JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 2. Mei 2024 PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN GADIK DAN GADIKAN DALAM RANGKA PEMBELAJARAN OGANISASI POLRI PADA PROGRAM PENDIDIKAN PEMBENTUKAN BINTARA POLRI DI SPN POLDA JAWA BARAT Deti Yuanita Sari1. Ansori2. Novi Widiastuti3 1,2,3 IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia yuanitadeti@gmail. Received: Agustus, 2022. Accepted: Mei, 2024 Abstract This study aims to determine the planning of training to increase the ability of girls and women in the context of learning about the Police organization in the National Police Formation Education program at the SPN Polda West Java. To find out the implementation of improving the ability of girls and girls in the context of learning about the Police organization in the National Police Formation Education program at the SPN Polda West Java. To describe the results of improving the ability of girls and girls in the context of learning the Polri organization in the National Police NCO Formation Education program at the SPN Polda West Java, this research uses a case study research base and a qualitative descriptive type of research. Determination of informants is done by purposive sampling, which is chosen intentionally with the consideration that the selected informants are considered capable of providing the required information. The results of this study prove that the organization directs to whom members of the organization interact and communicate so that it is not considered wrong . thically and discipline. both in attitude and behavior, especially in person to person relationships. On the other hand, it also has a relationship and is interrelated, namely influencing the management of the organization that appears in the form of decisions, policies and directives, both written and verbal. This organizational training encourages orderly learning management because apart from keeping open the pattern of two-way communication, discussion and dialogue, it also includes criticism, input and However, organizational training requires that communication be formally guided by certain ethics, procedures and procedures Keywords: Organizational Learning. Improving the Ability of Girls and Girls Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan pelatihan peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat. Untuk mengetahui pelaksasnaan peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat. Untuk mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat, maka penelitian ini menggunakan dasar penelitian studi kasus dan tipe penelitian diskriptif kualitatif. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling, yaitu yang dipilih secara sengaja dengan pertimbangan informan yang dipilih dianggap mampu memberikan informasi yang Hasil penelitian ini membuktikan bahwa organisasi mengarahkan kepada siapa anggota organisasi berinteraksi dan berkomunikasi sehingga tidak dianggap salah . ecara etika dan displi. baik dalam bersikap dan berperilaku khususnya dalam hubungan person to person . Disisi lain, juga mempunyai hubungan dan saling terkait yaitu mempengaruhi pengelolaan organisasi yang muncul dalam bentuk keputusan, kebijakan dan arahan baik tertulis maupun lisan. Pelatihan organisasi ini mendorong terjadinya manajemen pembelajaran yang tertib karena selain tetap membuka pola komunikasi dua arah, diskusi dan dialog serta di dalamnya ada kritik, masukan dan saran. Namun dalam pelatihan organisasi mensyaratkan komunikasi tersebut secara formal harus berpedoman pada etika, prosedur dan tata cara tertentu. Volume 7. No. Mei 2024 pp 266-270 Kata Kunci: Pembelajaran Organisasi. Peningkatan Kemampuan Gadik dan Gadiktan How to Cite: Sari. Ansori & Widiastuti. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Gadik Dan Gadikan Dalam Rangka Pembelajaran Oganisasi Polri Pada Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Di SPN Polda Jawa Barat. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 265-270 PENDAHULUAN Harus diakui bahwa saat ini citra Polri tengah terpuruk. Berbagai kasus yang mendapat perhatian publik seolah silih berganti menerpa Polri, berbagai kasus yang mendapat perhatian publik ini, belum ditambah dengan perilaku oknum personel Polri yang melakukan penyimpangan di lapangan pada akhirnya menambah rusak citra Polri yang tengahdibangun, sehingga muncul stigma bahwa berurusan dengan polisi justru hanya menambah masalah. Ketidak propesionalan ini membuat penegakan hokum dan pemeliharaan kamtibmas tidak berjalan sesuai dengan harapan masyarakat dikeranakan hanya sebagian kecil saja. Oleh karena itu. Lemdiklat Polri beserta jajaran dan SPN Polda Jawa Barat sebagai unsur pelaksana pendidikan dan latihan Polri, khususnya terhadap 8 . standar pendidikan melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia yang Professional. Lemdiklat Polri melakukan Sertifikasi Profesi melalui Uji Kompetensi terhadap Pendidik Polri pada Pusdik dan SPN Polda yang dilaksanakan oleh LSP lemdiklat Polri. Dengan harapan semua Pendidik pada Pusdik dan Spn Polda memiliki Kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 14 tahun 2015 tentang Sistem Pendidikan Polri. SPN Polda Jawa Barat yang berperan dalam bidang pembinaan pendidikan