Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PELATIHAN PEMBUATAN LAHAN PERTANIAN PEPAYA CALIFORNIA DENGAN IRIGASI TETES DI DESA SELENGEN KABUPATEN LOMBOK UTARA I Dewa Gede Jaya Negara1*. Kadek Wiratama2. I Wayan Yasa1. Humairo Saidah1. Anid Supriyadi1. Suparjo1 1Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Mataram 2Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Korespondensi: jayanegara@unram. Artikel Received Revised Published : 17 Januari 2023 : 18 Februari 2023 : 29 April 2023 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Pengembangan pertanian di lahan kering,sangat menjanjikan jika masyarakat mau tekun melakukan pertanian dengan lebih intensif, dan untuk mendorong kepekaan masyarakat tentang potensi lahannya perlu diberikan pelatihan-pelatihan terkait dengan pemanfaatan Dusun Tampes merupakan wilayah desa Selengan yang memiliki potensi lahan kering yang perlu dikembangkan, dengan adanya lahan yang banyak tidak tergarap perlu dimotivasi untuk mau melakukan usahatani pada lahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan lahan untuk penanaman papaya California pada masyarakat dusun Tampes yang berdomisili di sekitar sungai. Dengan harapan lahan tanam yang dibuat nantinya dapat dilanjutkan dengan penanaman bibit papaya, untuk membantu ekonomi masyarakat setempat, karena tanaman ini mempunyai masa panen cukup panjang dan harga jual buanya cukup bangus. Untuk itu karena lahan ini berpasiran sehingga sangat boros air maka perlu diinisiasi penggunaan air irigasi yang efisien seperti sistem tetes. Untuk hal tersebut maka pelatihan oleh tim Unram dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu yang mencakup survey lapangan, persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Pelatihan terdiri dari pembersihan lahan, pembuatan petak lahan dan bedengan, dan pembuatan lubang tanam. Berdasarkan hasil pelatihan diketahui bahwa warga telah mampu membuat lahan tanam papaya. Sedangkan evaluasinya adalah keberhasilan dari masingmasing peserta alam membuat lahan tanam. Berdasarkan hasil pelatihan bahwa peserta telah berhasil melakukan pembuatan lahan papaya dengan luasan seluas sekitar 2 ha dengan jumlah warga berpartisipasi sebanyak 26 orang. Dengan fakta ini peserta telah berhasil dilatih untuk membuat lahan awal untuk penanaman papaya California, yang akan dilakukan lebih Dengan berhasilnya kegiatan ini, maka tim memberi arahan agar nantinya dapat dilanjutkan dengan pengisian pupuk kompos masing-masing sehingga bisa dilakukan penanamn bibit papaya di lahan masing-masing. Kata kunci: lahan, lubang tanam, bedengan, ekonomi Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAHULUAN Tinjauan lapangan oleh tim pengabdian ke permukiman masyarakat dusun Tampes adalah untuk melakukan survey dalam rangka melakukan pengabdian di lahan kering, karena lahan kering diwilayah ini perlu banyak pemikiran dalam pemanfaatannya. Tim pengabdian bertemu dengan warga setempat adalah untuk bersilaturahim dalam rangka menggali informasi terkait dengan pemanfaatan lahan kering yang dimiliki masyarakat dan usahatani yang dilakukan selama ini. Dalam koordinasi dengan warga, tim Unram menyampaikan maksud dan tujuannya datang mengunjungi warga dan pada intinya ingin membantu masyarakat dalam rangka meningkatkan pemanfaatan lahan kering yang ada tidak dimanfaatkan disekitar permukiman penduduk. Komunikasi dilakukan terhadap pola pertanian masyarakat dan bagaimana pemanfaatan lahan yang kondisinya seperti itu selama ini, ternyata usahati dilakukan hanya satu kali dalam setahun dan itu hanya musim hujan saja. Gambar 1. Meninjau kondisi lahan kering sekitar permukiman Berdasarkan hasil pemantauan lapangan diketahui bahwa lahan tersebut