Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 16. No. April 2025 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. The Effect of Adding Fermented Turi Leaf (Sesbania grandiflor. Meal to Feed on The Growth Of Nilem Fish (Osteochilus hasselt. FRY Kavinta Melanie. Miya Audina Putri. Said Ali Akbar* Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Kelautan dan Perikanan. Universitas Syiah Kuala. Jl. Teuku Nyak Arief No. Kopelma Darussalam. Kec. Syiah Kuala. Banda Aceh City. Aceh 23111 *Penulis korespondensi : email: saidaliakbar@usk. (Diterima Januari 2025 /Disetujui April 2. ABSTRACT This study evaluates the effects of adding fermented turi leaf (Sesbania grandiflor. meal to the diet of Nilem fish (Osteochilus hasselt. A Completely Randomized Design (CRD) was used, consisting of six treatments with different percentages of fermented turi leaf meal . %, 8%, 10%, 12%, 14%, and 16%) and three replicates each. The highest protein content in the feed was observed at 16% . 61%), while 14% addition yielded the most optimal growth results, including absolute weight . 33 A 0. , absolute length . 12 A 0. 07 c. , specific growth rate . 07%/da. , and feed conversion ratio . 87 A 0. Water quality parameters . 6Ae 8AC, pH 7. 2Ae7. 9, dissolved oxygen 5. 5Ae5. 9 mg/L) were within optimal ranges for Nilem fish These findings suggest that 14% fermented turi leaf meal is an effective alternative feed ingredient for improving Nilem fry growth, providing a sustainable and economical option for Keywords: Turi leaf meal. Nilem fish growth, alternative feed, aquaculture, water quality. ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun turi terfermentasi (Sesbania grandiflor. dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nilem (Osteochilus hasselt. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan persentase tepung daun turi terfermentasi . %, 8%, 10%, 12%, 14%, dan 16%) dan tiga kali ulangan. Kandungan protein tertinggi pada pakan ditemukan pada perlakuan 16% . ,61%), sedangkan penambahan 14% menghasilkan pertumbuhan paling optimal, termasuk berat mutlak . ,33 A 0,03 . , panjang mutlak . ,12 A 0,07 c. , laju pertumbuhan spesifik . ,29 A 0,07%/har. , dan rasio konversi pakan . ,87 A 0,. Parameter kualitas air . uhu 28,6Ae29,8AC, pH 7,2Ae7,9, oksigen terlarut 5,5Ae5,9 mg/L) berada dalam kisaran optimal untuk budidaya ikan nilem. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan 14% tepung daun turi terfermentasi merupakan bahan pakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nilem, serta menyediakan opsi yang berkelanjutan dan ekonomis untuk budidaya perikanan. Kata Kunci : Tepung daun turi, pertumbuhan ikan nilem, pakan alternatif, budidaya perikanan, kualitas air. To Cite this Paper : Melanie. Putri. Akbar. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 . : 96-105 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. PENDAHULUAN Ikan nilem (Osteochilus hasselt. merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki potensi besar untuk dijadikan komoditas unggulan dalam budidaya perikanan. Ikan ini diminati oleh masyarakat karena rasa dagingnya yang lezat dan telur yang gurih. Namun, populasi ikan nilem saat ini mengalami penurunan, dengan tingkat produksi yang cenderung fluktuatif setiap tahunnya. Salah satu tantangan utama dalam budidaya ikan nilem adalah pertumbuhannya yang relatif lambat, yang sebagian besar disebabkan oleh kualitas pakan yang digunakan (SaAoadah et al. Keberhasilan budidaya ikan tidak hanya bergantung pada metode budidaya, tetapi juga pada produksi dan penggunaan pakan yang berkualitas untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan larva atau benih ikan (Setyo et al. , 2023. Syamsuri