Rosdewi 118 ___ Hubungan Tipe Kepribadian Dengan. HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KEJADIAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH DI RT. 10 KELURAHAN PANAIKANG MAKASSAR Oleh: Rosdewi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar ABSTRACT: Increased blood pressure or hypertension is a disease which is also know as a silent killer, said to be like that because the patient does not feel the symptoms. Some factors that can influence the increased of blood pressure are stress, sex, age, race, lack of sport or activity, obesity, and personality type. This research was made for the purpose of knowing the relationship between personality type with the occurrence of blood pressure raise in RT. Kelurahan Panaikang Makassar. This research uses observational analytic method with cross sectional study approach. The research was conducted at RT. 10 Kelurahan Panaikang Makassar on January to February. Sampling technique used total sampling method in which all the population sampled with a sample of 40 people. The data collecting process used questionnaires on personality type, while the incidence of increased blood pressure using a sphygmomanometer and stethoscope. The result of this research was based on the Continuity Correction statistics test by value p = 0,001 and = 0,05 means the value of p < so that it can be concluded there is a relationship of personality types with increased incidence of blood pressure at RT 10 Kelurahan Panaikang Makassar. Someone who has the A type personality will have more risk to encounter blood pressure increase compared to someone with B type Keywords : Personality type, increased blood pressure PENDAHULUAN Tekanan darah merupakan faktor yang sangat penting pada sistem sirkulasi. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatis dalam Jika sirkulasi darah tidak memadai lagi, maka terjadilah gangguan pada sistem transportasi oksigen, karbondioksida dan hasil metabolisme lainnya. Tekanan darah diukur dalam millimeter air raksa . , dan dicatat sebagai dua nilai yang berbeda yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Untuk mengukur tekanan sfigmomanometer yang ditempelkan diatas arteri brakialis pada lengan. Menurut WHO . batas normal tekanan darah sistolik adalah O120 mmHg dan tekanan darah diastolik O 80 mmHg. Terdapat dua macam kelainan tekanan darah, yaitu yang dikenal sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan hipotensi atau tekanan darah rendah. Menurut WHO, seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darah sistoliknya Ou 140 dan tekanan darah diastoliknya Ou 90. Dan menurut (Sutanto, 2. dikatakan hipotensi apabila tekanan darah lebih rendah dari normal yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Hipertensi telah menjadi penyakit yang mencuri perhatian banyak Negara di dunia, karena hipertensi juga dikenal sebagai AuSilent KillerAoAo. Dikatakan seperti itu, sebab penderita tidak merasakan Hipertensi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat (Public Health Proble. dan akan menjadi masalah yang lebih besar jika tidak ditanggulangi sejak dini. Membiarkan hipertensi, berarti membiarkan proses perusakan pembuluh dengan kepribadian tipe A mengalami stress darah berlangsung cepat. Hipertensi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dua kali tekanan darah dan denyut jantung. Penelitian dan meningkatkan risiko stroke dibanding yang dilakukan oleh Ray Rosenman dan dengan orang yang tidak mengalami Meyer Friedman, dua orang ilmuwan kardiologi, menunjukkan bahwa ada kaitan Menurut WHO . orld health erat antara perilaku kepribadian dengan organizatio. 2011, sekitar 1 milyar penyakit jantung. Mereka menganalisa orang penduduk di seluruh dunia menderita dari usia 31- 59 tahun dan menyeleksinya hipertensi dimana dua pertiganya terdapat di berdasarkan profil kepribadian. Sebagian Negara-negara berkembang. Hipertensi golongan tipe A dan sebagian yang lain menyebabkan 8 juta penduduk di seluruh golongan tipe B. Hasilnya, orang-orang dunia meninggal setiap tahunnya, dimana dengan tipe A, 70% lebih berisiko mengalami hampir 1,5 juta penduduk diantaranya penyakit jantung koroner. terdapat di kawasan Asia tenggara. WHO Penelitian yang dilakukan oleh Asadi mencatat pada tahun 2012 tedapat 839 juta . menunjukkan bahwa kepribadian tipe kasus penderita hipertensi dan diperkirakan A secara signifikan lebih umum pada pasien meningkatkan menjadi 1,16 milyar pada dengan hipertensi. Selain itu, penelitian lain tahun 2025 atau sekitar 29% dari total yang dilakukan oleh Chitryana et all . penduduk dunia (Triyanto, 2. Prevalensi diperoleh juga hasil bahwa ada hubungan hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% dan di kepribadian tipe A dengan hipertensi pada Makassar 28,8% (Dinkes 2. usia dan jenis kelamin yang disetarakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pasien yang memiliki kepribadian tipe A hipertensi antara lain, faktor genetik, umur, mempunyai peningkatan kerja sistem saraf jenis kelamin, etnis, obesitas, pola asupan simpatis dan hemodinamik tubuh yang garam, merokok, dan tipe kepribadian. Tipe mempengaruhi denyut jantung juga tekanan kepribadian A lebih beresiko untuk darah. mengalami hipertensi. Mengenai bagaimana mekanisme pola perilaku tipe A Metode Penelitian Desain penelitian ini adalah menghubungkan dengan sifatnya yang penelitian non-eksperimen yaitu tidak ambisius, suka bersaing, bekerja tidak memberikan intervensi pada sampel. Dan pernah lelah, selalu dikejar waktu dan selalu menggunakan metode observational analitik merasa tidak puas (Anggraini et all, 2. dengan pendekatan cross sectional study Friedman dan Ray Rosenman dimana pertama kali memperkenalkan kepribadian independen dan variabel dependen diukur tipe A dan B . alam Molinari,dkk,2. pada saat bersamaan yang bertujuan untuk Dapat disimpulkan bahwa individu dengan menganalisis hubungan tipe kepribadian tipe kepribadian A cenderung agresif, tidak dengan kejadian peningkatan tekanan darah. sabar, perfeksionis, ambisi yang tinggi, dan Populasi dalam penelitian ini adalah Sedangkan tipe B cenderung seluruh warga yang ada di wilayah RT,1O tidak agresif, sabar, non perfeksionis, ambisi Kelurahan Panaikang Makassar yang yang rendah dan non polyphasic. berumur 40-45 tahun. Pengambilan sampel Kepribadian tipe A biasanya menunjukkan dengan Nonprobabilty reaksi yang berlebihan, keagresifan. Sampling yaitu metode penentuan sampel kompetisi, permusuhan yang berlebihan, yang tidak memberi peluang atau serta usaha yang kompulsif dalam kesempatan yang sama bagi setiap populasi Itulah yang membuat orang untuk dipilih menjadi sampel, dan jenis Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 120 ___ Hubungan Tipe Kepribadian Dengan. Rosdewi sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu semua populasi dijadikan . ,5%) reponden yang mengalami peningkatan tekanan darah, dan 4 . ,0%) peningkatan tekanan darah. Dan 21 responden dengan tipe kepribadian B terdapat 17 . ,5%) responden yang tidak menagalami peningkatan tekanan darah dan 4 . ,0%) responden yang mengalami peningkatan tekanan darah. Dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji chi-square . ontinuity corectio. dengan nilai kemaknaan = 0,05 diperoleh nilai p = 0,001 hal ini menunjukkan nilai p < , maka hipotesis alternative (H. diterima dan hipotesis nol (H. Artinya ada hubungan tipe kepribadian dengan kejadian peningkatan tekanan darah di RT. 10 Kelurahan Panaikang Makassar. Instrumen Penelitian Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner data demografi untuk mengkaji karakteristik demografi responden yang meliputi nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan. Dengan skala nominal yang terdiri dari 15 pertanyaan dan responden memilih salah satu jawaban yang dianggap tepat. Dengan ketentuan, jika total jawaban yang dipilih responden x Ou 8, maka responden dinyatakan sebagai orang dengan tipe kepribadian A. Sebaliknya, jika total jawaban yang dipilih responden x Ou8, maka responden dinyatakan sebagai orang dengan kepribadian tipe B. Untuk mengukur variabel dependen yaitu kejadian peningkatan tekanan darah stetoskop, untuk mengukur tekanan darah dari responden. Responden dikategorikan tekanan darah meningkat apabila jumlah tekanan sistoliknya Ou140 atau tekanan diastoliknya Ou90. Dan dikategorikan tekanan darah tidak meningkat apabila tekanan darah sistoliknya <140 atau tekanan darah diastoliknya < 90. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Tipe Kepribadian Berdasarkan gambaran distribusi tipe kepribadian dari 40 responden diperoleh data yaitu tipe kepribadian A sebanyak 19 orang . ,5%) dan tipe kepribadian B sebanyak 21 orang . ,5%). Kejadian Peningkatan Tekanan darah Berdasarkan gambaran distribusi kejadian peningkatan tekanan darah dari 40 responden diperoleh data yaitu tekanan darah meningkat sebanyak 19 orang . ,5%) dan tekanan darah tidak meningkat sebanyak 21 orang . ,5%). Diperoleh data 19 responden dengan tipe kepribadian A, terdapat 15 PEMBAHASAN Penelitian ini diuji menggunakan uji statistik chi-square didapatkan hasil p= 0,001 bila dibandingkan dengan nilai = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai p < dengan demikian Ha diterima Ho ditolak yang berarti ada hubungan tipe kepribadian dengan kejadian peningkatan tekanan darah di RT. 10 Kelurahan Panaikang Makassar. Didukung dari hasil penelitian didapatkan bahwa tipe kepribadian A yang mengalami peningkatan tekanan darah yaitu 15 responden dan tipe kepribadian B yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah yaitu 17 responden. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Asadi . menunjukkan bahwa tipe kepribadian A secara signifikan lebih umum pada pasien dengan hipertensi. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Chitryana et all . diperoleh juga hasil bahwa ada hubungan kepribadian tipe A dengan hipertensi pada usia dan jenis kelamin yang disetarakan. Pasien yang memiliki kepribadian tipe A mempunyai peningkatan kerja sistem saraf simpatis dan hemodinamik tubuh yang mempengaruhi denyut jantung juga tekanan Penelitian eksperimental dan bukti klinis menunjukkan central neural origin dari peningkatan sistem simpatis. Temuan ini sebelumnya, kepribadian tipe A merupakan faktor risiko independen dari hipertensi atau peningkatan tekanan darah sehingga menyebabkan tanggapan yang tidak sehat serta stress psikologis sehari-hari. Penelitian Friedman dan Ray rosenman . alam Molinari, dkk, 2. Mereka menjelaskan ciri-ciri orang dengan tipe kepribadadian A adalah sebagai berikut: cenderung agresif, tidak sabar, perfeksionis, ambisi yang tinggi, dan polyphasic. Sedangkan tipe B cenderung tidak agresif, sabar, non perfeksionis, ambisi yang rendah dan non polyphasic. Dan menurut mereka tipe kepribadian A biasanya menunjukkan reaksi yang berlebihan, keagresifan, kompetisi, permusuhan yang berlebihan, serta usaha yang kompulsif dalam Itulah yang membuat orang dengan kepribadian tipe A mengalami stress tekanan darah dan denyut jantung. Berdasarkan kepribadian adalah karakteristik seseorang yang menyebabkan munculnya perasaan, pemikiran, dan perilaku. (Pervin. Cervone, & John, 2. Tipe kepribadian dalam berbagai literatur dapat dibedakan secara Namun pada penelitian ini, tipe kepribadian dibedakan berdasarkan tipe kepribadian A dan tipe kepribadian B. tersebut karena kedua tipe kepribadian ini berkaitan dengan perilaku seseorang dalam menyikapi permasalahan yang sedang dialami termasuk perilaku hidup sehat maupun sakit sebagaimana menurut teori Skinner . dalam Notoatmodjo . Friedman dan Ray rosenman pertama kali memperkenalkan kepribadian tipe A dan B . alam Molinari, dkk,2. Orang dengan kepribadian tipe A akan berbeda dalam menanggapi stress dibandingkan orang yang memiliki kepribadian tipe B. Orang yang memilki kepribadian tipe A adalah mereka yang ingin segalanya serba cepat, tidak sabaran terhadap kemajuan suatu peristiwa, bertekad keras untuk memikirkan dua hal atau sekaligus, tidak dapat mengatasi waktu luang, dan terobsesi oleh bilangan yang mengukur sukses mereka dalam bentuk berapa banyak yang dia peroleh. Sebaliknya orang yang memilki kepribadian tipe B adalah mereka yang sabar, dan tidak pernah merasakan urgensinya waktu, tidak merasa perlu menonjolkan prestasi, kecuali dituntut oleh situasi, lebih mengutamakan kesenangan dan santai, dapat santai tanpa rasa bersalah (Robbins & Judge, 2. Demikian juga dengan responden yang ada di RT. 10 Kelurahan Panaikang Makassar yang memiliki tipe kepribadian A ada 19 orang dan tipe kepribadian B ada 21 Dari hasil penelitian ini, responden dengan tipe kepribadian A yang meningkat tekanan darahnya sebanyak 15 responden dan yang tidak meningkat tekanan darahnya sebanyak 4 responden. Hal ini menunjukkan tipe kepribadian A lebih beresiko mengalami peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Masalah