SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 PROGRAM PENDAMPINGAN PEREMPUAN BAGI PEGIAT INDUSTRI RUMAHAN Muhammad Kamaluddin Dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon Email: m. kamaluddin@umc. ABSTRAK Perempuan ada kalanya suatu saat menjadi penopang ekonomi keluarganya. Utamanya dalam urusan keuangan, ketergantungan mereka kepada laki-laki berpotensi menjadi hal yang kontraproduktif dengan semangat kesetaran. Tulisan ini merupakan kajian dari Program Pendampingan Perempuan Pegiat Industri Rumahan KpA-RI di Kabupaten Cirebon. Melalui pemetaan berbasis kuisioner, 100 perempuan pengusaha dari dua desa (Grogol dan Mertasing. di Kecamatan Gunungjati dikategorikan sesuai dengan golongan bidang usaha yang digelutinya. Aspek-aspek penting semisal permodalan, tenaga kerja, bahan baku, alat bantu, kemasan, harga jual, pemasaran dan pembukuan menjadi hal yang fokus diperhatikan. Kata Kunci: Industri Rumahan. Perempuan. Program Pendampingan ABSTRACT There are times when women become the economic support of their families. Primarily in financial matters, their dependence on men has the potential to be counterproductive to the spirit of equality. This paper is a study of the Mentoring Program for Women KpA-RI Home Industry Activists in Cirebon Regency. Through questionnaire-based mapping, 100 women entrepreneurs from two villages (Grogol and Mertasing. in Gunungjati Subdistrict were categorized according to the business sectors they engaged in. Important aspects such as capital, labor, raw materials, tools, packaging, selling prices, marketing and bookkeeping have become the focus of attention. Keywords: Home Industry. Women. Mentoring Program Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 29 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 PENDAHULUAN Juli-Desember 2018 berjalan sudah lebih dari 5 tahunan. Kabupaten Cirebon sebagai daerah Hanya saja polanya berjalan stagnan yang yang dipilih di antara 21 daerah Piloting bisa jadi mengakibatkan usahanya seperti Project Pengembangan Industri Rumahan berjalan di tempat tanpa ada kemajuan memasuki tahun ketiga dalam mengawal yang signifikan dalam hal pendapatan. program dari KpA-RI ini. Selama dua Secara tahun terakhir sejak 2016 dan 2017 pendapatan inilah yang kemudian dapat berbagai kegiatan telah dilaksanakan berkembang atau tidak. Mulai perempuan pegiat Industri Rumahan agar besaran modal, harga jual, selisih modal dapat memajukan usahanya. Maju baik dalam arti kualitasnya dan tentu juga didapatkan rata-rata hanya cukup untuk Dalam hal kualitas, 100 perempuan sehari-hari. Beberapanya pengusaha Industri Rumahan yang masuk diketahui memiliki tabungan di Bank dalam pemetaan program ini dilatih dan diedukasi mengenai berbagai hal yang usahanya selama ini. Sebagai misal pada tahun 2016 Di samping itu, keberadaan suami diberikan pelatihan pembukuan keuangan dan anak-anak yang tentu saja menjadi sederhana, pelatihan pengemasan produk perhitungan bahwa pendapatan yang pemasaran, serta pelatihan pengolahan Meskipun bukan sebagai tulang ragam hasil laut sebagai sumber daya punggung keluarga, para perempuan alam yang ada di lingkungan mereka pegiat Industri Rumahan ini secara Dari masa awal pemetaan, 100 problem-problem keuangan yang suatu perempuan pegiat Industri Rumahan di Kabupaten Cirebon memang tidak ada berumahtangga mereka. satupun yang masuk kategori IR-1. Hal Selain ini dapat diketahui dari kuisioner yang nelayan yang notabene berkehidupan mereka isi yang menyatakan bahwa rata- dengan bergantung pada gejala-gejala rata lama usaha yang mereka geluti Diterbitkan oleh FISIP-UMC Sejatinya | 30 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 Dalam hal ini, dua desa (Desa masyarakat nelayan yang tahu kapan dan Grogol dan Desa Mertasing. sasaran di mana saat-saat dan tempat-tempat yang Program dapat menghasilkan banyak tangkapan Rumahan di Kec. Gunungjati. Kab. ataupun menghasilkan keuntungan saat Cirebon juga diindikasikan memiliki Jika itu tidak dilakukan, seloroh Pengembangan Beberapa Industri Aunelayan akrab dengan kemiskinanAy bisa memilih bekerja ke luar negeri menjadi buruh migran di beberapa negara Timur Belum lagi jerat renternir Tengah. Asia Tenggara dan Asia Timur. yang kerap menawarkan pinjaman uang Sebagai instan dengan bunga berlipat ganda. melalui kuisioner, hanya beberapa saja Kiranya saat nelayan hendak melaut dan pengusaha perempuan pegiat Industri tidak ada modal, renternir seolah menjadi Rumahan Padahal secara sadar mereka menamatkan sekolah tingkat atas. Bahkan akan dibayang-bayangi masalah tagihan untuk tingkat perguruan tinggi diketahui hanya satu yang meraihnya. Maka dari itulah program pengembangan Industri Hal-hal itulah yang kemudian juga Rumahan ini diharapkan dapat memutus menjadikan perempuan seolah sebagai lingkaran kemiskinan dan rendahnya jalan keluar dari permasalahan. Pada gilirannya, perempuan usia produktif ada saja yang masuk ke dalam rayuan maut Rumahan. para sponsor penyalur tenaga kerja ke Belum Industri kasus-kasus luar negeri. Menjadi buruh migran yang semisal KDRT jikapun masih terjadi, lebih banyak memberi ketidakpastian pun keuangan yang menghimpit kebutuhan. seadanya menjadi nomor dua setelah Tidak jarang keluarga nelayan malah nomor satu berniat mencari nafkah untuk melibatkan anak-anaknya yang laki-laki untuk ikut berlayar ke laut mencari Bekal tangkapan ikan ataupun rajungan serta sumber daya laut lainnya yang potensial Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 31 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 untuk dijual. Kesadaran bahwa Industri langsung maupun tidak langsung ihwal Rumahan mesti berkembang dan lebih menghasilkan dinisiasi oleh KpA-RI bersama Tim Pelaksana Kabupaten untuk BUMD/N Daerah/Negar. maupun NGO (Lembaga Swadaya hal-hal pihak-pihak (Badan Usaha Milik Masyarakat/Organisasi Program yang tentu saja bukan lagi Masyaraka. yang berkepentingan dalam seperti yang sering ada sebelumnya pengarusutamaan gender. berupa bantuan-bantuan modal uang yang PEMBAHASAN produktif dan konstruktif yang signifikan terhadap penerimanya. Kegiatan Pengembangan Industri Rumahan di Kabupaten Cirebon dimulai dengan penjajakan serta penandatanganan kerjasama antara KpA-RI bersama METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam Kegiatan Pendampingan Pemkab Cirebon pada Perempuan Kemudian Industri Rumahan meliputi kajian pustaka Pelaksana Kabupaten Tim rumahan (Buku Pedoman Pengembangan enumerator di dua desa tujuan (Desa Industri Rumahan KpA-RI), analisis Grogol dan Desa Mertasing. dengan SWOT (Kekuatan. Kelemahan. Peluang, menyebar kuisioner untuk mengetahui Ancama. berbasis data rekam jejak siapa-siapa saja yang dianggap layak menjadi sasaran program. (Buku Kemudian Tim Pedoman Pemetaan Industri Rumahan Pelaksana yang dikoordinatori Bappeda KpA-RI), mendapatkan arahan dari KpA-RI kuisioner, dokumentasi audio visual, wawancara mendalam, pelatihan TOT (Pelatiha. bagi Pendamping Lapangan selama tiga tahun ke depan mengingat skema pembiayaan program yang tidak Pendampingan Pelatihan berkala secara intensif oleh Pendamping seterusnya dicover oleh KpA-RI. Lapangan dan semua OPD yang terkait Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 32 SOSFILKOM Idealnya. Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 Adapun program-program kegiatan pelatihan dan bantuan alat produksi yang pembiayaan dapat direalisasikan sesuai telah berhasil direalisasikan selama 2016- dengan perencanaan. Tetapi yang terjadi 2017 di antaranya, yaitu: tidak sepenuhnya demikian. Mengingat setiap daerah memiliki tata pamong yang relatif tidak sama satu dengan yang Kabupaten Cirebon misalnya. Kepala Dinas DPPKB menjabat. Kepala Bidang PKH yang Industri Rumahan mengalami mutasi beberapa kali selama program berjalan. Pada gilirannya, kebijakan dan penganggaran yang disusun oleh Kabid awal sebelum mutasi tidak kemudian bagaimana merealisasikannya oleh Kabid Memang membingungkan, akan tetapi itu bukan menjadi alasan untuk tetap mengawal Pelatihan Pembukuan Keuangan Sederhana Pelatihan Pengemasan. Pelabelan dan Pemasaran Pelatihan Mengolah Ragam Hasil Laut Bantuan Alat Pendukung Produksi Industri Rumahan Pelatihan Manajemen Pemasaran Pelatihan Pengolahan Ikan Segar Pelatihan PIRT dan Pengajuannya Studi Banding Pembuatan Kripik Pisang di Lampung Pelatihan ICT untuk Pemasaran Produk IR Pelatihan Jejaring Usaha Studi Banding ke Industri Olahan Hasil Laut Pelatihan Membuat Kerajinan Tangan berbahan Limbah Pelatihan Manajemen Peningkatan Produksi Hasil Laut Pelatihan Pengolahan Limbah Produksi Hasil Laut Bantuan Alat Pendukung Produksi Industri Rumahan mestinya untuk mencapai tujuan. Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 33 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 dalam kaitannya dengan keterampilan pendampingan oleh KpA-RI. Tim Pendamping yang ditunjuk merupakan Perguruan Tinggi Organisasi Masyarakat yang concern dalam hal pemberdayaan masyarakat, utamanya perempuan. Pendamping Tim Semua pelatihan di atas telah pendampingan yang sifatnya tatap muka direalisasikan kepada perempuan pegiat individu door to door secara efektif Industri Rumahan di dua desa sasaran meskipun memakan waktu yang lebih (Desa Grogol dan Desa Mertasing. Di saat yang lain ada kalanya Tim Beberapa kali juga tercatat perempuan Pendamping melakukan pertemuan yang pegiat IR dilibatkan dalam beberapa sifatnya menyeluruh bagi setiap desa meskipun tidak terlalu intens. Pemkab. KpA-RI dan atau OPD. Hal ini terjadi mengingat saat sinilah ruang sinergi antar OPD dalam perempuan IR dikumpulkan bersama perannya bersama-sama ikut mendorong membutuhkan tempat yang representatif, kemajuan para perempuan pegiat Industri aula balai desa. Pada saat bersamaan, ada Rumahan. Hanya kalanya pihak Pemdes memaknai ini terbatas quota. Jadi tidak semua kegiatan dukungan dana bagi pesertanya. Tepatnya di atas dapat diikuti oleh ke 100 orang ada miskomunikasi yang kadang sulit perempuan pegiat Industri Rumahan dari dijelaskan secara verbal karena bisa jadi dua desa sasaran. Di sisi lain, jalannya program pengembangan Industri Rumahan bagi mengenai paradigma pelayanan. perempuan pun dilakukan dengan proses Demikian pula dalam beberapa pendampingan yang dari awal telah kesempatan. Tim Pendamping menjadi dipilih oleh Tim Pelaksana Kabupaten mediator bagi pihak kedua dan ketiga dan dibekali beberapa kali pelatihan bagi perempuan pegiat IR. Sebagai Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 34 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 misalnya yaitu Tim Pendamping me-link- kan IR dengan stakeholder penyedia bahkan negara dapat semakin nyata akses permodalan dan jejaring usaha. Pada saat bersamaan juga menjadi juru hubung program-program OPD yang hendak dilaksanakan baik yang berfokus dan atau berlokus di desa perempuan IR. DAFTAR PUSTAKA