Moderasi : Journal of Islamic Studies | Page : 629-656 Vol. 05 No. 02 December 2025 | e-ISSN/p-ISSN : 2809-2872/2809-2880 Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Siti Nur Latifah Universitas Islam Syarifuddin Lumajang. Indonesia latifahsitinur516@gmail. Submit : 23/07/2025 | Review : 04/10/2025 s. d 24/10/2025 | Publish : 09/12/2025 Abstract This study aims to analyze the application of the Theory of Planned Behavior. Lifestyle, and Health Consciousness to Consumer Behavior in halal products, with Intention as an intervening variable (Study on Millennial Generation Consumer. The research employs Path Analysis, and hypothesis testing was conducted using IBM SPSS Version 25. The results of the first path analysis show that the Health Consciousness variable has a direct and significant influence on Intention. This finding aligns with the objectives of MaqAid al-SharAoah, particularly uife al-nafs . rotection of lif. , as health awareness encourages consumers to choose products that are safe, healthy, and halal to preserve their well-being and quality of life. Meanwhile, the variables Attitude. Subjective Norms. Perceived Behavior Control, and Lifestyle have direct but insignificant effects on Intention. The second path analysis indicates that Subjective Norms and Intention have a direct and significant influence on Consumer Behavior. This corresponds to MaqAid al-SharAoah, especially uife al-dn . rotection of religio. and uife al-Aoaql . rotection of intellec. , as social norms within Muslim communities are often shaped by Islamic values that encourage consumption behaviors aligned with halal and ayyib Conversely. Attitude. Perceived Behavioral Control. Lifestyle, and Health Awareness show direct but insignificant effects on Consumer Behavior. In the indirect effect pathway. Health Awareness influences Intention and subsequently impacts Consumer Behavior among millennial consumers of halal-labeled health drinks. This result is also consistent with MaqAid al-SharAoah, as health awareness leading to the choice of halal, healthy, and safe products supports the preservation of life . ife al-naf. and intellect . ife al-Aoaq. Moreover, choosing halal products reflects the proper and beneficial use of wealth . ife al-mA. , ensuring consumption practices guided not merely by lifestyle preferences but by individual and societal well-being. Keywords : Maqashid Syariah. Theory of Planned Behavior. Intention. Consumer Behavior. Path Analysis Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Pendahuluan Perkembangan industri halal pada era modern menunjukkan peningkatan yang signifikan, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Muslim terhadap pentingnya mengonsumsi produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Produk halal tidak hanya dipahami sebagai sesuatu yang bebas dari unsur haram, tetapi juga sebagai wujud dari pemenuhan nilai-nilai keberkahan, kesehatan, dan keselamatan yang selaras dengan tujuan utama syariah . aqashid syaria. Oleh karena itu, perilaku konsumen Muslim dalam memilih produk halal menjadi isu penting dalam kajian ekonomi syariah kontemporer. Dalam perspektif maqashid syariah, konsumsi bukan hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga ibadah yang mencerminkan upaya menjaga lima aspek pokok: hifz al-din . enjaga agam. , hifz al-nafs . enjaga jiw. , hifz al-Aoaql . enjaga aka. , hifz al-nasl . enjaga keturuna. , dan hifz al-mal . enjaga hart. Konsep ini menempatkan keputusan konsumsi halal sebagai bentuk kepatuhan religius sekaligus upaya menjaga kemaslahatan diri dan masyarakat. Dengan demikian, pemilihan produk halal oleh konsumen tidak hanya dilandasi faktor eksternal seperti labelisasi, promosi, atau tren, tetapi juga nilai-nilai internal berupa kesadaran spiritual, gaya hidup Islami, dan orientasi pada keberlanjutan. Saat ini, industri halal baik produk maupun jasa, menjadi sebuah sektor ekonomi baru dalam persaingan bisnis dunia. Kehadiran industry halal, terbukti menjadi sektor yang paling cepat berkembang di berbagai belahan benua seperti di Asia. Timur Tengah, eropa dan Amerika (Elasrag. Bisnis halal di seluruh dunia mencakup tidak hanya industri kuliner, tetapi juga industri lain seperti farmasi, kosmetik, dan produk kesehatan, serta industri jasa seperti pemasaran, media cetak, packaging, danbranding (Elasrag, 2. Hal tersebut dikarenakan perubahan perilaku consumer muslim beberapa tahun terakhir terkait kesadaran dalam mengkonsumsi produk halal (Swidi et al. , 2. Selama lima tahun terakhir, kontribusi PDB industri kimia, farmasi, dan obat tradisional meningkat. Tahun 2015 melihat nilai pertumbuhan tertinggi Vol. 5 No. 2 December 2025 | 630 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness antara 2014 dan 2017. peningkatan omzet penjualan mencapai Rp. 1 B. Sebaliknya, pada triwulan i 2018 terjadi peningkatan 3,91% pada sektor kimia, farmasi, dan obat tradisional . (Komite Nasional Keuangan Syariah, 2. Peningkatan tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa factor. Namun, faktor utama yang mempengaruhi adalah perilaku (Komite Nasional Keuangan Syariah, 2. Secara khusus, beberapa studi menemukan bahwa Theory of Planned Behavior(TPB) akan lebih membantu untuk meramal niat perilaku terkait kesehatan daripada Theory of Reasoned Action (TRA) mengingat bahwa Teori perilaku terencana (TPB) telah meningkatkan prediktabilitas niat di berbagai bidang terkait kesehatan seperti diet (Conner et al. , 2. , di mana sikap dan niat untuk berperilaku dengan cara tertentu dimediasi oleh tujuan daripada kebutuhan. Selain sikap . , norma subjektif, dan kontrol perilaku pada Theory of Planned Behavior (TPB), faktor penentu terkait perilaku konsumen didalam mengkonsumsi produk halal yaitu kesadaran kesehatan dan gaya hidup. Hal terseut sangat relevan dengan kondisi pandemi yang terjadi beberapa waktu lalu yang menuntut masyarakat harus mampu menjaga kebersihan dan kesehatan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa health consciousness dan Life style berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam mengkonsumsi makanan halal (Billah et al. , 2. Selain itu, sikap konsumen khususnya konsumen muslim akan berkontribusi terhadap perkembangan masa depan industri halal di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir. Generasi Y memainkan peran penting dalam banyak penelitian karena unsur-unsur dramatis yang berbeda berkaitan dengan atribut, perilaku, nilai dan persepsi mereka dibandingkan dengan anteseden mereka (Hoyer & MacInnis, 2. Alasan untuk fokus pada Gen Y ditandai dengan orientasi konsumsi mereka, ciri khas sebagai generasi yang paham teknologi, nilai-nilai menjadi trendsetter dan pendirian menuju kesadaran merek. Menurut teori generasi kohort, generasi adalah satu generasi mencakup anggota yang Vol. 05 No. 02 December 2025 | 631 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness lahir dalam waktu yang sama dan mengalami peristiwa formatif umum selama masa perkembangan mereka, yang mengarah kepada sistem niai, persepsi dan sikap serupa (Kupperschmidt, 2. Ini menarik untuk diperhatikan bahwa sebagian besar anggota Gen Y lahir dari orang tua dengan latar belakang keuangan yang stabil dan dipersiapkan dalam lingkungan kontekstual multikultural dan kaya teknologi. Kontekstual lingkungan memiliki pengaruh yang besar dalam pola asuh, gaya hidup, dan gaya hidup mereka kepribadian sebagai individu yang riang, suka bersenang-senang, dan berani mengambil risiko (NH Marmaya. Za Zakaria. Dengan demikian, data konsumsi makanan halal yang dilakukan pada generasi yang berbeda mungkin saja tidak dapat diterapkan untuk digeneralisasi pada Gen Y, karena keunikan dan perbedaan perilaku dan preferensi konsumsi. Faktanya, konsumen Muslim Gen Y adalah generasi yang terbesar dan merupakan basis konsumen yang menguntungkan (Johnson, 2. Berikut adalah data grafik populasi generasi Y yang merupakan generasi dengan jumlah terbesar di Indonesia: Gambar 1. Populasi penduduk Indonesia berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Sumber: http://w. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 632 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Metode Penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian penjelasan yang menguji hipotesa untuk mengetahui hubungan kausalitas antara variabel-variabel (Singarimbun & Effendi, 1. Dalam penelitian ini, purposive sampling adalah metode non probability sampling yang digunakan. Teknik pengambilan sampel dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti (Sekaran, 2. Adapun kriteria yang dimaksud adalah konsumen minuman berlabel halal kategori generasi millenial. Dasar teori dalam menentukan jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitin ini yaitu (Sekaran, 2. : Ukuran sampel > 30 dan < 500 adalah ukuran sampel dalam banyak penelitian dan Penelitian multivariate . nalisis linier bergand. , ukuran sampel sebaiknya 10 kalilebih besar dari jumlah variabel/indikator dalam penelitian yang dilakukan. Berdasarkan dasar teori tersebut, maka Jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu 8 . umlah variabe. x10=80 responden. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Skala likert mampu mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial (Riduwan & Ahmad Kuncoro, 2. Skala likert dengan hitungan ganjil dengan 5 kriteria, kemudian di modifaksi menjadi 4 kriteria dengan menghilangkan jawaban ragu-ragu. Adapun modifikasi skala likert pada penelitian ini yaitu: Tabel 1. Modifikasi Skala Likert Pilihan Jawaban Kode Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju STS Skor Untuk menentukan pengaruh langsung dan tidak langsung dari masing-masing variabel independen, analisis jalur dilakukan untuk menguji hubungan di antara ariabelvariabel tersebut (Riduwan & Ahmad Kuncoro, 2. Adapun diagram Path Analysis dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Vol. 05 No. 02 December 2025 | 633 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Attitude (X. Azx1 SubjectiveNorm (X. Ayx1 Azx2 Perceived Behavior Control (X. Azx3 Life Style (X. Azx4 Ayx2 Intention (Z) Ayz Consumer (Y) Ayx3 Ayx4 Health Azx5 Consciousness (X. Ayx5 Gambar 2. Model Analisis Jalur (Path Analysi. Adapun persamaan struktural berikut: Z = Azx1 Azx2 Azx3 Azx4 Azx5 ei (Persamaan . Y = Ayx1 Ayx2 Ayx3 Ayx4 Ayx5 Ayz ei (Persamaan . Dimana: = Perilaku Konsumen (Consumer Behavio. = Tujuan (Intentio. X1 = Sikap (Attitud. X2 = Norma Subektif (Subjective Nor. X3 = Kontrol Perilaku yang dirasakan (Perceived Behavior Contro. X4 = Gaya Hidup (Life Styl. X5 = Kesadran Kesehatan (Health Consciousnes. A = Koefisien variabel bebas ei = Variabel pengganggu Vol. 05 No. 02 December 2025 | 634 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Hasil Hasil Uji Hipotesis Tabel 2. Hasil Uji t Hipotesis Variable Variabel Coefficient Independent Dependent Prob. Keterangan Berpengaruh tidak 352 signifikan Berpengaruh tidak Berpengaruh tidak Berpengaruh tidak Berpengaruh Berpengaruh tidak Berpengaruh Berpengaruh tidak Berpengaruh tidak Berpengaruh tidak Berpengaruh Sumber: Data diolah, 2023 Adapun hasil regresi pada tabel 4. 5, dengan uji signifikansi secara parsial pada tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0,05 dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel Attitude (X. dengan nilai koefisien sebesar 0. 086 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 352 > 0,05, artinya secara parsial variabel X1 (Attitud. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Z (Intentio. Variabel Subjective Norm (X. dengan nilai koefisien sebesar 0. dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 210 > 0,05, artinya secara parsial variabel X2 (Subjective Nor. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Z (Intentio. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 635 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Variabel Perceived Behavior Control (X. dengan nilai koefisien 015 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 0,05, artinya secara parsial variabel X3 (Perceived Behavior Contro. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Z (Intentio. Variabel Life Style (X. dengan nilai koefisien sebesar 0. 174 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 313 > 0,05, artinya secara parsial variabel X4 (Life Styl. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Z (Intentio. Variabel Health Consciousness (X. dengan nilai koefisien sebesar 633 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 000 < 0,05, artinya secara parsial variabel X5 (Health Consciousnes. berpengaruh terhadap variabel Z (Intentio. Variabel Attitude (X. dengan nilai koefisien sebesar 0. 137 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 158 > 0,05, artinya secara parsial variabel X1 (Attitud. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Y (Consumer Behavio. Variabel Subjective Norm (X. dengan nilai koefisien sebesar 0. dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 045 < 0,05, artinya secara parsial variabel X2 (Subjective Nor. berpengaruh terhadap variabel Y (Consumer Behavio. Variabel Perceived Behavior Control (X. dengan nilai koefisien 018 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 0,05, artinya secara parsial variabel X3 (Perceived Behavior Contro. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Y (Consumer Behavio. Variabel Life Style (X. dengan nilai koefisien sebesar 0. 268 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 140 > 0,05, artinya secara parsial variabel X4 (Life Styl. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Y (Consumer Behavio. Variabel Health Consciousness (X. dengan nilai koefisien sebesar 088 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 562 > 0,05, artinya Vol. 05 No. 02 December 2025 | 636 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness secara parsial variabel X5 (Health Consciousnes. berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel Y (Consumer Behavio. Variabel Intention (Z) dengan nilai koefisien sebesar 0. 446 dan signifikansi probabilitas p-value sebesar 0. 000 < 0,05, artinya secara parsial variabel Z (Intentio. berpengaruh terhadap variabel Y (Consumer Behavio. Analisis Jalur (Path Analysi. Tabel 3. Koefisien Jalur Pengaruh Langsung Variabel Independent Koefisien Standardize Sig. Intention (Z) Intention (Z) Intention (Z) Berpengaruh Positif TidakSignifikan Life Style (X. Intention (Z) Berpengaruh Positif TidakSignifikan Health Consciousness (X. Intention (Z) Berpengaruh Positif Signifikan Consumer Behavior (Y) Berpengaruh Positif Tidak Signifikan Life Style (X. Consumer Behavior (Y) Berpengaruh Positif Tidak Signifikan Health Consciousness (X. Consumer Behavior (Y) Berpengaruh Positif Tidak Signifikan Intention (Z) Consumer Behavior (Y) Berpengaruh Positif Signifikan Attitude (X. Subjective Norm (X. Perceived Behavior Control (X. Attitude (X. Subjective Norm (X. Perceived Behavior Control (X. Variabel Dependent Consumer Behavior (Y) Consumer Behavior (Y) Ket. Berpengaruh Positif Tidak Signifikan Berpengaruh Positif Tidak Signifikan Berpengaruh Positif Tidak Signifikan Berpengaruh Positif Signifikan Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan Tabel 3, menunjukkan bahwa kesadaran kesehatan (Health Consciousnes. berpengaruh dominan terhadap niat (Intentio. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 637 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness dengan koefisien jalur pengaruh langsung 0. 602 atau jalur dari kesadaran kesehatan menuju niat adalah jalur yang paling kuat. dilanjutkan dengan jalur dari niat (Intentio. menuju Consumer Behavior dengan koefisien jalur pengaruh langsung 0,430. Kemudian pengaruh norma subjektif (Subjective Nor. terhadap Consumer Behavior dengan koefisien jalur pengaruh langsung sebesar 0. Sedangkan untuk variabel lain, mempunyai pengaruh namun tidak secara signifikan. Trimming Model Berdasarkan model trimming, maka jalur-jalur yang tidak signifikan dibuang, sehingga diperoleh model yang didukung oleh data empirik. Model dalam bentuk diagram path berdasarkan Trimming Model disajikan pada gambar berikut ini: Subjective Norm (X. Health Consciousness (X. Intention (Z) Consumer Behavior (Y) Gambar 3. Model Analisis Jalur berdasarkan Trimming Model Tabel 4. Koefisien Jalur Pengaruh Tidak Langsung dan Jalur Pengaruh Total Jalur Variabel Independen Tidak Langsung Health Consciousness (X. Total Variabel Intervening Variabel Dependen Consumer Intenstion (Z) Behavior (Y) Consumer Subjective Norm Intention (Z) Behavior (X. (Y) Koefisien Ket. Berpengaruh Signifikan 0,415 Berpengaruh Signifikan Berdasarkan hasil pengujian koefisien jalur pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total pada tabel diatas, maka model tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan berikut: Z = 0,602X5 Y = 0,152X2 0,430Z Vol. 05 No. 02 December 2025 | 638 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Pembahasan Pengaruh antara Attitude terhadap Intention Hipotesis pertama menyatakan bahwa Attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intention. Namun hasil pengujian menunjukkan bahwa Attitude memang memberikan pengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap Intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun semakin baik sikap konsumen terkait aspek jaminan, kenyamanan, keyakinan, serta perlindungan terhadap produk makanan dapat mendorong meningkatnya niat untuk melakukan pembelian, namun kontribusi pengaruh tersebut belum cukup kuat atau belum menunjukkan signifikansi secara Temuan ini sejalan dengan landasan teoritis Ajzen yang menjelaskan bahwa sikap merupakan salah satu faktor kunci dalam memprediksi serta memahami perilaku individu. Penelitian lain yang relevan juga menunjukkan bahwa sikap memiliki peranan dalam membentuk kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian, khususnya pada produk makanan yang dianggap lebih sehat (Ham, 2. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa sikap konsumen terhadap produk makanan turut memengaruhi kecenderungan mereka dalam melakukan pembelian. Pengaruh ini muncul karena sikap konsumen mencerminkan tingkat pemahaman mereka terhadap produk makanan serta kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Dalam perspektif maqashid syariah, fenomena ini dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kemaslahatan diri, terutama terkait hifz al-nafs . enjaga jiw. dan hifz al-Aoaql . enjaga aka. Pemilihan makanan yang baik, sehat, dan halal bukan hanya keputusan ekonomi, tetapi juga tindakan yang berorientasi pada pelestarian kesehatan serta kualitas hidup. Kesadaran konsumen terhadap kandungan gizi dan keamanan produk mencerminkan upaya mereka menjaga tubuh dan akal sebagai amanah. Oleh karena itu, sikap positif terhadap produk makanan yang bernutrisi dan halal tidak hanya mendorong niat pembelian, tetapi juga menunjukkan Vol. 05 No. 02 December 2025 | 639 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness internalisasi nilai-nilai maqashid syariah dalam perilaku konsumsi seharihari. Hasil analisis ini sejalan dengan temuan empiris Marmaya dkk. , yang menunjukkan bahwa sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap niat generasi Y dalam membeli produk makanan halal (NH Marmaya. Za Zakaria, 2. Pengaruh antara Subjective Norm terhadap Intention Hipotesis kedua mengemukakan bahwa Subjective Norm memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Intention. Namun hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Subjective Norm memberikan pengaruh positif, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin kuat dorongan atau tekanan sosial seperti anjuran dari orang tua, pasangan, teman, kelompok referensi, maupun saudara dapat meningkatkan niat individu untuk melakukan suatu tindakan, namun efeknya belum cukup kuat. Secara teoritis, norma subjektif dipahami memiliki keterkaitan positif dengan niat seseorang untuk berperilaku, karena dukungan maupun dorongan sosial sering menjadi pemantik penting dalam pengambilan Dalam konteks masyarakat yang berbudaya komunal seperti komunitas Muslim pandangan individu biasanya tidak berdiri sendiri, tetapi dibentuk oleh nilai kebersamaan dan kelekatan sosial. Mereka memandang diri sebagai bagian dari kelompok yang saling terhubung, sehingga keputusan yang diambil sering kali mempertimbangkan kemaslahatan bersama (Shah Alam & Mohamed Sayuti, 2. Dalam perspektif maqashid syariah, kecenderungan ini sejalan dengan prinsip menjaga kemaslahatan . ifz al-maslah. dan menjaga harmoni sosial. Dorongan sosial untuk memilih produk yang baik, halal, dan bermanfaat tidak hanya mencerminkan kepatuhan individu pada norma kelompok, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat. Dengan demikian. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 640 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness norma subjektif bukan sekadar tekanan sosial, melainkan mekanisme kolektif yang membantu individu mengarahkan perilakunya menuju pilihan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai syariah dan orientasi kemaslahatan Hasil analisis ini mendukung studi empirik yang dilakukan oleh Agus (Mukorobin et al. , 2. dan siti Hasnah (Hassan et al. , 2. yang menyatakan bahwa Subjective Norm tidak mempunyai pengaruh yang signifikan pada niat membeli makanan halal. Pengaruh antara Perceived Behavior Control terhadap Intention Hipotesis ketiga menyatakan bahwa Perceived Behavior Control memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Intention. Namun hasil pengujian menunjukkan bahwa meskipun Perceived Behavior Control memberikan pengaruh positif terhadap niat, pengaruh tersebut tidak Temuan ini menunjukkan bahwa semakin besar persepsi individu mengenai kemampuan diri, kendali atas tindakan, serta keyakinan bahwa mereka memiliki pilihan untuk melakukan atau menghindari suatu perilaku dapat meningkatkan niat untuk bertindak. Meskipun demikian, kekuatan pengaruh tersebut belum cukup untuk mencapai tingkat signifikansi secara statistik. Secara kemampuannya dalam mengakses dan mengendalikan pilihan terhadap makanan halal, semakin besar pula kemungkinan munculnya minat untuk melakukan pembelian. Dalam konteks penelitian ini, seseorang dalam memastikan ketersediaan, keterjangkauan, serta keyakinan untuk memilih produk halal dipahami sebagai perceived behavioral control. Dalam perspektif maqashid syariah, kontrol perilaku yang dirasakan ini mencerminkan upaya individu dalam menjaga hifz al-din . enjaga agam. melalui pemilihan produk yang sesuai dengan prinsip halal, serta hifz al-nafs . enjaga jiw. melalui konsumsi makanan yang aman dan baik. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 641 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Ketika seseorang merasa mampu dan memiliki kendali penuh untuk memilih makanan yang halal dan thayyib, ia sesungguhnya sedang berupaya memenuhi tujuan syariah dalam menjaga kemaslahatan diri dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, persepsi kontrol bukan hanya berkaitan dengan aspek psikologis, tetapi juga menggambarkan komitmen individu terhadap nilai-nilai syariah dalam praktik konsumsi. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti yaitu Hanjaya (Siaputra & Isaac, 2. Anton (Nugroho et al. , 2. Justi (Kadengkang & Linarti, 2. Tessa (Mariana et al. Marmaya (NH Marmaya. Za Zakaria, 2. dan Siti Hasnah (Hassan et al. , 2. yang menyatakan bahwa Perceived Behavior Control berpengaruh terhadap niat konsumen dalam menkonsumsi produk halal. Pengaruh antara Life Style terhadap Intention Hipotesis keempat menyatakan bahwa Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intention. Namun hasil pengujian menunjukkan bahwa meskipun gaya hidup memberikan pengaruh positif terhadap niat, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas gaya hidup seseorangAiyang tercermin melalui aktivitas, minat, dan opini (AIO)Aidapat mendorong terbentuknya niat untuk melakukan suatu tindakan, tetapi pengaruhnya belum cukup Niat konsumen dalam memilih dan mengonsumsi suatu produk memang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola hidup yang mereka anut. Secara psikografis, gaya hidup menggambarkan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya melalui aktivitas yang dilakukan, halhal yang diminati, serta pandangan yang mereka miliki (Kotler, 2. Dengan kata lain, gaya hidup menekankan pada hal-hal yang dianggap penting, disenangi, atau menarik bagi individu dalam kesehariannya. Dalam perspektif maqashid syariah, gaya hidup memiliki relevansi penting karena mencerminkan sejauh mana seseorang menata perilaku Vol. 05 No. 02 December 2025 | 642 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness konsumsinya sesuai dengan nilai kemaslahatan. Ketika gaya hidup seseorang berorientasi pada pilihan yang baik, sehat, dan halal, maka hal tersebut selaras dengan upaya menjaga hifz al-nafs . enjaga jiw. melalui konsumsi yang menyehatkan, serta hifz al-din . enjaga agam. dengan memastikan bahwa produk yang dikonsumsi sesuai dengan prinsip syariah. Dengan demikian, gaya hidup bukan sekadar aspek psikografis, tetapi juga mencerminkan internalisasi nilai-nilai syariah dalam aktivitas konsumsi sehari-hari, meskipun pengaruhnya terhadap niat tidak selalu muncul secara signifikan dalam pengujian empiris. Secara empirik penelitian ini tidak mendukung penelitian yang pernah dilakukan oleh Fajar yang menyatakan bahwa Life Style berpengaruh terhadap niat konsumen dalam memilih produk halal (Khamid, 2. Pengaruh antara Health Consciousness terhadap Intention Hipotesis kelima menyatakan bahwa Health Consciousness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Intention. Hasil penelitian mendukung hipotesis tersebut, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesadaran kesehatan seseorang, semakin besar pula pengaruhnya terhadap niat individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu, termasuk dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Konsumen pentingnya kesehatan cenderung lebih memperhatikan kandungan nutrisi pada makanan yang mereka konsumsi. Pertimbangan kesehatan menjadi faktor utama dalam proses pengambilan keputusan, terutama ketika memilih produk makanan (Annunziata & Pascale, 2. Bagi konsumen Muslim, perhatian tersebut juga disertai dengan kepatuhan terhadap ketentuan syariah, baik dalam memilih produk makanan maupun barang non-makanan. Kombinasi antara kesadaran kesehatan dan kepatuhan pada prinsip halal inilah yang kemudian memperkuat niat mereka dalam membeli suatu produk. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 643 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Dalam perspektif maqashid syariah, tingginya kesadaran kesehatan sejalan dengan upaya menjaga hifz al-nafs . erlindungan jiw. melalui konsumsi makanan yang aman, sehat, dan thayyib. Pada saat yang sama, pemilihan produk halal mencerminkan komitmen individu dalam menjaga hifz al-din . enjagaan agam. Oleh karena itu, kesadaran kesehatan tidak hanya mempengaruhi niat pembelian secara psikologis, tetapi juga mencerminkan integrasi nilai-nilai kemaslahatan yang diusung oleh maqashid syariah dalam perilaku konsumsi sehari-hari. Secara empiris, hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Achmad Assifa. Muhammad Goldy, dan Kustraningdian yang menunjukkan bahwa kesadaran kesehatan berpengaruh terhadap niat konsumen dalam membeli produk makanan. (Kutresnaningdian, 2. Begitu juga hasil penelitian dari Arif Billah ang menyatakan bahwa Health Consciousness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intention pada konsumsi produk halal (Billah et al. , 2. Pengaruh antara Attitude terhadap Consumer Behavior Hipotesis keenam menyatakan bahwa Attitude memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior. Namun hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun sikap konsumen terhadap produk makanan memberikan pengaruh positif terhadap perilaku konsumsi, pengaruh tersebut tidak signifikan. Artinya, semakin baik sikap konsumen terkait jaminan, kenyamanan, keyakinan, serta aspek perlindungan pada produk makanan memang cenderung mendorong perilaku pembelian, tetapi efeknya belum cukup kuat secara statistik. Ajzen menjelaskan bahwa sikap merupakan evaluasi seseorang terhadap objek atau tindakan, yang tercermin dari bagaimana perasaan individu setelah menilai suatu hal (Hadiati, 2. Dalam konteks makanan halal, sikap mencerminkan penilaian responden mengenai preferensi mereka terhadap keterlibatan dalam perilaku tertentu, apakah mereka menyukai atau tidak menyukai tindakan tersebut (Maichum et al. , 2. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 644 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Sikap positif atau negatif ini kemudian mempengaruhi pola pikir dan orientasi perilaku konsumen. Semakin positif sikap konsumen terhadap produk halal, semakin besar kemungkinan terjadinya pembelian aktual makanan dan minuman halal (Jamil Al-Otoum & Nimri, 2. Ditinjau dari perspektif maqashid syariah, sikap positif terhadap produk halal selaras dengan upaya menjaga hifz al-din melalui kepatuhan pada ketentuan syariah dalam konsumsi, serta mendukung hifz al-nafs dengan memilih makanan yang aman dan thayyib. Dengan demikian, meskipun secara empiris pengaruh sikap terhadap perilaku tidak signifikan, sikap positif terhadap produk halal tetap mencerminkan nilai-nilai kemaslahatan dan kesadaran syariah yang berperan dalam membentuk perilaku konsumsi sesuai prinsip maqashid. Hasil analisis penelitian ini tidak yang pernah dilakukan oleh Adiba dan Wulandari yang menyatakan bahwa Attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior pada konsumsi produk halal (Adiba & Wulandari. Pengaruh antara Subjective Norm terhadap Consumer Behavior Pada hipotesis ketujuh dijelaskan bahwa Subjective Norm diprediksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior. Hasil analisis yang dilakukan membuktikan bahwa norma subjektif memang berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen. Ini berarti semakin kuat tekanan sosial atau dorongan dari lingkungan terdekat seperti orang tua, pasangan, teman, kelompok referensi, atau keluarga maka semakin besar kemungkinan seseorang melakukan tindakan konsumsi Norma pandangan orang lain yang berpengaruh dalam kehidupannya . ormative Berbeda dengan sikap terhadap perilaku yang berakar pada keyakinan mengenai konsekuensi dari tindakan yang dilakukan . ehavioral Vol. 05 No. 02 December 2025 | 645 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness belie. , norma subjektif lebih berkaitan dengan sejauh mana individu memercayai bahwa lingkungan sosial mengharapkan dirinya melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan. Dengan demikian, dukungan atau tekanan sosial menjadi faktor penting yang mampu mendorong perilaku pembelian konsumen. Konsep Subjective Norm memiliki relevansi kuat dengan prinsip hifdz Dalam perspektif maqAid, perilaku seseorang sering dibentuk oleh nilai dan budaya lingkungan yang mengarahkan pada keputusan konsumsi yang baik, aman, serta tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menjaga Akal . ifdz aq. Lingkungan yang memberikan arahan agar seseorang berhati-hati dalam memilih produk . isal tidak mengonsumsi sesuatu yang merusak akal, membahayakan, atau tidak hala. membentuk perilaku rasional yang sesuai dengan maqAid. Dengan demikian, temuan bahwa Subjective Norm memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen selaras dengan prinsip maqAid alsyarAoah. Lingkungan sosial yang baik berperan sebagai mekanisme pengarah . uidance mechanis. untuk membentuk perilaku konsumsi yang tidak hanya rasional secara ekonomi, tetapi juga bernilai ibadah dan sesuai tujuan syariat. Hasil analisis penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh Yalen yang menyatakan bahwa Subjective Norm berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior pada konsumsi produk halal. Pengaruh antara Perceived Behavior Control terhadap Consumer Behavior Pada hipotesis kedelapan dijelaskan bahwa Perceived Behavioral Control (PBC) diperkirakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior. Namun hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun PBC memberikan pengaruh positif terhadap perilaku konsumen, pengaruh tersebut tidak signifikan. Temuan ini menandakan bahwa semakin besar rasa kendali seseorang terhadap suatu aktivitas baik terkait Vol. 05 No. 02 December 2025 | 646 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness kemudahan, kemampuan, maupun pilihan untuk melakukan atau menahan diri dari tindakan tertentu semakin kuat kecenderungannya untuk menampilkan perilaku tersebut. Meskipun demikian, tingkat pengaruh ini belum cukup kuat untuk menjadi faktor penentu utama perilaku konsumsi. Perceived Behavioral Control sendiri, sebagaimana dijelaskan (Ajzen, , & Fishbein, 2. , merujuk pada persepsi seseorang mengenai tingkat kemudahan atau kesulitan dalam melakukan suatu tindakan. Ajzen membedakan persepsi ini dari locus of control yang cenderung menetap dalam berbagai situasi. Sebaliknya. PBC bersifat fleksibel dan dapat berubah sesuai konteks atau jenis perilaku yang dihadapi. Dalam kerangka Theory of Planned Behavior, persepsi kontrol ditentukan oleh keyakinan individu terkait ketersediaan sumber daya seperti alat, kemampuan, kompatibilitas, dan kesempatan . ontrol belief strengt. yang dapat mendukung atau menghambat perilaku tertentu, serta seberapa besar pengaruh sumber daya tersebut dalam mewujudkan perilaku . ower of control factor. Semakin kuat keyakinan bahwa sumber daya itu tersedia dan relevan, maka semakin tinggi persepsi kontrol seseorang. Individu yang memiliki persepsi kontrol tinggi cenderung lebih gigih, optimis, dan terus berupaya mencapai tujuan karena yakin bahwa hambatan dapat diatasi. Perceived Behavioral Control memiliki hubungan yang selaras dengan tujuan-tujuan syariah dalam beberapa aspek yakni uife al-nafs . enjaga jiw. Ketika seseorang merasa memiliki kendali untuk memilih produk yang aman, halal, dan sehat, ia sedang menjaga keselamatan dirinya. PBC mendorong individu memilih tindakan yang mendukung keberlangsungan hidup dan kesehatan, selaras dengan tujuan menjaga keselamatan jiwa. Juga, uife al-Aoaql . enjaga aka. Rasa kendali yang baik biasanya muncul dari kemampuan menganalisis informasi, memahami manfaat dan risiko, serta menimbang pilihan secara rasional. Ini sejalan dengan maqAid dalam menjaga akal melalui keputusan konsumsi yang sadar dan Kemudian, uife al-mAl . enjaga hart. Persepsi kontrol juga terkait dengan bagaimana seseorang mengelola sumber daya, termasuk Vol. 05 No. 02 December 2025 | 647 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Individu yang memiliki kontrol perilaku tinggi lebih cermat dalam menggunakan hartanya untuk hal yang mendatangkan manfaat dan menjauhi pemborosan nilai inti dalam maqAid terkait perlindungan harta. Terakhir uife al-dn . enjaga agam. , maka dalam konteks konsumsi halal, persepsi kontrol mencerminkan kemampuan individu untuk memilih produk sesuai tuntunan syariah. Semakin tinggi kendali yang dirasakan, semakin besar peluang seseorang konsisten dalam tindakan yang menjaga komitmen keagamaannya. Dengan demikian, meskipun secara empiris PBC tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen, konstruksi teoritisnya tetap selaras dengan nilai-nilai maqAid al-syarAoah yang menekankan perlindungan, kesejahteraan, dan kehati-hatian dalam tindakan konsumsi. Secara empirik hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian terdahulu yang disampaikan oleh Yalen yang menyatakan bahwa Perceived Behavior Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior pada konsumsiproduk halal. Pengaruh antara Life Style terhadap Consumer Behavior Pada hipotesis kesembilan dijelaskan bahwa Lifestyle diprediksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior. Namun hasil pengujian menunjukkan bahwa meskipun gaya hidup memberikan pengaruh positif terhadap perilaku konsumen, pengaruh tersebut tidak signifikan. Artinya, peningkatan gaya hidup yang tercermin dari aktivitas, minat, dan opini seseorang memang dapat mendorong terjadinya perilaku konsumsi, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadi faktor yang sangat menentukan. Gaya hidup sendiri menggambarkan keseluruhan pola hidup seseorang yang terbentuk dari kebiasaan, pilihan, serta objek atau simbol yang mereka gunakan, dan semuanya dipandu oleh nilai atau sistem kepercayaan tertentu. Karena itu, gaya hidup turut membentuk perilaku individu dan pada akhirnya memengaruhi pola konsumsi. Dengan kata lain. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 648 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness gaya hidup mencerminkan bagaimana seseorang menjalani hari-harinya, mengalokasikan waktu, serta menggunakan pendapatannya. Dalam perspektif maqAid al-syarAoah, gaya hidup berhubungan erat dengan tujuan syariat dalam menjaga kualitas hidup manusia melalui beberapa aspek berikut yakni uife al-nafs . enjaga jiw. Gaya hidup yang sehat, seimbang, dan tidak berlebih-lebihan mendukung upaya menjaga kesehatan tubuh dan keselamatan diri. Jika pola aktivitas atau konsumsi mengikuti nilai-nilai syariah, maka gaya hidup tersebut akan mengarahkan individu pada pilihan yang aman dan bermanfaat. Selain itu juga Hifdz mal . enjaga hart. Gaya hidup juga terkait dengan bagaimana seseorang membelanjakan hartanya. MaqAid menuntun agar konsumsi dilakukan secara proporsional, tidak boros, tidak israf . , dan tidak tabdzir . enghambur-hamburka. Pola hidup yang sesuai syariat mengarahkan konsumen untuk menggunakan hartanya secara bijak dan memberikan Terakhir yaitu uife al-Aoaql . enjaga aka. Pilihan gaya hidup yang positif, seperti penggunaan waktu untuk aktivitas bermanfaat atau konsumsi produk yang tidak merusak akal, mendukung terpeliharanya kualitas intelektual dan moral individu. Meski gaya hidup memberikan arah terhadap perilaku konsumsi, temuan penelitian bahwa pengaruhnya tidak signifikan menunjukkan bahwa dalam konteks produk halal, keputusan konsumsi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain seperti kesadaran kesehatan, niat, atau norma sosial. Ini sejalan dengan maqAid yang menekankan bahwa perilaku konsumsi seharusnya tidak hanya didorong oleh gaya hidup, tetapi terutama oleh nilai-nilai syariah yang menjaga kemaslahatan diri dan masyarakat. Secara empirik hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian terdahulu yang disampaikan oleh Elfitra yang menyatakan bahwa Life Style berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior konsumen Muslim generasi Y pengguna produk halal (Surya, 2. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 649 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Pengaruh antara Health Consciousness terhadap Consumer Behavior Pada hipotesis kesepuluh dijelaskan bahwa Health Consciousness diperkirakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior. Namun hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa meskipun arah pengaruhnya tetap positif, hubungan tersebut tidak signifikan. Artinya, peningkatan kesadaran seseorang terhadap kesehatan memang dapat mengarahkan individu pada perilaku tertentu, tetapi pengaruh tersebut belum cukup kuat untuk memberikan perubahan yang berarti. Kesadaran kesehatan sendiri dipahami sebagai kepedulian dan motivasi seseorang untuk memperbaiki, memelihara, dan meningkatkan kualitas kesehatan serta kualitas hidup melalui perilaku hidup sehat (Michaelidou & Hassan, 2. Lebih lanjut. Michaelidou dan Hassan menjelaskan empat aspek utama kesadaran kesehatan: perhatian terhadap kesehatan, apresiasi terhadap makanan sehat dan alami, serta upaya memilih asupan yang lebih sehat. Tingkat kesadaran kesehatan antara kelompok usia muda dan tua cenderung berbeda, terutama terkait pola konsumsi. Generasi muda umumnya kurang memperhatikan dampak kesehatan dari makanan yang dikonsumsi, sehingga lebih fokus pada cita rasa dan tampilan makanan. Sebaliknya, kelompok usia yang lebih tua biasanya memiliki pemahaman dan perhatian yang lebih besar terhadap nilai kesehatan suatu makanan sehingga lebih memilih asupan yang bergizi, sehat, dan alami untuk menjaga kondisi tubuh yang semakin rentan. Karena itu, kesadaran kesehatan menjadi faktor penting yang dapat membentuk perilaku Konsep Health Consciousness memiliki hubungan langsung dengan salah satu tujuan utama maqAid al-syarAoah, yaitu uife al-nafs . enjaga Islam menekankan pemeliharaan kesehatan tubuh melalui konsumsi makanan yang halal, thayyib, dan bermanfaat. Ketika seseorang memiliki kesadaran kesehatan yang baik memilih makanan yang alami, sehat, dan Vol. 05 No. 02 December 2025 | 650 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness bergizi maka ia telah menjalankan prinsip penjagaan jiwa. Selain itu, kesadaran kesehatan juga mendukung uife al-Aoaql . enjaga aka. , sebab makanan yang sehat berkontribusi pada fungsi kognitif yang optimal. Pada kelompok usia muda yang kurang memperhatikan dampak makanan, edukasi kesadaran kesehatan menjadi penting agar perilaku konsumsi mereka sejalan dengan prinsip maqAid, yaitu menjaga tubuh, akal, dan produktivitas hidup. Dengan demikian, meskipun secara empiris pengaruh Health Consciousness terhadap Consumer Behavior tidak signifikan, secara normatif terutama dalam perspektif maqAid al-syarAoah kesadaran kesehatan tetap menjadi elemen kunci dalam membentuk perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab, sehat, dan bernilai ibadah. Hasil analisis penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh Arif Billah (Billah et al. , 2. yang menyatakan bahwa Health Consciousness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior pada konsumsi produk halal. Pengaruh antara Intention terhadap Consumer Behavior Hipotesis kesebelas menyatakan bahwa Intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior. Hasil pengujian empiris mendukung hipotesis tersebut, di mana semakin kuat niat seseorang dalam memilih suatu produk, semakin besar pula pengaruhnya terhadap perilaku konsumsi yang ditampilkan. Niat sendiri berfungsi sebagai prediktor utama kecenderungan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku pembelian. Menurut Sumarwan, niat merupakan dorongan atau keinginan kuat dalam diri individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Dengan kata lain, niat mencerminkan tingkat komitmen seseorang untuk mewujudkan suatu semakin tinggi dorongan internal tersebut, semakin besar kemungkinan perilaku nyata akan terjadi. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 651 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Dalam konteks maqashid syariah, kuatnya niat untuk memilih produk halal menunjukkan bahwa individu tidak hanya mempertimbangkan aspek fungsional produk, tetapi juga berusaha memenuhi tujuan syariah seperti hifz al-din . enjaga agam. melalui kepatuhan pada prinsip halal, dan hifz al-nafs . enjaga jiw. melalui konsumsi produk yang aman dan Dengan demikian, niat yang kuat untuk membeli produk halal menjadi cerminan integrasi antara motivasi personal dan komitmen terhadap kemaslahatan sebagaimana diamanahkan dalam maqashid syariah (Sumarwan, 2. Hasil analisis penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh Arif Billah (Billah et al. , 2. yang menyatakan bahwa Intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Behavior padakonsumsi produk halal. Pengaruh antara Health Consciousness terhadap Intention dan dampaknya terhadap Consumer Behavior Analisis Health Consciousness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intention serta berdampak pada Consumer Behavior. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang terhadap pentingnya kesehatan, semakin kuat pula niatnya dalam memilih suatu produk, menentukan pilihan terhadap minuman kesehatan berlabel halal. Dalam kesehatan ini mencerminkan upaya menjaga hifz al-nafs . erlindungan jiw. melalui konsumsi produk yang aman dan menyehatkan, serta hifz aldin . enjagaan agam. karena pemilihan produk halal merupakan bagian dari kepatuhan terhadap syariat. Dengan demikian, kesadaran kesehatan tidak hanya mendorong niat membeli produk halal, tetapi juga menjadi bentuk implementasi nilai-nilai kemaslahatan yang diusung oleh maqashid syariah dalam praktik konsumsi sehari-hari. Vol. 05 No. 02 December 2025 | 652 Siti Nur Latifah Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB. Life Style, dan Health Consciousness Kesimpulan Dalam perspektif studi Islam, temuan ini sejalan dengan konsep maqAid al-syarAoah terutama dalam aspek uife al-nafs . enjaga keselamatan jiw. dan uife al-dn . enjaga agam. Kesadaran kesehatan . ealth consciousnes. yang terbukti memengaruhi niat dan perilaku konsumen relevan dengan ajaran Islam tentang kewajiban menjaga kesehatan tubuh sebagai amanah dari Allah. Minuman berlabel halal bukan hanya memenuhi aspek kehalalan zat . alAl li-eAti. , tetapi juga memenuhi aspek ayyib . aik, menyehatka. Hal ini menegaskan bahwa generasi milenial tidak hanya mempertimbangkan dimensi religius, tetapi juga nilai kesehatan yang merupakan bagian dari etika konsumsi Islami. Pengaruh signifikan norma subjektif terhadap perilaku konsumen menggambarkan pentingnya lingkungan sosial Muslim: keluarga, teman sebaya, komunitas keagamaan, hingga figur otoritatif . stadz, tokoh masyaraka. : dalam membentuk preferensi konsumsi halal. Dalam Islam, otoritas sosial dan tradisi kolektif sering menjadi rujukan penting dalam menentukan perilaku konsumsi, sejalan dengan konsep al-Aourf . ebiasaan sosial yang diakui syaria. serta prinsip taAoAwun AoalA al-birr wa al-taqwA . aling tolong-menolong dalam kebaika. Selain itu, sikap, pengendalian perilaku, dan gaya hidup yang tidak berpengaruh signifikan menunjukkan bahwa pada konsumen milenial, nilainilai religius dan kesehatan lebih dominan dibanding preferensi gaya hidup Ini selaras dengan temuan studi Islam kontemporer yang menunjukkan bahwa identitas keagamaan generasi milenial sering diwujudkan melalui konsumsi yang sesuai syariat sebagai bentuk selfexpression. Referensi