini telah terbentuk AuTaruna TaniAy, namun masih sebagian kecil pemuda dan pemudi yang tergabung dalam kelompok ini dan belum berjalan sesuai yang diharapkan. Kurangnya aksesibilitas terhadap pemenuhan kebutuhan bahan-bahan pertanian menyebabkan kurang optimalnya hasil pertanian sehingga menghambat pembangunan desa. Kartu tani adalah salah satu bantuan pemerintah bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Namun kartu ini juga belum digunakan secara optimal karena pembelian pupuk bersubsidi jaraknya cukup jauh dari desa, membuat para petani enggan menggunakan kartu tani. Demikian juga kesulitan pengadaan pupuk dan obat-obatan petanian disebabkan keterbatasan 50 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 keuangan, maka memiliki kartu BRI link bagi para petani menjadi sangat penting untuk memudahkan mengakses dan mengatur menggunakan uang sesuai dengan prioritas kebutuhan. Dalam mewujudkan pembangunan ekonomi tersebut dibutuhkan penataan kelembagaan dalam bentuk badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan yaitu dengan Pembentukan Koperasi. Koperasi mempunyai dua ciri indentitas, yaitu adanya anggota koperasi yang merupakan owner sekaligus customer dari lembaga koperasi. Kelembagaan pada kelompok Taruna Tani dapat optimal semestinya berbasis pada pemanfaatan potensi sumberdaya yang ada. Seperti sumber daya manusia, sumber daya institusional, fisik, dan sumberdaya alam yang dimiliki di Desa tersebut (Masitah et al. , 2. Terbentuknya Koperasi Kelompok Taruna Tani sangat berperan dalam pengembangan sektor pertanian dan membantu para petani untuk mengelola dan memenuhi kebutuhan para petani. Dengan demikian penguatan kelembagaan berkontribusi dalam mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan para petani desa Gondang. Kesejahteraan di sini berkaitan erat dengan kebutuhan dasar individu atau keluarga berupa kecukupan dan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan dasar lainnya (Wijaya et al. , 2. Melalui Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimm. membentuk kelembagaan koperasi Kelompok Taruna Tani yang bertujuan untuk memberikan kemudahan aksesibilitas kebutuhan sehari-hari seperti pupuk, perlengkapan pertanian dan kebutuhan lain diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi desa. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan (Undang-Undang RI, 1. Koperasi dapat didirikan secara perorangan atau badan hukum koperasi. Setiap anggota memiliki tugas dan tanggungjawab dalam operasional koperasi serta memiliki hak suara yang sama dalam pengambilan keputusan (Wagiyo, 2. Definisi koperasi (Batubara, 2. mendasarkan pada organisasi buruh sedunia adalah sebagai berikut: Cooperative is an association of persons, usually of limited means, who have voluntarily joined togethet to achive a common economic end through the formation of a democratically controlled business organization, making equitable contribution to the capital and accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking. Terdapat enam elemen yang terkandung dalam definisi koperasi tersebut (Riswanto, 2. Koperasi merupakan sekumpulan orang-orang. Sekumpulan orang-orang yang bekerja secara . Terdapat tujuan ekonomi yang dicapai. Koperasi berbentuk badan usaha yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis. Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal. Setiap anggota menerima risiko dan manfaat secara seimbang. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Mendasarkan pada pasal 3 Undang-Undang Koperasi no 25 tahun 1992 (Undang-Undang RI, 1. , koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 4 UU tersebut (Undang-Undang RI, 1. juga menunjukkan bahwa Fungsi dan peran Koperasi adalah : . membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Di Indonesia koperasi memiliki beberapa jenis yaitu koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi kredit, koperasi Jasa, dan koperasi serba usaha. Koperasi serba usaha yaitu koperasi yang kegiatannya tidak hanya satu usaha atau usaha pelayanan kepada anggota bermacam Sebagai contoh koperasi di desa yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) yang perkembangannya tidak hanya sebagai pemenuhan input produksi pertanian namun koperasi menyiapkan kebutuhan sehari-hari para anggotanya (Riswanto, 2. Koperasi petani di pedesaan sangat penting untuk menimbulkan semangat para petani untuk meningkatkan produksi pertanian dan membantu petani dalam memasarkan produk pertaniannya (Nurfitasary et al. , 2. Seiring perkembangannya beberapa program yang telah digulirkan pemerintah adalah Gapoktan atau Gabungan Kelompok Tani dibangun dengan tujuan fokus pada peningkatan produksi pertanian. Menurut UU No. 