Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Ekonomi Melalui Kerajinan Bambu di Desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo Oleh Abdul Hamid. Abdul Aziz abdulhamid198024@gmail. Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi melalui kerajinan bambu di desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo yang memiliki permasalahan dalam pemasaran serta permodalan. Maka dari itu sangat perlu kita melaksanakan pelatihan dan memberikan penjelaskan kepada masyarakat bahwa kita kekurangan modal, dan solusinya adalah bekerjasama dengan koperasi atau BMT bagi para komunitas pengrajin bambu. Permaslahan dalam memasarkan suatu produk juga perlu adanya peran pemerintah agar juga memberikan pelatihan kepada pengrajin bambu agar produksinya memiliki nilai jual tinggi dan apa strategi yang harus dilakukan. Dengan adanya ekonomi kreatif di Desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo dapat berjalan dengan baik. Adanya ekonomi kreatif membuktikan bahwa masyarakat sangat kreatif dalam memberikan ide atau gagasan dalam pemanfaatan perekonomian. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat. Ekonomi. Kerajinan Bambu PENDAHULUAN Faktor utama dalam pembangunan desa adalah kemiskinan maka dari itu pemerintah melakukan upaya peningakatan pembangunan secara bertahap dan menjadi target utama. Sektor utama dalam pembanguna ini sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khusunya di pedesaan. (MALIHAH & ACHIRIA, 2. Upaya pemrintah dalam peningkatan kesejahteraan warga mangacu pada target pembangunan ekonomi pada mulanya mengacu terhadap tumbuh kembang masyarakat tentang ekonomi dalam skala besar dalam jangka Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2009 tentang peningkatan ekonomi kreatif. Partsipasi dan dukungan tersebut agar dapat berkembang pesat bagi para pengrajin ekonomi kretaif, hingga pengaruh tersebut kiranya dapat berdampat terhadap pemulihan perekonomian di daerah khususnya Indonesia. (Helda, 2. Pemberdayaan ekonomi adalah tentang bagaimana konsep perekoniman yang baru serta menyatukan suatu informasi dengan mengedepankan ide serta kreatifitas, masukan dan gagagsan serta ilmu pengetahuan yang bersumber pada sumber daya manusia. Ada beberapa faktor apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi diantaranya, sumber daya manusia, sumber daya alam dan manajemen. (Gusti, 2. Potensi yang dimiliki setiap daerah bisa digunakan oleh manusia dalam melanjutkan hidupnya, beberapa perbedaan yang terjadi di wilayah akan mengakibatkan potensi yang berbeda juga. Selain itu manusia juga dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk memperlihatkan hubungan atau kegiatan manusia dipermukaan bumi untuk pemanfaatan sumber daya alam yang ada bagi usaha pertanian, juga dalam mengembangkan industri dan Sumber Daya Alam yang terdapat di Desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo yaitu bambu, yang sering digunakan oleh masyarakat untuk membuat Gazebo, membuat kursi dari bambu dan lain sebagainya. Masyarakat membutuhkan modal usaha dalam meningkatkan usahanya, dengan inovasi tersebut pengrajin bisa menghasilkan usahanya dengan sebanyak-banyaknya. Maka dari itu peran pmerintah sangat penting guna menopang modal kepada masyarakat. Tepatnya di desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo berkembang kerajinan tangan dari bambu. Sebagian masyarakat memanfaatkan bambu sebagai bahan. Tanaman tersebut sangat mudah didapat dan tumbuh didaerah tropis, bambu sering dipergunakan oleh masyarakat sebagai kerajinan dan juga hasilnya pun sangat bagus dan lentur sehingga mudah diolah dan dibentuk, dan hasilnya kerajinan dari bambu bernilai tinggi ketika dijual serta juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Jenis bambu yang akan diolah sangat beragam, ada yang ukuran besar ada juga ukuran kecil, bambu petung adalah jenis bambu yang ukurannya sangat besar dan bagus, aneka ragam bambu tersebut akan menentukan apa yang akan dibuat oleh Di Desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo terdapat ekonomi kreatif yang dibuat dan semua bahannya terbuat dari bambu misalnya untuk perlengkapan dapur dan lain sebagainya. (Pratikto et al. , 2. Dalam pengembangan kerajinan bambu masih terdapat suatu permasalahan sehingga hasil produksinya belum begitu banyak kemudian permintaan pasar belum meningkat disetiap tahunnya. Kendala dalam produksi yaitu belum adanya kucuran dana atau modal dari pemrintah, ketika ada banyak pesanan pengrajin tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Pemasarannya pun terbatas secara pribadi dan tradisional. Hasil pembuatan kerajinan bambu oleh pengrajin dijual di pasar terdekat belum dipasarkan keluar daerah. Dalam melakukan pengorganisasian kepada pengrajin di desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo supaya menjadi salah satu pusat yang menghasilkan kerajinan bambu perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan dalam membuat galeri pengrajin. Tujuan diadakannya pengorgasiran kepada pengrajin agar sesama pengrajin bisa melakukan komunikasi secara inten. Dengan terbentuknya galeri ini berharap pemerintah dapat memberikan suntikan dana bagi para pengrajin. Hasil pembuatan kerajinan diharpkan dapat dipasarkan secara online, seperti di upload di facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya. Mengadakan pelatihan hasil pengembangan bambu kepada pengrajin agar bisa melakukan inovasi dalam membuat produk yang antiq dan unik supaya pembeli senang dan tidak bosan. Selain bisa membuat produk yang unggul dan kreatif yang mempunyai nilai jual tinggi, contohnya keranjang buat tas dan gazebo. Peran aktif pemerintah dalam melakukan Pemberdayaan kepada pengrajin bambu terus dilakukan melalui prorgam yang sudah ditetapkan. Konsep ekonomi kreatif yang menggabungkan suatu informasi dengan mengandalkan ide serta kreatifitas, pengetahuan serta ide bersumber dari SDM sebagai faktor produkdi. (Gusti, 2. Membincang tentang ekonomi kreatif yang begitu luas, dan memiliki tujuan dalam peningkatan juga mampu berdaya saing baik secara individu maupun kelompok. Industri kreatif adalah salah satu bagian ekonomi kreatif yang tertuju pada industri masing-masing. (Puspa, 2. Usaha kreatif yang menghubungkan dengan usaha inovatif yang memberikan ilmu pengetahuan dan tehnologi serta dengan penerapan yang bertujuan memberpaiki suatu produksi, kreatifitas material, dan metode serta tehnologi dalam rangka meningkatkan produksi agar bisa terpenuhi segala kebutuhan pasar. Tinjauan Hukum Islam terhadap Industri Rumah Tangga Proses kegiatan yang akan dilaksankan oleh Home industri harus mempunyai manfaat dan bernilai tinggi, karena memiliki tujuan agar usaha tersebut memiliki keuntungan yang besar juga produksinya harus banyak. Dalam Islam nilai ekonomi ialah perintah agar mendapatkan sumber yang baik dan halal mengenai produk yang dimanfaatkan, dan memilki hasil serta saling menguntungkan kedua belah pihak juga transpraran. Produk tersebut bukan hanya untuk diri sendiri maupun dijua kepasar, tetapi Islam mengajarkan kita agar memiliki jiwa sosial yang tinggi,dalam Al-quran sudah dijelaskan bahwa "Hendaknya kamu beriman kepada Allah SWT dan Rasulnya serta nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartamu akan memperoleh pahala. Pada intinya harta yang kita punya ada hak anak yatim dan masyarakat yang tergolong kurang mampu. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan ekonomi kerajinan bambu yang terletak di desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo merupakan sektor ekonomi kreatif, bermacam-macam kerajinan bambu yang dibuat oleh para pengrajin seperti gazebo, sangkar ayam, sangkar burung dan lain-lain. Beberapa kendala yang dihadapi oleh para pengrajin adalah bahan baku, bahan baku bambu sekarang sudah berkurang, karena bambu tidak hanya digunakan untuk kerajinan melainkan juga untuk bahan penyanggah cor bangunan. Ada beberapa desa yang masih terdapat tanaman bambu, tapi banyaknya permintaan masyarakat membuat persediaan bambu semakin berkurang, akhirnya ada upaya pemerintah daerah untuk menanam bibit bambu untuk ditanam disekitar aliran sungai, supaya pembuatan kerajinan kedepannya tidak bingung dan kekurangan bahan. Keberlangsungan dari ekonomi kreatif pada industri anyaman bambu dapat dilihat dari: Produksi Dalam sebuah produksi yang ada di Desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, para pengrajin membeli bahan bambu untuk keperluan sesuai Islam menjelaskan bahwa usaha yang produktif ialah usaha untuk mendapatkan harta dengan cara yang halal sesuai dengan anjuran agama Islam. Para pengrajin dalam membuat anyaman bambu terkadang dilakuakn dirumah, tidak hanya dikerjakan di tempat kerja. Dari kegiatan tersebut diatas disebutkan dalam AL-quran Surat An-naba' bahwa : Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dari ayat tersebut kita bisa ambil hikmanya yaitu suatu pekerjaan atau usaha yang kita lakukan dapat mensejahterakan ekonomi Pasar Didalam pasar yaitu tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dalam bertransaksi, pasar adalah pusat kegiatan bukan disebut sebagai tempat, didalam Islam perdagangan agar didorong agar tercipta suatu pasar. Sedangkan segala kegiatan usaha yang direncanakan, penentuan suatu harga, pendistribusia barang, promosi agar konsumen puas itu disebut dengan Eo Promosi Dalam melakukan strategi pemasaran atau penjualan masih terbilang tradisional, produksi yang dilakukan hanya terbatas di rumah saja, sehingga jika ada pembeli yang dari luar daerah sangat kesulitan, maka dari itu upaya dagangannya secara online, sehingga pengrajin bisa mempromosikan di media online akan tetapi masih sedikit yang bisa melakukan itu. Eo Harga Pembeli bisa melakukan transaksi tawar-menawar dengan penjual, misalkan pengrajin memberikan harga dan pembeli menawarnya, proses transaksi jual beli terus dilakukan dan disana bisa terjadi negosiasi harga, setelah sepakat antara penjual dan pembeli baru harga tersebut ditetapkan, sehingga bagi pembeli yang berlangganan akan ada diskon khusus. Ada beberapa hadis yang menjelaksan "Orang yang melakukan jual beli tidak boleh terpisah, sebelum ada yang ridho". (Abu Daud dan Tarmidz. Ketika terjadi tawar-menawar bagi penjual dan pembeli dan terjadi kesepakatan bersama dalam menentukan harga dan diantara mereka ikhlas sehingga jika terjadi kerugian di pihak pembeli itu sudah sah. Eo Keuangan Industri pembuatan kerajinan bambu di Desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo masih tergolong produksi rumahan, dan dalam pengelolaan manajemen tidak ada struktur organisasi melainkan mereka terbentuk atas keinginan bersama, dan pembukuan serta dalam mencatat keuangan dilakukan manual dan dengan cara yang sederhana. Allah SWT berfirman "Hai orang-orang yang beriman jika kamu melakukan mu'amalah tidak secara tunai, maka haruslah kamu menulisnya dengan tepat dan benar. Ayat ini memperjelas bahwa jika terjadi transaksi jual beli maka harus ditulis, ini harus dilakukan tujuannya adalah agar kita tidak lalai dan lupa dalam melaksanakan usaha, dan agar pengrajian ketika melaksanakan usaha tersebut lebih rinci baik pendapatan dan apa saja kebutuhannya. Eo Pemerintah Pemerintah disini mempunyai peran penting dalam penentu kebijakan, dalam mendorong home industri. Pemerintah Kabupaten Probolinggo memberi kesempatakan kepada pengrajin agar memasarkan dagangannya melalui pameran kerajian se-Kabupaten dan kota. Momen seperti ini biasanya menjadi ajang bagi kelompok usaha kecil menengah dalam mempromosikan hasil produknya kepada masyarakat. Pemerintah daerah sering mengadakan pelatihan dalam pengembangan kreatifitas kerajinan, akan tetapi kurang merata, sehingga banyak pengrajin yang belum dapat kesempatan. Oleh karena itu ada beberapa masukan dari kelompok usaha agar pemerintah dalam mengadakan suatu pelatihan agar melibatkan pemerintah desa, gunanya agar mereka tahu dan mendapat informasi yang valid. Dengan terbentukya koperasi dan UKM dapat bermanfaat bagi pengrajin jika kekurangan modal usaha, serta produksinya semakin meningkat dan pemasukan bagi keluarga juga bertambah sehingga bisa membantu dalam Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Selain itu, jika terdapat UKM bagi industri rumahan sebagai wadah bagi pengrajin anyaman bambu, maka harga jual produk tersebut dapat memiliki kesamaan dalam pemerataan pendapatan. Eo Ekonomi Dalam meningkatkan produksi kerajinan bambu yanga ada di desa Banyuanyar,banyak menyerap tenaga kerja didesa tersebut sehubungan dengan banyaknya permintaan pembuatan gazebo dari bambu, sangkar ayam, sangkar burung dan lain sebagainya. Sehingga dapat menambah pendapatan warga desa tersebut. Eo Lingkungan Kegiatan industri kerajinan bambu mempunyai peran yang sangat penting maka dari itu pengrajin harus memanfaatkan lingkngan sekitar untuk melakukan pembibitan tanaman bambu,selain itu bambu juga dapat digunakan sebagai pakan ternak dan rebungnya bisa dimakan. Contohnya Gazebo, gazebo ialah salah satu fasilitas dengan ruang terbuka untuk melakukan kegiatan santai bersama keluarga, gazebo saat ini sangat digemari dan banyak diminati oleh masyarakat. Maka dari itu pengrajin mengatakan banyak orang yang memesannya. Eo Mitra Usaha Kerjasama yang dilakukan pengrajin pada saat ini masih masuk dalam kemitraan swasta yaitu pengepul saja. Dimana cara pendistribusian barang dari pengrajin langsung ke pengepul, yakni mereka belum memiliki kemitraan yang tetap. Oleh karena ini perlu adany akemitraan lain baik dalam industri maupun kemitraan pada lembaga Anansial. KESIMPULAN Hasil penelitian menjelskan bahwa adanya ekonomi kreatif yang berada di desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo berjalan dengan baik sesuai Ekonomi kreatif sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat, sehingga dalam mengambang produk tersebut dan memberi nilai tambah dalam peningkatan ekonomi warga bisa merasakan langsung manfaatnya. Maka dari itu dalam mengembangkan ekonomi kreatif sangat perlu kita mempromsikan aneka ragam budaya bangsa Indonesia, dan diharapkan para remaja sebagai faktor utama dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi khusunya menghadapi tantangan global di pasar bebas. DAFTAR REFENSI Arjana. , & Bagus. GeograA Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Rajawali Pers. Edwin. Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam. Jakarta: KPMG. Fahmi. Manajemen Strategi Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta. Hartomo. , & Cahyadin. Pemeringkatan Faktor Keberlangsungan Usaha Industri Kreatif di Kota Surakarta. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 4. : 225-236. Herdiana. Manajemen Strategi Pemasaran. Bandung: CV Pustaka Setia. Hakim. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam. Jakarta: Erlangga. Ibrahim. Gani. , & TIP. Analisis Keberlanjutan Usaha MALIHAH. , & ACHIRIA. Peran Ekonomi Kreatif Dalam Pemberdayaan Industri Kerajinan Bambu. Maqdis : Jurnal Kajian Ekonomi Islam, 4. , 69. https://doi. org/10. 15548/maqdis. Pratikto. Ichsani. , & Prabawati. Edukasi Membuat Kerajinan Tangan Tempat Alat Tulis Dari Botol Bekas. , 18Ae20. Pengrajin Ekonomi Kreatif Kerajinan Sutera di Provinsi Sulawesi Selatan. Journal of Agroindustrial Technology, 23. Karim. Ekonomi Mikro Islam. Jakarta: Rajawali Pres. Puspa. , & Czafrani. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Oleh Pemuda Dalam Rangka Menjawab Tantangan Ekonomi Global. Jurnal UI Untuk Bangsa Seri Sosial Humaniora, 1. Sartika. Balaka. , & Rumbia. Studi Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan Masyarakat Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Jurnal Ekonomi Uho, 1.