Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember PENGARUH ABU SERBUK KAYU SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN DAN BAHAN TAMBAH BESTMITTEL TERHADAP KUAT TEKAN BETON Sri Devi A. Pangulu*,Nurhayati Doda,Andi Sahrul Hidayat Program Studi S1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Gorontalo Jl. Wahab,No 247. Limboto,Gorontalo. Indonesia *Corresponding author: dsridevi473@gmail. Abstract This study examines the effect of adding sawdust ash as a partial cement substitution and Bestmittel additives on the mechanical properties of concrete, especially compressive strength and initial and final setting times. The method used is a laboratory experiment with variations in concrete mixtures containing sawdust ash of 1% to 5% and the addition of Bestmittel of 0. 4% of the weight of cement. The compressive strength test results at the age of 14 days showed that the minimum compressive strength value of 19. 08 MPa was obtained in a mixture with a 2% sawdust ash Meanwhile, the setting time test showed that adding sawdust ash tended to slow down the setting process. The mix with 1% sawdust ash had an initial setting time of 60 minutes and a final setting time of 120 minutes, while the mixture with 5% sawdust ash experienced an increase in the initial setting time to 77 minutes and the final setting time to 150 minutes. Thus, the use of sawdust ash and Bestmittel affects the initial performance of concrete, both in terms of strength and hardening time. Keywords: bestmittel, compressive strength, concrete, sawdust ash, setting time. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan abu serbuk kayu sebagai substitusi sebagian semen dan bahan tambah Bestmittel terhadap sifat mekanik beton, khususnya kuat tekan serta waktu ikat awal dan akhir. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi campuran beton yang mengandung abu serbuk kayu sebesar 1% hingga 5% dan penambahan bestmittel sebesar 0,4% dari berat semen. Hasil pengujian kuat tekan pada umur 14 hari menunjukkan bahwa nilai kuat tekan minimum sebesar 19,08 MPa diperoleh pada campuran dengan substitusi abu serbuk kayu sebesar 2%. Sementara itu, pengujian waktu ikat menunjukkan bahwa penambahan abu serbuk kayu cenderung memperlambat proses pengikatan. Campuran dengan 1% abu serbuk kayu memiliki waktu ikat awal 60 menit dan waktu ikat akhir 120 menit, sedangkan campuran dengan 5% abu serbuk kayu mengalami peningkatan waktu ikat awal menjadi 77 menit dan waktu ikat akhir menjadi 150 menit. Dengan demikian, penggunaan abu serbuk kayu dan bestmittel memengaruhi kinerja awal beton, baik dari segi kekuatan maupun waktu pengerasan Kata Kunci: abu serbuk kayu, beton, bestmittel, kuat tekan, waktu ikat. PENDAHULUAN Perkembangan Konstruksi diIndonesia mengalami peningkatanpesat,terutama pada wilayah perkotaan. Salah satu jenis konstruksi yang umum digunakan adalah gedung,yang umumnya dibangunan menggunkan struktur beton (Wibowo & Sarwidi, 2. Beton sering dianggap lebih ekonomis dibandingkan jenis konstruksi lainnya. Selain itu, beton memiliki sejumlah keunggulan seperti kekuatan tekan yang tinggi, ketahanan terhadap api, cuaca ekstrem, serta proses pengerjaannya yang relatif lebih mudah. Namun, di balik kelebihannya, beton juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah sifatnya yang getas dan kelemahan dalam menahan gaya tarik. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penelitian dilakukan untuk meningkatkan karakteristik beton, baik dari segi kekuatan maupun kemudahan pengerjaannya . Salah satu upaya yang umum dilakukan adalah penambahan bahan tambahan, baik berupa bahan mineral maupun bahan kimia (Ritonga A. M, 2. Penggunaan bahan kimia dalam campuran beton memiliki fungsi untuk memodifikasi atau mensubstitusi karakteristik komponennya, dengan harapan kualitas beton yang dihasilkan akan lebih baik. Bestmittel adalah salah satu contoh aditif yang umum. Informasi produk menunjukkan bahwa penambahan Bestmittel antara 0,2% hingga 0,6% dari berat semen dapat mempercepat proses pengerasan beton pada fase awal yaitu antara 7 hingga 10 hari, serta meningkatkan kekuatannya sebesar 5% hingga 10%. Selain itu. Bestmittel juga mampu mengurangi kebutuhan air sebanyak 5% hingga 20%, yang berdampak pada beton yang lebih padat dan plastis (Suprianto et , 2. 54/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Selain menggunakan bahan tambahan kimia, peningkatan mutu beton juga dapat dilakukan melalui substitusi sebagian semen dengan material pengganti. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah serbuk kayu. Serbuk kayu, atau sawdust, merupakan limbah hasil dari proses pemotongan atau penggergajian kayu, yang mengandung komponen kimia utama kayu seperti selulosa dan hemiselulosa. Karena sifat alaminya yang berpori, serbuk kayu memiliki kemampuan menyerap air dengan mudah ke dalam pori-porinya (Kurnia & Sabang, 2. hemiselulosa dan lignin dalam kisaran 15% hingga 30% dari berat keringnya. Ketika senyawa-senyawa ini ditambahkan ke dalam campuran beton, komponen tersebut dapat terserap pada permukaan partikel dan meningkatkan daya ikat antar partikel karena sifat adhesifnya. Selain itu, sifat hidrofobik yang dimiliki Kayu memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, yaitu sekitar 70%, serta mengandung oleh material kayu mampu menghambat difusi air di dalam beton (Hasanah & Gunawan, 2. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai jurnal sebelumnya, penggunaan bahan tambah seperti Bestmittel dan pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai substitusi sebagian semen telah menunjukkan potensi dalam meningkatkan kinerja beton, baik dari segi kuat tekan maupun aspek keberlanjutan material. Oleh karena itu, pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dengan menggunakan bahan tambah Bestmittel dan serbuk kayu sebagai pengganti sebagian semen dengan kadar penambahan yang bervariasi. Dalam penelitian ini di ambil kadar maksimum pada penggunaan Bestmittel yaitu 0,4% dari berat semen sesuai dengan dosis rekomendasi produk yaitu 0,2% - 0,6% dari berat semen yang digunakan. Sedangkan serbuk kayu yang digunakan sebagai bahan substitusi sebagian sebagian semen variasinya adalah 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% dari berat semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah nilai kuat tekan minimum beton pada umur 14 hari setelah penambahan Bestmittel sebesar 0,4% dan penggunaan abu serbuk kayu dalam persentase maksimum sebagai substitusi sebagian semen dan berapa nilai ikat awal dan ikat akhir pada campuran yang terdiri dari semen, abu serbuk kayu,dan Bestmittell. METODE Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dipilih sebagai metode utama. Pengumpulan data akan dilakukan melalui beberapa pengujian, dengan fokus pada pengujian kuat tekan beton. Hasil pengujian ini akan dianalisis secara kuantitatif untuk menyimpulkan pengaruh penggunaan abu serbuk kayu dan bahan tambah Besmittel terhadap kekuatan tekan beton. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental labolatorium untuk menguji pangaruh abu serbuk kayu dan Bestmittel dalam campuran beton. Variasi perlakuan dilakukan dengan mengganti sebagian semen dengan abu serbuk kayu dan menambah Bestmittel sesuai persentase yang telah ditentukan. Tahapan pelaksanaan penelitian ini dijelaskan melalui diagram alir sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1. Diagram tersebut menggambarkan urutan kegiatan mulai dari persiapan alat dan bahan, pengujian karakteristik material, perencanaan campuran, pembuatan benda uji, hingga analisis hasil pengujian kuat tekan beton dan e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025/55 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Mulai Persiapan Alat dan Bahan Pengujian Material Agregat Kasar : Analisa saringan Berat jenis Berat volume Kadar air Kadar lumpur Keausan agregat Agregat Halus : Analisa saringan Berat jenis Berat volume Kadar air Kadar lumpur Serbuk kayu : Berat volume Memenuhi Spesifikasi Perencanaan Campuran Pembuatan Benda Uji Pengujian Kuat Tekan Beton Analisa Hasil dan Pembahasan Selesai Gambar 1 Diagram Alir Penelitian 56/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan Karakteristik Agregat Kasar Pemeriksaan karakteristik agregat kasar . atu pecah dengan ukuran 1/. meliputi pemeriksaan berat jenis . pefic gravit. , modulus kehalusan, kadar air, kadar lumpur, berat volume, dan keusan . Hasil pemeriksaan karakteristik agregat dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Agregat Kasar Jenis Pemeriksaan Hasil Spesifikasi Satuan Modulus Kehalusan Kadar Air Kadar Lumpur Berat Volume Apparent Spesific Gravity Bulk Spesific Gravity (SSD Basi. Bulk Spesific Gravity (On Dry Basic Absorbsi Abrasi( Keausa. 7,86 0,50 0,28 1,507 2,57 2,61 2,66 1,29 23,75 6,0-71 0,5-2 2,0-2,9 2,0-2,9 2,0-2,9 <40 Kg/m3 Pemeriksaan karakteristik agregat halus tediri dari berat jenis . pesific gravit. , modulus kehalusan, kadar air, kadar lumpur, berat volume, dan kadar organik. Hasil pemeriksaan karakteristik agregat dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Agregat Halus Jenis Pemeriksaan Hasil Spesifikasi Satuan Modulus Kehalusan Kadar Air Kadar Lumpur Berat Volume Apparent Spesific Gravity Bulk Spesific Gravity (SSD Basi. Bulk Spesific Gravity (On Dry Basic Absorbsi Kadar Organik 2,84 2,90 0,285 1,75 2,68 2,63 2,65 0,86 3,0-5,0 2,0-2,9 2,0-2,9 2,0-2,9 Kg/m3 Pemeriksaan Karakteristik Abu Serbuk Kayu Pemeriksaan karakteristik abu serbuk kayu hanya dilakukan satu pemeriksaan saja terdiri dari berat volume. Hasil pemeriksaan karakteristik abu serbuk kayu dapat dilihat pada tabel 3 Tabel 3 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Abu Serbuk Kayu No Jenis Pemeriksaan Berat Volume Hasil 1,03 Spesifikasi Satuan Mix Design (Perencanaan Campura. Perencanaan campuran beton dengan bahan campuran abu serbuk kayu dan bahan tambahan bestmittel dilaksanakan dengan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 2012. Hasil perhitungan campuran dapat dilihat pada Tabel 4 Hasil Mix Design untuk 25 Kubus Variasi Bahan (K. Air Semen 3,96 3,96 3,96 3,96 3,96 6,53 6,47 6,40 6,34 6,27 Agregat Kasar 18,72 18,72 18,72 18,72 18,72 Agregat Halus 15,99 15,99 15,99 15,99 15,99 Bestmittel % Abu serbuk Kayu 0,066 0,132 0,198 0,264 0,330 e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025/57 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Hasil Uji Kuat Tekan Beton Pengujiuan kuat tekan beton pada penelitian ini, dilakukan setelah beton burumur 14 hari, yang terdiri dari 5 variasi beton dengan jumlah sampel yaitu 25 buah. Uji kuat tekan beton dilakukan dengan mengguakan alat uji kuat tekan (Compression Testing Machin. Dari hasil uji kuat tekan beton yang dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Gorontalo, setelah beton berumur 14 hari dari hasil perawatan di dapatkan nilai kuat tekan beton dengan presentase 1% abu serbuk kayu dan 0,4% bahan tambah Bestmittel yaitu sebesar 244,95 Kg/cm2 atau 19,94 Mpa. Untuk beton dengan presentase 2% abu serbuk kayu dan 0,4% bahan tambah Bestmittel sebesar 206,22 Kg/m2 atau 19,08 Mpa. Untuk beton dengan presentase 3% abu serbuk kayu dan 0,4% bahan tambah Bestmittel sebesar 174,22 Kg/m2 atau 16,12 Mpa. Untuk beton dengan presentase 4% abu serbuk kayu dan 0,4% bahan tamabah Bestmittel sebesar 131,56 . Kg/m2 atau 12,17 Mpa. Untuk beton dengan presentase 5% abu serbuk kayu dan 0,4% bahan tamabah Best mittel sebesar 107,56 Kg/m2 atau 9,95 Mpa. Hasil uji kuat tekan tersebut, menunjukan adanya penurunan nilai kuat tekan beton pada umur beton 14 hari, semakin besar presentase abu serbuk kayu yang di gunakan, maka akan semakian menurun nilai kuat tekan pada beton. Adapun hasil nilai Perkembangan penambahan abu serbuk kayu dan Bestmittel kedalam beton Admixture dengan kuat tekan 14 hari dan hasil analisis hasil uji kuat tekan dapat dilihat pada gambar 2. Kuat Tekan 14 Hari (MPa Kuat Tekan MPa y = -0,1609x2 - 1,7861x 22,622 RA = 0,9855 Persentase abu serbuk kayu Gambar 2. Grafik Hasil Analisis kuat tekan Pemeriksaan waktu ikat awal dan akhir semen Pada hasil pemeriksaan waktu ikat awal dan akhir semen dengan komposisi campuran semen,abu serbuk kayu,dan Bestmittel. variasi 1% waktu ikat awal penetrasi 25 mm pada menit ke 60, waktu ikat akhir Penetrasi 0 mm menit ke variasi 2% waktu ikat awal penetrasi 25 mm pada menit ke 66, waktu ikat akhir Penetrasi 0 mm menit ke 120. Variasi 3% waktu ikat awal penetrasi 25 mm pada menit ke 69,waktu ikat akhir Penetrasi 0 mm pada menit ke 135. Variasi 4% Waktu ikat awal penetrasi 25 mm pada menit ke 75, waktu ikat akhir Penetrasi 0 mm pada menit ke 150. Variasi 5% waktu ikat awal penetrasi 25 mm pada menit ke 77,waktu ikat akhir penetrasi 0 mm pada menit ke 150. 58/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 14 hari, diperoleh bahwa penambahan 0,4% Bestmittel dan penggunaan abu serbuk kayu sebagai substitusi sebagian semen memberikan variasi nilai kuat tekan beton. Nilai minimum diperoleh pada campuran dengan substitusi optimum abu serbuk kayu sebesar 2%, yang menghasilkan kuat tekan sebesar 19,08 Mpa. Hasil pengujian waktu ikat menggunakan campuran semen,abu serbuk kayu,dan Bestmittel menunjukan bahwa:Campuran dengan 1% abu serbuk kayu dan 0,4% Bestmittel waktu ikat awal 60 menit, waktu ikat akhir 120 menit. Campuran dengan 2% abu serbuk kayu dan 0,4% Bestmittel waktu ikat awal 66 menit, waktu ikat akhir 120 menit. Campuran dengan 3% abu serbuk kayu dan 0,4% Bestmittel waktu ikat awal 69 menit, waktu ikat akhir 135 menit. Campuran dengan 4% abu serbuk kayu dan 0,4% Bestmittel waktu ikat awal 75 menit, waktu ikat akhir 150 menit. Campuran dengan 5% abu serbuk kayu dan 0,4% Bestmittel waktu ikat awal 77 menit, waktu ikat akhir 150 menit. Dengan demikian, penggunaan abu serbuk kayu dan Bestmittel memengaruhi kinerja awal beton, baik dari segi kekuatan maupun waktu pengerasan akan lebih lama. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimah kasih penulis tunjukan kepada seluruh dosen,mahasiswa,dan laboran di program Studi Teknik Sipil Universitas Gorontalo yang telah membantu dalam kegiatan penelitian dan penulisan artikel ini. REFERENSI