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani Gapoktan adalah kumpulan beberapa Kelompok Tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani desa (Ekonomi et al. , 2. Berbagai bidang keahlian yang dibutuhkan oleh para pengelola koperasi. Bidang keahlian seperti sistem administrasi dan keuangan, serta tata kelola yang baik dan tepat agar koperasi yang dibentuk diharapkan mampu mencapai tujuan. Tujuan lainnya dalam pembentukan koperasi yaitu tercapainya kesejahteraan petani, selain itu koperasi bisa menjadi ujung tombak pengelolaan berkelanjutan sumber daya alam untuk anak cucu. Koperasi memiliki dampak terhadap ekonomi dan Aspek sosial seperti pendidikan, suasana sosial kemasyarakatan, lingkungan hidup, dan lainlain (Sari & Pujiharti, 2. Koperasi memiliki potensi dan kekuatan yang sangat besar untuk menjadi salah satu pilar dalam pembangunan suatu negara khususnya dengan bersatunya petani dapat mengubah kehidupan lingkungan mereka sendiri dan kehidupan secara keseluruhan komunitas yang mereka miliki. Koperasi Kelompok Taruna Tani menjadi sangat penting untuk didirikan, hal ini sangat membutuhkan kerja keras khususnya masyarakat Desa Gondang. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 METODE Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT) di Universitas Muhammadiyah Magelang dilaksanakan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pendampingan langsung di masyarakat dengan membentuk Koperasi Kelompok Taruna Tani. Kegiatan PPMT dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: Melaksanakan koordinasi yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa, bersama dengan perangkat desa guna mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, mengidentifikasi potensi desa Gondang, serta mencari solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang Kegiatan selanjutnya adalah membuat kesepakatan kerjasama mitra antara Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT) dengan Desa Gondang. Kesediaan kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Surat Kesediaan Kerjasama Mitra dengan kegiatan pembentukan AuKoperasi Kelompok Taruna TaniAy PPMT diawali dengan kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa seputar perlunya pembentukan koperasi dan manfatnya bagi masyarakat. Kegiatan ini disampaikan oleh mahasiswa dan dilajutkan dengan diskusi antara dosen, mahasiswa, perangkat desa, dan warga Diskusi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pentingnya koperasi bagi masyarakat desa, serta langkah-langkah pembentukan koperasi desa. Kegiatan berikutnya melakukan kunjungan ke dinas koperasi Kabupaten Magelang guna memperoleh informasi tentang peraturan-peraturan terbaru, penyusunan AD ART, dan proses perijinan. Hasil kunjungan dari dinas koperasi sebagai bahan diskusi lanjutan antara mahasiswa bersama masyarakat. Langkah yang dilakukan dengan menyusun struktur organisasi, tugas pokok fungsi pengurus, dan penyusunan AD ART Koperasi Kelompok Taruna Tani. Selain membentuk kelembagaan Koperasi Kelompok Taruna Tani, juga sekaligus mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan yang memiliki potensi sebagai usaha koperasi. Kegiatan ini adalah mengaktifkan kembali Kartu Tani melalui Balai Penyuluhan Pertanian. Pengaktifan Kartu Tani ini dipergunakan untuk membantu warga membeli pupuk bersubsidi dari pemerintah dengan harga lebih murah. Dengan pengaktifan Kartu Tani ini berguna pada saat Koperasi sudah terbentuk dan koperasi yang akan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada Pengaktifan Kartu Tani dilakukan dengan mengidentifikasi warga masyarakat dengan mendatangi secara langsung ke rumah warga untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi Kartu Tani. Kartu Tani yang sudah terkumpul kemudian diidentifikasi keaktifannya di Kios Mandiri Desa Blabak. Setelah kegiatan pengaktifan Kartu Tani, selanjutnya adalah mempersiapkan pendaftaran warga masyarakat dalam BRI Link. BRI Link bekerjasama dengan koperasi yang berfungsi untuk mempermudah pembiayaan pada saat membutuhkan untuk kegiatan pertanian di 53 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Kegiatan lain yang dilakukan adalah mempersiapkan usaha koperasi Tani dengan pemasangan