Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 TINGKAT PEMAHAMAN PERAWAT TERHADAP PERINGATAN DINI EWS DI ERA SOCIETY 5. 0 DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN DI IGD RSUD KEPULAUAN SERIBU PULAU PRAMUKA Labora Sitinjak1. Kartini2. Dia Ayu Mayasari3 1,2. Dosen Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya 3 Mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya *Koresponden: Labora Sitinjak. Alamat: Sunter Agung. Jakarta Utara. Email: laborasitinjak8@gmail. Received: 03 februari | Revised: 26 februari | Accepted: 12 maret Abstrak Latar Belakang: Pemahaman merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengetahui, menjelaskan dan menarik kiesimpiulan apa yang telah dipelajari. Early Warning Score (EWS) merupakan alat yang dapat mendeteksi perubahan fisiologis pada pasien, seperti tanda vital dan tingkat kesadaran pasien, selama perawatan di rumah sakit Tujuan: untuk memperoleh gambaran tingkat pemaihaimain perawat terhadap peringatan dini EWS di era society 5. 0 dalam praktik keperawatan di IGD RSUD Kepulauan Seribu Pulau Pramuka sebelum dan sesudah sosialisasi. Metodologi Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain quasy eksperiment dengan menggunakan uji sampel berpasangan. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 9 . orang responden. Hasil penelitian ini yang dilakukan selama 4 hari didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan tingkat pemahaman responden antara sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi baik terhadap definisi, manfaat, tata cara penilaian, komponen dan algoritma EWS yang menunjukkan AValue 0,005 (<0,. Peneliti membedakan antara usia O25 tahun, >25-30 tahun, >30 tahun, jenis kelamin perempuan dan laki-laki, serta pendidikan D3 Keperawatan dan S1 Keperawatan Kesimpulan: Hasil dari penelitian hampir seluruhnya meningkat setelah dilakukan sosialisasi. Kata Kunci: Tingkat pemahaman, perawat, early warning score system Latar Belakang karena penyakit jantung setiap tahunnya. Menurut Riset Henti jantung merupakan keadaan darurat yang Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018, kejadian penyakit umum terjadi di negara maju dan berkembang seperti jantung dan pembuluh darah meningkat setiap tahunnya. Jepang. Malaysia. Filipina, dan negara Asia lainnya. Indonesia, setidaknya 15 dari 1. 000 orang atau sekitar Indonesia sendiri banyak sekali laporan kematian mendadak 064 orang menderita penyakit jantung (Kementerian akibat serangan jantung (Rajagukguk & Widani N, 2. Kesehatan, 2. Menurut WHO, jumlah kematian akibat serangan jantung Berdasarkan data Risksdas tahun 2018, prevalensi diperkirakan akan mencapai 17,8 juta pada tahun 2021, yang penyakit jantung yang didiagnosis secara medis di Indonesia berarti satu dari tiga orang di seluruh dunia akan meninggal sebesar 1,5%, dengan prevalensi tertinggi di Kalimantan Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Utara sebesar 2,1%. DIY sebesar 2%, di Gorontalo sebesar Tujuan Penelitian 2% (Kemenkes, 2. Sedangkan di Provinsi DKI Jakarta. Mengidentifikasi data demografi . sia, jenis kelamin dan prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis medis pendidika. Mengidentifikasi Tingkat pemahaman pada penduduk semua kelompok umur, berdasarkan perawat tentang definisi EWS, mengidentifikasi tingkat karakteristik responden di Provinsi DKI Jakarta, mencapai 1,9 persen dari total penduduk (Riskesdas, 2. Salah satu Mengidentifikasi Tingkat pemahaman perawat tentang tata strategi untuk menurunkan angka kematian akibat serangan cara penilaian kondisi pasien dengan EWS. Mengidentifikasi jantung adalah penerapan sistem pemeringkatan peringatan Tingkat pemahaman perawat tentang komponen dini EWS. mengidentifikasi tingkat pemahaman perawat tentang EWS EWS, EWS, algoritma EWS. EWS Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode menggunakan beberapa parameter. Salah satu parameter desain quasi eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah yang dinilai adalah tanda vital. Beberapa rumah sakit uji sample, di mana uji sample melibatkan perawat di IGD dan menggunakan skor peringatan dini atau sistem skor diukur perbedaan sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi peringatan dini untuk mengidentifikasi pasien yang sakit tentang EWS. akut secara dini dan menilai perubahan kondisi pasien dengan mengamati perubahan fisiologis pasien secara sistematis (Suwaryo et al. ,2. Perawat mengimplementasikan EWS dalam praktik keperawatan. Mereka EWS, memberikan tindakan yang sesuai berdasarkan skor yang Oleh karena itu, pemahaman perawat terhadap EWS sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kualitas perawatan pasien (Pertiwi dkk. Berdasarkan latar belakang di atas menunjukkan betapa pentingnya penerapan sistem penilaian peringatan dini di rumah sakit. Guna meningkatkan pelayanan medis kepada pasien, perlu adanya pemahaman perawat saat menerapkan sistem penilaian peringatan dini. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang AuTingkat Pemahaman Perawat Terhadap Peringatan Dini EWS Era Society 5. 0 dalam Praktik Keperawatan Di IGD RSUD Kepulauan Pramuka Seribu Pulau Pramuka. Ay Metode Penelitian Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah 9 perawat IGD dengan Teknik pengambilan sampel ini paling sederhana di mana seluruh responden mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dapat dipelajari lalu ditarik kesimpulan (Masturoh & Anggita, 2. Pada penelitian ini sampel yang ditetapkan adalah seluruh perawat di IGD RSUD Kepulauan Seribu. Instrumen Pengumpulan Data Pengumpulan data membagikan instrumen yang dibuat sendiri oleh peneliti. Uji validitas dan reliabilitas instrumen pengumpulan data menunjukkan nilai CronbachAos Alpha ,955 yang mengindikasikan bahwa instrumen telah valid dan realibel untuk digunakan dalam penelitian nyata. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 24-27 April 2024. Di RSUD Kepulauan Seribu Pulau Pramuka Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Analisa Data sisalisasi dan >25-30 tahun . ,6%) sebelum sosialisasi. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan hanya menghitung distribusi frekuensi yakni analisa univariat. %) sesudah sosialisasi meningkat . ,4%), usia >30 tahun . %) sebelum sosialisasi, . ,4%) sesudah sosialisasi ada penurunan . ,6%). Artinya pada penelitian Pertimbangan Etik ini. Sebagian responden belum memiliki pemahaman Pada tanggal 17 April 2024 telah dilakukan uji etik dan tentang manfaat EWS. berdasarkan jenis kelamin, hasil dinyatakan lolos dan diterima oleh reviewer. menunjukkan nilai tertinggi diperoleh jenis kelamin Hasil dab Pembahasan Penelitian perempuan mempunyai nilai lebih tinggi sebelum sosialisasi Pada penelitian ini jumlah responden sebanyak 9 (Sembila. %) dan sesudah sosialisasi . ,4%) menurun . ,6%) orang perawat IGD. Responden dengan jenis kelamin dibandingkan dengan jenis kelamin laki-laki sebelum perempuan sebanyak 6 . orang responden . ,7%) dan berjenis kelamin laki-laki 3 . orang responden meningkat . ,4%). Berdasarkan tingkat pendidikan, hasil . ,3%). Responden dengan usia usia O25 tahun ada 2 . menunjukkan nilai tertinggi diperoleh S1 Keperawatan orang, usia >25-30 tahun ada 1 . orang dan >30 tahun 6 . %) sebelum dan setelah sosialisasi dibandingkan . dengan Di Keperawatan sebelum sosialisasi dan sesudah Responden Di Keperawatan sebanyak 8 . 9%) dan S1 ,8%) ,8%). Keperawatan sebanyak 1 . 1%). Tingkat pemahaman perawat tentang Tata Cara Penilaian EWS EWS berdasarkan usia, hasil menunjukkan nilai tertinggi berdasarkan usia, hasil menunjukkan nilai tertinggi diperoleh pada usia >30 tahun . ,3%) sebelum sosialisasi, diperoleh pada usia O25 tahun . %) sebelum dan sesudah . %) sesudah sosialisasi dan O25 tahun . %) sebelum sosialisasi dibandingkan dengan usia >25-30 tahun . ,6%) sosialisasi, . %) sesudah sosialisasi meningkat . %) dan >25-30 tahun . %) sebelum sosialisasi, . %) sesudah meningkat sebanyak . ,4%) dan >30 tahun . ,4%) sosialisasi meningkat . %). Artinya pada penelitian ini, sebelum sosialisasi, . %) sesudah sosialisasi meningkat Sebagian responden belum memiliki pemahaman tentang . ,6%). berdasarkan jenis kelamin, hasil menunjukkan nilai EWS. berdasarkan jenis kelamin, hasil menunjukkan nilai tertinggi diperoleh bahwa jenis kelamin perempuan tertinggi diperoleh bahwa jenis kelamin laki-laki mempunyai mempunyai nilai lebih tinggi sebelum sosialisasi . %) dan nilai lebih tinggi sebelum sosialisasi . ,3%) dan sesudah sesudah sosialisasi . %) dibandingkan dengan jenis sosialisasi . %) meningkat Tingkat . %) Definisi kelamin laki-laki sebelum sosialisasi . ,7%) dan sesudah sosialisasi . %) meningkat . ,3%). berdasarkan tingkat . ,7%), dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan pendidikan, hasil menunjukkan nilai tertinggi diperoleh S1 sebelum sosialisasi . ,3%) dan sesudah sosialisasi . %) Keperawatan . %) sebelum dan sesudah sosialisasi dibandingkan dengan Di Keperawatan sebelum sosialisasi menunjukkan nilai tertinggi diperoleh S1 Keperawatan . ,6%) dan sesudah sosialisasi . %) meningkat . ,4%). %) sebelum dan sosialisasi dibandingkan dengan Di . ,7%). Keperawatan sebelum sosialisasi . %) dan sesudah Tingkat pemahaman perawat tentang Manfaat EWS sosialisasi . %) meningkat . %). berdasarkan usia, hasil menunjukkan nilai tertinggi diperoleh pada usia O25 tahun . %) sebelum dan sesudah Tingkat pemahaman perawat tentang Komponen EWS Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 berdasarkan usia, hasil menunjukkan nilai tertinggi antara sebelum sosialisasi dan sesudah sosialisasi. Hal ini diperoleh pada usia >30 tahun . ,8%) sebelum sosialisasi sejalan dengan penelitian (Zafwan, 2. , menyatakan dan . %) sesudah sosialisasi meningkat . ,2%) dibandingkan dengan usia O25 tahun . ,6%) sebelum mendapatkan hasil AValue 0,000 di mana kurang dari batas sosialisasi, . ,3%) sesudah sosialisasi meningkat . ,7%) kritis penelitian 0,05 artinya terdapat perbedaan pada dan >25-30 tahun . ,6%) sebelum sosialisasi dan . %) variable sebelum intervensi dan sesudah intervensi. sesudah sosialisasi meningkat . ,4%). berdasarkan jenis Pembahasan kelamin, hasil menunjukkan nilai tertinggi diperoleh bahwa jenis kelamin laki-laki mempunyai nilai lebih tinggi sebelum . ,3%) . %) meningkat . ,7%) dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan sebelum sosialisasi . ,3%) dan sesudah sosialisasi . ,4%) Data observasi menunjukkan bahwa responden laki- laki sebanyak 1 orang mempunyai pengetahuan tinggi . ,3%), pengetahuan sedang sebanyak 6 orang . ,7%), dan pengetahuan rendah sebanyak 0 orang. Responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 13 orang yang berpengetahuan tinggi . ,9%), berpengetahuan sedang sebanyak 11 orang . ,4%), dan berpengetahuan rendah . ,1%). menunjukkan nilai tertinggi diperoleh S1 Keperawatan . %) sebelum dan sosialisasi dibandingkan dengan Di Keperawatan sebelum sosialisasi . ,1%) dan sesudah sebanyak 21 orang . ,7%). Artinya tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II memiliki pengetahuan yang rendah tentang BHD, dan artinya tingkat pemahaman mahasiswa perempuan lebih tinggi. 8%) meningkat . ,7%). Temuan terbaru tentang jenis kelamin konsisten dengan riset yang dilakukan oleh Suranadi dan rekan-rekan Tingkat pemahaman perawat tentang Algoritma EWS berdasarkan usia, hasil menunjukkan nilai tertinggi diperoleh pada usia >25-30 tahun . %) sebelum dan sesudah sosialisasi dibandingkan dengan usia O25 tahun . ,8%) sebelum sosialisasi dan . %) sesudah sosialisasi meningkat . ,2%) dan >30 tahun . ,6%) sebelum sosialisasi dan . %) sesudah sosialisasi meningkat pada tahun 2017. Mereka menemukan bahwa mayoritas, sebanyak 71,1%, dari mahasiswa perempuan memiliki pengetahuan yang tinggi tentang bantuan hidup dasar. Jenis kelamin adalah kategori atau kelompok yang terbentuk dalam suatu spesies melalui proses reproduksi seksual, yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup spesies . ,4%). Berdasarkan jenis kelamin, hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin laki- laki dan perempuan memiliki nilai yang sama yaitu . ,6%) sebelum sosialisasi dan . %) . ,4%). Berdasarkan pendidikan, hasil menunjukkan nilai tertinggi diperoleh Di Keperawatan . ,5%) sebelum dan . %) sesudah Penelitian yang dilakukan oleh Fonte VRV dan rekan- rekannya pada tahun 2018 menemukan bahwa wanita cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi daripada laki- laki. Faktor ini dapat diatribusikan pada perbedaan minat dalam pencarian informasi antara responden . sosialisasi meningkat . ,5%) dibandingkan dengan S1 Keperawatan sebelum sosialisasi . %) dan sesudah sosialisasi . %) meningkat . %). Mitso dan Coklat . menyimpulkan bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam proses belajar laki-laki cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar. Analisis Hasil tingkat pemahaman perawat sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi terhadap EWS mendapatkan nilai AValue 0. 005 (<0,. , hal ini berarti terdapat perbedaan Ragini Verma perempuan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengaitkan memori dengan konteks sosial. Hal ini menjadi Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 alasan mengapa perempuan cenderung dapat melihat dari laki lebih tinggi tingkat pemahamannya dibandingkan berbagai sudut pandang dan lebih cepat dalam menarik kesimpulan dibandingkan dengan pria. pendidikan terakhir S1 keperawatan lebih tinggi tingkat Jadi, secara keseluruhan, dalam pengamatan Responden pemahamannya dibandingkan D3 keperawatan. tersebut, wanita menunjukkan wawasan yang lebih sesuai dibandingkan dengan pria terkait dengan topik tertentu. Tingkat pemahaman tentang Komponen EWS menurut usia namun hal ini mungkin tidak berlaku secara konsisten untuk Responden bidang lainnya. >30 pemahamannya dibandingkan responden usia O25 tahun dan usia >25-30 tahun. Responden jenis kelamin perempuan Kesimpulan Karakteristik responden mayoritas perawat berusia >30 tahun dan minoritas berusia >25-30 tahun. Mayoritas perawat berjenis kelamin perempuan dan minoritas laki- responden jenis kelamin laki-laki. Responden pendidikan terakhir S1 keperawatan lebih tinggi tingkat pemahamannya dibandingkan D3 keperawatan. Mayoritas perawat berpendidikan terakhir Di Keperawatan dan minoritas berpendidikan terakhir S1 Keperawatan. Tingkat pemahaman tentang Algoritma EWS menurut usia Responden usia >25-30 tahun lebih tinggi tingkat Tingkat pemahaman tentang Definisi EWS menurut usia Responden Usia O25 dibandingkan responden usia >30 tahun dan >25-30 tahun. Responden jenis kelamin perempuan dibandingkan responden usia O25 tahun dan usia >30 tahun. Responden jenis kelamin laki- laki dan perempuan sama rata tingkat pemahamannya. Responden pendidikan terakhir D3 keperawatan lebih tinggi tingkat pemahamannya dibandingkan S1 keperawatan. lebih tinggi tingkat pemahamannya dibanding responden jenis kelamin laki-laki. Responden pendidikan terakhir S1 dibandingkan D3 keperawatan. Analisis hasil Tingkat pemahaman perawat sebelum dan sesudah sosialisasi terhadap EWS Perawat IGD RSUD Kepulauan Seribu memiliki perbedaan antara sebelum dan Tingkat pemahaman tentang Manfaat EWS menurut usia Responden Usia O25 tahun dan >30 tahun lebih tinggi tingkat pemahamannya dibandingkan responden usia >25- mendapatkan nilai AValue 0,005 (<0,. , hal ini berarti terdapat perbedaan antara sebelum sosialisasi dan sesudah 30 tahun. Responden jenis kelamin perempuan lebih tinggi tingkat pemahamannya dibandingkan responden jenis Referensi