utama pada individu dengan kepribadian tipe A adalah stress yang beresiko tinggi mengalami penigkatan tekanan darah. Individu yang memiliki sifat keras dan melakukan tekanan-tekanan sendiri pada diri, maka tubuh akan bereaksi dengan memproduksi hormon-hormon stress dalam jumlah yang lebih besar. Hormonhormon ini dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan efek negatif pada kesehatan tubuh hingga mengakibatkan kematian (Ratna, 2. Serta Mengenai bagaimana mekanisme pola perilaku tipe A menimbulkan peningkatan tekanan darah, banyak penelitian menghubungkan dengan sifatnya yang ambisius, suka bersaing, bekerja tidak pernah lelah,selalu dikejar waktu dan selalu merasa tidak puas. (Anggraini et all, 2. Sebaliknya, tipe kepribadian B merupakan pribadi yang lebih rendah untuk mengalami stress ataupun peningkatan tekanan darah yang dapat memperburuk prognosa suatu penyakit Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 122 ___ Hubungan Tipe Kepribadian Dengan. Rosdewi (Ratna, 2. Didukung dari hasil penelitian ini, responden tipe kepribadian B yang tidak meningkat tekanan darahnya sebanyak 17 responden dan yang meningkat tekanan darahnya sebanyak 4 responden. Dari hasil observasi peneliti, kepribadian A ada yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah. Sebaliknya kepribadian B ada yang mengalami peningkatan tekanan darah hal ini dikarenakan tekanan darah bukan hanya dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Namun ada beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhi terjadinya perubahan pada tekanan darah yaitu: ras, umur, obesitas, stress, jenis kelamin, kurang olahraga (Bustan, 2. Dalam hal ini peneliti berasumsi bahwa tipe kepribadian seseorang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan pada tekanan darah. Orang dengan kepribadian tipe A lebih mudah mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan dengan orang yang memiliki tipe kepribadian B. Hal ini dibuktikan dengan kebanyakan responden dengan tipe kepribadian A yang mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 15 responden dan responden dengan tipe kepribadian B yang yang mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 4 Dari hasil pengamatan yang kepribadian A beberapa menunjukkan ciri-ciri karakteristik dari tipe A yaitu tidak sabar, berbicara sambil menggerakkan tangan, berbicara dengan cepat. Dan ada juga beberapa responden yang menunjukkan sikap dan karakteristik dari tipe B yaitu berbicara dengan lembut dan pelan, sabar, juga bersikap santai. Dari hasil penelitian, ada tipe kepribadian A yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah dan ada tipe kepribadian B mengalami peningkatan tekanan darah. Hal ini dikarenakan perubahan pada tekanan darah bukan hanya dipengaruhi oleh tipe kepribadian, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhdap 40 responden pada tanggal 27 Januari - 02 February 2017, dapat disimpulkan bahwa: Tipe kepribadian masyarakat di RT. Kelurahan Panaikang Makassar didapatkan sebagian besar pada tipe Masyarakat di RT. 10 Kelurahan Panaikang Makassar didapatkan data tekanan darah lebih banyak yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah. Ada hubungan Tipe Kepribadian Dengan Kejadian Peningkatan Tekanan Darah. Saran Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian di atas, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut : Bagi masyarakat Diharapkan bagi masyarakat dengan tipe kepribadian A, yang mengalami peningkatan tekanan darah maupun yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah agar dapat mengontrol stress serta perilaku atau emosi yang dapat mengakibatkan berubahnya tekanan darah. Dan kiranya dapat secara rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah di puskemas setempat agar dapat mengontrol tekanan darahnya. Bagi Bidang Pendidikan Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan khususnya mengenai tipe kepribadian dengan kejadian peningkatan tekanan darah. Bagi Tenaga Kesehatan Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan dan pemberian informasi tentang peningkatan tekanan darah dan tipe kepribadian serta memberikan dorongan dan motivasi bagi masyarakat yang mengalami penigkatan tekanan darah maupun yang tidak mengalami tekanan DAFTAR PUSTAKA