Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 2 KOTA BENGKULU Syubli 1. Indiyani 2 Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Bengkulu. Indonesia syubli@umb. indiyani231@gmail. ABSTRAK This research is motivated by the problems that occur in the PAI learning process at SMK Negeri 2 Bengkulu City. The purpose of this study is to find out why the problems of Islamic religious education learning occur at SMK Negeri 2 Bengkulu City. This research is a type of qualitative research where data is collected in the form of interviews, observations, documentation and data analysis techniques using data reduction, data presentation . , and drawing conclusions . ata conclusion. Sources of data from this study were PAI teachers and students of class X TBSM SMK Negeri 2 Bengkulu City. Based on the results of the research, the problems that occur are: . The teacher does not control the class, so some students do not pay attention when the teacher explains. Lack of resources, because the school does not provide other facilities such as the internet and the like. Learning methods are less varied, this results in student boredom. Lack of lesson time . llocation of tim. due to constraints during lesson preparation such as less benches, etc. There are still many students who cannot read the Koran properly and correctly so that the teacher has difficulty conveying the material. Keyword: holistic education, islamic education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran PAI di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Mengapa Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terjadi di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan teknis analisis data dengan menggunakan reduksi data . ata reductio. , penyajian data . , dan melakukan penarikan kesimpulan . onlusi dat. Sumber data dari penelitian ini adalah guru PAI dan siswa kelas X TBSM SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa permasalahan yang terjadi ialah: . Guru kurang menguasai kelas, sehingga sebagian siswa tidak memperhatikan saat guru menjelaskan. Kurangnya sumber, karena pihak sekolah tidak menyediakan fasilitas lain seperti internet dan . Metode pembelajaran kurang bervariasi hal ini mengakibatkan kejenuhan pada siswa. Kurangnya waktu jam pelajaran (Alokasi wakt. dikarenakan kendala pada saat persiapan pembelajaran seperti bangku kurang, dll. Siswa masih banyak yang belum bisa membaca al-QurAoan dengan baik dan benar sehingga guru kesulitan dalam menyampaikan Kata Kunci: Pembelajaran terpadu, pendidikan agama islam. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 PENDAHULUAN Era digital atau era revolusi 4. 0, pendidikan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap individu, bahkan arahan dari pemerintah mewajibkan bagi setiap orang untuk mendapatkan hak nya terhadap pendidikan baik dari kanak-kanak hingga dewasa. Dalam hal ini, pendidikan dimaksud dapat membentuk jati diri manusia yang berkualitas sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik dan terhindar dari kebodohan. Dalam pembukaan UUD 1945, menyebutkan bahwa tujuan nasional pada bidang pendidikan salah satunya ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara yang diharapkan nantinya akan dapat menopang kesejahteraan Namun, pada realitanya kondisi pendidikan pada saat ini masih jauh dari tercapainya tujuan nasional. Pelajar di Indonesia tergolong jauh dari tujuan yang diharapkan sebagai generasi cerdas dan berkarakter yang mampu bersaing baik secara nasional maupun Pada upaya penerapannya berkaitan dengan peningkatan mutu bahwa ternyata pendidikan tidak selalu bisa berjalan dengan lancar, dari pemerintah sudah melaksanakan banyak program untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan. Namun demikian, hal tersebut tidak berdampak besar terhadap peningkatan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, sebagian pihak berpendapat bahwa Indonesia perlu memperbaiki sistem pendidikannya dengan Kualitas maupun mutu pendidikan terbagi menjadi dua yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaan. Maksud dari kualitas komponen yaitu seperti apa kualitas fisik dari pendidikan, sedangkan kualitas pengelolaan ialah bagaimana pengelolaan staf sekolah dalam melaksanakan pendidikan salah satu nya yaitu bagimana pembelajaran dilaksanakan. Pembelajaran pada hakikatnya ialah suatu proses kegiatan belajar yang didalamnya terdapat interaksi antara siswa dengan guru dan lingkungannya, yang menjadi sebab berubahnya sikap atau perilaku yang baik. Namun, dalam upaya menciptakan sebuah kondisi pembelajaran yang baik dan memiliki daya tarik tentu adanya hambatan-hambatan seperti masalah pada media pembelajaran, metode yang digunakan, sarana dan prasarana, hubungan peserta didik dengan guru, dan motivasi belajar siswa. Jika siswa mempunyai motivasi dalam belajar maka proses pembelajaran sudah dipastikan berhasil. Oleh karenanya, seorang guru seharusnya bisa menguasai dan merancang bahan ajar dengan baik agar terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Selain itu, guru juga dituntut sebagai motivator yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa mendapatkan hasil belajar secara optimal. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Pembelajaran pendidikan agama Islam semestinya dimulai sejak anak-anak di sekolah Keberhasilan pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat seperti intensitas anak dalam menjalankan ibadah seperti bersedekah, shalat, berpuasa. Untuk itu evaluasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam tidak hanya berbentuk ujian tertulis tetapi juga praktek. Sementara ini proses pembelajaran yang dilakukan di lembaga-lembaga kita saat ini masih banyak yang menggunakan cara-cara lama dalam penyampaian materi. Dimasa sekarang banyak mengkukur keberhasilan suatu pendidikan dari segi hasil saja. Sedangkan, pembelajaran yang baik adalah bersifat menyeluru dalam melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek, baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik sehingga untuk mengukur tingkat keberhasilannya dapat dilihat dari segi kuantitas dan juga kualitas. Pembelajaran yang afektif dapat ditandai dengan adanya rangakaian kegiatan yang terencana yang melibatkan siswa secara langsung, komprehensif baik fisik, mental maupun emosi. Namun hal semacam ini sering diabaikan oleh guru sebab guru lebih mementingkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum, salah satunya upaya guru. Adapun tujuan pendidikan agama Islam di SMKN 2 Kota Bengkulu ialah sebagai ranah untuk meningkatkan literasi tentang keagamaan dan meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT sehingga dapat menjadikan peserta didik yang bertakwa dan beriman kepadaNya. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan di SMKN 2 Kota Bengkulu ialah masih ditemukan beberapa problem dalam pembelajaran PAI, yakni terdapat guru yang kurang menguasai kelas, guru kurang dalam menyampaikan materi pelajaran, kurangnya sumber belajar yang digunakan oleh guru, dan guru masih sebatas mentransfer materi pendidikan agama Islam hanya dengan menggunakan metode ceramah, tanpa disertai dengan praktek maupun dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, dan terkadang siswa hanya diberi tugas untuk merangkum atau mengerjakan soal saja, sehingga siswa kurang memahami pembelajaran agama Islam yang disampaikan oleh guru. Di samping itu, problem lain juga dirasakan dalam pendidikan agama Islam di sekolah yaitu guru merasa kesulitan dalam mengajar mata pelajaran PAI, terutama pada materi yang ada bacaan ayat al-QurAoan dikarenakan tidak semua siswa bisa mengaji. KAJIAN TEORITIS Pengertian Belajar dan Pembelajaran Istilah belajar adalah upaya mengubah perilaku dengan berbagai kegiatan, seperti membaca, mendengarkan, mengamati, meniru, dan sebagainya. Dengan kata lain belajar Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 merupakan sebagai aktivitas psikofisik yang mengarah pada pengembangan pribadi yang Selain itu yang dimaksud dengan belajar adalah upaya yang menguntungkan untuk mengambil tempat kegiatan pembelajaran dan melibatkan transfer pengetahuan dan Dalam agama Islam. Belajar merupakan proses timbal balik antara pendidik dan peserta didik dalam usaha penyaluran ilmu-ilmu pengetahuan. Proses belajar dan pembelajaran perlu adanya upaya yang maksimal dari fungsinya, semua komponen dalam bentuk alat-alat potensial yang ada pada manusia. Pembelajaran adalah terjemahan dari istilah bahasa Inggris yaitu instruction, diartikan sebagai proses interaksi antara guru dan peserta didik yang berlangsung secara dinamis. Istilah belajar sebagai pengganti istilah lama yakni proses belajar mengajar (PMB) dan juga tidak hanya sekedar mengubah istilah tetapi juga mengubah peran guru dalam proses pembelajaran. Tidak hanya mengajar tetapi guru juga berperan untuk membelajarkan peserta didik dan memberikan motivasi agar mau belajar. Karakteristik Problematika Dalam Pembelajaran . Berpusat Pada Peserta Didik Suatu pembelajaran berpusat pada peserta didik . tudent centere. Oleh karenanya, dalam hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern saat ini yang lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilator untuk memberikan kemudahan-kemudahan kepada peserta didik agar dapat melakukan aktivitas belajar yang lebih baik. Memberikan Pengalaman Langsung Pada pembelajaran dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Sebab itu, dengan adanya pengalaman langsung maka peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang nyata . tujuannya ialah untuk dapat bisa memahami sebagai dasar pembelajaran yang lebih . Pemisahan Mata Pelajaran Tidak Begitu Jelas Ahmad Wakka. Petunjuk Al-Qur'an Tentang Belajar dan Pembelajaran. Education and Learning Journal, 82-92. Lailah Sahar. Problematika Penerapan Pembelajaran Tematik Pada Siswa Kelas II Madrasah Madani Alauddin Pao-Pao. (Makassar: UIN Alauddin, 2. , h. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Dalam pembelajaran yang mengaitkan bebrapa materi pelajaran pada beberapa mata pelajaran menjadi satu menjadi satu kesatuan dalam bentuk tema yang menjadikan pemisahan antar mata pelajaran tidak begitu jelas, dan fokus pembelajarannya diarahkan kepada pembahasan sub-sub tema yang dekat dengan kehidupan peserta didik secara langsung. Menyajikan Konsep dari Berbagai Mata Pelajaran Pada mata pembelajaran menyediakan beberapa kopnsep-konsep dari mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Oleh karenanya, peserta didik dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh dan lebih maksimal. Bersifat Fleksibel Pembelajaran bersifat fleksibel, artinya dimana guru harus dapat mengaitkan bahan ajaran dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, dan guru juga mengaitkan mata pelajaran dengan kehidupan dimana saja peserta didik berada baik di lingkungan sekolah ataupun dengan lingkungan lainnya. Hasil Pembelajaran Harus sesuai dengan Minat dan Kebutuhan