Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pendidikan Kesehatan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis (TB) Balita Pada Ibu-Ibu di Posyandu Vierto Irennius Girsang1*. Frida Liharris Saragih 2. Laura Mariati Siregar3 1Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia 2,3Prodi Keperawatan Universitas Sari Mutiara Indonesia *penulis korespondensi : viertogirsang@gmail. Abstrak. Tuberkulosis dapat menyerang siapa saja terutama usia produktif dan Tuberkulosis dapat menyebabkan kematian apabila tidak diobati dan 50% dari pasien tuberkulosis akan meninggal setelah lima tahun. Ibu-ibu membawa balitanya ke posyandu secara rutin diharapkan mendapatkan juga peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penyakit yang terjadi pada balita khususnya penyakit tuberkulosis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu Posyandu memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit tuberkulosis, gejala dan pencegahannya pada balita. Metode kegiatan ini adalah ceramah secara kelompok dan diskusi. Informasi tentang penyakit tuberkulosis, gejala dan pencegahannya pada balita disajikan dalam bentuk leaflet. Setelah memberikan informasi tentang tentang penyakit tuberkulosis, gejala dan pencegahannya pada balita maka selanjutnya ibu-ibu diajak berdikusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakn di posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bendahara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juli tahun Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang mengunjugi posyandu dan memiliki balita sebanyak 58 orang. Peserta kegiatan menyampaikan sangat senang telah mendapat informasi tentang penyakit tuberkulosis gejala dan pencegahannya pada Pendidikan kesehatan tentang penyakit-penyakit yang dapat terjadi pada balita sebaiknya dilakukan lebih terencana dan rutin di Posyandu. Historis Artikel: Diterima : 19 Juli 2023 Direvisi : 04 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. Tuberculosis can attack anyone, especially those of reproductive age and toddlers. Tuberculosis can cause death if not treated and 50% of tuberculosis patients will die after five Mothers who bring their toddlers to the posyandu regularly are also expected to get increased knowledge about preventing diseases that occur in toddlers, especially tuberculosis. This community service activity aims to help Posyandu provide health education about tuberculosis, its symptoms and prevention in toddlers. The method of this activity is group lectures and discussions. Information about tuberculosis, its symptoms and prevention in toddlers is presented in the form of After providing information about tuberculosis, its symptoms and prevention in toddlers, the mothers were then invited to have a discussion. This community service activity is carried out at the posyandu in the working area of the Bendahara Health Center. This community service activity was carried out in July 2023. The target of this activity is mothers who visit posyandu and have 58 toddlers. The mothers said they were very happy to have received information about the Kata Kunci: symptoms of tuberculosis and its prevention in toddlers. Health education about diseases that can tuberkulosis, pencegahan, occur in toddlers should be carried out in a more planned and routine manner at Posyandu. penyakit, balita PENDAHULUAN Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB dan merupakan penyebab kematian ke 3 terbanyak di Indonesia (Wijaya. Mantik, dan Rampengan Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru tetapi dapat juga menyerang organ atau bagian tubuh yang lain. Tuberkulosis dapat menyerang siapa saja terutama usia produktif dan Journal Abdimas Mutiara balita. Tuberkulosis dapat menyebabkan kematian apabila tidak diobati dan 50% dari pasien TB akan meninggal setelah lima tahun. Tuberkulosis bukan penyakit turunan dan juga bukan disebabkan oleh guna-guna atau kutukan (Kemenkes RI 2. Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis . angat jarang disebabkan oleh Mycobacterium aviu. Mycobacterium tuberculosis ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882. Basil tuberkulosis dapat hidup dan tetap virulen beberapa minggu dalam keadaan kering, tetapi bila basil tersebut dalam cairan 60 0C akan mati dalam waktu 15-20 menit. Fraksi protein basil tuberkulosis dapat menyebabkan nekrosis jaringan, sedangkan lemaknya menyebabkan sifat tahan asam dan merupakan faktor penyebab terjadinya fibrosis dan membentuk tuberkel yang mengandung sel-sel epiteloid (Kemenkes RI 2. Penularan Mycobacterium tuberculosis biasanya melalui udara hingga sebagian besar fokus primer tuberkulosis terdapat dalam paru. Selain melalui udara penularan dapat peroral misalnya minun susu yang mengandung basil tuberkulosis, biasanya Mycobacterium bovis. Dapat juga terjadi dengan kontak langsung misalnya melalui kuku atau lecet kulit. Penularan tuberkulosis dapat juga dari ibu ke bayi yang dikandungnya yang disebut tuberkulosis kongenital namun sangat jarang dijumpa (Kemenkes RI 2021. Proses infeksi TB tidak langsung memberikan gejala. Uji tuberkulin biasanya positif dalam 4-8 minggu setelah kontak awal dengan kuman TB. Pada awal terjadinya infeksi TB, dapat dijumpai demam yang tidak tinggi dan eritema nodosum, tetapi kelainan kulit ini berlangsung singkat sehingga jarang terdeteksi. Sakit TB primer dapat terjadi kapan saja pada tahap ini. Kita harus mengajari pasien dewasa yang infeksius untuk menutup mulut jika batuk. Mereka tidak dibenarkan meludah disembarangan tempat. Hal ini penting sebab basil dapat beterbangan dari ludah yang dibuang di tanah dan kemudian masuk kedalam paru-paru balita (Kemenkes RI 2. Lingkungan perumahan harus diperhatikan dengan memperbaiki kondisi perumahan. Hal yang dapat dilakukan adalah memperbaiki ventilasi dan pencahayaan dalam rumah. Mengurangi kepadatan juga membantu mencegah penyakit TB. Bila balita sehat yang tinggal serumah dengan penderita TB paru BTA positif mendapatkan skor < 5 pada evaluasi dengan system skoring, maka dengan balita tersebut diberikan isoniazid denga dosis 5-10 mg/kg BB/hari selama enam Bila balita tersebut belum pernah mendapatan imunisasi BCG, maka imunisasi BCG dilakukan setelah pengobatan pencegahan selesai (WHO 2. Tuberkulosis miller dapat terjadi setiap saat, tetapi biasanya berlangsung dalam 3-6 bulan pertama setelah infeksi TB, begitu juga dengan meningitis TB. Tuberkulosis pleura terjadi dalam 3-6 bulan pertama setelah infeksi TB. Tuberkulosis sistem skletal terjadi pada tahun pertama Journal Abdimas Mutiara walaupun dapat terjadi pada tahun kedua dan ketiga. Tuberkulosis ginjal biasanya terjadi lebih lama yaitu 5-25 tahun setelah infeksi primer. Sebagian besar manifestasi klinis sakit TB terjadi pada 5 tahun pertama, terutama pada satu tahun pertama dan 90% kematian karena TB terjadi pada tahun pertama setelah diagnosis TB (Kemenkes RI 2021. Proporsi kasus TB anak di antara seluruh kasus adalah persentase pasien TB anak . -14 tahu. diantara seluruh pasien TB tercatat, angka ini berkisar 8-12% pada angka maksimal Angka tersebut sebagai salah satu indikator untuk menggambarkan ketepatan dalam mendiagnosis TB pada anak. Bila angka ini terlalu besar dari 15%, kemungkinan terjadi overdiagnosis(Kemenkes RI 2021. Pemberian nutrisi yang baik akan meningkatkan kekebalan balita, dapat juga diberikan imunitas aktif buatan dengan vaksin BCG. Vaksin ini mengandung mikroorganisme hidup yang tidak berbahaya lagi yang disebut bacil BCG dan menyebabkan infeksi ringan yang aman pada Kekebalan ini sangat berguna karena balita tidak mudah lagi terserang TB dibanding balita yang tidak mendapat BCG (Girsang. Vierto Irennius Yovsyah 2. Rekomendasi yang sekarang dari WHO di negara-negara dengan prevalensi tuberkulosis yang tinggi BCG hendaknya diberikan secara rutin kepada semua bayi terkecuali pada bayi yang menderita HIV atau AIDS. Kemungkinan efek BCG dapat bertahan sampai 15 tahun setidaktidaknya pada populasi dengan gizi baik. Efek utama vaksinasi bayi adalah untuk melindungi balita-balita karena balita dengan tuberkulosis primer biasanya tidak menular. Sedangkan BCG kecil dampaknya untuk mengurangi orang dewasa yang infeksius dalam masyarakat (M E Rutherford. M E Hill. P C Maharani. W Apriani. L Sampurno. H Crevel. Van R Ruslami 2. Balita bisa mendapatkan vaksin BCG di posyandu secara gratis. Pelaksanan posyandu dilakukan sekali satu bulan. Ibu-ibu membawa balitanya ke posyandu secara rutin diharapkan mendapatkan juga peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penyakit yang terjadi pada balita khususnya penyakit TB. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membantu Posyandu dalam peningkatan pengetahuan ibu untuk mencegah penyakit TB pada Balita. METODE Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam hal peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan TB dilakukan dengan metode ceramah secara kelompok. Informasi tentang pencegahan penyakit TB disajikan dalam bentuk leaflet. Setelah memberikan informasi pencegahan TB pada balita maka selanjutnya ibu-ibu diajak berdikusi agar pengetahuan mereka tentang pencegahan tuberkulosis pada balita semakin baik. Saat diskusi dilakukan kita juga dapat mengetahui apakah ibu-ibu berespon positif atau negative terkait informasi yang disampaikan oleh tim pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat pendidikan kesehatan Journal Abdimas Mutiara pencegahan tuberkulosis balita ini adalah ibu yang mempunyai anak balita dan mengunjungi posyandu saat kegiatan dilaksanakan. Kegiatan pengebdian masyarakat ini sudah disesuaikn pengan waktu pelaksanaan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bendahara. Berdasarkan penyesuain jadwal posyandu maka kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juli HASIL DAN PEMBAHASAN Proses pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diawali dengan permohonan ijin kepada Puskesmas Bendahara. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari kegiatan posyandu. Kegiatan rutin posyandu yaitu penimbangan anak, pengukuran tinggi badan anak dan pemberian vaksin. Sebelum kegiatan posyandu dilakukan ibu-ibu yang membawa balita ke posyandu terlebih mengikuti akan diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan TB balita. Pelaksanaan kegiatan ini disesuaikan dengan pelaksanaan posyandu agar tidak menganggu kegiatan ibu-ibu. Di daerah ini Sebagian besar ibu rumah tangga bekerja ke ladang membantu suami. Gambar 1. Pelaksanaan Penyuluhan tentang manfaat Dali ni Horbo (Dokumentasi Tim Pengmas 2. Gambar 1. Pelaksanaan Penkes tentang penyakit, gejala dan pencegahan TB Pada Balita (Dokumentasi Tim Pengmas 2. Selain berkoordinasi dengan pihak Puskesmas kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melakukan koordinasi dengan kepala desa dan kader posyandu. Kegiatan posyandu yang Journal Abdimas Mutiara berbarengan dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh perwakilan dari Puskesmas Bendahara dan Kepala Desa. Informasi pencegahan TB balita yang disampaikan pada ibu-ibu yang menghadiri posyandu adalah sebagai berikut: Pengertian. Penyebab dan Gejala TB Balita Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis . angat jarang disebabkan oleh Mycobacterium aviu. Mycobacterium tuberculosis ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882. Basil tuberkulosis dapat hidup dan tetap virulen beberapa minggu dalam keadaan kering, tetapi bila basil tersebut dalam cairan 600C akan mati dalam waktu 15-20 menit. Fraksi protein basil tuberkulosis dapat menyebabkan nekrosis jaringan, sedangkan lemaknya menyebabkan sifat tahan asam dan merupakan faktor penyebab terjadinya fibrosis dan membentuk tuberkel yang mengandung sel-sel epiteloid. Secara umum tuberkulosis juga diklasifikasikan sebagai berikut: Tuberkulosis primer merupakan infeksi pertama dari tuberkulosis Tuberkulosis subprimer merupakan komplikasi tuberkulosis primer Tuberkulosis pasca primer merupakan reinfeksi yang dapat terjadi endogen dan eksogen setelah infeksi primer sembuh. Saat ini sering dipakai klasifikasi yang membagi tuberkulosis menjadi dua stadium yaitu: Tuberkulosis primer yang merupakan kompleks primer serta komplikasinya Tuberkulosis pascaprimer. Gejala TB pada anak tidak khas. Penurunan berat badan, lemah, letih dan lesu merupakan gejala utama TB pada anak. Batuk pada anak jarang merupakan gejala utama TB pada anak. Pada anak dengan gejala utama batuk dan atau anak dapat mengeluarkan dahak wajib diperiksa dahak mikroskopis SPS. Apabila terbukti anak denga BTA positif, maka anak tersebut termasuk sumber penularan bagi lingkungan sekitarnya (Kemenkes RI 2. Kadang-kadang tuberkulosis ditemukan pada anak-anak tanpa keluhan dan gejala. Gejala klinis tuberkulosis yang dapat diobservasi pada pemeriksaan fisik adalah panas yang naik turun selama 1-2 minggu, perut nyeri dan bengkak, terjadi pembesaran limfa atau hati. Batuk, dada mengi atau nyeri. Terjadi penurunan berat badan. Perkusi pekak menandakan adanya konsolidasi atau cairan. Pada tungkai terjadi pembengkakan sendi, nyeri dan kaku pada saat berjalan. Tulang belakang yang kaku atau bongkok, pada kulit dapat juga ditemukan ulkus atau luka. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, leher selangkangan atau ketiak (Wijaya et al. Kesulitan menemukan kuman penyebab pada TB balita menyebabkan penegakan diagnosa TB pada anak memerlukan kombinasi dari gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang Journal Abdimas Mutiara yang relevan. Adanya riwayat kontak dengan pasien TB dewasa dengan BTA positif merupakan salah satu data penting untuk menilai adanya sumber penularan. Selanjutnya perlu dibuktikan apakah pasien telah terinfeksi oleh kuman TB dengan melakukan uji tuberkulin. Uji tuberkulin yang positif menandakan adanya reaksi hipersensitifitas terhadap antigen . yang diberikan uji ini merupakan pemeriksaan penunjang yang utama dimana saat ini. Hal ini secara tidak langsung menandakan bahwa pernah ada kuman yang masuk ke pasien atau pasien sudah Pasien yang terinfeksi . ji tuberkulin positi. belum tentu sakit TB, karena tubuh pasien punya daya tahan atau imunitas untuk melawan kuman TB. Bila kekebalan pasien cukup baik maka pasien terbut secara klinis akan tampak sehat, keadaan ini disebut infeksi TB laten (Kemenkes RI 2. Pencegahan TB Balita Pencegahan TB balita dapat dilakukan dengan mendiagnosis dan mengobati TB pada orang dewasa. Harus dilakukan pemeriksaan dahak semua orang dewasa yang batuk selama 2-3 Pengobatan harus dilakukan pada semua pasien dewasa yang infeksius, sehingga mereka tidak mengeluarkan basil-basil yang masih hidup. Pasien dewasa segera tidak infeksisus lagi jika dia mendapat pengobatan tetapi dia harus menyelesaikan pengobatan dan meminum obat secara Jika dia tidak menyelesaikan pengobatan basil akan mulai berkembang lagi sehingga dia menjadi infeksius lagi. Kita harus mengajari pasien dewasa yang infeksius untuk menutup mulut jika batuk. Mereka tidak dibenarkan meludah disembarangan tempat. Hal ini penting sebab basil dapat beterbangan dari ludah yang dibuang di tanah dan kemudian masuk kedalam paru-paru balita (Kemenkes RI 2. Tuberkulosis dan kurang gizi sering ditemukan secara bersamaan. Kekurangan gizi dapat dapat meningkatkan resiko infeksi dan kemudian penyebaran penyakit tuberkulosis dan juga infeksi tuberkulosis dapat menimbulkan penurunan berat badan dan penyusutan tubuh. Keadaan gizi harus diberikan perhatian yang sama seperti terhadap keadaan tuberkulosis itu sendiri karena kedua hal ini akan sangat saling mempengaruhi . emenkes RI 2. Perlu dilakukan pengkajian tentang mekanisme kekurangan gizi terhadap kejadian Mekanisme ini berkaitan dengan menurunnya kekebalan tubuh akibat kekurangan gizi sehingga menyebabkan seseorang rentan terinfeksi kuman TB. Secara umum kekurangan zat gizi dapat mengakibatkan kerusakan yang berarti. Beberapa mekanisme penting dari perlindungan kekebalan tubuh, diantaranya kekebalan sel, fungsi fagositik, konsentrasi antibodi dan produksi cytokine (Girsang. Vierto Irennius Yovsyah 2. Ada banyak penelitian yang mengatakan adanya peningkatan kejadian tuberkulosis pada balita-balita dengan gizi yang kurang. Nutrisi yang baik akan meningkatkan kekebalan balita. Journal Abdimas Mutiara dapat juga diberikan imunitas aktif buatan dengan vaksin BCG. Vaksin ini mengandung mikroorganisme hidup yang tidak berbahaya lagi yang disebut bacil BCG dan menyebabkan infeksi ringan yang aman pada balita. Kekebalan ini sangat berguna karena balita tidak mudah lagi terserang TB dibanding balita yang tidak mendapat BCG (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2. Vaksin BCG adalah vaksin yang terdiri dari basil hidup yang dihilangkan virulensinya. Basil ini berasal dari suatu strain TB bovin yang dibiakkan selama beberapa tahun dalam Pemberian vaksin BCG dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi oleh basil tuberkulosis yang virulen tanpa menyebabkan kerusakan. Imunitas timbul 6-8 minggu setelah pemberian BCG. Imunitas yang terjadi tidaklah lengkap sehingga masih mungkin terjadi superinfeksi meskipun biasanya tidak progresif serta menimbulkan kompilasi yang berat. Dalam kebanyakan kasus daya pertahan tubuh akan meningkat sehingga dapat mengendalikan atau membunuh kuman tuberkulosis yang masuk ke dalam tubuh (Wijaya et al. Lingkungan perumahan harus diperhatikan dengan memperbaiki kondisi perumahan. Hal yang dapat dilakukan adalah memperbaiki ventilasi dan pencahayaan dalam rumah. Mengurangi kepadatan juga membantu mencegah penyakit TB (Girsang et al. Faktor penyakit penyerta dapat menurunkan kekebalan seorang balita terhadap tuberkulosis. Hal ini terutama terjadi pada penyakit campak dan batuk rejan. Bila penyakit-penyakit tersebut diderita oleh balita yang rentan terhadap tuberkulosis atau menderita infeksi primer tuberkulosis maka tuberkulosis dapat meluas manifestasinya ke tempat lain atau mungkin mengakibatkan sulit untuk sembuh. Sehingga kita harus memberikan perhatian yang sama pada bahaya penyakit penyerta dan penyakit tuberkulosis itu sendiri (Kemenkes RI 2. Gambar 2. Kegiatan Pengabdian Masyarakat sebelum kegiatan Posyandu (Dokumentasi Tim Pengmas 2. Journal Abdimas Mutiara Tim pengabdian masyarakat untuk menyampaikan cara pencegahan tuberkulosis pada Juga menyampaikan informasi tentang pencegahan TB balita ini dapat diakses di media online kementerian kesehatan. Pentingnya pengetahuan tentang tuberkulosis dan pencegahannya adalah agar dapat melakukan pencegahan sedini mungkin penularan penyakit ini. Sedangkan pentingnya mengetahui Gambar 3. Ibu-Ibu bertanya Pengaruh Status Gizi Terhadap Kejadian Tuberkulosis Pada Balita . (Dokumentasi Tim Pengmas 2. Berdasarkan hasil diskusi peserta sangat antusias untuk mendapatkan informasi yang benar dan mudah mereka pahami tentang penyakit tuberkulosis, gejala dan pencegahannya. Peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini juga sangat senang atas informasi yang mereka Sebagian besar ibu yang mendapat informasi menyampaikan bahwa banyak informasi baru tentang penyakit tuberkulosis dan pencegahannya pada balita. Informasi tentang penyakit tuberkulosis dan pencegahannya menurut peserta yang hadir sangat bermanfaat. PEMBAHASAN DAN EVALUASI KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertemakan pemanfaatan dali ni horbo dalam penangulangan stunting berdampak positif dan dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara pemanfaatan dali ni horbo yang merupakan makanan lokal dalam peningkatan gizi anak. Jumlah ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini tiga puluh tujuh orang. Semua ibu yang ikut kegiatan Journal Abdimas Mutiara ini mempunyai anak balita. Balita yang dibawa ibunya dalam kegiatan ini sebagian ada yang mengalami stunting dan ada juga yang tidak mengalami stunting. Pada saat diskusi ini ibu-ibu dapat menyampaikan pendapat dan bertukar informasi tentang penyakit tuberkulosis gejala dan pencegahannya pada balita yang selama ini belum mereka terima. Ibu-ibu juga mengkonfirmasi beberapa informasi yang mereka ragukan tentang manfaat penyakit tuberkulosis gejala dan pencegahannya pada balita. Secara umum peserta kegiatan menyampaikan merasa sangat senang telah dapat informasi tentang penyakit tuberkulosis gejala dan pencegahannya pada balita. Pendidikan kesehatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin di masyarakat. Pendampingan masyarakat dalam kegiatan sejenis ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap suatu issue kesehatan yang ada di masyarakat. Adanya penyampaian informasi tentang penyakit-penyakit yang dapat terjadi pada balita sebaiknya dilakukan lebih terencana dan rutin. KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pendidikan kesehatan tentang penyakit tuberkulosis, pencegahan dan gejalanya pada balita dilaksanaan saat posyandu berlangsung. Peserta mendapatkan informasi tentang penyakit tuberkulosis, pencegahan dan gejalanya pada Ibu yang ikut kegiatan ini sebanyak 28 orang yang memiliki balita. Kegiatan pemberian informasi dilakukan pada saat kegiatan posyandu dilaksanakan. Para ibu menyampaikan sebelumnya tidak pernah mendapat informasi tentang penyakit tuberkulosis, pencegahan dan gejalanya pada balita. Ibu menyampaikan menyampaikan sangat senang telah dapat mengikuti DAFTAR PUSTAKA