Router Wifi XL Home di Galeri XL Artos dan Galeri XL Pakelan. Hal ini diharapkan agar Koperasi Taruna Tani sudah memiliki beberapa usaha, bahkan pengurus koperasi mampu mengembangkan ketika kegiatan PPMT telah selesai. Kegiatan yang lain untuk usaha koperasi juga menata dan mengaktifkan kegiatan pengadaan barang dagangan dengan mengidentifikasi semua kebutuhan pengadaan barang dagangan yang digunakan untuk koperasi yaitu berupa pupuk, obat-obatan pertanian, peralatan pertanian dan sebagainya, sehingga kebutuhan warga untuk pertanian akan dapat diperoleh dengan mudah. Pembentukan embrio koperasi ini harapannya mampu menyelesaikan permasalahan penyaluran ini (Sawah & Timur, 2. Guna meningkatkan akuntabilitas keuangan, maka kegiatan PPMT yang lain adalah menyelenggarankan pelatihan pembukuan akuntansi. Pelatihan ini bermanfaat untuk memberikan pembelajaran bagi pengurus koperasi untuk dapat melakukan pencatatan akuntansi pada saat koperasi sudah beroperasi, sehingga diharapkan pengurus koperasi tidak merasa kesulitan dalam melakukan pembukuan keuangan dan berguna untuk menyajikan pelaporan keuangan koperasi lebih akuntabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan yang dilakukan adalah untuk menerjunkan mahasiswa ke masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguatkan jalinan kemitraan antara Unimma dengan masyarakat Desa Gondang. Selain kegiatan penerjunan, juga sekaligus penjelasan/penyuluhan tentang koperasi, tujuan dibentuknya koperasi, manfaat koperasi, dan Pembentukan koperasi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perangkat desa Gondang, perwakilan warga, anggota Taruna Tani, petugas dari Balai penyuluh pertanian kecamatan Mungkid, dosen pembimbing dan mahasiswa. Kegiatan lain yang dilakukan adalah diskusi lanjutan tentang identifikasi masalah dan penyelesaiannya. Melalui forum ini mendapatkan beberapa masukan untuk perbaikan aktifitas yang harus dilakukan agar permasalahan yang muncul dapat diatasi secara tepat. Hasil yang diperoleh dari diskusi ini adalah langkah kegiatan yang dilakukan selama pengabdian yaitu kegiatan pengaktifan kembali Kartu Tani, pendaftaran BRI Link. Pembentukan koperasi dengan penyusunan struktur kepengurusan koperasi, penyususnan ADART koperasi. Gambar 1. Penerjunan Mahasiwa PPMT Unimma dan Kegiatan Sosialisasi Koperasi Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Setelah melakukan kunjungan ke Dinas Koperasi, mendapatkan penjelasan tentang persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat mendirikan koperasi Desa. Secara umum hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Terdapat usaha yang sudah dibentuk. Struktur Organisasi kepengurusan usaha dan AD-ART. Pembekalan tentang koperasi. Pendaftaran koperasi melalui Notaris. Kunjungan ke Dinas Koperasi untuk konsultasi dan mendapatkan pendampingan pendirian koperasi terdapat pada Gambar 2. Gambar 2. Kunjungan ke Dinas Koperasi Kegiatan pertama yang dilakukan adalah membentuk kegiatan usaha koperasi. Usaha yang dilakukan adalah identifikasi dan mengaftifkan kembali Kartu Tani ke Balai Penyuluhan Pertanian. Kunjungan ke warga bertujuan untuk mendapatkan kartu tani warga. Namun masih terdapat beberapa kendala seperti rusak, hilangnya Kartu Tani, dan sebagainya. Upaya yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali kartu Tani untuk warga yang sudah memiliki Kartu, meminta kartu tani ke Balai Penyuluh Pertanian bagi warga yang Kartu Taninya hilang. Kartu Tani ini sangat berguna untuk memperoleh subsidi pupuk dari pemerintah. Subsidi pupuk hanya diberikan bagi warga tani yang memegang Kartu Tani. Kegiatan kunjungan ke warga dan pengaktifan kembali Kartu tani ke Balai Penyuluh Pertanian terdapat pada Gambar 3 dan Gambar 4. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 3. Kunjungan ke Warga untuk identifikasi Kartu Tani Gambar 4. Konsultasi ke Balai Penyuluh Pertanian Beberapa kegiatan terkait dengan toko penyediaan pupuk, proses pengadaan pupuk dan penyimpanan pupuk bersubsidi dengan menggunakan Kartu Tani pada Gambar 5, 6, dan 7. Gambar 5. Kunjungan ke Tempat Pengadaan Pupuk. Obat-obatan dll Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 6. Proses Pengadaan Pupuk dan Obat-obatan Gambar 7. Gudang Pupuk dan obat-obatan Pertanian Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan ke BRI untuk memperoleh informasi persyaratan pendaftaran warga untuk memperoleh BRI Link. Warga yang memperoleh BRI Link dikelola oleh koperasi