Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Cucu Suryanah 1. Caswita2 SD Negeri 5 Sukamenak Tasikmalaya. Indonesia Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya. Indonesia ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN 5 Sukamenak? Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelajaran IPA dengan menggunakan metode diskusi pada siswa kelas IV SDN 5 Sukamenak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subyek siswa Kelas IV SDN 5 Sukamenak sebanyak 9 orang. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dan setiap siklus terdiri 4 tahap, yaitu: . rencana tindakan . pelaksanaan tindakan . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa serta tes hasil belajar siswa. Pada tes kemampuan awal yang dilakukan yaitu hanya 3 dari 9 siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas, dengan nilai rata-rata kelas 5,66. Pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata nilai pada siklus 1, 70 meningkat jadi 81 pada Terdapat 6 orang yang memperoleh nilai 100 ada, 2 orang dengan nilai 90, 8 orang dengan nilai 80, 7 orang dengan nilai 70 dan nilai ter rendah 60 ada 2 orang siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN 5 Sukamenak. Kata-kata Kunci: Hasil Belajar. IPA. Metode. Diskusi ABSTRACT The problem in this study is whether the discussion method can improve student learning outcomes in science subjects in class IV SDN 5 Sukamenak? This study aims to improve student learning outcomes in science subject matter by using the discussion method in class IV students at SDN 5 Sukamenak. This type of research is classroom action research (CAR), with 9 Class IV students at SDN 5 Sukamenak as subjects. This research was conducted in two cycles and each cycle consisted of 4 stages, namely: . action plan . action implementation . The data collection technique used was teacher and student observation sheets as well as student learning outcomes tests. In the initial ability test conducted, only 3 out of 9 students scored 70 and above, with an average grade of 5. In cycle II there was an increase in the average score in cycle 1, 70 increased to 81 in cycle 2. There were 6 people who got a score of 100 there, 2 people with a score of 90, 8 people with a score of 80, 7 people with a score of 70 and the highest score. low 60 there are 2 students. The conclusion of this study is that the application of the discussion method can improve student learning outcomes in science subjects in class IV SDN 5 Sukamenak. Keywords: Learning Outcomes. Science. Methods. Discussion PENDAHULUAN (Garamond 12, ditebalka. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. (Uzer Usman, 2006. Proses belajar mengajar akan lebih baik bila Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya melibatkan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan alat bantu pembelajaran, dibandingkan dengan siswa yang hanya menerima informasi dari guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Dr. Higgins . alam Winataputra. Udin. yang menyebutkan Aupembelajaran dengan menggunakan alat peraga atau model, akan lebih efektif dalam mendorong prestasi siswa, sekitar 60% menunjukkan keberhasilan yang meyakinkan dibandingkan dengan belajar yang tanpa menggunakan alat peragaAy. Dari data yang diperoleh di lapangan, diketahui bahwa nilai tes siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN Sukamenak 5. Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya yang diperoleh dari hasil pengamatan, rata-ratanya hanya 61. Pencapaian rata-rata ini menunjukkan kualitas pembelajaran IPA belum memuaskan. Data lain, diketahui pula bahwa guru SDN Sukamenak 5. Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya dalam menyampaikan pembelajaran IPA, lebih banyak memberikan informasi dalam bentuk ceramah saja, sedangkan pemberian kesempatan kepada siswa untuk mencoba berinteraksi dengan benda-benda konkret, baik dalam bentuk media atau alat peraga maupun dalam melakukan percobaan/ eksperimen masih kurang. Bahan-bahan pelajaran yang digunakan hanya terbatas pada buku paket. Guru terpaku pada pembelajaran dalam buku paket yang hanya dalam satu pertemuan siswa hanya membaca dan rnenjawab pertanyan atau membuat kalimat yang langsung diperiksa oleh guru tanpa siswa diberi kesempatan untuk membacakannya atau memberikan pendapat tentang apa yang telah Akibat dari itu, hasil belajar yang diperoleh siswa hanya dalam bentuk hapalan saja. Salah satu alternatif yang dapat diupayakan untuk meningkatkan kemampuan siswa yaitu dengan menggunakan metode yang tepat dan sesuai dengan karakteristik siswa SD. Di Sekolah Dasar keterpaduan materi pembelajaran sangat penting sekali untuk diperhatikan dan dikembangkan, baik secara internal bidang studi maupun secara eksternal bidang studi, karena hal tersebut sesuai dengan perkembangan siswa Sekolah Dasar. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa guru dituntut kreativitasnya dalam memilih metode dan teknik pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik materi Selain itu, pemilihan metode dan teknik pembelajaran harus disesuaikan pula dengan kondisi siswa pada waktu pembelajaran berlangsung dan kondisi lingkungan sekolah, karena kondisi ini dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Dengan melihat kondisi tersebut, praktisi merasa terpanggil untuk mengadakan suatu perbaikan pembelajaran, terutama pada pembelajaran IPA. Dari sekian banyak metode dan model pembelajaran, pada praktek perbaikan pembelajaran ini dipilih metode diskusi pada perbaikan pembalajaran IPA dengan materi tentang energi Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Dengan metode ini diharapakan siswa dapat terlibat secara aktif mencari dan menemukan konsep materi yang dipelajarinya. METODE PENELITIAN (Garamond 12, ditebalka. Desain dan Model Penelitian Adapun model yang menjadi acuan diadopsi dari Model Kemmis dan Taggart (Arikunto, 2007:. Setting dan Subjek Penelitian Setting Penelitian Tempat penelitian ini dilaksanakan di SDN 5 Sukamenak. Subjek Penelitian Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas i SDN 5 Sukamenak yang berjumlah dari 9 orang siswa, yang terdiri dari 3 laki-laki dan 6 perempuan. Rencana Tindakan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mencapai tujuan tersebut penulis mengumpulkan data yang sebenarnya sesuai dengan kejadian di lapangan dalam hal ini di kelas. Sehingga, data tersebut bersifat deskriptif. AuPenelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskriptif suatu keadan secara obyektifAy Sukidjonotoadmodjo (Mulyasa, 2008: . Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, hasil tes belajar, dan dokumentasi. Teknik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: Wawancara Peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas SDN 5 Sukamenak, tentang pelaksanaan pengajaran dengan penggunaan metodediskusi pada mata pelajaran IPA khususnya materi energi. Observasi Pengamatan dilakukan untuk melihat secara langsung proses belajar mengajar untuk menggunakan metode diskusi Hasil tes belajar Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA dengan menggunakan metode diskusi Dokumentasi Data yang diperoleh pada saat aktifitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Dimana data yang berupa informasi yang berbentuk kalimat yang memberikan gambaran tentang tingkat hasil belajar siswa dengan suatu mata pelajaran tertentu yang sudah ditentukan oleh peneliti. Dalam analisis data kualitatif, tidak harus menutup kemungkinan penggunaan data kuantitatif karena dimana pengembangan data kualitatif itu sendiri. Data kuantitatif dapat digunakan pada analisis ini sampai pada batas-batas tertentu sesuai dengan kebutuhan dalam analisis kualitatif. Oleh karena itu, sesuai dengan yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman . yang terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu: . menyelidiki data, . menyajikan data, . menarik kesimpulan. Data pada saat proses pembelajaran ditafsirkan dapat menggunakan rumussebagai Nilai = Jumlah indikator