Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. *Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah2 Email: arifrahmanalhakim1@gmail. com1, nurzakiyahalmasumah@gmail. Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunug Djati Bandung. Jawa Barat. Indonesia STAI Siliwangi Bandung. Jawa Barat. Indonesia Abstract The rapid development of technology presents challenges for various sectors, including Islamic religious education, to adapt to the digital era of Society 5. This research aims to analyze the implementation of digital technology-based Islamic religious learning and the challenges faced in the process. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that digital technology has the potential to enrich the learning experience, increase accessibility, and provide interactive learning The main challenges found include limited infrastructure and low technological skills among educators. This study recommends improving infrastructure, providing technology training for teachers, and integrating the Islamic religious education curriculum with digital technology. Digital technology-based learning has the potential to enrich students' learning experiences and increase their understanding of Islamic religious teachings in the face of the challenges of Society Keywords: Islamic Education. Digital Technology. Society 5. Abstrak Perkembangan teknologi yang pesat menghadirkan tantangan bagi berbagai sektor, termasuk pembelajaran agama Islam, untuk beradaptasi di era digital Masyarakat 5. Penelitian bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dan tantangan yang Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa teknologi digital berpotensi memperkaya pengalaman pembelajaran, meningkatkan aksesibilitas, dan menyediakan metode pembelajaran Tantangannya meliputi keterbatasan infrastruktur dan rendahnya keterampilan teknologi Penelitian merekomendasikan peningkatan infrastruktur, pelatihan teknologi untuk guru, dan integrasi kurikulum pendidikan agama Islam dengan teknologi digital. Pembelajaran berbasis teknologi digital berpotensi memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan pembelajaran agama Islam dalam menghadapi tantangan Masyarakat 5. Kata Kunci: Pembelajaran Agama Islam. Teknologi Digital. Masyarakat 5. Cara Mensitasi Artikel: Hakim. & Masumah. Implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital untuk menghadapi tantangan masyarakat 5. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 10. , 151169. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: arifrahmanalhakim1@gmail. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 16/02/2025 : 18/06/2025 : 30/06/2025 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, muncul suatu konsep baru dalam pembangunan peradaban manusia yang dikenal sebagai Masyarakat 5. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah Jepang sebagai respons terhadap Revolusi Industri 4. 0, yang menekankan pada otomasi, big data, kecerdasan buatan . rtificial intelligenc. , dan Internet of Things (IoT) (Yamin & Syahrir, 2020 : . Masyarakat 5. 0 bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berpusat pada manusia . uman-centered societ. , di mana teknologi canggih dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai tantangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Dalam Masyarakat 5. 0, tidak hanya aspek industri dan ekonomi yang mengalami transformasi, tetapi juga sektorsektor penting lainnya seperti kesehatan, pemerintahan, pendidikan dan Kehidupan digital tidak lagi terpisah dari kehidupan nyata, melainkan saling terintegrasi secara harmonis. Oleh karena itu, penggunaan teknologi tidak hanya difokuskan pada efisiensi dan produktivitas, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai-nilai baru dalam kehidupan masyarakat (Mawarni & Anwar, 2023 : . (Mawarni & Anwar, 2023 : . menyampaikan bahwa. Konteks pembelajaran terutama pembelajaran agama Islam, tantangan dan peluang dalam era Masyarakat 0 menjadi semakin kompleks. Pembelajaran dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sambil tetap menjaga nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Hal ini mengharuskan para pendidik dan institusi pendidikan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Sependapat dengan (Dalimunthe, 2023 : . , integrasi antara teknologi dan nilai-nilai keislaman menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjawab tantangan zaman. Dalam konteks ini, pembelajaran agama Islam juga dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital guna memastikan relevansi dan keberlanjutannya di era digital. Masyarakat 5. 0 menuntut adanya perubahan paradigma, di mana teknologi tidak hanya digunakan untuk Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. mempermudah kehidupan, tetapi juga untuk menyempurnakan berbagai aspek, termasuk pendidikan (Shadiqin et al. , 2023: . Pembelajaran agama Islam, yang dahulu sering dilakukan secara konvensional dengan pendekatan tatap muka dan metode ceramah, kini harus mampu menghadapi tuntutan zaman yang semakin bergantung pada teknologi digital. Pembelajaran berbasis teknologi digital tidak hanya memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, tetapi juga memungkinkan untuk mencapai audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil. Salah satu temuan penting yang dikemukakan oleh Sehat Ihsan Shadiqin . 3: . adalah bahwa era Masyarakat 5. 0 menandai perubahan besar dalam struktur sosial yang mengintegrasikan teknologi digital ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Paradigma baru ini tidak hanya melihat menyempurnakan kualitas hidup masyarakat. Temuan ini membuka ruang untuk pengembangan kajian lebih lanjut mengenai bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam dapat diselaraskan dengan prinsip-prinsip Masyarakat 5. 0, seperti human-centered innovation dan pemanfaatan big data, artificial intelligence, serta Internet of Things (IoT). Temuan lain yang patut diperluas adalah tantangan yang dihadapi pendidikan Islam dalam beradaptasi dengan era digital. Banyak studi mengungkap bahwa pendidikan agama Islam masih didominasi oleh pendekatan tradisional dan konvensional seperti ceramah atau pengajaran teks secara literal. Dalam konteks ini, kajian lanjutan dapat diarahkan pada upaya merancang strategi transformasi pembelajaran agama Islam agar lebih kontekstual dan digital-friendly (Indra Saputra & Candra Syahputra, 2021 : . Pengembangan model pembelajaran yang interaktif, berbasis proyek, dan berbasis media digital Islami perlu dikaji secara mendalam untuk memastikan bahwa nilai-nilai keislaman tetap dapat disampaikan secara efektif di ruang digital. Selain itu. Shadiqin menyinggung pentingnya perubahan paradigma dalam proses pembelajaran, dari konvensional ke teknologi digital. Ini dapat diperluas dengan menganalisis sejauh mana pendekatan seperti blended learning, flipped Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. classroom, dan microlearning telah atau dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran agama Islam. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa modelmodel tersebut dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik, tetapi belum banyak diadaptasi dalam pembelajaran Islam. Dengan demikian, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai adaptasi pedagogi modern dalam penyampaian materi Islam, serta pengembangan konten digital Islami yang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial dan Gen Z. Terakhir, temuan tentang pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan, termasuk ke daerah terpencil, juga memiliki potensi besar untuk (Yaldi & Mareta, 2022 : . , masih banyak lembaga pendidikan Islam di daerah 3T (Terdepan. Terluar. Tertingga. yang kurang memiliki akses maksimal terhadap sumber belajar digital. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas platform digital berbasis Islam, serta strategi penyediaan infrastruktur TIK yang berkelanjutan untuk pesantren, madrasah, dan sekolah Islam Pendekatan ini tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga membawa nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial sebagaimana diajarkan dalam Islam. Penerapan teknologi dalam pendidikan agama Islam dapat memberikan berbagai keuntungan, seperti aksesibilitas yang lebih luas, metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, serta kemampuan untuk menyampaikan materi secara lebih efektif dan menarik (Muhammad Yusuf et al. , 2023 : . Seiring dengan kemajuan teknologi, berbagai platform digital seperti aplikasi mobile, video pembelajaran, webinar, dan media sosial telah menjadi sarana yang memungkinkan pelajar untuk mengakses materi pembelajaran dengan lebih mudah (Farhan & Erihadiana, 2021 : . Hal ini memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel, di mana pelajar tidak lagi terikat dengan waktu dan tempat tertentu. Teknologi juga memberikan peluang untuk memperkenalkan konsep-konsep agama Islam dengan cara yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari pelajar, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan penggunaan teknologi dalam kehidupan mereka. Sebuah penelitian oleh (Aziz, 2022 : . menemukan bahwa pembelajaran agama Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. Islam yang mengintegrasikan media digital dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam memahami ajaran agama. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama terkait dengan infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia, dan ketimpangan akses di berbagai Penelitian oleh (Akbar & Noviani, 2019 : . mengungkapkan bahwa meskipun teknologi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam pendidikan, beberapa daerah di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam mengakses teknologi yang memadai. Tidak semua siswa memiliki perangkat yang diperlukan, dan kualitas koneksi internet di beberapa daerah masih jauh dari memadai. Selain itu, kesiapan pengajar dalam mengadaptasi teknologi juga menjadi faktor penentu. Tidak sedikit guru agama Islam yang masih kesulitan untuk memanfaatkan teknologi dalam pengajaran mereka. Oleh karena itu, peningkatan pelatihan dan pengembangan keterampilan digital bagi para pendidik sangat penting agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses pembelajaran (Sulaeman, 2017 : . Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dapat menghadapi tantangan yang ada dalam Masyarakat 5. Penerapan teknologi dalam pembelajaran agama Islam juga diharapkan dapat memberikan peluang baru untuk meningkatkan kedalaman materi yang disampaikan serta memperkaya pengalaman belajar. Sebagai contoh, aplikasi pembelajaran berbasis augmented reality (AR) dapat memungkinkan siswa untuk memvisualisasikan materi agama Islam, seperti sejarah perkembangan Islam atau struktur bangunan masjid, secara lebih menarik dan Menurut sebuah penelitian oleh (Ruzakki et al. , 2024 : . penerapan teknologi AR dalam pembelajaran agama Islam dapat membuat siswa lebih mudah memahami ajaran agama melalui visualisasi dan pengalaman langsung. Oleh karena itu, teknologi digital memiliki potensi yang sangat besar dalam memperkaya pengalaman pembelajaran agama Islam dan menjadikannya lebih relevan bagi generasi muda, seirama dengan penyampaian dari (Sagala et al. , 2024 : . Selain itu, teknologi juga dapat digunakan untuk mendekatkan hubungan antara siswa dan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. pengajaran agama Islam, di mana platform digital seperti forum diskusi dan grup belajar dapat memperkuat komunikasi dan interaksi antara siswa dengan pengajar maupun sesama siswa (Haq & Muyasaroh, 2023 : . Namun, selain dari sisi teknologi dan perangkat, aspek konten juga harus Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran agama Islam tidak hanya mengandalkan perangkat keras dan lunak yang canggih, tetapi juga membutuhkan penyusunan materi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik generasi muda. Dalam hal ini, penyusunan kurikulum yang mengintegrasikan nilainilai Islam dengan teknologi menjadi hal yang sangat penting. Sebagaimana yang disampaikan oleh (Prastowo, 2018 :. bahwa kurikulum yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman akan memastikan bahwa pendidikan agama Islam tetap dapat memberikan nilai-nilai moral yang kuat meskipun melalui medium Dalam menghadapi tantangan tersebut, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur teknologi di daerah-daerah yang masih tertinggal, serta menyediakan akses yang lebih merata terhadap teknologi bagi seluruh elemen Lembaga pendidikan, terutama pesantren dan sekolah-sekolah Islam, juga perlu meningkatkan kualitas pelatihan bagi pengajarnya agar mereka dapat memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Sebuah studi oleh (Hanifah Salsabila et al. , 2023 : . menunjukkan bahwa penguatan pelatihan teknologi bagi pengajar agama Islam dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, serta mengurangi hambatan dalam implementasi teknologi di kelas. Secara keseluruhan, implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dalam Masyarakat 5. 0 memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, namun juga memerlukan perhatian serius terhadap berbagai tantangan yang ada. Upaya yang komprehensif dalam memperbaiki infrastruktur, meningkatkan keterampilan digital pengajar, dan menyusun kurikulum yang tepat menjadi langkah kunci untuk memastikan keberhasilan transformasi digital dalam pembelajaran agama Islam. Dengan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. demikian, generasi muda dapat lebih mudah memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka, sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kebaikan bersama. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan Masyarakat 5. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam pendidikan agama Islam, terutama dalam memberikan akses yang lebih luas, memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, serta meningkatkan kualitas pengajaran dan Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi dalam pembelajaran agama Islam, seperti infrastruktur yang tidak merata, kesiapan sumber daya manusia, dan ketimpangan akses di berbagai daerah, serta memberikan rekomendasi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar pembelajaran agama Islam tetap relevan dan efektif di era digital. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital di lembaga pendidikan Islam. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana teknologi digital diterapkan dalam pembelajaran agama Islam serta tantangan dan manfaat yang dirasakan oleh berbagai pihak terkait, seperti pengajar, siswa, dan pengelola lembaga pendidikan (Assyakurrohim et al. , 2. Metode studi kasus dipilih untuk memungkinkan peneliti memfokuskan pada konteks tertentu, yaitu lembaga pendidikan Islam yang telah mengadopsi teknologi digital dalam proses pembelajaran agama Islam, serta pendekatan yang mengandalkan pengumpulan data dari berbagai sumber referensi yang relevan dan tersedia dalam bentuk tulisan, seperti buku, jurnal, artikel, tesis, dan sumber Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. elektronik lainnya (Nurahma & Hendriani, 2021 : . Penelitian ini mengadopsi studi literatur, yaitu metode pengumpulan data dengan cara mempelajari dan mengkaji teori-teori dari berbagai sumber referensi yang relevan dengan topik penelitian (Fadli, 2021 : . Penelitian ini dirancang sebagai studi kasus dengan pemilihan beberapa lembaga pendidikan Islam yang telah mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi digital. Lembaga-lembaga yang dipilih meliputi madrasah, pesantren, dan sekolah-sekolah Islam yang berusaha menghadapi tantangan digitalisasi dalam pendidikan agama. Peneliti akan melakukan pemilihan purposive terhadap lembaga pendidikan yang telah aktif dalam penggunaan teknologi digital untuk pembelajaran agama Islam (Sari & Hamami, 2022 : 5. Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi bagaimana teknologi digital diterapkan di lembaga tersebut, manfaat yang diperoleh, serta tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran agama Islam (Tamjidnor, 2021 : . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan tiga metode utama, yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi (Maulida, 2020 : . Metode ini dipilih karena dapat memberikan data yang kaya dan komprehensif mengenai implementasi teknologi dalam pembelajaran agama Islam. Wawancara dilakukan dengan pengelola lembaga pendidikan, pengajar, dan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran agama Islam berbasis teknologi Wawancara bertujuan untuk menggali informasi mengenai pengalaman, pandangan, dan persepsi masing-masing pihak tentang penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran. Selain itu, wawancara ini juga digunakan untuk memahami tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi serta manfaat yang dirasakan oleh pengajar dan siswa dalam mengakses pembelajaran agama Islam melalui platform digital. Peneliti juga akan melakukan observasi langsung di beberapa lembaga pendidikan Islam yang menerapkan pembelajaran berbasis teknologi digital. Observasi ini bertujuan untuk memantau secara langsung proses pembelajaran yang Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. berlangsung, interaksi antara pengajar dan siswa, serta penggunaan teknologi yang ada dalam mendukung pembelajaran. Peneliti juga akan mengamati bagaimana siswa merespons dan berinteraksi dengan teknologi dalam konteks pembelajaran agama Islam. Peneliti akan mengumpulkan dan menganalisis berbagai dokumen yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran agama Islam. Dokumentasi ini termasuk modul pembelajaran berbasis digital, materi pembelajaran yang diunggah ke platform, rekaman video pembelajaran, serta kebijakan internal lembaga pendidikan terkait penggunaan teknologi. Analisis terhadap dokumentasi ini penting untuk memahami bagaimana materi pembelajaran disusun dan disajikan melalui teknologi, serta bagaimana kebijakan lembaga mendukung implementasi teknologi dalam pendidikan agama. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola makna dalam data yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian. Proses analisis dilakukan melalui tiga tahapan Pengkodean Data: Seluruh data mentah dikodekan dengan label tematik yang relevan, seperti aksesibilitas teknologi, kesiapan tenaga pendidik, motivasi peserta didik, dan dukungan infrastruktur digital. Proses ini bertujuan untuk menyusun data dalam struktur yang sistematis agar memudahkan identifikasi Identifikasi Tema: Setelah pengkodean, peneliti menelaah dan menyusun tematema utama yang muncul, mencerminkan faktor-faktor pendukung maupun penghambat dalam implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi Tema-tema tersebut selanjutnya dianalisis secara kritis dengan merujuk pada kerangka teori yang relevan. Interpretasi dan Diskusi: Hasil tematik diinterpretasikan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Interpretasi ini dikaitkan dengan teori pendidikan, transformasi digital, dan konsep Masyarakat 5. Selain itu, hasil penelitian Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. dibandingkan dengan temuan studi terdahulu untuk memperkuat validitas dan mengidentifikasi kontribusi teoretis maupun praktis dari penelitian ini. Validitas dan Reliabilitas Data, untuk memastikan validitas dan reliabilitas data, penelitian ini akan menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari triangulasi sumber, metode, dan teori. Triangulasi Sumber : Penelitian ini akan melibatkan berbagai sumber informasi, seperti pengelola lembaga pendidikan, pengajar, dan siswa, untuk memastikan bahwa data yang diperoleh mencakup berbagai perspektif terkait implementasi teknologi dalam pembelajaran agama Islam. Triangulasi Metode : Penelitian ini menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, untuk mengonfirmasi temuan yang diperoleh dari masing-masing metode. Dengan triangulasi metode ini, diharapkan hasil penelitian lebih akurat dan dapat dipercaya. Triangulasi Teori : Peneliti akan membandingkan temuan penelitian dengan teori-teori yang ada dalam bidang pendidikan agama Islam, teknologi digital, dan Masyarakat 5. Pendekatan ini penting untuk memperkuat validitas interpretasi hasil penelitian dan memastikan bahwa temuan yang diperoleh sesuai dengan teori-teori yang relevan. Subjek penelitian ini terdiri dari pengelola lembaga pendidikan Islam, pengajar agama Islam, dan siswa yang terlibat dalam pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital. Lembaga pendidikan yang dipilih sebagai subjek penelitian adalah pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah Islam yang telah mengimplementasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran mereka. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive, berdasarkan kriteria lembaga yang pembelajaran agama Islam. Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan, pada lokasi penelitian yang melibatkan beberapa lembaga pendidikan Islam di berbagai wilayah di Jawa BaratIndonesia, termasuk kota dan daerah terpencil. Pemilihan lokasi yang beragam bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang Islam Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. mengimplementasikan teknologi digital di berbagai wilayah dengan tingkat akses teknologi yang berbeda-beda. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai potensi dan tantangan implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital, serta memberikan rekomendasi praktis untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam di Masyarakat 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dalam menghadapi tantangan Masyarakat 5. 0 menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Berbagai hasil yang diperoleh dari studi ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran agama Islam, terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi agar penerapannya dapat berjalan dengan optimal. Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Agama Islam Penerapan teknologi dalam pembelajaran agama Islam terbukti memperkaya metode pengajaran, meningkatkan keterlibatan siswa, dan memberikan akses yang lebih luas. Berdasarkan wawancara dengan pengelola lembaga pendidikan dan pengajar, beberapa teknologi yang digunakan dalam pembelajaran agama Islam meliputi platform pembelajaran online, aplikasi mobile, video pembelajaran, dan alat bantu lainnya seperti augmented reality (AR) untuk memvisualisasikan materi ajaran agama Islam, seperti sejarah Islam dan konsep-konsep ibadah (Afif, 2022 : Salah satu contoh sukses adalah penggunaan aplikasi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar materi agama secara fleksibel dan interaktif, baik dalam kelompok maupun individu, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai ajaran Islam yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penggunaan video dan podcast sebagai media pembelajaran juga tercatat efektif dalam menarik perhatian siswa yang lebih muda. Hal ini sesuai dengan temuan dari (Anam et al. , 2021 : . yang mengungkapkan bahwa media digital mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam memahami ajaran agama Islam. Dalam konteks ini, pembelajaran tidak hanya difokuskan pada Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. pengajaran teori, tetapi juga pada implementasi praktis dalam kehidupan seharihari, seperti melalui tutorial dan simulasi ibadah yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Namun, tidak semua lembaga pendidikan Islam dapat memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Peneliti menemukan adanya ketimpangan akses teknologi antara lembaga pendidikan di kota besar dan daerah terpencil. Sebagaimana ditemukan oleh (Riyadi & Larasaty, 2021 : . , beberapa daerah di Indonesia masih mengalami keterbatasan dalam akses internet dan perangkat yang Hal ini menghambat proses digitalisasi pembelajaran agama Islam di daerah-daerah tersebut. Tantangan dalam Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital Tantangan utama dalam implementasi pembelajaran berbasis teknologi digital adalah infrastruktur teknologi yang belum merata. Beberapa lembaga pendidikan, terutama di daerah terpencil, kesulitan untuk mendapatkan perangkat yang memadai dan memiliki koneksi internet yang stabil. Seiring dengan perkembangan Masyarakat 5. 0, kebutuhan untuk meningkatkan infrastruktur teknologi semakin mendesak, terutama di daerah yang masih tertinggal. Penelitian oleh (Rahayu, 2017 : . menyatakan bahwa kesiapan pengajar dalam mengadaptasi Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan yang lebih intensif bagi pengajar agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam mengajarkan agama Islam. Dalam hal ini, penting bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan kompetensi digital pengajarnya. Berdasarkan temuan (Faihanah & Muniroh, 2022 : . , penguatan pelatihan bagi pengajar agama Islam dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Meskipun pengajaran agama Islam berbasis teknologi memiliki potensi yang besar, tetapi jika pengajar tidak siap, maka penerapan teknologi tidak akan optimal. Keuntungan dan Manfaat Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital Pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital juga memberikan berbagai keuntungan, antara lain akses yang lebih luas, fleksibilitas waktu, serta Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Salah satu contoh nyata dari manfaat ini adalah penggunaan forum diskusi dan grup belajar online yang memungkinkan siswa untuk saling berbagi pemahaman dan bertanya langsung kepada pengajar atau teman sekelas (Fitriasari et al. , 2020 : . Hal ini meningkatkan interaksi antara siswa dan pengajar, serta membantu dalam memperdalam pemahaman mereka terhadap ajaran agama Islam. Penerapan teknologi AR dalam pembelajaran juga memberikan dampak positif yang signifikan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh (Fathurahman et al. , teknologi AR memungkinkan siswa untuk memahami ajaran agama Islam dengan cara yang lebih interaktif dan visual, seperti dalam mempelajari sejarah Islam atau memahami struktur bangunan masjid. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh (Hasani Z & Harnedi, 2022 : . , membuat materi ajaran agama Islam lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa, terutama di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Peran Pemerintah dan Lembaga Pendidikan dalam Mendukung Implementasi Teknologi Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan infrastruktur dan ketimpangan akses adalah dengan meningkatkan peran pemerintah dalam menyediakan akses yang lebih merata terhadap teknologi. Pemerintah harus memperhatikan daerahdaerah yang belum terjangkau internet yang memadai dan memastikan bahwa semua lembaga pendidikan memiliki infrastruktur yang memadai (Sulaeman, 2017 : 1. Kebijakan pemerintah yang mendukung perluasan akses teknologi akan sangat bermanfaat dalam menciptakan kesetaraan dalam pendidikan. (Suprayitno & Moefad, 2024 :1. , dalam penelitiannya mengemukakan bahwa, lembaga pendidikan juga harus mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan teknologi secara tepat dan relevan. Selaras yang dikemukakan oleh (Asdlori & Slamet Yahya, 2023 : . Penyusunan kurikulum yang adaptif akan memastikan bahwa pembelajaran agama Islam tetap bisa dijalankan dengan baik meskipun menggunakan media digital. Dengan adanya kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan zaman, siswa akan tetap bisa memahami ajaran agama Islam secara mendalam, meskipun melalui medium digital. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. Rekomendasi untuk Meningkatkan Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital Untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: Peningkatan Infrastruktur Teknologi: Pemerintah infrastruktur yang memadai, terutama di daerah terpencil, agar semua lembaga pendidikan dapat mengakses teknologi dengan baik. Pelatihan Pengajar: Peningkatan keterampilan digital bagi pengajar sangat Lembaga pendidikan harus menyelenggarakan pelatihan untuk membantu pengajar dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Pengembangan Konten Pembelajaran yang Relevan: Kurikulum harus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik generasi muda, serta mengintegrasikan teknologi dalam penyampaian materi agama Islam. Kolaborasi dengan Pihak Swasta: Lembaga pendidikan dapat bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk menyediakan perangkat dan platform yang memadai untuk pembelajaran agama Islam. Peningkatan Aksesibilitas untuk Siswa: Penggunaan platform yang dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik komputer, tablet, maupun ponsel pintar, akan memastikan bahwa semua siswa dapat mengakses materi pembelajaran tanpa terkendala. KESIMPULAN Implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dalam konteks Masyarakat 5. 0 menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Teknologi digital memungkinkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Penggunaan aplikasi mobile, video pembelajaran, hingga teknologi augmented reality (AR) terbukti mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam memahami nilai-nilai Islam. Meski demikian, transformasi ini tidak lepas dari tantangan yang signifikan, seperti kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah dan keterbatasan kompetensi digital para pengajar. Keterbatasan ini menjadi hambatan utama dalam optimalisasi pembelajaran agama berbasis teknologi. Oleh Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk mengatasi tantangan ini agar potensi teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pendidikan agama Islam. Rekomendasi strategis yang dapat dipertimbangkan ke depan mencakup peningkatan infrastruktur teknologi secara merata, terutama di daerah 3T. intensif untuk meningkatkan keterampilan digital guru agama Islam. pengembangan kurikulum adaptif yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan teknologi. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta juga diperlukan untuk menyediakan platform dan materi pembelajaran yang mudah diakses serta sesuai dengan perkembangan Penelitian pembelajaran digital yang lebih inovatif dan kontekstual, serta mengkaji dampak teknologi terhadap pemahaman dan motivasi siswa dalam pembelajaran agama Islam dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, studi tentang penggunaan teknologi seperti AR dalam memvisualisasikan nilai-nilai Islam juga berpeluang besar memberikan kontribusi penting dalam inovasi pendidikan keagamaan di era digital. Namun, meskipun terdapat banyak manfaat, implementasi teknologi dalam pembelajaran agama Islam menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, ketimpangan akses terhadap infrastruktur teknologi antara daerah perkotaan dan daerah terpencil masih menjadi hambatan utama. Beberapa daerah di Indonesia masih kekurangan akses internet yang memadai, dan tidak semua lembaga pendidikan memiliki perangkat yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran digital. Kedua, kesiapan pengajar dalam mengadaptasi teknologi digital juga menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Tidak semua pengajar agama Islam memiliki keterampilan digital yang cukup untuk memanfaatkan teknologi dalam pengajaran mereka secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih untuk meningkatkan keterampilan digital pengajar melalui pelatihan yang lebih intensif. Selain itu, penyusunan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi juga menjadi hal yang sangat penting. Kurikulum yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. teknologi akan memastikan bahwa meskipun pembelajaran dilakukan secara digital, substansi ajaran agama tetap terjaga dengan baik. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk memperbaiki infrastruktur teknologi, memberikan pelatihan kepada pengajar, serta menyusun kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Beberapa rekomendasi yang perlu diertimbangkan untuk relevansi penelitian selanjutnya diantaranya : Peningkatan Infrastruktur Teknologi: Pemerintah perlu memperhatikan dan meningkatkan penyediaan infrastruktur teknologi di daerah-daerah yang belum terjangkau akses internet yang memadai. Penyediaan perangkat yang cukup untuk seluruh lembaga pendidikan, termasuk di daerah terpencil, menjadi prioritas agar pembelajaran digital dapat diterapkan secara merata. Pelatihan dan Peningkatan Keterampilan Pengajar: Lembaga pendidikan perlu meningkatkan pelatihan bagi para pengajar agama Islam untuk menguasai teknologi digital. Ini akan memastikan bahwa teknologi yang diterapkan dalam pembelajaran dapat dimanfaatkan dengan optimal. Pelatihan ini juga harus mencakup cara mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran berbasis Pengembangan Kurikulum yang Relevan dan Adaptif: Lembaga pendidikan harus mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi secara tepat, agar pembelajaran agama Islam tetap dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda. Kolaborasi dengan Pihak Swasta dan Teknologi: Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur, lembaga pendidikan dapat bekerja sama dengan perusahaan teknologi dalam menyediakan perangkat dan platform pembelajaran yang Ini juga dapat membuka peluang bagi penyediaan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan mudah diakses oleh siswa. Peningkatan Aksesibilitas Bagi Siswa: Penggunaan platform yang dapat diakses melalui berbagai perangkat seperti komputer, tablet, dan ponsel pintar dapat memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang setara terhadap Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Arif Rahman Hakim. Nurzakiyah Al Masumah Implementasi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Masyarakat 5. pembelajaran agama Islam berbasis digital. Penyediaan materi yang bisa diakses secara fleksibel juga akan membantu siswa yang berada di daerah dengan infrastruktur yang kurang berkembang. Peneliti berikutnya disarankan untuk lebih fokus pada pengembangan modelmodel pembelajaran agama Islam yang lebih inovatif dan berbasis teknologi digital, terutama dalam rangka memperkenalkan lebih banyak pendekatan yang interaktif dan menarik bagi siswa. Penelitian lebih lanjut tentang dampak teknologi terhadap motivasi dan pemahaman agama Islam oleh siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi juga sangat diperlukan. Selain itu, penelitian tentang peran teknologi dalam memperkenalkan dan memvisualisasikan nilai-nilai Islam, terutama menggunakan teknologi Augmented Reality (AR), dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap inovasi dalam pembelajaran agama Islam. REFERENSI