Peserta Didik Terkait dnegan hasil pembelajaran peserta didik diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki dari peserta didik sesuai dengan potensi dan keinginan minatnya masingmasing. Menggunakan Prinsip Belajar Sambil Bermain dan Menyenangkan Pada sistem pembelajaran saat ini mengandung prinsip belajar yang dinamakan pembelajaran aktif, inovatif, kretaif, efektif, dan menyenangkan, atau yang biasa disebut dengan (PAIKEM). METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitatif yang merujuk kepada latar alamiah sebagai keutuhan, manusia, dan alat penelitian yang memanfaatkan metode kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, verifikasi dan menarik kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2023 yang berlokasi di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Nur Khasanah. Problematika Pembelajaran Tematik Kelas 1 di MI khadijah Malang, (Malang: UIN Maula Malik Ibrahim Malang, 2. Hal. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dari deskripsi data yang telah penulis uraikan sebelumnya, maka penulis akan menyajikan analisis data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan yang disesuaikan dengan tujuan pembahasan skripsi. Dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu pada kenyataannya memang mengalami beberapa problem. Oleh karena itu, penulis akan membahas tentang problematika pembelajaran pendidikan agama Islam yang terjadi di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Pertama. Guru kurang menguasai kelas. Kompetensi guru dapat dilihat dari pada saat proses pembelajaran pendidikan agama Islam berlangsung guru hanya fokus menjelaskan pembelajaran dengan siswa-siswa yang duduk dibangku depan saja sedangkan siswa yang duduk dibangku belakang tidak begitu diperhatikan. Hal ini menyebabkan banyaknya siswa yang bermain dan ribut dikelas dan tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan sehingga suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif dan siswa tidak dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru. Kedua. Kurangnya sumber belajar. Permasalahan lain dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam adalah kurangnya sumber belajar. Hal tersebut dilihat dari hasil wawancara beserta pengamatan peneliti saat guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar dimana pada saat menyampaikan materi guru hanya menggunakan sumber belajar dari buku saja hal ini disebabkan karena pihak sekolah tidak menyediakan fasilitas lain seperti internet dan semacamnya. Oleh karena itu, sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru-guru disekolah hanya buku dan LKS saja. Ketiga. Metode pembelajaran kurang bervariasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dalam menerapkan metode mengajar guru mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu melakukannya dengan metode ceramah saja, untuk materi pembelajaran yang perlu diterapkan dengan cara praktek terkadang guru hanya memberi gambaran saja dikarenakan fasilitas atau alat tersebut tidak tersedia di sekolah. Hal ini mengakibatkan kejenuhan pada siswa seperti mengantuk, kurang perhatian, serta mengobrol dengan sesama temannya hanya untuk menghindari kejenuhan dan minat belajar siswa menjadi Keempat. Problematika pada manajeman kelas dan waktu. Berdasarkan hasil penelitian problem dalam pembelajaran pendidikan agama Islam adalah alokasi waktu yang kurang. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Ketersediaan alokasi waktu masih perlu menjadi perhatian utama dalam pembelajaran karena waktu sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu hanya memiliki 3 jam mata pelajaran sekali pertemuan dalam seminggu sedangkan isi pembelajaran yang diajarkan pada siswa ternyata cukup banyak dan luas karena pendidikan agama Islam mencakup dan meringkas dari keseluruhan materi pada lima mata pelajaran PAI yang ada di sekolah lain/madrasah yaitu seperti materi sejarah, tajwid, fiqih, al-QurAoan hadits, dll. PENUTUP KESIMPULAN Problematika yang dihadapi dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu : Guru kurang menguasai kelas sehingga siswa tidak begitu memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Kurangnya sumber belajar. Metode pembelajaran kurang bervariasi sehingga siswa jenuh. Waktu jam pelajaran yang kurang karena kendala pada saat persiapan pembelajaran seperti hujan, macet dijalan, serta kondisi kelas yang tidak memungkinkan. Selain itu juga siswa banyak yang belum bisa membaca alQurAoan dengan baik dan benar sehingga guru merasa kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran pendidikan agama Islam. SARAN Dalam hal ini peneliti memberikan saran agar mencapai kemajuan dan keberhasilan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu, yaitu: Sekolah Pihak sekolah sebagai lembaga yang menyelenggarakan proses pendidikan mempunyai tanggung jawab dalam mempersiapkan mutu pendidikan antara lain: Agar memberi perhatian kepada guru pendidikan agama Islam dengan menyediakan sarana dan prasarana serta media pembelajaran yang mendukung. Sekolah bekerjasama dengan pihak orang tua dalam mendampingi siswa belajar dirumah, serta membimbing siswa dalam membaca al-QurAoan dan shalat lima waktu. Sekolah memberi waktu tambahan bagi guru dan siswa untuk belajar al-QurAoan. Sekolah bekerjasama dengan orangtua dalam pembinaan akhlak dan perilaku siswa agar dapat menyesuaikan diri dalam pergaulan sehari-hari. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 DAFTAR PUSTAKA