memang sangat kering dan kandungan pasir halusnya cukup dominan, sehingga lahan ini sangat boros akan air jika irigasinya dilakukan secara tradisional. Dengan kondisi tersebut maka masyarakat tidak mampu akan mengatasi masalah airnya jika tidak dilakukan secara efisien, pasti biaya airnya akan sangat mahal baik menggunakan pompa ataupun tenaga kerja lokal. Selama ini pemanfaatan lahan kering dengan pengambilan air di sungai menggunakan pompa, hanya bisa dilakukan oleh masyarakat yang mempunyai modal lebih, dan masyarakat yang lainya belum mampu mengikutinya. Dengan kondisi tersebut masyarakat perlu dibantu agar dapat memanfaatkan lahannya walaupun pada musim kemarau karena potensinya cukup luas, dan sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif tetapi dengan sentuhan teknik irigasi yang efisien seperti sistem tetes. Menurut (Negara & Suwardji, 2. yang meneliti kemampuan resapan air irigasi tetes pipa Netafim (NTF) pada tanah pasiran menunjukan bahwa, peresapan air irigasi pada arah lateral lebih besar dihasilkan lebih besar dari yang meresap ke dalam tanah. Besarnya resapan antara arah lateral terhadap ke dalam tanah adalah sekitar 1-2. Pada pipa NTF true drip peresapan arah lateral 2 kali lebih besar dari pada kedalam tanah. Pada pipa driptipe peresapan air irigasi arah lateral hanya 1. 5 kali kedalaman resapan arah vertikal ke dalam tanah. Jadi fenomena ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penggunaan irigasi tetes di lahan kering dusun Tampes Desa Selengan ini, karena kondisinya hampir mirip. Disamping itu Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index penggunaan pipa tertentu untuk irigasi hemat air perlu memperhatikan hasil-hasil kajian terdahulu sebagai bahan pertimbangan, agar irigasi yang digunakan efisien air. Dalam hal ini studi tentang penggunaan pipa pvc untuk jaringan irigasi tetes di lahan kering Pringgabaya diketahui bahwa keseragaman irigasi tetes diperoleh hasil 72% dengan penggunaan debit sistem irigasi tetes sebesar 0. 0452 m3/menit (Negara et al. , 2. Jadi berdasarkan hasil studi tersebut ternyata irigasi tetes dengan pipa pvc masih kurang seragam karena kurang dari 85% dan jumlah air yang dipakai sebesar 0,0452m3/menit atau 0,753 l/di termasuk masih sangat besar, sehingga dalam aplikasi sistem irigasinya harus dapat yang lebih efisien karena ketersediaan air di lahan kering biasanya sangat kritis. Selain itu hasil uji tetes dengan pipa pvc yang dilakukan (Negara, 2. pada uji irigasi tetes pipa pvc seri menunjukkan hasil bahwa, pada kondisi aliran laminar ternyata irigasi tetes ini belum mampu memberikan keseragaman tetesan pada tiap-tiap lubang Dengan tekanan aliran yang rendah belum mampu memberikan tekanan seragam pada lubang-lubang aliran pipa, kehilangan energi akibat gesekannya belum teratur dan berpengaruh pada besarnya tetesan pada tiap-tiap lubang pipa. Dan khususnya untuk lahan dengan kondisi medan berkemiringan jika diaplikasi irigasi tetes juga ada baiknya menyimak hasil kajian yang pernah dilakukan (Negara et al. , 2. dimana hasil risetnya menunjukkan bahwa untuk pemasangan irigasi tetes pipa pvc hanya pada kemiringan lahan 200 saja direkomendasikan karena keseragamannya dapat mencapai sekitar Oleh karena itu aplikasi irigasi tetes ditempat ini nantinya perlu memilih yang paling mungkin sehinga penggunaan irigasinya sesuai dengan sumber yang tersedia dan bermanfaat Akan tetapi jika digunakan jenis pipa tets lainnya perlu juga mengetahui beberapa hasil studinya seperti dalam uji penggunaan pipa NTF pada usahatani tomat telah diaplikasi irigasinya dengan durasi 40 menit, dimana perolehan keseragaman irigasi sekitar 80%. Aplikasi durasi irigasi tersebut untuk fase pembentukan buah masih perlu diperpanjang (Nurrahmawati. Sedangkan aplikasi irigasi tetes pipa NTF pada tanaman tomat di lahan kering Desa Salut yang menunjukkan hasil bahwa irigasi dengan durasi 40 menit pada semua fase pertumbuhan tanaman, dan akan tetapi pada fase pembuahan sampai pematangan buah tanaman tomat membutuhkan durasi irigasi lebih lama dari 40 menit (Negara et al. , 2. Jadi dengan mempelajari hasil kanjian di atas tentunya penggunaan irigasi hemat air dilokasi ininya dapat memberikan manfaat yang optimal dalam membantu masyarakat mengefisienkan ketersediaan air yang ada. Memperhatikan kondisi lahan masyarakat yang ada yang cukup potensial digunakan pertanian pepaya California, maka tim pangabdian Universitas Mataram perlu membantu agar dapat memanfaatkannya dengan optimal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Melalui kegiatan pelatihan penyiapan lahan tanam pepaya untuk aplikasi irigasi tetes, diperkirakan sangat cocok dilakukan agar masyarakat memperoleh manfaat lebih banyak. METODE KEGIATAN Pengabdian ini dilakukan dengan tahapan survey tinjauan lokasi dan koordinasi, identifikasi masalah, penyiapan program aksi dan jadwal. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahapan dengan waktu dari dua minggu, sehingga perlu penyesuaian jadwal Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index dengan masyarakat peserta. Tahap ke dua dilakukan sosialisasi tata cara usahatani papaya California, dan tahap ke dua adalah pembuatan tata petak lahan, dan evaluasi kegiatan dilakukan pada akhir kegiatan untuk melihat hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan berdasarkan luas lahan yang mampu di siapkan peserta. Tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut seperti berikut: Survey lapangan Tim pelaksana melakukan survey awal ke Desa Selengen untuk meninjau lokasi sekaligus menggali potensi yang ada dilapangan terkait pemanfaatan lahan pertanian Dalam kegiatan ini, tim mempelajari situasi social masyarakat, potensi lahan di sekitar termasuk potensi airnya. Waktu kegiatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan beberapa hari, dan akan dapat dilakukan hanya pada waktu hari libur , hari jumlat atau minggu, karena pada waktu tersebut sebagian besar warga mendapat libur kerja baik sebagai pedagang, buruh tani atau buruh lainnya sehingga sosialisasi dapat diikuti oleh sebagaian besar warga. Pelaksanaan awal. Pelaksanaan pelatihan dalam pengabdian ini diawali dengan melakukan sosialisasi di rumah warga sekitar lahan untuk menyampaikan tujuan pertemuan tersebut dan mengajak warga melakukan pemanfaatan lahan kering, dengan pembuatan lahan tanam papaya California. Pepaya California yang memiliki masa panen yang cukup lama dan buahnya memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, kemudian disampai juga tentang lahan-lahan yang dapat digunakan untuk pelatihan ini, agar peserta dapat menyiapkannya. Setelah selesai pelaksanaan sosialisasi kemudia ditentukan waktu pelaksanaan pelatihan lapangan pada lahannya masing-masing. Pelaksanaan pelatihan. Pelatihan pembuatan lahan tanam diawali dengan penyiapan peralatan dan bahan seperti pengukuran lahan dengan tali rapia atau benang, bambu untuk patok batas, sekop dan cangkul untuk penggalian lubang tanam yang dilakukan oleh warga. Kemudian tim pelatih mengarahkan peserta melakukan pengukuran lubang tanam sekitar 40cm x 40 cm, dalam 30 cm dengan jarak lubang minimal 2 x 2,3 m dan sebaiknya tidak terlalu rapat agar papaya dapat tumbuh dengan baik. Dengan ukuran tersebut maka peserta sudah dapat memperkirakan dalam 1 are lahan jumlah titik tanam yang dapat dibuat sehingga jumlah tanaman yang diperlukan sudah dapat ditentukan. Tim Unram juga memberitahu agar lubang tanam tersebut nantinya dapat diisikan pupuk kompos, sehingga perlu dihitung kebutuhannya pada masingmasing lahan tanam karena akan berkaitan dengan biaya pembelian kompos jika itu harus dibeli. Jadi perlu disesuaikan jumlah yang mampu ditangani agar tidak kesulitan biaya penyiapan Kegiatan ini selesai ketika pelatihan telah menyelesaikan pembuatan lubang tanam dan dapat dievaluasi untuk yang ditampilkan pada tingkat lapang. Evaluasi dan Monitoring. Kegiatan evaluasi dilakukan tim mulai dari awal kegiatan sampai dengan selesai pengabdian ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan peserta tertarik dan menilai antosiasnya terhadap kegiatan ini, evaluasi ini juga menilai hasil yang dicapai ditingkat lapang sebagai implementasi pembuatan lahan tanaman papaya tersebut. Kemudian dilakukan juga Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index pertemuan kecil sebagai ajang diskusi dengan peserta pengabdian, untuk mengarahkan kelanjutan pembuatan lubang tanam tersbut yang berkaitan dengan pupuk komposnya dan tanaman papaya yangdapat di tangani masyarakat setempat. HASIL DAN PEMBAHASAN Peserta Sebagai kegiatan awal dilakukan kunjungan lapangan ke Dusun Tampes untuk berkoordinasi dengan pemuka masyarakat setempat dan petani-petani sekitar terkait dengan kegiatan pertanian. Kegaitan koordinasi awal mendapatkan info bahwa masyarakat perlu dibantu ekonominya, kerana merupakan penduduk pendatang sehingga kondisi ekonominya masih tidak menentu elakukan koordinasi awal untuk menyapaikan kegiatan yang akan dilakukakukan sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Masyarakat diajak berdialog dan sambil minum kopi ala kadarnya agar diskusinya lebih santai, beberapa masyarakat mengusulkan pada tim pengabdian untuk mengadakan pelatihan-pelatihan agar dapat membatu ekonomi masyarakat. Pada Gambar 2 adalah kegaitan kunjungan dan diskusi yang dilakukan tim pada masyarakat dan tokoh masyarakat tani dilokasi ini. Gambar 2. Koordinasi pengabdian dengan masyarakat Tampes. (ICCTF, 2. Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat masyarakat kurang nyaman, dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Sumbang-sumbangan yang pernah diberikan hanya untuk bisa bertahan sementara sedangkan dalam jangka panjang masyarakat tani perlu kemandirian dalam mengatasi masalh ekonomi keluarganya. Untuk bisa seperti hal itu beberapa peserta pertemuan meminta tim dapat memberikan pelatihan untuk dapat melakukan penguatan ekonomi pertanian, salah satunya adalah dengan melatih pembuatan lahan untuk penanaman pepaya California yang memiliki harga jual yang relative normal. Tim pengabdian akhirnya menanggapi permintaan warga, bahwa bisa saja pelatihan tersebut dilakukan hanya temporal saja, karena penanaman papaya kalifornia itu membutukan waktu yang panjang dan masyarakat harus sanggup melakukan penanaman dan pemeliharaan lebih lanjut sampai tanaman berhasil. Pada sisi lain masyarakat diajak menggunakan air irigasi yang hemat karena di lahan kering suhu lingkungannya sangat tinggi sehingga akan membutuhkan air sangat banyak, jika tidak efisien dalam pemakaian. Sedangkan untuk penanaman papaya California ini sebaiknya menggunakan air yang efisien dengan sistem irigasi hemat air seperti irigasi tetes, karena Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index pengaliran airnya menggunakan pipa berlubang di tiap titik tanaman, sehingga kehilangan air hampir disepanjang perjalanan ke lahan hampir tidak ada. (Nakayama & Bucks, 1. menyatakan bahwa tujuan utama dari pengairan tetes adalah untuk mensuplai air dan hara kepada tanaman dalam frekuensi tinggi dan volume rendah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kesuburan dan konsumtifnya. Sedangkan pengairan tetes dicirikan oleh sifat-sifat berikut ini. air dialirkan dengan kecepatan rendah pada periode waktu yang lama, dengan interval yang tinggi, air diberikan pada sekitar atau di dalam mintakat perakaran tanaman . oot zon. melalui system pemberian bertekanan rendah. Selain itu, suatu pengairan tetes ideal adalah pengairan dimana semua emitternya mampu memberikan volume air dalam jumlah yang sama pada pengairan tertentu sehingga setiap akar menerima jumlah air sama pada periode pengairan. Pembuatan lubang tanam papaya California. Ukuran kotak titik tanaman papaya ini dibuat 40 cm x 40 cm sebagai tempat pupuk kompos nantinya dan dengan dalam sekitar 30cm, selain itu tergantung juga pada ketersediaan pupuk untuk tanaman tersebut dan perlu Jarak tanam yang digunakan sekitar 2 m Ae 2,3 m, agar jumlah tanaman tiap petak bisa lebih banyak dan hasilnya nanti dapat membantu ekonomi masyarakat. Besarnya lubang tanam pepaya tersebut dipersiapkan untuk diisikan pupuk sebagai cadangan unsur hara dari tanaman papaya selama musim tanam. Kegiatan pengecekan ukuran pembuatan lubang titik tanam papaya California ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Pengukuran lubang tanam (ICCTF, 2. Pengukuran ini bertujuan untuk memastikan volume tampungan pupuk yang akan diperlukan sebagai bahan pengisi lubang tanam tersebut. Dengan demikian peserta pelatihan akan mudah memperkirakan kebutuhan pupuk sebagai media tanam papaya California yang akan ditanam, sehinga penyiapan pupuk tersebut apakah dengan membeli atau membuat secara kolektif akan lebih terkontrol karena kebutuhan untuk semua lahan termasuk sangat besar. Penggalian titik tanam pepaya California. Ukuran lubang tanam pepaya California di buat 40 cm x 40 cm dengan jarak tanam 2m, sehingga jika lahan tersedia 10 m x 10 m maka akan dapat ditanam pepaya sebanyak 20 pohon. Dalam menentukan jarak tanaman pepaya, masyarakat tani harus memperhatikan lebar daun setiap pohon pepaya California agar tidak saling menghalangi karena akan berpengaruh pada produksi buah dari tanaman tersebut. Pelatihan pembuatan lubang tanaman pepaya California dilakukan seperti Gambar 4 oleh warga Tampes. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 4. Kegiatan penggalian lubang tanam Pembuatan bedengan tanaman papaya California. Bentuk bedengan lahan pepayan California mengikuti kondisi lahan yang ada, jika lahannya berbentuk petak memanjang maka bedengan akan mengukuti panjang lahan seperti pada Gambar 6. Dengan bergotong royong peserta pelatihan melakukan pembuatan lubang tanaman pepeya, karena dengan kerjasama maka pekerjaan yang berat jika dilakukan perorangan akan mudah diselesaikan jika dibantu banyak orang. Selain hal itu, karena tanaman papaya nantinya diirigasi dengan system tetes maka dalam pembuatan petak lahan papaya terutama bedengannya disesuaikan dengan rancangan jaringan irigasi tetes tersebut. Jarak antara pohon dirancang 2 m, sedangkan jarak atara pohon pada bedengan yang berbeda dibuat 2,3m agar ada jalur operasional berupa parit dan menghindari terjadinya genangan air di waktu musim khujan. Dalam kegiatan pelatihan ini pembuatan lubang tanam dilakukan dengan gotong royong, sehingga lubang tanaman papaya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 14 hari. Jumlah tenaga yang ikut berpartisipasi aktif dalam penyiapan lahan papaya ini adalah 26 orang dan penyiapan lahan tanaman ini dilakukan secara bergiliran dengan luas lahan total sekitar 2 ha. Hasil pembuatan lahan papaya yang telah berhasil dibuat seperti ditunjukkan pada Gambar 5 berikut. Gambar 5. Bentuk bedengan lubang tanaman pepaya Dengan berhasilnya dibuat lahan untuk tanaman papaya ini