Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 ANALISIS EDUKASI VIDEO ANIMASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP (SUATU KAJIAN LITERATUR) Asa Salsabila Fadhila Rakhma1. Lina Handayani2. Sitti Nur Djannah3 1,2,3 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan Email: 12207053027@webmail. id, 2lina. handayani@ikm. nurdjannah@ikm. ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sebuah upaya membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat, baik secara individu atau kolektif. Untuk meningkatkan pemahaman dan sikap masyarakat terhadap PHBS, diperlukan metode edukasi yang menarik dan inovatif, salah satunya melalui media video animasi. Penelitian ini merupakan kajian literature yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi menggunakan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terkait PHBS. Metode: Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup artikel-artikel terbitan tahun 2020 hingga 2025 dan diperoleh melalui mesin pencarian Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian antara lain: AuPengetahuanAy. AuSikapAy. AuEdukasi Video AnimasiAy. Dan AuPerilaku Hidup Bersih dan SehatAy. Hasil: Dari hasil penyaringan literature, diperoleh tiga artikel yang sesuai untuk dianalisis. Ketiga studi tersebut menunjukkan bahwa media video animasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menerapkan PHBS. Kesimpulan: Dengan demikian, video animasi dapat menjadi media edukatif dalam promosi Kata kunci: Pengetahuan. Sikap. Video Animasi Edukasi. PHBS ABSTRACT Background: Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) is an effort to establish clean and healthy habits, both individually and collectively. To improve public understanding and attitudes toward CHLB, engaging and innovative educational methods are neededAione of which is animated video media. This study is a literature review aimed at analyzing the effect of education using animated videos on increasing knowledge and attitudes related to CHLB. Methods: The method used is a systematic review with a PRISMA approach, covering articles published between 2020 and 2025, obtained through the Google Scholar search engine. Keywords used in the search included: "Knowledge", "Attitude", "Animated Video Education", and "Clean and Healthy Living Behavior". Results: From the literature screening process, three relevant articles were selected for All three studies indicated that animated video media has a significant effect on improving public knowledge and attitudes in implementing CHLB. Conclusion: Therefore, animated videos can serve as effective educational media in health Keywords: Knowledge. Attitude. Animated Video Education. Clean and Healthy Living Behavior (CHLB). PENDAHULUAN Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk membangun kesadaran individu, kelompok, maupun masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 guna meningkatkan kualitas hidup. Supaya menjadi kebiasaan. PHBS perlu diterapkan secara konsisten. Dengan menerapkan PHBS, seseorang dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hidup, serta memperkuat daya tahan terhadap Upaya promosi PHBS meliputi penyediaan fasilitas pendukung, identifikasi keterlibatan tokoh masyarakat (Siswati et al. Salah satu tujuan utama dari program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit menular di masyarakat, terutama dalam konteks tantangan global seperti perubahan iklim. Perubahan iklim dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, misalnya meningkatnya kasus penyakit akibat vektor seperti demam berdarah, serta penyakit lainnya seperti diare dan ISPA. Upaya pencegahan penyakit, baik yang menular maupun tidak, harus menjadi bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan, dan ini merupakan tanggung jawab penting bagi institusi kesehatan setempat (Hasina et al. Selain itu. Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menjadi tantangan serius baik di negara berkembang maupun maju. PTM seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan PPOK, menyumbang angka kematian yang tinggi, yakni sekitar 41 juta dari total 57 juta kematian secara global. Di Indonesia, 73% kematian disebabkan oleh PTM, dan hampir setengahnya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular (Rubai et al. , 2. Berbagai langkah pencegahan telah dilakukan untuk menangkal penyebaran baik penyakit menular maupun tidak menular yang dipicu oleh perubahan iklim. Strategi pencegahan yang paling utama dan bersifat primer adalah melalui penerapan program PHBS (Lensoni, 2. Kementerian Kesehatan RI . , menekankan pentingnya pelaksanaan PHBS di lingkungan sekolah, mengingat 30% dari populasi Indonesia adalah anak sekolah. Pondok pesantren, sebagai salah satu institusi pendidikan, juga memiliki kerentanan terhadap penyebaran penyakit menular seperti skabies, diare, dan tuberkulosis. Data tahun 2016 menunjukkan bahwa skabies menjangkiti sekitar 4,6% populasi Indonesia atau sekitar 12,6 juta orang, menjadikannya salah satu penyakit menular yang cukup umum terjadi. Lawrence Green dalam teori yang dikemukakan oleh Notoatmodjo . menyatakan bahwa perilaku individu bisa dipengaruhi oleh tiga faktor