Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 PEMANFAATAN POJOK BACA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI SD NEGERI 1 MENANGA Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 1,2,3Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia niwayanseniani8@gmail. com1, numertayasawayan@gmail. sudirman_inyoman@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat baca kelas IV SD Negeri 1 Menanga dengan pemanfaatan pojok baca. Jenis penelitian ini kualitatif deskripsi. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Adapun analisis data yaitu reduksi data, pemaparan data dan verifikasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah. Guru Wali. Guru Agama Hindu dan siswa kelas IV. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa Perencanaan pojok baca di SD Negeri 1 Menanga terdapat 3 tahapan yaitu pertama mengadakan rapat dengan para dewan guru terkait dengan adanya program pojok baca di setiap ruang kelas. Kedua tahap perencanaan pengadaan buku cerita yang dianggarkan diDana Bos. Ketiga tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan literasi 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Selanjutnya pojok baca di SD Negeri 1 Menanga dimanfaatkan sebagai berikut pertama sebagai bahan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), kedua sebagai bahan referensi dan bahan diskusi, dan ketiga sebagai bahan untuk mengisi waktu luang Berdasarkan pemanfaatan pojok baca di SD Negeri 1 Menanga ini sangat membantu meningkatkan minat baca siswa khususnya di kelas IV. Adapun endala yang dihadapi oleh guru dalam pemanfaatan pojok baca di SD Negeri 1 Menanga yaitu koleksi buku cerita yang masih minim dan kurangnya inisiatif siswa dalam membaca buku di pojok baca. Kata Kunci : Pemanfaatan. Pojok Baca. Minat Baca Abstract This study aims to describe interest in reading in class IV SD Negeri 1 Menanga by using the reading This type of research is descriptive qualitative. Collecting data with the method of observation, interviews, questionnaires and documentation. As for data analysis, namely data reduction, data exposure and verification. The subjects of this study were school principals, guardian teachers. Hindu religious teachers and fourth grade students. The results of the study show that there are 3 stages in planning a reading corner at SD Negeri 1 Menanga, namely first holding a meeting with the board of teachers regarding the existence of a reading corner program in each classroom. The two stages of storybook procurement planning are budgeted at the Bos Fund. The three implementation stages carried out literacy activities 15 minutes before the learning activities began. Furthermore, the reading corner at SD Negeri 1 Menanga is used as follows: firstly, as material for School Literacy Movement (GLS) activities, secondly as reference material and material for discussion, and thirdly as material to fill students' free time. Based on the use of the reading corner at SD Negeri 1 Menanga, it really helps to increase students' interest in reading, especially in grade IV. The obstacles faced by teachers in using the reading corner at SD Negeri 1 Menanga are the minimal collection of story books and the lack of student initiative in reading books in the reading corner. corner at SD Negeri 1 Menanga, it really helps to increase students' interest in reading, especially in grade IV. The obstacles faced by teachers in using the reading corner at SD Negeri 1 Menanga were the minimal collection of story books and the lack of student initiative in reading books in the reading corner. Keywords: Utilization. Reading Corner. Interest in Reading Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 PENDAHULUAN Salah satu kunci kemajuan suatu negara dan bangsa adalah pendidikan. Tidak mungkin memisahkan peran pemerintah, publik, dan swasta