dan pelatihan anggota Polri, dituntut untuk terus berupaya membekali dan meningkatkan kualitas tenaga Pendidikan sebagai ujung tombak dalam melakukan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Polri sehingga menghasilkan personel Polri yang bermoral dan Professional. Sertifikasi Kompetensi Pendidik pada SPN Polda Jawa Barat merupakan salah satu upaya mempersiapkan para pendidik/instruktur agar memiliki kemampuan yang memadai dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilannya kepada peserta didik guna memperoleh Hasil Didik sesuai harapan melakukan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Polri sehingga menghasilkan personel Polri yang bermoral dan Professional. Sertifikasi Kompetensi Pendidik pada SPN Polda Jawa Barat merupakan salah satu upaya mempersiapkan para pendidik/instruktur agar memiliki kemampuan yang memadai dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilannya kepada peserta didik guna memperoleh Hasil Didik sesuai harapan. Polri menyadari bahwa pendidikan merupakan sarana strategis untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan siap pakai guna menghadapi tugas-tugas kepolisian yang sarat muatan Menurut Meliala . 5 :. , terdapat dua hal yang menjadi prioritas perubahan dalam melaksanakan repormasi Polri yaitu aspek pendidikan dan aspek pelayanan masyarakat. Hal ini tentunya sejalan dengan salah satu arah kebijakan Kapolri lewat 10 Program Prioritas Refitalisasi Polri yaitu untuk sesegera mungkin melakukan percepatan perubahan budaya melalui perubahan pola pikir . personel Polri yang nantinya berjalan selaras dengan meningkatnya budaya etos kerja . ulture se. polisi terhadap pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum. Perubahan mindset dan culture set ini seyogyanya menjadi bagian integral dari sistem pendidikan Polri untuk menghasilkan pribadi dan sosok personel Polri yang lebih 268 Sari. Ansori & Widiastuti. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Gadik Dan Gadikan Dalam Rangka Pembelajaran Oganisasi Polri Pada Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Di SPN Polda Jawa Barat berperan sebagai pelayan masyarakat daripada men"adi sosok polisi yang peodal . eminta untuk dilayan. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan Polri berperan penting untuk menghasilkan polisi yang berkualitas dan memiliki keunggulan kompetitip, berwawasan ilmiah, bermoral serta mampu mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teknologi kepolisian dalam pelaksanaan tugas di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Dalam konteks inilah terlihat betapa penting dan strategisnya peran lembaga pendidikan sebagai garda depan Polri untuk menghasilkan lulusan yang mampu memasuki abad ilmu pengetahuan (Knowledge Societ. , dimana ilmu pengetahuan menjadi instrumen penting dalam dinamika masyarakat. lmu pengetahuan harus menjadi landasan dalam melaksanakan pemolisian sehingga dapat menyesuaikan dengan corak masyarakat dan kebudayaan serta lingkungan yang dihadapinya ('hrysnanda 2008 : . Pendidikan dan pelatihan memang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan dan Pelatihan menciptakan suatu lingkungan dimana pegawai dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap untuk membantu organisasi mencapai sasaran. Dengan kata lain memberi bantuan kepada pegawai untuk berkembang. Para pendidik berpersepsi bahwa organisasi tidak menghargai kontribusi mereka dalam melaksanakan tugas mengajar, sehingga Pendidik kurang berpartisipasi dalam pengembangan organisasi dan untuk terlibat dalam usaha perubahan yang berfungsi untuk mengembangkan organisasi kearah yang lebih baik. Dari data honor pendidik juga masih belum mensejahterakan tenaga pendidik sehingga kepuasan kerja yang dirasakan Pendidik masih jauh dari yang diharapkan dan juga kesejahteraan tenaga Pendidik ikut mempengaruhi terhadap kompetensi mereka. Pelatihan adalah manajemen pendidikan dan pelatihan secara menyeluruh mencakup fungsi yang terkandung di dalamnya, yakni perencanaan, pengaturan, pengendalian dan penilaian kegiatan umum maupun latihan keahlian, suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi oleh karna itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit ataupun Pendidik atau guru merupakan seseorang yang berkualifikasi untuk mendidik yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pendidikan adalah usaha manusia untuk membutuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan yang dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses Pendapat lain dikemukakan oleh Suwatno . 3: . Pendidikan adalah aktifitas memelihara dan meningkatkan kompetensi pegawai guna mencapai efektivitas organisasi yang dilakukan melalui pengembangan karier serta pendidikan dan pelatihan. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk merubah perilaku seseorang melalui suatu pengajaran agar berjalan sesuai tujuan yang Pembelajaran organisasi adalah organisasi yang secara terus menerus belajar meningkatkan kapasitasnya untuk berubah. Pembelajaran organisasi berupa adanya tindakan dari individu maupun kelompok yang dapat mempengaruhi organisasi (Lios Erlinda, 2. Pembelajaran organisasi merupakan perubahan dalam pengetahuan organisasi untuk memberikan Volume 7. No. Mei 2024 pp 266-270 pengalaman kepada organisasi Dimana individu secara berkelanjutan mengembangkan kemampuan mereka untuk mencapai hasil yang diharapkan, dimana dengan menambah pola berfikir yang lebih baik, adanya aspirasi bersama yang terbuka, dan individu secara bersama terus belajar Dalam pembelajaran organisasi diperlukan proses pembelajaran interaktif untuk menanggapi perubahan internal dan eksternal organisasi serta konsep yang digunakan dalam organisasi untuk mendiskripsikan aktivitas yang terjadi dalam organisasi dan merupakan bentuk dari organisasi ketika aktivitas atau proses pembelajaran terjadi dalam organisasi. METODE Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, metode ini dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang, berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya. Subjek dan Lokasi dalam penelitian ini adalah 50 orang Tenaga Pendidik di SPN Polda Jawa Barat, dan diambil sample sebanyak 6 orang. Lokasi penelitian dilaksanakan di SPN Polda Jawa Barat. Sedangkan untuk instrumen penelitian dalam pengumpulan data, peneliti menjadi instrumen utama penelitian atau merupakan alat pengumpul data utama, karena peneliti yang melakukan segala sesuatunya dari seluruh proses penelitian baik dalam perencanaan, melaksanakan pengumpulan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil Sedangkan prosedur penelitian ini adalah langkah-langkah yang akan peneliti ambil dalam melakukan penelitian, yaitu data deskriptif yang akan peneliti ungkapakan diantaranya : memecahkan masalah tentang pelatihan peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat, mendeskripsikan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tentang pelatihan peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat, berbagai usaha telah dilakukan oleh pihak Iembaga pendidikan Kepolisian untuk dapat meningkatkan mutu pendidikannya, salah satunya adalah dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pelatihan organisasi Polri. Proses belajar mengajar pada Pendidikan Pembentukan Bintara Polri diajarkan oleh Tenaga Pendidik (Gadi. dan Instruktur menggunakan komunikasi instruksional. Tugas pokok yang dijalankan oleh organisasi Polri dibentuk secara nasional dengan konsep organisasi berjenjang mulai dari tingkatan yang bersifat fungsional antara lain fungsi Intelijen. Reserse. Sabhara. Lalu Lintas dan Pembinaan Masyarakat. Namun dalam implementasinya hierarki komunikasi organisasi yang dikembangkan belum berjalan optimal Pembahasan Pendidikan dan Pelatihan menjadi proses perubahan pegawai yang tidak terlatih diubah menjadi pegawai yang cakap, dan pegawai sekarang dapat dikembangkan untuk diberikan tanggung jawab yang baru. Adanya pendidikan dan latihan dimaksudkan untuk menyesuaikan sikap tingkah laku, dan pengetahuan serta kecakapan pegawai sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaan. Menurut Yohanas . 7: . program pendidikan dan pelatihan . merupakan salah satu kegiatan mengenai sumber daya manusia yang paling penting 270 Sari. Ansori & Widiastuti. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Gadik Dan Gadikan Dalam Rangka Pembelajaran Oganisasi Polri Pada Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Di SPN Polda Jawa Barat dalam menghadapi berbagai tantangan perusahaan, baik dimasa ini maupun dimasa yang akan Pendidikan adalah usaha manusia untuk membutuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan yang dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan. Pendapat lain dikemukakan oleh Suwatno . 3: . Pendidikan adalah aktifitas memelihara dan meningkatkan kompetensi pegawai guna mencapai efektivitas organisasi yang dilakukan melalui pengembangan karier serta pendidikan dan pelatihan. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk merubah perilaku seseorang melalui suatu pengajaran agar berjalan sesuai tujuan yang diharapkan. Pembelajaran organisasi sering sekali diidentikkan dengan organisasi pembelajaran meskipun terdapat perbedaan diantara keduanya. Pemberlajaran organisasi (Organizational learnin. merupakan jenis aktivitas dalam organisasi dimana sebuah organisasi belajar sementara organisasi pembelajaran . earning organizatio. adalah bentuk organisasi. Namun perbedaan antara organizational learning dengan learning organization sulit dilakukan (Sange : 2. KESIMPULAN Peran Tenaga Pendidik dalam Pembentukan Bintara di SPN Polda Jawa Barat sudah berjalan efektif dan sesuai dengan Peraturan Kalemdikpol No. 02 Tahun 2009 tentang Penunjukan Tenaga Pendidik. Tenaga pendidik di SPN Polda Jawa Barat berperan dalam memberi dukungan emosional dan kognitif, kemudian memberi materi yang berarti juga menarik untuk dipelajari dan dikuasai oleh para siswa, serta memberi dukungan yang cukup bagi terciptanya sebuah organisasi yang mumpuni. Hal ini sudah dilakukan dengan baik oleh Tenaga Pendidik di Lingkungan SPN Polda Jawa Barat. Kemudian peran seorang Tenaga pendidik di Lembaga pendididkan kepolisian khususnya di SPN Polda Jawa Barat yaitu, memiliki tugas seperti merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran serta melakukan pembimbingan, pelatihan dan penelitian dalam bidangnya sehingga para tenaga pendidik mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul untuk melahirkan Insan Bhayangkara. DAFTAR PUSTAKA