Volume XVII Nomor 01 SOSFILKOM Januari-Juni 2023 PERAN PEMERINTAHAN DESA DALAM PENANGGULANGAN DAN PEMULIHAN PASCA BENCANA BANJIR DI DESA GEBANG ILIR KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON Muhammad Aqiel Baehaqie, . Agus Irfan, . Sastra Abijaya, . Eka Wildanu Universitas Muhammadiyah Cirebon . aqilmuha17@gmail. com, . irfan@umc. id, . sastraabijaya@umc. wildanu@umc. Abstrak Pada dasarnya pengurangan bencana didasarkan pada suatu strategi pengkajian yang kuat dan risiko terus menerus akan ada dan perlu melibatkan aktoryang banyak. Semua itu berasal dari instansi pemerintahan, hingga komunitas lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari pemerintah desa peran berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi pelaksanaan oleh lembaga pemerintah desa gebang ilir dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan pasca terjadinya bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi. observasi,wawancara, dokumentasi hingga analisis data bersifat kualitatif, dan hasil. Kesimpulan dari penelitian ini menilai bahwa dalam penanggulangan bencana kebijakan desa harus memiliki nilai kemaslahatan serta dituangkan dalambentuk supportifitas, bahkan komunikasi sebelum terjadi bencana banjir ataupun saat terjadi bencana banjir maupun pasca bencana banjir menjadi hal yang penting dalam melakukan mitigasi bencana. Dan komunikasi dalam konteks penanganan bencana merupakan hal yang memiliki urgensi tersendiri. Pemerintah desa juga sudah mengeluarkan kebijakan secara anggaran untuk penanggulangan bencana banjir, maka diperlukannya sebuah edukasi ataupun sosialisasi kepada masyarakatmengenai pedoman penanggulangan bencana banjir untuk mengurangi ataupun meminimalisir terjadinya kerusakan-kerusakan dan hal-hal yang tidak diinginkan sangat terbatas. Kata Kunci: Peran Pemerintah. Penanggulangan Bencana Banjir. Pemulihan PascaBencana Banjir Abstract Basically the reduction is based on a strong assessment strategy and will continue to exist and need to involve the actors involved. All of them come from government agencies, to local The purpose of this study was to determine the role of the village government in relation to the main tasks and functions of implementation by the village government institution of Gebang Ilir indealing with and recovering after the flood disaster. This study uses qualitative research methods is research that is used to examine the condition of natural objects. Where the researcher is the instrument, the data collection technique is done by triangulation . observation, interviews, documentation to qualitative dataanalysis, and results. He conclusion of this study assesses that in disaster management, village policies must have benefit values and are stated in the form of support, even communication before a flood disaster occurs or during a flood disaster or a flood disaster is important in disaster mitigation. And communicating through disaster management is something that has its own urgency. The village government has also issued a budgetary policy for flood disaster management, so the need for education or socialization to the community regarding flood disaster management guidelines to reduce or minimize the occurrence of damage and unwanted things isvery limited. Keywords: Government Role. Flood Disaster Management. Post-Flood Disaster Recovery INTRODUCTION/PENDAHULUAN* Kebijakan Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana di Indonesia (Government Policy Diterbitkan oleh FISIP UMC regarding Disaster Management in Indonesi. Marfuah dkk. Indonesia yangkaya akan sumber daya alam dan ditunjang oleh anugerah SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 teritorial yang luas dengan karakteristik yang berbeda di tiap daerah dari sabang sampai Bahkan dalam bencana alam pun