Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. Pemberian Minyak Cumi pada Permukaan Air Dengan Dosis yang Berbeda Dalam Meningkatkan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarife. Arman Syahroni1. Tri Yulianto1. Dwi Septiani Putri1 Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH Kata Kunci: Kakap Putih. Larva. Minyak Cumi. ABSTRAK Masalah yang sering dihadapi dalam produksi benih adalah tingginya tingkat kematian larva atau tingkat kelulusan hidup yang masih rendah. Penelitian ini tentang pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air untuk mengetahui dosis terbaik terhadap tingkat kelangsungan hidup larva kakap putih (L. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu K: Tanpa minyak cumi. A: Minyak cumi 0,1 ml/m2. B: Minyak cumi 0,2 ml/m2. C: Minyak cumi 0,3 ml/m2. Minyak cumi 0,4 ml/m2. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut duncan menunjukkan tingkat kelulusan hidup terbaik terjadi pada perlakuan C . ,53A2,66%), panjang mutlak terbaik terjadi pada perlakuan A . ,16 A 0,. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perlakuan C merupakan perlakuan terbaik. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: Armansyahroni1606@gmail. pdwiseptianifikp@umrah. Triyuliantobdp@gmail. Provision of Squid Oil on the surface of the water with different doses in increasing the survival of Barramundi (Lates calcarife. larvae Arman Syahroni1. Tri Yulianto1. Dwi Septiani Putri1 Department of Aquaculture. Faculty of Marine and Fisheries Sciences. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords A common problem in seed production is the high rate of larval mortality or the still low rate of survival. This study was about administering different doses of squid oil on the surface of the water to determine the best dose of barramundi larvae survival rate (L. The method used is a Complete RandomIzed Design (RAL) with 5 treatments and 3 replays namely K: No squid oil. A: Squid 1 ml/m2. B: Squid oil 0. 2 ml/m2. C: Squid oil 0. 3 ml/m2. D: Squid oil 0. ml/m2. Data analysis using One-Way ANOVA and duncan advanced tests showed the best live graduation rate occurred on C treatment . 53A2. 66%), the best absolute length occurred on A treatment . 16 A 0. The results of the study showed that C treatment is the best treatment. Barramundi. Larvae. Squid Oil Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: Armansyahroni1606@gmail. pdwiseptianifikp@umrah. Triyuliantobdp@gmail. PENDAHULUAN Budidaya ikan kakap putih di Kepulauan Riau sudah banyak di lakukan, baik itu di Tanjungpinang. Batam maupun Bintan. KKP . Kepulauan Riau sendiri meproduksi ikan kakap putih sebanyak 1,291 ton. Nilai ini masih dapat di tingkatkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. meningkatkan produksi adalah dengan penyediaan benih. Masalah yang sering dihadapi dalam produksi benih adalah tingginya tingkat kematian larva atau SR yang masih rendah. (Nurmasyitah et al. , 2. , melaporkan bahwa tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih lebih rendah dibandingkan dengan ikan laut lain pada umum nya. Beberapa faktor yang menyebakan kematian pada larva adalah manajemen pemberian pakan yang buruk, genetika, kepadatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, kualitas air yang buruk dan larva mati pada permukaan air. Hal ini disebabkan larva memiliki sifat fototaksis positif atau mengejar cahaya dan untuk mengambil oksigen pada permukaan air dalam proses pembentukan gelembung Pemberian minyak cumi pada permukan air adalah salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kematian larva pada permukaan Informasi yang di dapat bahwa Balai Benih Ikan (BBI) Desa Pengujan telah menggunakan minyak cumi untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih. Adapun cara pengaplikasiannya yaitu dengan meneteskan minyak cumi di permukaan air. (Sugama et al. , 2. melaporkan, pemberian minyak cumi pada permukaan air dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup larva ikan kerapu bebek. Tujuan penelitian ini adalah sebagai data dan informasi bagi pembudidaya dan mahasiswa lainnya. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada MaretAeApril 2021. Pengambilan, pengamatan dan pengukuran sampel akan dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Alat yang digunakan yaitu akuarium, pipet tetes, gelas ukur, mikroskop, kamera, thermometer. DO meter. Refractometer, alat tulis, kaca preparate. Bahan yang digunakan adalah larva ikan, minyak cumi, air laut, rotifer. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang masing-masing perlakuan terdiri dari 3 Adapun perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut: perlakuan K: Tanpa minyak cumi, perlakuan A: Minyak cumi 0,1 ml/m2 perlakuan B: Minyak cumi 0,2 ml/m2 perlakuan C: Minyak cumi 0,3 ml/m2 perlakuan D: Minyak cumi 0,4 ml/m2 Prosedur Penelitian Persiapan Wadah Wadah yang digunakan dalam penilitian ini yaitu akuarium dengan ukuran wadah 25 cm x 15 cm x 20 cm dengan volume total 7,5 liter dan selanjutnya setiap sisi dan permukaan aqurium dengan menggunakan kantong plastik warna biru Wadah diletakkan didalam ruangan sebanyak 15 buah dan disusun berdasarkan skema penyusunan wadah. Persiapan Ikan Uji Berdasarkan wadah yang digunakan dalam penelitian ini untuk volume air penelitian yaitu 5 liter. selanjutnya di masukkan aerasi didalam wadah dan di biarkan selama 1 hari jam. Padat tebar dalam suatu wadah mengacu pada Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. penelitian (Darosman et al. , 2. , dimana dalam penebaran larva ikan kakap putih yaitu 50 ind/l. Oleh karena itu setiap wadah penelitian ditebar telur sebanyak 250 ekor. Persiapan Minyak Minyak yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak cumi. Gambar minyak cumi yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar. Pemberian minyak cumi pada permukaan air dilakukan setalah larva berumur 2 hari, pemberian minyak cumi 1 kali sehari setelah 2 jam dilakukan pemberian pakan pada pagi hari (Sugama et al. , 2. Pemeliharaan Ikan Uji Pemeliharaan larva ikan kakap putih meliputi pemberian pakan dan pengelolaan kualitas air. Pemberian pakan larva dilakukan pada saat larva berumur 2 hari. Pakan alami yang diberikan berupa rotifer sebanyak 7Ae10 ind/ekor ikan dan dilakukan pemberian pakan sebanyak 2x sehari yaitu pada pagi jam 07:30 dan sore hari jam 15: 00 (Nurmasyitah et al. , 2. Sampling Sampling dilakukan sebanyak empat kali yakni pada larva berumur 3,5,7 dan 10 hari. Sampling meliputi pengukuran panjang dan jumlah larva. Pengukuran panjang dilakukan dengan mengambil secara acak sebanyak 10 ekor larva dari setiap wadah dan dilakukan pengurangan volume air sebanyak 200 ml untuk sekali pengukuran. Sedangkan jumlah larva dihitung dari awal tebar dan diakhir Parameter Penelitian Tingkat Kelangsungan Hidup Perhitungan tingkat kelangsungan hidup larva uji dihitung dari awal peneltian dan akhir penelitian dengan menggunakan rumus (Nurmasyitah et al. SR = No-Nt X 100 % Keterangan : SR : Tingkat kelangsungan hidup (%) Nt : Jumlah larva uji yang hidup pada akhir penelitian . N0 : Jumlah telur uji yang ditebar . Pertumbuhan panjang Mutlak Larva akan dihitung menggunakan rumus menurut (Nurmasyitah et al. , sebagai berikut: L = Lt iA L0 Keterangan: L O Pertumbuhan Panjang mutlak . Lt O Panjang rata-rata larva waktu akhir penelitian . Lo O Panjang rata-rata larva waktu awal penelitian . Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. Abnormalitas Perhitungan abnormalitas dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan gambar. Pengambilan gambar abnormalitas menggunakan mikroskop digital dengan beberapa kali pembesaran, jika di temukannya abnormaliatas maka akan di foto dan dijadikan bukti penelitian. HASIL Tingkat kelangsungan hidup Tingkat kelangsungan hidup adalah nilai kelangsungan hidup yang diperoleh dengan cara jumlah akhir larva yang dipelihara lalu dibagi dengan jumlah awal larva yang dipelihara lali dikonversikan dalam bentuk persentase. Tingkat kelangsungan hidup larva ikan Kakap Putih yang diberikan minyak cumi pada permukaan air disajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut. Tingkat Kelangsungan Hidup (%) 24,53c 20,93b 18,40 ab 18,93ab 17,07a Perlakuan Gambar 1. Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Kakap Putih Setiap perlakuan selama penelitian. Keterangan perlakuan K: Tanpa Perlakuan. A: dosis 0,1 ml. B: Dosis 0,2 ml. C: dosis 0,3 ml. Dosis 0,4 ml. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukan bahwa pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan wadah pemeliharaan larva memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup larva dengan nilai P-value 0,002 < 0,05 maka nilai kelagsungan hidup perlu dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air terbaik berturut-turut terjadi pada perlakuan C . ,53A2,. B . ,93A1,. A . ,93A1,. K . ,40A1,. D . ,07A0,. Berdasarkan hasil uji one-way ANOVA yang diperolah maka Hipotesis ditetapkan H-0 ditolak dan H-1 diterima. Hasil uji lanjut Duncan menunjukan perlakuan C . ,53A2,. berbeda nyata terhadap seluruh perlakuan, perlakuan B . ,93A1,. berbeda nyata terhadap perlakuan D . ,07A0,. , perlakuan B . ,93A1,. tidak berbeda nyata Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. terhadap perlakuan K . ,40A1,. dan A . ,93A1,. Perlakuan D . ,07A0,. tidak berbeda nyata terhadap perlakuan K . ,40A1,. dan A . ,93A1,. , perlakuan C . ,53A2,. merupakan perlakuan terbaik. Berdasarkan hasil uji one-way ANOVA yang diperolah maka Hipotesis ditetapkan H-0 ditolak dan H-1 diterima. Pertumbuhan Panjang Mutlak . Pertumbuhan Panjang Mutlak Panjang mutlak adalah nilai panjang yang diperoleh dari nilai panjang akhir penelitian dikurangi nilai panjang awal pada penelitian. Nilai Panjang mutlak larva ikan Kakap Putih yang diberikan minyak cumi pada permukaan air disajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut. 1,16a 1,15a 1,13a 1,13a Perlakuan 1,14a Gambar 2. Pertumbuhan Panjang Mutlak Larva Ikan Kakap Putih Setiap perlakuan selama penelitian. Keterangan perlakuan K Tanpa Perlakuan. A dosis 0,1 ml. B Dosis 0,2 ml. C dosis 0,3 ml. D Dosis 0,4 ml Hasil uji One-Way ANOVA menunjukan bahwa pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan wadah pemeliharaan larva tidak memberikan pengaruh nyata terhadap panjang mutlak larva dengan nilai P-value 0,960 > 0,05 maka nilai panjang mutlak tidak perlu dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air terbaik berturut-turut terjadi pada perlakuan A . ,16 A 0,. K . ,15 A 0,. D . ,14 A 0,. B . ,13 A 0,. C . ,13 A 0,. Berdasarkan hasil uji one-way ANOVA yang diperolah maka Hipotesis ditetapkan H-0 diterima dan H-1 ditolak. Abnormalitas Abnormalitas adalah fenomena ikan mengalami keadaan/kodisi bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan keadaan bentuk tubuh pada umumnya . Abnormalitas bisa diketahui dengan melakukan pengamatan menggunakan Tingkat abnormalitas larva ikan Kakap Putih yang diberikan minyak Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. cumi pada permukaan air disajikan dalam bentuk gambar dan table. Gambar grafik abnormalitas dapat dilihat pada gambar 3. Abnormalitas (%) 28,33a 24,17a 21,67a 20,83a 15,83a Perlakuan Gambar 3. Abnormaltias Larva Ikan Kakap Putih setiap perlakuan selama Keterangan perlakuan K. Tanpa Perlakuan. A dosis 0,1 ml. B Dosis 0,2 ml. C dosis 0,3 ml. D Dosis 0,4 ml. Hasil pengambilan sampel larva ikan setiap perlakuan ditemukan bahwa hampir semua sampel larva dari perlakuan mengalami abnormal pada pembentukan struktur tulang. PEMBAHASAN Pembahasan dari penelitian ini meliputi tingkat kelangsungan hidup. Pertumbuhan Panjang Mutlak, abnormalitas, dan kualitas air. Tingkat kelulusan hidup adalah persentase ikan yang mampu bertahan hidup selama proses pemeliharaan berlangsung. Hasil penelitian pemberian minyak cumi dengan dosis yang berbeda pada permukaan air memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih, nilai yang diperoleh selama penelitian yaitu perlakuan C . ,53A1,20%). B . ,93A1,40%). A . ,93A1,40%). K . ,40A2,66%). D . ,07A0,. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Setiadi . pemberian minyak cumi pada permukaan air mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup ikan kerapu bebek (C. Hal ini disebabkan pemberian minyak cumi pada permukaan air di wadah akan membentuk lapisan yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan dan menekan kematian massal di permukaan air (Setiadi, 2. (Menurut Kurata et , 2. pemberian minyak diatas permukaan air mengurangi tingkat mortalitas, pemberian minyak ke permukaan air juga mampu menghambat inflasi gelembung renang awal pada larva ikan tuna sirip biru pasifik (Thunnus orienthali. Selain itu Menurut (Setiadi & Tridjoko, 2. penyebab utama larva mengalami kematian massal di permukaan air adalah belum terbentuknya sirip punggung dan sirip pembentukan sirip dada. Menurut (Shadrin & Pavlov, 2. pembentukan sirip punggung dan sirip dada ikan kakap putih mulai terjadi pada hari ke-3 setelah telur menetas kemudian Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. memasuki hari ke-18 setelah telur menetas sirip punggung dan dada telah terbentuk sempurna. Selain itu tingkat kelangsungan hidup larva berkaitan erat dengan kadar salinitas, pemeliharaan larva kakap putih dengan kadar salinitas 30 ppt mampu memberikan hasil tertinggi terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih dibandingkan dengan kadar salinitas 25 ppt dan 35 ppt (Arasu et Panjang mutlak adalah selisih nilai panjang akhir penelitian dikurangi nilai panjang awal pada penelitian. Hasil penelitian pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air tidak berbeda nyata terhadap panjang mutlak dengan nilai perlakuan A . ,16 A 0,. K . ,15 A 0,. D . ,14 A 0,. B . ,13 A 0,. C . ,13 A 0,. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Sugama et al . bahwa pemberian dosis minyak cumi 0,1 Ae 0,5 ml tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang mutlak ikan kerapu bebek (C. Menurut Kurata et . penyebab minyak cumi tidak mampu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan adalah fungsi utama dari minyak cumi di permukaan air untuk mengurangi tekanan permukaan bukan sebagai pakan tambahan. Sejalan dengan pendapat Ismi et al. , . bahwa peran minyak pada permukaan untuk membatasi gerakan larva kepermukaan. Menurut Honryo et al. larva ikan akan memproduksi mucus yang bersifat lengket ketika larva mengalami kontak tegangan di permukaan sehingga larva akan terjebak diatas permukaan. Abnormalitas adalah fenomena ikan mengalami keadaan/kodisi bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan keadaan bentuk tubuh pada umumnya . Hasil pengamatan menunjukan bahwa masih terdapat larva yang abnormal. Hal ini diduga karena factor, ketersediaan nutrisi larva juga mempengaruhi tingkat Menurut (Boglione et al. ,2. bahwa faktor utama kemunculan abnormalitas pada larva disebabkan oleh genetic bawaan serta ketersediaan nutrisi dan bermacam macam seperti faktor kualitas air, polutan, dan serangan penyakit, stress bisa menyebabkan abnormalitas pada larva. Pada penelitian ini parameter kualitas air normal dan tidak dijumpai serangan penyakit maka hubungan abnormalitas dengan faktor genetic, polutan dan serangan penyakit tidak bisa dijadikan dasar sebagai faktor penyebab abnormalitas. Penggunaan minyak cumi pada permukaan diduga berkaitan dengan abnormalitas yang terjadi, hal ini disebabkan pemberian minyak cumi pada permukaan memiliki peluang lebih tinggi untuk kembali ke badan air karena tegangan permukaan telah berkurang sehingga tidak menyebabkan stress pada larva, sedangkan pada permukaan air tanpa pemberian minyak cumi akan mengalami stress ketika terjebak pada permukaan air yang menyebabkan larva menggunakan seluruh sisa energi dalam tubuhnya untuk berusaha kembali ke badan air sehingga tidak memiliki ketersediaan energi yang cukup untuk proses perkembangan organ. Menurut (Setiadi, 2. melaporkan larva yang terjebak dan lolos dari tegangan permukaan air akan mengalami abnormalitas pada bagian lordosis dan caudal. Hasil penelitian (Hamre et al. ,2013. Ronnestad et al. , 2. menyebutkan bahwa salah satu kunci kesuksesan terbentuknya struktur tulang pada tahap awal perkembangan larva adalah nutrisi, pendapat ini sejalan dengan penelitian (Kurniati et al. ,2. bahwa penambahan konsentrasi vitamin C mampu menurunkan tingkat abnormalitas larva ikan bawal bintang. Selain itu, bentuk gelembung renang juga berpengaruh terhadap pembentukan struktur tulang, apabila pembentukan gelembung renang gagal makan akan menyebabkan lordosis Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 29-37. E-ISSN 2579-6291. pada tulang larva (Divanach et al. , 1. Menurut (Simanjuntak et al. , 2. suhu 32oC memiliki tingkat abnormalitas lebih tinggi dibandingkan dengan suhu 28 Ae 30oC ikan kakap putih, penemuan ini sejalan dengan pendapat (Georgakopoulou et al. , 2. bahwa suhu air berpengaruh terhadap perkembangan lipatan insang dalam, tulang penutup insang, pembentukan struktur tulang lordosis serta keanehan pada sirip ekor dan punggung larva. Penelitian terkait perkembangan struktur tulang serta abnormalitas larva ikan kakap putih sudah pernah dilakukan pada tahun (Fraser & de Nys 2005. Fraser et al. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian adalah pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih dengan perlakuan C (Minyak Cumi 0,3 ml/m. merupakan perlakuan terbaik untuk memperoleh tingkat kelangsungan hidup sebesar 24,53A2,66%. DAFTAR PUSTAKA