dalam meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan dari upaya perbaikan masyarakat Indonesia (Sudarmono et al. , 2. Indonesia, pendidikan semakin maju di bidang sains dan teknologi, serta di bidang agama dan mata pelajaran lainnya. Semua siswa, baik rata-rata maupun luar biasa, pada akhirnya akan mengisi tanggung jawab masing-masing, dan mereka semua akan membutuhkan pendidikan. Buku-buku yang telah dibaca atau diteliti tidak akan terisolasi dari pendidikan yang berkembang ini (Putri, 2. Setiap siswa harus terlibat dalam kegiatan membaca karena mereka sangat penting dalam ranah pendidikan. Membaca adalah keterampilan yang paling penting karena memungkinkan siswa untuk menyelidiki apa pun. Membaca juga merupakan cara yang sangat menarik dan signifikan untuk belajar penting (Arum Nisma Wulanjani & Candradewi Wahyu Anggraeni, 2. Salah satu persyaratan untuk keberhasilan membaca yang baik adalah minat, karena semuanya kurang efektif dan efisien tanpa adanya minat. Indonesia saat ini menempati urutan kedua dari bawah di dunia dalam hal literasi, yang menunjukkan bahwa minat baca sangat Perkembangan minat baca dan literasi di kalangan masyarakat Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa hanya 0,001% orang Indonesia yang tertarik membaca, yang benar-benar mengkhawatirkan. Itu berarti, hanya 1 orang Indonesia, dari 1. 000, yang membaca secara religious (Haryati, 2. Rendahnya minat baca menyebabkan kebiasaan membaca yang buruk, sehingga penting untuk menanamkan kecintaan membaca pada anak bangsa. Ini akan membantu mereka memahami nilai membaca. Membaca memungkinkan anak-anak untuk mendapatkan perspektif baru tentang konsep yang sebelumnya tidak diketahui. Penyebab rendahnya minat baca siswa antara lain sebagai berikut: . kemampuan membaca siswa masih kurang. ada banyak bentuk program hiburan dan televisi yang mengalihkan anak-anak dari buku. tidak ada cukup buku di perpustakaan untuk menarik dan menumbuhkan minat baca siswa. Minat adalah keinginan yang kuat terhadap sesuatu yang tersusun dari berbagai perasaan dan kesadaran serta fokus penuh yang menuntun individu untuk menentukan pilihan (Hayati & Harianto, 2. Minat membaca sangat penting untuk pembangunan negara. Minat membaca setiap orang berbeda-beda, dan itu membutuhkan dorongan baik dari dalam maupun dari luar (Dwiputra & Pratama, 2. Pemerintah telah melakukan sejumlah inisiatif, antara lain mengamanatkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbu. Nomor 23 Tahun 2015, tentang "tumbuhnya etika berakhlak mulia kepada siswa dengan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah". Pembentukan program pojok baca di setiap kelas merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk memajukan Gerakan Literasi Sekolah dan memacu minat baca anak-anak. Pojok baca adalah area membaca di sekolah yang dilengkapi dengan pilihan buku yang dibuat agar terlihat menarik (Nayren & Hidayat, 2. Pojok baca ini berfungsi sebagai perpanjangan dari operasi perpustakaan karena membawa buku lebih dekat dengan siswa. Buku-buku ini berisi non-buku teks serta buku teks. Ada beberapa buku dari perpustakaan sekolah di pojok baca. Pojok baca berfungsi untuk memudahkan lokasi bacaan, bahan bacaan terdekat, lokasi bacaan yang nyaman, dan lokasi membaca yang menarik perhatian. Beberapa fungsi ini membantu dalam menumbuhkan minat baca siswa di kalangan siswa sekolah dasar (Kurniawan et al. , 2. Di Gugus i Kecamatan Rendang terdapat 6 sekolah dimana salah satu sekolahnya sudah menerapkan program pojok baca. SD Negeri 1 Menanga merupakan salah satu lembaga pendidikan di Gugus i yang menerapkan pojok baca di setiap kelasnya. Selain itu. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 tidak hanya pojok baca SD Negeri 1 Menanga juga melaksanakan pembiasaan membaca cerita selama 15 menit sebelum pembelajaran. Berdasarkan observasi dan wawancara awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 2 Pebruari 2023 di SDN 1 Menanga dengan wali kelas IV dan guru agama hindu bahwa, minat baca siswa tergolong masih rendah, dimana dapat dilihat dari kegiatan siswa sehari-hari disekolah yang dominan lebih suka bermain daripada membaca buku. Pelaksanaan program pojok baca ini bertujuan untuk mendorong siswa meningkatkan minat membaca sehingga memiliki kemampuan berpikir yang baik dan pemahaman yang komprehensif. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait dengan pemanfatan pojok baca untuk meningkatkan minat baca siswa di SD Negeri 1 Menanga. Dalam penelitian ini akan membahas 3 hal yaitu: Perencanaan program pojok baca di SD Negeri 1 Menanga Pemanfaatan pojok baca untuk meningkatkan minat baca siswa di SD Negeri 1 Menanga Kendala yang dihadapi oleh guru dalam pemanfaatan pojok baca. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah uraian atau penyajian data secara objektif berdasarkan fakta. Penelitian kualitatif mengacu pada penelitian yang bertujuan untuk memahami sepenuhnya fenomena yang dialami subjek penelitian dengan menggunakan kata-kata dan bahasa deskriptif dalam konteks, terutama menggunakan berbagai metode alami (J, 2. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Menanga, penelitian dilakukan pada bulan 26 April sampai 4 Mei 2023. Didalam penelitian kualitatif ini data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah berupa hasil wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah. Guru dan Siswa Kelas IV yang berjumlah 31 orang. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022Ae2023 di SD Negeri 1 Menanga di kelas IV. Salah satu sekolah di Gugus i Kecamatan Rendang adalah SD Negeri 1 Menanga. Pojok baca telah tersedia di SD Negeri 1 Menanga sejak pemerintah mengajukan permohonan sehubungan dengan Gerakan Literasi Sekolah. Salah satu cara sekolah mendorong minat baca siswa di SD Negeri 1 Menanga adalah melalui pojok baca ini. Proses pembelajaran akan dibuat lebih sederhana bagi guru dan siswa berkat pojok baca ini, dan anak-anak tidak perlu pergi ke perpustakaan untuk menggunakannya selama waktu henti. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 hari yaitu pada tanggal 26 April Ae 5 Mei 2023. Peneliti mewawancarai 3 orang, 1 orang Kepala Sekolah dan 2 orang guru yang terdiri dari guru wali kelas IV dan guru mata pelajaran agama hindu. Kemudian peneliti melaksanakan kegiatan penyebaran angket kepada 31 orang responden. Berdasarkan hasil data yang didapatkan dari wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti, mendapatkan hasil sebagai berikut: Perencanaan Program Pojok Baca Di SD Negeri 1 Menanga Perencanaan adalah suatu proses. Proses perencanaan merupakan rangkaian urutan rasional di dalam penyusunan rencana. Perencaan pojok baca merupakan proses penyusunan rencana untuk pembuatan pojok baca di setiap ruang kelas dengan tujuan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah untuk meningkatkan minat baca. Perencanaan program pojok baca di SD Negeri 1 Menanga dilakukan dengan 3 tahapan. Pertama dalam merencakan pojok baca berdasarkan himbauan pemerintah maka sekolah Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 melakukan rapat dengan dewan guru terkait akan adanya program pojok baca. Kedua perencanaan pojok baca dalam hal ini adalah bahan utama yaitu buku-buku yang akan ditata pada pojok baca dianggarkan di Dana Bos dan setiap 1 minggu sekali akan ada penukaran buku dengan kelas- kelas lain dan juga perpustakaan. Ketiga perencanaan pojok baca dalam hal kegiatan dilakukan 15 menit membaca buku sebelum proses kegiatan belajar mengajar Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Setiawati dalam perencanaan pojok baca terdapat 2 tahap yaitu pertama perencanaan yang dilakukan menyusun program pojok baca, dimana tim penyusun menyiapkan program pojok baca bersama kepala sekolah dan menyediakan fasilitas seperti buku, perpustakaan dan ruang baca. Kedua pelaksanaan pojok baca di setiap pojok kelas, memanfaatkan pojok baca dalam proses pembelajaran, jam membiasakan membaca, bacaan wajib, menyediakan lingkungan membaca yang menyenangkan, menyediakan koleksi bahan pustaka (Setiawati & Mahmud, 2. Proses perencanaan pojok baca merupakan proses awal untuk membangun pojok baca di tiap ruang kelas. Dimana didalamnya melibatkan semua warga sekolah. Kegiatan ini harus lakukan sesuai tahapan agar pojok baca dapat dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan Pojok Baca Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Terdapat 3 kegiatan yang dilakukan guru dalam memanfaatkan pojok baca. Pertama memanfaatkan buku Ae buku yang tersedia di pojok baca sebagai bahan bacaan dalam kegiatan Gerakan Literasi Sekolah yaitu 15 menit melakukan GLS sebelum proses pembelajaran. Kedua, dimanfaatkan sebagai bahan referensi dan diskusi bagis guru dan siswa. Ketiga memanfaatkan pojok baca sebagai bahan mengisi waktu luang dimana saat ada jam kosong Gerakan Literasi Sekolah merupakan upaya holistik dan berkesinambungan untuk mengubah sekolah menjadi organisasi pembelajar yang warganya dapat melek huruf sepanjang hayat (Khusna et al. , 2. Kegiatan gerakan literasi sekolah adalah tentang kemampuan untuk berprestasi untuk memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai hal kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, menulis dan Menurut Faradina, gerakan literasi sekolah sedang aktif pekerjaan yang luas yang melibatkan guru, siswa dan orang tua atau wali murid dan masyarakat sebagai komponen ekosistem pendidikan (Faradina, 2. Untuk meningkatkan minat baca siswa dapat dilakukan dengan membiasakan peserta didik dengan membaca. Kegiatan literasi sekolah yang diterapkan disekolah selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dilakukan. Dalam kegiatan gerakan literasi sekolah diperlukan fasilitas yang mendukung untuk memudahkan siswa membaca buku. Salah satu program yang dapat mendukung kegiatan ini adalah dengan adanya program pojok baca di setiap ruang kelas, karena dengan adanya pojok baca dapat meningkatkan minat baca siswa. Pojok baca di SD Nengeri 1 Menanga pada kelas IV selain dimanfaatkan untuk kegiatan literasi sekolah juga dimanfaatkan sebagai bahan referensi oleh guru dan siswa ketika proses belajar dan mengajar berlangsung. Tidak terlepas dari tujuan pojok baca adalah untuk memfasilitasi siswa ketika mencari informasi dan dapar menarik minat untuk Maka dari itu guru juga dapat mendorong siswa agar dapat memanfaatkan pojok baca sebagai bahan untuk mencari informasi yang ingin diketahui. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nandya Nanda Ramadhani, ditemukan hasil bahwa dalam pemanfaatan pojok baca terdapat 3 cara pemanfaatan, guru memberi tahu siswa bahwa kegiatan membaca itu sangat penting kemudian guru juga mengajak siswa untuk membaca khususnya di pojok baca. Jika ada siswa yang menganggap ada kesulitan belajar, guru membimbing siswa ke pojok baca dan cari buku tentang topik tersebut dengan instruksi Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 dan membutuhkan partisipasi siswa dalam kegiatan membaca 15 menit di awal Hasil penelitian yang sama dari Karsum Sam Mantu, pemanfaatan pojok baca untuk menumbuhkan minat baca peserta didik yaitu, mendorong siswa untuk membaca buku dan meminta siswa bercerita tentang apa yang telah dibaca. Selain itu menyediakan bukubuku yang menarik minat baca siswa (Mantu, 2. Berdasarkan temuan penelitian tentang minat baca siswa kelas IV SD Negeri 1 Menanga ditemukan bahwa: Tabel 1. Pernyataan Siswa Pertanyaan Jawaban Saya senang membaca 1. 29 siswa menyatakan sangat senang membaca buku di pojok buku di pojok baca baca karena terdapat cerita Ae cerita yang menarik 2 orang menyatakan biasa saja. Saya 28 siswa menyatakan bahwa dalam melakukan kegiatan membaca mereka melakukannya dengan fokus, karena dengan secara fokus hal itu mereka dapat memahami tenang isi bacaan 3 orang siswa menyatakan bahwa tergantung mood atau Jika ada waktu luang 1. 25 siswa menyatakan mempergunakan waktu luangnya untuk membaca buku yang tersedia di pojok baca, waktu untuk membaca di 2. 4 orang siswa menyatakan kurang terlalu karena lebih senang pojok baca 2 orang menyatakan tergantung keinginannya. Saya termotivasi dengan 1. 29 orang siswa menyatakan bahwa mereka sangat termotivasi adanya pojok baca di dengan adanya pojok baca yang didesain indah, bersih dan 2 orang menyatakan biasa saja dengan hal tersebut. Saya 28 orang siswa menyatakan bahwa mereka senang saat membaca buku karena buku Ae buku di pojok baca sangat dengan rasa senang menarik dan seru 3 orang menyatakan membaca buku ketika diminta oleh guru. Saya 29 orang menyatakan selalu mencari tahu tentang buku Ae buku mencari tahu tentang terbaru di pojok baca supaya tau apa isi dari pojok baca buku yang terdapat di 2. 3 orang menyatakan kurang terlalu terhadap kegiatan tersebut. pojok baca Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa minat baca siswa sangat kuat ketika menggunakan pojok baca, terbukti dengan pendapat baik siswa terhadap ruang. Mengingat hal tersebut, dapat dikatakan bahwa siswa kelas IV SD Negeri 1 Menanga memiliki minat baca yang sangat besar. Kendala yang dihadapi oleh guru dalam pemanfaatan pojok baca. Kendala yang dihadapi guru dalam memanfaatkan pojok baca di kelas IV pada SD Negeri 1 Menanga. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi didapatkan 2 kendala yang dihadapi oleh guru yaitu sebagai berikut. A Minimnya jumlah buku cerita dan varian Ae varian buku yang terdapat di pojok baca dimana hal ini menyebabkan siswa tidak suka membaca, dan bosan serta malas untuk Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 Kurangnya inisiatif dari siswa untuk memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca buku di pojok baca Kurangnya inisiatif dari ssiwa menyebabkan guru harus memberikan perintah baru mereka akan melakukan kegiatan membaca. Maka dari itu banyak siswa akan menghabiskan waktunya untuk bermain daripada berkunjung kepojok naca. Berdasarkan dari penelitian Nilda Savitra tentang pemanfaatan pojok baca, mengemukakan bahwa kendala dalam pemanfaatan pojok baca yaitu koleksi buku yang tidak diperbarui secara berkala dan kurang kerja sama antara guru dengan orang tua (Savitra Nilda, 2. Namun peneliti menambahkan ada dua kendala lagi yang ditemui dilapangan yaitu kurangnya varian buku dan siswa yang kurang memiliki inisiatif untuk membaca. Pemanfaatan pojok baca di SD Negeri 1 Menanga masih kurang, guru mengharapkan siswa memiliki inisiatif untuk membaca buku ketika ada waktu luang tanpa harus diberikan perintah terlebih dahulu, namun kejadian dilapangan siswa kurang memanfaatkan waktunya untuk membaca buku yang tersedia dipojok baca. Hal ini mungkin diakibatkan karena minimnya koleksi buku yang membuat siswa malas untuk membaca tentang hal yang sama secara terus menerus. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian di SD Negeri 1 Menanga tentang Pemanfaatan Pojok Baca Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa dapat disimpulkan bahwa: Perencanaan pojok baca di SD Negeri 1 Menanga, peneliti menemukan 3 tahapan dalam perencanaan pojok baca antara lain Pertama, melakukan rapat dengan dewan guru terkait akan pembentukan pojok baca di setiap ruang kelas. Kedua perencanaan pojok baca dalam hal ini adalah bahan utama yaitu buku-buku yang akan ditata pada pojok baca dianggarkan di Dana Bos dan setiap 1 minggu sekali akan ada penukaran buku dengan kelas- kelas lain dan juga perpustakaan. Ketiga perencanaan pojok baca dalam hal kegiatan dilakukan 15 menit membaca buku sebelum proses kegiatan belajar mengajar Pemanfaatan pojok baca dalam meningkatkan minat baca siswa kelas IV di SD Negeri 1 Menanga, peneliti menemukan beberapa pemanfaatan pojok baca dalam meningkatkan minat baca antara lain: Pertama pemanfaatan pojok baca sebagai bahan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pembiasaan memebaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Kedua pemanfaatan pojok baca sebagai bahan referensi dan diskusi pada saat kegiatan Ketiga pemanfaatan pojok baca sebagai bahan untuk mengisi waktu kosong atau waktu luang siswa. Berdasarkan hal tersebut minat baca siswa kelas IV di SD Negeri 1 Menanga meningkat dengan sangat kuat. Kendala yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan minat baca siswa dalam pemanfaatan pojok baca di kelas IV SD Negeri 1 Menanga, peneliti menemukan kendala yaitu Pertama minimnya koleksi buku yang tersedia di pojok baca. Kedua kurangnya inisiatif siswa dalam memanfaatkan waktunya untuk membaca buku tanpa harus diberikan perintah terlebih dahulu. DAFTAR RUJUKAN Agustina. , & Fitrihidajati. Pengembangan Flipbook Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Submateri Pencemaran Lingkungan untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X SMA. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEd. , 9. , 325Ae339. https://doi. org/10. 26740/bioedu. Arum Nisma Wulanjani, & Candradewi Wahyu Anggraeni. Meningkatkan Minat Membaca melalui Gerakan Literasi Membaca bagi Siswa Sekolah Dasar. Proceeding of Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Seniani1. I Wayan Numertayasa2. I Nyoman Sudirman3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 Biology Education, 3. https://doi. org/10. 21009/pbe. Dwiputra. , & Pratama. Pengembangan Minat Baca Melalui Novel Visual Berbasis Android. Automata, 2. Faradina. Pengaruh Program Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa Di Sd Islam Terpadu Muhammadiyah an-Najah Jatinom Klaten. Jurnal Hanata Widya, 6. Haryati. Studi Pengolahan Air Limbah Industri Jasa Laundry Menggunakan Kombinasi Biofilter dan Tanaman Bambu Air. Laporan Penelitian. Hayati. , & Harianto. Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual dengan Minat Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Bangkinang Kota. Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 14. https://doi. org/10. 25299/al-hikmah:jaip. Metodologi Penelitian Kualitatif. Http//Jurnal. Sttsundermann. Ac. Id. /Index. Php/Sundermann/Article/View/46/30,. Khusna. Mufridah. Sakinah. , & Annur. Gerakan Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD, 2. https://doi. org/10. 35878/guru. Kurniawan. Destrinelli. Hayati. Rahmad. Riskayanti. Wasena. , & Triadi. Peranan Pojok Baca dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar The Role Of The Reading Corner In FosteringElementary School Students Ao Interest In Reading. Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 3. Mantu. Pengelolaan Sudut Baca Dalam Menumbuhkan Minat Baca Peserta Didik Kelas i SD Negeri 04 Popayato Barat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7. https://doi. org/10. 37905/aksara. Nayren. , & Hidayat. PENGARUH NILAI-NILAI ESTETIKA PADA PENATAAN POJOK BACA TERHADAP MINAT BACA ANAK USIA DINI. AlAbyadh, 4. https://doi. org/10. 46781/al-abyadh. Putri. Lembaga Pendidikan: Pengertian. Peran dan Fungsi. Kompas. Com. Setiawati. , & Mahmud. Studi Analisis Program Pojok Baca Dalam Menstimulasi Minat Baca Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Darul DaAowah Wal Irsyad Tani Aman Tahun Ajaran 2019-2020. Jurnal Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Borneo, 1. https://doi. org/10. 21093/jtikborneo. Sudarmono. Hasibuan. Us. , & Menengah. Pembiayaan Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka