ISSN: 2746-3656 Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Vi SMP Negeri 15 Palu Rahma1*. Sukayasa2, & Nortje D. J Lantang3 1,2,3 Pendidikan Profesi Guru. Universitas Tadulako, 94119. Indonesia *Coresponding Author: rahmajhe43@gmail. Diterima 16 Agustus 2025, disetujui untuk publikasi 25 Oktober 2025 Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas Vi E SMP Negeri 15 Palu, di mana hanya 33,33% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 dengan rata-rata nilai 53. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang belum memperhatikan perbedaan kemampuan individu, sehingga siswa berkemampuan rendah tertinggal dan yang berkemampuan tinggi kehilangan tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yang menyesuaikan pembelajaran berdasarkan tingkat kemampuan siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang meliputi empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas Vi E. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus: persentase ketuntasan belajar meningkat dari 33,33% . re-tes. menjadi 66,67% pada siklus I, dan mencapai 88,89% pada siklus II, dengan rata-rata nilai Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan TaRL efektif dalam mengatasi perbedaan tingkat pemahaman siswa, meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, serta hasil belajar matematika secara Dengan demikian, penerapan pendekatan TaRL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran adaptif yang mendukung prinsip Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: TaRL. Penelitian Tindakan Kelas. Pembelajaran Matematika. Hasil Belajar. Citation: Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Vi SMP Negeri 15 Palu. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 95 Ae 104. 24114/jfi. pendidikan yang telah berjalan, sekaligus untuk Pendahuluan Indonesia terus menunjukkan kemajuan positif di berbagai bidang, termasuk pendidikan Indonesia. Kurikulum kualitas sumber daya manusia. (Ningrum, dkk. kualitas yang lebih baik. Setiap tahapan dalam Melalui pendidikan, individu didorong dan program Merdeka Belajar dijalankan secara sinergis difasilitasi untuk tumbuh serta mengembangkan dengan penekanan yang jelas pada berbagai aspek Selain Kurikulum Merdeka (Rahmayanti, dkk. , 2. Pendidikan memberikan menitikberatkan pada pengembangan profil pelajar kesempatan bagi individu untuk terus belajar dan Pancasila yang mencakup nilai-nilai akhlak mulia, memperluas pengetahuan dasar yang dimilikinya. kreativitas, kemampuan berkolaborasi, toleransi Informasi yang diperoleh akan diolah dan disusun terhadap keberagaman global, pemikiran kritis, sesuai dengan kapasitas kognitif masing-masing serta kemandirian (Andajani, 2. Pendidik yang Kurikulum Merdeka memetakan kemampuan setiap peserta didik secara individual, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menyediakan ruang belajar fleksibel Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 terhadap hasil belajar siswa secara keseluruhan. kompetensi siswa secara akurat agar pembelajaran Metode pengajaran yang berpusat pada guru tidak bersifat seragam. Kualitas pendidikan yang membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran. optimal dapat dicapai melalui proses pembelajaran Kurangnya dilaksanakan secara tepat, terarah, serta selaras berkemampuan rendah tertinggal, sementara yang dengan tujuan yang telah ditetapkan (Nugroho, berkemampuan tinggi kehilangan tantangan dan , 2. motivasi belajar. Untuk mengatasi hal tersebut. Matematika merupakan mata pelajaran dasar yang berperan penting dalam membentuk berfokus pada kebutuhan individu. Pendekatan sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan TaRL (Rahmawati. Tujuan pendidikan matematika adalah mengembangkan berdasarkan tingkat kemampuan dan memberikan kemampuan berpikir logis dan aplikatif dalam materi sesuai kebutuhan masing-masing. Melalui memecahkan masalah nyata (Maghfiroh, 2. Namun, bermakna, aktif, dan efektif dalam meningkatkan menganggap matematika sebagai pelajaran yang hasil belajar matematika siswa kelas Vi E SMP sulit dan menakutkan (Izzati & Untari, 2. Negeri 15 Palu. berdampak pada rendahnya hasil Pendekatan TaRL diawali dengan asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi kemampuan berbagai sekolah (Sukendra & Yuliastini, 2. dan kebutuhan belajar siswa secara akurat (Adi Kondisi ini juga terlihat dari hasil observasi dan tes , 2. Berdasarkan hasil tersebut, guru diagnostik di kelas Vi E SMP Negeri 15 Palu, mengelompokkan siswa sesuai tingkat pemahaman yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan masih memiliki kemampuan dasar matematika yang rendah. Dari 30 siswa, hanya 6 orang . ,33%) evaluasi berkala untuk memantau perkembangan yang mencapai KKM 75 dengan rata-rata nilai 53, dan menyesuaikan strategi mengajar. Penelitian ini sedangkan 24 siswa lainnya . %) berada pada kategori rendah. Kesulitan utama siswa terletak matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 15 Palu pada pemahaman konsep dan prosedur Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, terutama dalam upaya mengatasi perbedaan tingkat pemahaman antar siswa. penerapan pendekatan TaRL menerapkan metode eliminasi dan substitusi. Selain itu, siswa menunjukkan sikap pasif, mudah Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan Penelitian model Kurt Lewin yang meliputi empat tahap, perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan inovatif dan berpusat pada siswa. Kondisi tersebut mencerminkan adanya kesenjangan kemampuan yang cukup signifikan PTK dipilih karena memungkinkan antar siswa dan menunjukkan bahwa pembelajaran guru melakukan perbaikan langsung terhadap konvensional yang berorientasi pada penyampaian proses pembelajaran melalui siklus tindakan yang Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri mengakomodasi perbedaan tingkat pemahaman 15 Palu dengan subjek 30 siswa kelas Vi E . Situasi ini menimbulkan dampak negatif Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level Untuk Meningkatkan Hasil. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 laki-laki mengimplementasikan pendekatan TaRL untuk materi didukung oleh PowerPoint (PPT) untuk mempermudah pemahaman konsep. meningkatkan hasil belajar dengan menyesuaikan Selama proses pembelajaran, dilakukan metode pengajaran sesuai tingkat kemampuan masing-masing siswa. Observasi Tahap pertama penelitian dimulai dengan termasuk partisipasi dalam kelompok, pemahaman perencanaan, yang meliputi identifikasi masalah materi, serta interaksi antar siswa. Tes hasil belajar dilaksanakan pada akhir setiap siklus untuk . re-tes. mengukur tingkat penguasaan materi oleh siswa. tersebut, dirancang strategi pembelajaran dengan Data yang diperoleh dari observasi dan tes ini kemudian digunakan sebagai dasar dalam proses mencakup penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan observasi menggunakan lembar (LKPD) yang dibedakan ke dalam tiga tingkatan observasi aktivitas siswa digunakan untuk menilai kemampuan yaitu tinggi, sedang, dan rendah. keterlibatan, kolaborasi, dan kemandirian belajar Selain itu, media pembelajaran tambahan seperti selama proses pembelajaran berbasis Problem Based PowerPoint (PPT) disiapkan untuk mendukung Learning (PBL) berlangsung. Instrumen observasi penyampaian materi secara visual. disusun menggunakan skala Likert 1Ae4, dengan TaRL. Berdasarkan Rencana Instrumen tes hasil belajar disusun untuk kategori Ausangat kurangAy . ,00Ae1,. AucukupAy mengukur kemampuan siswa dalam memahami . ,75Ae2,. AubaikAy . ,50Ae3,. , dan Ausangat baikAy dan menerapkan konsep Sistem Persamaan Linear . ,25Ae4,. Lima aspek utama yang diamati Dua Variabel (SPLDV) melalui lima soal uraian meliputi: . keaktifan belajar, . kolaborasi, . penerapan metode, serta pemecahan masalah . pemecahan masalah, dan . komunikasi-refleksi. Soal dirancang bertingkat sesuai Tahap terakhir adalah refleksi, yaitu proses pendekatan TaRL untuk menyesuaikan tingkat analisis terhadap hasil observasi dan evaluasi kesulitan dengan kemampuan siswa. Penskoran untuk menilai keberhasilan pembelajaran. Refleksi dilakukan menggunakan rubrik dengan rentang 0Ae 10 per soal berdasarkan ketepatan konsep, langkah merumuskan perbaikan yang akan diterapkan penyelesaian, dan hasil akhir, kemudian dikonversi ke skala 100 dengan KKM 75. Validasi isi dilakukan kendala atau kelemahan dalam penerapan strategi, oleh dua dosen ahli pendidikan matematika maka perbaikan dirancang guna meningkatkan Universitas Tadulako, sedangkan uji reliabilitas efektivitas pembelajaran pada siklus selanjutnya. dilakukan melalui uji coba pada kelas lain untuk Apabila Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila persentase ketuntasan belajar siswa mencapai menunjukkan instrumen layak dan reliabel untuk minimal 75% dari total jumlah peserta didik, serta mengukur peningkatan hasil belajar matematika rata-rata signifikan dari tes awal hingga tes akhir pada Hasil Tahap siklus terakhir. menerapkan rencana pembelajaran secara langsung Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pendekatan TaRL dalam pembelajaran matematika di kelas Vi SMP Negeri 15 Palu menunjukkan peningkatan signifikan dalam prestasi belajar sebagai media utama, sementara penyampaian Pada tes pre-test, hanya sekitar 33,33% siswa masing-masing. LKPD Kriteria Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Ketuntasan Minimal Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 (KKM) sebesar 75, menunjukkan bahwa sebagian di mana siswa yang cepat dapat melanjutkan ke besar siswa belum menguasai konsep dasar materi lebih lanjut, sementara yang mengalami matematika secara memadai. Namun, setelah penerapan pendekatan TaRL, terjadi peningkatan signifikan pada siklus pertama, di mana persentase ketuntasan meningkat menjadi 66,67%. Temuan ini perkembangan individu, meskipun penerapannya menghadapi tantangan seperti pengelompokan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa siswa dan pemilihan media belajar yang tepat. Oleh memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan karena itu, diperlukan evaluasi lanjutan untuk dengan metode pengajaran konvensional yang mengoptimalkan kedua aspek tersebut. Secara sebelumnya digunakan. Berikut disajikan tabel 1 hasil belajar siswa. Pendekatan TaRL belajar matematika, dengan sekitar 89% siswa Tabel 1. Hasil belajar 30 siswa Siklus berhasil mencapai KKM. Siswa Mencapai Persentase Rerata KKM Ketuntasan Nilai Pra Siklus 33,33% 51,67 Siklus 1 66,67% 64,20 Siklus 2 88,89% Pembahasan Pada tahap awal penelitian, dilakukan pretest guna mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi matematika yang akan diajarkan. Pada siklus pertama, meskipun terdapat peningkatan hasil belajar, beberapa siswa masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dengan nilai rata-rata sebesar 64,20. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh pengelompokan siswa yang perlu disesuaikan lebih lanjut serta pembelajaran yang digunakan. Namun, pada siklus kedua, melalui perbaikan pengelompokan siswa, beragam, serta bimbingan yang lebih intensif, persentase ketuntasan meningkat menjadi 88,89%. Nilai rata-rata siswa juga naik menjadi 87, menguasai materi dan memenuhi KKM yang telah Peningkatan efektivitas pendekatan TaRL dalam mengatasi Dalam proses pembelajaran, pendekatan TaRL individu siswa terbukti mampu meningkatkan Pendekatan TaRL memungkinkan siswa belajar sesuai dengan tingkat pemahaman masing-masing. Pre-test ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kemampuan dasar siswa serta menilai kesiapan mereka dalam mempelajari materi yang lebih kompleks. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 33,33% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75, dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 51,67. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa belum menguasai konsep dasar matematika yang dibutuhkan sebagai landasan untuk memahami materi pada tingkat berikutnya. Kondisi kelemahan dari metode pembelajaran konvensional yang diterapkan sebelum penggunaan pendekatan TaRL. Pendekatan konvensional umumnya bersifat Akibatnya, siswa dengan pemahaman yang lebih lambat kesulitan mengikuti pembelajaran, sehingga tertinggal dalam penguasaan materi. Di sisi lain, cenderung merasa kurang tertantang, yang dapat berdampak pada penurunan motivasi belajar. Situasi ini menciptakan kesenjangan pembelajaran cukup signifikan, yang pada akhirnya optimal bagi seluruh siswa. Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level Untuk Meningkatkan Hasil. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 Berdasarkan siswa mengalami kesulitan dalam menjawab soal- kompleksitas tinggi yang menuntut kemampuan soal matematika dasar. Beberapa siswa tampak berpikir kritis dan penyelesaian mandiri tanpa kebingungan dalam memahami isi soal dan intervensi guru. LKPD tingkat sedang dirancang memerlukan waktu yang cukup lama untuk bagi siswa dengan kemampuan menengah, di mana bantuan yang diberikan bersifat minimal tingkat kepercayaan diri siswa terpantau rendah, berupa petunjuk singkat untuk membantu mereka Selain sikap ragu-ragu dalam soal-soal pelaksanaan pre-test, ditemukan bahwa banyak langkah awal penyelesaian tanpa memberikan jawaban. Sebagian besar siswa juga mengurangi tingkat tantangan. Sementara itu, menunjukkan kecenderungan untuk bersikap pasif LKPD tingkat rendah diperuntukkan bagi siswa dan mudah menyerah ketika dihadapkan pada soal yang masih membutuhkan dukungan lebih dalam yang dianggap menantang. memahami konsep dasar. LKPD ini dilengkapi Gap pemahaman yang cukup lebar tersebut dengan panduan langkah demi langkah, contoh penyelesaian, serta visualisasi yang membantu lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan belajar siswa. Tentnya pendekatan TaRL dapat proses belajar siswa. Hasil pada siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan hasil pre-test, dengan rata-rata nilai siswa pemahaman mereka serta menyediakan materi mencapai 64,20 dan persentase ketuntasan sebesar pembelajaran sesuai kebutuhan belajar individu 66,67%. atau kelompok. Pendekatan ini diharapkan mampu mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa membantu siswa dengan tingkat pemahaman yang dengan kemampuan rendah masih belum berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekaligus memberikan tantangan yang relevan bagi yang ditetapkan, yaitu sebesar 75. Adapun hasil siswa yang memiliki kemampuan lebih tinggi, belajar siswa pada siklus I disajikan dalam Tabel 2. Namun Tabel 2. Hasil Siklus I Aspek Siklus I Jumlah Pada Pra Siklus Siklus I Rata- rata 51,67 64,20 Persentase Ketuntasan 33,33% 66,67% mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa TaRL. Guru Observasi Siklus I menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Selama pelaksanaan pembelajaran, siswa yang telah disesuaikan dengan tiga kategori tingkat dengan kemampuan tinggi mampu menyelesaikan kemampuan, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. soal-soal Setiap LKPD dirancang dengan tingkat scaffolding menunjukkan tingkat kemandirian yang baik. yang berbeda, disesuaikan dengan Sebaliknya, siswa dengan kemampuan rendah kebutuhan dan kapasitas masing-masing kelompok memahami materi, meskipun telah memperoleh LKPD Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam pembelajaran dirancang dengan tiga tingkatan untuk menyesuaikan kemampuan siswa. LKPD kelompok ini masih mengalami kesulitan dalam tingkat tinggi diberikan kepada siswa dengan mengikuti instruksi, meskipun petunjuk telah kemampuan analisis yang kuat. LKPD ini tidak disajikan secara rinci dan sistematis. Beberapa Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan LKPD Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Interaksi antar siswa menjadi perhatian Pada melalui peningkatan kemampuan berpikir abstrak beberapa kelompok, siswa berkemampuan tinggi dan koneksi antarkonsep. Selain itu. Frederick cenderung menyelesaikan tugas secara mandiri . menegaskan bahwa pemberian scaffolding tanpa melibatkan siswa yang memerlukan bantuan, yang terstruktur dan berbasis pemecahan masalah sehingga kolaborasi kelompok kurang optimal. dapat mendorong siswa membangun strategi Selain berpikir yang lebih mandiri dan reflektif. mampu memperkuat pemahaman matematis siswa berkemampuan rendah masih menunjukkan rasa Kedua, dari aspek strategi pembelajaran, kurang percaya diri dalam mengerjakan soal, pengelompokan siswa yang terlalu besar menjadi meskipun telah memperoleh panduan yang jelas kendala utama dalam pemberian bimbingan secara melalui LKPD. Guru memantau dan memberikan umpan balik personal Refleksi Siklus I Refleksi kepada setiap siswa. Sejalan dengan temuan AsAoad, . , pertama mengungkapkan beberapa aspek krusial kelompok kecil memungkinkan guru memberikan meningkatkan interaksi kolaboratif antar siswa. Berdasarkan hasil observasi dan analisis, perbaikan Pendekatan kolaboratif dalam kelompok kecil juga diyakini dapat mendorong siswa berkemampuan Lembar Kerja Peserta Didik tinggi membantu siswa yang berkemampuan (LKPD) dan pengelompokan siswa dalam kegiatan rendah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang saling mendukung dan partisipatif (Setyawati. Pertama, , 2. Temuan serupa diungkapkan oleh pembelajaran, meskipun LKPD telah dirancang Russo & Bobis . , bahwa pengelompokan kecil dalam pembelajaran matematika memungkinkan differentiated instruction beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam adaptif terhadap kemampuan siswa. Bahkan. Unal, , . menambahkan bahwa pendekatan penyelesaian yang sistematis. Hal ini menunjukkan sepenuhnya memfasilitasi kebutuhan belajar siswa memfasilitasi interaksi sosial yang produktif dalam pada level berpikir operasional konkret. Oleh kegiatan pembelajaran. karena itu. LKPD perlu disempurnakan dengan Perbaikan-perbaikan dalam penyusunan perencanaan siklus harapan dapat eksplisit, agar siswa dapat memahami konsep pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta abstrak secara lebih konkret (Maghfiroh, 2024. Adi pencapaian hasil belajar siswa secara lebih optimal. & Surata, 2. Penambahan komponen visual Hal seperti bagan, ilustrasi, dan representasi grafik menekankan pentingnya penyesuaian metode dan TaRL aktual siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih adaptif, kolaboratif, dan bermakna (Ahyar, dkk. Selain itu, pendekatan TaRL juga sejalan (Rahmayanti, dkk. , 2. Hasil penelitian Lowrie dengan gagasan differentiated instruction dalam . juga menunjukkan bahwa penggunaan representasi spasial dan visual secara sistematis menempatkan kebutuhan belajar individu sebagai Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level Untuk Meningkatkan Hasil. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 dilakukan berbagai penyesuaian. Data hasil belajar (Edutopia, 2. siswa pada siklus kedua disajikan dalam Tabel 3. Siklus II Observasi Siklus II Pada siklus kedua, berbagai perbaikan Berdasarkan dilakukan berdasarkan hasil refleksi dari siklus peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Salah satu kemajuan utama terletak diperbaharui dengan penambahan petunjuk yang pada penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik lebih rinci serta langkah-langkah yang terstruktur, (LKPD) yang telah diperbarui. Siswa menunjukkan guna memudahkan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Upaya ini ditujukan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. LKPD khususnya bagi siswa pada kelompok kemampuan yang disusun dengan petunjuk lebih jelas dan rendah agar dapat lebih memahami dan mengikuti langkah penyelesaian yang terstruktur membantu materi secara optimal. Selain itu, penggunaan siswa memahami alur berpikir matematis dengan media pembelajaran berupa Power Point (PPT) juga ditambahkan sebagai sarana penjelasan visual, dampak positif terutama bagi siswa dengan sehingga membantu siswa dalam menangkap kemampuan rendah, yang sebelumnya kesulitan konsep-konsep abstrak matematika dengan lebih mengikuti pembelajaran. Mereka mulai mampu memahami konsep dasar dan menyelesaikan soal Pengelompokan siswa juga mengalami perbaikan dengan pengurangan jumlah anggota Strategi kepada setiap Perubahan secara mandiri dengan tingkat akurasi yang lebih tiap kelompok, sehingga guru dapat memberikan Selanjutnya. PowerPoint (PPT) juga memberikan kontribusi Media kelompok dan menciptakan suasana belajar yang membantu menjembatani kesulitan siswa dalam lebih kolaboratif. abstrak dengan menghadirkannya secara konkret Tabel 3. Hasil siklus II dan menarik. Tampilan visual, warna, serta contoh Aspek Pre test Jumlah Nilai Rata-rata Persentase Ketuntasan 51,67 33,33% Siklus 64,20 66,67% 88,89% kontekstual membuat siswa lebih fokus dan antusias mengikuti penjelasan guru. Temuan ini sejalan dengan pendapat Rahmayanti, dkk. menyatakan bahwa penggunaan media Hasil belajar siswa pada siklus kedua menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan motivasi belajar siswa. dibandingkan dengan siklus pertama. Persentase Dari aspek sosial dan pedagogis, strategi ketuntasan belajar meningkat menjadi 88,89%, dengan rata-rata nilai siswa naik menjadi 87. Nilai perbaikan signifikan. Pengurangan jumlah anggota tertinggi yang diperoleh tetap berada pada angka dalam setiap kelompok memungkinkan guru memberikan bimbingan yang lebih terarah dan peningkatan menjadi 40. Sebagian besar siswa berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal dinamika kolaborasi antarsiswa meningkat. (KKM) berkemampuan tinggi lebih aktif memberikan efektivitas penerapan pendekatan TaRL setelah bantuan kepada teman-temannya yang masih Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Selain Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 mengalami kesulitan, sehingga tercipta lingkungan (KKM), peningkatan signifikan pada persentase belajar yang lebih inklusif dan suportif. Kondisi ini sejalan dengan hasil penelitian AsAoad. Sulistyarsi, keberhasilan pendekatan ini. Kenaikan persentase dan Sukirmawati . yang menegaskan bahwa ketuntasan dari 33,33% pada pre-test menjadi pembelajaran berbasis kelompok kecil mampu 88,89% pada siklus kedua menegaskan efektivitas meningkatkan interaksi sosial, kolaborasi, serta pendekatan TaRL dalam mengatasi variasi tingkat efektivitas bimbingan guru. pemahaman siswa serta mendukung peningkatan Aspek lain yang mengalami peningkatan rata-rata penguasaan materi secara menyeluruh. adalah partisipasi aktif siswa dalam diskusi Penelitian ini mendukung temuan oleh Kegiatan kolaboratif pada siklus kedua (Setyawati, dkk. , 2. Hal ini mengindikasikan berlangsung lebih produktif dibandingkan dengan Siswa mengemukakan pendapat, berdiskusi, serta saling TaRL, efektif dalam meningkatkan prestasi belajar berbagi strategi penyelesaian masalah. Suasana kelas menjadi lebih hidup dan kondusif untuk Temuan tersebut memperkuat argumen bahwa Perubahan perilaku ini menunjukkan strategi pembelajaran yang bersifat adaptif, seperti TaRL, kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran. pembelajaran dalam kelas yang heterogen. Hal tersebut mendukung temuan