Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2. No. 2 November 2024 https://doi. org/10. 37092/bouseik. https://jurnal. id/index. php/bouseik/index Implementasi Stimulasi Seni Pada Kurikulum Merdeka Di Tk Aba An-Nur Neti Riana1. Ertati2. Sandra Aprilina3. Siti Fatimah Parera4 1234Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari. Lubuklinggau. Indonesia netiriana1989@gmail. com, ertatillg@gmail. com, afrilsandra0404@gmail. sitifatimahparera01@gmail. Article History Received: 14-10-2024 Revised : 25-10-2024 Accepted: 09-11-2024 Keywords: Stimulation Implementation. Early Childhood Art. Independent Curriculum. Abstract Fine arts education can help children become not only an artist, but also teach them to be creative. The curriculum is the core of the educational process. The Indonesian educational curriculum always changes from time to Although curriculum changes are always necessary and in accordance with needs and principles, they are In the world of education, curriculum changes are commonplace. However, curriculum implementation is often difficult to understand, especially for educators. This research aims to analyze the Implementation of Art Stimulation in the Independent Curriculum at Aba AnNur Kindergarten. This study uses a qualitative descriptive research approach. This research uses a qualitative descriptive approach, both as a whole and about how these phenomena relate to each other. In this study, early childhood children living in Porum SBI Sidoarjo Ngestiharjo mercy BantulThe results of the study showed that free drawing can encourage children to think creatively and generate fun ideas. Children can explore various tones, rhythms, imagination with new movements, dramas, and vocabulary through singing activities that are carried out every day. The development of dance art materials is adjusted to the theme and adjusted to extra teachers, singing, and dancing together. Based on the findings of Aba An-Nur Kindergarten, the most prominent things from the implantation of art stimulation in early childhood are painting and drawing, singing and dance. Abstrak Pendidikan seni rupa dapat membantu anak menjadi bukan hanya seorang seniman saja, tetapi juga mengajarkan mereka menjadi kreatif. 122 Neti. Ertati. Sandra. Siti. Implementasi Stimulasi Seni Pada Kurikulum Merdeka,A Kata Kunci: Implementasi Stimulasi. Seni Anak Usia Dini. Kurikulum Merdeka. Kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. Kurikulum pendidikan Indonesia selalu berubah dari waktu ke waktu. Meskipun perubahan kurikulum selalu perlu dilakukan dan sesuai dengan kebutuhan dan prinsip, tidak dapat dihindari. Dalam dunia pendidikan, pergantian kurikulum adalah hal yang Namun, implementasi kurikulum seringkali sulit dipahami, terutama bagi para pendidik. Penelitaian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Stimulasi Seni pada Kurikulum Merdeka di TK Aba An-Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. , baik secara keseluruhan maupun tentang bagaimana fenomena tersebut berhubungan satu sama lain. Dalam penelitian ini, anak usia dininya tinggal di Porum SBI Sidoarjo Ngestiharjo belas kasihan BantulHasil penelitian menunjukan bahwa menggambar bebas dapat mendorong anak untuk berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide yang menyenangkan. Anakanak dapat mengeksplorasi berbagai nada, irama, imajinasi dengan gerakan, drama, dan kosakata baru melalui kegiatan bernyanyi yang dilakukan setiap hari. Pengembangan materi seni tari disesuaikan dengan tema dan disesuaikan dengan guru ekstra, menyanyi, dan menari bersama. berdasarkan temuan pada TK Aba An-Nur hal yang paling menonjol dari imlementasi stimulasi seni pada anak usia dini adalah melukis dan mengambar, bernyanyi dan seni tari. Pendahuluan Kurikulum inti dari pendidikan selalu berubah dari waktu ke waktu di Indonesia. Perubahan kurikulum tentunya tidak dapat dihindari namun harus selalu dilakukan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip. Dalam dunia pendidikan, pergantian kurikulum adalah hal yang biasa. Namun, implementasi kurikulum seringkali sulit dipahami, terutama bagi pendidik. (Muthmainnah, 2. Menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Peneliti akan membahas penerapan stimulasi seni dalam kurikulum merdeka TK Aba An-nur sesuiai dengan hasil observasi dan wawancara. Perkembangan seni anak usia dini tidak sama dengan perkembangan seni orang dewasa karena ada hambatan di bidang perkembangan lainnya. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 perkembangan motorik halus dan kognitif masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kemampuan kreatif anak sangat berbeda dengan kemampuan orang dewasa. Anak-anak yang melihat seni rupa pada usia dini memperoleh rasa keindahannya. ini adalah perkembangan penting yang mempengaruhi perkembangan lainnya. Selain itu, perkembangan seni rupa sangat penting bagi anak-anak usia dini karena salah satu bakat unik mereka akan mempengaruhi perkembangan mereka di kemudian hari. Pembelajaran seni di sekolah memungkinkan guru untuk mengembangkan seni. (Sari, 2. Tidak ada kewajiban bagi guru untuk menuntut anak-anak menjadi seniman dalam pembelajaran seni, khususnya di TK. Sebaliknya, guru harus memotivasi anak-anak untuk mempelajari seni melalui keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan seni rupa juga dapat membantu anak-anak menjadi lebih kreatif. Mereka juga dapat menggali dan mengembangkan kreativitas dan keterampilan mereka melalui karya seni rupa. (Rofian, 2. Kemudian pendapat Mursid yang dikutip oleh Lita, & Assegaf, . Pendidikan seni rupa memberi anak-anak kesempatan untuk memanfaatkan imajinasi mereka untuk membuat karya seni yang bebas dari batasan, yang memastikan bahwa mereka tidak akan pernah kehabisan ide atau kreatif saat mereka (Lita, & Assegaf, 2. TK Aba An-Nur, yang terletak di Porum SBI Sidorejo Ngestiharjo Kasihan Bantul, menggunakan kurikulum merdeka untuk mendorong pembelajaran seni. Kurikulum ini mencakup seni rupa, tari, anggklung, dan dramben, selain pelajaran ekstra seni. Kurukulum dibuat berdasarkan sosialisasi pemerintah melalui pengawasan sekolah dengan menawarkan bantuan dalam pembuatan dan penyusunan. Dengan demikian, peneliti ingin mengetahui bagaimana memanfaatkan TK Aba An-Nur untuk mendorong pembelajaran seni. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui bagaimana Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. , baik secara keseluruhan maupun tentang bagaimana fenomena tersebut berhubungan satu sama lain. Dalam penelitian ini, anak usia dininya tinggal di Porum SBI Sidoarjo Ngestiharjo belas kasihan Bantul. Kepala sekolah dan guru seni adalah subjek atau sampel penelitian ini. Studi ini dilakukan dari Maret hingga pertengahan Juni 2023. Data yang dikumpulkan melalui teknik triangulasi, metode ganda yang digunakan dalam penelitian ini, termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang didasarkan pada Miles Huberman mencakup pengurangan data, transaksi data, dan penarikan kesimpulan (Ratnaningtyas et al. , 2. Skema alur penelitian digambarkan pada 124 Neti. Ertati. Sandra. Siti. Implementasi Stimulasi Seni Pada Kurikulum Merdeka,A Gambar 1. Menunjukkan skema alur penelitian Pembahasan Pembelajaran seni anak usia dini Pembelajaran seni pada anak usia dini sangat penting untuk pertumbuhan kreativitas dan kecerdasan anak. Sangat mudah bagi anakanak di usia dini untuk menerima rangsangan kinestetik, auditif, dan visual, yang semuanya dapat diperoleh melalui seni. Dengan mengenalkan seni, seperti menggambar, mewarnai, musik, atau menari, anak-anak dapat belajar berkomunikasi dan meningkatkan keterampilan motorik halus dan kasar mereka. (Gunada, 2. Pembelajaran seni rupa memiliki tujuan mengembangkan menggambar, menambahkan kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apresiasi seni rupa peserta didik, menyediakan kesempatan mengaktualisasi diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmuseni rupa, dan mempromosikan gagasan (Sobandi, 2008: . Karena seni seringkali dilakukan dalam kelompok, itu membantu anak mengembangkan keterampilan sosial. Anak belajar berbagi, bekerja sama, dan menghargai pekerjaan orang lain melalui kerja sama dan interaksi dengan teman sebaya. Selain itu, melalui eksperimen dan eksplorasi berbagai media seni, seni dapat membantu anak-anak meningkatkan konsentrasi, kosa kata, dan kemampuan menyelesaikan Pembelajaran seni adalah kumpulan kegiatan di mana anak-anak menggunakan keterampilan motorik mereka, terutama motorik halus, dengan lebih baik. Mereka menerima pelatihan dan bimbingan yang dirancang dengan baik untuk memenuhi kebutuhan ekspresi anak-anak berusia empat hingga enam tahun. Ini menjamin bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk berekspresi yang benar-benar berguna dan bermakna. Kreativitas, fantasi, dan perasaan estetis anak-anak akan didorong untuk berkembang bersama anak-anak jika mereka diberi bimbingan dan pelatihan terbaik untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan menghayati emosi yang bergejolak dalam diri mereka sejak (Dewi & Suyanta, 2. Pengertian Kurikulum Merdeka Dalam dunia pendidikan, pergantian kurikulum adalah hal yang Namun, dorongan untuk menerapkannya tidak selalu mudah Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 dipahami, terutama bagi para pendidik yang bertanggung jawab untuk menjalankan kurikulum. Baik dengan suka maupun tidak, semua lembaga pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini, harus mengadopsi perubahan ini. (Sukiman. Kurikulum Merdeka, yang digunakan di Indonesia sejak tahun 2022, bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi mereka secara menyeluruh dengan memberikan mereka kebebasan untuk memilih bagaimana mereka belajar. Penguatan pendidikan karakter, keterampilan modern, dan kreativitas adalah komponen penting dari Kurikulum Merdeka. Stimulasi seni memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai cara di mana kurikulum merdeka dapat memanfaatkan stimulasi seni untuk meningkatkan kreativitas, karakter, dan kecerdasan emosional siswa. Kurikulum Merdeka untuk anak usia dini adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk membuat pendidikan lebih menyenangkan, kreatif, dan menyeluruh dengan memberikan anak-anak kebebasan untuk belajar sesuai dengan minat, bakat, dan kecepatan Kurikulum ini berfokus pada pembangunan karakter, kecerdasan emosional, dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan perkembakan. (Rohiyatun, & Jaswandi, 2. Kurikulum merdeka tidak hanya memberi anak-anak kesempatan untuk belajar tentang pelajaran akademik, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk mempelajari tentang diri mereka sendiri dan dunia Guru membantu anak-anak dalam proses belajar yang berfokus pada kebebasan kreatif dan pemikiran kritis. Metode ini memungkinkan anak-anak untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial yang mendalam. Kurikulum Merdeka juga menekankan betapa pentingnya pertumbuhan sosial dan emosional dan (Suryani, & Sari, 2. Kurikulum adalah inti dari proses pendidikan, dan tanpanya, proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan pendidikan nasional tidak akan tercapai. Diperlukan diskusi yang lebih mendalam tentang konsep inti kurikulum merdeka dalam pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana kurikulum ini dapat diterapkan pada satuan pendidikan, khususnya dalam pendidikan anak usia dini. Stimulasi Pembelajaran seni pada kurikulum merdeka. Ini adalah penelitian tentang bagaimana stimulasi seni dapat diterapkan pada kurikulum merdeka di TK Aba An-Nur, mengajar anak usia dini menari, seni musik, dan seni rupa. Kepala sekolah dan guru ekstra adalah subjek penelitian. Sebelum melakukan penelitian ini, penulis harus meminta izin kepada kepala TK Aba An-Nur, yang terletak 126 Neti. Ertati. Sandra. Siti. Implementasi Stimulasi Seni Pada Kurikulum Merdeka,A di forum SBI Sidoarjo Ngestiharjo. Bantul. Pada tanggal 23 Maret 2023, penulis pergi ke sekolah untuk meminta izin kepada kepala sekolah ibu enik suci kurniasih. Dia memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di institusi tersebut. Segala bentuk aktivitas yang dapat mendorong kreativitas, ekspresi diri, dan kemampuan berpikir kritis melalui seni disebut stimulasi seni. Ini mencakup berbagai bidang seni, seperti musik, tari, teater, seni rupa, dan seni desain (Anggriani, & Hurriyati, 2. Kurikulum Merdeka melihat seni sebagai bagian penting dari proses pendidikan yang mendukung perkembangan setiap aspek pribadi siswa, bukan hanya sebagai mata pelajaran terpisah. Salah satu tujuan utama penggunaan stimulasi seni dalam kurikulum merdeka adalah untuk membangun karakter peserta didik yang inovatif, kreatif, dan sensitif. Seni dapat membantu peserta didik belajar berpikir kreatif, menggunakan ide-ide baru, dan bekerja sama dan berbicara dengan orang lain. Seni juga membantu meningkatkan keterampilan emosional dan sosial siswa. Mereka belajar mengekspresikan dan memahami perasaan mereka serta membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan mereka. Ini sangat berkaitan dengan tujuan Kurikulum merdeka, yang mengutamakan pembangunan kecerdasan emosional dan karakter, yang merupakan komponen penting untuk menghadapi tantangan kehidupan di abad 21. (Steven, & Saearani, 2. Stimulasi seni meningkatkan kreativitas anak salah satu manfaat utama stimulasi seni adalah meningkatkan kreativitas anak. Seni memberi anak kesempatan untuk menjadi kreatif, berimajinasi, dan mencoba berbagai konsep dan ide. Hal ini dapat membantu mereka menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih kreatif, baik dalam pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Mengembangkan keterampilan sosial egiatan seni mengajarkan siswa cara berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam kelompok, dan memahami pendapat orang lain. Misalnya, dalam paduan suara atau drama, siswa harus bekerja sama, mendengarkan satu sama lain, dan memahami pendapat orang lain. Kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka (Permata,Asbari, & Aprilia, 2. Meningkatkan Kemampuan Kecerdasan Emosional: Seni membantu siswa mengenali dan mengelola emosi mereka juga. Misalnya, siswa dapat mengekspresikan perasaan mereka secara bebas melalui seni lukis atau musik, yang bermanfaat. Cara guru dan pengelola sekolah dapat menerapkan Stimulasi Seni dalam Kurikulum Merdeka: Seni dimasukkan ke dalam mata pelajaran lain: Seni tidak hanya dianggap sebagai mata pelajaran sendiri. itu dapat dimasukkan ke dalam mata pelajaran lain seperti matematika, bahasa Indonesia, atau IPA. Misalnya, dalam matematika, siswa dapat melakukan eksperimen dengan menggambar geometri atau belajar musik dalam Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 (Yuliani, & Hanif,2. Sekolah dapat menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan seni, seperti seni lukis, teater, tari, dan musik. Kegiatankegiatan ini memberi siswa kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Pelatihan guru dalam pembelajaran seni bertujuan untuk membantu guru mengembangkan metode pengajaran seni yang sesuai dengan pendekatan kurikulum merdeka. Setelah mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut, penulis segera ke lapangan untuk melakukan observasi dan bertemu dengan guru seni tari yang akan menjadi narasumber penelitian. Setelah melakukan observasi, penulis melakukan wawancara dengan guru seni tari. Hasil dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut. Pada kurikulum merdeka penerapan standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA) adalah standar untuk kemampuan anak dalam setiap aspek pertumbuhan dan perkembangan mereka, yang mencakup aspek seni, seperti eksplorasi dan ekspresi diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan berbagai bidang seni lainnya, seperti seni musik, seni rupa, dan seni lainnya. Seni musik Menurut wawancara dengan kepala sekolah, materi pembelajaran seni musik di kurikulum merdeka TK Aba An-Nur terdiri dari bahanbahan locspat, mainan, bernyanyi, menari, dan angklung. Anak-anak dapat menikmati berbagai alunan lagu dan memainkan alat musik, instrumen, atau benda yang dapat membentuk irama yang teratur, yang merupakan perkembangan seni musik dalam sinkronisasi merdeka. Stimulasi yang diberikan oleh kegitan seni musik di TK Aba An-nur adalah sebagai berikut: anak-anak bersenandung atau bernyanyi. memainkan alat musik, instrumen, atau benda bersama. mereka memilih jenis lagu yang mereka suka. mereka bernyanyi sendiri. mengekspresikan gerakan mereka dengan cara yang berbeda. menyanyikan lagu dengan sikap yang benar. dan mereka menggunakan berbagai alat musik tradisional dan alat musik lainnya. (Bara. Manurung, 2. Perkembangan kognitif, motorik, dan emosional anak usia dini sangat dipengaruhi oleh seni musik. Anak-anak dapat meningkatkan kemampuan bahasa mereka, kreativitas, dan rasa percaya diri mereka melalui musik (Atqiya, & Pratama 2. Pengalaman awal dengan musik juga membantu perkembangan ritme, pendengaran, dan koordinasi Selain itu, kegiatan musik dapat meningkatkan hubungan sosial antara anak dan orang tua atau pengasuh mereka. Oleh karena itu, memasukkan seni musik ke dalam kehidupan anak-anak usia dini tidak hanya membantu mereka belajar, tetapi juga membantu perkembangan 128 Neti. Ertati. Sandra. Siti. Implementasi Stimulasi Seni Pada Kurikulum Merdeka,A kepribadian mereka secara keseluruhan. Menggabungkan musik ke dalam rutinitas sehari-hari dapat menjadi fondasi yang kuat untuk tumbuh kembang yang optimal bagi anak-anak Anda. Anak-anak dapat bernyanyi setiap hari dan mengeksplorasi berbagai nada, irama, imajinasi dengan gerakan, drama, dan informasi baru (Hayati et al. , 2. Banyak aspek perkembangan anak dianggap dapat ditingkatkan melalui bernyanyi. Ini termasuk perkembangan bahasa, motorik, kognitif, nilai agama dan moral, dan sosial emosional. Anak-anak juga terlihat memiliki kebebasan untuk berekspresi dan berimajinasi selama kegiatan bernyanyi. Mereka dapat memperkaya keterampilan, berkreasi, dan berimajinasi sesuai dengan ide-ide mereka saat menyanyikan lagu-lagu baru yang dibawakan oleh guru. (Nuruzahra Luthfillah. Heri Yusuf Muslihin, 2. Gambar 1 Anak TK Aba An-nur menyanyikan lagu ampar-ampar pisang. Seni rupa Menurut apa yang saya lihat ketika saya meneliti atau mengamati bagaimana anak-anak belajar seni rupa, mereka melukis mobil bersama teman mereka. Saya melihat dengan jelas bahwa guru seni rupa memotivasi anak-anak secara bertahap dengan membuat roda dan ban terlebih dahulu, kemudian bagian-bagian, hingga akhirnya terbentuklah gambar mobil. Dengan memberi warna, guru juga memotivasi anak-anak dengan membuat bagian-bagian menjadi warna. Menurut temuan wawancara dengan kepala sekolah, kurikulum merdeka untuk seni rupa di TK Aba An-Nur menggunakan berbagai media, seperti arang, kunyit, berbagai jenis daunan, batu bata, dan tanaman, serta kolase, mozaik, dan Perkembangan seni rupa di kurikulum seni rupa merdeka untuk anak adalah sebagai berikut: . Menggambar objek di sekitarnya . Bersenang-senang membentuk berdasarkan apa yang dia lihat . isalnya, dengan plastisin atau tanah lia. Menggabungkan berbagai warna ketika menggambar atau mewarnai . Bermain drama sederhana . Melukis dengan berbagai bahan . ertas, plastik, dll. ) . Membuat karya seperti bentuk sebenarnya. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 Pengenalan seni rupa sejak dini sangat bermanfaat bagi perkembangan kreativitas dan keterampilan motorik halus anak-anak. Melalui seni, mereka belajar ekspresi diri, mengenal warna, bentuk, dan tekstur, dan aktivitas seni juga membantu perkembangan kognitif mereka, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan kepercayaan diri (Primawati. Menggambar bebas dapat membantu anak-anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang menyenangkan. Ini memungkinkan mereka membuat karya yang indah dan bermakna untuk diri mereka sendiri dan orang lain. (Pertiwi. , & Mayar, 2. Gambar 2. Kegiatan Melukis dan Mewarnai Anak Seni Tari Menurut guru seni tari, gerakan Jaranan dan Cublak Cublak Suweng dilakukan oleh anak-anak di ruang seni tari. Dia juga mengatakan bahwa tarian keagamaan dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, dalam wawancara dengan kepala sekolah yang sama, pengembangan materi seni disesuaikan dengan tema dan sesuai dengan menyanyi, menari, dan guru tambahan. Didasarkan pada observasi langsung yang dilakukan oleh penulis tentang bagaimana pembelajaran seni tari membantu meningkatkan motorik kasar anak usia dini, di antaranya . pembelajaran fisik yang digunakan dengan senam setiap satu minggu sekali, . latihan atau pemanasan sebelum pembelajaran dimulai, dan . penerapan pembelajaran seni tari untuk meningkatkan motorik kasar anak usia dini. Perkembangan motorik, kreativitas, dan kepercayaan diri anak usia dini sangat diuntungkan oleh seni tari. Mereka juga dapat belajar keterampilan koordinasi tubuh, ekspresi diri, dan kemampuan sosial. Mengajarkan seni tari pada anak usia dini juga membantu meningkatkan konsentrasi dan membangun disiplin. Tari dapat menjadi media edukasi yang efektif untuk membantu pertumbuhan anak dengan cara yang (Nikita. L, & S 2. Akibatnya, perkembangan motorik kasar pada anak usia dini sama pentingnya dengan aspek perkembangan lainnya. Perkembangan ini 130 Neti. Ertati. Sandra. Siti. Implementasi Stimulasi Seni Pada Kurikulum Merdeka,A membentuk otot-otot anak. Perkembangan motorik kasar anak biasanya memungkinkan mereka untuk melakukan kegiatan fisik yang mendukung perkembangan mereka. Salah satu komponen perkembangan motorik kasar anak adalah keterlibatan dalam kegiatan menari, yang dimotivasi oleh musik. Pendidikan seni, termasuk seni tari, memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak, perkembangan motorik kasar dan halus, pola bahasa, dan perkembangan sikap. Anak-anak yang belajar seni tari juga melakukan kegiatan seni tari sendiri, mengendalikan sikap mereka, tidak nakal, dan sopan. Pada dasarnya, pendidikan seni tari untuk anak-anak bertujuan untuk membantu anak-anak belajar menari sesuai dengan kemampuan mereka dan menggunakan tubuh mereka sebagai alat ekspresi kreatif, sehingga mereka dapat mengungkapkan kembali semua imajinasi dan fantasi mereka. (Mulyani. ,2. Gambar 3 Kegiatan seni tari jaranan Simpulan Untuk mencetak generasi yang inovatif, kreatif, dan memiliki karakter yang kuat, adalah penting untuk menerapkan stimulasi seni dalam Kurikulum Merdeka. Kita tidak hanya meningkatkan kecerdasan kognitif siswa, tetapi juga kecerdasan emosional dan sosial mereka dengan memungkinkan ekspresi seni di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk mendukung dan memperkuat peran seni dalam kurikulum karena ini akan memungkinkan pendidikan yang lebih mandiri dan luas. Penelitian ini membahas penerapan seni stimulasi dalam kurikulum merdeka di TK Aba An-Nur. Dengan adanya perubahan kurikulum setiap tahun, menjadi tantangan bagi guru untuk menerapkannya. Namun. Alhamdulillah. TK Aba An-Nur telah menerapkan pembelajaran seni musik, seni rupa, dan seni tari. Seni tari digunakan untuk meningkatkan motorik kasar anak usia dini. Menggambar bebas dapat mendorong anakanak untuk menjadi kreatif dan membuat ide-ide yang menyenangkan. Stimulasi berikut digunakan di TK Aba An-nur: Anak-anak bersenandung atau bernyanyi. mereka memainkan alat musik, instrumen, atau benda Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 mereka memilih jenis lagu yang mereka suka. bernyanyi sendiri. mereka mengekspresikan gerakan mereka dengan cara yang berbeda. dan mereka menyanyikan lagu dengan sikap yang benar. Daftar Pustaka