maka masyarakat diharuskan dapat menyiapkan pupuk kompos, sebagai bahan pengisi lubang tanam papaya tersebut. Oleh karena kepemilikan lahan sangat beragam luasnya maka, peserta disarankan untuk menghitung kebutuhan kompos yang diperlukan agar penyediaan kompos sesuai dengan kebutuhan Untuk lahan yang kondisinya asam dipersilahkan membiarkan lubang tersebut terbuka 1 Ae 2 minggu agar tanahnya layak digunakan. Setelah lubang dibiarkan terbuka selama 2 minggu, kemudian pemilik lahan dan dipersilahkan untuk mengisinya sesuai dengan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index kemampuannya masing-masing. Perkiraan kebutuhan kompos untuk lubang tanam papaya diperkirakan seperti Tabel 1 berikut dengan perkiraan pada tiap arenya dapat ditanaman 20 titik tananam pepaya. Tabel 1. Perkiraan kebutuhan pupuk kompos Luas Jumlah . titik Tanam kompos . 0,96 1,92 2,88 3,84 (Sumber: hasil analisi. Jadi dengan gambaran pada tabel di atas, peserta pelatihan dapat membuat rancangan penyiapan pupuk dan tanaman yang diperlukan dalam aksinya pada masing-masing lahan peserta pelatihan. Dengan gambaran ini diharapkan tindak lanjut pemanfaatan lahan ini dapat dilakukan oleh masyarakat setempat. Kegiatan evaluasi. Evaluasi hasil pengabdian yang melalui pelatihan ini menunjukkan bahwa sampai akhir pelatihan peserta sangat aktif dan mengikuti kegiatan ini smpai selesai. Keseriusan peserta selain dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan, dan juga yang paling penting adalah dalam penyiapan lahan pelatihan oleh masing-masing peserta. Kegiatan persiapan lahan berjalan lancar dengan waktu penyelesaian yang berbeda-beda, karena menggunakan cara gotong royong. Pelatihan ini telah berhasil melatih peserta sampai bisa membuat petakan, bedengan dan lubang tanam papaya sesuai dengan ukuran yang sudah Luas lahan yang mampu disiapkan untuk lubang tanaman papaya sekitar 2 ha dengan warga yang ikut sekitar 26 orang masyarakat yang mencakup didalamnya pemilik lahan, penyewa lahan dan peminjam lahan sementara untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Dalam kegiatan evaluasi juga dilakukan koordinasi akhir dimana tim pengabdian mendorong agar selanjutnya lahan tersebut dimanfaatkan untuk penanam papaya. Penanaman dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta agar tidak memberatkan ekonomi keluarga dan jika penanaman dapat dilakukan bertahap, maka nantinya waktu panen akan menjadi lebih panjang yang berdampak pada ekonomi warga. Pertemuan setelah selesai melakukan pembuatan lubang tanam untuk pepaya California Gambar 6. Diskusi dan tanya jawab Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Pada kegiatan ini tim pengabdian mengucapkan terimakasih atas segala partisipasi warga dalam kegiatan ini, mohon maaf bila ada sesuatu yang kurang berkenan di hati peserta dan semoga kegiatan ini dapat berlanjut agar nantinya dapat membantu meringankan ekonomi keluarganya masing-masing. Mudah-mudahan dilain waktu yang lebih baik kami dapat bertemu kembali dalam kegiatan yang lainnya, untuk membantu masyarakat di daerah ini. Ijinkan kami mohon diri dan mohon maaf bila ada kekhilafan selama pelaksanaan kegiatan ini, dan dengan berakhirnya pertemuan ini maka berahkirlah kegiatan pengabdian yang dilakukan tim Unram. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah kegiatan ini telah berhasil melatih warga dalam membuat lahan penanaman pepaya California. Luas lahan telah berhasil dibuatkan bedengan dan lubang tanam sekitar 2 ha, dengan jumlah warga yang ikut aktif sekitar 26 orang masyarakat yang mencakup didalamnya pemilik lahan, penyewa lahan dan peminjam lahan sementara untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. DAFTAR PUSTAKA