Setyawati. Dewi, dan Hayati . yang Hasil ini juga sejalan dengan penelitian menyatakan bahwa oleh (AsAoad, dkk. , 2. Hal ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok dapat pengelompokan siswa dalam kelompok kecil memungkinkan guru memberikan bimbingan yang memperkuat hasil belajar matematika. lebih personal dan terfokus. Pendekatan tersebut Secara keseluruhan, observasi pada siklus TaRLyang terciptanya interaksi yang lebih kolaboratif antar perbaikan LKPD, penggunaan media pembelajaran siswa, sebagaimana terlihat pada siklus kedua visual, dan strategi pengelompokan kecil telah penelitian ini. menciptakan suasana belajar yang lebih efektif. Pendekatan TaRL yang diimplementasikan kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan Perubahan positif ini menjadi indikator bahwa strategi pembelajaran yang disesuaikan pentingnya konsep Zona Perkembangan Proksimal dengan tingkat kemampuan peserta didik mampu (ZPD) dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan meningkatkan hasil belajar sekaligus membentuk Lembar sikap belajar yang aktif, percaya diri, dan mandiri. disesuaikan dengan tingkat kemampuan masingmasing Perbaikan yang dilakukan pada siklus kedua terbukti efektif dalam meningkatkan hasil Kerja Vygotsky. Peserta Didik (LKPD) membantu siswa bergerak dari pemahaman awal Refleksi Siklus II Pendekatan TaRL menuju tingkat penguasaan yang lebih tinggi secara bertahap dan terarah. Dengan demikian, penelitian ini tidak terstruktur, pemanfaatan media pembelajaran yang lebih variatif, serta pengelompokan siswa dengan efektivitas pendekatan TaRL dalam pembelajaran jumlah yang lebih kecil berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan Meskipun masih terdapat beberapa siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal pembelajaran yang inklusif dan adaptif. Temuan SMP. Rahma. Sukayasa. Lantang. Implementasi Pendekatan Teaching at Right. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level Untuk Meningkatkan Hasil. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 merekomendasikan penerapan metode tersebut pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut. sekolah-sekolah yang Pada tahap awal penelitian, hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 33,33% siswa yang berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata sebesar 51,67. Setelah Implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran TaRL, matematika di tingkat SMP, khususnya dalam konteks bertahap melalui dua siklus pembelajaran. Pada kelas yang heterogen. Penerapan pendekatan TaRL 66,67%, diperlukan penyesuaian dalam hal pengelompokan kemampuan siswa. Model ini dapat dijadikan acuan Perbaikan pada siklus kedua membuahkan hasil bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih yang lebih optimal dengan tingkat ketuntasan adaptif, berpusat pada siswa, serta berorientasi pada mencapai 88,89% dan peningkatan rata-rata nilai Selain TaRL Kurikulum Namun Merdeka Keberhasilan ini menggambarkan bahwa TaRL, pembelajaran berdasarkan tingkat kemampuan siswa, tidak hanya meningkatkan hasil akademik, tetapi juga mendorong peningkatan partisipasi dan Namun mencakup dua siklus tindakan, jumlah subjek penerapan TaRL memerlukan perencanaan yang penelitian yang relatif kecil, serta penerapan yang cermat, khususnya dalam aspek pengelompokan masih terbatas pada satu materi, yaitu Sistem siswa dan penyediaan media pembelajaran yang Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Kondisi tersebut membatasi generalisasi hasil penelitian ke optimalisasi strategi pembelajaran, pendekatan ini konteks yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan cakupan waktu, jumlah sampel, dan variasi materi yang lebih besar diperlukan untuk Dengan menguji konsistensi efektivitas pendekatan TaRL dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada Daftar Pustaka