Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan Consumer Non-Cyclicals Edvandi Fam Supra* dan Vidyarto Nugroho Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: Edvandi. 125190289@stu. Abstract: This study aims to obtain empirical evidence regarding the effect of profitability, leverage, firm size, and growth opportunity on cash holding in consumer non-cyclicals The sampling technique used was purposive sampling. The sample data in this study were 120 sample data. This study uses secondary data that is processed using IBM SPSS version 22. The results of the F test show that profitability, leverage, firm size, and growth opportunity together have a significant effect on cash holding. The results of the t test show that profitability had a positive and significant effect on cash holding, while leverage has a negative and significant effect on cash holding. Firm size has a positive and insignificant effect on cash holding and growth opportunity has a negative and insignificant effect on cash holding. Keywords: Profitability. Leverage. Firm Size. Growth Opportunity. Cash Holding. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas, leverage, firm size dan growth opportunity terhadap cash holding pada perusahaan consumer non-cyclicals. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data sampel dalam penelitian sebanyak 120 data sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diolah menggunakan IBM SPSS versi Hasil uji F menunjukkan bahwa profitabilitas, leverage, firm size dan growth opportunity secara bersama berpengaruh signifikan terhadap cash holding. Hasil uji t menunjukkan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding. Firm size berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap cash holding dan growth opportunity berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap cash holding. Kata kunci: Profitabilitas. Leverage. Firm Size. Growth Opportunity. Cash Holding Pendahuluan Perusahaan merupakan tempat atau wadah dilakukannya kegiatan ekonomi yang pasti memiliki sebuah tujuan, baik itu dalam jangka panjang maupun dalam jangka Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda pada masing-masing Salah satu tujuan utama yang dimiliki perusahaan yaitu dengan memperoleh keuntungan yang diharapkan meningkat ditiap periodenya. Untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dapat menaikan tingkat penjualan dan menjaga aset yang dimiliki perusahaan dengan baik, sehingga perusahaan memiliki kas yang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 907-916 Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. Kas itu sendiri merupakan salah satu bagian dari aset likuid yang dimiliki perusahaan, aset likuid dapat diubah menjadi kas dengan mudah tanpa ada penurunan dari nilai aset tersebut. Kas tersebut dapat digunakan oleh perusahaan untuk memenuhi kewajiban seperti membiayai operasional perusahaan, gaji karyawan dan pembelian bahan baku. Dalam melakukan pembiayaan finansial maupun operasional perusahaan termasuk sebagai cash holding. Cash holding atau kas yang dipegang oleh perusahaan adalah jumlah uang tunai dan setara kas yang dimiliki oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional, memenuhi kewajiban, membayar dividen, dan untuk investasi. Cash holding yang optimal sangat penting bagi perusahaan untuk mempertahankan kestabilan keuangan dan meningkatkan kinerja bisnis. Cash holding yang tidak optimal dapat memberikan dampak negatif bagi perusahaan, seperti meningkatkan biaya modal dan menurunkan nilai pasar perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola cash holding secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya Setiap perusahaan mempunyai tujuan berbeda saat melakukan cash holding. Menurut Ali. Ullah dan Ullah . , ada tiga alasan yang dimiliki perusahaan dalam melakukan cash holding. Alasan pertama, transaction motive merupakan penahanan kas yang digunakan untuk melengkapi keperluan arus kas masuk dan keluar dalam periode Alasan kedua, precaution motive merupakan penahanan kas yang digunakan pada saat kondisi yang tidak terduga. Alasan ketiga, speculative motive merupakan penahanan kas yang akan digunakan untuk memperoleh keuntungan dari memperkirakan situasi pangsa pasar yang tidak terduga kedepannya. Kajian Teori Agency Theory. Menurut Jensen and Meckling . 6, h . definisi teori keagenan adalah Auagency relationship as a contract under which one or more person engage another person . he agen. to perform some service on their behalf which involves delegating some decission making authority to the agentAy. Pemilik bisnis adalah prinsipal, dan manajemen bisnis adalah agen. Pemilik bisnis . memberi dewan direksi bisnis . tugas dan wewenang untuk mengelola bisnis dan mencapai tujuannya dengan memaksimalkan keuntungan bisnis. Pembagian wewenang dalam pengelolaan perusahaan dari pemegang saham kepada manajemen menimbulkan asimetri informasi. Pada dasarnya pemegang saham . memiliki informasi terbatas dibandingkan manajer . terkait perusahaan. Dalam hal ini manajer seringkali menyalahgunakan wewenang atas pengaturan kas . ash holdin. untuk kepentingan perusahaan yang dapat merugikan para pemegang saham. Perlu adanya hubungan baik antara manajer dengan para pemegang saham agar tidak terjadi perbedaan kepentingan yang dapat memengaruhi hasil kinerja, sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang maksimal. Cash Holding. Cash holding Menurut Weygandt et al. 9, hlm. dapat dikatakan bahwa uang tunai merupakan pusat kehidupan bisnis karena uang tunai adalah bentuk aset yang paling umum. Karena sifatnya yang likuid, uang tunai mudah dikonversi menjadi uang tunai dan membawa risiko perubahan nilai yang dapat Memegang uang tunai penting untuk mendukung semua kegiatan bisnis. Menurut Eneh. Okegbe & Ndubuisi . , kas adalah sejumlah kas yang disisihkan oleh organisasi atau bisnis untuk memenuhi kebutuhan finansialnya. Cash holding yang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 907-916 Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. cukup dapat bermanfaat untuk menghindari likuidasi, dijadikan sebagai dividen yang dibagikan dan dijadikan sebagai cadangan kas untuk masalah perekonomian yang tidak terduga (Liestyasih dan Wiagustini, 2. Semakin banyak jumlah cash holding yang dimiliki maka mencerminkan kemampuan perusahaan yang baik dalam mengatasi masalah keuangan, sehingga memberikan kepercayaan kepada para investor untuk berinvestasi (Sufiyati. Susanto. Dewi dan Susanti, 2. Cash holding juga merupakan aset perusahaan yang paling likuid dan dapat dengan mudah digunakan untuk segala aktivitas bisnis perusahaan, karena perusahaan mutlak membutuhkan uang dalam setiap transaksi operasional (Sudarmi & Nur, 2. Profitabilitas. Profitabilitas merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi cash holding perusahaan. Menurut Simanjuntak dan Wahyudi . menjelaskan profitabilitas adalah hasil keputusan manajer yang berhubungan dengan pendapatan yang dihasilkan perusahaan dari penggunaan aset sebagai kegiatan produksi. Sartono . , disamping itu profitabilitas juga dapat mencerminkan kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang berhubungan dengan penjualan, total aktiva atau modal pribadi yang dimiliki perusahaan. Rasio profitabilitas yang digunakan adalah Return on Asset (ROA) karena dapat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau mengukur efisiensi penggunaan aktiva (Kasmir, 2011, dalam Hanaputra dan Nugroho, 2. Semakin tinggi tingkat profitabilitas maka menunjukkan semakin mampu perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki secara maksimal (Sufiyati. Susanto. Dewi dan Susanti, 2. Leverage. Leverage merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi cash holding yang dimiliki suatu perusahaan. Irwanto. Sia. Agustina dan Wailan . 9, dalam Sufiyati. Susanto. Dewi dan Susanti, 2. menjelaskan bahwa leverage digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membiayai aset menggunakan dana pinjaman. Menurut (Panalar & Ekadjaja, 2. pentingnya leverage adalah Sejauh mana kebijakan perusahaan untuk menggunakan pembiayaan eksternal. Sedangkan menurut (Arfan et al. , 2. leverage mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menerbitkan utang dan leverage melibatkan penggunaan pembiayaan biaya tetap, dengan tujuan meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham biasa. Tingginya risiko yang dialami perusahaan dipengaruhi dari banyaknya kegiatan perusahaan yang dibiayai oleh sumber dana pihak eksternal (Hanaputra dan Nugroho. Firm Size. Firm size adalah ukuran atau besar kecilnya suatu perusahaan. Menurut Christian dan Fauziah . , ukuran perusahaan . irm siz. digambarkan oleh ukuran total aset, jumlah penjualan dan pendapatan rata-rata. Sedangkan menurut Wati . 9, halaman . mendefinisikan ukuran perusahaan sebagai ukuran perusahaan yang dapat diukur dengan total aset dan total pendapatan. Besarnya jumlah aset yang dimiliki mengindikasikan adanya peningkatan modal investasi perusahaan. Kariuki et al. , 2015, (Dalam Angkawidjaja & Rasyid, 2. menyatakan bahwa semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin mampu bagi perusahaan tersebut untuk menimbun kas dalam jumlah yang lebih tinggi dikarenakan perusahaan besar dianggap telah mampu mencapai keberhasilan di masa lalu. Growth Opportunity. Growth opportunity Menurut Thu & Khuong . menyatakan bahwa perusahaan dengan tingkat Growth Opportunity yang tinggi akan sangat memperhatikan jumlah kas yang terdapat di perusahaan untuk mencegah terjadinya kekurangan kas sehingga hal ini menyebabkan pihak manajemen akan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 907-916 Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. memutuskan tingkat cash holding yang tinggi. Growth opportunity menurut Suherman . berpengaruh kuat terhadap cash holding. Peningkatan ukuran bisnis menghasilkan saldo kas yang lebih besar karena bisnis yang lebih besar mereka biasanya memiliki kebutuhan dan tanggung jawab yang lebih besar daripada perusahaan Kaitan Antar Variabel Hubungan Antara Profitabilitas dengan Cash Holding. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan perolehan laba dari memanfatkan aset yang dimiliki suatu perusahaan. Tingkat profitabilitas yang tinggi akan menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, sehingga perusahaan dapat menghasilkan keuntungan maksimal bagi pemegang saham. Laba yang maksimal menunjukkan bahwa perusahaan memegang lebih banyak uang tunai yang akan memengaruhi jumlah cash holding yang dimiliki perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputri dan Kuswardono . menyatakan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Berdasarkan agency theory, adanya hubungan baik antara pemegang saham dengan manajer perusahaan, sehingga manajer dapat memanfaatkan aset dengan baik untuk memperoleh laba yang maksimal. Tingginya laba yang diperoleh akan memengaruhi perusahaan memiliki lebih banyak uang tunai, sehingga jumlah cash holding perusahaan akan meningkat. Hubungan Antara Leverage dengan Cash holding. Leverage digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membiayai seluruh kegiatan usahanya menggunakan pinjaman dana dari pihak eksternal. Tingginya rasio leverage menunjukkan bahwa perusahaan memiliki proporsi modal pribadi yang lebih rendah dari utang perusahaan, sehingga dapat meningkatkan risiko kerugian yang lebih besar. Dalam situasi ini perusahaan akan menanggung biaya utang yang besar dan akan berdampak pada penurunan laba, sehingga cash holding yang dimiliki perusahaan akan Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shabbir. Hashmi dan Chaudhary . menyatakan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding. Berdasarkan agency theory, adanya perbedaan kepentingan antara pemegang saham dengan manajer perusahaan, dimana manajer ingin mendapatkan dana besar untuk menjalankan kegiatan usaha salah satunya melalui Tingkat utang yang tinggi akan memiliki risiko lebih besar daripada laba yang dihasilkan, sehingga tingkat pengembalian investasi para pemegang saham menurun dan berdampak pada jumlah cash holding yang dimiliki perusahaan juga ikut menurun. Hubungan Antara Firm Size dengan Cash Holding. Firm size merupakan parameter pengukuran yang menentukan besar atau kecilnya suatu perusahaan dengan melihat jumlah aset yang dimiliki. Perusahaan yang berukuran besar akan lebih mudah mendapatkan akses keuangan melalui pasar modal. Dalam situasi ini perusahaan akan memiliki dana lebih yang dapat digunakan untuk memperluas kegiatan usahanya, sehingga perusahaan dapat meningkatkan perolehan laba yang akan memengaruhi jumlah cash holding perusahaan ikut meningkat. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputri dan Kuswardono . menyatakan firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Agency theory menunjukkan bahwa ukuran perusahaan yang besar akan lebih dikenal masyarakat luas. Dalam hal ini manajer perusahaan akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, sehingga keputusan yang diambil dapat menguntungkan para pemegang saham. Tingginya keuntungan yang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 907-916 Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. diperoleh akan berpengaruh pada kas yang dimiliki perusahaan meningkat, sehingga jumlah cash holding yang dimiliki perusahaan ikut meningkat. Hubungan Antara Growth Opportunity Terhadap Cash Holding. Growth opportunity merupakan peluang atau kesempatan dikemudian hari yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan suatu perusahaan dilihat dari peluang berinvestasi atau kegiatan usaha yang dapat menguntungkan perusahaan dimasa yang akan datang. Tingkat pertumbuhan yang tinggi akan memberi kepercayaan investor untuk berinvestasi, sehingga perusahaan akan memiliki dana besar yang akan berpengaruh terhadap jumlah cash holding perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Simanjuntak dan Wahyudi . menyatakan growth opportunity berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Agency theory menunjukkan bahwa adanya kepentingan yang sama antara manajer dengan pemegang saham terkait pertumbuhan perusahaan, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan adanya kesempatan berinvestasi. Perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi pemegang saham karena return yang baik. Pengembangan Hipotesis Profitabilitas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Saputri dan Kuswardono . menyatakan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash Berbeda dengan penelitian Levina dan Sha . yang menyatakan profitabilitas berpengaruh tidak signifikan terhadap cash holding. Ha1 : Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding Leverage. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Thu dan Khuong . dan penelitian Saputri dan Kuswardono . menyatakan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding. Berbeda dengan penelitian Levina dan Sha . yang menyatakan leverage berpengaruh tidak signifikan terhadap cash holding. Ha2 : Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding. Firm size. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Saputri dan Kuswardono . menyatakan firm size berpengaruh positiff dan signifikan terhadap cash holding. Berbeda dengan penelitian Thu dan Khuong . yang menyatakan firm size berpengaruh signifikan terhadap cash holding. Ha3 : Firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Growth Opportunity. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Liestyasih dan Wiagustini . menyatakan growth opportunity berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Berbeda dengan penelitian Thu dan Khuong . yang menyatakan growth opportunity berpengaruh tidak signifikan terhadap cash holding. Ha4 : Growth opportunity berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah seperti yang digambarkan sebagai Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 907-916 Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. Variabel Independen Profitabilitas (X. Leverage (X. Firm Size (X. Ha1 ( ) Ha2 (-) Cash Holding (Y) Ha3 ( ) Ha4 ( ) Growth Opportunity (X. Gambar 1. Model dan Hipotesis Penelitian Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan data Data yang digunakan yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan yang meliputi informasi lengkap terkait variabel dalam penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen penelitian ini adalah profitabilitas (X. , leverage (X. , firm size (X. , dan growth opportunity (X. Variabel dependen penelitian ini adalah cash holding (Y). Kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu . Perusahaan consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019-2021. Perusahaan consumer non-cyclical yang tidak melakukan Initial Public Offering (IPO) dan tidak Delisting selama tahun . Perusahaan consumer non-cyclical yang menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan mata uang Rupiah. Perusahaan consumer non-cyclical yang menyajikan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember. Tabel 1. Ringkasan Operasional Variabel Variabel Sumber Pengukuran Cash Holding (Y) Thu dan Khuong CH = . Profitabilitas (X. Thu dan Khuong ROA = Leverage (X. Thu dan Khuong DAR = Skala Rasio Rasio Rasio Firm Size (X. Thu dan Khuong Size = Rasio Growth Opportunity (X. Thu dan Khuong SG = total sales Ae total sales t-1 Total sales t-1 Rasio Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 907-916 Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian Uji asumsi klasik yang dilakukan terdiri dari Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas dan Uji Autokorelasi. Uji Normalitas dalam penelitian ini menggunakan pengujian One Sample Kolmogorov-Smirnov Test, yang dapat dilihat dari Asymp. Sig. -taile. 196 > 0. 05 sehingga dapat dinyatakan data telah terdistribusi normal. Hasil uji Multikolinearitas dimana nilai tolerance profitabilitas (X. 812, leverage (X. 870, (X. 902 dan growth opportunity (X. 945 lebih besar dari 0. Nilai VIF profitabilitas (X. VIF leverage (X. VIF firm size (X. 109 dan VIF growth opportunity 1. 058 lebih kecil dari 10, sehingga tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan pengujian uji Park yang menunjukkan bahwa variabel profitabilitas (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 383, leverage (X. 382, firm size (X. 247 dan growth opportunity (X. 536 lebih besar dari 0. 05, sehingga tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi menunjukkan nilai DW hitung 073 sehingga membandingkan nilai DW (Durbin-Watso. hitung berada dU = 7715 < d = 2. 073 < 4-dU = 2. 2285, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengalami masalah autokorelasi. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R. Tabel 2. Hasil Uji Adjusted R2 Model Model Summaryb R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate nilai adjusted R squared menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa hanya 24. 8% variasi variabel dependen cash holding (Y) dapat dijelaskan oleh variabel independen yang terdiri dari profitabilitas (X. , leverage (X. , firm size (X. dan growth opportunity (X. , sedangkan sisanya 2% variasi variabel dependen cash holding (Y) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil Uji F Tabel 3. Hasil Uji F Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares ANOVAa Mean Square Sig. nilai F hitung 10. 799 > F tabel 2. 68 dan nilai signifikansi sebesar 0. 000 < 0. sehingga Ho ditolak dan Ha diterima maka model regresi pada penelitian ini layak untuk digunakan. Dapat disimpulkan profitabilitas (X. , leverage (X. , firm size (X. dan growth opportunity (X. secara bersama berpengaruh signifikan terhadap cash holding (Y). Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 907-916 Supra dan Nugroho: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada Perusahaan. Hasil UJI t Tabel 4. Hasil Uji t dan Analisa Regresi Berganda Model (Constan. X1_ROA X2_DAR X3_SIZE X4_GROW Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. Berdasarkan hasil uji t atau uji parsial tersebut, maka dapat disimpulkan pengaruh profitabilitas, leverage, firm size, dan growth opportunity terhadap cash holding memiliki persamaan regresi sebagai berikut: Y = -0. 911 X1 Ae 2. 147 X2 0. 160 X3 - 0. 218 X4 E Nilai signifikansi pada X1 adalah 0. 001 < 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa profitabilitas (X. berpengaruh signifikan terhadap cash holding (Y). Nilai koefisiensi pada profitabilitas (X. 911 yang menunjukkan arah positif. Kesimpulan atas pengujian tersebut adalah profitabilitas (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding (Y), yang berarti Ha1 diterima. Nilai signifikansi pada X2 adalah 0. Hasil tersbut menunjukkan bahwa leverage (X. berpengaruh signifikan terhadap cash holding (Y). Nilai koefisiensi pada leverage (X. 147 yang menunjukkan arah negatif. Kesimpulan atas pengujian tersebut adalah leverage (X. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding (Y), yang berarti Ha2 Nilai signifikansi pada X3 adalah 0. 065 > 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa firm size (X. berpengaruh tidak signifikan terhadap cash holding (Y). Nilai koefisiensi pada firm size (X. 160 yang menunjukkan arah positif. Kesimpulan atas pengujian tersebut adalah firm size (X. berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap cash holding (Y), yang berarti Ha3 ditolak. Nilai signifikansi pada X4 adalah 0. 704 < 0. Hasil tersbut menunjukkan bahwa growth opportunity (X. berpengaruh signifikan terhadap cash holding (Y). Nilai koefisiensi pada growth opportunity (X. 218 yang menunjukkan arah negatif. Kesimpulan atas pengujian tersebut adalah growth opportunity (X. berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap cash holding (Y), yang berarti Ha4 ditolak. Diskusi