Eengineering Vol. 11 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. PENGARUH BERAT ROLLER PADA TRANSMISI OTOMATIS GOKART YAMAHA MIO Jaelani. Hadi Khanafi Politeknik Muhammadiyah Tegal Pogram Studi D3 Desain Produk Jl Melati No 27 Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal Email: stmt@gmail. ABSTRAK Transmisi otomatis atau yang dikenal dengan CVT (Continuous Variable Transmissio. adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan driven pulley menggunakan prinsip gaya Didalam Transmisi otomatis terdapat Weight disebut juga drum . atau roller berfungsi sebagai pendorong sliding sheave. Weight bekerja akibat adanya putaran yang tinggi dan adanya gaya sentrifugal, sehingga slider mendorong weight dan menekan sliding sheave. Modifikasi ukuran weight digunakan untuk tuning standar mesin gokart matic. Untuk mendapatkan akselerasi atau top speed tanpa mengubah mesin ialah dengan cara mengganti ukuran standar weight tersebut. Dari hasil pengujian didapatkan waktu, yaitu roller 9 gram jarak 0-70 meter mencatat waktu 9,5 detik, jarak 0-80 meter 10,40 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 11,54 detik. Untuk roller 10 gram jarak 0-70 meter mencatat waktu 9,6 detik, jarak 0-80 meter 10,43 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 11,55 detik. Roller 11 gram jarak 0-70 meter mencatat waktu 10,02 detik, jarak 0-80 meter 10,49 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 12,04 detik. Dan untuk roller 12 gram jarak 0-70 meter mencatat waktu 10,03 detik, jarak 0-80 meter 10,55 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 12,05 detik. Modifikasi roller 9 gram dan 11 gram yang di kombinasikan pengujian jarak 0-70 meter mencatat waktu 5,25 detik, jarak 0-80 meter 7,95 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 10,5 detik. Dalam mengubah berat roller, hanya akan dihadapkan pada pilihan: AuAkselerasiAy atau AuTop SpeedAy. Kata Kunci: roller, modifikasi, mesin matic, akselerasi dan top speed Pendahuluan Transmisi otomatis adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis AuVAy belt atau yang dikenal dengan CVT (Continuous Variable Transmissio. CVT adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek. Eengineering Vol. 11 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. SKEMA KERJA TRANSMISI OTOMATIS Gambar. Skema Kerja Transmisi Otomatis Nama dan fungsi komponen transmisi otomatis Komponen transmisi otomatis adalah sebagai berikut: Pulley Penggerak/ puli primer ( Drive Pulley/ Primary Pulle. Pulley primer adalah komponen yang berfungsi mengatur kecepatan sepeda motor berdasar gaya sentrifugal dari roller, yang terdiri dari beberapa komponen berikut: Gambar. 2 Komponen Pulley Primer Eengineering Vol. 11 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Dinding luar pulley penggerak dan kipas pendingin Dinding luar pulley penggerak merupakan komponen pulley penggerak tetap. Selain berungsi untuk memperbesar perbandingan rasio di bagian tepi komponen ini terdapat kipas pendingin yang berfungsi sebagai pendingin ruang CVT agar belt tidak cepat panas dan aus. Dinding dalam puli penggerak . ovable drive fac. Dinding dalam merupakan komponen puli yang bergerak menekan CVT agar diperoleh kecepatan yang diinginkan. Bushing/bos pulley Komponen ini berfungsi sebagai poros dinding dalam puli agar dinding dalam dapat bergerak mulus sewaktu bergeser. 6 buah peluru sentrifugal . Roller adalah bantalan keseimbangan gaya berat yang berguna untuk menekan dinding dalam puli primer sewaktu terjadi putaran tinggi. Prinsip kerja roller, semakin ringan berat rollernya maka tenaga putaran rendah semakin cepat mencapai top speed, begitu juga sebaliknya semakin berat rollernya maka top speed akan Macam macam berat roller pada transmisi otomatis yamaha mio : Gambar. 2 Macam roller pada transmisi otomatis Tabel . 1 Jenis Berat Roller dan penggunaanya Jenis berat roller Penggunan 6 - 9 gram Dipakai pada lintasan menanjak atau area perkotaan karena dalam putaran rendah sangat responsif 10 - 11 gram Dipakai pada lintasan sedang atau pedesaan karena dalam putaran rendah, sedang sangat stabil. 12 gram Dipakai pada lintasan lurus dan jauh karena dalam putaran sedang sampai tinggi lebih mendapat top . Plat penahan Komponen ini berfungsi untuk menahan gerakan dinding dalam agar dapat bergeser ke arah luar sewaktu terdorong oleh roller. Eengineering Vol. 11 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. V belt Berfungsi sebagai penghubung putaran dari puli primer ke puli sekunder. Besarnya diameter V-belt bervariasi tergantung pabrikan motornya. Besarnya diameter V-belt biasanya diukur dari dua poros, yaitu poros crankshaft poros primary drive gear shift. V-belt terbuat dari karet dengan kualitas tinggi, sehingga tahan terhadap gesekan dan panas. Pulley yang digerakkan/pulley sekunder (Driven Pulley/ Secondary Pulle. Pulley sekunder adalah komponen yang berfungsi yang berkesinambungan dengan pulley primer mengatur kecepatan berdasar besar gaya tarik sabuk yang diperoleh dari pulley primer. ) . Gambar. 3 Komponen Pulley sekunder . Dinding luar pulley sekunder Dalam gambar 2. sebelah kiri adalah dinding luar puli sekunder. Bagian ini berfungsi menahan sabuk / sebagai lintasan agar sabuk dapat bergerak ke bagian luar. Bagian ini terbuat dari bahan yang ringan dengan bagian permukaan yang halus agar memudahkan belt untuk . Pegas pengembali Pegas pengembali berfungsi untuk mengembalikan posisi pulley ke posisi awal yaitu posisi belt terluar. Prinsip kerjanya adalah semakin keras per maka belt dapat terjaga lebih lama di kondisi paling luar dari driven pulley. Namun kesalahan kombinasi antara roller dan per CVT dapat menyebabkan keausan bahkan kerusakan pada sistem CVT. Berikut contoh kasus yang sering terjadi yaitu Per CVT yang terlalu keras dapat membuat drive belt jauh lebih cepat aus karena belt tidak mampu menekan dan membuka driven pulley. Belt semakin lama akan terkikis karena panas dan gerakan berputar pada driven pulley. Kampas kopling dan rumah kopling Seperti pada umumnya fungsi dari kopling adalah untuk menyalurkan putaran dari putaran pulley sekunder menuju gigi reduksi. Cara kerja kopling sentrifugal adalah pada saat putaran stasioner / langsam . utaran renda. , putaran poros pulley sekunder tidak diteruskan ke penggerak roda. Ini terjadi karena rumah kopling bebas . idak berputa. terhadap kampas, dan pegas pengembali yang terpasang pada poros pulley sekunder. Pada saat putaran rendah . , gaya sentrifugal dari kampas kopling menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik kearah poros pulley sekunder akibatnya rumah kopling menjadi bebas. Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin besar Eengineering Vol. 11 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. sehingga mendorong kampas kopling mencapai rumah kopling dimana gayanya lebih besar dari gaya pegas pengembali. Dinding dalam pulley sekunder Bagian ini memiliki fungsi yang kebalikan dengan dinding luar pulley primer yaitu sebagai rel agar sabuk dapat bergerak ke posisi paling dalam pulley sekunder. Bagian ini ditunjukkan pada gambar 2. sebelah kanan. Torsi cam Apabila mesin membutuhkan membutuhkan torsi yang lebih atau bertemu jalan yang menanjak maka beban di roda belakang meningkat dan kecepatannya menurun. Dalam kondisi seperti ini posisi belt akan kembali seperti semula, seperti pada keadaan diam. Drive pulley akan membuka sehingga dudukan belt membesar, sehingga kecepatan turun saat inilah torsi cam bekerja. Torsi cam ini akan menahan pergerakan driven pulley agar tidak langsung Jadi kecepatan tidak langsung jatuh. Bagian ini ditunjukkan dengan gambar 2. komponen kecil dan alur pada poros. Gigi reduksi Komponen ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan putaran yang diperoleh dari CVT agar dapat melipat gandakan tenaga yang akan dikirim ke poros roda. Pada gigi reduksi jenis dari roda gigi yang digunakan adalah jenis roda gigi helical yang bentuknya miring terhadap poros. Metodologi Penelitian Untuk prinsip kerja roller, semakin ringan rollernya maka akan semakin cepat bergerak mendorong movable drive face dan face comp pada drive pulley sehingga bisa menekan belt ke posisi terkecil. efek yang terasa, aselerasi makin responsif. Agar v-belt dapat tertekan hingga maksimal butuh roller yang beratnya sesuai juga. Artinya jika roller terlalu ringan maka tidak dapat menekan belt hingga maksimal. Efeknya tenaga tengah dan atas akan berkurang bahkan hilang. Dikarenakan roller sangat berpengaruh terhadap perubahan variabel dari variator, tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa motor matic. Akselerasi dan Top Speed sulit didapatkan secara bersamaan dalam sebuah motor matic tanpa meningkatkan kinerja dapur pacu. Dalam mengubah ukuran roller. Anda hanya akan dihadapkan pada pilihan: AuAkselerasiAy atau AuTop SpeedAy. untuk berat roller, ada dua konsep umum yang biasa dilakukan jika mengaplikasikan roller konvensional . entuk silinde. , yaitu aplikasi roller dengan yang berat seragam dan kombinasi berat roller. Kombinasi roller dilakukan dengan memasang 3 roller dengan beban tertentu dan 3 roller dengan beban yang lebih berat atau lebih ringan, tergantung kebutuhannya. Roller yang lebih ringan akan bergerak terlebih dahulu menekan movable drive face dan menyebabkan gokart bergerak lebih responsif daripada semula. Pada titik putaran mesin selanjutnya roller yang lebih berat akan mulai bergerak dan bebannya membantu menekan belt lebih dalam lagi. Ada satu rumus ideal untuk mengkombinasikan roller, yaitu bedanya maksimal 3 poin antara roller yang ringan dengan roller yang berat. Hasil dan Pembahasan Dalam memodifikasi atau mentuning motor matic . esin gokar. , hal yang paling sederhana ialah dengan cara merubah atau mengganti ukuran weight . Bila ingin mendapatkan aselerasi atau tarikan awal, maka digunakan weight yang lebih ringan dari ukuran Eengineering Vol. 11 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Akan tetapi bila ingin mendapatkan top speed, maka gunakan weight yang lebih berat dari ukuran standar atau normal. Pada mesin gokart ini, ukuran standarnya ialah 11 gram. Untuk berat roller, ada dua konsep umum yang biasa dilakukan jika mengaplikasikan roller konvensional . entuk silinde. , yaitu aplikasi roller dengan yang berat seragam dan kombinasi berat roller. Kombinasi roller dilakukan dengan memasang 3 roller dengan beban tertentu dan 3 roller dengan beban yang lebih berat atau lebih ringan, tergantung kebutuhannya. Roller yang lebih ringan akan bergerak terlebih dahulu menekan movable drive face dan menyebabkan gokart bergerak lebih responsif daripada semula. Pada titik putaran mesin selanjutnya roller yang lebih berat akan mulai bergerak dan bebannya membantu menekan belt lebih dalam lagi. Langkah modifikasi merakit roller dengan berat berbeda yang dipasang kombinasi yaitu pada primer pulley pasanglah 3 ( tiga ) roller dengan berat 9 gram dan 3( tiga ) roller berat 11 gram. Gambar. 4 Pemasangan kombinasi roller 9 dan 11 gram Setelah roller terpasang dengan benar langkah selanjutnya pasang plat penahan roller Pengujian dengan berat roller 9 gram pengujian dapat dilihat pada table berikut dengan pengujian jarak tempuh dan waktu yang di peroleh : BERAT ROLLER 9 gram Tabel. 2 Pengujian roller 9 gram Percobaan ke JARAK METER Waktu ( detik ) Pengujian dengan berat roller 10 gram pengujian dapat dilihat pada tabel berikut dengan pengujian jarak tempuh dan waktu yang di peroleh : Eengineering Vol. 11 No. BERAT ROLLER 11 gram Tabel. 4 Pengujian Roller 11 Gram Percobaan ke JARAK METER Waktu ( detik ) Pengujian dengan berat roller 12 gram pengujian dapat dilihat pada tabel berikut dengan pengujian jarak temp uh dan waktu yang di peroleh : 10 gram Tabel. 3 Pengujian Roller 10 Gram Percobaan ke JARAK METER Waktu ( s ) Pengujian dengan menggunakan roller 11 gram pengujian dapat dilihat pada tabel berikut dengan pengujian jarak tempuh dan waktu yang diperoleh : BERAT ROLLER ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. BERAT ROLLER 12 gram Tabel. 5 Pengujian Roller 12 Gram Percobaan ke JARAK METER Waktu ( detik ) Pengujian dengan Menggunakan Kombinasi Berat 9 dan 11 gram pengujian dapat dilihat pada tabel berikut dengan pengujian jarak tempuh dan waktu yang diperoleh : Tabel. 6 Pengujian Kombinasi Roller 9 Dan 11 Gram Percobaan ke BERAT JARAK ROLLER METER Waktu ( detik ) 9 dan11 gram Eengineering Vol. 11 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Prosedur Pengujian Langkah-langkah pengujian dilakukan berdasarkan urutan sebagai berikut. Pengujian roller dengan beban pengemudi/orang 65 Kg dilakukan oleh Hadi khanafi dan Ali. Persiapan dimulai dengan membagi tugas, seperti yang bertugas mengukur jarak oleh Ali untuk pencatatan dengan stop watch, menjalankan gokart oleh Hadi khanafi. Bahan bakar menggunakan bensin premium. Setelah siap, pengujian gokart mulai dijalankan, kemudian kendaraan di gas dengan tekanan yang sama, pijakan gas secara perlahan dan bertahap untuk mendapatkan kecepatan penuh. Pencatatan waktu diperoleh sampai gokart mencapai jarak 70 meter, 80 meter dan 90 meter. Pengujian dilakukan sampai 5 kali percobaan setiap satu jenis berat roller begitu pula dengan pengkombinasian berat roller. Untuk pengujian dengan kombinasi roller, digunakan 2 jenis roller yang berbeda beratnya. Setiap satu jenis roller dipakai 3 buah. Langkah pengambilan datanya sama dengan pengambilan data diatas. Kesimpulan Weight disebut juga drum . atau roller yang berfungsi sebagai pendorong sliding Weight bekerja akibat adanya putaran yang tinggi dan adanya gaya sentrifugal, sehingga slider mendorong weight dan menekan sliding sheave. Roller dengan berat 9 gram mempunyai aselerasi paling cepat diantara roller 10, 11 dan 12 gram, ini disebabkan roller yang ringan lebih cepat terlempar atau berada paling luar sliding sheave, sehingga sliding sheave lebih cepat menekan v- belt. Untuk roller 10 gram merupakan ukuran berat dari pabrikan yang juga telah di uji kecepatan dan catatan waktunya dengan jarak 0-70 meter mencatat waktu 9,6 detik, jarak 0-80 meter 10,43 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 11,55 detik. roller 11 gram jarak 0-70 meter mencatat waktu 10,02 detik, jarak 0-80 meter 10,49 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 12,04 detik. Catatan waktu tersebut menunjukan bahwa pencapaian masih kurang pada tarikan bawah sampai sedang. Setelah dilakukan modifikasi roller 9 gram dan 11 gram yang di kombinasikan pengujian jarak 0-70 meter mencatat waktu 5,25 detik, jarak 0-80 meter 7,95 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 10,5 detik. Catatan waktu tersebut menunjukan bahwa pencapaian sangat baik pada tarikan bawah sampai sedang maupun tinggi. DAFTAR PUSTAKA