memiliki bermacam- macam jenis dan variasi, dengan beberapa keberagaman magnitudo dan beberapa frekuensi yang cenderung tinggi. Berdampak pada kepada masyarakat dalam jangka pendek maupun panjang yang dapat timbulkan kerusakan serta kerugian yang tidak kecil bagi masyarakat bahkan hingga kematian, cedera fisik maupun tekanan psikis seperti trauma pada sebagian korban selamat, infrastruktur, kerusakan lingkungan dan lainlain. Bencana memiliki beberapa penyebabnya dan bisa dikategorikan dalam memiliki dua tipe yang bisa membedakan, dengan beberapa penyebab semisal aktivitas alam secara natural sendiri, sebagai contoh puting beliung, letusan gunung api, tsunami, gempa bumi, dan bencana alam akibat dari perbuatan manusia, sebagai contoh penggundulan hutan, banjir, longsor dan kebakaran hutan. Salah satu respon positif sekaligus kebijakan pemerintah tentang Penanggulangan Bencana adalah memasukan masalah bencana sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiona. 2020-2024, yaitu lingkungan hidup Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana salah satu wewenang pemerintah pusat/daerah, yaitu membuat perencanaan pembangunan yang memasukan unsur- unsur kebijakan penanggulangan bencana dan hal ini dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2008 tentang Penanggulangan Bencana dan dipertegas lagi dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2020 Tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana Tahun penanggulangan bencana merupakan bagian dari perencanaan pembangunan. RESEARCH METHOD/ PENELITIAN METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang. Teknik analisis pada penelitian ini ada tiga komponen : . Reduksi data . ata reductio. , . Penyajian data . ata displa. , . Penarikan serta pengujian kesimpulan . rawing and verifying conclusion. Menurut Hereoputri, arimbi dan santosa . dalam Soerjono Soekanto . mengemukakan dimensi peran antara lain: peran sebagai suatu kebijakan, peran sebagai suatu strategi, peran sebagai alat komunikasi, peran sebagai alat penyelesaian sengketa, peran sebagai terapi. RESULTS AND DISCUSSION/HASIL DAN PEMBAHASAN Proses kebijakan dapat digambarkan sebagai suatu sistem yaitu adainput, proses dan output. Input proses kebijakan adalah isu kebijakan atau agenda pemerintah, sedangkan proses kebijakan berupa perumusan formulasi kebijakan dan implementasi kebijakan. Isu dan formulasi kebijakan merupakan proses politik yang dilakukan elit politik dan kelompok kelompok penekan. Sementara output dari suatu proses kebijakan adalah kinerja Dalam pandangan yang disampaikan sekdes menjelaskan bahwa peran pemerintah desa juga memiliki peran vital dalam penanggulangan bencana yang menggunakan data yang terjadi didalam Peneliti dapat melihat ketika ia menyampaikan informasi kepada peneliti lalu peneliti mengecek informasi yang diberikan oleh sekdes dan hasil informasi tersebut benar dan valid, peneliti mencoba melihat aspek kebijakan yang dibuat oleh pemerintah desa lalu menanyakan kepada para narasumber dan hasilnya peneliti menemukan bahwa pemerintah desa SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 kebijakan yang sangat baik dan berdampak kepada masyarakat terkaitdengan kebijakan dalam penanggulangan bencana banjir. Selanjutnya ketua Desatana menilai bahwa kebijakan desa harus memiliki nilai yang bagus serta dituangkan dalam bentuk Ia menjelaskan bahwa kebijakan itu ibarat sebuah solusi yang memang harus dikeluarkan ketika ada sebuah masalah atau problem yang ketua Destana sangat percayadiri dengan apa yang dimiliki sesuai dengan informasi ataupun kemampuan untuk menjawab pertanyaan dari peneliti. Dalam wawancara dengan Kuwu Gebang Ilir menjelaskan bahwa pemerintah desa sudah disumpah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam bekerja harus memenuhi aturan dan tidak boleh keluar dari aturan serta jika tidak melakukan pekerjaan dengan baik maka jelas ia menuturkan bahwa kami tentu akan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan di mata masyarakat. Lalu dari masyarakat menambahkan dan berkomentar tentang kebijakan pemerintah desa Gebang Ilir dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan bencana banjir informan menjelaskan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah desa sangat baik dan bagus karena pemerintahan sebelumnya tidak memiliki lembaga khusus atau satgas yang disebut Destana. mengatakan bahwa Destana langsung gerak cepat dan melakukan tanggap terhadap bencana dan masyarakat dilibatkan serta kebijakan terkait penanganan banjir yang Informan menyampaikan masalahmasalah pribadinya ketika banjir kepada peneliti dan ia tidak malu memberi tahu semuanya yang ia tahu tentang bencana banjir yang sering terjadi di desa Gebang Ilir khususnya di blok kaligelang. Strategi pemerintah desa Gebang Ilir dalam melakukan pemecahan masalah tentang penanggulangan pasca bencana banjir. Babinsa Desa Gebang Ilir menyatakan bahwa masyarakat masih belum paham mengenai strategi penanggulangan bencana Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 alam secara keseluruhan. Karena dari semua pihak pemerintah Desa. Koramil atau TNI Polri informasi/sosialisasi kepada masyarakat tentang pedoman penanggulangan bencana banjir secara sederhana yang mudah dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Desa. Menurut ketua Destana mengatakan bahwa hampir secara umum masyarakat sudah mengetahui tentang pedoman atau strategi penanggulangan bencana banjir, dikarenakan pernah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh BPBD kabupaten Cirebon sebanyak 50 peserta yang mana 50 peserta itu sudah mewakili setiap blok atau dusun di desa Gebang Ilir. Sebagai tokoh pemuda mengatakan bahwa pengetahuan penanggulangan banjir yang memang harus diketahui masyarakat secara umum namun, kembali lagi kepada individunya masingmasing dan Informan mengatakan bahwa ia secara pribadi sudah tahu tentang strategi atau pedoman penanggulangan banjir. Tokoh masyarakat mengatakan, bahwa masyarakat harus mentaati tentang pedoman atau strategi penanggulangan bencana yang sudah ada dan pemerintah desa harus memberikan sosialisasi terkait pedoman atau strategi penanggulangan bencana kepada masyarakat. Komunikasi sebelum terjadi bencana banjir ataupun saat terjadi bencana banjir maupun pasca bencana banjir, merupakan hal yang penting dalam melakukan mitigasi bencana penanganan bencana merupakan suatu hal yang vital atau memiliki urgensi tersendiri. Wakil ketua BPD desa Gebang Ilir mengatakan kalau komunikasi akan terjalin sangat intens ketika sudah memasuki bulan Desember sampai dengan Februari karena di mana bulan-bulan tersebut merupakan pemerintah desa perlu menginfokan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Selain itu Destana komunikasi yang terjalin antara pemerintah desa dengan masyarakat itu sangat baik. Destana juga selalu menjalin komunikasi SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 dengan komunitas-komunitas lingkungan hidup sehingga mendapatkan informasi dan inovasi serta wawasan baru terhadap penanganan penanggulangan bencana banjir yang ada di desa Gebang Ilir. Kuwu Gebang Ilir mengatakan tentang peran pemerintah desa Gebang Ilir dalam hal berkomunikasi yang menjelaskan bahwa komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat selalu menggunakan dari tingkatan rendah sampai dengan tingkat atas yaitu laporan dari tingkatan RT dan RW yang bisa dengan langsung melaporkan kepada Destana. Tokoh muda perempuan sekaligus kader posyandu mengatakan bahwa komunikasi antara pemerintah Desa dengan Masyarakat itu melalui koordinator yaitu Destana dan Destana menginfokan kepada para aparatur desa yang berada di dusun masing-masing, dan sosialisasi ketika terjadi banjir semua organisasi desa turun secara langsung untuk mengadakan sosialisasi dan ketika ada banjir pemerintah desa dengan sigap membuka dapur umum. Kuwu perlu memiliki sebuah integritas dalam memecahkan masalah ataupun sengketa yang ada hal ini dinyatakan dalam pandangan kuwu desa Gebang Mekar ketika ditanya oleh peneliti tentang tindakan pemerintah desa dalam penyelesaian masalah banjir yang selalu datang setiap Sekretaris Desa mengatakan semua komponen aktivasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dapat dilihat melalui kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah desa Gebang Ilir dalam hal ini Sekertaris desa menyampaikan kalau pemerintah desa Gebang itu sudah APBDes penanggulangan bencana banjir. Wakil ketua BPD Gebang Ilir mengatakan bahwa permasalahan banjir bukan hanya tentang pemerintah desa tetapi juga harus dibantu oleh pemerintah daerah maupun pusat. Kalau hanya pemerintah desa Gebang sendiri saja tidak akan pernah berhasil dalam menanggulangi bencana banjir yang setiap tahunya datang karena ini lingkupnya sudah tidak bisa ditangani lagi oleh pemerintah Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 Sebagai kader posyandu desa Gebang Ilir mengatakan bahwa Destana dibebani sebagai lembaga penanggulangan dalam proses pemulihan dan juga sebagai koordinator yang mewakili desa kepada masyarakat untuk mengadakan Sabtu bersih dengan mengerjakan kerja bakti maupun gotong royong untuk menanggulangi dampak terjadinya banjir. Dalam hal ini yaitu pada proses Pemulihan atau recovery setelah terjadi bencana banjir merupakan hal dasar yang memang harus dilakukan oleh pemerintah desa Gebang Ilir dalam mengatasi masalah psikologis atau perasaan ketidakberdayaan masyarakat dan ketidakpercayaan diri bahwa ketika desa tidak hadir dalam penanganan dan penanggulangan bencana banjir maka lahirlah perspektif bahwa mereka bukanlah masyarakat desa Gebang Ilir, karena ketidakhadiran pemerintah desa Gebang Ilir. Ketua Destana bahwa recovery yang paling sederhana adalah dengan cara membantu masyarakat membersihkan sisasisa lumpur kemudian diakumulasikan kerugian yang terjadi terhadap banjir baru nanti diperhitungkan untuk selanjutnyanya diserahkan kepada kebijakan desa. Babinsa desa Gebang Ilir tentang pemulihan pasca banjir itu dinilai tidak terlalu efektif walau meang ada tetapi pemerintah desa Gebang Ilir terus berusaha untuk memaksimalkan diri dengan cara membersihkan aliran sungai untuk meminimalisir terjadinya banjir dan menambah tanggul yang ada untuk mengatasi banyaknya air pasang. Tokoh Pemuda Perempuan mengatakan bahwa pemerintah desa turun secara langsung ketika terjadi bencana banjir dan dalam organisasi Destana strukturnya itu berasal dari beberapa perangkat desa dan elemen pemerintahan desa. CONCLUSION/KESIMPULAN Peran Kebijakan : Pemerintah desa sudah permufakatan bersama tetapi selain itu juga pemerintah desa juga sudah mengeluarkan penanggulangan bencana banjir hanya saja . SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah desa sangat terbatas. Berbeda dengan anggaran-anggaran yang berada dalam pemerintahan daerah maupun pusat. Destana merupakan sebuah lembaga yang perannya sangat vital yang sangat penting dan strategis untuk membantu masyarakat danmembantu pemerintahan. Peran Strategi : Dalam penanggulangan bencana banjir yang dilakukan oleh pemerintah desa gebang mekar diperlukan sebuah strategi terkait penanganan bencana banjir yang harus dilakukan oleh pemerintah desa dan semua elemen masyarakat yang ada di desa. Maka diperlukannya sebuah edukasi ataupun sosialisasi kepada masyarakat mengenai pedoman penanggulangan bencana banjir dan pengetahuan terkait dengan proses evakuasi bencana sehingga ketika terjadi bencana banjir yang akan datang maka pemerintah maupun semua elemen masyarakat yang ada di desa gebang ilir sudah mengetahui apa yang memang harus Peran Alat Komunukasi . Penanggulangan dan pemulihan pasca bencana banjir di desa Gebang Ilir diperlukan komunikasi yang baik pra bencana, saat bencana ataupun pasca bencana untuk mengurangi ataupun kerusakankerusakan dan hal-hal yang tidak Dan pemerintah desa Gebang Ilir melakukan komunikasi dari tingkatan bawah yaitu Rt/Rw yang langsung memberikan informasi kepada pemerintah desa dan begitu juga sebaliknya. Destana juga sebagai lembaga penanggulangan bencana banjir yang dibentuk oleh pemerintah desa gebang ilir selalu intens berkomunikasi dengan masyarakat terkait bencana banjir dalam hal ini ketika terjadi hujan lebat ataupun ketika ada kiriman air dari Peran Sebagai Penyelesain Sengketa : Pemerintah desa gebang ilir tidak bisa berjalan sendiri dalam penangan dan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 penanggulangan bencana banjir karena Pemerintah desa Gebang Ilir sangat terbatas dalam kebijakan anggaran maupun sumber daya manusia. Sehingga penanganan banjir ini diperlukan kolaborasi antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menemukan solusi akhir terkait permasalahan bencana banjir. Dan kemudian masyarakat yang terdampak banjir di data terlebih dahulu dan dari situ pemerintah desa bisa melakukan tindakantindakan yang memang diperlukan secepatnya agar kemudian nanti dilakukan proses perbaikan dan evaluasi sehingga pemerintah desa gebang ilir mampu melakukan atau mencegah terjadinya bencana banjir terjadi lagi serta meminimalisir setidaknya untuk tidak terjadi kerusakan-kerusakan yang berakibat Peran Sebagai Terapi : Recovery yang paling sederhana yang dilakukan oleh pemerintah desa Gebang Ilir adalah membantu masyarakat membersihkan sisasisa material lumpur karena banjir dan melakukan akumulasi kerugian dan segala sesuatunya dihitung oleh pemerintah desa Gebang Ilir kemudian diakumulasikan lalu jumlahkan secara keseluruhan. Dan melakukan evaluasi untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak akibat banjir untuk segera dijadwalkan Salah satu pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah desa yaitu membersihkan aliran sungai, dan membersihkan rumah warga yang terdampak banjir dan melakukan evaluasi dengan mendirikan tanggul di pinggiran laut untuk meminimalisir terjadinya banjir. dan pasca banjir itu dilakukan pemulihan salah satunya dengan memberikan trauma healing yang bekerjasama dengan BPBD kabupaten Cirebon dan juga pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilakukan oleh puskesmas yang bekerjasama dengan pemerintah desa Gebang Ilir. Pemerintah desa Gebang Ilir harus perlu ditingkatkan lagi terkait penanganan penanggulangan dan pemulihan bencana banjir ataupun pasca bencana banjir. SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Sekiranya bencana banjir yang terjadi di desa Gebang Ilir ini dapat diminimalisir sehingga dapat mengurangi volume banjir yang terjadi di desa Gebang Ilir dan diharuskan terus berupaya berkolaborasi dengan masyarakat, elemen kelembagaan serta pemerintahan daerah ataupun pusat untuk menangani banjir yang sering terjadi di desa Gebang Ilir ini. Dan peneliti menyarankan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terkait dalam penanganan penanggulangan dan pemulihan pasca bencana banjir karena pemerintah desa dipilih secara demokrasi untuk menjadi pelayan masyarakat dalam memenuhi kewajiban sebagai pelindung, pengayom serta keamanan bagi masyarakat desa Gebang Ilir. Januari-Juni 2023 Creswell. John W. Penelitian Kualitatif Desain Riset. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. David. Manajemen Strategi Konsep. Jakarta : Selemba Empat, 2004 REFERENCES/DAFTAR PUSTAKA