Volume 19. Nomor 2. Oktober 2025 Pelindung Jafet Damamain Penanggung Jawab Mozes Tomasila Pemimpin Umum Pieter Leunupun Pemimpin Redaksi Simon Pieter Soegijono Wakil Pemimpin Redaksi Stanley Salenussa Reviewer (Universitas Kristen Satya Wacan. Marcus Jacob Papilaja (Universitas Pelita Harapan Ambo. Ruslan Tawary (Universitas Pattimura Ambo. ISSN : 1978 - 2403 Daftar Isi Analisis Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UM. Terhadap Kapasitas Ekonomi UMKM di Kota Ambon 84 Ae 91 Debora Maria Pattiwael. Jondry Adrin Hetharie. Micrets A. Silaya Pengaruh Kesadaran dan Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Masyarakat Dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan 92 - 112 Yohana Melayaman. Pieter Leunupun. Gino G. Manuputty. Gwenn L. Pattinama Wilson Therik (Universitas Nusa Cendan. Vincent Hadiwiyono (Universitas Negeri Sebelas Maret Surakart. Editor Paulus Rikumahu Salomin J. Hehanussa Sarlotha Y. Purimahua Jolyne Myrell Parera Thomas Aurima Steve Gaspers Desianus Leunupun John Pelamonia Administrasi Anti Ismail Grace Persulessy Alamat Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKIM Ambon Jalan OT Pattimaipauw Ae Talake Ambon Telepon Email : pieter. leu@yahoo. w://ojs. Diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKIM Ae Ambon, 2 kali dalam 1 tahun pada bulan Maret dan Oktober Penerapan Sistem Pengendalian Internal Terhadap 113 Ae 130 Pemberian Kredit Pada PT. Pegadaian Finsandra Wonatorei. Pieter Leunupun. Nicoline Hiariej Pengaruh Lingkungan Kerja Dalam Hubungannya 131 Ae 142 Dengan Kinerja Pegawai Pada Kantor Distrik Sorong Barat Kota Sorong Joseph Eliza Lopulalan. Roberthair Suripatty. Reka Rumadat Sitorus Pengaruh Pengetahuan Perpajakan. Sanksi Pajak 143 Ae 166 dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Bumi dan Bangunan Jeannefer Vicaria Hehanussa. Gino G. Manuputty. Nicoline Hiariej Sistim Pengatur Aliran Bahan Bakar (Governo. 167 - 180 Pada Motor Disel Ferdinand Johan Wattimury Volume 19. Nomor 2. Oktober 2025 ANALISIS PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DAN PEMBIAYAAN ULTRA MIKRO (UM. TERHADAP KAPASITAS EKONOMI UMKM DI KOTA AMBON Debora Maria Pattiwael. Jondry Adrin Hetharie. Micrets A. Silaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Kristen Indonesia Maluku ABSTRACT This study aims to analyze the role of the distribution of PeopleAos Business Credit and Ultra Micro Financing in enhancing the economic capacity of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in Ambon City. The study employs a descriptive qualitative approach using interviews, observation, and documentation techniques involving MSME actors and relevant stakeholders. The results indicate that KUR and UMi contribute positively to increasing business capital, business sustainability, and opportunities for business scale development. Nevertheless, the effectiveness of these financing schemes still faces several constraints, including limited financial literacy, inadequate mentoring, and local market conditions. This study underscores the importance of integrating financing and mentoring within MSME development policies, particularly in archipelagic regions. Keywords: PeopleAos Business Credit (Kredit Usaha Rakyat/KUR). Ultra Micro Financing (Pembiayaan Ultra Mikro/UM. Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. , economic capacity. Ambon City PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi rakyat dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto serta penyerapan tenaga Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB nasional telah mencapai lebih dari 60 persen, sementara daya serap tenaga kerja mendekati seluruh tenaga kerja sektor swasta. Ketahanan UMKM juga terbukti saat krisis ekonomi 1997Ae1998, sekaligus berperan dalam pemerataan hasil pembangunan dan pengurangan kesenjangan pendapatan masyarakat. Meskipun berperan besar. UMKM masih menghadapi kendala struktural, terutama keterbatasan akses permodalan. Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah meluncurkan berbagai skema pembiayaan, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mulai dijalankan sejak 2007 melalui perbankan dengan dukungan penjaminan dan Pattiwael. Hetharie. Silaya: Analisis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) subsidi bunga (Harefe, 2. Seiring perkembangan kebijakan, pemerintah juga memperkenalkan Pembiayaan Ultra Mikro (UM. yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro lapis terbawah yang belum memiliki akses terhadap pembiayaan perbankan. UMi dirancang sebagai jembatan antara bantuan sosial dan KUR, dengan mekanisme yang lebih sederhana dan disertai pendampingan. Namun, studi empiris yang mengkaji efektivitas penyaluran KUR dan UMi secara simultan, khususnya pada tingkat daerah, masih relatif terbatas. Sebagian penelitian sebelumnya lebih menekankan peran KUR terhadap kinerja atau pendapatan UMKM, sementara kajian mengenai UMi dan kontribusinya terhadap peningkatan kapasitas ekonomi pelaku usaha mikro belum banyak dilakukan, terutama di wilayah kepulauan seperti Kota Ambon. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan riset terkait evaluasi kebijakan pembiayaan mikro yang kontekstual dan berbasis wilayah. Kajian mengenai penyaluran KUR dan UMi menjadi penting secara ilmiah maupun Secara ilmiah, penelitian ini memperkaya literatur mengenai kebijakan pembiayaan mikro dan dampaknya terhadap penguatan kapasitas ekonomi UMKM. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar evaluasi efektivitas program pemerintah dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah pascapandemi, khususnya bagi UMKM yang selama ini menghadapi keterbatasan modal dan pendampingan usaha. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyaluran Kredit Usaha Rakyat dan Pembiayaan Ultra Mikro terhadap peningkatan kapasitas ekonomi UMKM di Kota Ambon serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha. Artikel ini berkontribusi dengan menghadirkan bukti empiris berbasis konteks lokal mengenai peran pembiayaan pemerintah dalam memperkuat UMKM, sekaligus memberikan implikasi kebijakan bagi pengembangan skema pembiayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dipahami sebagai unit usaha produktif yang berdiri sendiri dan berperan penting dalam struktur perekonomian Secara konseptual. UMKM berfungsi sebagai penggerak ekonomi berbasis kerakyatan yang mampu menyerap tenaga kerja, mendorong pemerataan pendapatan, dan menjaga stabilitas ekonomi, terutama pada masa krisis (Tambunan, 2013. Suci. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 dan diperbarui melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021. UMKM diklasifikasikan berdasarkan modal usaha dan hasil penjualan tahunan. Kerangka ini menegaskan bahwa UMKM tidak hanya dilihat dari skala usaha, tetapi juga dari kapasitas ekonomi dan keberlanjutan usahanya. Volume 19. Nomor 2. Oktober 2025 Dalam perspektif teori pembangunan ekonomi. UMKM diposisikan sebagai instrumen penting dalam strategi pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan Middle-range theory yang relevan adalah teori akses pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi, yang menekankan bahwa keterbatasan modal menjadi hambatan utama pertumbuhan usaha mikro dan kecil. Kredit program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), dirancang untuk mengatasi kegagalan pasar kredit dengan menyediakan pembiayaan bagi usaha yang layak namun belum bankable (Widiastuti, 2. KUR merupakan skema pembiayaan modal kerja dan investasi yang disalurkan melalui perbankan dengan dukungan subsidi bunga dan penjaminan pemerintah, sehingga menurunkan risiko kredit bagi lembaga penyalur. Selain KUR, pemerintah mengembangkan Pembiayaan Ultra Mikro (UM. sebagai perluasan intervensi kebijakan bagi pelaku usaha mikro lapis terbawah. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 95/PMK. 05/2018. UMi merupakan fasilitas pembiayaan yang bersumber dari APBN dan disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank kepada pelaku usaha yang belum memiliki akses pembiayaan Karakteristik utama UMi adalah proses yang sederhana, plafon pembiayaan relatif kecil, serta kewajiban pendampingan usaha. Secara konseptual. UMi berfungsi sebagai jembatan antara bantuan sosial dan pembiayaan formal, dengan tujuan meningkatkan kapasitas ekonomi dan mendorong wirausaha baru. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji peran pembiayaan pemerintah terhadap kinerja dan kesejahteraan UMKM. Made Ary Mayuni dan Rustariyuni . menggunakan metode kualitatif melalui observasi, kuesioner, dan wawancara, dan menemukan bahwa KUR berperan positif dalam meningkatkan kinerja UMKM di Kabupaten Jembrana. Ade Muhamad . juga dengan pendekatan kualitatif menunjukkan bahwa usaha kecil dan menengah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Cibeureum. Roza Gustika . melalui metode deskriptif kualitatif membuktikan bahwa pemberian KUR berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pemilik usaha kecil di Kabupaten Pasaman. Adnan Husada Putra . menekankan peran UMKM dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora, sementara Yuli Rahmini Suci . menunjukkan bahwa pengembangan UMKM berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan. Temuan-temuan ini menegaskan bahwa akses pembiayaan dan penguatan UMKM memiliki implikasi ekonomi dan sosial yang Meskipun demikian, terdapat kesenjangan dalam literatur yang ada. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada KUR sebagai satu-satunya instrumen pembiayaan, dengan lokasi penelitian yang didominasi wilayah daratan dan sektor Kajian mengenai Pembiayaan Ultra Mikro masih relatif terbatas, terutama yang Pattiwael. Hetharie. Silaya: Analisis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menganalisis perannya secara bersamaan dengan KUR dalam meningkatkan kapasitas ekonomi UMKM. Selain itu, konteks wilayah kepulauan seperti Kota Ambon belum banyak dikaji, padahal karakteristik geografis dan struktur ekonomi lokal berpotensi memengaruhi efektivitas penyaluran pembiayaan. Berdasarkan telaah pustaka tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berkontribusi dalam melengkapi kekurangan riset sebelumnya dengan mengkaji secara terpadu penyaluran KUR dan UMi terhadap peningkatan kapasitas ekonomi UMKM di Kota Ambon. Artikel ini tidak hanya memperkaya kajian empiris mengenai pembiayaan mikro berbasis kebijakan publik, tetapi juga memberikan perspektif kontekstual mengenai efektivitas program pemerintah di wilayah kepulauan, sehingga relevan bagi pengembangan teori dan perumusan kebijakan pembiayaan UMKM yang lebih inklusif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif untuk memahami secara mendalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UM. serta implikasinya terhadap peningkatan kapasitas ekonomi UMKM. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pemaknaan, persepsi, dan pengalaman pelaku usaha serta pemangku kepentingan terhadap kebijakan pembiayaan pemerintah dalam konteks sosial yang nyata (Moleong. Sugiyono, 2018. Hendryadi et al. , 2. Penelitian dilaksanakan di Kota Ambon. Provinsi Maluku, dengan objek penelitian adalah pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah yang menerima pembiayaan KUR dan UMi. Pengumpulan data dilakukan pada periode November hingga Desember 2024. Pemilihan lokasi didasarkan pada karakteristik wilayah kepulauan dan meningkatnya peran pembiayaan pemerintah dalam mendukung UMKM di daerah tersebut. Dalam penelitian kualitatif ini, konsep populasi dan sampel tidak digunakan secara statistik. Subjek penelitian ditetapkan sebagai informan yang dipilih secara purposive berdasarkan keterkaitannya dengan program pembiayaan KUR dan UMi (Arikunto, 2. Informan kunci terdiri atas staf Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku yang berperan dalam pembinaan dan pendampingan UMKM. Informan pendukung meliputi lima pelaku UMKM di Kota Ambon yang menerima atau tidak menerima pembiayaan KUR dan UMi. Penentuan jumlah informan dilakukan hingga mencapai kecukupan informasi dan kejenuhan data. Instrumen penelitian utama adalah peneliti sendiri, dengan dukungan pedoman wawancara, kuesioner, dan lembar observasi. Wawancara dilakukan secara bebas terpimpin untuk memperoleh informasi mendalam mengenai pengalaman dan persepsi Volume 19. Nomor 2. Oktober 2025 informan terhadap penyaluran KUR dan UMi (Arikunto, 2016. Yusuf, 2. Kuesioner digunakan untuk menggali persepsi pelaku UMKM terkait dampak pembiayaan terhadap kapasitas ekonomi usaha, sementara dokumentasi dimanfaatkan untuk melengkapi data berupa laporan, catatan, dan arsip pendukung. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2. Proses analisis berlangsung secara simultan sejak pengumpulan data hingga data mencapai kejenuhan. Analisis difokuskan pada identifikasi pola, tema, dan makna yang berkaitan dengan efektivitas penyaluran KUR dan UMi dalam meningkatkan kapasitas ekonomi UMKM di Kota Ambon. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UM. memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas ekonomi pelaku UMKM di Kota Ambon. Sebagian besar informan penerima KUR dan UMi menyatakan adanya peningkatan modal usaha, kelancaran arus kas, serta kemampuan mempertahankan dan mengembangkan usaha. Penerima KUR umumnya memanfaatkan pembiayaan untuk modal kerja dan investasi usaha, sedangkan penerima UMi lebih banyak menggunakan dana untuk kebutuhan usaha berskala mikro dengan proses yang relatif sederhana dan cepat. Temuan juga menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang tidak menerima pembiayaan KUR maupun UMi tetap mengalami peningkatan kapasitas ekonomi, namun dalam skala yang lebih terbatas. Peningkatan tersebut umumnya berasal dari pengalaman usaha, jaringan sosial, dan strategi pengelolaan usaha secara mandiri. Dibandingkan dengan penerima pembiayaan, kelompok ini menghadapi keterbatasan dalam memperluas usaha dan meningkatkan volume produksi. Selain dampak positif, penelitian menemukan beberapa kendala utama dalam penyaluran KUR dan UMi. Kendala tersebut meliputi keterbatasan literasi keuangan, pemahaman administrasi pembiayaan, ketergantungan pada pendamping, serta faktor eksternal seperti fluktuasi harga bahan baku dan kondisi pasar lokal. Kendala nonpembiayaan ini berpengaruh terhadap optimalisasi pemanfaatan dana dan keberlanjutan usaha UMKM. KESIMPULAN Temuan penelitian ini menguatkan teori akses pembiayaan yang menyatakan bahwa keterbatasan modal merupakan salah satu hambatan utama pertumbuhan Pattiwael. Hetharie. Silaya: Analisis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM. Penyaluran KUR dan UMi berfungsi sebagai instrumen kebijakan publik untuk mengatasi kegagalan pasar kredit, khususnya bagi pelaku usaha yang layak secara ekonomi tetapi memiliki keterbatasan akses perbankan (Sugiyono, 2018. Moleong. Dalam konteks ini. KUR dan UMi tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga mendorong peningkatan kepercayaan diri pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Made Ary Mayuni dan Rustariyuni . serta Roza Gustika . yang menunjukkan bahwa KUR berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja dan pendapatan UMKM. Penelitian ini memperluas temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa UMi juga berkontribusi nyata bagi pelaku usaha mikro lapis terbawah, terutama melalui kemudahan persyaratan dan adanya Hal ini mengonfirmasi bahwa UMi berfungsi sebagai jembatan antara bantuan sosial dan pembiayaan formal, sebagaimana dirancang dalam kebijakan pemerintah (PMK No. 95/PMK. 05/2. Peningkatan kapasitas ekonomi UMKM yang tidak menerima pembiayaan menunjukkan bahwa faktor nonfinansial seperti pengalaman, jejaring sosial, dan kemampuan adaptasi juga berperan dalam keberlanjutan usaha. Namun, keterbatasan modal menyebabkan pertumbuhan usaha kelompok ini cenderung lebih lambat. Temuan ini mendukung pandangan bahwa pembiayaan bukan satu-satunya faktor penentu, tetapi tetap menjadi faktor kunci dalam mempercepat skala dan daya saing UMKM (Suci. Tambunan, 2. Kendala yang ditemukan dalam penelitian ini menegaskan pentingnya aspek pendampingan dan literasi keuangan dalam penyaluran pembiayaan. Meskipun KUR dan UMi dirancang untuk mempermudah akses modal, keterbatasan pemahaman administrasi dan pengelolaan keuangan masih menjadi hambatan di tingkat pelaku Kondisi ini menunjukkan bahwa efektivitas pembiayaan akan lebih optimal apabila disertai penguatan kapasitas manajerial dan pendampingan berkelanjutan, terutama di wilayah kepulauan seperti Kota Ambon dengan karakteristik ekonomi yang Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pembiayaan mikro dengan menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi antara akses modal dan pendampingan usaha. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi pemerintah dan lembaga penyalur untuk memperkuat sinergi antara KUR dan UMi serta meningkatkan kualitas pendampingan agar pembiayaan benar-benar berdampak pada peningkatan kapasitas ekonomi UMKM. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan wilayah dan jumlah informan yang relatif terbatas, sehingga temuan belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed methods Volume 19. Nomor 2. Oktober 2025 dengan cakupan wilayah yang lebih luas serta menguji secara empiris hubungan antara pembiayaan, pendampingan, dan kinerja UMKM dalam jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA