Jurnal Ayurveda Medistra ISSN. 2656-3142 | Volume 5 Nomor 2 Agustus 2024 | pages: 1 - 7 Avalaible online at http://ojs. stikesmedistra-indonesia. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PADA PASIEN PALLIATIVE CARE DI RSPAD GATOT SOEBROTO TAHUN 2023 Sinta Fathinissah Zahra1. Kiki Deniati2. Lina Indrawati3 1Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia, fathinissahzahra10@gmail. deniatikiki@yahoo. 2Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia, 3Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia, aisyah150416@gmail. ABSTRAK Caring merupakan tindakan perawat yang menunjukan kasih sayang, empati serta ikhlas dalam merawat pasien. Pengetahuan perawat sangat mempengaruhi perilaku caring perawat karena perawat yang mempunyai pengetahuan tentang caring yang baik mempunyai landasan teori yang cukup untuk dirinya dalam mempraktikkan caring. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan perilaku caring pada pasien palliative care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik yang menggambarkan ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan perilaku caring pada pasien palliative care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023 dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 26 responden. Analisis menggunakan uji chi-square. Didapatkan hasil ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan perilaku caring pada pasien palliative care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023. Didapatkan nilai p-value . Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pengetahuan perawat dapat ditingkatkan, dengan bertambahnya pengetahuan perawat maka akan menghasilkan perawat yang berjiwa caring. Kata Kunci : tingkat pengetahuan perawat, perilaku caring, palliative care ABSTRACT Caring is the act of nurses who show compassion, empathy and sincerity in caring for patients. Nurse knowledge greatly influences nurses' caring behavior because nurses who have good caring knowledge have sufficient theoretical foundations for themselves in practicing caring. The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge of nurses and caring behavior in palliative care patients at Gatot Soebroto Hospital in 2023. This type of research is quantitative research with an analytical descriptive method that describes whether or not there is a relationship between the level of knowledge of nurses and caring behavior in palliative care patients at Gatot Soebroto Hospital in 2023 with a cross sectional approach. sample of 26 respondents. The p-value . is obtained. Based on the results of the study, it is hoped that nurse knowledge can be improved, with the increase in nurse knowledge, it will produce nurses with a caring spirit. Keywords: nurse knowledge level, caring behavior, palliative care LATAR BELAKANG Salah satu spesialisasi keperawatan adalah palliative care. World Human Organization (WHO) mendefinisikan palliative care sebagai pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang memiliki banyak masalah di dalam hidupnya serta memiliki penyakit yang mengancam jiwa. Palliative care merupakan perawatan yang berfokus pada pasien dan keluarga dalam mengoptimalkan kualitas hidup dengan menghilangkan penderitaan. Palliative care termasuk fisik, intelektual, emosional, sosial, memfasilitasi otonomi pasien dan mengakses (National Consensus Project fot Quality Palliative Care, 2. Palliative care merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, dimana pemberiannya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dalam menghadapi penyakit terminal dan mengancam nyawa. (Keperawatan Sriwijaya et al. , n. Penyakit terminal adalah suatu tahap penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan cenderung menyebabkan kematian. WHO melaporkan bahwa kasus penyakit terminal di dunia meliputi penyakit jantung kronis . ,5%), kanker . %), penyakit pernapasan . 3%), Human Immunodeficiency Virus/ Aquired Immunodeficiency Syndrom (HIV/AIDS) ,7%) dan Diabetes . ,6%). Presentasi penderita dengan kebutuhan paliatif menurut jenis kelamin adalah laki-laki . %) dan perempuan . %) (Connor et al. , 2. Benua yang memiliki jumlah penduduk paling tinggi dengan kebutuhan palliative care adalah di Benua Pasifik . %). Untuk benua Eropa dan Asia Tenggara berada di angka . %). Benua Amerika. Afrika dan Mediterania Timur dengan presentasi . %), . %) dan . %). Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang memiliki kebutuhan palliative tinggi (Connor et al. Profil kesehatan Indonesia berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenke. Republik Indonesia mencatat bahwa kasus palliative yang sering terjadi adalah kasus HIV 4,5 Sementara sumber lain melaporkan bahwa sekitar 1. 825 kasus stroke, 883. 447 kasus penyakit jantung dan untuk penyakit diabetes . ,5%) (Hasil Riskesdas 2013, n. Penyakit pneumonia, kanker, diabetes melitus, sepsis, dan sirosis hati termasuk kedalam 5 penyakit terbanyak yang ada di RSPAD Gatot Soebroto. Pasien palliative care biasanya mengalami distress dan emosional, sehingga perlu upaya untuk memenuhi kebutuhan pasien tersebut dengan meningkatkan mutu perawatan paliatif. Peningkatan mutu pelayanan keperawatan ini didukung oleh pengembangan teori-teori keperawatan, salah satunya adalah teori caring yang didukung oleh Deklarasi Perawat Indonesia yang menyatakan bahwa kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan adalah dengan menekankan perilaku caring (Kemenkes RI, 2. Caring merupakan body of knowledge ilmu keperawatan yang memusatkan perhatian kepada orang, menghormati harga diri manusia, komitmen mencegah terjadinya status yang memburuk dan menghormati orang lain. Caring merupakan tindakan perawat yang menunjukan kasih sayang, empati serta ikhlas dalam merawat pasien. Perilaku caring perawat ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan melalui suatu pendekatan yang berorientasi pada kepedulian perawat terhadap klien, dimana perilaku caring perawat ini sesuai dengan tuntutan masyarakat yang mengharapkan pelayanan kesehatan yang baik dan Di Indonesia, caring menjadi salah satu penilaian penting bagi masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan, namun sayangnya di Indonesia perilaku caring tersebut masih terbilang rendah. Berdasarkan hasil survey kepuasan klien pada beberapa Rumah Sakit di Jakarta menunjukan bahwa 14% klien tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan, disebabkan oleh perilaku caring kurang baik (Kemenkes RI, dalam Abdul, 2. Rendahnya perilaku caring tersebut disebabkan oleh beberapa Gibson . dalam (Rahayu, 2. mengatakan ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perilaku caring perawat yaitu pertama, faktor individu yang terdiri dari pengetahuan dan keterampilan, latar belakang pendidikan, dan demografis. Pengetahuan perawat sangat mempengaruhi perilaku caring perawat karena perawat yang mempunyai pengetahuan tentang caring yang baik mempunyai landasan teori yang cukup untuk dirinya dalam mempraktikkan caring. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan perawat terhadap caring, maka akan semakin baik juga perilaku caring perawat tersebut. Kedua, faktor psikologi yang terdiri dari sikap, kepribadian, belajar dan motivasi. Dan ketiga faktor organisasi yang terdiri dari sumber daya, pelatihan dan pengembangan, imbalan atau pengambilan risiko dan kerja sama. Pengetahuan merupakan salah satu faktor individu yang menyebabkan rendahnya perilaku caring. Pengetahuan merupakan hal mengaplikasikan perilaku caring. Semakin tinggi pengetahuan perawat terhadap caring maka harapannya perawat akan semakin tahu sikap yang seperti apa yang bisa menunjukkan dirinya untuk berperilaku caring terhadap klien. Asumsi ini didasarkan karena perawat yang memiliki tingkat kognitif tentang caring yang baik mempunyai landasan teori yang cukup untuk dirinya dalam mempraktekan caring (Rahayu, 2. Ruang palliative care di RSPAD Gatot Soebroto masih tergolong baru, belum ada penerapan khusus yang digunakan untuk pasien terminal tersebut, perawatan yang digunakan adalah total care dengan tetap melibatkan keluarga pasien dalam memenuhi kebutuhan pasien. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuHubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023. METODE PENELITIAN Metode penelitian dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif analitik. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Pada jenis ini variable independent dan dependen dinilai secara simultan pada suatu saat dan tidak ada tindak lanjut (Nursalam. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Berdasarkan judul penelitian ini yaitu hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan perilaku caring pada pasien paliatif care, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja diruang Palliative Care RSPAD Gatot Soebroto yang berjumlah 31 perawat Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Non Probability Sampling dengan cara total sampling diamana seluruh elemen yang ada pada populasi digunakan sebagai sampelnya (Sugiyono. Pada penelitian ini berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel yaitu 26 perawat yang bekerja diruang Palliative Care RSPAD Gatot Soebroto Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan kuesioner yang diberikan melalui media sosial . dalam bentuk google form kepada masingmasing responden yang ditujukan kepada perawat ruang Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto sejumlah 26 orang yang telah bersedia menjadi reponden pada penelitian . HASIL DAN PEMBAHASAN Variabel Tingkat Pengetahuan Perawat Tabel 1. 1 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Perawat di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023 Tingkat Pengetahuan Frekuensi (F) Persentase (%) Baik Cukup Kurang Total Variabel Perilaku Caring Tabel 1. 2 Distribusi Frekuensi Perilaku Caring Pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023 Perilaku Caring Frekuensi (F) Persentase (%) Dilakukan Tidak Dilakukan Total Hasil Bivariat Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023 Perilaku Caring Total P Value Tingkat Tidak Dilakukan Pengetahuan Dilakukan Baik 0,038 Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel 1. 1 di atas, dapat diinterpretasikan dari 26 responden . %), bahwa perawat yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 25 responden . 2%). Berdasarkan tabel 1. 2 di atas, dapat diinterpretasikan dari 26 responden . %), didapatkan perilaku caring frekuensi tertinggi dengan kategori dilakukan sebanyak 25 responden . 2%). Berdasarkan tabel 1. 3 di atas, dapat diinterpretasikan tingkat pengetahuan perawat dengan kategori baik sebanyak 25 responden . ,2%) dengan kategori perilaku caring dilakukan sebanyak 25 responden . ,2%) dan tidak dilakukan sebanyak 0 responden. Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 1 responden . ,8%) dengan kategori perilaku caring dilakukan 0 responden dan tidak dilakukan sebanyak 1 responden . ,8%). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p value = 0,038 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan proporsi . da hubungan signifika. antara tingkat pengetahuan perawat dengan perilaku caring pada pasien palliative Pada penelitian ini digunakan nilai = 0,05. Sehingga ditemukan nilai p value = 0,038 < = 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak, dimana hasil analisanya menunjukan bahwa ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023. PEMABAHASAN Distribusi Frekuensi Tingkat Penngetahuan Perawat di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023 Berdasarkan tabel 1. 2 diketahui bahwa dari jumlah 26 responden, mayoritas memiliki Tingkat pengetahuan yang baik. Frekuensi Tingkat pengetahuan perawat dari 26 responden . %) terbanyak dengan kategori baik 25 responden . ,2%) dan tingkat pengetahuan perawat dengan kategori cukup 1 responden . ,8%). Hal ini menunjukkan palliative care memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Menurut analisa peneliti tingkat pengetahuan yang baik tentang palliative care lebih dominan, hal ini dikarenakan perawat memiliki informasi yang luas dan pengalaman yang cukup lama dalam merawat pasien palliative membentuk perilaku dan sikap seseorang secara sadar untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien maupun keluarga pasien, terutama pada pasien palliative care. Pengetahuan menyebabkan terbentuknya suatu perilaku Pengetahuan yang harus dimiliki seorang perawat palliative care meliputi definisi palliative care, tujuan palliative care, prinsip palliative care, serta pernyakit palliative Pengetahuan tentang palliative care dapat diperoleh seorang perawat melalui web, seminar, jurnal, dan sebagainya. Perawat yang memiliki pengetahuan yang baik tentang palliative care mempunyai landasan teori yang cukup untuk dirinya dalam melakukan tindakan kepada pasien (Rahayu, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ilham & Mohammad, n. dengan judul hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap perawat tentang perawatan palliative, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 35 responden . ,63%) dan sikap dengan kategori baik sebanyak 37 responden . ,55%) yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan perawat tentang perawatan palliative, semakin baik pula sikap perawat terhadap penatalaksanaan pasien dalam perawatan palliative. Tingkat pengetahuan dan sikap perawat yang baik dapat diperoleh dari pengalaman dan pelatihan. Distribusi Frekuensi Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto Berdasarkan tabel 1. 2 hasil penelitian yang didapatkan dari 26 responden menunjukkan bahwa perilaku caring pada pasien palliative care kategori dilakukan sebanyak 25 responden . ,2%) dan perilaku caring pada pasien palliative care kategori tidak dilakukan sebanyak 1 responden . ,8%). Hal ini menunjukkan mayoritas perawat melakukan sikap caring dalam memberikan pelayanan pada pasien palliative care. Menurut analisis peneliti perilaku caring dengan kategori dilakukan lebih dominan, hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang baik. Pada masa ini pengetahuan dan informasi sangat mudah didapat dan diakses oleh semua kalangan, apalagi dikota-kota besar seringkali diadakan seminar keperawatan sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan perawat. Dengan bertambahnya pengetahuan perawat maka akan menghasilkan perawat yang berjiwa caring. Salah satu faktor individu yang mempengaruhi perilaku caring adalah pengetahuan. Caring adalah suatu kemampuan dalam bentuk perhatian dan tindakan kepada orang lain . dukungan, penghormatan, dan empati dalam memberikan asuhan fisik demi menghindari terjadinya sesuatu yang buruk yang didukung aspek-aspek (Muchlisin, 2. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Lumankun & Gabriely, 2. hasil penelitian menunjukkan 30 responden . ,7%) memiliki pengetahuan baik dan 28 responden . ,0%) memiliki perilaku caring baik. Menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023 Penelitian yang dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto oleh peniliti Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto mendapatkan hasil bahwa dari 26 responden dominan AuTingkat pengetahuan perawat kategori baik dengan perilaku caring dilakukanAy sebanyak 25 responden . ,2%). Berdasarkan pengalaman peneliti saat melakukan penelitian di RSPAD Gatot Soebroto melihat keseluruhan jawaban mempengaruhi perawat melakukan caring pada pasien palliative care. Penelitian yang telah dilakukan pada perawat di RSPAD Gatot Soebroto menghasilkan nilai signifikan yang cukup memberikan bukti bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan perilaku caring pada pasien palliative care di RSPAD Gatot Soebroto. Berdasarkan analisa statistik diperoleh nilai p value . < nilai . sehingga dapat disimpulkan dari hasil tersebut Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya menunjukan bahwa ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023. Menurut analisa peneliti, perawat yang memiliki tingkat pengetahuan baik cenderung melakukan perilaku caring kepada pasien palliative care dibandingkan dengan perawat yang memiliki pengetahuan cukup. Dengan demikian menurut peniliti salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang berperilaku caring adalah pengetahuan, semakin baik tingkat pengetahuan perawat maka akan semakin baik juga perilaku caring perawat Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Rahayu, 2. , menunjukkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik yaitu sebanyak 52,9% dan perilaku caring dengan kategori baik sebanyak 56,9%. Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku caring perawat ditunjukkan dengan nilai p = 0,000 . 0,000 < 0,. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya suatu tindakan seseorang. Pengetahuan dapat menjadikan seseorang memiliki kesadaran sehingga seseorang akan berperilaku sesuai pengetahuan yang dimiliki. Perubahan perilaku yang dilandasi pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang positif bersifat langgeng karena didasari oleh kesadaran mereka sendiri bukan paksaan (Notoadmojo 2011, dalam Dirgahayu & Dasuki, 2. Berdasarkan menyimpulkan bahwa pengetahuan sangat berpengaruh terhadap perilaku caring seorang perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien palliative care KETERBATASAN PENELITIAN Peneliti menyadari bahwa penelitian ini tidak luput dari berbagai keterbatasan yang ada, baik terjadi selama pengambilan data, pengolahan hingga analisis hasil penelitian. Karena aktivitas yang padat dan jadwal dinas responden yang berbeda, saat pengambilan data peneliti membuat kuesioner menjadi bentuk digital . oogle for. , dan disebarkan melalui WhatsApp sehingga membutuhkan waktu untuk mendapatkan jawaban dari KESIMPULAN Berdasarkan dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa dari hasil penelitian tentang AuHubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Caring pada Pasien Palliative Care di RSPAD Tahun 2023Ay dapat disimpulkan sebagai berikut: Mayoritas pengetahuan perawat di ruang palliative care RSPAD Gatot Soebroto Sebagian besar perawat di ruang palliative care RSPAD Gatot Soebroto melakukan caring pada pasien. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan perilaku caring pada pasien palliative care di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2023 dengan nilai p value = 0. SARAN