Action Research Literate Vol. No. Desember 2024 ISSN: 2808-6988 STRATEGI INDUKTIF INQUIRY TERBIMBING DALAM MENGHADAPI KETIDAKAKTIFAN PESERTA DIDIK SELAMA PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 2 KOTA LUBUKLINGGAU Fairus Aulia. Ifnaldi Nurmal. Maria Botifar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup. Indonesia Email: auliafairus960@gmail. com, ifnaldi1965@iaincurup. id, mariabotifar@iain. Abstrak Ketidakatifan peserta didik selama proses pembelajaran merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh guru PAI yang menyebabkan turunnya ketidakaktifan peserta didik dan kondisi peserta didik pembelajaran menjadi tidak nyaman, maka perlunya strategi induktif inquiry terbimbing yang dilakukan oleh guru PAI untuk mengatasi ketidakaktifan peserta didik. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hambatan guru PAI dalam menghadapi ketidakaktifan peserta didik selama proses pembelajaran, dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru PAI dalam menghadapi ketidakaktifan peserta didik selama proses pembelajaran. jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Teknik Pengumpulan Data Seperti Observasi. Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data Seperti Data Reduction (Reduksi Dat. Data Display (Penyajian Dat. , dan Conclution Drawing/Vervacation. Teknik Keabsahan Data Seperti Perpanjangan Pengamatan. Tahap Pelaksanaan, dan Trigulasi Data. berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa hambatan guru PAI adalah kurang persiapan dalam mengajar, kurang melakukan refleksi, malas belajar, tidak memahami karakter peserta didik, dan kurang konsentrasi dalam belajar. upaya yang dilakukan guru PAI adalah pertama guru melakukan pendekatan berbasis keterampilan, kedua guru melakukan metode pembelajaran berbasis seni, ketiga guru melakukan teknik pembelajaran berbasis inquiry terbimbing, keempat guru menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan kelima guru melakukan pendekatan berbasis pengalaman. Kata Kunci: strategi induktif inquiry terbimbing, ketidakaktifan, proses pembelajaran Absctrac Student inactivity during the learning process is one of the problems faced by Islamic Religious Education teachers which causes a decrease in student inactivity and makes the learning conditions of students uncomfortable, so the need for a guided inductive inquiry strategy carried out by Islamic Religious Education teachers to overcome student inactivity. The purpose of the study was to determine the obstacles of Islamic Religious Education teachers in dealing with student inactivity during the learning process, and to determine the efforts made by Islamic Religious Education teachers in dealing with student inactivity during the learning process. The type of research is qualitative research. Data Collection Techniques Such as Observation. Interviews, and Documentation. Data Analysis Techniques Such as Data Reduction. Data Display, and Conclusion Drawing/Verification. Data Validity Techniques Such as Observation Extension. Implementation Stage, and Data Triangulation. Based on the results of the study and discussion, it was concluded that the obstacles of Islamic Religious Education teachers were lack of preparation in teaching, lack of reflection, laziness in learning, not understanding the character of students, and lack of concentration in learning. The efforts made by Islamic Religious Education teachers are: first, teachers use a skillsbased approach, second, teachers use arts-based learning methods, third, teachers use guided inquirybased learning techniques, fourth, teachers create enjoyable learning experiences, and fifth, teachers use an experience-based approach. Keywords: Inductive Guided Inquiry Strategy. Inactivity. Learning Process Homepage: https://arl. id/index. php/arl\ ISSN: 2808-6988 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha yang sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri (Junaedi, 2. (Dananjaya, 2. (Asari et al. , 2. Potensi tersebut meliputi aspek spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan Tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Wahono, 2. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, diperlukan beberapa strategi pembelajaran (Izza et al. , 2. (Siswondo & Agustina, 2. Salah satunya adalah strategi induktif inquiry terbimbing yang efektif dalam membimbing peserta didik. Strategi induktif inquiry terbimbing adalah strategi pembelajaran di mana guru memberikan bimbingan atau petunjuk yang cukup kepada peserta didik (Andika et al. , 2. (SIDDIQ, 2. (Sandra, 2. Dalam strategi ini, peran guru meliputi bertanya dan menjawab pertanyaan, memberikan respons secara akurat, serta menstrukturkan materi pelajaran yang akan diberikan. Guru berfungsi sebagai pembimbing yang mengarahkan peserta didik ke arah yang tepat, serta mendesain materi pelajaran secara menarik untuk memotivasi mereka dalam belajar (Fakhrurrazi, 2. (Abdullah, 2. (Zizan & Destiana. Penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan Pembelajaran agama sering kali dianggap monoton oleh peserta didik, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu membangun partisipasi aktif, motivasi belajar, dan penemuan makna secara mendalam. Selain itu, strategi ini menjadi jawaban atas rendahnya kemampuan peserta didik dalam menghubungkan nilai-nilai agama dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan pembelajaran agama yang relevan, efektif, dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini menawarkan pendekatan baru dalam penerapan strategi induktif inquiry terbimbing, khususnya dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Tidak hanya sekadar memberikan kerangka konseptual, penelitian ini juga menyajikan model implementasi yang praktis dan berbasis pada kebutuhan peserta didik di era digital. Dengan memperhatikan perkembangan teknologi dan perubahan gaya belajar generasi saat ini, penelitian ini mengintegrasikan komponen digital interaktif dalam strategi pembelajaran yang diterapkan. Strategi induktif inquiry terbimbing dianggap penting, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Ndruru & Harefa, 2. (Wartini et al. , 2. Hal ini disebabkan oleh pendekatan yang menekankan peran aktif peserta didik dalam menemukan pengetahuan baru, sebagaimana diungkapkan oleh Romizowski bahwa "guru lebih banyak mengikuti peserta didik dalam belajar" untuk mendukung proses pembelajaran yang bermakna. METODE PENELITIAN Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan : Kualitatif. Kualitatif. Pendekatan ini di pilih untuk memahami fenomena ketidakaktifan peserta didik secara mendalam dan mengeksplorasi bagaimana strategi induktif inquiry di terapkan oleh guru PAI. Jenis Penelitian : Studi Kasus. Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Dalam Menghadapi Ketidakaktifan Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran di Smp Negeri 2 Kota Lubuklinggau ISSN: 2808-6988 Penelitian ini di lakukan pada satu atau beberapa kelas di sekolah tertentu untuk menggali penerapan strategi secara kontekstual. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi Penelitian: Sekolah yang memiliki masalah ketidakaktifan siswa dalam pembelajaran PAI. Subjek Penelitian: Guru PAI yang menggunakan strategi induktif inquiry. Siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah . psional, sebagai narasumber tambaha. Teknik Pengumpulan Data Observasi: Mengamati secara langsung proses pembelajaran di kelas. Fokus: Interaksi guru-siswa, penggunaan strategi induktif inquiry, dan respons siswa selama Wawancara: Guru PAI: Bagaimana guru merancang dan menerapkan strategi induktif inquiry. Kendala yang dihadapi. Siswa: Persepsi mereka terhadap pembelajaran PAI. Faktor yang memengaruhi ketidakaktifan mereka. Dokumentasi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rekaman proses pembelajaran . ika ad. Nilai atau catatan siswa terkait partisipasi dalam pembelajaran. Angket (Opsiona. Untuk mendapatkan data persepsi siswa terhadap pembelajaran secara kuantitatif. Fokus: Tingkat ketertarikan, motivasi, dan keaktifan. Prosedur Penelitian Tahap 1: Persiapan Melakukan identifikasi awal terhadap masalah ketidakaktifan siswa. Menentukan guru dan kelas yang menjadi fokus penelitian. Menyusun pedoman observasi, wawancara, dan instrumen lain. Tahap 2: Pengumpulan Data Melaksanakan observasi saat guru PAI menerapkan strategi induktif inquiry. Melakukan wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Mengumpulkan dokumen pendukung. Tahap 3: Analisis Data Reduksi Data: Menyortir dan menyederhanakan data penting. Penyajian Data: Mengorganisasi data ke dalam narasi atau tabel tematik. Penarikan Kesimpulan: Menginterpretasikan data untuk menjawab rumusan masalah. Tahap 4: Validasi Data Triangulasi Sumber: Membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Member Check: Memastikan hasil wawancara sesuai dengan pemahaman guru/siswa. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman, meliputi: Reduksi Data: Fokus pada data terkait penerapan strategi induktif inquiry dan respons Penyajian Data: Data disusun dalam bentuk deskripsi atau matriks tematik. Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Dalam Menghadapi Ketidakaktifan Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran di Smp Negeri 2 Kota Lubuklinggau ISSN: 2808-6988 Penarikan Kesimpulan: Temuan yang mendalam disajikan sebagai jawaban atas rumusan Rancangan Validasi Data Triangulasi Teknik: Menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memverifikasi data. Peer Review: Meminta masukan dari peneliti lain untuk memastikan keakuratan temuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kata inquiry berasal dari bahasa inggris AuInquiryAy berarti pertanyaan, pemeriksaan, penemuan, atau penyelidikan. strategi induktif inquiry terbimbing adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang di pertanyakan. Menurut Djamarah menjelaskan bahwa Austrategi induktif inquiry terbimbing adalah strategi yang dimana guru membimbing peserta didik melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal atau petunjuk-petunjuk yang dapat mengarahkan peserta didik ke dalam suatu diskusi untuk menemukan pemecahan masalahAy. Strategi induktif inquiry terbimbing sudah tidak asing lagi dalam kalangan dunia pendidikan, karena strategi induktif inquiry terbimbing amat penting digunakan dalam proses pembelajaran mengingat strategi induktif inquiry terbimbing adalah kunci dalam berhasilnya suatu proses pembelajaran atau cara yang digunakan oleh guru untuk mentransfer ilmu kepada siswa. strategi induktif inquiry terbimbing secara umum mempunyai pengertian suatu kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki suatu permasalahan secara sistematis, logis, sehingga bimbingan dari guru dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. strategi induktif inquiry terbimbing bisa diartikan sebagai dimana siswa berikan kesempatan untuk mencari dan menyelediki suatu permasalahan secara sistematis, logis yang dilakukan secara mandiriAy. Strategi induktif inquiry terbimbing menurut hamalik menjelaskan bahwa Aupeserta didik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru. dalam hal Ini, peserta didik melakukan penemuan-penemuan, sedangkan guru berfungsi membimbing ke arah yang tepatAy. Strategi induktif inquiry terbimbing menurut Rahmawati dan Rohman menjelaskan bahwa Aupeserta didik diajak untuk mengamati, mengumpulkan data, mengidentifikasi pola atau perbedaan, dan mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan penyelidiki lebih lanjutAy. Strategi induktif inquiry terbimbing menjelaskan bahwa Auguru mengarahkan peserta didik melalui serangkaian pertanyaan yang didesain secara hati-hati untuk membimbing peserta didik menuju konsep atau prinsip yang lebih luasAy. Strategi induktif inquiry terbimbing adalah berupa bimbingan kepada peserta didik menempatkan siswa sebagai subjek belajarAy. karena strategi induktif inquiry terbimbing dimiliki seorang guru yang menentukan keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar. induktif inquiry terbimbing ini sangat penting. Yamin mengatakan. Austrategi induktif inquiry terbimbing adalah pendekatan pembelajaran yang mengacu pada proses poenyelidikan atau ekplorasi yang dibimbing oleh peserta didik didorong untuk aktif berpartisipasi dalam memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan melalui proses eksplorasi, pengumpulan data, analisis, dan sintesis guru memiliki peran penting sebagai fasilitor yang membimbing peserta didik dalam proses iniAy. Strategi induktif inquiry terbimbing adalah pendekatan pembelajaran yang mengutamakan proses eksplorasi dan penemuan peserta didik melalui tanya jawab dan diskusi terarah. strategi ini membantu peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Dalam Menghadapi Ketidakaktifan Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran di Smp Negeri 2 Kota Lubuklinggau ISSN: 2808-6988 kritis dan kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang relevan. peserta didik secara aktif terlibat dalam mencari jawaban atau solusi melalui pengamatan, eksperimen, dan analisis dataAy. Strategi Induktif Inquiry terbimbing Menurut Hanson mengenai strategi induktif inquiry terbimbing, yaitu sebagai berikut: Orientasi adalah guru menyiapkan peserta didik untuk melakukan proses belajar, memberikan motivasi bertujuan agar siswa aktif, berkreativitas, dan memunculkan minat peserta didik terhadap pengetahuan. Eksplorasi, peserta didik berkesempatan melaksanakan pengamatan terlebih dahulu, mendesain percobaan, mengumpulkan data, menguji, dan menganalisis data yang telah diperoleh, menyelidiki, memberikan sebuah pertanyaan dan menguji jawaban sementara yang ada. Pembentukan konsep, pemahaman dari konseptual akan di kembangkan oleh peserta didik dalam penemuan atau hasil observasi bukan informasi dari buku maupun guru. Aplikasi, penerapan ilmu pengetahuan baru ke dalam latihan-latihan, atau permasalahan lain. tujuan memberikan latihan kepada peserta didik yaitu untuk memunculkan rasa kepercayaan diri peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang ada. Penutupan, dalam kegiatan penutupan diakhiri dengan membuat kesimpulan terhadap apa yang telah didapat, dan merefleksikan terhadap materi yang mereka dapat, serta memberikan penilaian terhadap apa yang di tampilkan oleh peserta didik. Jenis-Jenis Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Mengenai jenis strategi induktif inquiry terbimbing ada 2 strategi induktif inquiry terbimbing, yaitu sebagai berikut: Strategi Induktif Inquiry Terbimbing (IIT) Strategi induktif inquiry terbimbing merupakan suatu model yang memiliki fokus pada pemahaman konsep dan mengedepankan penemuan peserta didik sebagai inti pembelajaran. Strategi Induktif Inquiry Tak Terbimbing (IITT) Strategi induktif inquiry tak terbimbing merupakan suatu metode yang luar biasa oleh kebanyakan peserta didik yang akan memulai perubahan secara bertahap. hal ini disebabkan dalam metode pengajaran ini peserta didik dihadapkan dengan bagaimana ia mampu memecahkan masalah yang ditemukannya sendiriAy. Tujuan dan Manfaat Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Tujuan strategi induktif inquiry terbimbing adalah mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. pada strategi induktif inquiry terbimbing siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. diperlukan oleh seorang guru untuk memfasilitasi kegiatan belajar peserta didik. karena peserta didik memiliki berbagai macam kemampuan yang harus diakomodasi dalam suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. menurut gulo menjelaskan tujuan dari strategi induktif inquiry terbimbing yaitu: Pertama,Keterlibatan peserta didik secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, kegiatan belajar meliputi kegiatan mental intelektual dan sosial emosional (Aviv & Alaydrus, 2. Kedua,Kegiatan terarah secara logis dan sistematis pada tujuan Ketiga,Sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Keempat. Mengembangkan sikap pada percaya diri sendiri, pada diri peserta didik tentang apa yang ditemukan dalam proses strategi induktif inquiry terbimbingAy. Sedangkan menurut sanjaya, beberapa manfaat dari strategi induktif inquiry terbimbing adalah: Strategi ini menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Dapat memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan gaya belajar Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Dalam Menghadapi Ketidakaktifan Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran di Smp Negeri 2 Kota Lubuklinggau ISSN: 2808-6988 Strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikolog belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat adanya pengalaman. Strategi ini dapat melayani kebutuhan peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rataAy. Karakteristik Strategi Induktif Inquiry Terbimbing (IIT) Strategi induktif inquiry terbimbing memiliki karakteristik sebagai berikut: Proses berfikir yang mensyaratkan peserta didik untuk mampu melakukan penarikan kesimpulan atau generalisasi. Kontrol atau pengawasan guru. Respons peserta didik terhadap pelajaran dan proses pembelajaran yang didasarkan pada observasi. Ruang kelas dijadikan sebagai laboratorium belajar. Tingkat kesulitan untuk mencapai suatu kesimpulan dirancang sedemikian rupa oleh guru. Guru menugaskan peserta didik mengkomunikasikan hasil kesimpulan yang telah diperolehnya di dalam kelas. Di mana peserta didik yang lain memberi masukan dari persepesi yang berbedaAy. Prinsip-Prinsip Strategi Induktif Inquiry Terbimbing (IIT) Seluruh aktivitas yang dilakukan peserta didik pada proses pembelajaran strategi induktif inquiry terbimbing diarahkan untuk guru melakukan bimbingan kepada peserta didik untuk menemukan konsep melalui kegiatan pemecahan masalah dan guru menuliskan langkah-langkah degan jelas dan tepat, sehingga peserta didik dapat menumbuhkan sikap percaya diri. Strategi induktif inquiry terbimbing yaitu guru menyediakan bimbingan atau petunjuk yang cukup kepada peserta didik dan guru berfungsi membimbing ke arah yang tepat. aktivitas pembelajaran biasakan dilakukan oleh guru untuk menyusun atau mendesain materi pelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik akan termotivasi untuk belajar. karena itu guru lebih banyak mengikuti peserta didik dalam belajar . enemukan pengetahuan bar. , dan guru dibutuhkan untuk mencocokkan atau mengoreksi, mendiagnosis kesulitankesulitan peserta didik dalam memecahkan suatu masalah yang yang ditemui di saat belajar, dan sekaligus dapat pula memberikan saran yang sesuai. Menurut sanjaya, terdapat ada 4 prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan strategi induktif inquiry terbimbing, antara lain yaitu sebagai berikut: Prinsip Interaksi: proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara peserta didik maupun interaksi peserta didik dengan guru bahkan antara peserta didik dengan lingkungan. pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Prinsip Bertanya: peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan strategi induktif inquiry terbimbing adalah guru melakukan bimbingan kepada peserta didik untuk menemukan konsep melalui kegiatan pemecahan masalah dan guru menyediakan bimbingan atau petunjuk yang cukup kepada peserta didik. Prinsip Belajar: untuk berfikir Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berfikir yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri, maupun otak kanan. sedangkan, pembelajaran berfikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal. Prinsip Keterbukaan: pembelajaran yang bermakna adalah yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya dalam strategi induktif inquiry terbimbing, tugas guru adalah menyediakan bimbingan yang cukup kepada peserta didik, membimbing ke arah yang tepat, dan melakukan bimbingan kepada peserta didik untuk menemukan konsep atau prinsip melalui kegiatan pemecahan masalah, sehingga memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan hipotesisnya dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. berdasarkan pendapat di atas, maka seorang guru lebih banyak mengikuti peserta didik dalam belajar . enemukan pengetahuan bar. kemampuan guru dibutuhkan untuk mencocokkan atau mengkoreksi, mendiagnosis kesulitan-kesulitan peserta didik dalam Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Dalam Menghadapi Ketidakaktifan Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran di Smp Negeri 2 Kota Lubuklinggau ISSN: 2808-6988 memecahkan suatu masalah yang di temui di saat belajar, dan guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip tersebut sehingga pembelajaran di kelas dapat berjalan secara optimalAy. Kelebihan Strategi Induktif Inquiry Terbimbing (IIT) Mengenai kelebihan strategi induktif inquiry terbimbing, yaitu sebagai berikut: Membantu peserta didik untuk mengembangkan, kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif. Siswa memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat dimengerti dalam pikiran nya. Dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar siswa untuk belajar lebih giat lagi. Memberikan peluang untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing. Memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses menyelidiki sendiri, karena pembelajaran berpusat pada peserta didik. Kelemahan Strategi Induktif Inquiry Terbimbing (IIT) Mengenai kelemahan strategi induktif inquiry terbimbing, yaitu sebagai berikut: Model ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukannya. Selama kriteria keberhasilan peserta didik ditentukan oleh kemampuan peserta didik menguasai materi npelajaran, maka model ini akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru. peserta didik harus memiliki kesiapan dan kematangan mental, peserta didik harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadan sekitarnya dengan baikAy Langkah-langkah Strategi Induktif Inquiry Terbimbing (IIT) Menurut james g. womack langkah-langkah strategi induktif inquiry terbimbing (IIT) adalah sebagai berikut: Menetapkan kesimpulan yang akan dicapai oleh peserta didik di dalam satu pembahasan atau topik tertentu. Menugaskan peserta didik untuk menulis hasil kesimpulan ke dalam sebuah ringkasan. Menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi rangkaian materi pelajaran secara sistematis. Menugaskan peserta didik melakukan sintesis terhadap semua materi pelajaranAy. KESIMPULAN Kondisi ketidakaktifan peserta didik selama proses pembelajaran adalah pertama peserta didik ketidakhadiran atau tidak absensi di sekolah, kedua kurang partisipasi dalam belajar, ketiga peserta didik kurang percaya diri, dan yang keempat peserta didik kurang minat dalam belajar. Hambatan guru PAI yang menghadapi ketidakaktifan peserta didik selama proses pembelajaran adalah kurang persiapan dalam mengajar, kurang melakukan refleksi, malas belajar, tidak memahami karakter peserta didik, dan kurang konsentrasi dalam belajar, kurang memperhatikan guru PAI dalam menjelaskan materi pelajaran dikelas yang menyebabkan peserta didik kurang memahami materi pelajaran yang diajarkan guru. Upaya guru PAI dalam menghadapi ketidakaktifan peserta didik selama proses pembelajaran adalah pertama guru PAI melakukan pendekatan pembelajaran berbasis keterampilan, kedua guru PAI melakukan metode pembelajaran berbasis seni, ketiga guru PAI melakukan teknik pembelajaran berbasis induktif inquiry terbimbing, keempat guru PAI menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, kelima guru PAI melakukan pendekatan berbasis Strategi Induktif Inquiry Terbimbing Dalam Menghadapi Ketidakaktifan Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran di Smp Negeri 2 Kota Lubuklinggau ISSN: 2808-6988 DAFTAR PUSTAKA