Engineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pasar Seng Bumiayu Muhamad Yusuf . ,*. Mustaqim. Weimintoro. Teknik Sipil Universitas Pancasakti Tegal Teknik Mesin Universitas Pancasakti Tegal Email : muhyusuf0431@upstegal. Abstrak Pembangunan Pasar Seng Bumiayu merupakan salah satu pembangunan di Kabupaten Brebes yang akan menimbulkan dampak lalu lintas bagi kawasan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dampak lalu lintas yang ditimbulkan akibat adanya pembangunan pasar dan memberikan rekomendasi penanganan yang tepat untuk meminimalisir dampak. Pembangunan Pasar Seng Bumiayu berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan. Metode yang digunakan untuk menganalis data yang didapat adalah dengan perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1. dan untuk perhitungan perencanaan transportasi menggunakan metode 4 . step model. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Seng Bumiayu di perkirakan menimbulkan bangkitan dan tarikan baru pada masa kontruksi sebesar 15,9 SMP/Hari dan masa operasional untuk tarikan 110,10 SMP/hari dan bangkitan 65,93 SMP/Hari, akibatnya menimbulkan dampak lalu lintas bagi jalan di kawasan sekitarnya sehingga diberi langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak lalu lintas pada masa kontruksi berupa pengaturan jam kendaraan material, memasang rambu lalu lintas masa kontruksi, pengangkutan material sesuai dengan prosedur. Dan masa operasional berupa pemasangan rambu lalu lintas masa operasional, penataan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki, penyediaan fasilitas pejalan kaki, menyediakan ruang parkir, keamanan aset dan kondisi Kata Kunci: Aspal. Agregat Balapulang. Kadar Optimum. Pendahuluan Transportasi merupakan kebutuhan turunan . erived deman. akibat adanya aktivitas ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Dalam kerangka makro ekonomi, transportasi merupakan tulang punggung perekonomian baik di tingkat nasional, regional maupun lokal, untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan . eby Ayu Lestari, 2. Seperti halnya rencana Pembangunan Pasar Seng Bumiayu sangat berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi yaitu bagi masyarakat bumiayu yang menggantungkan hidupnya dalam kegiatan berdagang dan juga bagi pemertintah daerah setempat. Pembangunan Pasar Seng Bumiayu ini tidak hanya bermanfaat bagi bertemunya penjual dan pembeli namun juga sebagai wadah interaksi sosial dan nilai-nilai tradisional. Pasar Seng Bumiayu ini di bangun di atas lahan kosong di sebelah utara jalan KH. Ahmad Dahlan seluas 12. 785 m2. Pembangunan Pasar Seng bumiayu di perkirakan akan menimbulkan dampak lalu lintas baru di kawasan tersebut. Undang Ae undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 99 ayat . menyatakan bahwa Setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan Keamanan. Keselamatan. Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan wajib dilakukan analisis dampak Lalu Lintas. Sehingga untuk mengatasi dampak yang di timbulkan akibat dari adanya pembangunan Pasar Seng Bumiayu maka di lakukan analisis untuk mengetahui kinerja ruas jalan dan persimpangan terdampak, kebutuhan ruang Engineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. parkir, mengetahui fasilitas pejalan kaki yang di akan disediakan, , analisis distribusi kendaraan dengan metode . four step model, dan aksi mitigasi yang tepat untuk mengtasi masalah yang di timbulkan dari adanya pembangunan Pasar Seng Bumiayu. Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis dan memprediksi dampak lalu lintas yang akan di timbulkan sehingga dapat memberikan solusi penanganan atau meminimalisir dampak dari pembangunan Pasar Seng Bumiayu sehingga tercipta keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Landasan Teori Perkerasan jalan merupakan komposisi campuran antara agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat dipakai antara lain adalah batu pecah, batu belah, batu kali, dan hasil samping peleburan baja. Bahan ikat yang digunakan antara lain adalah aspal, semen, dan tanah liat. Berdasarkan bahan pengikatnya menurut (Sukirman 1. Fungsi utama dari perkerasan sendiri adalah mendistribusikan beban roda kearea permukaan tanah-dasar . ub-gred. yang lebih luas dibandingkan luas roda dengan perkerasan, sehingga merekduksi tegangan maksimum yang terjadi pada tanah dasar. Perkerasan harus memiliki kekuatan dalam menompang beban lalu-lintas permukaan pada perkerasan haruslah rata tetapi harus mempunyai kekasatan atau tahan genlincir dipermukaan perkerasan(Hardiyatmo 2. Analisis Dampak Lalu Lintas atau Traffic Impact Analysis (TIA) menurut Stover dan Koepke . dalam bukunya yang berjudul AuTransportation and DevelopmentAy, adalah studi yang mempelajari secara khusus tentang dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh suatu bangunan yang mempengaruhi sistem transportasi. Dampak lalu lintas yang ditimbulkan tergantung dari ukuran dan jenis bangunannya, dalam menganalisis membutuhkan beberapa informasi berikut: Keadaan saat ini. Bangkitan perjalanan dan volume. Penyebaran dan pembebanan perjalanan. Volume saat ini dan yang akan datang. Analisis kapasitas ruas jalan. Dampak lalu lintas rencana pembangunan suatu kawasan baru secara umum berorientasi kepada tinjauan terhadap aspek pengembangan tata guna lahan, dikaitkan dengan upaya untuk memprediksi besarnya lalu lintas yang dibangkitkan dan akan ditarik lahan yang akan direncanakan, serta upaya untuk memperkirakan besarnya tingkat dampak yang ditimbulkan terhadap jaringan jalan sekitarnya. Besarnya lalu lintas yang dibangkitkan atau ditarik oleh adanya rencana pembangunan tersebut sangat tergantung kepada luas lahan, fungsi, klasifikasi, lokasi, dan tata guna lahan dengan intensitas yang berbeda juga akan mengakibatkan bangkitan, pembebanan, dan dampak yang berbeda. Tipe tata guna lahan yang berbeda mempunyai karakteristik yang berbeda pula dan jumlah aktivitas dan intensitas dari lahan tersebut semakin tinggi tingkat penggunaannya akan semakin besar pula lalu lintas yang dihasilkan. Di Inggris standar prosedur analisis dampak lalu lintas baru dikembangkan pada tahun 1993 dengan dikeluarkannya buku TIA (Traffic Impact Assesmen. Salah satu bagian dari standar prosedur tersebut adalah merekomendasikan ambang batas suatu pembangunan kawasan yang mempunyai dampak terhadap lalu lintas sekaligus harus dilakukan studi analisis dampak lalu lintas (John Black, 1. Rekomendasi pertama adalah bahwa studi analisis dampak lalu lintas patut dilaksanakan apabila: Lalu lintas yang dibangkitkan/ditarik dari suatu pembangunan kawasan melebihi 10 % dari volume lalu lintas yang ada di jalan yang berdampingan. Kemacetan lalu lintas telah terjadi atau akan terjadi dan lalu lintas yang dibangkitkan pembangunan kawasan melebihi 5% dari arus lalu lintas yang ada di jalan yang berdampingan. Beberapa lokasi rencana pembangunan daerah dengan kriteria tertentu walau tidak menyebabkan dampak seperti diuraikan pada rekomendasi pertama studi analisis dampak lalu lintas dan dianggap jenis rencana pembangunan kawasan besar, dapat dilaksanakan analisis dampak lalu lintas. Suatu rencana pengembangan kawasan wajib melakukan andalalin jika memenuhi salah satu dari beberapa kriteria berikut: Engineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Pengembangan kawasan yang direncanakan tersebut langsung mengakses ke jalan arteri. Pengembangan kawasan yang direncanakan tersebut tidak mengakses ke jalan arteri, maka berlaku kriteria sebagai berikut: Skala kegiatan dan/atau usaha yang direncanakan lebih besar atau sama dengan dari ukuran minimal pengambangan kawasan yang ditetapkan pada Tabel 2. Pengembangan kawasan tersebut diperkirakan akan membangkitkan perjalanan lebih besar dari atau sama dengan 100 perjalanan orang per jam. Terdapat beberapa rencana pengembangan kawasan yang mengakses ke ruas jalan yang saat ini sudah memiliki nilai derajat kejenuhan lebih dari atau sama dengan 0,75 dan/atau jika persimpangan jalan terdekat dengan lokasi pengembangan kawasan sudah memiliki nilai derajat kejenuhan lebih dari atau sama dengan 0,75. Tabel 1 Minimal Ukuran Pengembangan Kawasan yang Wajib Melakukan Andalalin Jenis Rencana Pembangunan Ukuran Minimal Eo Pusat Kegiatan Kegiatan Perdagangan/ Pusat 500 m2 Luas Lantai Bangunan Perbelanjaan/Ritail Kegiatan Perkantoran 000 m2 Luas Lantai Bangunan Kegiatan Industri/Industri dan 500 m2 Luas Lantai Bangunan Pergudangan Sekolah/Universitas 500 Siswa Lembaga Kursus Bangunan dengan 50 Siswa/Waktu Pasar Seng Bumiayu 50 Tempat Tidur Klinik Bersama 10 Ruang Praktik Dokter Bank 500 m2 Luas Lantai Bangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar 1 Dispenser Umum (SPBU) Hotel 50 Kamar Gedung Pertemuan 500 m2 Luas Lantai Bangunan Restauran 100 Tempat Duduk Fasilitas Olah Raga (Indoor atau Kapasitas Penonton 100 Orang dan/atau Outdoo. Luas 10. 000 m2 Bengkel Kendaraan Bermotor 000 m2 Luas Lantai Bangunan Pencucian Mobil 000 m2 Luas Lantai Bangunan Eo Permukiman Perumahan Sederhana 150 Unit Perumahan Menengah-Atas 50 Unit Rumah Susun Sederhana 150 Unit Apartemen 50 Unit Asrama 50 Kamar Ruko Luas Lantai Keseluruhan 2. 000 m2 Eo Infrastruktur Akses ke dan dari Jalan Tol Wajib Pelabuhan Wajib Bandar Udara Wajib Terminal Wajib Engineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Stasiun Kereta Api Wajib Pool Kendaraan Wajib Fasilitas Parkir untuk Umum Wajib Jalan Layang . Wajib Lintas Bawah . Wajib Terowongan (Tunne. Wajib Bangunan/ Permukiman/ Infrastruktur Lainnya Wajib dilakukan studi analisis dampak lalu lintas apabila ternyata diperhitungkan telah menimbulkan 75 perjalanan . baru pada jam padat dan/atau menimbulkan rata-rata 500 perjalanan . baru setiap harinya pada jalan yang dipengaruhi oleh adanya bangunan atau permukiman atau infrastruktur yang dibangun atau dikembangkan. Metodologi Penelitian Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif yaitu dengan menggunakan data primer dan data sekunder. data sekunder yang di perlukan yaitu data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) lokasi pembangunan, peta lokasi, tata guna lahan dilokasi pembangunan, data angkutan jalan yang melewati lokasi. Sedangkan data primer di dapat dari survei lapangan yang di laksanakan pada lokasi pembangunan yaitu jalan KH. Ahmad Dahlan. Jenis dan metode pengumpulan data survei yaitu: Tabel 2. Pengumpulan Data Primer Survei Metode Survei Survei inventarisasi jalan Pengukuran dan Pencatatan Survei Pencacahan lalu Penjumlahan kendaraan di ruas jalan dengan counter baik satu arah/ dua arah Survei Volume Penjumlahan kendaraan di simpang jalan Pergerakan Membelok dengan counter pada saat berbelok Survei Kecepatan dan Pengukuran kecepatan kendaraan dengan menggunakan stopwatch dan roll meter Mencatat jumlah pejalan kaki baik menyusuri Survei Pejalan Kaki maupun menyebrang jalan Menghitung kendaraan yang keluar masuk Survei Parkir Untuk tahapan penelitian dapat di lihat pada bagan berikut: Engineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Gambar. 1 Alur Penelitian Setelah data telah di dapat selanjutnya di lakukan anallisis data dengan metode analisis sebagai berikut. Analisis Kondisi Dasar (Baselin. dan Pelingkupan (Scoopin. Dalam analisis ini mengkaji kondisi dasar . dan pelingkupan . yang masuk dalam cakupan analisis dampak pada lokasi pembangunan. Analisis Permodelan Transportasi Konsep Perencanaan dalam melakukan pemodelan jaringan jalan ini menggunakan model empat tahap. Model perencanaan ini merupakan gabungan dari beberapa seri submodel yang masing-masing harus dilakukan secara terpisah dan berurutan. Submodel tersebut adalah: Bangkitan pergerakan adalah jumlah pergerakan yang dibangkitkan oleh suatu zona asal (O. dan jumlah pergerakkan yang tertarik kesetiap zona tujuan (D. yang terdapat dalam daerah kajian. Matriks Asal Tujuan (MAT) adalah matriks bermantra dua yang berisi informasi mengenai besarnya pergerakan antar lokasi di dalam daerah tertentu, pemilihan moda bertujuan untuk mengetahui proporsi orang yang akan menggunakan setiap moda, pemilihan rute tergantung pada alternatif terpendek, tercepat, dan termurah, dan juga diasumsikan bahwa pemakai jalan mempunyai informasi yang cukup . isalnya tentang kemacetan jala. sehingga mereka dapat memilih rute yang terbaik (Naufal. & Triana. , 2. Analisis Kinerja Ruas Jalan dan simpang Analisis kinerja ruas jalan diketahui dengan menentukan kapasitas ruas jalan, kecepatan kendaraan. Kapasitas jalan merupakan volume maksimum kendaran yang dapat diharapkan untuk melalui suatu potongan jalan pada periode waktu tertentu untuk kondisi tertentu. Sedangkan kecepatan merupakan salah satu indikator untuk menilai suatu kinerja ruas jalan. Nilai dari kecepatan sangat berpengaruh terhadap suatu tingkat kenyamanan pada suatu ruas jalan, dimana semakin tinggi angka kecepatan suatu ruas jalan menunjukan kinerja yang baik. perhitungan ruas dan simpang mengacu kepada (Direktorat Jenderal Bina Marga, 1. Analisis penanganan dampak Analisis penanganan dampak berpedoman dan mengacu kepada (Kementerian Perhubungan, 2. Engineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. (Permenhub 75 Tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas,2015, n. Hasil Dan Pembahasan Hasil Penelitian Pembangunan Pasar Seng Bumiayu berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas jalan terdampak yaitu jalan KH. Ahmad Dahlan. total lahan yang digunakan oleh Pasar Seng Bumiayu adalah seluas 12. 785 m2, dimana digunakan untuk operasional pasar 3057,5 m2 dan lahan terbuka seluas 1358 m2. Pengaruh yang di timbulkan dengan adanya Pembangunan Pasar Seng Bumiayu diantaranya bangkitan dan tarikan kendaraan yang menuju dan keluar dari pasar. kinerja ruas jalan, distribusi perjalanan yang mengalami perubahan pada saat belum adanya pembangunan Pasar Seng Bumiayu dan setelah adanya pembangunan baik pada masa kontruksi, operasional, dan 5 tahun rencana. Untuk menangani perubahan yang terjadi maka dilakukan aksi penanganan dampak dari pembangunan Pasar Seng Bumiayu. Pembahasan: Lokasi pembangunan Pasar Seng Bumiayu berada di sisi utara jalan KH. Ahmad Dahlan merupakan jalan kabupaten dengan tipe 2/2 UD dimana lebar jalan 5 meter dengan tiap lajurnya 2,5 meter dan lebar bahu 0,5 meter. Untuk jalan Lingkar Bumiayu merupakan jalan nasional dengan tipe 2/2 UD dimana lebar jalan 14 meter dengan tiap lajurnya 7 meter dan lebar bahu 1 meter. Sedangkan jalan Blora adisana merupakan jalan kabupaten dengan tipe 2/2 UD dimana lebar jalan 4 meter dengan tiap lajurnya 2 meter dan lebar bahu 0,5 meter. Maka dapat ditentukan kapasitas jalan dan tingkat pelayanan jalan terdampak sebagai berikut. Gambar 1 Ruas Jalan terdampak jalan yang terdampak maka kinerja dan tingkat pelayanan jalannya akan mengalami perubahan pada saat kondisi eksisting sampai pasar mulai beroperasi. Kinerja ruas jalan dan tingkat pelayanan jalan dapat diketahui sebagai berikut. Tabel 3 Kapasitas Jalan Terdampak Ruas Jalan FCw FCsp FCsf . mp/ja. KH. Ahmad Dahlan 0,69 0,93 1989,27 Jalan Lingkar Bumiayu 1,27 0,95 3740,15 Jalan Blora Adisana 0,69 0,93 1989,27 Engineering Vol. 12 No. Nama Jalan 1 KH. Ahmad Dahlan Jalan Lingkar Bumiayu 3 Jalan Blora Adisana ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Tabel 4 Kinerja Ruas Jalan Terdampak Simulasi Masa Masa Operasional Eksisting Konstruksi 2021 (Do Somethin. (Do Somethin. LoS LoS LoS 5 Tahun Pasca Operasional (Do Somethin. LoS Selain ruas jalan, pembangunan Pasar Seng Bumiayu juga berdampak pada satu simpang yang ada di sekitar lokasi kajian. yaitu simpang empat bersinyal terminal bumiayu. Berikut visualisasi simpang empat bersinyal terminal bumiayu. Gambar 2 Simpang Terdampak Tabel 5. Kinerja Simpang Terdampak Nama Simpang Simpang Bersinyal Terminal Bumiayu Kaki Simpang Antrian Tundaan LoS Jalan Lingkar Bumiayu 18,571 11,34 Jalan Lingkar Bumiayu 15,714 11,36 Jalan Blora Adisana 25,000 13,41 Jalan KH. Ahmad Dahlan 28,000 15,42 Engineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Kinerja parkir Pasar Seng Bumiayu di depatkan dari pasar pembanding yang memiliki luas lantai yang hampir sama yaitu pasar induk bumiayu dengan menggunakan luas lantai. Untuk lebih jelasnya terkait dengan prediksi perhitungan ukuran kebutuhan parkir di Pasar Seng Bumiayu dapat dilihat dalam tabel Tabel 6. Perhitungan Ukuran Kebutuhan Ruang Parkir Pasar Seng Bumiayu Kebutuhan Ruang Parkir Bangunan Sepeda Motor Mobil Pasar Induk Bumiayu Prosentase Ukuran Kebutuhan Parkir Pengunjung. k dirjen hubdat no 272 tahun 1. Pasar Seng Bumiayu 3057,5 m2 x 3,5 / 100 m2 = 107 Kebutuhan per Kendaraan(SRP) Parkir Pedagang Total Kebutuhan Ruang Parkir Jumlah ruang parkir yang di sediakan oleh Pasar Seng Bumiayu yaitu sepeda motor 303 SRP, dan Mobil logistik/Pribadi 79 SRP maka di dapatkan turnover parkir sepeda motor 0,56 dan mobil pribadi/logistik 0,51 yang dapat di simpulkan bahwa ruang parkir yang di sediakan oleh Pasar Seng Bumiayu Apabila tidak memenuhi maka harus dilakukan perubahan desain tempat parkir (Rahman et al. Pembangunan Pasar Seng Bumiayu juga menyebakan tarikan dari kendaraan yang masuk dan bangkitan dari kendaraan yang keluar Pasar Seng Bumiayu saat masa kontruksi maupun masa operasional. Untuk analisis tarikan dan bangkitan pembangunan Pasar Seng Bumiayu dapat di lihat seperti di bawah. Saat masa kontruksi tarikan dan bangkitan yang terjadi di akibatkan oleh kendaraan kontruksi yang mengangkut material. Tabel 7. Bangkitan dan Tarikan Kontruksi JUMLAH TARIKAN Pengawas Pengemudi Truk Material Pekerja . Mobil 5 Truk 16 Sepeda Motor 3 smp 6,5 smp 6,4 smp 15,9 smp/hari Saat masa operasional tarikan dan bangkitan yang terjadi di akibatkan oleh kendaraan karyawan dan truk logistik yang mengangkut hasil produksi dari Pasar Seng Bumiayu. Tabel 8. Bangkitan dan Tarikan Operasional Nama Luas Tarikan Bangkitan Bangunan Lantai Motor Mobil Truk Motor Mobil Truk Kend/jam Kend/jam Pasar Induk Bumiayu TRIP RATE Kend/jam Kend/jam Pasar Seng Bumiayu Engineering Vol. 12 No. Jumlah ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Smp/jam Smp/jam 56,32 Berdasarkan hasil survey gerakan membelok dan volume ruas secara terklasifikasi diperoleh mengenai estimasi matrik asal tujuan perjalanan dalam satuan smp/jam. Distribusi Kendaraan pada kondisi eksisting sampai masa operasional dapat di lihat sebagai berikut. Tabel 9. Distribusi Perjalanan Eksisting Tabel 10. Distribusi Perjalanan Masa Kontruksi 149,98 163,38 236,52 247,22 248,32 159,28 Tabel 11. Distribusi Perjalanan Masa Operasional Tabel 12. Distribusi Perjalanan 5 Tahun Rencana Meningkatnya intensitas tata guna lahan pada kawasan Pembangunan Pasar Seng Bumiayu yang berada pada jalan KH. Ahmad Dahlan berpotensi menimbulkan bangkitan dan tarikan pejalan kaki. Analisis pejalan kaki akibat dari pembangunan Pasar Seng Bumiayu dapat dilihat sebagai berikut. Tabel 13. Pejalan Kaki Menyusuri Jalan Trotoar Pejalan Konstanta Wd. Keterangan Kaki . rg/ja. Sisi Utara Belum Tersedia Sisi Selatan 1,85 Belum Tersedia Dengan demikian fasilitas pejalan kaki perlu disediakan untuk orang yang menyusuri di ruas Jalan KH. Ahmad Dahlan dengan lebar trotoar minimal A 1,5 meter. Engineering Vol. 12 No. Hari Senin ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Tabel 14. Pejalan Kaki Menyebrang Jalan Volume Pejalan Kaki Kendaraan . rg/ja. /ja. Dari Tabel diatas untuk menentukan/memilih jenis fasilitas penyebrangan pedestrian di tentukan dari nilai P. V2 dimana hasilnya akan dibandingkan dengan nilai PV2. Nilai PV2 yang didapatkan adalah sebesar 4,7 x 107 dimana P= 42 orang/jam dan V= 1058 kend/jam. Berdasarkan PV2 maka dapat ditentukan bahwa rekomendasi untuk fasilitas penyeberang jalan pada lokasi tersebut yaitu zebracross. Pada lokasi kajian, belum terdapat zebra cross yang menjadi tempat menyebrang bagi masyarakat umum. Dengan adanya pembangunan Pasar Seng Bumiayu maka memberikan dampak tersendiri bagi kawasan sekitar pembangunan, untuk meminimalisir dampak tersebut di lakukan aksi mitigasi penanganan dampak pada masa pembangunan dan pasca pembangunan. Aksi mitigasi diperlukan untuk menghilangkan atau meminimalisir dampak yang akan terjadi (A. Hasyim, 2. Penanganan dampak ini sejalan dengan penelitian dari (Suthanaya et al. , 2. yang membagi menjadi beberapa tahap/ masa. Masa Kontruksi Tabel 15. Penanganan Dampak Masa Kontuksi Permasalahan Aksi Mitigasi Banyaknya kendaraan yang parkir Menyediakan dan memasang rambu larangan parkir di pinggir jalan utama pembangunan Pasar Seng Bumiayu sebanyak 2 buah. sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Terdapat penanganan dan pengaturan sirkulasi konstruksi yang akan keluar masuk kendaraan yang keluar masuk lokasi ke lokasi pembangunan Pasar Seng Bumiayu Terdapat konflik antara kendaraan Menyediakan petugas pengatur lalu bermotor dan pejalan kaki yang Material Proyek yang Tercecer di Melengkapi truk-truk material dengan Jalan. penutup dan terpal atau plastik. pengangkutan material dilakukan diluar jam sibuk lalu lintas atau sekitar pukul 00 Ae 05. 00 WIB. Melakukan pengaturan pelaksanaan kegiatan mobilisasi alat-alat secara Membatasi muatan material sesuai dengan kelas jalan dan jembatan yang Menyediakan tempat pembersihan atau water trap bagi kendaraan berat Membersihkan ceceran tanah pada jalan akibat kendaraan material sepanjang 50 meter sebelum dan sesudah pintu masuk proyek. Engineering Vol. 12 No. Keselamatan Pekerja Proyek. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Penempatan petugas untuk mengatur kendaraan proyek pada saat keluar Penyediaan fasilitas parkir kendaraan material agar tidak parkir di badan jalan dan tidak diperbolehkan kendaraan konstruksi parkir di badan jalan. menggunakan kendaraan yang laik jalan . ji KIR masih berlak. dan pengemudinya wajib mempunyai dan membawa surat izin mengemudi (SIM) sesuai dengan kendaraan yang dibawa. Pekerja proyek wajib memakai APD pada saat bekerja Kontraktor wajib memasang ramburambu K3 di area proyek Memisahkan kendaraan dengan manusia di area proyek dengan barrier atau yang Mematuhi regulasi K3 dan jam kerja yang telah ditetapkan. Kesehatan Tabel 16 Penanganan Dampak Masa Operasional Permasalahan Aksi Mitigasi Aktivitas Keluar Masuk Diusulkan perambuan dan pemarkaan di Kendaraan Bermotor area eksternal, yaitu: Rambu larangan batas kecepatan melibihi 20 km/jam, 2 buah Rambu peringatan hati-hati, 2 buah Rambu penyebrangan pejalan kaki, 2 buah Rambu petunjuk fasilitas parkir, 13 buah Rambu petunjuk mengikuti lajur arah, 1 Rambu dilarang masuk, 1 buah Rambu menyebrang pejalan kaki, 2 buah Warning light, 1 unit Zebracross, 1 paket Pita penggaduh, 1 paket Rambu batas akhir larangan kecepatan diatas 20 km/jam, 2 buah Rambu larangan parkir 2 buah Rambu larangan berhenti, 2 buah Sirkulasi Kendaraan Bermotor Penataan terhadap sirkulasi kendaraan dan Pejalan Kaki bermotor maupun sirkulasi pejalan kaki di area komplek Pasar Seng Bumiayu. Keamanan Aset dan Kondisi Memasang CCTV di titik-titik tertentu Darurat diarea komplek Pasar Seng Bumiayu serta satu titik yang menghadap ke jalan raya. Mengaktifkan piket penjagaan untuk Engineering Vol. 12 No. Kendaraan Parkir dan Berhenti di Pinggir Jalan Utama Area ruang parkir kendaraan ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. keamanan dalam Memasang dan menempatkan APAR di titik-titik tertentu. Membuat SOP penanganan darurat/ emergency response di masing-masing gedung Membuat rambu dan area titik kumpul pada kondisi darurat. Memasang rambu larangan parkir di samping jalan utama, 2 buah Perlu disediakan area ruang parkir yang representatif yaitu sepeda motor 226 SRP, dan Mobil 24 SRP. Kesimpulan Dari hasil analisis dapat di simpulkan bahwa kinerja ruas jalan yang mengalami perubahan paling buruk akibat adanya pembangunan Pasar Seng Bumiayu adalah jalan di depan lokasi pembangunan yaitu jalan KH. Ahmad Dahlan dengan kinerja ruas jalan C dimana pengemudi mulai di batasi kecepatannya. Penyediaan lahan parkir harus di sesuaikan dengan analisis bangkitan dan tarikan kendaraan pada masa operasional sehingga kendaraan yang masuk Pasar Seng Bumiayu dapat di tampung. Dari hasil analisis ruang parkir yang di sediakan oleh Pasar Seng Bumiayu yaitu sepeda motor 303 SRP, dan Mobil logistik/Pribadi 79 SRP dimana masih memenuhi untuk menampung kendraan yang masuk. Sedangkan pembangunan Pasar Seng Bumiayu menimbulkan bangkitan tarikan kendaraan dan perubahan distribusi kendaraan yaitu pada masa kontruksi sebesar 15,9 smp/hari oleh kendaraan proyek, dan masa operasional adanya tarikan sebesar 101,10 smp/hari dan bangkitan sebesar 65,93 smp/hari oleh pembeli dan pedagang. Pada masa operasional juga di perhatikan fasilitas pejalan kaki menyebrang dan menyusuri jalan sehingga pada lokasi sekitar di beri trotoar dan zebracross untuk meningkatkan keselamatan pejalan dampak lalu lintas yang terjadi akibat dari pembangunan Pasar Seng Bumiayu pada masa kontruksi di beri aksi mitigasi berupa pengaturan jam kendaraan material, memasang rambu lalu lintas masa kontruksi, pengangkutan material sesuai dengan prosedur. Dan masa operasional berupa pemasangan rambu lalu lintas masa operasional, penataan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki, penyediaan fasilitas pejalan kaki, menyediakan ruang parkir, keamanan aset dan kondisi darurat. Daftar Pustaka