Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Kuliah Kerja Nyata: Seminar dan Penyuluhan dalam Penyalahgunaan NAPZA Terhadap Masyarakat Desa Tigapanah Nurika Kartika Dewi1. Annisa Ihsani Harahap2. Ikhtiari Akhiriyah3. Arya Rangga Dinarta4. Aryadanu Dalimunthe5. Faqih Hakim Hasibuan6 1,2,3,4,5,6 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Corresponding Author : nurika0305221010@uinsu. ABSTRACT Community Service Learning (KKN) is a form of student dedication to society. This activity was carried out in Tigapanah Village by KKN students from the State Islamic University of North Sumatra, focusing on seminars and outreach regarding the abuse of Narcotics and Psychotropic Substances (NAPZA). This research aims to evaluate the effectiveness of the socialization program and community participation in understanding the negative impacts of NAPZA. The method used is an active participation approach, where students collaborate with village residents to convey information and education about the dangers of The results of the activity indicate that the community still has a knowledge gap regarding the abuse of NAPZA. It is hoped that this program will raise community awareness and encourage preventive actions against NAPZA abuse. The seminar and outreach are expected to have a sustainable positive impact in Tigapanah Village Keywords Community. Seminar. Abuse. Outreach PENDAHULUAN Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika (NAPZA) di Indonesia merupakan persoalan yang semakin kompleks dan mendesak, khususnya di kalangan remaja. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2023 mencapai 1,73% atau sekitar 3,3 juta penduduk berusia 15Ae64 tahun (Biro Humas BNN RI, 2. Generasi muda, yang menjadi aset penting bangsa, menghadapi ancaman serius dari penyalahgunaan narkoba yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental, serta membawa konsekuensi negatif dalam bidang sosial dan ekonomi (Siregar et al. , 2021. Dwitiyanti et al. , 2. Desa Tigapanah di Kabupaten Karo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Meskipun desa ini memiliki potensi besar dalam sektor sumber daya alam, masyarakatnya juga dihadapkan pada masalah serius berupa maraknya peredaran narkoba. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani kerap tidak memiliki akses informasi yang memadai mengenai bahaya narkoba. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 262-267 sehingga meningkatkan kerentanan mereka terhadap penyalahgunaan zat berbahaya tersebut (Adipati et al. , 2022. Jaya et al. , 2. Sebagai langkah preventif, kegiatan penyuluhan dipandang sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat terkait bahaya narkoba. Melalui program KKN ini, mahasiswa berperan aktif memberikan edukasi kepada warga Desa Tigapanah mengenai jenis-jenis narkoba, risikonya, serta cara pencegahannya. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi penyalahgunaan narkoba (Zainuddin et al. , 2023. Hayati, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus pada pendeskripsian pelaksanaan kegiatan KKN berupa seminar dan penyuluhan mengenai penyalahgunaan NAPZA di Desa Tigapanah, sekaligus mengevaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran Harapannya, program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba secara berkelanjutan dan mendukung terciptanya lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. METODE PENELITIAN Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Agustus 2025, di Desa Tigapanah. Kabupaten Karo, oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika (NAPZA) serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam upaya pencegahan. Secara garis besar, kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu: Tahap Perencanaan Pada tahap ini, mahasiswa menyusun persiapan secara menyeluruh sebelum kegiatan dilaksanakan. Koordinasi dilakukan dengan perangkat desa dan pihak terkait guna memastikan kesiapan aspek logistik, mulai dari penjadwalan, penentuan lokasi, hingga pembagian tugas dalam tim. Selain itu, mahasiswa menyiapkan materi penyuluhan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat serta menyusun strategi komunikasi yang efektif agar dapat menarik partisipasi warga. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini, kegiatan seminar berlangsung dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Informasi disampaikan melalui media poster dan penjelasan langsung, disertai dengan observasi terhadap respon Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 262-267 Penyampaian materi dilakukan oleh narasumber berpengalaman, dilengkapi dengan sesi interaktif berupa tanya jawab dan diskusi. Seluruh rangkaian kegiatan dicatat secara sistematis, termasuk daftar hadir peserta dan umpan balik dari audiens. Tahap Evaluasi Setelah seminar selesai, dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menilai efektivitas kegiatan. Mahasiswa mengadakan diskusi internal untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. Selain itu, wawancara singkat dengan peserta baik kalangan pemuda maupun tokoh masyarakat dilakukan guna memperoleh tanggapan terkait pemahaman mereka mengenai bahaya narkoba. Hasil evaluasi ini menjadi bahan penting dalam merancang program penyuluhan yang lebih efektif pada masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyuluhan mengenai penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika (NAPZA) di Desa Tigapanah dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara pada 20 Agustus 2025 bertempat di Jambur Merga Silima Tigapanah. Meskipun desa ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, permasalahan serius terkait peredaran narkoba masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Hasil evaluasi awal sebelum seminar menunjukkan bahwa hanya sekitar 35% peserta yang mengetahui jenis-jenis narkoba serta dampak negatifnya, mencerminkan adanya kesenjangan informasi yang signifikan. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri atas masyarakat umum, remaja, dan tokoh masyarakat. Mahasiswa KKN turut menghadirkan Bapak Pelda Yusmayanto dari Koramil Tigapanah sebagai narasumber, yang memaparkan bahaya narkoba dari aspek hukum maupun Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa juga mengadakan survei dan berdiskusi dengan perangkat desa untuk mengidentifikasi permasalahan utama di masyarakat. Hasil survei tersebut mengindikasikan bahwa risiko penyalahgunaan narkoba di Desa Tigapanah masih tergolong tinggi. Setelah pelaksanaan seminar, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sekitar 80% peserta mampu menyebutkan jenis-jenis NAPZA serta memahami dampak buruknya. Hal ini menegaskan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan efektif dalam menyampaikan informasi. Pendekatan partisipatif melalui sesi diskusi interaktif juga terbukti berhasil, karena peserta dapat mengajukan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman pribadi terkait permasalahan narkoba di Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 262-267 Respon positif dari peserta mencerminkan adanya rasa dihargai dan diberi ruang aman untuk membicarakan isu-isu sensitif. Wawancara pasca kegiatan mengungkapkan bahwa 90% peserta merasa seminar ini sangat bermanfaat dan berharap kegiatan sejenis dapat diselenggarakan secara berkala. Beberapa di antaranya bahkan mengusulkan adanya pelatihan keterampilan sebagai alternatif positif bagi remaja, sehingga mereka memiliki pilihan kegiatan yang lebih produktif dan menjauhkan diri dari narkoba. Kendati hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan, kesenjangan pemahaman awal mengindikasikan perlunya program penyuluhan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Hal ini penting mengingat sebagian besar masyarakat yang berprofesi di sektor pertanian masih terbatas aksesnya terhadap informasi mengenai bahaya Sebagai tindak lanjut, keterlibatan lembaga terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) sangat diperlukan dalam merancang program edukasi yang lebih komprehensif dan dapat menjangkau seluruh lapisan Edukasi berkelanjutan yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan juga dapat menjadi solusi strategis untuk membekali generasi muda dengan kegiatan positif. Secara keseluruhan, kegiatan seminar dan penyuluhan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara di Desa Tigapanah berhasil memberikan dampak nyata dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA. Lebih jauh, kegiatan ini membuka peluang pengembangan program pencegahan yang lebih luas dan berkesinambungan. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak terkait. Desa Tigapanah berpotensi menjadi contoh baik dalam upaya pencegahan narkoba di daerah lain. Gambar 1. Foto Bersama Peserta Seminar NAPZA Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 262-267 Gambar 2. Penyerahan Cendramata Pemateri KESIMPULAN Kegiatan seminar dan penyuluhan tentang penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika (NAPZA) yang diselenggarakan di Desa Tigapanah oleh mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat. NAPZA, yang meliputi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, diketahui dapat menimbulkan ketergantungan dan berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental. Berdasarkan hasil evaluasi, keterlibatan pesertaAibaik remaja maupun masyarakat umumAimeningkat secara signifikan, di mana sekitar 80% dari mereka sudah mampu mengenali jenis-jenis NAPZA serta memahami konsekuensi negatif dari penggunaannya. Penerapan metode partisipatif, khususnya melalui sesi interaktif, terbukti memudahkan penyampaian materi dan mendorong keterlibatan aktif peserta. Antusiasme dalam sesi diskusi dan tanya jawab juga menunjukkan adanya kesiapan masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Meski demikian, masih terdapat tantangan yang harus diperhatikan, terutama terkait kesenjangan pengetahuan awal yang cukup besar di antara Hal ini menegaskan perlunya penyuluhan lanjutan yang lebih mendalam dan berkesinambungan. Keterlibatan lembaga terkait, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), sangat penting dalam merancang program edukasi yang lebih luas dan sistematis. Dengan keberlanjutan program serta sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan instansi terkait. Desa Tigapanah berpotensi menjadi contoh baik dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Langkah ini Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 262-267 diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat, mendukung peningkatan kualitas hidup generasi mendatang. DAFTAR PUSTAKA