utama: faktor pendukung . , faktor penguat . dan faktor predisposisi. Faktor pendukung berkaitan dengan tersedianya antara sarana dan akses. Faktor penguat berasal dari dukungan lingkungan sosial, seperti sikap dan tindakan dari tokoh Sedangkan Faktor predisposisi pengetahuan, sikap, dan kepercayaan. Di lingkungan sekolah. PHBS memiliki peran penting dalam mencegah munculnya banyak penyakit mulai dari penyakit menular sampai penyakit tidak Pentingnya promosi kesehatan dan edukasi di tatanan sekolah tentang PHBS. Melalui upaya promosi kesehatan, para siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat dan bersih dalam keseharian mereka. Edukasi yang diberikan secara berkesinambungan dipercaya dapat meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat (Rubai et al. , 2. Pengetahuan adalah hasil dari pemahaman informasi yang diperoleh melalui penginderaan terhadap objek Pengetahuan akan efektif dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 (PHBS) jika diikuti dengan praktik dan kehidupan sehari-hari (Triana, 2. Selain pengetahuan, sikap dan kepercayaan juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku sehat. Sikap positif terhadap kebersihan dan kesehatan dapat mendorong individu untuk mengimplementasikan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, sementara kepercayaan yang diyakini seseorang, seperti nilai-nilai budaya atau agama, dapat mempengaruhi motivasi dalam menjaga kesehatan (Chandra et al, 2. Kesadaran akan pentingnya edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap PHBS semakin meningkat, khususnya dengan pemanfaatan media inovatif seperti video animasi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media animasi secara pemahaman dan sikap mengenai PHBS (Zakiah, 2. Penelitian literatur ini disusun untuk penelitian-penelitian sebelumnya terkait efektivitas edukasi video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. tahun terakhir, yaitu antara tahun 2020 Proses penelusuran dilakukan melalui mesin pencari Google Scholar dengan menggunakan kombinasi kata kunci: AuPengetahuanAy. AuSikapAy. AuEdukasi Video AnimasiAy, dan AuPerilaku Hidup Bersih dan SehatAy. Seluruh artikel yang ditemukan melalui pencarian tersebut kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Artikel yang memenuhi kriteria tersebut selanjutnya dianalisis untuk mengidentifikasi pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap individu dalam konteks PHBS. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelusuran literatur menggunakan kata kunci AuPengetahuanAy. AuSikapAy. AuEdukasi Video AnimasiAy, serta AuPerilaku Hidup Bersih dan SehatAy, ditemukan tiga artikel yang relevan dan memenuhi kriteria untuk dianalisis. Seluruh artikel tersebut menyoroti pengaruh penggunaan video animasi sebagai media edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai PHBS. Artikel pertama merupakan penelitian oleh Sari et al. , yang membahas tentang dampak pendidikan kesehatan berbasis video animasi terhadap pemahaman siswa mengenai PHBS di SDN 10 Surau Gadang. Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dan menggunakan pendekatan one group pretestposttest. Teknik sampling uang digunakan adalah total sampling dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel karena jumlah populasi yang kecil, total responden nya berjumlah 20 siswa kelas VI. Pengambilan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan siswa sebelum intervensi adalah 8,94 dan meningkat menjadi 14,38 setelah diberikan METODE Penelitian pendekatan kualitatif dengan desain literature review yang bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis hasil-hasil penelitian sebelumnya terkait edukasi video animasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tinjauan sistematis ini PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. untuk memastikan kejelasan dan ketelitian dalam proses seleksi artikel. Artikel yang dianalisis merupakan publikasi ilmiah dalam kurun waktu lima Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,000 (O 0,. , yang menandakan adanya pengaruh yang signifikan dari edukasi video animasi terhadap peningkatan pengetahuan Penelitian kedua dilakukan oleh Isra et . , yang mengevaluasi efektivitas media video dalam pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang PHBS. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental pendekatan one group pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan total responden yang dipilih sebanyak 14 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,001 . < 0,. , yang berarti adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi melalui media video. Selanjutnya penelitian yang ketiga oleh Zakiah et al. Yang menggunakan metode quasi-eksperimen dan menggunakan pendekatan non-equivalent control group untuk mengkaji dampak penggunaan media video terhadap pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga mengenai PHBS di wilayah pesisir Dusun Lakatong. Kabupaten Takalar. Total responden yang digunakan berjumlah 20 orang yang dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu 20 ibu rumah tangga sebagai kelompok intervensi dan 20 sebagai kelompok kontrol. Setelah dilakukan intervensi dengan video edukatif, diperoleh nilai p=0,009 (< 0,. , yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kelompok eksperimen mengenai PHBS. Secara umum, ketiga artikel tersebut memberikan bukti bahwa pemanfaatan media video, khususnya animasi, terbukti efektif dalam menyampaikan informasi Video animasi mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman informasi yang kompleks, sehingga menjadi sarana edukasi yang potensial, khususnya dalam konteks sekolah dan masyarakat. Perwujudan sikap PHBS di sekolah membutuhkan banyak peran dari segala penjuru mulai dari guru, peserta didik dan masyarakat lingkungan sekolah sebagai bentuk kesadaran dari hasil pembelajaran kelas, sehingga dapat terciptanya lingkungan yang sehat, pencegahan penyakit serta Tujuan umum PHBS di sekolah adalah untuk memberikan pelajaran kepada setiap guru, siswa, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tau, mau dan mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan yang mana salah satu caranya adalah dengan menerapkan PHBS dan ikut berperan untuk mewujudkan sekolah yang sehat (Depkes RI, 2. Terdapat delapan indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah, antara lain: mencuci tangan memakai sabun dan air bersih, membeli makanan dari kantin atau warung sekolah yang terjamin kebersihannya, menggunakan dan merawat fasilitas jamban sekolah dengan baik, rutin berolahraga dan melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, secara berkala membasmi jentik nyamuk di area sekolah, tidak merokok, membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, serta aktif dalam kegiatan kerja bakti bersama warga sekolah demi menciptakan lingkungan yang sehat (Kemenkes RI, 2. Salah satu upaya untuk mewujudkan pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disekolah yaitu dengan memberikan informasi dan pemahaman khususnya tentang indikator PHBS melalui edukasi kesehatan (Budioro, 2. Edukasi kesehatan adalah suatu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengambil keputusan yang tepat terkait dengan upaya menjaga Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 kesehatan diri. Melalui kegiatan ini, seseorang akan memperoleh berbagai meningkatkan pemahaman serta kesadaran mengenai pentingnya kesehatan (Mubarak & Chayatin, 2. Menurut Pakpahan . , pengetahuan merupakan bukti dari rasa keingintahuan seorang individu yang mana diperoleh melalui proses indra, khususnya penglihatan dan pendengaran terhadap suatu Pengetahuan menjadi aspek penting dalam pembentukan perilaku terbuka . pen Tingkat kedalaman pengetahuan yang ingin dicapai dapat disesuaikan dengan jenjang atau level pengetahuan yang diukur. Sikap adalah bentuk kecenderungan yang mencakup pikiran, perasaan, dan kecenderungan perilaku seseorang terhadap hal-hal tertentu di lingkungannya, yang cenderung bersifat menetap. Sikap ini merupakan bentuk evaluasi terhadap stimulus atau objek, dan akan memengaruhi cara individu merespons objek tersebut. Informasi yang diterima seseorang dapat memengaruhi sikapnya. bila informasi yang diterima akurat, maka cenderung membentuk sikap yang positif. (Mubarak & Chayatin. Sikap terbentuk dari informasi yang pengambilan keputusan seseorang dalam menjalani perilaku kesehatan. Ketika individu memperoleh informasi yang meningkatkan kesadaran dan sikap positif terhadap perilaku hidup sehat. Sikap dapat bersifat positif, ditandai dengan adanya kecenderungan untuk mendekati, menyukai, serta menginginkan suatu objek. Sebaliknya, sikap juga dapat bersifat negatif, ditunjukkan melalui kecenderungan untuk menghindar, menjauh, atau tidak mempercayai suatu objek tertentu (Azwar, 2. Menurut peneliti, berdasarkan hasil penelitian liteatur yaitu analisis seanyak 3 artikel didapatkan bahwa ada pengaruh edukasi video animasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pengetahuan dan Hal ini dikarenakan hasil dari analisis 3 artikel adanya kegiatan edukasi kesehatan menggunakan video tentang PHBS. Pemberian informasi melalui edukasi video dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang PHBS. Edukasi sebagai salah satu kegiatan yang dapat memberikan informasi dan pembelajaran kepada seseorang. Jika seorang telah mendapatkan informasi maka akan meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengaruh terhadap PHBS. SIMPULAN Berdasarkan hasil tinjauan terhadap tiga artikel penelitian yang dianalisis, dapat disimpulkan bahwa media edukasi berupa video animasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap individu mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Ketiga menunjukkan adanya perubahan signifikan setelah intervensi dilakukan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat Dengan demikian, penggunaan video animasi sebagai sarana edukasi kesehatan terbukti efektif dan dapat dijadikan alternatif media pembelajaran dalam mendukung promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Disarankan agar video animasi dimanfaatkan secara luas sebagai media edukasi dalam program promosi PHBS di sekolah maupun Pengembangan konten animasi yang menarik dan sesuai dengan target audiens juga perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pesan kesehatan. DAFTAR PUSTAKA