et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif berupa pemberian pakan dengan kandungan nutrisi tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nilem. Masalah lain yang dihadapi dalam usaha perikanan adalah tingginya biaya pakan yang menyebabkan margin keuntungan kecil dan menurunkan kelayakan usaha. Kenaikan harga pakan setiap tahun tidak sebanding dengan harga jual ikan yang cenderung stabil, terutama karena sebagian besar bahan baku pakan, seperti tepung ikan, masih diimpor (Ina et al. , 2. Untuk mengurangi biaya pakan, diperlukan pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah diperoleh, memiliki nilai gizi yang tinggi, dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Salah satu bahan baku potensial adalah daun turi (Sesbania grandiflor. Daun turi merupakan bahan nabati dengan kandungan nutrisi yang lengkap, meliputi protein . ,93%), lemak . ,7%), karbohidrat . ,30%), abu . ,45%), serat kasar . ,4%), dan air . ,97%) (Setyaningrum et al. , 2. Daun turi (Sesbania grandiflor. memiliki potensi besar sebagai bahan alternatif pakan ikan herbivora, termasuk ikan nilem. Ikan nilem dikenal responsif dan adaptif terhadap pakan berbahan dasar hijauan, terutama setelah mencapai ukuran benih (Saepuloh et al. , 2. Namun, kendala utama dalam memanfaatkan daun turi sebagai bahan baku pakan adalah tingginya kandungan serat kasar, yang mencapai 22,4%. Serat kasar yang tinggi dapat menghambat proses pencernaan pada ikan dan menurunkan kualitas pakan (Hastuti et al. , 2. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menggunakan teknologi fermentasi. Proses fermentasi dapat memperbaiki sifat bahan pakan, meningkatkan kecernaan, serta menghasilkan aroma dan rasa yang lebih disukai ikan (Maddusa et al. , 2. Penelitian mengenai penggunaan tepung daun turi terfermentasi telah dilakukan pada berbagai jenis ikan. Aryani et al. , . melaporkan bahwa penambahan tepung daun turi terfermentasi 15% pada pakan ikan mas menghasilkan laju pertumbuhan spesifik terbaik sebesar 3,21%. Febrico, . menemukan bahwa penambahan 10% tepung daun turi terfermentasi pada ikan baung memberikan laju pertumbuhan spesifik tertinggi, yaitu 3,86%. Utami et al. , . menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun turi terfermentasi 10% pada ikan bawal menghasilkan laju pertumbuhan harian optimal sebesar 3,18%. Ridho et al. , . melaporkan bahwa penambahan tepung daun turi terfermentasi 10% pada ikan nila menghasilkan biomassa pertumbuhan terbaik sebesar 7,33 g. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan benih ikan nilem yang diberi tambahan tepung daun turi terfermentasi dalam pakan, serta menentukan dosis optimal tepung daun turi terfermentasi yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan pakan. MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2023 di Laboratorium Pembenihan dan Pembiakan Ikan. Fakultas Kelautan dan Perikanan. Universitas Syiah Kuala. Alat dan Bahan Penelitian ini menggunakan berbagai alat dan bahan untuk mendukung proses pelaksanaannya. Alat yang digunakan meliputi pH meter untuk mengukur tingkat keasaman air, toples sebagai wadah pemeliharaan ikan, aerator untuk menjaga oksigen terlarut di dalam air, timbangan untuk To Cite this Paper : Melanie. Putri. Akbar. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 . : 96-105 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. mengukur bobot ikan dan bahan pakan, serta penggaris untuk mengukur panjang ikan. Selain itu, alat tulis digunakan untuk pencatatan data, kamera digital untuk dokumentasi, termometer untuk mengukur suhu air. DO meter untuk memantau oksigen terlarut, dan blender untuk menghaluskan bahan pakan. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari ikan nilem sebagai objek uji, tepung daun turi sebagai bahan utama pakan, serta bahan tambahan lain seperti tepung kedelai, tepung ikan, tepung tapioka, dan dedak halus. Bahan-bahan tersebut diformulasikan dengan tambahan vitamin, mineral, minyak ikan, dan ragi tempe untuk proses fermentasi tepung daun turi, guna meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan yang diberikan. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga kali Perlakuan didasarkan pada modifikasi penelitian Ridho et al. , . dan Aryani et , . , yaitu penambahan tepung daun turi terfermentasi sebanyak PA: 0%. PB: 8%. PC: 10%. PD: 12%. PE: 14%. Dan PF: 16%. Adapun tabel formulasi pembuatan pakan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Proporsi Pakan Benih Ikan Nilem Bahan Baku Tepung daun turi terfermentasi Tepung ikan Tepung kedelai Tepung tapioka Dedak halus Vitamin Minyak ikan Mineral Jumlah Protein Pakan (%) . %) . %) . %) . %) . %) . %) Prosedur Penelitian Pembuatan Tepung Daun Turi Daun turi yang digunakan adalah daun tua karena memiliki kandungan protein yang lebih tinggi. Sebanyak 3,5 kg daun turi segar dikumpulkan dari daerah Limphok, dicuci dengan air mengalir, dan direndam selama 12 jam. Daun kemudian dikeringkan selama tiga hari hingga kering, lalu dihaluskan menggunakan blender hingga menjadi tepung seberat 1 kg. Tepung daun turi diayak menggunakan saringan dengan diameter 16 cm (Rahmadana, 2. Fermentasi Tepung Daun Turi Tepung daun turi dicampur dengan air . :1, berat/volum. dan dikukus selama 30 menit untuk membunuh mikroba yang tidak diinginkan. Setelah dingin, tepung dicampur dengan ragi tempe sebanyak 1,6 gram per 600 gram tepung dan diaduk rata. Campuran dimasukkan ke plastik berlubang untuk kondisi aerob, lalu diinkubasi selama tiga hari. Fermentasi berhasil ditandai dengan munculnya hifa jamur, aroma khas, dan tekstur lembab. Tepung hasil fermentasi kemudian dikeringkan selama satu hari, dihaluskan, diayak, dan siap digunakan dalam formulasi pakan (Utami et al. , 2. Persiapan Wadah Penelitian Penelitian menggunakan 18 toples dengan volume 25 L . ,5 cm x 33,5 c. , masing-masing dilengkapi aerator untuk menjaga konsentrasi oksigen. Toples dicuci terlebih dahulu dan diisi air sebanyak 15 liter (Rizaqi et al. , 2. Persiapan Benih Ikan Benih ikan nilem dengan panjang 6,04-6,24 cm dan berat 2,46-2,60 g diperoleh dari BBI Kuala Batee. Aceh Barat Daya, sebanyak 180 ekor. Ikan diaklimatisasi selama tiga hari sebelum penelitian dengan pakan komersial (Ridho et al. , 2. Padat tebar ikan adalah 10 ekor per toples (Yudhitstira et al. , 2. To Cite this Paper : Melanie. Putri. Akbar. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 . : 96-105 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Pemeliharaan Ikan Uji Pakan diberikan sebanyak 5% dari biomassa ikan, dengan frekuensi tiga kali sehari . :00, 12:00, dan 17:00 WIB) selama 40 hari. Sampling dilakukan setiap 10 hari sebanyak 50% dari populasi (Rizaqi et al. , 2. Pengukuran Kualitas Air Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, oksigen terlarut (DO), dan pH, dilakukan setiap 10 hari selama penelitian. Uji Proksimat Uji proksimat dilakukan untuk menganalisis kandungan nutrisi, khususnya protein, pada setiap perlakuan dan tepung daun turi terfermentasi, menggunakan metode Kjeldahl (Gunawan et al. Parameter Penelitian Pertumbuhan Berat Mutlak Pertumbuhan berat mutlak dihitung menggunakan rumus dari (Melanie et al. , 2. ycO =ycO OeycO dimana ycO: Pertumbuhan berat mutlak . , ycO : Berat akhir penelitian . , dan ycO : Berat awal penelitian . Pertumbuhan Panjang Mutlak Pertumbuhan panjang mutlak dihitung dengan rumus yang diadaptasi dari (Melanie et al. , 2. ya =ya Oeya dimana L: Pertumbuhan panjang mutlak . , ya : Panjang benih akhir pemeliharaan . , dan ya : Panjang awal benih pemeliharaan . Kelangsungan Hidup (SR) Tingkat kelangsungan hidup dihitung berdasarkan formula dari (Melanie et al. , 2. ycIycI = ycA y 100% ycA dimana ycIycI: Tingkat kelangsungan hidup (%), ycA : Jumlah benih ikan pada akhir pemeliharaan . , dan ycA : Jumlah benih ikan pada awal pemeliharaan . Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) Laju pertumbuhan spesifik dihitung menggunakan rumus dari (Melanie et al. , 2. yaycEycI = ycoycu. cO ) Oe ycoycu. cO ) y 100 ycN dimana yaycEycI: Laju pertumbuhan spesifik harian (%/har. , ycO : Bobot rata-rata ikan pada akhir penelitian . , ycO : Bobot rata-rata ikan pada awal penelitian . , dan ycN: Lama waktu pemeliharaan . Feed Conversion Ratio (FCR) Konversi pakan dihitung berdasarkan rumus dari (Melanie et al. , 2. To Cite this Paper : Melanie. Putri. Akbar. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 . : 96-105 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. yayaycI = ya ya . cO Oe ycO ) dimana yayaycI: Rasio konversi pakan, ya: Berat total pakan yang diberikan . , ycO : Biomassa ikan uji pada akhir penelitian . , ycO : Biomassa ikan uji pada awal penelitian . , dan ya: Berat ikan yang mati selama pemeliharaan . Uji Proksimat Uji proksimat digunakan untuk menganalisis kandungan nutrisi, khususnya protein, pada pakan dan tepung daun turi terfermentasi. Uji ini dilakukan menggunakan metode Kjeldahl sesuai dengan prosedur Gunawan et al. , . Pengukuran Kualitas Air Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian meliputi suhu, oksigen terlarut (DO), dan pH. Pengukuran dilakukan setiap 10 hari sekali selama proses sampling (Akbar et al. , 2. Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (Analysis of Variance/ANOVA). Jika terdapat pengaruh nyata, maka uji lanjut dilakukan berdasarkan nilai Koefisien Keragaman (KK) sesuai dengan Hanafiah . Uji Duncan digunakan apabila nilai KK besar, yaitu pada kondisi homogen sekitar 10% dan pada kondisi heterogen sekitar 20%. Apabila nilai KK berada dalam kategori sedang, uji lanjut dilakukan dengan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), yaitu pada kondisi homogen dengan nilai KK antara 5-10% dan pada kondisi heterogen antara 10-20%. Sedangkan jika nilai KK kecil, uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan nilai KK maksimal 5% pada kondisi homogen dan maksimal 10% pada kondisi heterogen. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran Prosimat Berdasarkan hasil uji proksimat, kadar protein tertinggi ditemukan pada perlakuan F . %) dengan nilai 33,61% (Tabel . Sebaliknya, kadar protein terendah tercatat pada perlakuan A . %) sebesar 27,17%. Kadar protein daun turi terfermentasi sebagai bahan utama mencapai 30,09%, menunjukkan peningkatan kualitas setelah proses fermentasi. Pada perlakuan lainnya, kadar protein meningkat seiring dengan penambahan tepung daun turi terfermentasi dalam pakan. Perlakuan E . %) memiliki kadar protein sebesar 30,73%, yang merupakan kadar protein tertinggi kedua setelah perlakuan F . %). Sedangkan perlakuan C . %) dan D . %) mencatat kadar protein sebesar 30,11% dan 30,25%, masing-masing. Perlakuan B . %) menghasilkan kadar protein sebesar 29,34%, sedikit lebih rendah dibandingkan kadar protein daun turi terfermentasi. Tabel 2. Hasil Uji Proksimat Perlakuan Kadar Protein (%) Daun Turi Terfermentasi 30,09 A . %) 27,17 B . %) 29,34 C . %) 30,11 D . %) 30,25 E . 30,73 F . 33,61 Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa kadar protein pakan meningkat secara signifikan seiring dengan penambahan tepung daun turi terfermentasi dalam formulasi pakan. Perlakuan F . %) menghasilkan kadar protein tertinggi sebesar 33,61%, yang mencerminkan potensi besar tepung daun turi terfermentasi sebagai sumber protein nabati dalam pakan ikan. Sebaliknya, perlakuan A . %) dengan pakan tanpa penambahan tepung daun turi terfermentasi menunjukkan kadar protein To Cite this Paper : Melanie. Putri. Akbar. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 . : 96-105 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. terendah, yaitu 27,17%. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa tepung daun turi terfermentasi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas protein pakan. Fermentasi daun turi meningkatkan kadar proteinnya hingga mencapai 30,09%, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji pada tepung daun turi terfermentasi. Proses fermentasi diketahui mampu memecah serat kasar dan meningkatkan ketersediaan nutrisi, termasuk protein, sehingga lebih mudah diserap oleh ikan. Hal ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menyebutkan bahwa fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi bahan pakan melalui degradasi komponen yang sulit dicerna, seperti lignin dan selulosa (Helmiati et al. , 2020. Perdana et al. , 2. Kadar protein pada perlakuan E . %) sebesar 30,73% menjadi nilai tertinggi kedua setelah perlakuan F . %). Peningkatan kadar protein pada perlakuan E dan F dapat dikaitkan dengan konsentrasi tepung daun turi terfermentasi yang lebih tinggi dalam formulasi pakan. Perlakuan B . %). C . %), dan D . %) menunjukkan kadar protein masing-masing sebesar 29,34%, 30,11%, dan 30,25%, yang masih lebih rendah dibandingkan perlakuan E dan F, tetapi tetap lebih tinggi dibandingkan pakan tanpa tepung daun turi terfermentasi (A). Hasil ini mendukung penggunaan tepung daun turi terfermentasi sebagai bahan pakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas nutrisi pakan. Selain sebagai sumber protein yang baik, tepung daun turi juga memberikan keuntungan ekonomis karena menggunakan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Dengan peningkatan kadar protein yang signifikan, pakan yang diformulasikan dengan tepung daun turi terfermentasi berpotensi mendukung pertumbuhan optimal ikan dalam budidaya. Penambahan tepung daun turi (Sesbania grandiflor. terfermentasi dalam pakan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter pertumbuhan benih ikan nilem (Osteochilus hasselt. , meliputi berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan konversi pakan (P<0,. Hal ini menunjukkan bahwa tepung daun turi terfermentasi mampu meningkatkan kualitas pakan dan mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Perlakuan E . %) memberikan hasil terbaik pada semua parameter pertumbuhan. Berat mutlak tertinggi tercatat sebesar 0,33 A 0,03 g, sedangkan panjang mutlak terbesar mencapai 1,12 A 0,07 cm. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan perlakuan A . %) yang hanya mencapai berat mutlak 0,16 A 0,02 g dan panjang mutlak 0,75 A 0,06 Hasil ini konsisten dengan kadar protein pakan pada perlakuan E yang juga menunjukkan nilai tinggi . ,73%), sebagaimana ditunjukkan pada uji proksimat sebelumnya. Kandungan protein yang optimal sangat berperan dalam mendukung pertumbuhan ikan, terutama pada fase benih, karena protein merupakan komponen utama dalam pembentukan jaringan tubuh (Amarwati et al. Apriani et al. , 2019. Nurhayati et al. , 2. Parameter Pertumbuhan Ikan Berdasarkan data hasil penelitian terdapat pengaruh pengaruh penambahan tepung daun turi (Sesbania grandiflor. terfermentasi dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nilem (Osteochilus hasselt. (P <0,. (Tabel . Berat mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan E . %) sebesar 0,33 A 0,03 g. Berat mutlak terendah terjadi pada perlakuan A . %) sebesar 0,16 A 0,02 g. Panjang mutlak terbesar juga dicapai pada perlakuan E . %) sebesar 1,12 A 0,07 cm, sementara perlakuan A . %) memiliki panjang mutlak terkecil yaitu 0,75 A 0,06 cm. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan E . %) sebesar 1,29 A 0,07% per hari, sedangkan perlakuan A . %) memiliki nilai terendah sebesar 0,79 A 0,11% per hari. Konversi pakan terbaik . diperoleh pada perlakuan E . %) sebesar 1,87 A 0,26, sementara nilai tertinggi terdapat pada perlakuan A . %) sebesar 2,91 A 0,30. Kelangsungan hidup tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan dengan nilai berkisar antara 80,00% hingga 93,33%. Tabel 3. Parameter Pertumbuhan Ikan Perlakuan Berat Mutlak . Panjang Mutlak . A . %) B . %) 0,16 A 0,02AE 0,21 A 0,04AEAN 0,75 A 0,06AE 0,79 A 0,06AE Laju Pertumbuhan Spesifik (%) 0,79 A 0,11AE 0,92 A 0,11AEAN C . %) 0,26 A 0,01ANu 0,91 A 0,09AEAN 1,08 A 0,16AN Konversi Pakan Kelangsungan Hidup (%) 2,91 A 0,30AO 2,60 A 0,22ANu 2,46 A 0,19ANu 86,66 A 5,77 80,00 A 10,00 93,33 A 5,77 To Cite this Paper : Melanie. Putri. Akbar. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 . : 96-105 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. D . E . F . 0,29 A 0,03uAO 0,33 A 0,03AO 0,23 A 0,02ANu 1,01 A 0,15ANu 1,12 A 0,07u 0,85 A 0,07AEAN 1,12 A 0,05ANu 1,29 A 0,07u 0,99 A 0,08AEAN 2,34 A 0,24AN 1,87 A 0,26AE 2,56 A 0,24ANu 86,66 A 5,77 86,66 A 15,27 86,66 A 5,77 Nilai rata-rata pada kolom yang sama dengan superskrip berbeda menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,. Sebaliknya, nilai dengan superskrip yang sama pada kolom menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan (P>0,. Laju pertumbuhan spesifik juga tertinggi pada perlakuan E, yaitu 1,29 A 0,07% per hari, menunjukkan efisiensi pemanfaatan nutrisi dalam pakan. Sebaliknya, perlakuan A memiliki laju pertumbuhan spesifik terendah . ,79 A 0,11% per har. , sejalan dengan kadar protein pakan yang lebih rendah . ,17%). Selain itu, konversi pakan terbaik . ditemukan pada perlakuan E dengan nilai 1,87 A 0,26, menunjukkan bahwa ikan mampu memanfaatkan pakan secara efisien. Sebaliknya, perlakuan A memiliki konversi pakan terburuk . ,91 A 0,. , yang mengindikasikan rendahnya efisiensi pakan tanpa tepung daun turi terfermentasi. Kelangsungan hidup ikan berkisar antara 80,00% hingga 93,33% dan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (P>0,. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun turi terfermentasi tidak memengaruhi tingkat kelangsungan hidup ikan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tepung daun turi terfermentasi, khususnya pada perlakuan E . %), dapat secara signifikan meningkatkan pertumbuhan ikan nilem tanpa mengorbankan kelangsungan hidupnya (Setyo et al. , 2023. Syamsuri et al. , 2. Pengukuran Kualitas Air Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air selama penelitian, suhu air pada semua perlakuan berada dalam rentang 28,6Ae29,8AC. Suhu tertinggi tercatat pada perlakuan D . %) dan E . %), yaitu hingga 29,8AC, sedangkan suhu terendah tercatat pada perlakuan A . %) dan F . %) sebesar 28,6AC. Nilai pH pada semua perlakuan juga relatif stabil dengan kisaran 7,2Ae7,9. Nilai pH tertinggi ditemukan pada perlakuan A . %) dan F . %), yaitu 7,9, sementara pH terendah tercatat pada perlakuan A . %). B . %), dan E . %) sebesar 7,2. Kandungan oksigen terlarut (DO) pada semua perlakuan berkisar antara 5,5Ae5,9 mg/L. DO tertinggi sebesar 5,9 mg/L tercatat pada perlakuan B . %) dan F . %), sedangkan DO terendah sebesar 5,5 mg/L ditemukan pada perlakuan C . %) dan F . %). Semua parameter kualitas air berada dalam rentang optimal untuk pemeliharaan ikan nilem (Tabel . Tabel 4. Hasil Pengukuran Kualitas Air Perlakuan A . %) B . %) C . %) D . %) E . %) F . %) Suhu (AC) 28,6Ae29,8 28,8Ae29,5 28,8Ae29,6 28,7Ae29,8 28,8Ae29,8 28,6Ae29,6 7,2Ae7,9 7,2Ae7,8 7,3Ae7,6 7,4Ae7,8 7,2Ae7,8 7,2Ae7,9 DO . g/L) 5,6Ae5,8 5,6Ae5,9 5,5Ae5,8 5,6Ae5,8 5,6Ae5,8 5,5Ae5,9 Kualitas air merupakan faktor krusial dalam keberhasilan budidaya ikan, termasuk ikan nilem (Osteochilus hasselt. Berdasarkan hasil penelitian, semua parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan nilem. Suhu air selama penelitian berkisar antara 28,6Ae 29,8AC, dengan suhu tertinggi pada perlakuan D . %) dan E . %) mencapai 29,8AC, sedangkan suhu terendah tercatat pada perlakuan A . %) dan F . %) sebesar 28,6AC. Suhu yang stabil dan berada dalam rentang optimal sangat penting, karena ikan nilem merupakan spesies tropis yang tumbuh dengan baik pada suhu ini. Nilai pH selama penelitian juga relatif stabil, berkisar antara 7,2Ae7,9. Nilai pH tertinggi ditemukan pada perlakuan A . %) dan F . %) sebesar 7,9, sementara pH terendah tercatat pada perlakuan A . %). B . %), dan E . %) sebesar 7,2. Nilai pH yang stabil dalam kisaran ini mencerminkan kondisi air yang baik untuk metabolisme dan pertumbuhan ikan, serta tidak memengaruhi penyerapan nutrisi dari pakan (Hastuti et al. , 2. Kandungan oksigen terlarut (DO) selama penelitian berada dalam kisaran 5,5Ae5,9 mg/L. tertinggi sebesar 5,9 mg/L tercatat pada perlakuan B . %) dan F . %), sedangkan DO terendah sebesar 5,5 mg/L ditemukan pada perlakuan C . %) dan F . %). Kandungan oksigen yang To Cite this Paper : Melanie. Putri. Akbar. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflor. Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselt. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 . : 96-105 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. memadai sangat penting untuk mendukung respirasi ikan dan mengoptimalkan metabolisme protein yang diberikan melalui pakan. Kondisi kualitas air yang optimal ini mendukung hasil parameter pertumbuhan yang diperoleh sebelumnya (Hastuti et al. , 2. Perlakuan E . %) yang memiliki berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan efisiensi konversi pakan terbaik juga menunjukkan kualitas air yang stabil. Hal ini menegaskan bahwa kombinasi antara kualitas pakan dengan tepung daun turi terfermentasi dan kondisi lingkungan yang ideal berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan optimal ikan nilem. Selain itu, kestabilan parameter kualitas air menunjukkan bahwa penambahan tepung daun turi terfermentasi tidak menyebabkan perubahan signifikan pada kondisi lingkungan yang dapat merugikan ikan (Hastuti et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun turi (Sesbania grandiflor. terfermentasi dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nilem (Osteochilus hasselt. dan menentukan dosis optimal penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun turi terfermentasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pertumbuhan, termasuk berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan rasio konversi pakan (P<0,. Perlakuan dengan penambahan 14% tepung daun turi terfermentasi . erlakuan E) menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan berat mutlak 0,33 A 0,03 g, panjang mutlak 1,12 A 0,07 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,29 A 0,07%/hari, dan rasio konversi pakan 1,87 A 0,26. Oleh karena itu, dosis optimal tepung daun turi terfermentasi dalam formulasi pakan untuk benih ikan nilem adalah sebesar 14%. Selain itu, kualitas air selama pemeliharaan berada dalam kisaran optimal, dan proses fermentasi terbukti meningkatkan kadar protein daun turi hingga 30,09%. Temuan ini mendukung penggunaan tepung daun turi terfermentasi sebagai alternatif pakan lokal yang ekonomis dan berkelanjutan dalam budidaya ikan air tawar. DAFTAR PUSTAKA