Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 79 Ae 84 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. AUDIT TENURE. DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Pada Perusahaan Jasa Sektor Keuangan yang Terdaftar di BEI Periode 2017-2. Oleh : Fabia Syafanisa Lizara Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Universitas Nasional Jakarta Email : biasyafa@gmail. Bambang Subiyanto Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Universitas Nasional Jakarta Email : bams. undip@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract High audit quality can build the trust of users of financial statements as a basis for decision making, both for their individual and public interests. The purpose of this research is to do a quantitative test of the effect of firm size, audit tenure, and financial distress on audit quality. The independent variable firm size is measured by the natural logarithm of total assets, audit tenure is measured by the length of the audit service engagement between the auditor and the auditee, and financial distress is measured by the debt to equity ratio. The dependent variable of audit quality is measured by a KAP reputation proxy. The data for this study amounted to 195 from 39 sample companies that published financial reports for the period 2017 Ae 2021 . The type of data taken is secondary data obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange and each company. The technique used is logistic regression analysis processed using SPSS 26. The results of this study shows that firm size and audit tenure have a significant positive effect on audit quality, while financial distress has a negative effect on audit quality. Keyword : Firm Size. Audit Tenure. Financial Distress. Audit Quality investor pasar modal harus mengambil langkah yang tepat untuk bertahan dalam memperoleh keuntungan dalam berinvestasi (Kasmad & Faiza. Sinaga & Hidayat, 2. Beberapa investor memutuskan menambah portofolio investasi untuk mempertahankan kestabilan kondisi ekonominya. Sebaliknya, perusahaan go public harus memberikan informasi laporan keuangan secara transparan terkait dengan kondisi keuangan kepada para investor agar dapat mengambil keputusan secara tepat. Kualitas audit merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan go public karena laporan keuangan yang disajikan dalam laporan audit yang berkualitas akan menumbuhkan kepercayaan investor. Pelanggaran audit terjadi, salah satunya pada perusahaan asuransi Jiwasraya dimana polis nasabah gagal dibayarkan karena terdapat fraud yang dilakukan oleh manajemen perusahaan. Laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Jiwasraya dimanipulasi agar perusahaan terlihat dalam kondisi yang baik sehingga pemegang polis PENDAHULUAN Keberlangsungan sebuah perusahaan dapat diketahui dari hasil serangkaian kegiatan audit, pada akhirnya akan ditetapkan langkah yang harus diambil untuk mempertahankan perusahaan Dengan hasil audit yang berkualitas, maka perusahaan dan para pemangku kepentingan akan merasa lebih aman dan terjamin dalam melakukan investasi pada kondisi di masa mendatang (Yudhi et al. , 2. Audit dilakukan oleh seorang auditor dari Akuntan Publik yang independen, atau tidak memihak pihak tertentu. Pemeriksaan laporan keuangan oleh pihak eksternal perusahaan sangat diperlukan agar informasi dalam laporan keuangan dapat dipercaya oleh pengguna informasi yang akan menjadikan laporan keuangan sebagai dasar membuat keputusan (Effendi & Ulhaq, 2. Laporan keuangan harus disajikan secara benar dan sesuai, agar keputusan dapat diambil dengan tepat. Seiring dengan berkembangnya perekonomian yang terjadi sangat pesat, membuat asuransi memiliki keyakinan terhadap perusahaan Kegagalan pembayaran polis asuransi tersebut salah satunya disebabkan karena Jiwasraya melakukan investasi yang cukup besar pada beberapa saham yang kurang meyakinkan dimana perusahaan tersebut tidak likuid sehingga terjadi kerugian. Kualitas audit berperan sangat penting pada kondisi tersebut dan auditor harus memiliki kemampuan memberikan opini tentang kelangsungan hidup perusahaan sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya (Guasmin & Febrianti. Widjaja et al. , 2. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) SA 570 (Revisi 2. tentang Kelangsungan Usaha menyebutkan, bahwa auditor harus melakukan evaluasi terhadap bukti audit untuk menyimpulkan kelangsungan usaha dalam laporan keuangan yang disusun oleh manajemen perusahaan (Wanialisa, 2. Menurut Nuratama . dalam (Mardyanti & Praptiningsih . menyampaikan informasi dengan kualitas tinggi karena akan berguna sebagai panduan untuk pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan karena pengguna laporan keuangan merasa yakin bahwa auditor dari KAP yang termasuk The Big Four dan reputasi baik, akan menyajikan audit yang berkualitas. Choi et al. menjelaskan dalam aspek ketergantungan ekonomi dimana KAP yang besar memiliki reputasi baik akan kurang bergantung pada pendapatan dari klien tertentu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa KAP besar memiliki kekuatan untuk menolak dan menahan tekanan negatif dari Menurut Christiawan . dalam Paputungan & Kaluge . KAP yang tergabung dalam The Big Four lebih berkualitas karena diyakini memiliki staff yang lebih profesional dengan pengalaman cukup baik dalam melakukan audit perusahaan go public. Penelitian terdahulu telah menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, audit tenure, dan financial distress terhadap kualitas audit. Namun hasil dari beberapa penelitian tersebut masih terdapat kontravensi dimana hasil penelitiannya menunjukan perbedaan tidak seragam. Penelitian yang dilakukan Hasanah & Putri . menyatakan hasil bahwa secara parsial ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, dan audit tenure berpengaruh terhadap kualias audit. Namun, ukuran perusahaan dan audit tenure berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Effendi & Ulhaq . bahwa ukuran perusahaan dan audit tenure tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Basworo et al. , . menunjukkan hasil bahwa audit tenure tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas audit. Kualitas audit adalah gabungan dari kemungkinan kapabilitas auditor menemukan pelanggaran pada laporan keuangan dan kemudian mereka menghentikan pelanggaran tersebut (Effendi & Ulhaq, 2021. Hasanah & Putri, 2. Tadiontong . dalam Elevandra & Yunita . juga memaparkan arti dari kualitas audit yaitu kemungkinan seorang akuntan publik menjumpai dan memberitakan kesalahan dan penyelewengan yang mungkin terdapat dalam praktik akuntansi. Kemungkinan . dimana auditor berhasil menemukan pelanggaran yang dilakukan pada saat mengaudit laporan keuangan klien pada saat mengaudit laporan keuangan klien lalu melaporkannya dalam laporan keuangan auditan yang berpedoman pada standar auditing dan kode etik akuntan publik yang relevan sesuai Kualitas Audit (Arisinta, 2. Kualitas audit adalah jika seorang auditor mampu mendeteksi salah saji dan memiliki sikap skeptisme profesional. Untuk mendeteksi kesalahan penyajian dengan baik dan benar, seorang auditor harus memahami dengan baik jenis industri klien auditnya. Kualitas audit dapat diproksikan dengan reputasi KAP untuk menilai tinggi dan rendahnya kualitas dari audit tersebut. DeAngelo . dalam Paputungan & Kaluge . menjelaskan bahwa ukuran dan reputasi KAP dapat menunjukkan tingkat kualitas audit. Menurut Christiawan . dalam Paputungan & Kaluge . KAP dengan ukuran besar dan reputasi yang baik atau disebut juga Big Four dapat menghasilkan kualitas audit yang lebih baik dibandingkan dengan KAP Non Big Four. Kualitas audit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jangka waktu perikatan antara KAP dan perusahaan diaudit . udit tenur. , besarnya suatu perusahaan . kuran perusahaa. , dan kondisi keuangan suatu perusahaan . inancial distres. (Hadiana, 2020. PURA, 2. Menurut Basworo et al. , . ukuran memperhitungkan besar atau kecilnya perusahaan yang diukur dengan beberapa cara seperti seberapa jumlah aset yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan tersebut, total penjualan yang dicapai, dan jumlah tenaga kerja. Semakin banyak aset yang dimiliki dan dikelola oleh suatu perusahaan maka semakin besar ukuran perusahaan tersebut. Ukuran berpengaruh secara negatif terhadap kualitas audit karena semakin besar suatu perusahaan akan menyebabkan pengungkapan yang lebih transparan keadaan kesulitan atau keterpurukan keuangan. kepada publik dan menjadi perhatian publik, maka Kesulitan keuangan dapat dinilai dengan diperkirakan semakin besar perusahaan akan bagaimana suatu perusahaan dapat memenuhi semakin kecil kemungkinan manajemen labanya. kewajibannya dengan mengelola modal yang Penilaian ukuran perusahaan menggunakan Ln Perusahaan yang gagal memenuhi Total Asset. kewajibannya akan mengalami kerugian dan Jangka waktu perikatan yang terjadi antara Dengan kondisi keuangan yang Kantor Akuntan Publik dan auditor dengan buruk tentu akan membuat perusahaan harus perusahaan auditee disebut audit tenure. Semakin mengurangi biaya auditnya dengan memilih KAP lama masa perikatan auditor KAP dengan Non Big 4 dan diperkirakan akan menurunkan perusahaan auditee akan semakin besar kualitas audit. Financial distress diukur dengan kemungkinan terjadinya penurunan independensi menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). karena adanya ikatan emosional yang timbul. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia METODE PENELITIAN Nomor 20 Tahun 2015 Tentang Praktik Akuntan Penelitian ini menggunakan data sekunder Publik mengatur tenang pemberian jasa audit atas berupa laporan keuangan perusahaan Sektor informasi keuangan historis terhadap suatu entitas Keuangan yang diambil dari situs resmi Bursa Efek oleh seorang Akuntan Publik dibatasi paling lama Indonesia (Sugiyono, 2018, 2. Metode yang untuk 5 . tahun buku berturut- turut. Hasanah digunakan yaitu kuantitatif dimana penelitian & Putri . memaparkan bahwa jangka waktu berfokus untuk menguji hipotesis, mengukur, dan perikatan auditor meneliti pengaruh variabel independen terhadap menciptakan insentif ekonomi bagi auditor variabel dependen untuk dibuatkan kesimpulan. Teknik penentuan sampel yang dilakukan yaitu Audit tenure diukur dengan metode purposive sampling dengan mengambil menjumlahkan periode perikatan audit yang dinilai perusahaan dari populasi menjadi sampel yang dengan angka 1 untuk tahun pertama perikatan dan sesuai dengan kriteria. Populasi penelitian ini akan bertambah 1 untuk tahun perikatan merupakan seluruh perusahaan jasa sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Menurut Elevandra & Yunita . , dan dipilih berdasarkan kriteria yang memenuhi financial distress adalah kondisi keuangan dimana keperluan data sesuai variabel penelitian suatu perusahaan atau unit usaha sedang dalam (Sugiyono, 2015, 2. Tabel 1. Kriteria Sampel Penelitian No Kriteria Jumlah Perusahaan Jasa Sektor Keuangan yang terdaftar di BEI Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan periode 2017 - 2021 secara lengkap Perusahaan yang pre-listing atau delisting selama periode 2017 Ae 2021 Perusahaan yang dalam laporan keuangannya tidak terdapat data sesuai kebutuhan pengujian Jumlah Perusahaan Sampel Jumlah Periode Sampel (Tahu. Total Data Sampel Sumber : Data yang dioleh oleh penulis, 2022 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, audit tenure, dan financial distress terhadap kualitas audit yang dinilai dengan proksi reputasi KAP. Variabel independennya merupakan Ukuran Perusahaan (X. Audit Tenure (X. , dan Financial Distress (X. dengan variabel dependen yaitu Kualitas Audit (Y). Data yang telah dikumpulkan dan dilakukan sampling selanjutnya diolah dengan menggunakan bantuan software SPSS 26. Metode pengujian yang dilakukan menggunakan analisis regresi logistik (Sugiyono. HASIL DAN PEMBAHASAN Ukuran Perusahaan Audit Tenure Financial Distress Kualitas Audit Valid N . Tabel 3 Descriptive Statistics Minimum Maximum 25,84 35,08 1,00 16,00 ,00 12,56 ,00 1,00 Sumber : Data output SPSS Mean 30,1442 3,7128 3,6555 ,4103 Std. Deviation 2,58872 3,29160 2,58189 ,49315 Dari hipotesis ini jelas bahwa agar model Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit fit dengan data maka H0 harus diterima sedangkan Tes. Ghozali . menyatakan bahwa H1 harus ditolak, sehingga model tersebut fit menilai model fit terhadap data digunakan untuk dengan data. Statistik yang digunakan berdasarkan menilai model yang telah dihipotesiskan telah fit pada fungsi Likehood. Likehood L dari model atau tidak dengan data. Hipotesis untuk menilai adalah probabilitas bahwa model yang model fit adalah: dihipotesiskan menggambarkan data input. Untuk H0 : Model yang dihipotesiskan fit dengan data menguji hipotesis nol dan alternatif. L Ha : Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan ditransformasikan menjadi -2LogL. Tabel 4. Hasil Uji Keseluruhan Model Chi-square Sig. Step 1 Step 127,897 ,000 Block 127,897 ,000 Model 127,897 ,000 Sumber : Data output SPSS H0 : Model yang dihipotesiskan fit dengan data H1: Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan H0 diterima jika Nilai Chi-square hitung > nilai chi square tabel H1 diterima jika Nilai Chi-square hitung < nilai chi square tabel Nilai Chisquare hitung 127,897 > dari chi square tabel 7,815. Hal ini berarti model dinyatakan fit. kurang dari 0,05, maka hipotesis nol ditolak yang berarti ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya sehingga Goodness of fit test tidak baik karena model tidak dapat memprediksi nilai observasinya. Sedangkan Jika nilai statistik Hosmer and LemeshowAos Goodness of fit test lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol (H. diterima dan berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya. H0 : Model mampu memprediksi nilai observasi atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya. H1: : Model mampu memprediksi nilai observasi atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya. H0 diterima Jika Nilai Ou 0,05 H1 diterima Jika Nilai O 0,05 Menilai Kelayakan Model Regresi Menurut Ghozali . pengujian kelayakan model regresi logistik dinilai dengan menggunakan hosmer and lemeshowAos goodness of Model ini digunakan untuk menguji hipotesis nol apakah data empiris sesuai dengan model . idak ada perbedaan antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fi. Jika nilai statistik Hosmer and LemeshowAos Goodness of fit test sama dengan atau Tabel 4. Hasil Uji Kelayakan Model Regresi Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. 10,954 ,204 Sumber : Data output SPSS Sig 0,204 hal ini berarti H0 diterima. Sehingga model dapat diterima karena cocok dengan data Uji Hipotesis Koefisien Determinasi Nagelkerke R Squar. (Pengujian Tabel 5. Hasil Pengujian Nagelkerke R Square Model Summary Cox & Snell R Nagelkerke R Step -2 Log likelihood Square Square 136,114a ,481 ,648 Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than ,001. Sumber : Data output SPSS Nilai Nagelkerke R Square adalah 0,648 berarti variabel x1,x2,x3 berpengaruh sebesar 64,8% dan sisanya 35,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Uji Pengaruh Parsial Tabel 6. Hasil Uji Pengaruh Parsial Variables in the Equation Wald Sig. Exp(B) Step 1a Ukuran Perusahaan ,898 ,147 37,472 ,000 2,454 Audit Tenure ,397 ,106 14,082 ,000 1,488 Financial Distress -,204 ,100 4,129 ,042 ,816 Constant -28,277 4,371 41,842 ,000 ,000 Variable. entered on step 1: Ukuran Perusahaan. Audit Tenure. Financial Distress. Sumber : Data output SPSS X1 : Sig 0,000 Koefisien 0,898 Simpulan : pengaruh positif signifikan X2 : Sig 0,042 Koefisien 0,397 Simpulan : pengaruh positif signifikan X3 : Sig 0,000 Koefisien -0,204 Simpulan : pengaruh negatif signifikan Financial distress berpengaruh negatif signifikan yang berarti semakin tinggi tingkat keterpurukan keuangan suatu perusahaan akan menyebabkan kualitas audit yang menurun. Dengan kondisi keuangan yang terpuruk dapat mempengaruhi operasional perusahaan dimana perusahaan akan mengurangi biaya audit sehingga Kondisi kesulitan keuangan perusahaan akan mempengaruhi operasional perusahaan termasuk kemampuan perusahaan untuk melakukan perikatan dengan auditor eksternal yang berkualitas (Wijaya & Susilandari, 2. = -28,277 0,898UP - 0,397AT 1Oeyaya 0,204FD Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit yang berarti semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka akan semakin baik kualitas auditnya (Effendi & Ulhaq, 2021. Hasanah & Putri, 2. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan yang besar akan memilih KAP yang memiliki reputasi baik untuk menghasilkan audit yang lebih berkualitas. Audit tenure juga berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas Hal tersebut membuktikan bahwa perusahaan yang memiliki jangka waktu perikatan audit antara KAP dan auditee sesuai peraturan mandatory tidak mengurangi independensi seorang auditor sehingga tetap menghasilkan audit yang Selain itu, dengan perikatan audit yang tidak sering diganti-ganti akan membuat auditor semakin memahami perusahaan yang diauditnya (Leksono et al. , 2019. Sulaeman, 2. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan audit tenure berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan financial distress berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit. Semakin besar suatu perusahaan dan semakin lama perikatan audit akan menyebabkan audit yang lebih berkualitas. Sebaliknya, semakin tinggi tingkat financial distress akan menyebabkan kualitas audit yang lebih rendah karena kondisi keuangan perusahaan mempengaruhi kemampuan perusahaan membayar biaya audit untuk mendapatkan audit yang lebih Ukuran Perusahaan. Fee Audit. Audit Tenure. Dan Rotasi Audit Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Trilogi Accounting And Business Research, 03. , 1Ae6. Paputungan. , & Kaluge. Pengaruh Masa Perikatan Audit. Rotasi Audit Dan Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Reviu Akuntansi Dan Keuangan, 8. , https://doi. org/10. 22219/jrak. PURA. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH. AkMen JURNAL ILMIAH, 18. https://doi. org/10. 37476/akmen. Sinaga. , & Hidayat. Pengaruh Sistem Pengendalian Internal. Audit Laporan Keuangan, dan Penerapan Good Governance terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Jurnal MEDIASI, 06. Sugiyono. METODE PENELITIAN KUANTITATIF. KUALITATIF. DAN R&D. ALFABETA. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung. : Alfabeta. , 2016. Sugiyono. metode penelitian kualntitaltif, kuallitaltif,daln R&D. Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Kuantitatif, dan R&D. CV. Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D . st ed. Penerbit Alfabeta. Sulaeman. Pengaruh Profitabilitas. Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidanc. Syntax Idea, 3. https://doi. org/10. 36418/syntaxidea. Wanialisa. Akuntansi Biaya. Akuntansi Biaya. Widjaja. Fajar. Bernardin. Mulyanti. , & Sahidillah. Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Untuk UMKM Industri Konveksi. Jurnal Abdimas BSI, 1. Wijaya. , & Susilandari. Pengaruh Audit Fee. Audit tenure, dan Financial Distress terhadap Kualitas Audit. BALANCE: Jurnal Akuntansi. Auditing Dan Keuangan, 19. , 150Ae172. Yudhi. Ahmar. , & Syam. Determinan Audit Report Lag dan Peran Auditor Spesialisasi Industri Sebagai Pemoderasi Pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP), 7. REFERENSI