Vol. 3 No. 2 September 2023 a. PENENTUAN JUMLAH DAN RUTE KENDARAAN UNTUK DISTRIBUSI TABUNG OKSIGEN (O. WILAYAH JAWA TIMUR DENGAN ALGORITMA CLARKE AND WRIGHT SAVINGS PADA PT GCS Oleh Hikmah Sekarningtyas1. Iqbal Faza2. Rohmad Kafidzin3 1,2,3Manajemen Logistik. Politeknik Rukun Abdi Luhur Email: hikmah. sekar@gmail. com, 2iqbalfaza83@gmail. com, 3rahmatbey@gmail. Abstrak Kegiatan distribusi menjadi kunci dalam memperlancar dan mempermudah penyampaian barang ke pelanggan. Agar tujuan kegiatan pendistribusian dapat optimal, penentuan jenisdan jumlah kendaraan, serta rute pendistribusian perlu untuk dipertimbangkan. Saat ini, permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ialah kurang sesuainya antara banyak barangyang diangkut dengan kapasitas truk yang dipakai dalam kegiatan distribusi tabung oksigen, yang akhirnya berdampak pada tidak optimalnya rute kendaraan. Karena setiap jenis kendaraan memiliki kapasitas angkut tersendiri. Sehingga, permasalahan dalam penelitian ini masuk dalam Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP), yaitu permasalahan penentuan suatu rute kendaraan untuk melayani suatu pelanggan yang diasosiasikan dengan node, dengan demand yang telah diketahui dan rute yang menghubungkan depot dengan pelanggan, serta antar pelanggan yang lainnya, dengan mempertimbangkan kapasitas maksimal kendaraan. Salah satu cara penyelesaian CVRP, dapat menggunakan Algoritma Clarke and Wright Savings, dengan bantuan Microsoft Excel. Sehingga, tujuan penelitian ini ialah menghasilkan jumlah dan rute kendaraan baru yang lebih optimal untuk pendistribusian tabung oksigen. Hasil yang didapatkan, perusahaan cukup menggunakan 2 jenis kendaraan, yaitu truk roda enam kapasitas 95 tabung sebanyak satu kendaraan, dan pickup kapasitas 25 tabung sebanyak satu kendaraan, dengan rata-rata total jarak tempuh untuk kendaraan truk roda 6 ialah 334,7 km/minggu, sedangkan untuk kendaraan pickup ialah 8,5 km/minggu. Kata Kunci: Rute Kendaraan. Sistem Distribusi. Tabung Oksigen. CVRP PENDAHULUAN Dewasa ini banyak perusahaan yang berdiri di tengah-tengah kehidupanmasyarakat dengan tujuan untuk menghasilkan suatu alat pemuas berupa barang maupun jasa sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Eksistensi bergantung pada tanggapan masyarakat terhadap produk-produk maupun jasa yang dihasilkan dan berkaitan juga dengan pendistribusian produk yang dilakukan perusahaan (Rahim & Juliati, 2. Agar tujuan kegiatan pendistribusian dapat optimal dengan biaya distribusi yang efisien, maka salah satu langkah yang harus dan perlu dipertimbangkan oleh perusahaan ialah dengan cara menentukan jenis dan jumlah sarana transportasi yang tepat dalam mendistribusikan barang atau jasa hasil produksi dari perusahaan untuk disalurkan atau didistribusikan kepada konsumen. Sejalan pendistribusian. PT GCS yang merupakan salah satu distributor beberapa bahan kimia seperti Oksigen (O. , dalam meningkatkan kualitas peyaluran produk-produk dengan tujuan 6T, yakni tepat jumlah, tepat jenis, tepat kualitas, tepat harga, tepat tempat dan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 2 September 2023 a LANDASAN TEORI tepat waktu, tentu PT GCS memerlukansuatu Sistem Distribusi perencanaan yang tepat pula, salah satuhya Distribusi dalam menentukan rute kendaraan yang akan Karena, dengan ketidak tepatan dalam mempermudah penyampaian barang dimana mempertimbangkan rute kendaraan, maka barang-barang hasil produksi dipindahkan dari efisiensi terhadap bahan bakar pun kurang tempat produksi ke berbagai daerah yang serta kemungkinan terburuk 6T tidak akan membutuhkan (Kurniawan. Susanty & Selama ini, penentuan rute dalam Adianto, 2. Kotler . mendefinisikan pengirimkantabung-tabung gas oksigen masih bahwa distribusi mencakup perencanaan, kurang optimal. Karena antara banyak barang pelaksanaan dan pengawasan arus bahan yang diangkut dengan kapasitas truk yang dengan memperoleh produk akhir dari tempat dipakai masih belum sesuai sehingga produksi dengan memperoleh keuntungan. berakibat pada rute Sebagian besar perusahaan menyatakan bahwa sebenarnya dapat lebih dioptimalkansebelum tujuan distribusi adalah membawa barang kembali ke depot. Untuk itudiperlukan metode dalamjumlah tepat, pada waktu yang tepat, dan masalah yang tepat dalam dengan biaya serendah mungkin. menentukan rute kendaraan yang tepat untuk Aspek terpenting dari distribusi suatu produk adalah biaya pengangkutansedangkan meminimumkan biaya transportasi yang biaya pengangkutan sangat dipengaruhi oleh ditimbulkan saat pendistribusian. tarif angkut (Arofah & Gesthantiara, 2. Pada hakikatnya, permasalahan rute ini Dengan termasuk dalam Vehicle Routing Problem pengangkutan akan mempersempit wilayah (VRP) yaitu permasalahan penentuan suatu pemasaran suatuproduk (Miyangga, 2. rute kendaraan untuk melayani Sistem Transportasi pelanggan yang diasosiasikan dengan node. Transportasi berasal dari bahasa latin dengan demandyang telah diketahui dan rute yakni transportare di mana trans berarti yang menghubungkan depot . alam hal ini PT seberang dan portare yang berartimengangkut GCS) dengan pelanggan, serta antarpelanggan atau membawa. Jadi transportasi dapat yang lainnya (Hidayat & Waryanto, 2. didefinisikan sebagai usaha dan kegiatan Oleh mengangkut atau membawa barang atau permasalahan tersebut di atas serta untuk penumpang dari suatu tempat ke tempat memenuhi permintaan pelanggan dengan lainnya (Octora. Imran, & Susanty, 2. jumlah yang tidak melampaui kapasitas Ada beberapaunsur dalam sistem transportasi kendaraan, maka digunakan Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) dimana Muatan yang diangkut. setiap kendaraan memang memiliki kapasitas Tersedianya kendaraan sebagai alat yang terbatas (Awansari & Abusini, 2. Terdapat berbagai cara dalam penyelesaian Adanya terminal atau tempat tujuan. CVRP, salah satunya yaitu dengan metode Jalan sebagai prasarana angkutan. Algoritma Clarke and Wright Savings Sumber daya manusia atau manajemen (Rahmawati, 2. yang menggerakkan kegiatan transportasi a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 2 September 2023 a. Pengangkutan menyebabkan nilai barang waktu yang digunakan dengan mengaitkan lebih tinggi di tempat tujuan daripada di tempat node-node yang ada dan menjadikannya asal, dan nilai ini lebih besar daripada biaya sebuah rute berdasarkan nilai penghematan yang dikeluarkan untuk pengangkutannya. yang terbesar yaitu jarak tempuh antara node Nilai atau kegunaan yang diberikan oleh awal dan node tujuan (Syarie, 2. Untuk pengangkutan berupa kegunaan tempat dan proses perhitungannya, metode initidak hanya kegunaan waktu. Kedua kegunaan diperoleh menggunakan jarak sebagai parameter, tetapi jika barangtelah diangkut ke tempat di mana juga waktu untuk memperoleh nilainya lebih tinggi dan dapat dimanfaatkan penghematan yangterbesar kemudian disusun tepat pada waktunya (Sumarno, 2. menjadi sebuah rute yang terbaik. LangkahPada masalah transportasi, biasanya langkah pada metode ini adalah sebagai jumlah barang yang disalurkan bervariasi. Atas berikut (Clarke and Wright, 1. dasar kenyataan bahwa rute pengiriman yang . Menentukan berbeda akan menghasilkan biaya kirim yang maksimum kendaraan yang tersedia dan berbeda, maka tujuan pemecahan kasus ini alokasi kendaraan yang digunakan untuk adalah menentukan berapa unit barang yang pengiriman barang ke pelanggan, harus dikirim dari setiap sumber ke setiap mengasumsikan bahwa setiap node tujuan sehingga permintaan dari setiap tujuan permintaan pada rute awal suatu terpenuhi dan total biaya kirim dapat kendaraan secara terpisah. Dimana setiap node membentuk rute tersendiri yang Algoritma Clarke and Wright Savings dilayani oleh kendaraan yang berbeda. Algoritma Clarke and Wright Savings Seperti pada gambar 1 yaitu rute o-i-o merupakan suatu langkah yang ditemukan dilayani oleh satu kendaraan, dan rute o-joleh Clarke and Wright pada tahun 1964. o dilayani oleh kendaraan lain yang Metode ini merupakan suatu prosedur berbeda, dalam hal ini o untuk depot, i pertukaran, dimana sekumpulan rute pada dan j untuk node yang lain. setiap langkah ditukar untuk mendapatkan . Membuat matriks jarak yaitu matriks sekumpulan rute yang lebih baik (Raharjo, jarak antara depot dengan node dan Aryani, & Ernawati, 2. Metode ini sering antar node. Pengukuran jarak dari node disebut sebagai metode penghematan. A ke B sama dengan jarak dari B ke Formulasi dari algoritma clarke and A sehingga matriks jarak ini termasuk wright yaitu sejumlah kendaraan K dengan matriks simetrik. Bentuk umum matriks kapasitas Q dan jumlah permintaan qi untuk jarak ini dapat dilihat pada Tabel 1. didistribusikan ke beberapa titik Vj Tabel 1. Bentuk Umum Matriks Jarak . =1,2,A,. berawal dari depot, dengan jarak antar node Cij ,diantara beberapa titik diharuskan memenuhi yang terdekat untuk meminimalkan total jarak yang ditempuh Algoritma clarke and wright savings melakukan perhitungan penghematan yang diukur dari seberapa banyak dapat dilakukan pengurangan jarak tempuh dan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 2 September 2023 a akan berhenti apabila semua entri dalambaris Menghitung nilai penghematan (Si. dan kolom sudah terpilih. berupa jarak tempuh dari satu kendaraan yang menggantikan dua kendaraan untuk melayani METODE PENELITIAN node i dan j. Untuk Sij = Coi Coj Ae Cij mengenai penentuan rute pendistribusian tabung Gas Oksigen di PT GCS, maka penulis Nilai penghematan . adalah jarak menggunakan metode algoritma Clark and yang dapat dihemat jika rute o-i-o Wright Savings dengan bantuan Microsoft digabungkan dengan rute o-j-o menjadi rute Excel. Sehingga, penulis akan lebih mudah tunggal o-i-j-o yang dilayani oleh satu dalam menganalisa rute mana yang harus kendaraan . itunjukkan dalam Gambar . dilalui, yang lebih optimal antara hasil simulasi dengan realisasi, dengan harapan perusahaan dapat meningkatkan kualitas penyaluran produk- produk sehingga tercapai 6T, yakni tepat jumlah, tepat jenis, tepat kualitas, tepat harga, tepat tempat dan tepat waktu serta kebutuhan konsumen akan selalu terpenuhi dengan baik. Data yang Dibutuhkan Dalam penelitian, data yang dibutuhkan Gambar 1. Rute untuk Penghematan meliputi: kapasitas truk, letak lokasi dan jarak (Saving. antara titik lokasi dengan titik tujuan, serta ratarata demand pelanggan per minggu. Data . Membuat matriks penghematan, dimana yang diperlukan untuk memecahkan persoalan bentuk umum dari matriks penghematan yang dikembangkan oleh Clarke and mengumpulkan data yang berasal dari pihak Wright disajikan pada Tabel 2. menggunakan google maps, dengan google Tabel 2. Bentuk Umum Matriks maps ini pencarian rute perjalanan menjadi Penghematan lebih mudah dan jelas, cukup dengan mengetikkan lokasi asal menuju lokasitujuan maka peta lokasi yang dimaksud akan Selain itu Data yang diperoleh didapatkan melalui pencatatan, diskusi, wawancara, dan arsip-arsip perusahaan. Setelah data diperoleh, maka dapat dilakukan dalam menganalisis Analisis Data dan Perhitungan Perusahaan menggunakan 2 jenis truk Memilih sebuah jalur dimana 2 rute yang untuk melakukan pengiriman tabung Gas dapat dikombinasikan menjadi satu rute Oksigen dengan kapasitas angkut maksimum Nilai penghematan tertinggi diambil, pada truk pertama (Truk 6 kemudian memilih jarak yangterdekat dengan jalur sebelumnya. Iterasi a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 2 September 2023 a. Rod. yaitu 95 tabung dan untuk truk kedua Menggunakan cara yang sama, diperoleh (Truk Picku. yaitu 25 tabung. matriks penghematan untuk semua node yang Rute Minggu Pertama disajikan pada Tabel 5. Tabel 3 menyajikan rata-rata data Tabel 5. Matriks Penghematan (K. permintaan tabung Gas Oksigen di PT GCS pada Minggu Pertama pada minggu pertama. Tabel 3. Rata-rata Data Permintaan Tabung Gas Oksigen pada Minggu Pertama Dari /Ke NAMA PELANGGAN DEPOT RATA-RATA DEMAND KODE WEEK 1 PT. GRESIK CIPTA SEJAHTERA GCS ANEKA JASA GRADIKA AJG PT. PETROSIDA PSA PT. ETERINDO NUSA GRAHA ENG PT. LIKUTELAGA LKT PT. SEMEN GRESIK. GRESIK SGG ROLLENT RLN MATESU GOTI ABADI MGA KOMOTEK KMT RS. IBNU SINA IBS RS. PINATIH PNH RS. SAWUNGGALING SWG PT. SEMEN GRESIK TUBAN SGT Selanjutnya, akan dibuat matriks jarak yang entrientrinya merupakan jarak antara depot (PT. GCS) dengan lokasi tujuan . dan antar lokasi tujuan . Tabel 4. Matriks Jarak Asal-Tujuan (K. pada Minggu Pertama Dari /Ke DEPOT DEPOT Berdasarkan persaman . akan dibuat matriks penghematan . Berikut ini adalah salah satu contoh perhitungan nilai penghematan untuk lokasi di Aneka Jasa Gradika dan PT. Petrosida, dengan menggunakan persamaan . , dimasukkan nilai jarak, maka didapatkan nilai penghematan. S1,2 = C1,0 C0,2 Ae C1,2 = 2. 5 Ae 1. 5 = 4. 2 km. Setelah matriks penghematan terbentuk, selanjutnya menentukan kelompok rute berdasarkan nilai penghematan yang terbesar Langkah ini merupakan iterasi dari matriks penghematan, dimanajika nilai penghematan terbesar tedapat pada node i dan j maka baris i dan kolom j dicoret, lalu i dan j digabungkan dalam satu kelompok rute, demikian seterusnya sampai iterasi yang Selanjutnya pengelompokkan rute berdasarkan nilai penghematan diperoleh dari node gabungan hasil Kemudian tujuan/pelanggan sesuai dengan kelompokrute yang berdasarkan nilai penghematantersebut. Langkah-langkah untuk pembentukan kelompok rute: Memilih nilai penghematan terbesardalam matriks penghematan, yaitu 35. 2 antara node 9 dan node 12. Mengabungkan keduanya menjadi satu rute, kemudian mencoret semua baris pada kolom 9 dan mencoret semua kolom pada baris 12. Rute yang terbentuk adalah: Rute 1 = 9 - 12. Untuk rute ini tabung gas Oksigen yang dikirim adalah 7 38 = 45 tabung, dan masih belum melampaui kapasitas dari kendaraan truk 6 roda a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 2 September 2023 a Berdasarkan langkah a-c, diperoleh 2 yaitu 95 tabung. Pengelompokan ini rute distribusi Gas Oksigen sebagai berikut: disajikan pada Tabel 6 Iterasi 1 di atas. Rute 1 (Truk 6 Rod. : 0 Ae 9 Ae 12Tabel 6. Iterasi 1 Pengelompokan 5 Ae 11 Ae 2 Ae 7 Ae 8 Ae 3 Ae 4 Ae 6 Ae 0 Node berdasarkan Matriks . Rute 2 (Truk Picku. : 0 Ae 1 Ae 10 Ae Penghematan 0 Selanjutnya, akan dihitung pula total jarak pada setiap rute dalam (K. yang disajikan pada Tabel 8. Tabel 8. Rute dan Total Jarak Tempuh Minggu Pertama Dari /Ke Rute 1 (Truk 6 Rod. Rute 2 (Truck Picku. Dengan . Memilih nilai penghematan terbesardalam matriks penghematan, yaitu 12. 0 antara node 5 dan node 11. Mengabungkan node 5 dan node 11menjadi satu rute dalam rute 1, karenajika digabungkan dengan rute 1 masih belum melebihi kapasitas angkut dari kendaraan, kemudian mencoret semuakolom pada baris 5 dan mencoret semua baris pada kolom 11. Rute yang terbentuk adalah: Rute 1 = 9 Ae 12 Ae 5 Ae 11. Untuk rute ini tabung yang dikirim adalah 45 6 11 = 62tabung. Belum melampaui kapasitas. Pengelompokan ini disajikan padaTabel 7 Iterasi 2. Tabel 7. Iterasi 2 Pengelompokan Node berdasarkan Matriks Penghematan Dari /Ke Memilih nilai terbesar berikutnya dalam melakukan langkah seperti pada iterasi 1 dan 2, apabila sudah melampaui kapasitas maka membuat rute baru. Dari langkah a, b dihasilkan 9 iterasi. Clarke and Wright Savings Jarak Tempuh (K. (K. GCS - IBS - SGT - SGG SWG - PSA - MGA - KMT ENG - LKT - RLN - GCS GCS - AJG - PNH - GCS Perhitungan tersebut di atas berlaku pula untuk perhitungan pada Minggu ke dua hingga Minggu ke empat. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil survei awal ke perusahaan PT. Gresik Cipta Sejahtera diperoleh hasil bahwa rute pengiriman barang dengan menggunakan truk itu tidak menentu. Dimana mengirimkan apabila ada pesanan di hari Dalam artian perusahaan melakukan pengiriman setiap hari, tanpa mencoba Padahal pemesanan jumlah antara bulan-bulan berikutnya tidak jauh berbeda. Sehingga, berdasarkan informasi tersebut, peneliti mencoba untuk melakukan penentuan ruterute pendistribusian setiap minggunya dengan jenis kendaraan angkut yang tersedia di perusahaan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi berupa rute-rute pengiriman mana saja yang dilalui terlebih dahulu per minggunya, sebagai berikut: Solusi dengan Algoritma Clarke and Wright Savings a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 2 September 2023 a. Pada minggu pertama, total jarak saja dalam 1 bula. Sehingga total jarak tempuh yang harus dilalui oleh kendaraan yang dihasilkan pun berbeda. 1 (Truk Roda . dengan Rute 1 ialah sejauh 5. Penentuan rute 15 km, sedangkan total jaraktempuh untuk Algoritma Clark and Wright Savings ini kendaraan 2 (Truc Picku. dengan Rute 2 dapat digunakan pada perusahaan yang 9 km. Pada minggu ke dua, total jarak tempuh mingguke dua untuk kendaraan Saran