Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Gambaran Asupan Energi dengan Metode Food Recall 24 Jam dan Tingkat Stres Terhadap Indeks Massa Tubuh (Im. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan Tinjauan dalam Pandangan Islam Overview of Energy Intake with The 24-Hour Food Recall Method and Stress Levels on Body Mass Index (Bm. of Yarsi University Medical Faculty Students Class of 2022 and A Review in Islamic Views Nuuraliyya Rahma A. Fasli Jalal2. Qomariyah RS3. Fazlurrahman A. 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia. 2Bagian Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 4Bagian Agama Islam Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Email : rahmaadzahiraa@gmail. KATA KUNCI Asupan Energi, food recall. Tingkat Stres. Indeks Massa Tubuh (IMT) ABSTRAK Pemahaman gizi penting untuk menjaga berat badan dan kesehatan organ tubuh. Gizi berperan dalam kualitas hidup, di mana energi dan protein menjadi kontributor utama status gizi. Ketidakseimbangan energi akibat asupan dan aktivitas fisik yang tidak seimbang dapat menyebabkan obesitas. Aktivitas fisik membantu menurunkan lemak tubuh dan menjaga metabolisme. Remaja Indonesia menghadapi masalah gizi gandaAikurus, kelebihan berat badan, dan obesitasAiyang memengaruhi kesehatan dan aktivitas belajar, termasuk stres akibat tekanan Status gizi normal dan asupan yang cukup penting selama masa pertumbuhan remaja, tetapi gaya hidup kurang sehat kerap memengaruhi pola makan. IMT digunakan untuk menilai status gizi dan kaitannya dengan risiko kesehatan, termasuk penyakit metabolik dan kanker. Mahasiswa sering mengalami stres yang memengaruhi status gizi. Masa remaja rentan terhadap perubahan gizi akibat tuntutan fisik dan gaya hidup yang tidak terkontrol, termasuk aktivitas olahraga intens, diet ketat, atau kondisi kesehatan tertentu. Dalam Islam, pendekatan spiritual seperti salat dan doa dapat membantu mengelola stres. Metode food recall 24 jam efektif untuk menganalisis asupan energi dan status gizi, terutama jika dilakukan di luar hari Jumat. Sabtu, dan Minggu untuk menghindari data yang tidak representatif. Berdasarkan hal ini, penelitian dilakukan untuk mengevaluasi asupan energi dengan metode food recall 24 jam terhadap IMT pada mahasiswa FK Universitas YARSI Angkatan 2022. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 KEYWORDS Energy intake, food recall, stress levels, body mass index (BMI) ABSTRACT Understanding nutrition is important for maintaining body weight and organ health. Nutrition plays a role in quality of life, with energy and protein being the main contributors to nutritional status. Energy imbalance due to unbalanced intake and physical activity can lead to Physical activity helps reduce body fat and maintain Indonesian adolescents face multiple nutritional problems - underweight, overweight and obesity - that affect their health and learning activities, including stress from academic pressure. Normal nutritional status and adequate intake are important during adolescence, but unhealthy lifestyles often affect eating patterns. BMI is used to assess nutritional status and its association with health risks, including metabolic diseases and cancer. College students often experience stress that affects nutritional status. Adolescence is prone to nutritional changes due to physical demands and uncontrolled lifestyles, including intense sports activities, restrictive diets or certain health In Islam, spiritual approaches such as prayer and supplication can help manage stress. The 24-hour food recall method is effective for analyzing energy intake and nutritional status, especially if conducted outside of Fridays. Saturdays and Sundays to avoid unrepresentative data. Based on this, a study was conducted to evaluate energy intake using the 24-hour food recall method on BMI in YARSI University Faculty of Medicine students class of 2022. PENDAHULUAN Masyarakat perlu memahami nilai gizi dalam makanan untuk menjaga berat badan dan kesehatan organ tubuh (Ayuni & Wahjuni, 2. Energi dan protein merupakan kontributor utama dalam menentukan status gizi (Ubro et al. , 2. Ketidakseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik dapat sedangkan aktivitas fisik teratur dapat keseimbangan nutrisi (Tchernof & Depres, 2013. Kemenkes RI, 2. Remaja Indonesia menghadapi masalah gizi rangkap, seperti kurang berat badan, obesitas, dan stres akibat tekanan akademis, yang dapat memengaruhi konsentrasi dan mental mereka (Simbolon, 2013. Multazami, 2. Remaja memerlukan pertumbuhan, namun sering memiliki pola makan tidak sehat (Bahar et al. Aljohani, 2. Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan untuk mengevaluasi status IMT kekurangan gizi, sedangkan IMT tinggi berkaitan dengan risiko obesitas, penyakit metabolik, dan kanker (Putra Mukherjee Mukhopadhyay, 2018. Jacobs et al. Prevalensi obesitas global terus meningkat, termasuk di Indonesia (RISKESDAS, 2018. Wulandari et al. Remaja memerlukan asupan gizi khusus berdasarkan aktivitas dan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 kondisi kesehatan (Rahmawati, 2017. Rahayu et al. , 2. Dalam perspektif Islam, stres dapat dikelola melalui ibadah seperti salat dan dzikir, yang membantu kesejahteraan mental (Rafid & Rahmadani, 2. Food recall 24 jam merupakan metode efektif untuk menilai asupan gizi, tetapi pelaksanaannya sebaiknya menghindari akhir pekan karena konsumsi makanan pada hari tersebut kurang representatif (Silvia et al. , 2011. Nur et al. , 2. Penelitian ini akan mengkaji hubungan asupan energi dengan IMT pada mahasiswa FK Universitas YARSI Angkatan 2022 menggunakan metode food recall 24 jam. METODOLOGI Penelitian ini adalah noneksperimen kuantitatif dan rancangan crosectional, yang mengamati variabel dalam satu waktu (Maksum, 2. Variabel bebasnya adalah asupan energi dan tingkatan stres, sedangkan variabel terikatnya adalah status gizi (IMT). Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan wawancara microtoice, kuesioner food recall 24 jam, dan kuesioner PSS-10. Prosedur meliputi pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung IMT, wawancara asupan energi dengan food recall 24 jam selama tiga hari . iolah dengan Nutrisurve. , serta pengisian kuesioner PSS-10 untuk tingkatan stres. Instrumen formulir informed consent, kuesioner food recall, kuesioner PSS-10, timbangan digital, dan microtoice. HASIL Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Tabel 1, penelitian ini melibatkan mayoritas responden perempuan . ,3%) dengan rentang usia terbanyak pada 19-22 tahun, terutama terpusat pada kelompok usia 20 tahun . ,5%). Dari segi indeks massa tubuh (IMT), sebagian besar responden dikategorikan sebagai berat badan normal . ,8%). Namun, proporsi yang cukup signifikan juga ditemukan pada kelompok obesitas, baik grade I maupun II. Temuan ini menunjukkan adanya variasi kondisi fisik pada responden yang dapat menganalisis hubungan antara stres dan pola makan. Tabel 2. Analisa Pemenuhan Kalori dan Karbohidrat Tabel 2 menyajikan distribusi responden berdasarkan kategori pemenuhan kalori dan karbohidrat. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kekurangan asupan kalori . nder intak. sebesar 76,5%. Hanya 20% responden yang memiliki asupan kalori yang cukup . dequate intak. , sementara sisanya . ,5%) memiliki asupan kalori yang berlebihan . ver intak. Pola yang serupa juga terlihat pada pemenuhan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 karbohidrat, di mana 80% responden mengalami kekurangan asupan karbohidrat. Hanya 16,5% responden yang memiliki asupan karbohidrat yang cukup, dan sisanya . ,5%) memiliki asupan yang berlebihan. Hasil ini mengindikasikan bahwa secara umum, responden dalam penelitian ini cenderung kekurangan asupan kalori dan Tabel 3. Analisa Tingkat Stres Tabel 3 memberikan gambaran mengenai tingkat stres yang dialami oleh para responden. Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar responden, yaitu sekitar 78,8%, mengalami stres pada tingkat sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa stres pada tingkat sedang merupakan kondisi yang cukup umum di antara kelompok responden yang diteliti. Hanya sekitar 3,5% responden yang melaporkan mengalami stres ringan, menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah mengalami tingkat stres yang cukup Di sisi lain, sekitar 17,6% responden melaporkan mengalami stres Persentase ini cukup signifikan dan perlu diperhatikan lebih lanjut, karena stres berat dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Tabel 4. Analisa Bivariat Karakteristik Responden Dengan Tingkat Stres Tabel 4 menunjukkan hubungan antara karakteristik responden . sia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh atau IMT) dengan tingkat stres yang dialami. Analisis usia tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap tingkat stres, meskipun terdapat variasi distribusi stres antar Misalnya, pada usia 19 tahun, 68,8% mengalami stres sedang dan 31,3% stres berat, sementara pada usia 21 tahun, 5,9% mengalami stres ringan, 82,4% stres sedang, dan 11,8% stres berat. Sebaliknya, jenis kelamin menunjukkan perbedaan signifikan, di mana perempuan . %) lebih rentan mengalami stres sedang hingga berat dibandingkan laki-laki yang mayoritas . ,5%) mengalami stres sedang. Analisis IMT juga tidak menunjukkan perbedaan signifikan, meskipun kelompok dengan berat badan normal didominasi oleh responden dengan stres sedang . ,8%) dan stres berat . ,2%), sedangkan pada obesitas grade I, 75% mengalami stres sedang dan 25% stres berat. Meski terdapat variasi dalam distribusi tingkat stres berdasarkan usia, jenis kelamin, dan IMT, hanya jenis kelamin yang menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Tabel 5. Analisa Bivariat Pola Makan Dengan Tingkat Stres Analisis terhadap kecukupan kalori dan karbohidrat menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok dengan asupan yang kurang, sesuai, atau berlebih dalam hal tingkat stres, meskipun terdapat fluktuasi distribusi tingkat stres Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 antar kelompok. Pada kelompok dengan asupan kalori kurang, 81,5% mengalami stres sedang dan 15,4% stres berat, sedangkan pada kelompok dengan asupan kalori sesuai, 64,7% mengalami stres sedang dan 29,4% stres berat . -value = 0,. Pola serupa terlihat pada kecukupan karbohidrat, di mana pada kelompok dengan asupan karbohidrat kurang, 77,9% mengalami stres sedang dan 17,6% stres berat, sementara pada kelompok dengan 85,7% mengalami stres sedang dan 14,3% stres berat . -value = 0,. Meskipun persentase menunjukkan variasi dalam distribusi tingkat stres, perbedaan ini tidak signifikan secara statistik. PEMBAHASAN Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah wanita ,3%), Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Wanita cenderung melaporkan tingkat stres lebih tinggi dibanding pria, dengan 22,7% wanita melaporkan stres tinggi dibandingkan 11% pria (Kania, 2. Respons stres ini dipengaruhi oleh hormon estrogen yang meningkatkan kecenderungan wanita untuk mencari dukungan sosial ("tend-andbefriend"), sementara pria lebih sering menunjukkan respons "fight-or-flight" (Kania, 2. Sebagian besar responden berusia 20 tahun . ,5%), tetapi tidak ditemukan hubungan antara usia dan tingkat stres, berbeda dengan penelitian lain yang menunjukkan stres lebih tinggi pada dewasa Hal ini dapat disebabkan oleh variabilitas yang minim pada penelitian ini (Stefaniak et al. , 2. Hasil analisis IMT menunjukkan 38,8% responden memiliki IMT normal, sementara obesitas mencapai 37,6%, sesuai dengan data Riskesdas 2018 . %). Stres meningkatkan IMT melalui hormon kortisol yang merangsang nafsu makan dan memperlambat metabolisme, sementara IMT tinggi memicu stres melalui peradangan tubuh dan tekanan psikologis (Kyhnel et al. , 2. Sebanyak 75% responden memiliki kecukupan kalori dan karbohidrat harian yang rendah, kemungkinan karena upaya menurunkan berat badan. Namun, tidak ditemukan korelasi signifikan antara pola makan dan tingkat stres. Konsumsi makanan berlebih, terutama lemak jenuh dan gula, memicu peradangan sistemik dan fluktuasi glukosa yang memperburuk regulasi emosi dan respons stres (Schypf et , 2013. Bernardoni et al. , 2. Asupan protein berlebih juga meningkatkan pembentukan ammonia dan aktivitas sistem saraf simpatik yang memicu kecemasan (Braissant et al. , 2013. Nan et al. , 2. Dalam Islam, olahraga dianjurkan sebagai aktivitas yang tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga meningkatkan Rasulullah SAW menegaskan pentingnya kebugaran jasmani sebagai bagian dari iman, sebagaimana sabdanya bahwa "mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada yang lemah. " Olahraga dapat menjadi sarana refleksi atas kebesaran Allah, khususnya ketika dilakukan di alam terbuka yang penuh Dengan menyertai olahraga dengan zikir dan doa, aktivitas ini tidak hanya berdampak fisik tetapi juga menjadi Selain kesehatan mental dan fisik, olahraga meningkatkan kesiapan individu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan (Ramdani et al. , 2. Makanan juga menjadi elemen penting dalam Islam, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga mendukung kesehatan spiritual. Islam menekankan konsumsi makanan yang halal dan thayyib, yaitu sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Nutrisi yang cukup, seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral, mendukung pertumbuhan fisik, menjaga keseimbangan hormon, dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengonsumsi makanan bergizi yang sesuai ajaran agama. Muslim dapat menjaga keseimbangan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 mental dan hati nurani, menjadikan makan tidak hanya kebutuhan fisik tetapi juga ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT (Rojabiah et al. , 2. Stres merupakan respons alami individu terhadap situasi yang dianggap mengancam atau tidak sesuai harapan, yang dapat mengganggu kesehatan mental, sosial, dan aktivitas sehari-hari. Dalam perspektif Islam, stres dipahami sebagai ujian dari Allah SWT untuk menguji kesabaran dan keimanan, seperti yang disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 155. Manajemen stres secara Islami menekankan pendekatan spiritual seperti shalat, dzikir, dan taubat. Shalat membantu mendekatkan diri kepada Allah, memberikan ketenangan jiwa, dan memperkuat iman (Darwati. Dzikir menenteramkan hati melalui pengingatan kepada Allah sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-RaAod ayat 28, sementara taubat meringankan kegelisahan akibat dosa dan mengajarkan komitmen untuk memperbaiki diri (Darwati, 2. Islam juga menganjurkan keseimbangan dalam hidup serta mempererat ukhuwah Islamiyah sebagai metode untuk mengelola stres dengan efektif (Darwati, 2022. Sukma et al. , 2. Puasa dalam Islam, selain sebagai ibadah, berfungsi sebagai mekanisme pengelolaan stres dan manajemen berat Selama memanfaatkan cadangan glikogen dan lemak, yang mendukung penurunan berat badan serta detoksifikasi alami tubuh. Islam juga mengajarkan kesederhanaan dalam pola makan, yang membantu menciptakan kebiasaan makan sehat dan berkelanjutan (Ghoni et al. , 2. Aktivitas spiritual seperti doa, zikir, dan refleksi selama puasa mendukung keseimbangan emosional dan mental, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan menciptakan ketenangan Oleh karena itu, pendekatan holistik berbasis nilai-nilai Islam menjadi solusi efektif untuk menghadapi stres dan tantangan hidup modern, sebagaimana tercantum dalam QS. Ali Imran ayat 139 (Darwati, 2022. Yuwono, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, di peroleh kesimpulan sebagai berikut: Asupan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 kebanyakan berada pada tarah kurang atau under intake . ,5%) begitu pula dengan asupan karbohidrat . %) Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 didapatkan tingkat stress berat memiliki persentase tertinggi pada kelompok IMT kurang . ,9%) dan Obesitas grade . ,0%). Tidak hubungan yang signifikan antara kedua variabel (P value 0,. Gambaran indeks masa tubuh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 kebanyakan berada pada kategori normal . ,8%) meski 37,6% diantara berada pada tingkat obesitas dan masih terdapat 8,2% sisanya kondisi berat badan Berdasarkan intake responden dengan tingkat stress berat secara persentase paling tinggi berada pada kategori intake sesuai berdasarkan kalori harian . ,4%) berdasarkan karbohidrat harain . ,3%). Tidak hubungan yang signifkan antara pola makan dengan tingkat stress (P value 0,537 % 0,. Dalam konsumsi makanan dan minuman diperbolehkan asalkan dalam memenuhi kriteria halal dan Energi yang diperoleh juga perlu diimbangi dengan aktivitas fisik untuk menjaga Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Saat Islam mengajarkan bahwa ketenangan tidak diperoleh dari banyaknya mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan dzikir. DAFTAR PUSTAKA