dalam hal kemudahan/akses finansial. Kemudahan pembelian pupuk, obat-obatan, peralatan pertanian, dan sebagainya dibantu koperasi melalui akses BRI link. Namun perlu sosialisasi terus menerus agar warga secara optimal dapat menggunakan BRI Link. Upaya lain untuk mempersiapkan usaha koperasi Tani yang lain yaitu pemasangan Router Wifi XL Home di Galeri XL Artos. Kegiatan kunjungan dan konsultasi persyaratan pendaftaran BRI link dan Router Wifi XL terdapat pada Gambar 8, 9, 10 dan Gambar 11. Gambar 8. Kunjungan ke Bank BRI Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 9. Konsultasi Persyaratan Pendaftaran BRI Link Gambar 10. Kunjungan ke Galeri Xplor Artos Magelang Gambar 11. Konsultasi Persyaratan Pemasangan Router Wifi Xl Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan awal pembentukan usaha koperasi. Kegiatan selanjutnya adalah pembentukan kelembagaan koperasi dengan menyusun struktur organisasi Upaya yang sudah dilakukan adalah mengaktifkan kembali fungsi AuTaruna TaniAy. Penyusunan struktur organisasi ini telah memenuhi persyaratan yang ditentukan sesuai dengan 58 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 ketentuan dari Dinas Koperasi dan UKM. Koperasi dibentuk dengan Nama Koperasi Kelompok AuTaruna TaniAy. Koperasi ini merupakan koperasi yang beranggotakan petani di Desa Gondang dengan 4 kegiatan usaha terlihat pada Gambar 12 yaitu unit usaha pemasaran, unit usaha pengadaan, unit usaha perdagangan, dan unit usaha jasa lain. Unit usaha pemasaran bergerak dalam kegiatan memasarkan hasil pertanian. Unit usaha pengadaan, adalah bergerak dalam kegiatan pengadaan pupuk, obatobatan hasil pertanian, peralatan pertanian dan sebagainya. Unit usaha perdagangan bergerak dalam kegiatan melayani penjualan pupuk, peralatan hasil pertanian, obat-obatan dan sebagainya. Terakhir adalah unit usaha jasa lain yang bergerak dalam kegiatan penjualan jaringan internet, bekerjasama dengan BRI untuk simpan pinjam, tagihan listrik dan sebagainya. Gambar 12. Struktur Organisasi Koperasi Kelompok Taruna Tani Penyusunan AD_ART juga sudah dilakukan. Anggaran dasar koperasi adalah merupakan sumber peraturan tata tertib bagi tertibnya organisasi koperasi dengan segala kegiatan usahanya. Dengan kata lain, anggaran dasar koperasi adalah sebagai dasar formal bagi persetujuan atau kesepakatan para anggota untuk bekerjasama, yang merupakan fondasi setiap koperasi. Sedangkan Anggaran Rumah Tangga adalah merupakan aturan-aturan yang mengatur tentang tata tertib dan tata laksana kegiatan koperasi. Di dalam praktek biasanya, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 koperasi ini memuat ketentuanAeketentuan pokok seperti antara lain Nama Koperasi. Maksud dan tujuan. Kegiatan usaha. SyaratAesyarat keanggotaan, hak dan kewajiban serta tanggung jawab anggota. Pengurus dan Pengawas Koperasi. Rapat Anggota dan Keputusan Rapat Anggota. Pembagian SHU. Namun karena keterbatasan waktu pengabdian maka pendaftaran AD_ART ke Notaris selanjutnya diurus oleh pengurus koperasi yang sudah terbentuk. Pembekalan koperasi juga dilakukan kepada perwakilan warga dan pengurus koperasi yang sudah terbentuk. Pembekalan ini untuk menguatkan kelembagaan dari sisi manajemen, pengelolaan keuangan . , pemasaran, produksi, dan sumber daya manusia. Gambar 13. Terbentuknya Koperasi Kelompok AuTaruna TaniAy KESIMPULAN Pembentukan Koperasi Kelompok Taruna Tani ini adalah upaya untuk mengoptimalkan fungsi Taruna Tani di Desa Gondang Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Dengan terbentuknya koperasi Kelompok Taruna Tani hal ini dapat memberikan kemudahan aksesibilitas kebutuhan sehari-hari seperti pupuk, perlengkapan pertanian dan kebutuhan lain diharapkan mampu memacu pembangunan ekonomi desa. Pekerjaan warga yang didominasi petani banyak sekali berhubungan dengan pupuk dalam kehidupan bertani. Kartu Tani adalah salah satu bantuan pemerintah dalam melakukan pembelian pupuk bersubsidi. Kebutuhan pupuk yang harus membelinya jauh dari desa membuat para petani malas menggunakan kartu tani. Untuk itu pembentukan Koperasi diharapkan dapat membantu para petani mengatasi kesulitan dalam pembelian pupuk serta Koperasi membantu memberikan layanan simpan pinjam sehingga petani dapat mudah menyimpan uang dengan aman. Program-program koperasi lainnya juga dapat memberikan manfaat petani dalam pemenuhan kebutuhan. Diharapkan koperasi dapat memiliki kegunaan jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA