E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Pengaruh Internal Locus of Control dan Self Efficacy Terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMP MY Triana Murniati, 2Anizar Rahayu Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y. Jakarta. Indonesia Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y. Jakarta. Indonesia Email: 1trianamurniati@gmail. com, 2anizarrahayu. upiyaijkt@gmail. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY, populasi sebanyak 256 siswa, dengan sampel penelitian 163 responden menggunakan teknik purposive Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala Likert. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda aplikasi JASP versi 0. 19 for windows. Pengaruh internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik diperoleh koefisien regresi sebesar -2,635 dan p = 0,009 < 0,05, disimpulkan ada pengaruh negatif internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi internal locus of control maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah internal locus of control maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik individu. Pengaruh self efficacy terhadap prokrastinasi akademik diperoleh koefisien regresi sebesar -5,589 dan p= 0,001 < 0,05, disimpulkan ada pengaruh negatif self efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self efficacy maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah self efficacy maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik individu. Pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik koefisien regresi sebesar 0,335 dan p= 0,001 < 0,05 maka disimpulkan ada pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Kata Kunci: prokrastinasi akademik, internal locus of control dan self efficacy ABSTRACT This research is a quantitative study which aims to measure the influence of internal locus of control and self-ability on academic procrastination in MY Middle School students, a population of 256 students, with a research sample of 163 respondents using a purposive sampling technique. The data collection method used is the Likert Scale. The data analysis technique uses multiple linear regression. JASP application version 0. 19 for Windows. The influence of internal locus of control on academic procrastination obtained a regression coefficient of -2. 635 and p = 0. 009 < 0. 05, it was concluded that there was a negative influence of internal locus of control on academic This shows that the higher the internal locus of control, the lower the academic Likewise, vice versa, the lower the internal locus of control, the higher the individual's academic procrastination. The influence of self-efficiency on academic procrastination obtained a regression coefficient of -5. 589 and p = 0. 001 < 0. 05, it was concluded that there was a negative influence of self-efficacy on academic procrastination. This shows that the higher selfefficacy, the lower academic procrastination. Vice versa, the lower the self-efficacy, the higher the individual's academic procrastination. The influence of internal locus of control and self-efficiency on academic procrastination, the regression coefficient is 0. 335 and p = 0. 001 < 0. 05, so it can be concluded that there is an influence of internal locus of control and self-efficacy on academic Keywords: academic procrastination, internal locus of control and self-efficacy Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 PENDAHULUAN Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan kelanjutan tingkat pendidikan sekolah dasar, dimana para siswa SMP tergolong remaja dengan rentang usia 1214 tahun. Masa remaja merupakan masapenghubung atau masa-peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Masa menimbulkan stress bagi remaja karena terjadi banyak perubahan di dalam diri (Santrock, 2. Remaja pada jenjang SMP mulai dituntut untuk belajar mandiri, mulai kurang mendapat bantuan dari guru dan orang tua dalam mengerjakan tugas akademiknya. Di sisi lain, siswa juga menghadapi berbagai tugas, tidak jarang siswa menunda tugas untuk melakukan hal-hal yang lebih Berdasarkan wawancara awal dengan guru BK dan bidang studi di SMP MY, fenomena prokrastinasi akademik terjadi di setiap kelas dengan jumlah yang beragam, guru harus mengingatkan siswa untuk menyelesaikan tugas tepat waktu karena beberapa kali melakukan penundaan dalam mengumpulkan tugas. Demikian pula wawancara awal yang dilakukan pada beberapa siswa SMP MY, siswa mengaku pernah melakukan Siswa menyatakan melakukan penundaan tugas dan mengumpulkan menjelang batas akhir, sering mengikuti kegiatan yang lebih menarik daripada mengerjakan tugas, seperti: bermain bersama teman. Selain itu, siswa kurang memiliki keyakinan akan kemampuan yang dimiliki sehingga menghindar dalam mengerjakan tugas dan memilih menyalin pekerjaan teman di akhir waktu agar tetap mendapatkan nilai. Istilah prokrastinasi pertama kali digunakan oleh Brown dan Holzman pada tahun 1967 untuk menunjukkan suatu kecenderungan menunda-nunda penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan. https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Ciri-ciri prokrastinasi akademik adalah adanya menyelesaikan kerja pada tugas yang mengerjakan tugas, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual dan melakukan aktivitas lain yang lebih meyenangkan daripada melakukan tugas yang harus dikerjakan (Ferrari, dkk. Reynold . menemukan bahwa memengaruhi prokrastinasi akademik adalah internal locus of control. Internal locus of control adalah pemahaman individu pada peristiwa yang dialami merupakan akibat dari kemampuan, tingkah laku, ataupun perilaku dari individu tersebut daripada diatur oleh kekuatan di luar dirinya seperti keberuntungan, nasib, atau yang lainnya. Individu yang memiliki kecenderungan internal locus of control memahami kesuksesan individu sebagai sebuah hal yang dipengaruhi oleh dirinya sendiri, sehingga selama masa pembelajaran lebih memerhatikan dan menggunakan waktunya dengan lebih baik (Deniz. Tras, & Aydogan 2. Sejalan dengan pendapat diatas. Sari dan Fakhruddiana . memahami internal locus of control sebagai keyakinan individu bahwa kesuksesan ataupun kegagalan terjadi karena individu itu sendiri yang dijembatani oleh kemampuan individu, ketertarikan individu terhadap suatu hal, dan juga usaha dari individu yang akan memengaruhi hasil yang akan individu Siswa dengan kecenderungan internal locus of control memahami bahwa hidup tidak hanya ditentukan oleh takdir dan terdapat kesadaran bahwa individu dapat mengusahakan sesuatu Kesadaran diperlukan banyak usaha untuk mencapai sebuah keberhasilan ini yang menjadi penghalang individu untuk melakukan prokrastinasi akademik. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Hal ini selaras dengan hasil penelitian Sari dan Fakhruddiana . menyatakan bahwa individu yang mempunyai internal locus of control berkemungkinan lebih sedikit untuk melakukan prokrastinasi akademik kecenderungan external locus of control. Hal ini dikarenakan individu dengan kecenderungan internal locus of control akan menggunakan waktu dengan lebih baik dan menunjukkan perilaku konstruktif ketika dihadapkan dengan tantangan (Deniz. Tras, & Aydogan Dari penjelasan di atas, disimpulkan bahwa internal locus of control adalah sebuah kepercayaan individu bahwa segala kesuksesan dan kegagalan yang dialami berasal dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Rachmahana . faktor lain yang akademik adalah self efficacy. Feist & Feist . self efficacy adalah kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap fungsi orang itu sendiri dan kejadian dalam lingkungan. Bandura . juga menggambarkan self efficacy sebagai penentu bagaimana orang merasa, berfikir, memotivasi diri dan berperilaku. Self efficacy yang terbentuk pada diri siswa memberikan mengerjakan tugas, hal ini memberikan keputusan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tugas tersebut. Self efficacy menyebabkan keterlibatan aktif dalam kegiatan, mendorong perkembangan Siswa yang memiliki self efficacy kategori tinggi, tidak akan bersikap menyerah atas pelaksanaan berbagai perilaku serta kesiapannya dalam berbagai kesulitan maupun Untuk itu siswa menegaskan dalam setiap aktivitas belajarnya dimana terdapat beban berupa penumpukan tugas sehingga memerlukan banyak sekali energi, penjadwalan waktu secara cukup, dan berbagai kesulitan terhadap pengerjaan tugasnya. Keyakinan siswa akan dijadikan penentu sebesar apa mereka dapat bertahan atas berbagai rintangan yang terjadi dan pengalaman tak terlupakan dalam penugasan. Makin kuat sebuah persepsi dari self-efficacy siswa untuk itu pula makin rajin dan tekun atas usahanya. Ciri-ciri siswa yang memiliki self efficacy adalah dapat menangani berbagai situasi yang menantang, seperti kemampuan untuk mengatasi rintangan yang dihadapi. Ancaman yang ada dianggap sebagai salah satu tantangan yang harus dihadapi dan tidak perlu dihindari, gigih dalam berusaha, percaya terhadap kemampuan dalam menghadapi masalah yang dihadapi, memperlihatkan keraguan yang rendah, dan suka mencari sesuatu yang baru/keluar dari zona nyaman. Ciri individu yang memiliki self efficacy rendah adalah individu yang lamban dalam membenahi diri . elf efficac. ketika menghadapi masalah ataupun menghadapi rintangan yang ada, dan ancaman yang ada dianggap sebagai suatu bagian yang harus dihindari, mengurangi usaha sehingga mudah kemampuan dan keterampilan pada diri sendiri, aspirasi dan komitmen pada tugas dan tanggung jawab rendah, tetap berada dalam zona nyaman dan tidak berani untuk mencoba hal-hal yang baru. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada lokus kendali internal dengan prokrastinasi akademik ke arah negatif pada siswa SMA X. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik lokus kendali internal maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Begitu pula sebaliknya, semakin buruk lokus kendali internal maka semakin tinggi pula prokrastinasi (Satrio & Nurhidayanti. Penelitian Aisyah dan Syukur . menemukan ada pengaruh negatif dan signifikan antara internal Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 locus of control, self-efficacy, selfesteem secara bersama-sama dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa semakin tinggi internal locus of control, self-efficacy, self-esteem secara bersamasama maka semakin rendah prokrastinasi akademik mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang. Maolidah . terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari self efficacy, locus of control, motivasi tingkat kegunaan subjektif skripsi terhadap prokrastinasi mahasiswa UIN Jakarta. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, peneliti membuat rumusan masalah sebagai Apakah ada pengaruh internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY? Apakah ada pengaruh self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY? Apakah ada pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY? Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: Pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP LANDASAN TEORI Prokrastinasi Akademik Ghufron dan Risnawita (Wahyuni 2. perilaku menunda-nunda tugas disebut prokrastinasi akademik. Istilah prokrastinasi pertama kali digunakan oleh Brown dan Holzman pada tahun menunda-nunda penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan. Steel prokrastinasi sebagai penundaan secara https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif konsekuensi yang menunggu dari Prokrastinasi akademik didefinisikan sebagai tendensi untuk menunda tugas-tugas akademik atau mengabaikan tanggung jawab akademik selama proses pembelajaran. Schraw akademik sebagai perilaku yang dengan menunda pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan. Gyndyz . mendefinisikan prokrastinasi akademik sebagai sebuah penundaan yang dilakukan bahkan pada aspek-aspek yang akademik seseorang seperti menunda untuk mengerjakan tugas, penundaan untuk hal-hal yang berhubungan dengan sekolah, ataupun penundaan yang dilakukan ketika individu melakukan persiapan menghadapi ujian. Lebih lanjut Gyndyz prokrastinasi akademik disebabkan oleh interaksi kompleks antara faktor kognitif, emosional, dan perilaku. Internal Locus of Control Kreitner dan Kinicki . individu yang memiliki internal locus of control adalah individu yang memiliki keyakinan untuk dapat mengendalikan segala peristiwa konsekuensi yang memberikan dampak pada hidup mereka. Individu dengan internal locus of control tinggi akan melihat bahwa ia mampu mengontrol perilakunya. Internal locus of control adalah pemahaman individu akan peristiwa yang dirasakan, pada pengalaman yang baik ataupun buruk, merupakan akibat dari kemampuan tingkah laku, ataupun perilaku dari individu tersebut. Individu dengan internal locus of control memahami bahwa kesuksesan individu dipengaruhi oleh dirinya sendiri sehingga waktunya dengan lebih baik (Deniz. Tras, & Aydogan, 2. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Selanjutnya Sarafino dan Smith . menjelaskan internal locus of control sebagai pemahaman secara menyeluruh individu dari pengalaman yang dialami disebabkan oleh berbagai tindakan ataupun perilaku yang individu lakukan dengan sendirinya. Robbins dan Judge . mendefinisikan internal locus of control sebagai tingkat kendali dimana individu yakin hanya diri sendiri yang mengendalikan nasibnya. Self efficacy Bandura . mendefinisikan self efficacy sebagai evaluasi individu terhadap kemampuan atau kompetensi diri dalam melakukan tugas, mencapai tujuan serta hambatan yang ada. Baron dan Byrne . mengungkapkan bahwa self efficacy merupakan evaluasi seseorang kompetensi dirinya untuk melakukan tugas, mencapai tujuan atau mengatasi Feist & Feist . menyatakan bahwa self-efficacy mengacu perilaku tertentu. Secara umum, selfefficacy adalah penilaian kemampuan seseorang untuk melakukan perilaku tertentu atau mencapai tujuan tertentu (Ormrod, 2. Ghufron Risnawita mengatakan bahwa self efficacy pada penilaian dari seberapa baik seseorang dapat melakukan suatu perbuatan dan seberapa bertanggungjawabnya ia pada situasi yang beraneka ragam. Hipotesis Merujuk pada uraian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ada pengaruh internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY. Ada pengaruh self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY. Ada pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY. METODOLOGI Identifikasi Variabel Variabel terikat/dependent (Y): Prokrastinasi Akademik Variabel bebas/independent (X. Internal Locus of Control Variabel bebas/independent (X. Self efficacy Definisi Konseptual Prokrastinasi Akademik penundaan yang dilakukan secara sadar oleh individu pada hal yang tugas-tugas Prokrastinasi akademik sebagai perilaku yang dengan sengaja menangguhkan ataupun menunda pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan (Schraw, 2. Internal Locus of Control adalah tingkat kendali individu yang memiliki keyakinan atau pemahaman bahwa segala kesuksesan dan kegagalan yang diterima berasal dari usaha-usaha yang telah individu lakukan (Sarafino dan Smith, 2. Self efficacy adalah merupakan kemampuannya untuk melakukan tugas, mencapai tujuan atau mengatasi hambatan (Bandura, 2. Definisi Operasional Prokrastinasi Akademik penundaan yang dilakukan secara sadar oleh individu pada hal yang tugas-tugas dioperasionalkan melalui skor skala prokrastinasi yang meliputi: secara sengaja menunda untuk mengerjakan tugas, memerlukan waktu lebih lama ketika mengerjakan tugas, perbedaan sesungguhnya, dan memilih untuk Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 melakukan aktivitas yang lebih Internal Locus of Control adalah kepercayaan individu bahwa segala kesuksesan dan kegagalan yang diterima berasal dari usaha-usaha yang telah individu lakukan, yang internal locus of control yang meliputi: kontrol, kemandirian, tanggung jawab, dan ekspektasi. Self efficacy adalah keyakinan seseorang bahwa seseorang mampu melakukan tugas tertentu dengan baik disertai dengan kemampuannya dalam menghadapi tekanan situasi dan masalah dengan pola adaptasi tertentu yang ditunjukkan dalam bentuk perilaku. Self efficacy dioperasionalkan melalui skor self efficacy yang disusun berdasarkan aspek- aspek yang terdiri dari: . Level. Strength. Generality. Skor yang diperoleh dari jawaban responden terhadap skala self efficacy akan memberikan gambaran tentang self efficacy responden. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah siswa SMP MY yang terdaftar pada tahun pelajaran 2024/2025, berjumlah 256 Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata . dalam anggota populasi tersebut. Pada penelitian ini jumlah sampel disesuaikan Morgan menghasilkan sebanyak 163 siswa dari SMP MY. Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi yang disusun berdasarkan skala Likert dengan membagi lima kategori pilihan jawaban, yaitu: Sangat Sesuai (SS). Sesuai (S). Netral (N). Tidak Sesuai (TS), dan https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Sangat Tidak Sesuai (STS). Skala ini terdiri dari beberapa pertanyaan favorable dan unfavorable. Dari hasil try out diperoleh hasil pada skala prokrastinasi akademik terdapat 28 butir aitem yang valid dan 9 butir aitem yang gugur dari 37 total aitem. Nomor aitem yang gugur adalah 8, 16, 22, 24, 26, 29, 33, 34 dan 37 dengan dengan nilai p > 0,05. Skala internal locus of control terdapat 18 butir aitem yang valid dan 5 butir aitem yang gugur dari 23 total aitem. Nomor aitem yang gugur adalah 3, 5, 11, 13 dan 17 dengan nilai p > 0,05 sedangkan skala self efficacy terdapat 23 butir aitem yang valid dan 10 butir aitem yang gugur dari 33 total Nomor aitem yang gugur adalah 4, 7, 9, 13, 14, 15, 21, 23, 29 dan 31 dengan nilai p > 0,05. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini analisis regresi linier berganda digunakan untuk membuktikan sejauh mana pengaruh internal locus of control (X. dan self efficacy (X. terhadap prokastinasi akadmik (Y). Uji F . ji simulta. bertujuan untuk mencari apakah variabel bebas / variabel independen secara bersama-sama. mempengaruhi variabel terikat/variabel dependen. Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas/variabel independen (X) . endiri-sendir. berpengaruh terhadap variabel terikat /variabel dependen (Y) yang memiliki dua acuan sebagai dasar pengambilan keputusan uji t partial yaitu dengan melihat signifikansi dan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengn t tabel. (Ghozali, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hipotesis pertama menggunakan uji t . ji parsia. antara variabel internal locus of control dengan prokrastinasi t = -2,635 dan p = 0. 0,05. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Hal ini membuktikan bahwa H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh negatif . yang signifikan internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY. Demikian juga dengan hipotesis kedua menggunakan uji t . ji parsia. antara variabel self efficacy dengan prokrastinasi akademik, t = -5. 589 dan p = 0. 001 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa H2 diterima, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh negatif . yang signifikan self akademik pada siswa SMP MY. Pengujian hipotesis ketiga (H. dilakukan dengan metode analisa uji F (Uji Simulta. Berdasarkan hasil analisa data, diperoleh nilai Adjusted R2 = 0,335 dan p < 0,05. Oleh karena itu. H3: AuAda pengaruh internal locus of control dan self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MYAy disimpulkan bahwa internal locus of control, self efficacy secara bersamasama prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY. Selanjutnya, untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel internal locus of control, self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY, dilakukan analisis terhadap koefisien determinasi, menunjukkan besarnya Adjusted R2 adalah 0,335. Hal ini berarti terdapat 33,5% variasi prokrastinasi akademik yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel internal locus of control, self efficacy. Sedangkan sisanya . % - 33,5% = 66,5%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model regresi. Adapun kontribusi variabel internal locus of control, self efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP MY, secara parsial dapat dihitung sebagai berikut (Ghozali, 2. Besarnya kontribusi internal locus of Koefisien Beta x Zero order . oefisien korelas. -0,208 x -0,464*100% = 9,65% Besarnya kontribusi self efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien Beta x Zero order (Koefisien korelas. -0,440x-0,561*100% = 24,68% Berdasarkan hasil kategorisasi skor, prokrastinasi akademik diperoleh mean temuan (X) sebesar 84, yaitu tergolong Mean temuan (X) internal locus of control sebesar 54, artinya internal locus of control tergolong sedang. Self efficacy diperoleh mean temuan (X) sebesar 69, tergolong sedang. Analisis tambahan dalam penelitian ini adalah jenis kelamin. Laki-laki memiliki persentase sebesar 48,46% dan perempuan sebesar 51,54%. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai Ada pengaruh yang signifikan internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik ke arah negatif pada siswa SMP MY. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi internal locus of control maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah internal locus of control maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik individu. Ada pengaruh yang signifikan self akademik ke arah negatif pada siswa SMP MY. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self efficacy individu maka semakin rendah prokrastinasi akademik individu. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah self efficacy individu maka semakin tinggi prokrastinasi akademik individu. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Ada pengaruh yang signifikan internal locus of control dan self akademik pada siswa SMP MY. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi internal locus of control dan self efficacy individu maka semakin Begitu pula sebaliknya, semakin rendah internal locus of control dan self efficacy individu maka semakin tinggi prokrastinasi akademik individu. Bagi diharapkan agar mempertimbangkan faktor lain yang dapat memengaruhi variabel prokrastinasi akademik seperti hubungan dengan teman sebaya, kontrol diri, tingkat intelegensi dan trait individu, serta dukungan sosial. Selain itu, dapat juga dengan melakukan wawancara yang lebih mendalam pada proses pengumpulan data sehingga dapat menggali informasi yang lebih lengkap serta dapat melakukan penelitian di lokasi yang berbeda dengan populasi dan sampel yang lebih Berdasarkan hasil kategorisasi, siswa SMP MY memiliki internal locus of control, self efficacy tergolong sedang. Oleh karena itu, hendaknya siswa terus meningkatkan keyakinan positif pada usaha-usaha yang dilakukan, memiliki tanggung jawab pada tiap keputusan yang diambil dan memiliki kontrol pada setiap tindakan ketika ingin mencapai suatu tujuan. Hal ini dapat terus dilatih dengan adanya pendampingan dari orang tua dan guru serta peranan teman menerapkan internal locus of control pada siswa. Terkait dengan self efficacy, siswa terus meningkatkan keyakinan diri ketika dihadapkan pada pengalaman tugas dengan tingkatan yang lebih sulit, tekun dalam menyelesaikan tugas-tugas, memandang kesulitan sebagai tantangan bukan ancaman dengan tetap melakukan usaha mencapai tujuan sehingga mampu https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif menyelesaikan tugas tepat waktu. Dengan akademik pada siswa SMP MY akan DAFTAR PUSTAKA