Hasan Mayditia. Gunawan S. Prabowo Mechatronics Division. Indonesian Space and Aeronautics Institute. LAPAN Email: mayditia@lapan. ABSTRACT Bias instability . rift or offse. is one of the m e a s u r e m e n t deviations . which must be found in the inertial sensors such as rate-gyro. This error value will be different from one to another, so the direct measurements to each sensor have to be The aim of this is to get some units with the best performance. These bias measurements have been done to all six units of the sensor using the earth rotation as Furthermore, four unit sensors have been selected from six to be used in LAPAN-A2 satellite. Keywords: Bias drift. Earth rotation. Data resolution. Data Acquisition ABSTRAK Bias instability . rift a t a u offse. m e r u p a k a n salah satu jenis deviasi . pengukuran yang pasti ditemukan di dalam sensor-sensor inersial seperti halnya rategyro. Nilai error ini berbeda u n t u k setiap unit sensor, sehingga p e n g u k u r a n nilai bias untuk masing-masing unit h a r u s dilakukan. Ini dilakukan u n t u k memperoleh unitunit sensor dengan performa yang terbaik. Pengukuran nilai error bias . telah dilakukan p a d a keenam u n i t sensor gyro . ipe uFORS-. dengan memanfaatkan pergerakan rotasi bumi sebagai nilai referensi. Empat dari e n a m unit sensor gyro telah dipilih u n t u k selanjutnya digunakan d a n diterbangkan pada satelit LAPAN-A2. Kata Kunci : Bias drift. Rotasi bumi. Resolusi data. Akuisisi data PBNDAHULUAN Bias fluktuasi nilai p e n g u k u r a n kecepatan sudut yang terjadi pada temperatur k a r e n a data tersebut a k a n sangat dipengaruhi oleh error random walk. Random walk dapat didefinisikan sebagai mlai standar deviasi d a n output kenaikan konstan ketika sensor gyro dalam keadaan tidak berotasi . = . a t a u berotasi dengan kecepatan konstan . o = konsta. yang diketahui. Bias pada pengukuran ini sering juga disebut bias drift a t a u bias offset. Nilai error bias berbeda u n t u k setiap unit sensor. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, a n t a r a lain: A error p a d a kalibrasi. variasi bias terhadap temperatur. A switch-on to switch-on. A mechanical miss-alignment. *<*>*&* f u n 8 s i d a r i P e r i o d e Sehingga, m e r u p a k a n sifat terakumulasi dari data p e n g u k u r a n sensor, d a n tidak diketahui J i k a h a n y a dengan data tunggal. U n t u k da P a t m e n g u k u r nilai bias, a ^ 1 3 1 data d a l a m selanS w a k t u ^8 P^jang dibandingkan dengan data referensi yang telah diketahui. Ketika waktu p e n g u k u r a n bias yang lebih baik a k a n 2 DASAR TEORI DAN uFORS-4 Penentuan error bias tidak dapat dilakukan dengan d a t a yang diambil dalam w a k t u singkat (< 1 meni. oleh Gyro uFORS-4 m e r u p a k a n sensor gyro satu s u m b u (Gambar 2-. dengan kontruksi lilitan serat optik sebagai medium pendeteksi kecepatan sudut. Sensor ini bekerja dengan prinsip efek Sagnac, dimana cahaya koheren . dibagi menjadi d u a dengan m e n g g u n a k a n beam splitter sehingga m e r a m b a t berlawanan a r a h pada lilitan serat optik. Ketika sensor mengalami gerak rotasi p a d a s u m b u sensitifnya, setengah bagian dari cahaya yang terbagi tersebut a k a n m e r a m b a t lebih j a u h dari setengah bagian lainnya relatif t e r h a d a p pengamat di luar lilitan serat Kedua cahaya tersebut a k a n ditangkap oleh s e b u a h foto-detektor, t e r h a d a p perbedaan fasa di a n t a r a k e d u a cahaya koheren tersebut. Beda fasa yang t e r u k u r a k a n sebanding dengan kecepatan rotasi yang dialami oleh sistem lilitan itu. "tight hand thumb rule' Input Axis G a m b a r 2 - 1 : Nilai s u d u t positif p a d a s u m b u rotasi u-FORS-4 Konfigurasi format data d a n resolusi p e n g u k u r a n dari gyro u. FORS-4 dapat disesuaikan dengan k e b u t u h a n Adapun konfigurasi nFORS-4 yang digunakan dalam LAPAN-A2 adalah s a m a seperti p a d a LAPAN-TUBSAT, a n t a r a lain: A Mode Angle Increment: HFORS-4 p e r u b a h a n s u d u t u n t u k setiap data yang diminta A Interface komunikasi: Asynchkronous RS422, baud-rate 76800 bps. Odd parity, 1 bit-stop, d a n Hardware Trigger u n t u k request data - Resolusi data: 16 bit . Byt. - Rentang pengukuran: A 8A - Resolusi pengukuran . ari poin 2 d a n . : 16A / 65536 = 0. 000244A/bit Dari keterangan di a t a s , diperoleh bahwa nFORS-4 ini memiliki interface asynchronous yang beroperasi dalam mode Hardware Trigger. Dalam hal ini, pengguna . ost syste. , h a r u s memberikan d u a sinyal diskrit. TRIG A d a n TRIG B, u n t u k inisialisasi transfer data ditunjukan dalam Gambar 2-2. Transfer dari blok data a k a n dimulai setelah 30 s. d 70 us setelah b a t a s tepi t u r u n . alling edg. dari sinyal trigger (TRIG A) p a d a s a a t ^FORS-4 beroperasi, system host h a r u s menjaga line data receive dari interface asynkronous (ASYNC RxA. ASYNC RxB) p a d a kondisi logika " 1 " a t a u kondisi impedansi tinggi. Line transmit h a r u s tetap dalam logika " 1 " (ASYNC TxA = high terhadap ASYNC TxB) setelah transmisi d a t a request Interface koneksi dari nFORS-4 diberikan dalam Tabel 2 - 1 . sekitar 23 j a m : 56 Menit : 4. 1 detik a t a u sehingga nilai kecepatan s u d u t n y a adalah COB = 360A/86164. 1 = 0. 0042A/s = 15. 041A/jam . Gambar 2-3: Lokasi pin-pin dari . FORS-4 S t r u k t u r data d a n perhitungan nilai s u d u t hasil p e n g u k u r a n bergantung p a d a resolusi bit data yang Dalam hal ini resolusi data yang dipilih a d a l a h 16 bit . , m a k a data yang a k a n dikirim oleh jiFORS sebanyak 4 byte, a n t a r a lain, d u a byte data sudut, satu byte status, dan satu byte checksum seperti ditunjukkan dalam Gambar 2-4. 3 PENGUKURAN NILAI BIAS MENGGUNAKAN ROTASI BUMI FORS-4 memiliki sensitivitas s u d u t yang sangat tinggi. Dalam hal ini, dengan resolusi 16 bit d a n rentang p e n g u k u r a n A 8A diperoleh nilai p e r u b a h a n s u d u t minimum yang m a m p u diukur adalah 000244A. Kuantisasi dari pembacaan data s u d u t u n t u k tiap detiknya adalah . 44xl0- 4 )A, sehingga kuantisasi pengukuran kecepatan s u d u t yang dapat diukur adalah %_mm=. 0/s (. A/ja. pada sampling rate 4 Hz . Sehingga sensor ini dapat digunakan pula u n t u k m e n g u k u r kecepatan rotasi dari b u m i p a d a posisi tertentu. Pada Gambar ilustrasi dari rotasi b u m i p a d a s u m b u putarnya (COB). Periode waktu yang dibutuhkan u n t u k s a t u rotasi p e n u h didefinisikan sebagai s a t u hari a t a u Gambar 3-1: Ilustrasi dari rotasi bumi d a n beberapa projeksi di permukaan bumi Untuk kecepatan rotasi di beberapa lokasi d a n orientasi di p e r m u k a a n bumi, dapat diperoleh dengan mencari komponen vektor . dari kecepatan s u d u t yang bersesuaian dengan a r a h vektor rotasi bumi. Besar vektor tersebut bergantung dari posisi di p e r m u k a a n bumi a t a u bergantung langsung p a d a posisi latitudenya. Sebagai contoh, u n t u k proyeksi vektor COB p a d a posisi normal terhadap Universitas Teknik Berlin (TUBerlin/fi>Ein/B), dapat dituliskan COEITVB = COB A s i n a . = . 041o/h. Sin 52. = 11. 9 A / h r dengan a adalah posisi latitude dari TUBerlin. Nilai COBITUB ini dapat dijadikan nilai referensi d a n a k a n t e r u k u r oleh . FORS-4 sebagai nilai kecepatan s u d u t sehingga s u m b u rotasi sensor berhimpit dengan s u m b u normal b u m i seperti ditunjukkan dalam Gambar 3 - 1 . Nilai ini dapat dikatakan sesuai u n t u k pengukuran FORS-4, oleh k a r e n a nilai COBITUB m a s i h j a u h lebih besar dibanding dengan nilai yang digunakan adalah 250 ms selama selang waktu tidak kurang dari s a t u j a m p a d a temperatur r u a n g k o n s t a n . Selain itu pengamatan juga dilakukan t e r h a d a p konsumsi daya dari masing-masing u n i t . FORS-4. Hasil-hasil diberikan dalam bentuk data tabel, grafik, d a n perhitungan nilai bias drift. kuantisasi minimum kecepatan s u d u t yang dapat diukur oleh nFORS-4. Dengan cara yang sama, nilai referensi Ini p u n dapat diperoleh di LAB Mekatronika. Rancabungur terhadap p e r m u k a a n b u m i (OEIRB = G>E . Sin /? . = . 041A/h. Sin (-6. = -1. 65574 A / h r dengan /? adalah posisi posisi latitude dari LAB Mekatronika. Rancabungur. Besar nilai \COEIRB\ < |