Volume 6 No. JURNAL ABADIMAS ADI BUANA http://jurnal. id/index. php/abadimas PELATIHAN AKUPRESURE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Annah Hubaedah1. Setiana Andarwulan1*. Nyna Puspita Ningrum2. Indria Nuraini1 Program Studi Pendidikan Profesi Bidan. Fakultas Sains dan Kesehatan. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya rogram Studi Pendidikan Sarjana. Fakultas Sains Dan Kesehatan. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya *Email: setianaandarwulan@unipasby. Informasi Artikel Kata kunci: Akupresure. Pelatihan Produksi. ASI Diterima: 28-06-2022 Disetujui: 11-07-2022 Dipubikasikan: 15-07- Abstrak Peningkatan produksi ASI pada ibu nifas akan mendukung program pemberian ASI eklusif pada ibu menyusui. Kebutuhan menyusu pada seorang bayi diberikan selama 6 bulan supaya petumbuhan bayi bisa optimal. Pemberian ASI kepada bayi dapat menjadi salah satu upaya dalam memerangi angka stunting, sehingga peningkatan angka stunting dapat Salah satu upaya dalam peningkatan produksi ASI adalah dengan terapi secara non konvensional. Terapi ini diberikan dengan alamiah, sehingga ibu nifas yang masih memberikan ASI dapat melakukannya secara Terapi komplementer yang dimaksudkan adalah dengan memberikan pelatihan akupresure. Akupresure merupakan suatu ilmu dengan memberikan penekanan pada titik Ae titik akupoint yang menjadi lokasi penekanan. Dimana titik tersebut dapat mensupport dalam meningkatkan produksi ASI. Pelatihan ini dilakukan kepada ibu nifas dan menyusui di kelurahan Krembung kabupaten Sidoarjo. Sistem pelaksanannya dimulai dengan perijinan di wilayah setempat, kemudian melakukan koordinasi dengan lintas sektoral termasuk koordinasi dengan bidan desa. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan akupresure dalam meningkatkan produksi ASI. Dalam pelaksanaan dilakukan pemberian kuesioner di langkah awal dan akhir. Dari hasil kuesioner didapatkan adanya perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah, dengan perhitungan Uji T test sebesar 0,02 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh pelatihan akupresure terhadap pengetahuan ibu menyusui. Langkah selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi dari hasil kegiatan tersebut. Abstract Keywords: Acupressure. Training. Production, breast milk Increased milk production in postpartum mothers will support the exclusive breastfeeding program for breastfeeding mothers. The need for breastfeeding in a baby is given for 6 months so that the baby's growth can be optimal. Breastfeeding babies can be one of the efforts to combat stunting, so that the increase in stunting rates can be suppressed. One of the efforts to increase breast milk production is non-conventional therapy. This therapy is given naturally, so that postpartum mothers who are still breastfeeding can do it The intended complementary therapy is to provide acupressure training. Acupressure is a science by placing emphasis on acupoints that are the location of emphasis. Where this point can support in Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 increasing milk production. This training was conducted for postpartum and breastfeeding mothers in Krembung sub-district. Sidoarjo district. The implementation system starts with licensing in the local area, then coordinates across sectors including coordination with village midwives. Then continued with the implementation of acupressure training in increasing milk production. In the implementation, questionnaires were given at the initial and final steps. From the results of the questionnaire, it was found that there was a change in knowledge before and after, with a T test calculation of 0. 02 <0. 05, so it could be concluded that there was an effect of acupressure training on knowledge of breastfeeding mothers. The next step is to monitor and evaluate the results of these activities. PENDAHULUAN Desa Krembung berada di Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Desa ini masih memiliki lahan sawah yang cukup luas. Sebagian besar masyaraakat berprofesi sebagai petani. Selain itu masyarakat terutama perempuan banyak yang memiliki profesi sebagai ibu rumah tangga(Website Desa Kecamatan Krembung Ae Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo, 2. Dari beberapa permasalahan yang muncul di Desa Krembung, salah satunya berkaitan dengan balita. Masalah tersebut berkaitan dengan status gizi balita dan perihal tumbuh kembang pada balita menjadi hal yang penting untuk diketahui dan mendapatkan perhatian yang mendalam dari orang tua. Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hapsari, dkk 2018 yang meneliti tentang hubungan pendapatan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, tinggi badan orang tua dan tingkat pendidikan ayah dengan kejadian stunting pada anak menyatakan bahwa pengetahuan ibu, pola makan dan status gizi anak menunjukkan adanya suatu hubungan antara variabel yang disebutkan (Hapsari, 2. Bayi dengan usia dibawah lima tahun menjadi kondisi yang paling rentan. Sehingga membutuhkan asupan Air Susu Ibu secara ekslusif. Pola pemberian makan yang terlalu dini dan pemberian ASI yang rendah dapat meningkatkan risiko terjasinya stunting(Loya. College 2. Stunting merupakan keadaan yang menunjukkan gagal tumbuh karena tidak sesuai antara umur dan berat badan(Andarwulan. , 2. Pendekatan dalam penanggulangan stunting diklasifikasikan menjadi 3 faktor yaitu faktor biologi, faktor fisik, dan faktor sosial ekonomi sosial budaya. Berdasarkan data Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) prevalensi stunting di Jawa Timur tahun 2021 sebesar 23,5%, nilai ini menurut SSGBI menurun selama 3 tahun. Pada tahu 2019 disebutkan angka stunting mencapai 26,7 %, sedangkan pada tahun 2020 angka prevalensi stunting menunjukkan pada 25, 64% di dasarkan SSGBI. Desa Krembung sendiri terdapat 258 balita dengan rincian bayi dengan gizi kurang dan buruk berada pada angka 5,4%. Presentase tersebut di dapatkan dari hasil wawancara kepada bidan desa. Sehingga kasus kurang gizi dengan stunting merupakan suatu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. (Arya et al. , 2. ASI (Air Susu Ib. memiliki peran penting dalam menurunkan angka stunting. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama enam bulan pertama 112 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 kehidupan bayi tanpa memberikan makanan atau cairan lain, kecuali vitamin, mineral, dan obat yang telah diizinkan (Nugraheni et al. , 2. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama adalah salah satu praktik pemberian makan bayi dan anak kecil yang direkomendasikan oleh WHO yang dapat dinilai secara tepat. Rendahnya prevalensi dalam menyusui eklusif di sebagian besar negara berkembang dikaitkan dengan berbagai faktor terkait ibu dan anak seperti tempat tinggal, jenis kelamin, usia anak, jumlah kelahiran dan tempat tinggal. anak, ibu bekerja di luar rumah, usia dan tingkat pendidikan ibu, status ekonomi, beban pekerjaan rumah tangga ibu, akses ke media massa, akses dan penggunaan layanan kesehatan ibu, dan pengetahuan ibu tentang praktik pemberian makan bayi dan anak(Jama et al. , 2. Kementrian Kesehatan (Kemenke. mencatat presentase pemberian ASI eksklusif bayi usia 05 bulan sebesar 71,58% pada tahun 2021. Angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 69,62%. Tetapi sebagian besar provinsu masih memiliki presentase pemberian ASI eksklusif dibawah rata-rata Nasional (Kemenkes R1, 2. Banyak upaya yang telah dilakukan dalam pemberian ASI eksklusif salah satunya adalah pijat laktasi dan penekanan pada titik akupressur yang kegunaanya untuk mempercepat saraf parasimpatis untuk menyalurkan sinyal kpada otak belakang kepala sehingga merangsang hormon oksitosin kemudian dapat mengeluarkan ASI(Selly, 2. Akupresure merupakan teknik penekanan yang dilakukan pada titik Accupoint/ Meredian. Penekanan titik yang dimaksud adalah titik GB 21. LI4. SI 1. ST 18, dan CV 17 yang dapat merangsang dalam memperbanyak produksi ASI. (Effendi et al. , 2. METODE Program Pengabdian Masyarakat oleh Fakultas Sains Dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dilakukan oleh dosen dan melibatkan mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di masyarakat terutama ibu Ae ibu nifas. Kegiatan pengabdian ini terdiri atas : Tahap Survei dan Koordinasi Melakukan koordinasi dengan dosen, mahasiswa, bersama dengan perangkat desa beserta bidan desa guna mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Dosen melakukan identifikasi permasalahan yang ada di desa Krembung. Kemudian kegiatan ini dilanjut dengan melakukan kesepakatan kerjasama antara mitra antara program pengabdian kepada masyarakat dan Desa Krembung. Melakukan diskusi dengan bidan desa mengenai masalah Ae maslah yang dihadapi di desa berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Selanjutnya melakukan kolaborasi dengan ibu kader dalam pembagian undangan dan kuesioner kepada ibu Ae ibu yang memiliki balita. Kuesioner dibagikan untuk kemudian diisi sesuai dengan pengetahuan ibu Ae ibu balita. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Tahap Sosialisasi dan Pelatihan Selanjutnya Program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen diawali dengan kegiatan pelatihan yang menjelaskan tentang pengetahuan umum berkaitan dengan akupresure. Dalam kegiatan tersebut seorang pengabdi memberikan presentasi berkaitan dengan materi yang akan disampaikan, kemudian melakukan demonstrasi dengan menggunakan pantom. Kemudian selesai melakukan demonstrasi dengan menggunakan pantom, warga diminta melakukan role play dari yang sudah dijelaskan oleh narasumber dan dilakukan sesi tanya jawab antara pengabdi yang menjadi narasumber dengan masyarakat. Sesi tanya jawab dilakukan apabila masih terdapat hal Ae hal yang belum dimengerti oleh warga masyarakat desa Krembung. Selanjutnya dilakukan pengisian kuesioner yang digunakan sebagai post test setelah dilakukan pelatihan kepada warga masyarakat. Tahap Pendampingan Melakukan pendampingan kepada warga masyarakat yang telah diberikan pelatihan. Pendampingan dimaksudkan apabila masyarakat masih membutuhkan bimbingan dalam melakukan teknik akupresure secara mandiri. Tahap Monitoring dan Evaluasi Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan dari pelatihan yang telah diberikan. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menilai ketrampilan warga masyarakat yang telah melaksanakan Melakukan tindak lanjut dari hasil monitorng dan evaluasi. Hal ini bertujuan untuk melakukan penguatan terhadap warga masyarakat dalam melakukan teknik akupresure secara Kemudian memperbaiki tekniknya apabila masih dirasa kurang tepat dalam melakukan HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada masyarakat adalah usaha untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni kepada masyarakat. Kegiatan tersebut harus mampu memberikan suatu nilai tambah bagi masyarakat, baik dalam kegiatan ekonomi, kebijakan, dan perubahan perilaku . Kegiatan dilakukan dengan menerjunkan dosen dengan mahasiswa ke masyaraakat. Kegiatan ini menguatkan jalinan kerjasama antara Desa Krembung dengan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Kegiatan ini dihadiri olah perangkat desa, bidan desa dan warga masyarakat yang telah diundang. Melalui forum ini mendapatkan beberapa masukan untuk ilmu yang baru yaitu akupresure dalam meningkatkan produksi ASI. Hasil yang diperoleh dari pelaksanan kegiatan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam menerapkan ilmu akupresure untuk meningkatkan produksi ASI. Hal ini dapat dilihat dari diagram yang digunakan untuk mengukur pengetahuan para ibu yang menyusui terkait dengan penerapan ilmu akupresure. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Tahap SurveyDan Koordinasi Koordinasi dilakukan tim pelaksana kegiatan pengabidan masyarakat dengan perangkat desa Krembung. Materi koordinasi terdiri atas penyusunan rencana kegiatan yang terdiri dari waktu dan tempat pelaksanaan. Pertemuan dilakukan pada tanggal 05 Juli 2022 Gambar 1. Koordinasi tim pelaksana dengan perangkat desa Krembung Tahap Sosialisasi dan Pelatihan Pada tahap ini merupakan implementasi dari hasil koordinasi tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Kegiatan ini berperan sebagai proses belajar tentang akupresure dalam peningkatan prosuksi ASI. Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan sesuai tanggal yang telah ditetapkan pada rapat koordinasi dengan perangkat desa Krembung dan bermitra dengan ibu kader dan ibu menyusui. Dalam Sosialisasi dan pelatihan tersebut diikuti kurang lebih oleh 30 orang yaitu mitra ibu menyusui dan merupakan warga masyarakat di Desa Krembung. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 2 Sosialisasi dan pelaksanaan pelatihan akupressure peningakatn produksi ASI Tahap Pendampingan Kegiatan pendampingan menjadi suatu strategi dalam mendorong keberhasilan program. Pendampingan dilakukan pada beberapa ibu Ae ibu yang memiliki balita dan telah mengikuti pelatihan. Pada kegiatan ini tim melakukan pendampingan melalui kunjungan ke rumah ibu Ae ibu yang telah mengikuti pelatihan akupresure dalam meningkatkan produksi ASI. Kegiatan pendampingan meliputi memberikan informasi terkait dengan akupresure dan memperbaiki teknik yang dilakukan oleh ibu apabila masih ada kekeliruan saat melakukan aplikasi teknik akupresure. Tahap Monitoring dan Evaluasi Pada tahap ini dilaksanakan oleh tim pelaksana untuk melakukan presentasi hasil kegiatan yang telah dilakukan setelah proses pendampingan dalam melakukan aplikasi dari pelatihan yang telah diberikan dihadapan reviewer pengabdi masyarakat. Materi presentasi terdiri dari hasil kegiatan yang telah dicapai, kendala yang dihadapi tim pelaksana dan rencana tindak lanjut kegiatan. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Sebelum Pelatihan Sesudah Pelatihan Gambar 3. Hasil Kuesioner yang dibagikan sebelum dan setelah pelatihan akupresure Dari diagram pada gambar 3 menunjukan adanya perbedaan pada jumlah ibu Ae ibu sebelum dan setelah melakukan pelatihan. Pada pengetahuan baik pada gambar sebelum menunjukkan angka sebesar 67 %, sedangkan pada gambar setelah dilakukan pelatihan menunjukkan angka Selanjutnya dilakukan uji dengan menggunakan SPSS dengan Uji T Test didapatkan adanya nilai signifikasi yaitu 0,02<0,05 yang artinya terdapat suatu pengaruh dalam pengetahuan ibu menyusui dari pelatihan yang diberikan. KESIMPULAN Akupresure merupakan suatu tindakan dalam melakukan penekanan pada suatu titik. Pada titik tersebut dapat mempengaruhi produksi ASI untuk semakin meningkat. Kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan informasi, pengetahuan dan ketrampilan ibu Ae ibu balita. Dengan demikian terjadi peningkatan dalam ilmu dan ketrampilan pada ibu balita UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektorat Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Kepala Desa Krembung yang telah memfasilitasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA