Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Mei 2024, pp. Pengaruh Return on Assets. Pengeluaran R&D, dan Peran marketing performance Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Manufaktur di Kota Surabaya Jawa Timur Lilian Sonya Loppies1. Meiske Wenno2. Erfendi Regar3. Hasmia Melati Arifin4. Muhammad Faisal5 Universitas Pattimura. liliansloppies@gmail. 2Universitas Pattimura. meiske46@gmail. 3Universitas Pattimura. erfendiregar22@gmail. 4Universitas Pattimura. melatyarifin@gmail. 5Universitas Pattimura. muhamnadical89@gmail. Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini menginvestigasi pengaruh Return on Assets (ROA), pengeluaran Research and Development (R&D), dan Marketing Performance (MP) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur di Kota Surabaya. Jawa Timur, dengan menggunakan analisis kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan survei kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan data dari sampel perusahaan manufaktur. Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak Partial Least Squares (PLS) 3 digunakan untuk analisis data. Temuan menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba, yang menyoroti pentingnya pemanfaatan aset yang efisien, inovasi, dan kemampuan pemasaran dalam mendorong kinerja keuangan. Studi ini berkontribusi pada kemajuan teoritis dalam memahami faktor-faktor penentu pertumbuhan laba di sektor manufaktur dan menawarkan wawasan praktis bagi perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan profitabilitas. Received Mei, 2024 Revised Mei, 2024 Accepted Mei, 2024 Kata Kunci: ROA. R&D. Kinerja Pemasaran. Pertumbuhan Laba Keywords: ROA, R&D, Marketing Performance. Profit Growth ABSTRACT This study investigates the effect of Return on Assets (ROA). Research and Development (R&D) expenditures, and Marketing Performance (MP) on profit growth in manufacturing companies in Surabaya. East Java, using quantitative analysis. This study used a quantitative approach, using a structured questionnaire survey to collect data from a sample of manufacturing companies. Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS) 3 software is used for data The findings show a significant positive relationship between ROA. R&D spending. MP, and profit growth, highlighting the importance of efficient asset utilization, innovation, and marketability in driving financial performance. The study contributes to theoretical advances in understanding the determinants of profit growth in the manufacturing sector and offers practical insights for companies aiming to improve competitiveness and profitability. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Lilian Sonya Loppies Institution: Universitas Pattimura Email: liliansloppies@gmail. PENDAHULUAN Surabaya, pusat ekonomi yang signifikan di provinsi Jawa Timur. Indonesia, menampilkan lanskap ekonomi yang beragam dengan sektor manufaktur yang berkembang pesat (Darettamarlan et al. Industri manufaktur di kota ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong kemajuan teknologi, yang berkontribusi terhadap perkembangan wilayah secara keseluruhan (Nugroho 2. Latar belakang sejarah Surabaya menunjukkan bagaimana perubahan ekonomi dan politik, yang dipengaruhi oleh entitas seperti benteng VOC, telah membentuk lintasannya, menekankan peran penting perdagangan dan kegiatan pemerintah dalam evolusinya (Mukhlis and Laga 2. Selain itu, pertimbangan perencanaan kota Surabaya, seperti prediksi kebutuhan ruang terbuka hijau menggunakan Metode Gerarkis, menyoroti komitmen kota untuk menyeimbangkan pembangunan sosial-ekonomi dengan kelestarian lingkungan (Rifqi and Ikaningtyas 2. Pendekatan holistik ini menggarisbawahi pertumbuhan Surabaya yang memiliki banyak sisi, memadukan signifikansi historis, pandangan ke depan dalam perencanaan kota, dan strategi industri untuk mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam lanskap ekonomi Indonesia. Dalam lanskap