yang muncul Jumlah seluruh indikator Tabel 1. Taraf Keberhasilan Penggunaan Metode Diskusi Pada Mata PelajaranIPA Taraf keberhasilan Kualifikasi Nilai/angka 85%- 100% Amat baik 70%- 85% Baik 55%- 69% Cukup 46%- 54 Kurang 0%- 45% Kurang sekali HASIL DAN PEMBAHASAN (Garamond 12, ditebalka. Deskripsi Per Siklus Hasil Perbaikan Pembelajaran IPA Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi pada pembelajaran Pengetahuan Alam dengan materi penggunaan energi alternatif dari siklus 1 sampai dengan siklus 2, diperoleh hasil tes belajar siswa sebagai berikut : Siklus 1 . Perencanaan Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Rancangan rencana pembelajaran disusun dengan mengacu pada standar kurikulum berbasis komptensi tahun 2006 dengan Standar Kompetensi : Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dan Kompetensi Dasar : menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya. Sedangkan Indikator pembelajarannya adalah . menjelaskan kegunaan energi alternatif, dan . menjelaskan keuntungan menggunakan energi alternatif. Tujuan Perbaikan : Meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA tentang energi alternatif melalui metode diskusi. Pelaksanaan Pembelajaran untuk siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2010. Materi yang diajarkan pada pembelajaran siklus pertama, yaitu tentang penggunaan energi alternatif dengan penggunaan metode diskusi. Waktu yang digunakan adalah satu kali pertemuan . x 35 meni. Kegiatan awal pembelajaran, yaitu: mengkondisikan siswa ke dalam situasi belajar yang kondusif, guru mencoba menggali pengalaman siswa yang berhubungan dengan materi tentang energi alternatif, menginformasikan tujuan yang akan dicapai, dan menyiapkan model/ gambar. Pada pembelajaran inti, yaitu melakukan: . Menjelaskan materi yang akan dibahas dan membimbing siswa/kelompok dalam mengamati model/gambar berbagai sumber energi alternatif, . membagi kelompok untuk melakukan pengamatan berbagai sumber energi alternatif, . diskusi kelompok membahas hasil pengamatan, dan . perwakilan kelompok melaporkan hasil diskusi dan ditanggapi oleh siswa/ kelompok lain. Pada akhir pembelajaran: . guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberi penguatan materi, . mengadakan tes evaluasi, . mengumpulkan dan menilai jawaban tes evaluasi, dan . tindak lanjut yaitu pemberian tugas untuk membaca materi selanjutnya di rumah. Nilai postes pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 4. 1 di bawah ini. Tabel 4. Daftar Nilai Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Siklus 1 No. Nama Siswa Aa Aziz Ayu Lestari Asep Hidayat Cepi Saepul Bahri Dani Damara Putra Fajar Moh. Taufik Nilai Siklus 1 Keterangan Jumlah Siswa yang memperoleh nilai: Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Fahmi Gunawan Ilham Febriana Jelni Angriani Iqbal Alamsyah Fahri Andi Rafli Refmihar Nuri Aulia Azmi N Nuri Nur Oktaviany Rendi Agus Setiawan Reqi Ginanjar Resti Paristi Dewi Rido Rifki Syifa Fauziah Shintia Nur Sovianti Sofia Yulianti Syifa Kania Dewi Septian Muslih Yuga Putra Sadam JUMLAH RATA-RATA Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata tes siswa mengalami kenaikan dari nilai tes sebelum pelaksanaan perbaikan, yaitu rata-rata nilai awal sebesar 58 dan pada siklus 1 meningkat jadi 70. Jumlah siswa yang memperoleh nilai 100 ada 2 orang, nilai 90 ada 4 orang, nilai 80 ada 2 orang, nilai 70 ada 8 orang, nilai 60 ada 4 orang nilai 50 ada 4 orang dan nilai tertendah 40 ada 1 orang siswa. Observasi Pengamatan terhadap proses pembelajaran dan perilaku guru dilakukan oleh teman sejawat yaitu Beti Suartini. Pd. , pada saat berlangsungnya KBM yang terdiri dari 13 aspek Hasil observasi pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Siklus 1 Perilaku Guru Yang Diobservasi Melakukan apersepsi Menginformasikan tujuan yang akan dicapai Menggunakan alat peraga Pemusatan perhatian Guru menjelaskan materi pelajaran secara ceramah dengan menggunakan alat peraga gambar Guru menyuruh siswa ke depan kelas untuk mendiskusikan sumber energi alternatif Membimbing siswa kedalam kerja kelompok Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Dilaksanakan Ya Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Memberi kesempatan bertanya kepada siswa Memberi penguatan dalam materi Menyimpulkan materi tentang energi alternatif Mengadakan evaluasi Memberi tugas sebagai tindak lanjut Menutup pelajaran Oo Oo Oo Oo Oo Oo Setelah diadakan perencanaan dan pelaksanaan perbaikan pada siklus 1 dari 13 aspek ternyata baru muncul 10 aspek. Oleh karena itu perlu dirancang dan dilaksanakan proses perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya . Refleksi Kemampuan siswa dalam mengiventarisir informasi berbagai energi alternatif dan membuat daftar contoh alat yang menggunakan sumber energi alternatif dengan menggunakan metode diskusi di kelas IV SD Negeri Sukamenak 5, berdasarkan data nilai postes pada pembelajaran siklus pertama yang penulis tuangkan pada tabel 4. 1 hasilnya belum memuaskan, yaitu rata-rata tes 58. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran perlu lebih ditingkatkan lagi, agar siswa kelas IV SD Negeri Sukamenak 5 betul-betul mampu memahami materi pelajaran. Kinerja guru dalam pembelajaran IPA pada materi energi alternatif dengan menggunakan metode diskusi yang penulis tuangkan pada tabel 4. 2, hasilnya masih perlu ditingkatkan, agar aktivitas dan kemampuan menganalisis siswa meningkat. Berdasarkan data hasil observasi pada pembelajaran siklus pertama dari 13 aspek observasi, terdapat 3 aspek yang menyatakan bahwa guru dalam melaksanakan pembelajaran belum melakukan hal-hal - Dalam melaksanakan pembelajaran, guru belum bisa memusatkan perhatian siswa pada saat melakukan pembelajaran, - Guru tidak menyuruh siswa untuk mendiskusikan sumber energi alternatif di depan kelas, - Guru tidak memberi kesempatan untuk bertanya kepada siswa. Untuk itu pada pembelajaran siklus berikutnya yaitu pada siklus kedua diharapkan pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Sukamenak 5 akan lebih meningkat, dan kinerja guru lebih ditingkatkan agar menghasilkan pembelajaran yang berbobot, sehingga pemahaman siswa terhadap materi dapat meningkat dan optimal. Siklus 2 . Perencanaan Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Perencanaan pembelajaran untuk siklus 2 ini masih tetap atau masih sama dengan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) untuk siklus 1. dimana hal-hal yang akan diperbaiki merupakan kekurangan-kekurangan pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1. Hal-hal yang akan diperbaiki tersebut adalah: - Mengupayakan agar perhatian siswa lebih terpusat pada pembelajaran sehingga suasana belajar lebih kondusif dan siswa akan lebih siap dalam menerima materi. - Menyuruh siswa untuk mendiskusikan alat peraga atau contoh alat energi alternatif di depan kelas. - Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi apabila ada yang belum dipahami. Pelaksanan Pembelajaran untuk siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2010. Materi yang diajarkan pada pembelajaran siklus kedua masih tetap sama dengan siklus pertama, yaitu tentang penggunaan energi alternatif dengan penggunaan metode diskusi. Waktu yang digunakan adalah satu kali pertemuan . x 35 meni. Kegiatan awal pembelajaran, yaitu melakukan Mengkondisikan siswa ke dalam situasi belajar yang kondusif, guru mencoba menggali pengalaman siswa yang berhubungan dengan materi tentang energi alternatif, menginformasikan tujuan yang akan dicapai, dan menyiapkan model/ gambar. Pada pembelajaran inti, yaitu melakukan: . Menjelaskan materi yang akan dibahas dan membimbing siswa/kelompok dalam mengamati model/gambar berbagai sumber energi alternatif, . membagi kelompok untuk melakukan pengamatan berbagai sumber energi alternatif, . diskusi kelompok membahas hasil pengamatan, dan . perwakilan kelompok melaporkan hasil diskusi dan ditanggapi oleh siswa/ kelompok lain. Pada akhir pembelajaran: . guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberi penguatan materi, . mengadakan tes evaluasi, . mengumpulkan dan menilai jawaban tes evaluasi, dan . tindak lanjut yaitu pemberian tugas untuk membaca materi selanjutnya di rumah. Nilai postes pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4. 3 di berikut ini. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Tabel 4. Daftar Nilai Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Siklus 2 No. Nama Siswa Aa Aziz Ayu Lestari Asep Hidayat Cepi Saepul Bahri Dani Damara Putra Fajar Moh. Taufik Fahmi Gunawan Ilham Febriana Jelni Angriani Iqbal Alamsyah Fahri Andi Rafli Refmihar Nuri Aulia Azmi N Nuri Nur Oktaviany Rendi Agus Setiawan Reqi Ginanjar Resti Paristi Dewi Rido Rifki Syifa Fauziah Shintia Nur Sovianti Sofia Yulianti Syifa Kania Dewi Septian Muslih Yuga Putra Sadam JUMLAH RATA-RATA Nilai Siklus 1 Keterangan Jumlah Siswa yang memperoleh nilai: Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata tes siswa mengalami kenaikan dari nilai tes siklus 1, yaitu rata-rata nilai pada siklus 1 70 meningkat jadi 81 pada siklus 2. Terdapat 6 orang yang memperoleh nilai 100 ada, 2 orang dengan nilai 90, 8 orang dengan nilai 80, 7 orang dengan nilai 70 dan nilai ter rendah 60 ada 2 orang siswa. Observasi/ Pengamatan Pengamatan terhadap proses pembelajaran dan perilaku guru dilakukan oleh teman sejawat yaitu Beti Suartini. Pd. , pada saat berlangsungnya KBM yang terdiri dari 13 aspek Hasil observasi pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel berikut: Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Tabel 4. Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Siklus 2 Perilaku Guru Yang Diobservasi Melakukan apersepsi Menginformasikan tujuan yang akan dicapai Menggunakan alat peraga Pemusatan perhatian Guru menjelaskan materi pelajaran secara ceramah dengan menggunakan alat peraga gambar Guru menyuruh siswa ke depan kelas untuk mendiskusikan sumber energi alternatif Membimbing siswa kedalam kerja kelompok Memberi kesempatan bertanya kepada siswa Memberi penguatan dalam materi Menyimpulkan materi tentang energi alternatif Mengadakan evaluasi Memberi tugas sebagai tindak lanjut Menutup pelajaran Kemunculan Ya Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Setelah diadakan perencanaan dan pelaksanaan perbaikan pada siklus 2 ternyata semua aspek yang harus muncul sudah dapat direalisasikan. Oleh karena itu tujuan perbaikan pembelajaran yang diluruskan telah tercapai. Refleksi Pemahaman siswa tentang energi alternatif dengan menggunakan metode diskusi di kelas IV SD Negeri Sukamenak 5, berdasarkan data tes akhi pada pembelajaran siklus kedua yang penulis tuangkan pada tabel 4. 3 hasilnya cukup memuaskan dengan nilai rata-rata 81. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan metode diskusi siswa kelas IV SD Negeri Sukamenak 5 dapat memahami materi tentang energi alternatif. Kinerja guru dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang sumber energi alternatif dengan menggunakan metode diskusi yang penulis tuangkan pada tabel 4. menunjukkan hasil yang optimal dimana dari 13 aspek pengamatan sudah dilaksanakan semua sehingga berimplikasi pada peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa. Untuk itu tujuan yang ditetapkan pada perbaikan pembelajaran IPA tentang sumber energi alternatif dengan menggunakan metode diskusisudah tercapai dengan hasil yang optimal. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya Pembahasan Dari hasil pelaksanaan pembelajaran dan pengolahan data secara kuantitatif pada mata pelajaran Pengetahuan Alam, dapat dijelaskan sebagai berikut: Mata Pelajaran Pengetahuan Alam . Melalui pengkajian terhadap data nilai hasil evaluasi siswa, secara umum menunjukkan adanya perbaikan nilai yang diperoleh siswa. Pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam terlihat peningkatan yang cukup signifikan dari setiap siklus walaupun masih terdapat siswa yang tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran masih rendah. Pada siklus pertama, perolehan nilai rata-rata 70 yang mendapat nilai diatas 70 berjumlah 16 orang . %) dan nilai dibawah 70 siswa yaitu berjumlah 9 orang . %). Ini menunjukkan bahwa nilai tersebut masih dibawah standar ketuntasan belajar siswa yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan pada siklus kedua siswa yang memperoleh nilai di atas 70 lebih banyak yakni berjumlah 23 orang . %) dan yang memperoleh nilai di bawah 70 berjumlah 2 orang . %). Dengan demikian terlihat bahwa daya serap siswa sudah melampaui standar nilai ketuntasan belajar siswa . grafik peningkatannya dapat dilihat pada grafik berikut. Grafik 4. Kriteria Nilai Siswa sebelum dan Sesudah Perbaikan Pembelajaran IPA Rata-Rata Awal Rata-Rata Siklus I Rata-Rata Siklus II IPA Dari gambar grafik 4. 1 diatas terlihat adanya perubahan atau peningkatan nilai hasil test yang positif, artinya meningkat ke arah perolehan nilai yang lebih baik. Hal ini terlihat pada siklus I nilai siswa yang mendapat nilai di atas 70 terlihat sangat sedikit, setelah diberi tindakan dengan berbagai modifikasi pada kegiatan pembelajaran berubah menjadi lebih baik, grafik siswa yang mendapat nilai di atas 70 pada Siklus I, dan Siklus II terus meningkat. Nilai 100 yang dapat dicapai pada Siklus I, 2 orang dan pada Siklus II sebanyak 6 orang. Sementara itu siswa yang mendapat nilai di bawah 70 terus berubah meningkat perolehan nilainya bahkan Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya melampaui nilai 70, dengan kata lain mayoritas siswa yang mendapat nilai di bawah 70 sebelum tindakan, berubah menjadi sedikit setelah diberi tindakan, dan siswa yang mendapat nilai di atas 70 sebelum tindakan sedikit sekali dan yang mendapat nilai di atas 70 setelah tindakan menjadi banyak . Perbandingan selisih tes tersebut menunjukkan hasil belajar siswa cenderung meningkat, sehingga dapat dijadikan asumsi bahwa penggunaan diskusi sebagai metode pembelajaran sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menerapkan konsep khususnya pada pembelajaran IPA. Dalam meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pemanfaatan energi alternatif pada pembelajaran IPA, dilakukan dengan cara melaksanakan pembelajaran menggunakan metode diskusi sehingga siswa benar-benar mengalami peningkatan hasil belajar terhadap konsep yang dipelajari. Dengan demikian, secara umum siswa dapat menjawab soal-soal evaluasi dengan lebih baik. Hasil analisis data pengamatan pada proses /pelaksanaan pembelajaran IPA, terdapat 13 aspek yang diobservasi dan pada siklus pertama dari 13 aspek pengamatan, baru 10 aspek yang muncul dan pada siklus kedua bisa diperbaiki dan ditingkatkan sehingga tujuan yang diharapkan telah tercapai dengan optimal. SIMPULAN (Garamond 12, ditebalka. Dari hasil praktik perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan di Kelas IV SDN Sukamenak 5 dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Rencana penyusunannya mempertimbangkan kemampuan dasar siswa dengan optimalisasi penggunaan metode diskusi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukamenak 5. Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Proses pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi yang dilaksanakan selama dua siklus, hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukamenak 5. Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya dapat ditingkatkan. Faktor yang menghambat dalam pelaksanaan pembelajaran IPA dengan penggunaan metode diskusi terjadi pada siklus pertama dimana guru masih belum terbiasa dengan cara pembelajaran melalui teknik Penelitian Tindakan Kelas, namun dapat diatasi pada pembelajaran siklus kedua dan ketiga dengan menggunakan menggunakan metode diskusi sehingga dapat meningkatkan pelaksanaan perbaikan pembelajaran memperoleh hasil yang optimal. Madrosatuna : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6 . 2023 26 Ae 38 Cucu Suryanah . Caswita Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA Tentang Energi Alternatif Melalui Metode Diskusi di SDN Sukamenak 5 Tasikmalaya DAFTAR PUSTAKA