Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Mustar Aman1*. Joni Iskandar2. Ipang Sasono3. Nuri Wiyono4. Yunianto Agung Nugroho5. Adiyanto6. Suroso7, 1,2,3,4,5,6,7 Dosen Tetap. Universitas Insan Pembangunan Indonesia Email: mustarstmik@gmail. com, 2joniiskandar. chaniago@gmail. com, 3ipangsasono@gmail. ,4nwiyono. ip@gmail. com, 5yunianto. nugroho76@gmail. com, 6adiet031170@gmail. ip@gmail. ABSTRAK Pendidikan Sekolah Dasar merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencentak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti, dan santun serta mampu menyelesaikan permasalahan dilingkungannya. Banyak orang tua yang memilih sekolah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena keunggulan yang ditawarkan. Dalam pengambilan keputusan untuk sekolah yang baik dan tepat pasti bukanlah suatu hal yang mudah, hal tersebut karena banyaknya pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan untuk mendapat suatu pilihan sekolah yang tepat dan sesuai dengan keinginan orang tua dan anak, serta banyaknya pilihan Sekolah Dasar, sehingga membingunkan para orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pertimbangan dalam membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan pemilihan Sekolah Dasar yang terbaik. Peneliti menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), karena merupakan metode yang memiliki struktur yang berhirarki serta memberikan kemudahan dalam menyederhanakan suatu permasalahan dari kriteria yang kompleks dengan berbagai pilihan alternatif yang ada. Hasil dari penelitian ini adalah berupa perangkat lunak yang mendukung konsep digital, sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dalam pemilihan Sekolah Dasar, sehingga menghasilkan hasil yang lebih konsisten serta yang dihasilkan adalah berdasarkan urutan ranking dari setiap alternatif yang ada. Perhitungan metode AHP ini terdapat empat kriteria yang menjadi tolak ukur dalam melakukan pemilihan sekolah yaitu, biaya, kualitas sekolah, capaian lulusan, serta bakat dan minat siswa. Kata kunci: SPK. SD. AHP PENDAHULUAN Menurut UUD 1945. Pengertian Pendidikan Sekolah Dasar merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencentak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti, dan santun serta mampu menyelesaikan permasalahan Pendidikan sekolah dasar adalah pendidikan anak yang berusia 7 sampai 13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan sosial budaya. Disekolah dasar inilah siswa dituntut untuk menguasai kesemua bidang studi, bagaimana cara menyelesaikan masalah (Riyanto. , dkk. , 2021: Sasino. , 2. Akan tetapi, pembelajaran tidak hanya dilakukan di sekolah saja, diluar sekolah pun sama saja itu merupakan suatu Banyak orang tua yang memilih sekolah ini untuk pendidikan anakanaknya ditawarkan (Aman. , 2. Dalam pengambilan keputusan untuk sekolah yang baik dan tepat pasti bukanlah suatu hal yang mudah, hal tersebut karena banyaknya pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan untuk mendapat suatu pilihan sekolah yang tepat dan sesuai dengan keinginan orang tua dan anak, serta banyaknya pilihan Sekolah Dasar. sehingga membingungan para orang Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pertimbangan dalam membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan pemilihan Sekolah Dasar yang terbaik (Astuti. , & Saragih. , 2. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode AHP (Analytical hierarchy Proces. (Aman. Metode ini merupakan salah satu model pengambilan keputusan multi kriteria yang dapat membantu kerangka berpikir manusia di mana faktor logika, pengalaman, pengetahuan, emosi, dan rasa dioptimasikan ke dalam suatu proses sistematis. AHP adalah metode pengambilan keputusan yang dikembangkan untuk pemberian prioritas beberapa alternatif ketika beberapa kriteria harus dipertimbangkan, serta mengijinkan pengambil keputusan . ecision maker. untuk menyusun masalah yang kompleks ke dalam suatu bentuk hirarki atau serangkaian menghasilkan hasil yang lebih konsisten serta yang dihasilkan adalah berdasarkan urutan ranking dari setiap alternatif yang Hasil perhitungan metode AHP ini terdapat empat kriteria yang menjadi tolak ukur dalam melakukan pemilihan sekolah yaitu, biaya, kualitas sekolah, capaian lulusan, serta bakat dan minat siswa. Adapun konsep dasar metode AHP adalah Penyusunan Hirarki Hirarki adalah abstraksi struktur suatu sistem yang mempelajari fungsi interaksi antara komponen dan juga dampakdampaknya pada sistem. Penyusunan hirarki atau struktur keputusan dilakukan untuk menggambarkan elemen sistem Penentuan Prioritas Untuk setiap kriteria dan alternatif, kita harus melakukan perbandingan berpasangan yaitu membandingkan setiap elemen dengan elemen lainnya pada setiap tingkat hirarki secara berpasangan sehingga di dapat nilai tingkat kepentingan elemen dalam bentuk Untuk mengkuantifikasikan pendapat kualitatif tersebut digunakan skala penilaian sehingga akan diperoleh nilai pendapat dalam bentuk angka . Nilai- nilai perbandingan relative kemudian diolah untuk menentukan peringkat relatif dari seluruh alternatif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Sekolah Dasar mana yang terbaik untuk tempat anak bersekolah serta didukung dengan konsep digital (Aman. Aman. Aman. Aman. , dkk. , 2021. METODE PENELITIAN Dalam menggunaan metode AHP . nalytical hierarchy proces. untuk menyelesaikan masalah pengambilan keputusan, dalam menyelesaikan masalah tersebut ada langkahlangkah penyelesaiaan dalam penelitian ini, langkah-langkah sekaligus bisa dijadikan metodologi dalam Secara teknis dan pada dasarnya dalam metode AHP terdiri dari prinsip prinsip dasar dalam memahami AHP (Resky Kestar. , 2022. Zulfiandri. , dkk. , 2. Adapun prinsip dasar tersebut menurut yaitu : Menyusun Hirarki Persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hirarki. Gambar 1. Struktur Hirarki AHP Pembobotan kriteria dengan AHP. Pembobotan kriteria ini dilakukan untuk mengetahui bobot kriteria yang ada pada struktur hirarki. Pengujian Pengujian konsistensi ini dilakukan untuk mengetahui apakah bobot nilai dari kriteria sudah konsisten atau tidak. Kalau tidak konsisten maka akan dilakukan revisi perhitungan atau dilakukan pembobotan kriteria ulang. Perhitungan konsistensi adalah menghitung Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 penyimpangan dari konsistensi nilai, dari penyimpangan ini disebut Indeks Konsistensi dengan persamaan CI= penelitian serta berakhir pada penyusunan Dalam tahapan kedua penulis mengumpulkan data berdasarkan populasi yang telah ditentukan. Namun populasi dalam penelitian ini sangatlah luas sehingga penulis menggunakan sampel dari populasi Kemudian ditentukan instrumen penelitian untuk mengukur variabel yang sedang diteliti. Instrumen yang digunakan berupa penyebaran kuesioner, observasi, serta wawancara. Setelah data sudah terkumpul dilakukan tahap analisis data untuk menjawab dari suatu rumasan masalah dan hipotesis menggunakan metode yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan kemudian disajikan dan diberikan pembahasan secara detail. Di tahapan ketiga merupakan tahapan akhir yang mana setelah pembahasan dijelaskan, penulis menarik sebuah kesimpulan dari keseluruhan penelitian dan kemudian dilakukan penulisan laporan dari hasil penelitian itu sendiri. Dikarenakan populasi yang akan diteliti