RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SMAN 1 KUTAMAKMUR Muliani 1*. Agustia Azni2. Syarifah Rita Zahara1 Dosen1. Mahasiswa2 Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas Malikussaleh *Korespondensi: muliani@unimal. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, . tingkat kepercayaan diri pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 1 Kutamakmur . ariable ycu1 ), . Tingkatkecemasan komunikasi interpersonal pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 1 Kutamakmur . ariabel ycu2 ), dan . hubungan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal terhadap perilaku belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 1 Kutamakmur. Metode penelitian bersifat kuantitatif. Sampel berjumlah 31 siswa yang diambil melalui teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data untuk kepercayaan diri, kecemasan komunikasi interpersonal dan perilaku belajar ketiganya menggunakan angket. Teknik analisis data variabel kepercayaan diri . cu1 ), dan kecemasan komunikasi interpersonal . cu2 ) menggunakan analisis deskriptif dan variabel perilaku belajar (Y) menggunakan inferensial yaitu regresi linear berganda dengan uji F. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif diperoleh bahwa mayoritas siswa kelas X SMAN 1 Kutamakmur memiliki kepercayaan diridalam kategori sedang dengan skor sebesar 45%, dan mayoritas siswa kelas X SMAN1 Kutamakmur memiliki kecemasan komunikasi interpersonal dalam kategori sedang dengan skor sebesar 70%, hasil analisis regresi linear berganda menggunakan uji F dapat diketahui Hasil uji hipotesis diperoleh F hitung0,05 maka Ho diterima, artinya Ada hubungan negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal secara bersama-sama terhadap perilaku belajar. Kata Kunci: Kepercayaan Diri. Kecemasan Komunikasi Interpersonal. Perilaku Belajar. THE RELATIONSHIP BETWEEN CONVIDENCE AND COMMUNICATION ANXIETY THE INTERPERSONAL BEHAVIOR OF STUDENTS ON THE PHYSICS SUBJECTS IN THE X CLASS SMAN 1 KUTAMAKMUR Abtrack: The purpose of this lesearch is to know, . The level of confidence in the class of physics, in the class X SMAN 1 Kutamakmur . ariable X. , . The level of interpersonal communicition anxiety on physics subjects in the X class SMAN 1 Kutamakmur . ariable X. , . The relationship between convidence and communication anxiety the interpersonal behavior of students on the physics subjects in the X class SMAN 1 Kutamakmur. The researchb methods arc quantitative. There are 31 students taken through the random sampling Data collection instruments for confidence, interpersonal communicatoin anxiety and learning behavior all there uses the angket. Data analysis technique ycu1 danycu2 using deducative analysis of a variable (Y) using inferential that is regression linear withthe test (F). Based on the data analysis using descriptive statistics found thatbthe students majority in the X class of SMAN 1 Kutamakmur has a modest self Aeconfidence rating at the high of 45% and the majority of in the X class of SMAN 1 Kutamakmur have interpersonal communication anxiety in the medium category at a score of 70% regresion analysis results, multiple lenear used test (F) to know the results of the hypothesis test are obtained (F) count RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 0,05 the Ho received, meaning there is a nigative an significant connection between confidence and self-contained interpersonal communication anxiety together against learning behavior . Keyword: Confidence. Communication Anxiety Interpersonal. Educational Behavior. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi agar menjadi dewasa dan mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi (Fajriani, 2. Kepercayaan diri merupakan keyakinan individu akan kemampuan yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan untuk mencapai kesuksesan yang dituju. Kepercayaan diri seseorang yang rendah maka komunikasi interpersonal rendah/kurang efektif, dan sebaliknya kepercayaan diri seseorang tinggi makan komunikasi interpersonal akan baik dan efektif. Hal tersebut akan menyebabkan individu mengalami kesulitan dalam mengembangkan potensi diri yang dimiliki dan menghadapi permasalahan yang akan dialami, hingga akhirnya dapat minimbulkan kecemasan dalam berinteraksi karena individu tidak yakin akan kemampuan yang dimiliki (Arif, 2. Komunikasi interpersonal merupakan interaksi antarindividu baik langsung atau tidak langsung, saling mempengaruhi dan tujuan yang sama untuk mengembangkan suatu hubungan (Beebe & Mark, 2. Pada kenyataan sekarang bahwa tidak semua individu yang memeliki kepercayaan diri yang tinggi, seperti siswa/i di SMAN 1 Kutamakmur dari kelas X-XII pernah mengalami hal tidak menyenangkan atau cemas ketika berlangsungnya pembelajaran fisika, sehingga mereka tidak tertarik untuk mengikutinya. Hal ini berimplikasi pada perubahan perilaku belajar siswa. Banyaknya siswa menghadapi persoalan dengan mata pelajaran disebabkan mata pelajaran yang menuntut waktu dan pikiran yang banyak. Sebagian mata pelajaran yang dianggap menimbulkan masalah ialah ilmu pasti dan pengetahuan alam, seperti fisika, matematika, biologi dan kimia. Hal ini disebabkan adanya persepsi siswa yang menganggap mata pelajaran tersebut memiliki tingkat kesulitan karena banyak istilah-istilah dan rumus- rumus yang harus dikuasai, oleh karena itu, siswa tidak berminat mempelajari mata pelajaran dimaksud, hal ini berimplikasi pada perubahan perilaku belajar yang dialami oleh siswa. Selain faktor kesulitan tersebut ada juga faktor lain yang ikut mempengaruhi perilaku belajar siswa yaitu kepercayaan diri pada siswa dan kecemasan komunikasi interpersonal. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika di SMAN 1 kutamakmur terlihat bahwa tidak ada intensitas siswa untuk melakukan komunikasi, dan terkait dengan permasalahan kecemasan komunikasi interpersonal memperoleh bahwa ketika awal masuk sekolah di SMAN 1kutamakmur mereka menghadapi lingkungan baru dan mulai mempelajari materi fisika yang begitu banyak rumusnya dan banyak menuntuk waktu untuk memahaminya sehingga sulit untuk dipelajari. Dan ketika berlangsungnya pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan mereka kurang percaya diri untuk menjawab dikarenakan mereka kurang memahami materi, dan takut menjawab karena cemas ditertawakan temannya jika salah tanggapan yang diajukan kepada guru. Dan hasil tanya jawab 5 siswa di SMAN 1 kutamakmur bahwa mereka mengalami hal yang tidak menyenangkan ketika masuk pelajaran fisika dan tidak berani mengeluarkan pertanyaan dan pendapatnya dketika berlangsungnya pembelajaran melainkan hanya duduk, diam, memperhatikan apa yang dijelasakan saja, dan sebagian hanya bermain- main dikelas. RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepercayaan diri siswa pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 1 Kutamakmur, bagaimana tingkat kecemasan komunikasi interpersonal siswa pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 1 Kutamakmur, apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal terhadap perilaku belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 1 Kutamakmur. Tujuan dari permasalahn yang terjadi yaitu: untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa pada mata pelajaran fisika SMAN 1 Kutamakmur, untuk mengetahui tingka kecemasan komunikasi interpersonal siswa pada mata pelajaran fisika SMAN 1 Kutamakmur, untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal terhadap perilaku belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 1 Kutamakmur. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat mengetahui tingkat kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal yang dimiliki oleh siswa SMAN 1 kutamkmur. Dan solusi dari permasalahnnya yaitu meningkatkan kepercayaan diri dengan mengidentifikasi penyebab rendahnya rasa percaya diri, berpikir positif, prestasi, berani mencoba hal-hal METODE Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 kutamakmur berjumlah 45 siswa, dalam penelitian ini mengambil sampel 31 siswa dengan menggunakan rendom sampling. Metode yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kuantitatif korelasional karena data atau informasi yang dikumpulkan diwujudkan dalam bentuk kuantitatif atau angka-angka, dan dikatakan korelasi karena penelitian ini mencari hubungan antara 3 variabel, yaitu kepercayaan diri (X. , kecemasan komunikasi interpersonal (X. dan perilaku belajar siswa(Y). Adapun instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket atau skala rikert. Yaitu: Angket/ kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang diakukan dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiono, 2. Kepercayaan Diri dan Kecemasan komunikasi interpersonal Tabel 1 Interval Nilai Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Interval Nilai Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Saifuddin Azwar . 3: 147-. Tabel 2 Kisi- Kisi Kepercayaan Diri Aspek Memiliki rasa Indikator Tidak takut diejek teman ketika menjawab pertanyaan dari guru Mampu beradaptasi dengan materi fisika dan lingkungan Jumlah soal Nomor soal RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 Menghargai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Yakin pada diri sendiri dalam mengatasi materi dalam fisika Tidak Memahami diri sendiri dan peduli 9,11 mementingkan terhadap orang lain diri sendiri dan Dapat menerima masukan yang dari 8,10 26, 27 orang lain Melakukan tindakan sesuai dengan 12,15 4 Ambisi normal Dapat mempertanggungjawabkan setiap tindakan yangdilakukan Melakukan tindakan tanpa 13,16 bergantung pada orang lain Mandiri Berusaha untuk mengerjakan tugas 14,18 tanpa bantuan orang lain Memiliki keyakinan dalam melakukan suatu tindakan/ tugas 31,33 yang diberikan guru Optimis Memiliki harapan mengenai dirinya di masa depan Jumlah Total: 34 Ayu lea LailatussaAodiah . Tabel 3 Kisi- Kisi Instrume Kecemasan Komunikasi Interpersonal Jumlah soal Nomor soal Aspek Indikator kurang minat untuk 1,3,6 melakukan komunikasi Unwillingness Berusaha untuk menghindari 7,9,12 19,21,22 Tidak ada penghargaan yang diberikan oleh orang lain ketika berkomunikasi. Unrewarding Kekhawatiran terhadap situasi yang dapat 4,10 18,23 menimbulkan kecemasan Ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi situasi 8,11,14 20,25 Uncontrol Munculnya perasaan terancam akibat adanya 13,15 reaksi dari orang lain Jumlah Total 25 Ayu lea LailatussaAodiah . Tabel 4 Kisi- Kisi Instrument Perilaku Belajar Yakin pada RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Aspek Kebiasaan Ketrampilan Pengamatan . Sikap Inhibsi tingkah laku Indikator Senantiasa memperhatikan keterangan dari guru selama jam pelajaran berlangsung. Membuat catatan rumusrumus yang penting setelah Meminjam cataan teman apabila tidak masuk kelas karena kegiatan lain. Keterampilan dalam hal belajar kelompok Pengamatan tentang siswa yang mengerjakan soal namun belum diajarkan oleh guru mata pelajaran. Membaca untuk mengetahui rumus-rumus Lebih sering menghafalkan rumus ditengah kegiatan lain. Mengerjakan soal- soal untuk mengasah kemampuan Meminta bantuan teman jika mengalami kesulitan. Sering berdiskusi untuk memecahkan masalah dalam Selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Membaca buku mengenai Mudah bosan dalam hal Belajar lebih giat lagi jika mendapatkan nilai yang jelek. Ketakutan jika ketinggalan mata pelajaran Jumlah Total: 44 Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 Jumlah soal Nomor soal 25,28 8,12 26,32 14,19 34,37 13,15 16,18 27,29 20,24 21,23 Dokumentasi adalah cara mengumpulkan data Pada tehnik ini, peneliti dimungkinkan memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat (Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan, 2. RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kepercayaan Diri Tabel 5 Deskriptif Data Kepercayaan Diri Variabel Jumlah Item Statistik Skor Minimum Kepercayaan Skor Maksimum Diri Mean Skor Grafik Distribusi Frekuensi Kategori Kepercayaan Diri Persentase Kategori 0% 0 Gambar 1 Grafik Distribusi Frekuensi Kategori Kepercayaan Diri Kecemasan Komunikasi Interpersonal Tabel 6 Deskripsi Data Kecemasan Komunikasi Interpersonal Jumlah Variabel Statistik Skor Item Skor Minimum Kecemasan Skor Maksimum Komunikasi Mean Interpersonal Grafik Distribusi Frekuensi Kategori Kecemasan Komunikasi Interpersonal Persentase Kategori 0% 0 0% 0 0% 0 Gambar 2 Grafik Distribusi Frekuensi Kategori Kecemasan Komunikasi Interpersonal Hubungan ketiga Variabel hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai F seperti pada tabel berikut Uji F digunakan untuk melihat hubungan ketiga variable. Tabel 7 Hasil Uji F Variabel Sig RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi 2,218 perilaku belajar Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 0,128 Karena F hitung < F tabel. ,218<3,. , dengan nilai signifikan 0,128> 0,05 maka Ho diterima, artinya Ada hubungan negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal secara bersama-sama terhadap perilaku Pembahasan Tingkat Kepercayaan Diri siswa kelas X SMAN 1 Kutamakmur Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulakan bahwa sebagian besar siswa kelas X SMAN 1 Kutamakmur memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedang. Hal ini dapat diketahui dari hasil data angket penelitian yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat 17 siswa dengan persentase 45% berada pada kategori sedang, dan jumlah yang berada pada kategori tinggi terdapat 12 siswa dengan persentase 40%, sedangkat yang berada pada kategori rendah terdapat 1 siswa dengan persentase 7%, kemudian pada kategori sangat tinggi terdapat 1 siswa dengan persentase Tingkat kepercayaan diri pada individu berbeda-beda. Perbedaan kepercayaan diri yang dimiliki oleh individu tidak muncul begitu saja. Perbedaan tersebut dapat diprediksi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal ((Yulan, 2. Tingkat kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Kutamakmur kebanyakan siswa laki- laki yang rendah dibandingkan perempuan, terlihat dari siswa laki- laki tidak berani mengutarakan pendapat dan tidak berani bertanya akan suatu hal yang tidak dimengerti. Dan sebaliknya siswa laki- laki mengutarakan pendapat dan bertanya bukan diwaktu yang tepat melainkan mengolok- olok teman yang lain. Melainkan siswi, mereka mempergunakan kemampuaannya pada waktu dan tempat yang tepat. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa kelas X SMAN 1 Kutamakmur memiliki tingkat kepercayaan diri dalam kategori sedang dengan skor mencapai 45%. Tingkat Kecemasan Komunikasi interpersonal siswa kelas X SMAN 1 Kutamakmur Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terlihat bahwa sebagian besar siswa kelas X SMA Negeri 1 Kutamakmur memiliki tingkat kecemasan komunikasi interpersonal yang sedang. Hal ini dapat diketahui dari hasil data angket penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada siswa dalam kategori sangat tinggi dengan persentase 0%, tidak ada siswa yang berkategori tinggi dengan persentase 0%, terdapat 26 siswa dalam kategori sedang dengan persentase 70%, dan terdapat 5 siswa yang berada pada kategori rendah dengan persentase 30%, dan tidak ada siswa dalam kategori sangat rendah dengan persentase 0%. Pada penelitian ini, kecemasan komunikasi interpersonal menitikberatkan pada kecemasan yang dialami oleh individu untuk melakukan komunikasi interpersonal dengan teman, guru dan kecemasan mengenai penilaian orang lain tentang dirinya. Hal tersebut dapat dinilai melalui 3 aspek yang dikemukakan oleh Burgoon & Ruffner . dalam (Lailatussa'diyah, 2. yaitu tidak adanya minat untuk berkomunikasi . , tidak adanya penghargaan dalam komunikasi . , dan rendahnya kontrol terhadap situasi komunikasi . Hal yang terjadi dilapangan terlihat bahwa siswa/siswi melakukan komunikasi tidak sesuai dengan pembahasan, melainkan mereka berkomunikasi membahas hal- hal diluar RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 Dan ketika berkomunikasi mereka khususnya laki- laki asal lepas . idak ada contro. yang tidak berfaedah. Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa tingkat Kecemasan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X di SMAN 1 Kutamakmur termasuk pada kategori sedang dengan persentase 70%. Hal ini sejalan dengan Penelitian terdahulu yang membahas mengenai Penelitian mengenai hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan komunikasi interpersonal telah dilakukan oleh (Diah, 2. Subjek untuk kedua penelitian ini adalah mahasiswa UII Yogyakarta dan siswa kelas VII dan Vi di SLTPN 1 Lumbang. Pasuruan. Hasil kedua penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan komunikasi interpersonal. Individu yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan memiliki kecemasan komunikasi interpersonal individu tersebut rendah, sedangkan individu yang memiliki kepercayaan diri yang rendah tentu akan mempengaruhi kecemasan komunikasi interpersonalnya. Penelitian mengenai hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek pada mahasiswa UST yang dilakukan oleh (Novita & TA. Prapancha, 2. bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dan perilaku menyontek di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yakni semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin rendah perilaku menyontek, semakin rendak kepercayaan diri maka semakin tinggi perilaku menyontek. Hubungan kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal terhadap perilaku belajar siswa Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menggunakan uji F dapat diketahui Hasil uji hipotesis diperoleh ada hubungan negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal terhadap perilaku belajar. Artinya, semakin tinggi kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal rendah maka perilaku belajar tinggi, begitu pula sebaliknya, semakin rendah kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal tinggi maka semakin rendah perilaku belajar siswa. Karena F hitung < F table. ,218<3,. , dengan nilai signifikan 0,128> 0,05 makaHo diterima, artinya Ada hubungan negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal secara bersama-sama terhadap perilaku belajar. Perilaku belajar siswa rata- rata memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan kecemasan komunikasi interpersonal yang rendah maka perilaku belajarnya rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan perwujudan perilaku belajar (Syah Dr. Muhibbin, 2. kebiasaan, keterampilan, pengamatan, berpikir asosiatif, berpikir rasional, sikap, inhibisi, dan tingkah laku afektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku belajar adalah kecemasan komunikasi interpersonal, dan faktor yang mempengaruhi kecemasan komunikasi interpersonal salah satunya kepercayaan diri. Ketiga variabel tersebut saling Penelitian mengenai hubungan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal dengan perilaku belajar pada mata pelajaran fisika kelas x MAN 2 Model Makassar yang dilakukan oleh (Abdul Maji. bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunimasi interpersonal dengan perilaku belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas x MAN 2 model Makassar. Perbedaan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu sampel penelitian yang sedikit sehingga hasilnya tidak signifikan. RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index Oktober 2020. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas kepercayaan diri siswa kelas X SMA Negeri 1 Kutamakmur termasuk dalam kategori sedang dengan skor mencapai 45%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas kecemasan komunikasi interpersonal siswa kelas X SMAN 1 Kutamakmur termasuk dalam kategori sedang dengan skor 70%. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menggunakan uji F dapat diketahui Hasil uji hipotesis diperoleh F hitung < F tabel . ,218<3,. , dengan nilai signifikan 0,128> 0,05 maka Ho diterima, artinya Ada hubungan negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal secara bersama-sama terhadap perilaku belajar. Artinya, kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal yang sedang pada penelitian ini maka ada hubungan negatif dan signifikan terhadap perilaku belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA