Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Archaic Vocabulary In Banjar Language n Pembengis Village Of West Tanjung Jabung Regency Netti Hardiyanti1. Anggi Triandana2 Universitas Jambi Nettihardiyanti16@gmail. INFORMASI ARTIKEL Riwayat Diterima: 10 Juli Direvisi: 21 Agustus 2023 Disetujui: 25 September 2023 Keywords Archaic Vocabulry Banjar Language Form Meaning Kata Kunci Kosakata Arkais Bahasa Banjar Bentuk Makna ABSTRAK Abstract This study aims to describe archaic word forms and archaic meanings in the Banjar language in Pembengis Village. West Tanjung Jabung Archaic are words or terms that are no longer used by a group of people in communicating interactions. Qualitative analysis was taken from the interpretation of data in the form of archaic words obtained from informants speaking Banjar language in Pembengis village. Tanjung Barat regency and collected using interview, listening and note-taking techniques. The source of the data in this study was the Pembengis village community of Tanjung Jabung Barat regency with the number of informants in this study as many as 6 people consisting of 4 men aged 26 years, 27 years, 47 years, 55 years, 2 women aged 25 years and 59 years old who is a native speaker or resident of the village of Pembengis. West Tanjung Jabung regency. Data collection techniques were used in this study, namely making transcriptions, removing inappropriate data, classifying data into noun, verb, and adjective word classes, and continuing to describe the meaning and examples of archaic words in the form of Banjar language sentences in Pembengis village. Tanjung Jabung Barat regency. Jambi province. From the results of the analysis, it was found that there were 67 archaic words, namely: 27 nouns, 20 adjectives and 20 verbs. It can be concluded that the most common archaic word forms in Pembengis village. Tanjung Jabung Barat regency, are in the noun class. In terms of meaning, archaic words in the Banjar language in Pembengis village. West Tanjung Jabung regency have lexical meanings, while in terms of usage they are constructed according to the context. The implications of this study are changes in archaic words that tend to lead to changes similar to Indonesian which are caused by the influence of language contact, including: Indonesian language, the language at school, the national language, and Malay language, so that the Banjar language in Pembengis village. West Tanjung Jabung regency. Jambi province experienced a language shift. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kata arkais dan makna arkais yang tedapat dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Arkais merupakan kata atau istilah yang sudah tidak lagi digunakan lagi oleh sekelompok masyarakat dalam berkomunikasi interaksi. Analisis kualitatif diambil dari Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 interpretasi data yang berupa kata-kata arkais yang diperoleh dari informan penutur Bahasa Banjar di desa Pembengis Kabupaten Tanjung Barat dan dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, simak dan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki berusia 26 tahun, 27 tahun, 47 tahun, 55 tahun, 2 orang perempuan berusia 25 tahun dan 59 tahun yang merupakan penutur atau penduduk asli desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Teknik Pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini yaitu membuat transkipsi, membuang data yang tidak sesuai, mengklasifikasikan data pada kelas kata nomina, verba, dan adjektiva, dan dilanjutkan mendeskripsikan makna serta contoh kata arkais dalam bentuk kalimat bahasa Banjar desa Pembengis Kab. Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Dari hasil pembahasan, ditemukan kata-kata arkais sebanyak 67 kata arkais yaitu: 27 kata benda, 20 kata sifat dan 20 kata kerja. Dapat disimpulkan, bentuk kata arkais yang paling banyak ditemukan di desa Pembengis kabupaten Tanjung Jabung Barat terdapat pada kelas kata benda. Dari segi makna, kata arkais dalam Bahasa Banjar di desa Pembengis kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki makna leksikal, sedangkan dari segi pemakaiannya dikontruksikan sesuai dengan konteksnya. Implikasi pada penelitian ini terjadinya perubahan kata arkais yang cenderung mengarah pada perubahan yang mirip dengan Bahasa Indonesia yang di sebabkan karena adanya pengaruh kontak bahasa antara lain: Bahasa Indonesia, bahasa di sekolah, bahasa nasional, dan bahasa melayu sehingga Bahasa banjar yang ada di desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi mengalami pergeseran suatu bahasa. Copyright . 2023 Netti Hardiyanti. Anggi Triandana Pendahuluan Bahasa daerah merupakan salah satu jenis kekayaan budaya yang secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan masyarakat. Teknologi dan modernisasi masyarakat memiliki efek negatif pada penggunaan bahasa. Salah satunya dengan adanya teknologi canggih seperti handphone, masyarakat lebih suka menggunakan bahasa gaul dibandingkan bahasa daerah ketika berintekasi. Hal ini disebabkan karena bahasa gaul lebih dianggap keren dimasa sekarang. Akibatnya lama-kelamaan bahasa daerah akan terlupakan karena masyarakat lebih sering menggunakan bahasa yang cenderung kekininan ketika berkomunikasi dibandingkan dengan bahasa daerah . ihat Afria, dkk: 2020a,b. Fenomena serupa juga terjadi pada bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dari pengamatan awal yang dilakukan dengan melakukan wawancara kepada calon-calon informan, penulis mendapatkan informasi mengenai Bahasa asli masyarakat yang mendiami Desa Pembengis tersebut mengalami perubahan kerena adanya faktor yang dipengaruhi oleh . Hilangnya kosakata bahasa Banjar yang kian sedikit digunakan oleh penduduk lokal akibat pengaruh dari bahasa melayu. Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Banyaknya penduduk lokal yang bermigrasi ke kota dalam membangun Masuknya pendatang baru yang bukan beretnis suku banjar. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya fenomena arkais. Teknologi yang semakin canggih sehingga berpengaruh dengan pergaulan masyarakat di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Beberapa istilah kosa kata saat ini hanya sesekali digunakan atau bahkan punah dalam bahasa Banjar (Fitrah, dkk. : 2. Arkais merupakan suatu hubungan masa lampau . dan tidak biasa digunakan lagi . etingglan zama. , sedangkan dalam panggunaan kata atau bentuk kata arkais disebut arkaisme (KBBI, 2008:. Kosa kata arkais dalam bahasa Banjar di desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat seperti Asaan . Sedangkan menurut Ali . Ketika sebuah istilah digunakan, itu dianggap kuno atau "sisa dari zaman . ", sedangkan ketika sebuah kata atau bentuk kata digunakan, itu dianggap kuno. Beberapa penelitian serupa yang telah menganalisis bentuk leksikon dapat dilihat dalam Afria, dkk . 7, 2020a,. Rumusan masalah dalam penelitian ini dikemukakan sebagai berikut dengan mempertimbangkan latar belakang tersebut di atas: Bagaimana bentuk dan makna kata arkais dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat?. Adapun alasan penulis mengambil penelitian tentang arkais dalam bahasa banjar di Desa pembengis karena penelitian mengenai kata arkais belum pernah diadakan sebelumnya di daerah ini, melihat adanya masalah terkait desa Pembengis yang sudah mengalami moderenisasi, sehingga penulis tertarik untuk menggali mengenai kebahasaan yakni berupa kata arkais. Jika kata arkais terus dibiarkan, maka bahasa akan semakin memprihatinkan. Selain itu penulis juga beretnis suku banjar, sehingga adanya dorongan dalam upaya menjaga atau melestarikan bahasa Banjar. Oleh sebab itu penulis tertarik mengkaji penelitian dalam bentuk deskripsi yang dibuat dengan judul AuBentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung BaratAy. Arkais merupakan bahasa atau kata-kata yang sudah jarang terdengar atau tidak digunakan lagi dalam berinterkasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . Pada hakekatnya arkais berkaitan dengan masa lampau atau zaman dahulu dan tidak lazim digunakan pada masa kini . , sehingga membuat sesuatu tersebut tidak dipakai lagi. Sedangkan penggunaan istilah kuno atau bentuk kata dikenal dengan istilah archaisme. Menurut Martinus (Muhti Ali, 2012:. , kata kuno adalah kata yang sudah tidak digunakan lagi karena dianggap sudah ketinggalan zaman atau kuno. Sedangkan penggunaan bahasa kuno dikenal dengan istilah archaisme. Menurut Partanto . alam Ali, 2012: . Aupemeluk arkaisme . adalah seorang yang luwes atau bersahaja tetapi dapat dimengerti . , dan arkaisme adalah ajaran penggunaan kata atau kalimat kuno . uno kata untuk alasan tertent. atau primitif. " Dalam hal ini, terbukti bahwa archaisme adalah disiplin ilmu yang mengkaji kata-kata yang sudah tidak digunakan lagi . ntik dan khusu. karena sudah ketinggalan zaman. Sedangkan menurut pendapat Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 lain Ahmadi . 1: . mengatakan bahwa Auarkaisme adalah kenyataan adanya suatu unsur dari zaman lampau yang tetap bertahanAy Kita dapat menyimpulkan bahwa kata kuno mengacu pada kata-kata lama yang dilupakan karena tidak lagi digunakan dalam percakapan umum atau hanya sesekali terdengar disuatu lingkungan masyarakat pada zaman sekarang, artinya kata-kata arkais ini hanya dipahami oleh orang-orang dahulu/orang yang berumur saja dan beridentitas penduduk asli. Bahasa Banjar di desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung yang bersifat kuno dapat dikategorikan sebagai bahasa arkais, karena bahasa tersebut sudah tidak diketahui atau jarang didengar oleh kaum muda pada zaman sekarang. Contoh pada kata Basikal dalam bahasa banjar Pembengis memiliki makna kendaraan beroda dua yang dapat dijalankan dengan cara menggerakkan kaki pada sepasang Kata Basikal sudah tidak digunakan lagi dikalangan muda, dikarenakan terpengaruh oleh bahasa lain. Makna simbol linguistik yang sifatnya masih fundamental yaitu simbol yang belum terpapar konotasi dan hubungan gramatikal dengan kata lain dikenal sebagai makna leksikal (Aminunuddin 1988: Menurut Wijana dalam Rahmat . 5: . menjelaskan bahwa makna leksikal tidak dapat bergabung dengan satuan kebahasaan lainnya. Maka dapat diartikan bahwa makna leksikal ialah makna yang diperoleh dari sebuah kata dasar, definisi yang diberikan oleh leksikon atau arti kata yang ditentukan oleh kutipan bila digunakan secara mandiri. Makna atau arti sebenarnya yang terdapat dalam kamus adalah nama lain dari arti leksikal ini. Menurut para ahli linguistik, makna suatu kata dapat dipahami jika merupakan istilah leksikal dan tidak berhubungan dengan komponen gramatikal Sebuah leksikon dengan arti yang sama dengan kosakata dikatakan Misalnya, istilah amplop dalam contoh mengacu pada surat pengantar. Oleh karena itu, pemahaman makna leksikal seringkali menjadi lebih mudah dengan membandingkannya dengan makna istilah dalam leksikon. Selain itu. Negah Armana menyatakan bahwa Aupengertian ini tidak sepenuhnya benar, karena kamus juga mencantumkan arti lain, misalnya arti gramatikal, dan arti kiasan, seperti kata Panjang yang terdapat dalam KBBI . Ay Dengan menggunakan kata "panjang" sebagai contoh, ditunjukkan bahwa kamus menyertakan arti kata selain arti leksikalnya. Makna lain ini termasuk "bersama", "panjang", "berpanjang", dan variasi lainnya. Karena kata Panjang masih mengandung satuan gramatikal, definisi leksikal kamus tidak selalu Karena kamus mengandung arti yang sangat beragam, maka dapat dikatakan bahwa arti leksikal adalah arti dari suatu istilah yang sesuai dengan Pada kata panjang, makna leksikal yang sesuai dengan laksemnya yaitu Aoberjarak jauh. Dalam penelitian ini peneliti menguraikan makna leksikal dari data berupa kata arkais bahasa banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Peneliti akan menyebutkan istilah-istilah kata arkais yang sudah jarang dipakai oleh masyarakat di desa tersebut dan mendeskripsikan makna leksikal berdasarkan 3 katerogi yaitu: kata benda,kata sifat, dan ata kerja. Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Metode Metodologi dalam penelitian ini adalah kualitatif (Warni, dkk. , 2019, 2020. Afria, dkk. , 2020. Metode kualitatif menurut Bodgan dan Taylor (Moleong, 2004:. adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif dimana data tersebut berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau subjek yang diamati. Moleong . 4: . lebih jauh mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai Aupenelitian yang menghasilkan prosedur analisis tanpa menggunakan prosedur analisis statistik atau teknik kuantifikasi lainnyaAy. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata arkais yang di anggap kuno dan diperoleh dari informan penutur bahasa Banjar di desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebagai sumber data, penulis melibatkan 6 orang informan yang terdiri dari 4 orang laki-laki berusia 26 tahun, 27 tahun, 47 tahun, 55 tahun, dan 2 orang perempuan berusia 25 tahun dan 59 tahun yang merupakan penutur atau penduduk asli desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan tabel kosakata yang terdiri dari 200 kosa kata dengan melakukan wawancara, rekam, dan mencatat. Teknik analisis data digunakan setelah pengumpulan data. Membuat transkripsi atau laporan tertulis yang lengkap dari hasil wawancara yang direkam adalah langkah pertama dalam prosedur pengolahan data penelitian ini. Pemeriksaan validasi data sangat penting dalam penelitian karena memungkinkan untuk perbandingan atau verifikasi data. Untuk mencapai triangulasi dengan sumber, yang didefinisikan Saryono . sebagai membandingkan dan memeriksa kembali tingkat kepercayaan informasi yang dikumpulkan dari waktu ke waktu dengan berbagai alat dalam penelitian kualitatif. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil data yang didapat mengenai kosakata arkais dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kebupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, ditemukan 10 data kata arkais . Data yang diperoleh dikategorikan dalam bentuk tiga kelas kata yaitu kata benda sebanyak 4 data, kata sifat sebanyak 3 data, dan kata kerja sebanyak 3 data. Berikut adalah uraian mengenai hasil dan pembahasan penelitian tentang bentuk dan makna kata arkais dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Berikut adalah uraian mengenai hasil dan pembahasan penelitian tentang bentuk dan makna kata arkais dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Kelas Kata Pada penelitian ini peneliti menggelompokkan kelas kata menjadi tiga yaitu kata benda, kata sifat, dan kata kerja. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, didapatkan data sebagai berikut. Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 1 Kata Benda Berdasarka dari hasil data yang diperoleh, ditemukan kata arkais dalam bentuk kata benda sebagai berikut: Kata Arkais Bunil Cancut Dauh Dunti Kata yang Digunakan Saat ini Subang Cawat Badok Tih Arti Anting Celana Dalam Beduk Teh Bunil (Antin. Kata arkais bunil memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata bunil memiliki makna perhiasan yang umumnya dipakai kaum wanita di telinga. Berikut penggunaan kata bunil dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Weni mamakai bunil amas. AuWeni menggunakan anting emas. Ay Kata bunil seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yaitu subang. Kata bunil dan subang tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama mempunyai arti anting. Secara konteks kata bunil yang digunakan masyarakat di Desa Pembengis pada zaman dahulu hanya digunakan untuk menyebut anting-anting yang berbentuk menjuntai kebawah, berwarna keemasan sedangkan kata subang yang dipakai masyarakat Desa Pembengis saat ini penggunaannya lebih luas, karena mengacu pada semua bentuk anting-anting. Cancut (Cawa. Kata arkais cancut memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu celana dalam. Kata cancut memiliki makna pakaian yang digunakan pada bagian dalam yang terbuat dari kain. Berikut penggunaan kata cancut dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jangan maandak cancut ngintuh di situ. Ani. AuJangan taruh celana dalam itu di situ. Ani. Ay Kata cancut seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yaitu cawat. Kata cancut dan cawat tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama mempunyai arti celana dalam. Secara konteks kata cancut yang digunakan masyarakat di Desa Pembengis pada zaman dahulu hanya dipakai untuk berkomunikasi sesama perempuan sedangkan kata cawat mengacu pada jenis kelamin lakilaki, namun seiring berkembangan zaman, istilah cawat pada saat ini bisa digunakan pada semua konteks baik perempuan maupun laki-laki. Dauh (Bedu. Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Kata arkais dauh memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu memiliki makna gendang besar yang ada di surau atau masjid, dipukul untuk memberitahukan waktu salat. Berikut penggunaan kata dauh dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kata dauh Dauh ngintuh nyaring banar bunyinyak. AuBeduk itu nyaring sekali bunyinya. Ay Kata dauh seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yang mendekati atau mirip dengan Bahasa Indonesia yaitu badok yang berasal dari kata beduk. Kata dauh dan badok tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama memiliki arti beduk sehingga penggunakan kata dauh dan badok dapat dipertukarkan atau gunakan di semua konteks. Dunti (Te. Kata arkais dunti memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata dauh memiliki makna tumbuhan dengan daunnya yang berbentuk jorong atau bulat telur,pucuknya dilayukan dan dikeringkan untuk diminum. Berikut penggunaan kata dunti dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dunti intang atas tu habis leh sudah. AuTeh dekat atas itu habis ya sudah. Ay Kata dunti seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yang mendekati atau mirip dengan Bahasa Indonesia yaitu tih yang berasal dari kata teh. Kata dunti dan tih tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama memiliki arti teh sehingga penggunakan kata dunti dan tih dapat dipertukarkan atau gunakan di semua konteks. 2 Kata Sifat Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, terdapat kata arkais dalam bentuk kata sifat sebagai berikut: Kata Arkais Abat Aduk Ambak Kata yang Digunakan Saat ini Taguh Bacul Supan Arti Tahan Bodoh Malu Abat (Taha. Kata arkais abat memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata abat memiliki makna kuat atau sanggup menderita, maksudnya adalah dapat menanggung sesuatu. Berikut penggunaan kata abat dalam Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Umai. Abat banar umanyak ngintuh mangindung anaknya. AuDuh, kuat sekali ibu itu menggendong anaknya. Ay Kata abat seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yaitu taguh. Kata abat dan taguh tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama mempunyai arti Secara konteks makna kata abat yang digunakan masyarakat di Desa Pembengis pada zaman dahulu mengacu hanya untuk lawan bicara sesama perempuan saja sedangkan kata taguh mangacu untuk sasama laki-laki ketika Seiring berkembangan zaman, istilah taguh pada saat ini bisa digunakan pada semua konteks. Aduk (Bodo. Kata arkais aduk memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata aduk memiliki makna tidak mengerti, tidak tahu atau tidak dapat mengerjakan dan sebagainya. Berikut penggunaan kata aduk dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Aduk banar kakanakan nginih heh mangarjakkan PR. AuBodoh sekali anak-anak ini mengerjakan PR. Ay Kata aduk seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yaitu bacul. Kata aduik dan bacul tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama mempunyai arti Secara konteks makna kata aduk yang digunakan masyarakat di Desa Pembengis pada zaman dahulu mengacu hanya untuk anak-anak yang dianggap bodoh sedangkan kata bacul mangacu untuk orang dewasa maupun Seiring berkembangan zaman, istilah bacul pada saat ini bisa digunakan pada semua konteks. Ambak (Mal. Kata arkais ambak memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata ambak memiliki makna segan untuk melakukan sesuatu yang dikarenakan ada rasa hormat, sedikit takut, dan sebagainya. Berikut penggunaan kata ambak dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ambak aku heh handak manghiaw calun martuaku. AuMalu aku mau memanggil calon mertuaku. Ay Kata ambak seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yaitu supan. Kata ambak dan supan tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama mempunyai arti malu. Secara konteks makna kata ambak yang digunakan masyarakat di Desa Pembengis pada zaman dahulu mengacu untuk interaksi komunikasi dengan teman maupun masyarakat . ukan keluarga atau satu dara. sedangkan kata supan merupakan istilah yang digunakan untuk lawan Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 bicara sesama keluarga. Seiring berkembangan zaman, istilah supan pada saat ini bisa digunakan pada semua konteks. 3 Kata Kerja Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, terdapat kata arkais dalam bentuk kata kerja sebagai berikut: Kata Arkais Bangkit Bontel Bubul Kata yang Digunakan Saat ini Angkit Buntut Bucur Arti Angkat Ikut Bocor Bangkit (Angka. Kata arkais bangkit memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata bangkit memiliki makna menaikkan atau meninggikan sesuatu. Berikut penggunaan kata bangkit dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Nak bangkit dadaian dihadapan tuh. AuNak angkat jemuran didepan itu. Ay Kata bangkit seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yaitu angkit. Kedua kata tersebut tidak memiliki perbedaan dalam konteks penggunaannya sehingga dapat dipertukarkan atau gunakan di semua konteks. Bontel (Iku. Kata arkais bontel memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata bontel memiliki makna ikut atau mengikuti orang yang sedang Berikut penggunaan kata bontel dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ana bontel ka pasar awan abahnyak. AuAna ikut ke pasar dengan ayahnya. Ay Kata bontel seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah baru yaitu buntut. Katan bontel dan buntut tidak memiliki makna yang berbeda yaitu sama-sama mempunyai arti lelah. Secara konteks makna kata bontel yang digunakan masyarakat di Desa Pembengis pada zaman dahulu dapat digunakan dalam semua konteks dalam berkomunikasi interaksi sedangkan kata buntut mangacu untuk konteks lawan bicara yang berusia anak-anak saja. Seiring berkembangan zaman, istilah uyuh pada saat ini bisa digunakan pada semua konteks. Bubul (Boco. Kata arkais bubul memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu Kata bubul memiliki makna lobang yang mengakibatkan air dan udara yang dapat keluar atau masuk. Berikut penggunaan kata bubul dalam bentuk kalimat bahasa banjar Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Netti Hardiyanti. Anggi Triandana: Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2. No 3. September 2023 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Adi mambaikakan ganting rumahnyak, supayak kadak bubul lagik. AuAdi memperbaiki genting rumahnya biar tidak bocor lagiAy Kata bubul seperti dalam contoh kalimat diatas tidak lagi digunakan oleh masyarakat Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat di era zaman sekarang dan menggantikannya dengan istilah yang mirip atau menyerupai Bahasa Indonesia yaitu bucur yang berasal dari kata bocor. Kedua kata tersebut tidak memiliki perbedaan dalam konteks penggunaannya sehingga dapat dipertukarkan atau gunakan di semua konteks. Simpulan Berdasarkan penelitian mengenai kosakata arkais dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kebupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, penulis menemukan sebanyak 10 kata arkais. Data yang diperoleh ini merupakan hasil dari rumusan masalah, yaitu mengenai bentuk dan makna kata arkais dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dari segi bentuk ditemukan berupa tiga kelas kata yang terdiri dari 4 kata benda, 3 kata sifat antara lain, 3 kata kerja antara. Data arkais yang diporoleh juga mengalami perubahan istilah yakni berupa padanan kata. Selain itu data yang diperoleh memiliki makna leksikal, dan contoh dalam pemakaian. Penggunaan kata arkais yang penulis temukan sudah tidak lagi digunakan karena dianggap ketinggalan zaman oleh pengguna atau masyarakat di Desa Pembengis Kebupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, sehingga dizaman sekarang mereka lebih senang menggunakan bahasa atau istilah istilah yang mereka anggap lebih gaul atau kekinian. Dampaknya, istilah-istilah yang dianggap ketinggalan zaman . ata arkai. menjadi bahasa yang mati karena sudah tidak dikenali dan digunakan oleh kaum-kaum anak muda yang ada di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penulis tertarik membuat skripsi ini dikarenakan melihat fenomena yang terjadi saat ini, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghargai warisan budaya yang ada di Indonesia. Maka upaya ini merupakan salah satuu cara untuk untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah yang ada di Indonesia. Daftar Pustaka