sangatlah luas dan memakan biaya yang cukup besar serta waktu penelitian ini menggunakan sampel penelitian. Sampel merupakan bagian atau mewakili dari sebuah Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data digunakan teknik sampling dalam pengambilan sampel, penulis menggunakan probability sampling. max -n Dimana max = eigen value maksimum n = ukuran matriks. Perbandingan antara CI dan RI untuk suatu CR= Matriks perbandingan dapat diterima jika nilai rasio konsistensi (CR) O 0,1. Menghitung bobot alternatif Dalam tahap ini menghitung alternatif dari setiap kriteria untuk mengetahui bobot antar Dan selanjutkan digabung dengan cara mengalikan dari setiap bobot kriteria, dan alternatif. Analisa data Analisa data yaitu untuk melihat hasil dari pengolahan data yaitu siswa yang diprioritaskan, sehingga bisa dijadikan acuan untuk pelihan terbaik bagi Ada menyusun penelitian ini. Dalam tahap kesatu keputusan dalam pemilihan sekolah berbasis mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dalam proses pemilihan sekolah yang nantinya akan dibuatkan rumusan masalah (Aman. , dkk. , 2024: Aman. and Suroso. , 2. Kemudian penulis melakukan studi pendahuluan untuk mengumpulkan beberapa informasi yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti penyelesaiannya dan nantinya dari hasil tersebut dapat digunakan dalam penyusunan permasalahan tersebut dengan merumuskan Permasalahan yang sedang diteliti akan dibuktikan kebenarannya melalui dugaan atau jawaban sementara yang disebut Selanjutnya menentukan sample HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk memperoleh hasil data yang dibutuhkan dalam penelitiaan ini, peneliti melakukan penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang mana dari hasil kuesioner tersebut akan diolah sehingga dapat dijadikan sebagai pemecah suatu masalah dalam hal pemilihan Sekolah Dasar. Dalam pengolahan hasil penelitian maka penulis menetapkan langkah-langkah metode AHP diantaranya yaitu membuat hirarki, penilaian kriteria dan alternatif yaitu dengan cara membuat matriks perbandingan berpasangan, menentukan prioritas dan bobot, serta menguji konsistensi logis, kemudian ditentukan hasil akhir dari perhitungan (Aman. , dkk. , 2024. Prasetyo. , dkk. Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 Perhitungan proses AHP Capaian Lulusan Bakat & Minat Siswa Tabel 3. Matriks Perbandingan BerpasanganKriteria Biaya SDIT Negri Swasta Umum SDIT SD Negri SD Swasta Umum Kriteria Gambar 2. Struktur Hirarki Pemilihan Tabel 1. Kriteria Utama Kriteri Biaya Kualitas Sekolah Capaian Lulusan Bakat & Minat Siswa Tabel 4. Matriks Perbandingan Kriteria Kualitas Sekolah Dasar Penjelasan Biaya yang menjadi pilihan adalah biaya sekolah yang terjangkau atau Kualitas yang dimaksud adalah fasilitas sekolah, lingkungan belajar, pengajaran agama, penanaman nilai nilai yang baik serta penerapan kedisiplinan. Tujuan akhir lulusan yang dimaksud adalah lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi atau dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Bakat dan minat yang dimaksud adalah memilih sekolah sesuai dengan bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. Baiya Kualitas Sekolah Capaian Lulusan Bakat Minat Siswa Biaya Kualitas Sekolah Negri Swasta Umum SDIT SD Negri SD Swasta Umum Tabel 5. Matriks Perbandingan Kriteria Capaian Lulusan SDIT Negri Swasta Umum SDIT SD Negri SD Swasta Umum Kriteria Tabel 2. Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Utama Kriteria SDIT Kriteria Tabel 6. Matriks Perbandingan Kriteria Minat & Bakat Siswa SDIT Negri Swasta Umum SDIT SD Negri SD Swasta Umum Kriteria Tabel 7. Nilai Eigen Vector Kriteria Utama Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 0,061538 0,102564 0,369231 e-ISSN : 2686-6382 0,030471 0,641026 0,333333 0,554017 0,527907 0,416667 1,98094 0,553846 0,128205 0,277008 0,166667 1,125726 0,015385 0,128205 0,138504 0,083333 0,365427 0,13198 Eigen Vector 0,49523 0,28143 0,09136 Tabel 7. Nilai Eigen Vector Kriteria Biaya 0,11111 0,55556 0,13793 0,33333 0,68966 0,06191 0,17241 0,75047 0,31096 0,18762 1,99568 0,10365 Eigen Cector 0,69336 0,66523 0,23112 Tabel 7. Nilai Eigen Vector Kriteria Kualitas Sekolah Dasar 0,70922 0,11348 0,83333 0,17730 0,13889 0,40000 0,02778 0,50000 1,94255 0,10000 0,75236 0,64751 Eigen Cector 0,30508 0,25078 0,10169 Tabel 8. Nilai Eigen Vector Kriteria Capaian Lulusan 0,74627 0,10448 0,84848 0,14925 0,12121 0,50000 0,03030 0,40000 2,09475 0,10000 0,62569 0,69825 Eigen Cector 0,27956 0,20856 0,09319 Tabel 9. Nilai Eigen Vector Kriteria Minat dan Bakat Siswa 0,67114 0,22148 0,10738 0,71429 0,23810 0,04762 0,50000 0,41667 0,08333 1,88543 0,87624 0,23833 Gambar 3. Struktur Hirarki Hasil Perhitungan 0,62848 Eigen Cector 0,29208 0,07944 Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 Setelah dilakukan perhitungan data dari kriteria utama dan alternatif, selanjutnya dilakukan perhitungan perkalian gabungan antara kriteria dengan masing-masing alternatif berdasarkan kriteria, perhitungan tersebut dilakukan dengan cara mengalikan gabungan nilai vektor eigen masing-masing alternatif utama berdasarkan kriteria dengan nilai vektor eigen kriteria utama dan hasil dari perkalian tersebut disebut dengan nilai vektor eigen Keputusan (Iskandar. , dkk. , 2024. Nugroho. , dkk. , 2. Berikut adalah cara perhitungan untuk menentukan nilai vektor eigen Keputusan : Gambar 5. Form hasil akhir perhitungan Tampilan output LAPORAN HASIL PERHITUNGAN PEMILIHAN SEKOLAH DASAR TERBAIK PADA KECAMATAN TIGARAKSA-TANGERANG Tabel 10. Proses Perhitungan SDIT SD Negri SD Swasta Umum 0,10365 0,66523 0,23112 0,13198 0,64752 0,25079 0,10169 0,49523 0,69825 0,20856 0,09319 0,28143 0,62848 0,29208 0,07944 0,09136 Tanggal : 1-/5/2024 Kode SPK : SPK 001 Alternatif SDIT SDN SD Swasta Umum Tabel 11. Hasil akhir perhitunga SDIT 0,588278 SD Negri 0,297373 SD Swasta Umum 0,114348 Hasil Perhitungan 0,58828 0,29737 0,11435 Gambar 6. Laporan hasil akhir perhitungan KESIMPULAN Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan oleh penulis selama penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Pertimbanganpertimbangan atau kriteria yang telah ditentukan dalam penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dan terdapat empat kriteria diantaranya yaitu. Kriteria Biaya. Kriteria Kualitas Sekolah. Kriteria Capaian Lulusan, dan Kriteria Bakat dan Minat Siswa yang menjadi tolak ukur dalam melakukan pemilihan sekolah dasar. Hasil dari pengolahan data dan pengujian berdasarkan perhitungan metode Analytical Hierarchy Process didapatkan bahwa kriteria Kualitas Sekolah Dasar menjadi kriteria tertinggi pada pemilihan sekolah. Kemudian Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) lebih unggul 0,588atau 58,8% sedangkan Sekolah Dasar Negri (SDN) 0,297 atau 29,7%. Sekolah Dasar Swasta Umum (SD Swasta Umu. 0,114atau 11,4%. Dari nilai vektor eigen keputusan terlihat SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpad. memiliki prioritas tertinggi dengan bobot 0,588 atau 58,8%. SD Negri (Sekolah Dasar Negr. memiliki prioritas kedua dengan bobot 0,297 atau 29,7%. SD Swasta Umum (Sekolah Dasar Swasta Umu. memiliki prioritas terendah dengan bobot 0,114 atau 11,4%. Tampilan User Interface Form Registrasi Gambar 4. Form Registrasi Form Perhitungan Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 DAFTAR PUSTAKA