industri yang ramai di Kota Surabaya, perusahaan-perusahaan secara aktif meningkatkan kinerja keuangan mereka dan mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar lokal dan global. Industri manufaktur di kota ini telah menunjukkan ketangguhannya pasca-Covid19, dengan berfokus pada strategi orientasi pasar seperti orientasi pelanggan dan pesaing (Ummah. Azizi, and Yasin 2. Strategi industri memainkan peran penting dalam mempengaruhi ekonomi makro Surabaya, dengan strategi yang efektif yang diidentifikasi melalui analisis data (Setiawan. Gunung, and Yasin 2. Literasi dan perilaku keuangan secara signifikan mempengaruhi keputusan investasi mahasiswa di perusahaan berbasis digital di Surabaya, menekankan pentingnya pengetahuan dan tindakan keuangan dalam kegiatan ekonomi (Romadhani and Handini 2. Sektor industri di Surabaya sangat penting untuk menciptakan peluang ekonomi dan mengatasi masalah pengangguran, menyoroti kepentingan strategisnya dalam pembangunan ekonomi nasional (Subekti and Yasin 2. Dengan memanfaatkan wawasan dan strategi ini, perusahaan-perusahaan di Surabaya dapat menavigasi pasar yang kompetitif dengan sukses dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Perusahaan manufaktur yang berjuang untuk mencapai profitabilitas dan pertumbuhan menghadapi tantangan yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal (Legowo. Widiiputra, and Nugrahanti 2021. Nugrahanti and Jahja 2018. P Nugrahanti 2. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset dan mendorong inovasi melalui penelitian dan pengembangan (R&D), perusahaan harus menavigasi berbagai mekanisme yang terjadi secara bersamaan. Studi menyoroti pentingnya faktor-faktor seperti peraturan lingkungan, kemampuan dinamis hijau, sumber daya yang mengendur, dan inovasi ganda yang berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja pembangunan berkelanjutan (Xing et al. Selain itu, peningkatan intensitas R&D dari waktu ke waktu telah terbukti berdampak positif pada rasio nilai tambah perusahaan (VAR), terlepas dari profitabilitas, yang pada akhirnya memfasilitasi pembentukan perusahaan dengan nilai tambah yang tinggi (Shi. Zhuang, and Yang 2. Selain itu, faktor eksternal seperti akses ke pembiayaan, persaingan dari perusahaan sektor informal, dan partisipasi pasar ekspor memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan investasi litbang perusahaan manufaktur, yang menekankan pentingnya mengatasi kendala lingkungan bisnis bagi perusahaan sektor swasta di negara Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A berkembang (Shibia 2. Memahami hubungan yang rumit antara faktor-faktor ini dan dampak kolektifnya terhadap pertumbuhan laba sangat penting untuk menavigasi medan persaingan dan mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Masalah penelitian utama yang dibahas dalam penelitian ini berkisar pada penguraian pengaruh Return on Assets (ROA), pengeluaran R&D, dan Kinerja Pemasaran (MP) terhadap pertumbuhan laba di sektor manufaktur di Kota Surabaya. Jawa Timur. Meskipun literatur yang ada menawarkan wawasan tentang pengaruh individu dari faktor-faktor ini terhadap kinerja keuangan, penelitian terbatas yang secara komprehensif mengeksplorasi dampak gabungannya terhadap pertumbuhan laba, terutama dalam konteks lanskap manufaktur Kota Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menjembatani kesenjangan ini dengan mempelajari interaksi yang rumit antara ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba, sehingga memberikan wawasan yang berharga bagi perusahaan manufaktur, pembuat kebijakan, dan peneliti. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur yang beroperasi di Kota Surabaya. Jawa Timur. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengembalian atas Aset (ROA) Return on Assets (ROA) adalah metrik keuangan yang penting untuk mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba, terutama di industri manufaktur (Hermawan. Ishak, and Budiantoro 2023. Ng et al. Penelitian menekankan pentingnya ROA dalam menentukan kinerja keuangan, dengan ROA yang lebih tinggi menunjukkan efisiensi operasional, profitabilitas, dan keunggulan kompetitif yang lebih baik bagi perusahaan (Septiani and Wulandari 2. Dalam konteks manufaktur. ROA mencerminkan manajemen aset yang efektif, proses produksi, dan mekanisme pengendalian biaya, yang memengaruhi profitabilitas berkelanjutan dan daya saing pasar dari waktu ke waktu (Sari 2. Perusahaan dengan rasio ROA yang unggul cenderung mengalami peningkatan profitabilitas dan posisi kompetitif karena kemampuan mereka untuk menghasilkan lebih banyak laba relatif terhadap basis aset mereka, menampilkan keunggulan operasional dan keunggulan strategis di pasar (Anggraini and Rivandi 2. 2 Pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D) Pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D) memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dengan mendorong inovasi dan mendorong kemajuan. Studi menunjukkan bahwa pengeluaran litbang memiliki hubungan negatif dengan emisi karbon dioksida baik di negara berkembang maupun negara maju, yang mengindikasikan potensinya untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan (Raj and Tomar n. Berbagai bentuk subsidi R&D, seperti hibah langsung dan kredit pajak, dapat menstimulasi aktivitas R&D tambahan, tetapi efektivitasnya bervariasi berdasarkan karakteristik perusahaan dan jenis proyek yang disubsidi (Kauko 1. Metode akuntansi yang tepat untuk pengeluaran R&D sangat penting untuk meningkatkan status keuangan dan skala investasi perusahaan selanjutnya, dengan menekankan perlunya menyeimbangkan kehati-hatian pengukuran dan relevansi dalam kebijakan akuntansi (Zhu et al. Selain itu, pengeluaran R&D secara positif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor perusahaan bisnis, mengoreksi ketidakseimbangan dan berdampak pada PDB dalam jangka panjang (Sehleanu. SIMUo, and SIMUo 2. Namun, ketergantungan yang besar pada Dana Struktural Eropa untuk investasi litbang di negara-negara seperti Latvia dianggap tidak berkelanjutan, menyoroti perlunya investasi litbang publik dan swasta jangka panjang yang konsisten untuk pembangunan berkelanjutan (Jekabsone. Sproe, and Kristone 2. 3 Kinerja Pemasaran (MP) Kinerja Pemasaran (MP) di sektor manufaktur sangat penting untuk mendorong penjualan, meningkatkan visibilitas merek, dan membina hubungan dengan pelanggan (Andaningsih. Nugrahanti, and Novita 2023. Silajadja. Magdalena, and Nugrahanti 2. Studi menekankan Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A korelasi positif antara kinerja pemasaran dan hasil keuangan seperti pertumbuhan laba dan perluasan pangsa pasar (Daengs dg et al. Fitri. Nuha, and Nurudin 2. Strategi pemasaran yang efektif memungkinkan produsen untuk membedakan produk mereka, memasuki pasar baru, dan memanfaatkan peluang yang muncul (Yadava et al. Memanfaatkan saluran pemasaran seperti periklanan, branding, dan keterlibatan pelanggan membantu menciptakan proposisi nilai yang menarik yang beresonansi dengan audiens target dan merangsang permintaan produk (Hidayat et al. Silajadja. Magdalena, and Nugrahanti 2. Kinerja pemasaran yang kuat tidak hanya menumbuhkan loyalitas merek, kepuasan pelanggan, dan daya tanggap pasar, tetapi juga membangun landasan yang kuat untuk pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang berkelanjutan (Pimenta da Gama 2. 4 Kerangka Teori Kerangka teori yang mendasari penelitian ini mengintegrasikan konsep ROA, pengeluaran R&D, dan MP sebagai faktor penentu pertumbuhan laba di perusahaan manufaktur. Berdasarkan literatur sebelumnya, kerangka kerja ini menyatakan bahwa faktor-faktor ini beroperasi secara sinergis untuk mempengaruhi kinerja keuangan, dengan masing-masing elemen memberikan efek yang unik dan saling terkait pada pertumbuhan laba. Dengan meneliti interaksi antara ROA, pengeluaran R&D, dan MP, penelitian ini berusaha untuk menjelaskan mekanisme di mana perusahaan manufaktur dapat mengoptimalkan kinerja keuangan mereka dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di lanskap kompetitif Kota Surabaya. Jawa Timur. Gambar 2. Kerangka Konsep METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif untuk menyelidiki hubungan antara Return on Assets (ROA), pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D). Kinerja Pemasaran (MP), dan pertumbuhan laba pada perusahaan-perusahaan manufaktur di Kota Surabaya. Jawa Timur. Desain penelitian ini melibatkan administrasi survei kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan data dari sampel perusahaan manufaktur yang beroperasi di wilayah 2 Pengambilan Sampel Target populasi untuk penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang berlokasi di Kota Surabaya. Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel acak bertingkat digunakan untuk memastikan keterwakilan di berbagai subsektor industri manufaktur, seperti elektronik, tekstil, dan otomotif. Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus untuk memperkirakan ukuran sampel dalam pemodelan persamaan struktural (SEM), dengan mempertimbangkan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 5%. 3 Pengumpulan Data Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan secara mandiri kepada perusahaan manufaktur terpilih. Kuesioner terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk mengukur konstruk-konstruk berikut: Pengembalian atas Aset (ROA), pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D). Kinerja Pemasaran (MP), dan pertumbuhan laba. Setiap item dinilai dengan skala Likert mulai dari 1 hingga 5, dengan skor yang lebih tinggi menunjukkan persetujuan yang lebih kuat atau dukungan terhadap pernyataan tersebut. Kuesioner ini juga mencakup pertanyaan-pertanyaan demografis untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi, seperti sektor industri, ukuran, dan tahun beroperasi. Sebelum didistribusikan, kuesioner menjalani uji coba untuk menilai kejelasan, kelengkapan, dan keandalannya. 4 Analisis Data Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak Partial Least Squares (PLS) 3. SEM-PLS adalah teknik statistik yang kuat yang cocok untuk menganalisis hubungan yang kompleks di antara berbagai variabel, sehingga sangat cocok untuk memeriksa interaksi antara Return on Assets (ROA), pengeluaran R&D. Marketing Performance (MP), dan pertumbuhan laba di perusahaan manufaktur. Analisis dilakukan dalam beberapa tahap: Pertama, dilakukan penilaian terhadap model pengukuran untuk mengevaluasi reliabilitas dan validitasnya melalui uji konsistensi internal seperti Cronbach's alpha, validitas konvergen seperti muatan faktor, dan validitas diskriminan seperti kriteria Fornell-Larcker. Kedua, dilakukan estimasi model struktural untuk mengevaluasi hubungan antara konstruk laten (ROA, pengeluaran R&D. MP) dan pertumbuhan laba menggunakan analisis regresi PLS. Ketiga, dilakukan evaluasi keseluruhan model dan signifikansi jalur struktural melalui prosedur bootstrapping dan indeks goodness-of-fit seperti R^2. SRMR, dan NFI. Terakhir, dilakukan pengujian hipotesis terhadap hubungan yang dihipotesiskan antara ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba untuk memastikan signifikansi dan besarnya pengaruhnya. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan wawasan tentang karakteristik sampel dan distribusi variabel-variabel utama. Tabel 1 menyajikan nilai rata-rata, standar deviasi, dan korelasi antara Return on Assets (ROA), pengeluaran Riset dan Pengembangan (R&D). Kinerja Pemasaran (MP), dan pertumbuhan laba. Tabel 1: Statistik Deskriptif Variable Mean Standard Deviation Return on Assets (ROA) 3. R&D Expenditure Marketing Performance 3. Profit Growth Statistik ini memberikan wawasan tentang kecenderungan sentral dan variabilitas yang ada dalam sampel. Return on Assets (ROA) menunjukkan nilai rata-rata 3,42, yang menggambarkan rata-rata laba atas aset yang dirasakan di seluruh perusahaan, dengan deviasi standar 0,83, yang mengindikasikan penyebaran peringkat ROA di sekitar nilai rata-rata ini. Pengeluaran Litbang menunjukkan nilai rata-rata 3,65, yang mencerminkan rata-rata investasi yang dirasakan dalam penelitian dan pengembangan, di samping deviasi standar 0,74, yang menyoroti variabilitas dalam peringkat pengeluaran Litbang. Kinerja Pemasaran menunjukkan nilai rata-rata 3,28, yang menunjukkan rata-rata efektivitas yang dirasakan dari inisiatif pemasaran, dengan standar deviasi 0,91, yang menggambarkan penyebaran peringkat MP di antara perusahaan sampel. Terakhir. Pertumbuhan Laba mencatat nilai rata-rata 3,76, yang mewakili rata-rata tingkat pertumbuhan laba Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A yang dirasakan, dengan standar deviasi 0,67, yang menunjukkan tingkat variabilitas peringkat pertumbuhan laba di seluruh sampel. 2 Keandalan Model Penilaian model pengukuran melibatkan evaluasi reliabilitas dan validitas instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengoperasionalkan konstruk laten. Dalam penelitian ini, konstruk-konstruk tersebut meliputi Return on Assets (ROA), pengeluaran Riset dan Pengembangan (R&D). Kinerja Pemasaran (MP), dan pertumbuhan laba. Penilaian dilakukan dengan melihat loading factor. Cronbach's alpha, composite reliability, dan average variance extracted (AVE) untuk setiap konstruk. Tabel 2. Validity and Reliability Average Loading Cronbach's Composite Variance Variable Code Factor Alpha Reliability Extracted (AVE) ROA. Return On Assets ROA. ROA. PRD. Pengeluaran R&D PRD. PRD. PMP. Peran marketing PMP. PMP. PLK. Pertumbuhan PLK. Laba Keuangan PLK. Return on Assets (ROA) menunjukkan sifat pengukuran yang kuat dengan faktor loading yang tinggi untuk indikator-indikatornya dan Cronbach's alpha sebesar 0,905, yang menandakan keandalan konsistensi internal yang kuat. Selain itu, reliabilitas kompositnya melampaui ambang batas yang direkomendasikan di 0,940, menegaskan keandalan model pengukuran, sementara AVE sebesar 0,840 menunjukkan validitas konvergen yang substansial, yang menjelaskan bahwa 84% varians dalam konstruk ROA dijelaskan oleh indikator-indikatornya. Demikian pula. Pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D) menunjukkan hubungan yang kuat dengan indikatorindikatornya, keandalan konsistensi internal yang dapat diterima dengan Cronbach's alpha sebesar 0,798, dan keandalan yang baik seperti yang ditunjukkan oleh reliabilitas komposit sebesar 0,882. AVE sebesar 0,714 menunjukkan validitas konvergen yang memuaskan. Kinerja Pemasaran (MP) menunjukkan faktor loading yang tinggi untuk indikator-indikatornya. Cronbach's alpha yang dapat diterima sebesar 0,775, dan reliabilitas komposit yang melebihi ambang batas di 0,863, di samping AVE yang memuaskan di 0,677, yang mendukung validitas konvergennya. Terakhir. Pertumbuhan Laba menunjukkan hubungan yang kuat dengan indikator-indikatornya, reliabilitas konsistensi internal yang dapat diterima dengan Cronbach's alpha sebesar 0,840, reliabilitas yang baik dengan reliabilitas komposit sebesar 0,904, dan validitas konvergen yang memuaskan seperti yang ditunjukkan oleh AVE sebesar 0,758. 3 Discriminant Validity Validitas diskriminan menilai apakah konstruk dalam model pengukuran berbeda satu sama lain. Validitas ini menguji apakah ukuran satu konstruk benar-benar berbeda dengan ukuran konstruk lain dalam model. Tabel 3. Diskriminan Validitas Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Pengeluaran R&D Peran Pertumbuhan Laba Keuangan Pengeluaran R&D Peran Pertumbuhan Laba Keuangan Return On Assets Return Assets Pemeriksaan terhadap pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D) menunjukkan korelasi sebesar 0,845 dengan Kinerja Pemasaran, 0,644 dengan Pertumbuhan Laba, dan 0,732 dengan Pengembalian atas Aset. Dengan akar kuadrat dari Average Variance Extracted (AVE) sebesar 0,714, lebih tinggi dari korelasinya dengan Kinerja Pemasaran dan Pertumbuhan Laba, pengeluaran Litbang menunjukkan validitas diskriminan. Namun, korelasinya dengan Return on Assets sedikit melebihi akar kuadrat AVE-nya, yang mengisyaratkan adanya potensi tumpang Demikian pula. Kinerja Pemasaran menunjukkan korelasi sebesar 0,823 dengan pengeluaran R&D, 0,759 dengan Pertumbuhan Laba, dan 0,714 dengan Pengembalian atas Aset. Akar kuadrat AVE di 0,677 melebihi korelasinya dengan semua konstruk, yang mengkonfirmasi validitas Pertumbuhan Laba menunjukkan korelasi sebesar 0,871 dengan pengeluaran Litbang, 0,759 dengan Kinerja Pemasaran, dan 0,653 dengan Pengembalian atas Aset. Dengan akar kuadrat AVE sebesar 0,758, lebih tinggi dari korelasinya dengan semua konstruk. Pertumbuhan Laba mempertahankan validitas diskriminan. Terakhir. Return on Assets menunjukkan korelasi sebesar 0,732 dengan pengeluaran R&D, 0,714 dengan Kinerja Pemasaran, dan 0,917 dengan Pertumbuhan Laba. Akar kuadrat AVE di 0,840 melampaui korelasi dengan semua konstruk, menegaskan validitas Gambar 2. Penilaian Model Internal 4 Kecocokan Model Penilaian kecocokan model mengevaluasi seberapa baik model yang diestimasi cocok dengan data yang diamati. Hal ini melibatkan perbandingan indeks kecocokan model yang diestimasi dengan model jenuh, yang merepresentasikan model yang sangat cocok di mana setiap parameter diestimasi. Beberapa indeks kecocokan yang umum digunakan untuk menilai kecocokan model, termasuk Standardized Root Mean Square Residual (SRMR), d_ULS, d_G. Chi-Square, dan Normed Fit Index (NFI). Tabel 4. Model Fit Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science SRMR Saturated Model Estimated Model d_ULS ChiSquare NFI Beberapa indeks kesesuaian digunakan untuk menilai kecukupan model. Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) mengukur perbedaan terstandarisasi antara matriks kovarians yang teramati dan yang tersirat dalam model, di mana nilai yang lebih rendah menunjukkan kecocokan yang lebih baik. Baik model jenuh maupun model yang diestimasi menghasilkan SRMR sebesar 0,103, yang mengindikasikan kecocokan yang baik karena berada di bawah ambang batas yang direkomendasikan yaitu 0,08. Demikian pula, d_ULS dan d_G, indeks kecocokan relatif yang menilai perbedaan antara matriks yang diamati dan matriks yang tersirat dalam model, menunjukkan nilai 0,822 untuk kedua model, yang menunjukkan kecocokan yang memuaskan dengan nilai yang lebih rendah yang mengindikasikan kecocokan yang lebih baik. Namun, uji ChiSquare, yang mengevaluasi perbedaan antara matriks kovarian yang diamati dan yang tersirat dalam model, menghasilkan nilai signifikan sebesar 304,332 untuk kedua model, yang menunjukkan kecocokan yang tidak sempurna. Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa sensitivitas ChiSquare terhadap ukuran sampel dapat mempengaruhi signifikansinya, yang berpotensi membesarbesarkan perbedaan yang sepele pada sampel yang besar. Terakhir. Normed Fit Index (NFI), yang menunjukkan proporsi peningkatan kecocokan model relatif terhadap model nol, mencapai 0,730 untuk kedua model, menunjukkan kecocokan yang dapat diterima karena nilai di atas 0,90 secara umum dianggap dapat diterima. Tabel 5. R Square R Square Square Adjusted Pertumbuhan Laba 0. Keuangan Nilai R-Squared (R^. dan Adjusted R-Squared (R^2 adjuste. memberikan wawasan penting tentang sejauh mana model regresi, dan bentuk yang disesuaikan, masing-masing, menjelaskan varians dalam variabel dependen. Koefisien-koefisien ini sangat penting dalam analisis regresi, yang mengindikasikan kecocokan model dan kapasitas model untuk menjelaskan variabilitas variabel dependen berdasarkan variabel independen. Dalam penelitian ini, nilai RSquared untuk Pertumbuhan Laba mencapai 0,602, menandakan bahwa sekitar 60,2% dari varians pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh variabel independen-Return on Assets (ROA), pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D), dan Kinerja Pemasaran (MP). Hal ini menggarisbawahi kemampuan penjelas yang moderat hingga kuat dari model dalam memprediksi pertumbuhan laba berdasarkan variabel-variabel tersebut. Sementara itu, nilai Adjusted R-Squared, yang memperhitungkan jumlah prediktor dan ukuran sampel, sedikit lebih rendah yaitu 0,592. Penyesuaian ini menghukum nilai R-Squared untuk memasukkan prediktor tambahan yang mungkin tidak secara signifikan berkontribusi dalam menjelaskan varians dalam variabel dependen, sehingga memberikan estimasi yang lebih konservatif terhadap daya penjelas model. 5 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis melibatkan evaluasi signifikansi hubungan yang dihipotesiskan antara variabel independen . dan variabel dependen . dalam model regresi. Dalam konteks Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science ini, hipotesis yang diuji adalah hubungan antara pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D). Kinerja Pemasaran. Pengembalian Aset (ROA), dan Pertumbuhan Laba. Tabel 6. Uji Hipotesis Pengeluaran R&D -> Pertumbuhan Laba Keuangan Peran marketing performance -> Pertumbuhan Laba Keuangan Return On Assets -> Pertumbuhan Laba Keuangan Original Sample (O) Sample Mean (M) Statistics (|O/STDEV|) Standard Deviation (STDEV) Valu Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan secara statistik antara pengeluaran R&D, kinerja pemasaran, dan Return on Assets dengan pertumbuhan laba keuangan perusahaan. Nilai T-statistik untuk pengeluaran R&D adalah 2. 380 dengan nilai p 003, menunjukkan penolakan terhadap hipotesis nol dan mengindikasikan hubungan positif yang signifikan antara pengeluaran R&D dan pertumbuhan laba keuangan. Sementara itu, nilai T-statistik untuk kinerja pemasaran adalah 5. 488 dengan p-value sebesar 0. 000, dan nilai Tstatistik untuk Return on Assets adalah 3. 252 dengan p-value sebesar 0. 001, kedua-duanya menunjukkan penolakan terhadap hipotesis nol dan menegaskan hubungan positif yang signifikan antara kinerja pemasaran serta Return on Assets dengan pertumbuhan laba keuangan. PEMBAHASAN Bagian diskusi memberikan analisis dan interpretasi mendalam terhadap temuan penelitian, mengkontekstualisasikannya dalam literatur yang ada dan membahas implikasinya terhadap teori, praktik, dan penelitian di masa depan. Temuan penelitian ini mengungkapkan beberapa wawasan penting mengenai faktor-faktor penentu pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur di Kota Surabaya. Jawa Timur. Pertama, hubungan positif antara Return on Assets (ROA), pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D). Kinerja Pemasaran (MP), dan Pertumbuhan Laba menggarisbawahi pentingnya faktorfaktor ini dalam mendorong kinerja keuangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Perusahaan yang secara efektif mengelola aset mereka, berinvestasi dalam inovasi, dan menunjukkan kemampuan pemasaran yang kuat lebih mungkin untuk mencapai tingkat pertumbuhan laba yang lebih tinggi (Fadhilah et al. Fuadah et al. P Nugrahanti 2. Hubungan positif yang signifikan secara statistik yang diamati antara ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba selaras dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pentingnya faktor-faktor ini dalam meningkatkan kinerja keuangan di berbagai industri. Temuan ini menegaskan kembali gagasan bahwa pemanfaatan aset yang efisien, strategi yang digerakkan oleh inovasi, dan inisiatif pemasaran yang efektif adalah pendorong penting profitabilitas dan daya saing di sektor manufaktur. Faktor-faktor seperti Return on Assets (ROA), kepemilikan manajerial, dan arus kas bebas telah diidentifikasi sebagai elemen penting yang mempengaruhi manajemen laba (Ummah. Azizi, and Yasin 2. Selain itu, studi tentang nilai perusahaan di perusahaan manufaktur Indonesia menyoroti bahwa profitabilitas, leverage, dan keputusan pendanaan memainkan peran penting dalam menentukan nilai perusahaan (Kartika. Janah, and Hardiyanti 2023. Rahayu and Sari 2. Selain itu, orientasi pasar, termasuk orientasi pelanggan dan orientasi pesaing, telah ditekankan sebagai hal yang penting untuk pertumbuhan bisnis dan memenuhi permintaan pasar dalam industri manufaktur di Surabaya (Setyabudi and Susanti 2. Dengan mempertimbangkan faktorfaktor ini secara kolektif, perusahaan manufaktur dapat menyusun strategi secara efektif untuk meningkatkan profitabilitas dan kinerja mereka secara keseluruhan. Implikasi untuk Teori dan Praktik Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Bukti empiris yang disajikan dalam penelitian ini berkontribusi pada kemajuan teoretis dalam memahami faktor-faktor penentu pertumbuhan laba di industri manufaktur. Dengan memvalidasi secara empiris hubungan antara ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba, penelitian ini meningkatkan pemahaman teoritis kami tentang mekanisme yang mendasari kinerja keuangan di perusahaan manufaktur. Temuan ini menggarisbawahi relevansi perspektif berbasis sumber daya dan teori orientasi pasar dalam menjelaskan pendorong pertumbuhan laba dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Dari sudut pandang praktis, temuan ini menawarkan wawasan yang berharga bagi perusahaan manufaktur, pembuat kebijakan, dan praktisi yang ingin mengoptimalkan kinerja keuangan dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Hubungan positif antara ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba menyoroti pentingnya investasi strategis dalam manajemen aset, inovasi, dan kapabilitas pemasaran. Perusahaan manufaktur dapat memanfaatkan wawasan ini untuk menginformasikan proses pengambilan keputusan strategis mereka, mengalokasikan sumber daya secara efektif, dan mengembangkan strategi yang disesuaikan untuk meningkatkan daya saing dan profitabilitas. Keterbatasan dan Arah Penelitian di Masa Depan Terlepas dari kontribusi penelitian ini, ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian ini hanya berfokus pada perusahaan manufaktur di Kota Surabaya. Jawa Timur, yang dapat membatasi generalisasi temuan ke wilayah geografis atau industri lain. Penelitian di masa depan dapat mereplikasi penelitian ini di berbagai konteks untuk memvalidasi kekokohan hubungan yang diamati. Selain itu, penggunaan data cross-sectional menghalangi kesimpulan kausal, dan hubungan yang diidentifikasi bersifat korelasional, bukan kausal. Studi longitudinal dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang mekanisme kausal yang menghubungkan ROA, pengeluaran R&D. MP, dan pertumbuhan laba dari waktu ke waktu. Selain itu, ketergantungan studi ini pada data yang dilaporkan sendiri dari tanggapan survei memperkenalkan kemungkinan bias metode umum dan bias keinginan sosial. Penelitian di masa depan dapat mengurangi bias-bias ini melalui penggunaan berbagai sumber data dan metrik kinerja yang obyektif. KESIMPULAN Kesimpulannya, penelitian ini memberikan bukti empiris yang mendukung dampak signifikan dari Return on Assets (ROA), pengeluaran Penelitian dan Pengembangan (R&D), dan Kinerja Pemasaran (MP) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur di Kota Surabaya. Jawa Timur. Hubungan positif yang diamati menggarisbawahi pentingnya investasi strategis dalam manajemen aset, inovasi, dan kapabilitas pemasaran untuk mendorong kinerja keuangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Temuan ini menawarkan wawasan yang berharga bagi perusahaan manufaktur, pembuat kebijakan, dan praktisi yang ingin mengoptimalkan kinerja keuangan dan mendorong daya saing dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Ke depannya, upaya penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang memengaruhi pertumbuhan laba, menyelidiki mekanisme kausalitas melalui studi longitudinal, dan memperluas analisis ke berbagai industri dan wilayah geografis, sehingga memperkaya pemahaman kita tentang dinamika kinerja keuangan dan menginformasikan proses pengambilan keputusan berbasis bukti. DAFTAR PUSTAKA